SANG PENERUS.

SANG PENERUS.
MEMBANGUN PUSKESMAS DI DESA KAMAYAN


Datuk Kumbang diam memperhatikan Hana bicara.


"Wanita ini tahu banyak tentang berita itu... Jangan - jangan dia..." ucap Datuk Kumbang dalam hati curiga.


"Sebenarnya kamu ini siapa?" ucap Datuk Kumbang menyelidik sambil menatap ke arah Hana.


"Saya adalah orang yang membunuh Susanto dan Ki Rotan..." ucap Hana.


JEDDEEEEEEEEEEERRRRR.... suara petir menggelegar.


"APAAAAAA......!!!!!??? ucap mereka terkejut bukan main.


Mata Datuk Kumbang berubah menjadi mata Harimau.


Hana bergerak cepat,ia mengambil Kunai di balik jaket,lalu berdiri sambil menarik tangan Farah.


Hana meletakkan ujung Kunai itu di leher Farah.


Mereka terkejut atas tindakan Viona yang menyandera Farah.


Artaya tak percaya,gadis cantik yang membuat dirinya jatuh cinta adalah orang yang membunuh ayahnya Putra Alam Gumara serta Ki Rotan. Matanya berubah seperti mata Harimau.


"Dengarkan dulu aku bercerita,jika kalian menyerangku,maka Farah akan kubunuh..." ucap Hana mengancam.


Cempaka nampak cemas,ia mengkhawatirkan putrinya.


"Kalian tenanglah..." ucap Cempaka mencoba mendinginkan suasana yang lagi memanas.Ia tak ingin putrinya terluka.


Datuk Kumbang dan Artaya yang sedang emosi meredakan emosinya saat mendengar ucapan Cempaka,mereka juga tak ingin Farah kenapa - kenapa.


"Aku melakukan itu,karena Susanto menculik ibu mertua Bayu...Kita menghabisi semua orang,sebelum ku bunuh,aku tanya tentang orang yang di culik itu,salah satu anak buah Susanto memberi tahu bahwa mertua Bayu di bawa ke Dermaga...


"Aku dan Bayu pergi menyelamatkannya..." ucap Hana.


"Kenapa kamu membunuh mereka?" ucap Datuk Kumbang.


"Aku melakukannya seperti apa yang di ucapkan putramu...Bukan begitu Artaya..." ucap Hana.


"Eh....!!!??? Artaya terkejut. Apa yang di ucapkan Viona memang benar,dirinya akan membunuh siapa saja yang menculik adiknya.


"Iya..Itu benar...Tolong kamu jangan bunuh adikku,bunuh saja aku..." ucap Artaya.


"Aku tak ada niat membunuh adikmu,tapi aku akan melakukannya jika kalian memyerangku..." ucap Hana.


Hujan di luar nampak mulai reda.


"Jadi kau membunuh mereka karena untuk membebaskan mertua Bayu?" ucap Datuk Kumbang.


"Iya itu benar...Jika dia tak menculik mertua Bayu,aku gak bakalan membunuh mereka...


"Di tambah lagi,gadis yang terbunuh itu masih ada hubungan keluarga dengan Bayu...


"Eh...!!!?? Mereka terkejut dengan ucapan Hana.


"Susanto sengaja melakukan itu agar keluarga Han dan keluarga Mahendra berperang.


"Bila kalian tetap menyerang Bayu atau keluarganya,aku bisa pastikan,seluruh warga desa Kamayan tewas terbunuh. Karena aku telah memberi tahu posisi kalian pada Bayu,


"Bayu bersama pasukannya membawa senjata api berada di desa sebelah,jika aku kenapa - kenapa,maka mereka datang kemari dan membunuh semua orang di sini,aku pastikan tak ada yang selamat..." ucap Hana mengancam.


"Siaaal.....Wanita ini sungguh pintar sekali...Aku tak menyangka jika dia adalah orang yang membunuh Ki Rotan." ucap Datuk Kumbang dalam hati.


"Panggilkan Putra Alam Gumara kesini,jangan kamu panggil yang lainnya. Jika kulihat yang datang tak hanya Putra Alam Gumara lalu mereka menyerangku...


"Farah akan tewas lebih dulu..." ucap Hana.


"Cepat panggilkan Putra kesini Arta...." ucap Cempaka..


"Baik bu..." ucap Artaya.


Artaya lantas berdiri dan berjalan menuju rumah Putra Alam Gumara.


"Toloong...Jangan bunuh putriku..." ucap Cempaka mengiba,dia tak ingin anaknya celaka.


"Tenang bu...Aku tidak berniat membunuhnya,asal kalian bisa di ajak kerja sama...." ucap Hana.


Tak lama kemudian lampu menyala, kemudian Artaya muncul bersama Putra Alam Gumara.


