SANG PENERUS.

SANG PENERUS.
KERIBUTAN DI MEJA MAKAN


Sebelum Bayu di undang ke rumah Alvin.


Nampak pak Johan menelpon seseorang.


"Selamat malam mas..." ucap pak Johan.


"Malam juga dek...Ada apa malam - malam menelpon,apakah ada yang penting." suara di telpon.


"Waktu itu aku pernah cerita kan tentang pemuda yang memukul Alvin kan mas.." ucap pak Johan.


"Iya...Apakah kamu sudah menemuinya?" suara di telpon.


"Iya... Pemuda itu bernama Bayu mas..." ucap pak Johan.


"Bayu....!!!?? " suara di telpon .


"Iya..Bayu.." ucap pak Johan.


"Kok dia seperti terkejut ya.." ucap pak Johan dalam hati.


"Siapa nama lengkapnya Bayu itu dek?" suara di telpon.


"Hem...Muhammad Bayu mas... Alvin berencana mengundang dia mas. kalau gak ada halangan besok lusa aku akan mengundangnya makan malam" ucap pak Johan.


"Ooo..Gitu..." suara di telpon.


"Mas merasa aneh gak seh tentang Bayu itu?" ucap pak Johan.


"Ya aneh lah... Kenapa dia bisa memiliki mata merah,tapi Alvin bilang kalau dia sakit mata kan.." suara di telpon.


"Iya aku tahu mas...Tapi Alvin saat itu tak sengaja mengeluarkan kekuatan amarahnya,lalu seharunya Bayu itu kalah dalam perkelahian itu mas" ucap pak Johan.


"Iya seh...Aku juga sepemikiran denganmu dek....Seharusnya dia yang kalah,tapi mengapa justru Alvin yang kalah" suara di telpon.


"Oh iya mas... Aku sendirian di dalam ruangan ini. Apakah dia anakmu mas?" ucap Johan lirih menyelidik.


"Aku gak tahu dek..." suara di telpon.


"Kalau mas gak sibuk,datanglah kemari mas" ucap pak Johan.


"Insya allah dek..." suara di telpon.


Ceklek...pintu terbuka.


Nampak istrinya yang membuka pintu tersebut.


"Kalau gak bisa juga gakpapa mas...


"Ya sudah...Itu saja mas yang aku sampaikan" ucap pak Johan.


"Iya dek.."suara di telpon.


Pak Johan mematikan hapenya.


"Habis nelpon siapa pa?" ucap istri pak Johan.


"Mas Agus ma... " ucap pak Johan.


"Ooo...Mas Agus...


"Hem....Pa...


"Mainin lubang mama donk.." ucap istrinya pak Johan.


"Mama pengen main?" ucap pak Johan.


"Iya pa..." ucap istrinya pak Johan.


"Ayoo...." ucap pak Johan.


----***-----


Di tempat Bayu yang sekarang.


Bayu mengendarai motor itu dengan kecepatan 40 km/jam.


"Jangan ngebut ya mas.." ucap Sulis.


"Iya Lis.." ucap Bayu.


Sulis sangat senang sekali bisa pergi berduaan dengan Bayu,di tambah bisa memeluk Bayu.Saat ia menghadiri acara di rumah Bayu,Sulis tak menyangka jika Bayu adalah cicit kandung dari keluarga kaya raya,dan juga Bayu di tunjuk oleh pimpinan keluarga itu. Sulis menjadi minder,ia tahu diri. Bayu orang kolongmerat,sedangkan dirinnya hanya orang biasa. Tetapi saat Bayu memberikan kado berupa kalung,Sulis tak jadi minder lagi. Ia bersikap seperti biasa,bahkan masih mencintai Bagu meskipun Bayu tak membalas cintanya.


"Nanti ada pertigaan Belok kanan mas.." ucap Sulis.


"Iya..." ucap Bayu.


Bayu berhenti karena pertigaan itu lampu merah. Setelah lampu bewarna hijau,Bayu menjalankan motornya.


