SANG PENERUS.

SANG PENERUS.
NGAPAIN KAMU IKUT AKU?


10 hari kemudian.


Kasus pembunuhan di desa Jati Waringin memgalami kebuntuan. Karena kekurangan saksi dan bukti. Polisi sempat mencurigai Bayu,Bimo dan Daniel. Akan tetapi warga tak ada melihat mereka di sekitar kejadian. Balok kayu untuk memukul yang di gunakan Bayu dan teman - temannya sudah di buang oleh Hana. Serta darah yang ada di lantai rumah kosong di tutup pasir oleh Hana.


Pak Kartolo datang kerumah pak Warso untuk melatih Bayu di hari minggu. Akan tetapi pak Katolo tidak bisa mengajarkan semua ajiannya hanya 1 ajian yang bisa di ajarkan,sebab Bayu seorang muslim yang taat,jika di ajarkan maka akan luntur.


Lukman telah masuk kembali ke sekolah.


Mereka berkumpul seperti biasanya.


Hari sabtu pukul 15.30


Bayu menyetir mobil Hardtop milik pak Joseph bersama Hana,Lukman,Bimo dan Daniel.


Hari minggu,mobil pak Joseph dibawa jalan bersama istrinya,sehingga pak Joseph menyarankan hari sabtu saja.karena Hari sabtu mobilnya nganggur.


Di belakanng mobil,ada beberapa sembako untuk di berikan pada keluarga Desi.


Setelah menempuh perjalanan yang panjang,akhirnya mereka sampai di rumah Desi.


Nampak di depan rumah Desi terpasang tenda. Acaranya akan di adakan hari minggu.


Nampak beberapa warga heran melihat mobil tersebut parkir di depan rumah.


Kemudian Bayu dan yang lainnya turun dari mobil.


Desi yang berada di depan rumah melihat Bayu turun dari mobil nampak terkejut. Ia mengira Bayu anak orang kaya.


Bimo mengangkat sekarung beras ,Bayu membawa kresek berisi gula,teh,kopi.


Lukman membawa 2 jerigen minyak goreng. Daniel membawa 4 rak telur.


Desi memanggil orang tuanya. Tak lama kemudian kedua orang tua Desi muncul di depan pintu untuk menyambut kedatangan rombongan Bayu.


"Assalam Mua'laikum...." ucap Bayu Ketika berada di depan pintu.


"Wa'alaikum salam..." ucap Kedua orang tua Desi.


Mereka bersalaman.


Ibunya Desi menyuruh orang untuk mengangkut barang - barang yang di bawa oleh rombongan Bayu.


"Mari silahkan masuk..." ucap ayahnya Desi.


Mereka pun masuk ke dalam rumah lalu duduk di ambal.


"Maaf ya... Tempatnya agak berantakan "ucap bapaknya Desi.


"Ya gakpapa pak" ucap Hana.


Seseorang membawakan minuman teh di gelas dan kue,lalu membagikan minuman teraebut.


"Silahkan di minum..." ucap ibunya Desi.


Desi duduk di samping ibunya.


"Maaf ...Kami datangnya lebih awal.. Karena besok ada keperluan.." ucap Hana.


"Iya gakpapa mbak... Mbak datang aja aku sudah merasa senang sekali.


"Oh iya... Terima kasih atas oleh - olehnya waktu itu.." ucap ibunya Hana.


"Iya Mbak... Aku gak enak saja melihat Bayu datang tak membawa apa - apa. Jadi aku suruh bawakan oleh - oleh itu" ucap Hana.


"Maaf... Bapaknya Bayu kemana?" ucap ibunya Desi.


"Sudah Mati...." ucap Bayu.


"Eh...!!!??? orang tua Desi terkejut.


"Maaf mbak... Suamiku sudah meninggal.." ucap Hana.


"Ooo... Begitu...Maaf ya mbak...Aku gak tahu.." ucap ibunya Desi.


Nampak 2 wanita membawa nampan beriai 5 piring soto dan satunya lagi membawa bakul nasi,kecap,sambal,jeruk nipis serta piring berisi soto.


"Silahkan mbak...Maaf adanya soto..." ucap ibunya Desi.