Hana melihat ke arah Putra Alam Gumara.


Putra Alam Gumara kaget melihat adiknya Artaya di sandera oleh wanita yang menginap di rumah Artaya.


"Ada apa ini,megapa kamu menempelkan benda tajam di leher Farah." ucap Putra Alam.


"Rupanya Artaya belum cerita..." ucap Hana dalam hati.


"Artaya...Apa yang kamu lakukan bila adikmu ku culik?" ucap Hana.


"Aku akan membunuhmu..." ucap Artaya.


"Datuk...Kenapa Datuk diam saja...?" ucap Putra Alam.


"Coba kamu ceritakan pada dia,kenapa orang tuanya terbunuh berdasarkan informasi yang ku dapat.." ucap Hana.


Artaya pun menceritakan apa yang di ucapkan oleh Hana.


Nampak mata Putra Alam berubah menjadi mata Harimau.


"Bila kamu tak terima,mari kita berduel,jika kamu terbunuh,jangan ada yang balas dendam,bila ada yang balas dendam,semua warga desa Kamayan tewas terbunuh.." ucap Hana.


"Aku terima tantanganmu..." ucap Putra Alam Gumara emosi. Akhirnya ia bertemu dengan orang yang membunuh ayahnya.


"Baik...Kita berduel di luar..." ucap Hana.


Putra Alam berjalan keluar rumah.


"Tunggu....." ucap Datuk Kumbang.


Putra Alam menghentikan langkahnya lalu membalikkan badan.


"Jika kau menerima tantangan Viana,maka aku sendiri yang menghadapimu..." ucap Datuk Kumbang.


Datuk Kumbang tak ingin ketururun manusia Harimau tewas di desa Kamayan,dan itu bisa membuat malapetaka bagi desa Kamayan.


"Kenapa Datuk melarangku?" ucap Putra Alam tak terima.


"Ayahmu memang memiliki kebiasaan buruk yang tak di miliki para Inyiak(Manusia Hatimau)... Jika kamu terima tantangannya Viana,maka aku pastikan,kau juga langsung tewas...


"Jika kamu tewas,maka Desa Kamayan akan di landa malapetaka yang sangat hebat...." ucap Datuk Kumbang.


"Tapi Tuk...Dia telah membunuh ayahku..." ucap Putra Alam yang masih tak terima.


Hana melepaskan Farah,lalu melesat ke arah Putra Alam.


Gerakan Hana sangat cepat,kini Hana berada di belakang Putra Alam sambil memegang tangan Putra Alam lalu menaruh ujung Kunai di leher.


"Eh.....!!!???.Mereka semua terkejut,termasuk Putra Alam sendiri. Padahal jarak dia dengan wanita berjilban 6 meter,tiba - tiba saja sudah berada di belakang dirinya.


"Kamu turutin saja apa kata pak tua itu,jika kamu tak menurut...


Apa yang di takutkan Datuk Kumbang benar - benar terjadi,ia melihat Viana bergerak lebih cepat daripada dirinya.Sebab sebelumnya ia melihat dalam rekaman CCTV,penyerang misterius yang merupakan sosok wanita itu bergerak sangat cepat.


Lalu Hana bergerak lagi ke arah Farah. Gerakan Hana sangat cepat.


Kini Hana berada di belakang Farah,tapi tak lagi menodongkan senjatanya ke arah Farah.


"Sial...Gerakannya sungguh cepat sekali,pantas saja Datuk Kumbang melarangku berduel dengan dia.." ucap Putra Alam dalam hati melihat wanita berjilab ada di belakang Farah lagi


"Baiklah..." ucap Putra Alam.


"Cakep....


" Aku akan meminta pada keluargaku untuk membangun puskesmas di sini,jika kalian tak jadi ke Jakarta....Tapi,bila kalian tetap bersikeras balas dendam pada Bayu, Kupastikan kalian tak bisa melihat matahari terbit lagi..." ucap Hana.


"Apakah kau keturunan inyiak?" ucap Datuk Kumbang.


"Tidak...Aku bukan keturunan Inyiak...


Hana memgambil hapenya lalu memghubungi kakeknya.


Tuuut....Tuuuut....Tuuuut..


"Halo cantik..." sauara Zhang.


"Halo juga kek... Kakek bisa membangunkan Puskesmas di desa Kamayan?" ucap Hana.


"Bisa.... Apakah urusanmu sudah kelar?" suara Zhang.


"Sudah kek...


"Kakek suruh pergi balik saja orang suruhan kakek..." ucap Hana.


"Baiklah...Padahal kakek sudah siapkan pasukan di pinggiran desa Kamayan.." suara Zhang.