Tak terasa mereka akan memasuki perumahan di mana rumah Alvin berada.


Bayu di cegat oleh security komplek tersebut.


"Selamat malam pak.." ucap security.


"Malam juga pak.." ucap Bayu sambil mematikan mesin motornya.


"Ini bapak mau ke mana?" ucap security.


"Saya mau ke rumah pak Johan pak...Soalnya saya di undang ke sana.." ucap Bayu.


"Ooo...Begitu....


"Tolong perlihatkan KTPnya pak" ucap security.


"Pak....Masa bapak gak mengenal saya?" ucap Sulis.


Security itu memperhatikan sulis.


"Maaf...Maaf...Non...Saya tidak tahu..Silahkan Non.." ucap security begitu tahu siapa yang di gonceng pemuda itu.


"Terima kasih pak..." ucap Bayu.


Bayu menyalakan mesin motor,lalu menjalankannya.


"Yang mana Lis rumah Alvin?" ucap Bayu.


"Lurus aja mas...Nanti kalau dekat aku kasih tahu.." ucap Sulis.


Tiba - tiba.


"Ma...Mas...Keterusan..." ucap Sulis.


Ciiiit.......Bayu mengerem.


Bayu memutar motornya.


"pelan - pelan mas..." ucap Sulis.


Bayu memelankan laju motornya.


"Stop mas...." ucap Sulis.


Bayu menghentikan motor,lalu Sulis turun dari motor kemudian berjalan ke pagar.


Dok...Dok...Dok....Sulis memukul pintu pagar yang tertutup.


Lalu seorang pria memakai seragam putih hitam mendatangi Sulis.


Ketika pria itu mengetahui siapa yang datang,lantas membuka pintu pagar.


"Silahkan non..." ucap pria itu.


"Terima kasih." ucap Sulis.


Sulis me datangi Bayu,lalu naik ke motor.


"Ayo mas...Masuk..." ucap Sulis.


Bayu menjalankan motornya.


Lalu berhenti di parkiran.


Bayu dan Sulis melepas helm.Lalu Bayu memakai songkok hitamnya.


Sulis merapikan jilbabnya.


"Yuk mas..." ucap Sulis.


"Ayoo....


Bayu melihat halaman rumah pak Johan tak seluas halaman di rumahny,serta bangunannya juga tak sama.


Beberapa pengawal berjaga di sekitar halaman rumah pak Johan.


Nampak pak Johan,Alvin dan 2 adiknya berdiri di depan pintu,ia mendapat infor dari security yang berjaga di ointu gerbang bahwa Bayu dan Sulis telah sampai.


"Selamat malam pak...Kang Alvin..." ucap Bayu.


"Malam juga Bay..." ucap pak Johan dan Alvin.


Bayu bersalaman ke pak Johan tak lupa cium tangan,lalu berjabat tangan ke Alvin lalu ke adik pertama Alvin yang seorang wanita remaja sudah kuliah,Bayu hanya menangkupkan tanga ke arah gadis itu,lalu bagu bersalaman ke adik keduanya seorang pria yang masih Sekolah SMA.


Bayu tak melihat ibunya Alvin.


"Ayo Bay...Masuk...." ucap pak Johan.


"Iya pak..." ucap Bayu.


"Bapak?" ucap Bayu tak percaya. Ia bertemu lagi.


"Eh....!!!?? Bapak itu terkejut melihat Bayu lagi,yang sebelumnya pernah bertemu.


Bayu bersalaman pada bapak itu tak lupa cium tangan.


"Silahkan duduk dulu Bay...Kamu kan capek habis naik motor ke sini.." ucap pak Johan.


"Iya pak..." ucap Bayu.


Mereka pun duduk. Sulis duduk terpisah dengan Bayu.


"Kenapa om Agus ada di sini,dan juga Bayu seperti pernah bertemu dengan om Agus." ucap Sulis dalam hati.


"Di mana Sulis Vin...?" ucap Agus tak melihat Sulis yang sebelumnya bernampilan biasa belum memakai jilbab.