Mereka pun makan. Hana melepas penutup wajahnya.


Mereka nampak terkejut melihat wajah ibunya Bayu,mereka mengira ibunya Bayu berusia kepala 4. Gak tahunya seperti berusia kepala 2.


"Itu beneran ibunya Bayu apa bukan ya...?" ucap ayahnya Desi dalam hati penasaran dan bingung saat melihat wajah Hana tanpa cadar.


Tak lama kemudian mereka selesai makan.


Hana memakai kembali cadarnya.


"Desi...." suara wanita memanggil Desi dari luar.


"Iyaaa...." ucap Desi.


Wanita itu masuk,saat melihat Lukman wanita itu terkejut.


"Lukman.....!!!??


Wanita itu adalah Nita.


"Hai Nit..." ucap Lukman.


"Kok kamu ada di sini?" ucap Nita heran.


"Aku di ajakin sama Bayu.." ucap Lukman.


Nita memperhatikan teman - teman Lukman,sebab ia tak kenal.


"Bu...Bayu keluar dulu ya..." ucap Bayu.


"Iya nak..." ucap Hana.


Lukman,Daniel dan Bimo ikut juga keluar.Lalu di susul Desi dan Nita.


"Nit... Mereka ini adalah teman - temanku..." ucap Lukman.


Daniel menyodorkan tangan ke Nita.


"Daniel..." ucap Daniel.


"Nita..." ucap Nita.


"Daniel..." ucap Daniel saat bersalaman dengan Desi.


"Desi..." ucap Desi.


Mereka bersalaman sambil mengenalkan namanya masing - masing.


Lalu mereka duduk di kursi plastik.


"Mas Bayu..." ucap Desi.


"Iya..Ada Des...?" ucap Bayu.


"Hemmm.... Itu mobilnya mas Bayu kah?" ucap Desi.


"Bukan...


"Neh yang punya..." ucap Bayu sambil menunjuk Daniel.


"Aku gak punya mobil Yu..." ucap Daniel.


"Jangkreek... Terus itu mobil siapa kalau bukan mobilmu?" ucap Bayu.


"Mobil ayahku..." ucap Daniel.


"Aseeem...." ucap Bayu.


"Kalian 1 sekolah?" ucap Nita.


"Hanya Daniel saja yang tidak 1 sekolah Nit..." ucap Lukman.


"Ooo... Begitu....Apa kalian tinggal 1 desa?" ucap Nita.


"I....Mulut Lukman di bekap oleh Bimo.


"Kita beda Desa Nita..." ucap Bimo.


Lukman melepaskan tangan Bimo.


"Mambu terasi tanganmu Boo..." ucap Lukman.


Lukman belum di beri tahu perihal Bayu datang ke rumah Desi saat mencari informasi.


Daniel berdiri lalu menarik tangan Lukman.


"Ikut aku ..." ucap Daniel.


"Kemana?" ucap Lukman.


"Dah...Ikut saja..." ucap Bimo menimpali.


"Ke toko..." ucap Daniel.


Lukman mengikuti Daniel.


"Nita..." ucap Bimo.


"Iya.." ucap Nita.


"Kamu masih pacaran kan sama Lukman?" ucap Bimo.


"Iya... masih...Kenapa?" ucap Nita.


"Gakpapa,cuman nanya saja.." ucap Bimo.


"Tumben lama banget ke toko?" ucap Bimo.


"Tokonya di Irak sana... Makanya lama..." ucap Daniel.


Lukman akhirnya mengetahui siapa yang membunuh pelaku yang memgeroyok dirinya. Lukman merasa bersyukur memiliki teman seperti mereka.


Jam 5 sore,mereka pamitan pulang.


Saat di pulang..


DUUUAAAAARRR.......suara ban meledak.


BRAAAAAAK.......... Suara benturan keras.


Bayu dan yang lainnya terkejut.


Lalu Bayu menepikan kendaraannya untuk melihat apa yang terjadi..


Rupanya ada mobil Kijang silver di tabrak truck bermuatan Beras dari arah berlawanan.


Bayu mengusap dadanya,karena truk itu baru saja melewati dirinya.