"Eh....!!!??? Hana terkejut mendengar ucapan kakeknya itu,padahal tadi dia bermain - main saja saat memgancam.Gak tahunya beneran terjadi.


"Gak perlu kakek... Ini aku langsung pulang.


"Oh iya....Yang kesini,biar saja ke sini kek..Lanjutin tugasku,sekalian bangunkan Puskesmas..." ucap Hana.


"Siap...." suara Zhang.


Hana mematikan panggilan telponya.Lalu melihat jam di hapenya.


"Sial...Magrib sudah lewat " ucap Hana dalam hati.


"Aku sudah meminta bantuan kepada keluargaku...


"Mereka mau membuatkan Puskesmas di sini.." ucap Hana.


Hana melihat seekor cicak,ia memgambil Shurikennya,lalu melempar ke arah Cicak.


Wuuuuut......Jleb. Shuriken tersebut mengenai cicak.


Datuk Kumbang yang melihat aksi Viana tak terkejut,akan tetapi yang lainnya terkejut.


"Gilaaaa....Dia punya senjata rahasia..." ucap Artaya dalam hati yang melhat aksi Hana.


Hana berjalan menuju sumur untuk wudhu.


Setelah Hana pergi,Datuk Kumbang melompat untuk mengambil Shuriken yang menancap.Kemudian memperhatikan Shuriken tersebut.


"Sama...." ucap Datuk Kumbang dalam hati.


Artaya mendekat ke arah ayahnya untuk melihat benda yang di lempar Viana.


Kemudian Putra Alam juga mendekat karena penasaran benda apa yang di lempar oleh wanita berjilbab itu.


40 menit kemudian,Hana menghampiri mereka sambil membawa tas,ia berniat kembali ke Jakarta,sebelum itu ia harus ke Bengkulu dulu untuk memgembalikan mobilnya dengan si Merah.


Datuk Kumbang menyerahkan Shuriken pada Hana.


"Pak... Ibu...Semuanya...


"Maaf saya datang kemari sempat membuat tegang,besok akan ada teman saya yang menggantikan saya di sini untuk memeriksa warga di sini,dan juga insya Allah besok akan ada beberapa orang yang datang untuk membangun Puskesmas..


"Saya minta maaf bila ada salah kataku tadi...


"Saya tidak bermaksud jahat pada kalian semua...


"Saya ke sini bertujuan untuk meluruskan permasalahan ini,aku tahu pasti keluarga pak Susanto akan menuntut balas,


"Makanya saya kemari...


"Sekali lagi saya minta maaf..." ucap Hana.


"Aku telah memaafkanmu ,terima kasih kau tak membunuh Putra Alam...


"Dan saya mewakili keluarga Inyiak meminta maaf atas perilaku Susanto pada keluargamu... " ucap Datuk Kumbang.


Hana bersalaman ke Cempaka dan Farah,sedangkan ke pria,Hana menangkupkan tangannya.


"Apakah kamu mau pergi malam ini Vi?" ucap Artaya seperti tak rela bila Viana pergi.


"Iya...Aku harus kembali....


"Jika lama - lama aku di sini,maka akan banyak orang mencariku..." ucap Hana.


Mereka kemudian mengantar Hana ke depan.


Saat Hana akan masuk ke dalam mobil,Artaya menghampiri Viana.


"Vi....Apakah kamu akan kembali ke sini lagi?" ucap Artaya.


"Hem....Urusanku sudah kelar,jadi aku tak bisa ke sini lagi.


"Sebab sudah ada penggantiku di sini..." ucap Hana lalu naik ke mobil Hardtop.


Hana menyalakan mobilnya.


Tak lama kemudian Hana pergi meninggalkan rumah Datuk Kumbang dan Desa Kamayan.


***


Esok harinya.


Apa yang di ucapkan Viana terbukti,siang harinya,ada beberapa mobil masuk membawa barang material,dan juga 2 orang dokter di kawal 10 orang membawa senjata api laras panjang serta beberapa tukang bangunan.


Mereka membangun Puskesmas atas arahan Datuk Kumbang yang bekerja sama dengan kepala desa.


"Yang di ucapkan Viana memang benar,rupanya pasukannya Bayu berada di sekitar sini. Untung saja pertarungan mereka aku hentikan,jika tidak maka seluruh orang di desa ini akan tewas...


"Sebenarnya,kamu ini siapa? " ucap Datuk Kumbang dalam hati.


Lalu Datuk Kumbang mengumpulkan semua manusia Inyiak untuk membicarakan perihal orang yang membunuh Susanto dan Ki Rotan di pinggir hutan,agar tak di ketahui warga desa.


Mereka terkejut,lalu memarahi Datuk Kumbang,kenapa tidak membunuhnya. Lalu Datuk Kumbang menceritakan kejadian yang tadi malam.