Kemudian mereka masuk kembali ke mobil,Bayu menjalankam mobil tersebut.


"Sadiiiss rek..." ucap Bimo.


"Iya...Untung saja truck itu gak nabrak kita.


---***---


Di tempat kejadian kecelakaan.


Nampak 2 orang terhimpit besi,karena kepala truck menabrak sangat keras. Tak lama kemudian datang datang polisi dan basarnas membantu memgevakuasi 2 orang yang terjepit.


Namun sayang,2 orang itu tak bisa di selamatkan nyawanya. Mereka meninggal di TKP.


Saat polisi memeriksa identitas salah satu mayat, Tertera Nama Lasiman,tempat tinggal di Sulawesi tengah.. Lalu menemukan Hp di kantong celana. Polisi mengecek panggilan terakhir.


Tertera nama kontak itu tulisannya Bos besar.


Kemudian polisi itu menghubungi nomor tersebut.


---***---


Hari ke hari Bayu menjalani kehidupan bersama Ibu dan juga teman - temannya.


Agus Irawan Mahendra tak dapat mengetahui lagi perkembangan Bayu. Karena orang kepercayaannya telah meninggal. Ia mau mencari orang kepercayaan terasa sulit. Sebab orang kepercayaannya itu adalah teman karibnya. Agus tak berani mendatangi rumah Hana,karena selalu di awasi oleh pihak keluarganya.Agus tak memiliki foto Hana dan Bayu. Jika ia menyimpan foto,maka akan ketahuan.


Saat Bayu memakai pakaian yang di pakainya saat masuk ke alam ghaib,Bayu mengalami mimpi basah. Bayu selalu bermimpi berhubungan badan dengan Kumala Sari.Awalnya ia tidak menyukai,lama - kelamaan Bayu menikmati. Karena ia merasa itu hanya mimpi saja. Akan tetapi kenyataannya adalah Sukma Bayu di bawa ke alam ghaib oleh Kumala Sari.


Setiap hari minggu,Bayu selalu datang kerumah pak Warso untuk mengantar beras,Jika tak mengantar beras,bu Hera meminta Bayu mengantar kepasar. Setelah itu Bayu di ajari oleh pak Kartolo melatih insting bahaya. Bayu juga di ajari ajian Rogoh Sukmo ,Bayu harus menjalani puasa mutih, Selama 21 hari. Bayu pun melakukannya. Agar ia bisa kemana saja yang ia mau. Pak Kartolo Hanya bisa mengajarkan Ajian itu saja,untuk Ajian yang lain,Bayu tak bisa. Karena Ajian itu melanggar agama. Pak Kartolo tak ingin Bayu melanggar perintah agama.


Saat liburan sekolah ,Bayu dan Hana bersama keluarga pak Warso berkunjung ke rumah pak Kartolo.


Bayu menganggap Nabila adalah adiknya. Ia juga sudah mengatakan itu pada Nabila,Nabila menerimanya. Karena ia juga merasa bahwa Bayu tak menyukai dirinya. Nabila juga merasa senang mempunyai kakak angkat.


Sawah Hana kini luasnya menjadi 10 Hektar.


Hana sengaja membeli Tanah buat bekal Bayu berumah tangga nantinya.


Tak terasa mereka akan Lulus di sekolah SMA.


Kini Bayu bisa menghindar saat ada bahaya mengancam dirinya.


Ada 2 orang mencari keberadaan Hana,setelah mengetahuinya keberadaan Hana ,ke dua orang itu melaporkan pada bosnya.Orang itu sebelumnya mendatangi rumah Hana yang lama,tapi Hana telah lama pindah. Lalu orang itu melalang buana mencari keberadaan Hana.Hingga akhirnya ke dua orang itu menemukan Hana.


Bayu membeli sebuah Hp bekas Nokia N 73 dari uang tabungannya.


pukul 14.00


Bayu berkumpul bersama teman - temannya di rumah Bayu.


"Yu... Kamu mau kuliah di mana?" ucap Daniel.


"Aku gak tahu...Kalau ibuku gak ijinkan aku kuliah,maka aku akan menjadi petani menggarap sawah.." ucap Bayu sambil memakan Choki - choki.


"Kalau kamu Bo?" ucap Daniel.


"Aku gak kuliah Nil.. Mau cari kerjaan... Bapakku gak sanggup bayarin." ucap Bimo.


"Kalau kamu sendiri mau kuliah di mana Nil?" ucap Bayu.


"Aku mau kuliah di jogja Yu..." ucap Daniel.


"Oooo... Jauh juga ya..." ucap Bayu.


Hana mendatangi mereka membawa minuman dingin.


Lalu datang pak pos mengantar surat.


"Permisi.... Apa benar ini rumah Bayu Saktiawan Mahendra." ucap pak pos.


"Benar pak... Itu saya sendiri..." ucap Bayu.


Bayu berdiri lalu menghampiri Pak pos.


Bayu mendatangani surat terima barang.


Lalu pak pos itu pergi.


"Surat dari mana nak..?" ucap Hana.


"Hem... Dari universitas di Jakarta bu." ucap Bayu.


Bayu membuka surat tersebut.


Isi surat itu memberitahukan Bahwa Bayu mendapat beasiswa pendidikan,akan tetapi beasiswa itu jika dirinya kuliah di universitas tersebut.


"Coba Ibu lihat.." ucap Hana.


Bayu memberikan kertas tersebut. Hana membaca surat tersebut.


"Ibu gak melarangmu kuliah.. Ibu hanya bisa menyarankan lanjut kuliah. Kamu bebas memilih kuliah di mana nak.." ucap Hana.


"Aku gak kuliah saja bu...Mau bantu Ibu di rumah..." ucap Bayu.


"Kamu kuliah saja Nak...Ibu gak apa -apa di sini.." ucap Hana.


"Aku kalau jadi kamu kuliah Yu..." ucap Bimo.


"Kesempatan gak datang 2 kali loh.." ucap Lukman.


"Ya sudah deh... Aku kuliah..." ucap Bayu.


---***---


2 hari setelah lulusan.


Bayu sudah menyiapkan segala sesuatu yang akan di bawa untuk pergi ke Jakarta kuliah di sana.


Bayu memutuskan untuk mengambil universitas tersebut yang di kirim oleh pak pos.


Bayu memeluk Ibunya.


"Jangan ikuti gaya hidup anak nakal ya nak..." ucap Hana.


"Iya bu..." ucap Bayu.


Hana mencium pipi Bayu.


Emmmuaach...Emmuuaachh....


Lalu Hana dan Bayu berjalan keluar rumah.


Ada Bimo,Lukman dan Daniel di teras rumah menunggu Bayu.


Bayu menghampiri sahabatnya itu. Bayu memeluk mereka satu persatu.


Di depan rumah sudah menunggu mobil travel.


Nampak air mata Bayu keluar saat harus berpisah dengan Ibu dan 3 Sahabatnya. Kemudian Bayu masuk ke dalam mobil.


Bayu duduk di belakang di dekat jendela,lalu membuka jendela tersebut.


"Aku akan merindukan kaliaaan...." ucap Bayu sambil berderai air mata.


Mobil travel pun jalan perlahan meninggalkan rumahnya.


Bayu menoleh kesamping.


"EH... Cong...!!??ucap Bayu sedikit kaget.


" Ngapain kamu ikut aku?" ucap Bayu heran melihat pocong duduk di sebelahnya.


Pocong itu menoleh ke bayu. Nampak wajahnya hitam,jelek dan menyeramkan serta bau tak sedap.


"Nanti kamu di cariin sama mbak Kunti loh.." ucap Bayu.


Bayu dah terbiasa dengan bau tak sedap dari pocong,karena sering bertemu.


Tiba - tiba kuntilanak muncul di samping pocong.


Beruntung di dalam mobil itu hanya ada Bayu dan seorang supir dan kernet.


"Nah loh... Beneran kan di cari sama mbak Kunti." ucap Bayu.


Lalu tiba - tiba Pocong dan Kuntilanak menghilang.


"Dia ngomong sama siapa kang?" ucap kernet pada temannya yang sedang menyetir.


"Embooh..." ucap Sopir.