"Ini Sulis pakde..." ucap Alvin.


"Eh.....!!!?? Agus terkejut melihat penampilan Sulis.


"Serius Vin?" ucap Agus tak percaya,karena Sulis samakin cantik memakai jilbab.


"Iya om...Saya Sulis.." ucap Sulis.


"Waaah...Pangling saya Lis... Eh tunggu sebentar...


"Mengapa kamu pakai jilbab,apakah kamu masuk islam.?" ucap Agus.


"Enggak om... Saya tinggal di keluarga pak Haji Ridwan,beliau adalah imm mesjid,sehingga saya harus menjaga penampilan saya." ucap Sulis.


"Ooo...Begitu...Ya...Ya...


"Oh iya,sampai lupa saya memperkenalkan diri..


"Namaku Agus Irawan,kalau boleh saya tahu,nama lengkapnya mas siapa?"" ucap Agus sengaja tak menyebut nama marganya.


"Nama saya Muhammad Bayu Samudra pak.." ucap Bayu ,Bayu juga tak memberi tahu marganya kepada orang lain.


"Hem...Bukan dia,tapi mengapa dia mirip denganku" ucap Agus dalam hati.


"Kalau nama ibumu Bay?" ucap Agus untuk memastikan lagi.


"Nama ibuku Hana Oktaviana pak.." ucap Bayu.


"Sial....Nama depannya aja yang mirip.." ucap Agus dalam hati.


Sulis tak menceritakan perihal penggantian nama Bayu dan Ibunya Bayu pada Alvin.


"Hem...Bayu..Mari kita makan..." ucap pak Johan.


Bayu kemudian Berdiri,di ikuti Sulis,Agus,Alvin dan 2 adiknya.


Mereka berjalan ke ruang makan keluarga.


Setelah sampai mereka duduk.


Ternyata ibunya Alvin ada dibruang makan,dia duduk menunggu untuk makan malam.


"Mari silahkan...Maaf ya Bayu..Menunya ala kadarnya saja." ucap pak Johan berbasa basi.


"Iya pak..." ucap Bayu.


"Makanlah sepuasmu...Karena di rumahmu tak ada makanan seperti ini...Ya kan Bayu.." ucap ibunya Alvin menyindir Bayu.


"Sial... Ibunya Alvin kok bicaranya seperti itu ya..


"Sabar Bay...Sabar..." ucap Bayu dalam hati.


"Ma...Bayu ini tamu kita ma..." ucap pak Johan.


Bayu mengambil Nasi, sayur sup dan ayam goreng saja.


"Sepertinya istri Johan tak suka terhadap Bayu.." ucap Agus dalam hati melihat perlakuannya terhadap Bayu.


Baru 3 suap ibunya Alvin bicara lagi.


"Ibumu pasti tidak sanggup menyediakan ini untukmu kan Bay..."


Bayu diam saja tak menanggapi.


"Oh iya..Aku lupa.. Kan ibumu miskin.." ucap ibunya Alvin.


"Maaa....Cukuuuuup...." ucap pak Johan.


Bayu memegang gelas berisi air outih,lalu di dalam hatinya membaca mantra.


"Emang kenyaataanya begitu kan pa..." ucap ibunya Alvin.


Air minum Bayu nampak mengeluarkan uap air,makin lama makin banyak.


Agus tak sengaja melihat gelas Bayu.


Nampak air itu mendidih.


"EH.... !!?? Agus terkejut.


"Maa... Bayu ini aku anggap temanku ma..Jangan mama hina dia.." ucap Alvin.


"Mama gak bolehin kamu berteman dengan Bayu,nanti kamu jadi gembel seperti dia.." ucap ibunya Alvin.


"Bay...Maafkan istriku Bay..." ucap pak Johan.


"Iya pak... Saya maafkan,tapi bila dia menghina ibu saya,maka tiada maaf . Yang ada hanyalah kematian.." ucap Bayu


"Lu mau bunuh gue...


"Ooo...Apa jangan - jangan ibu lu itu suka godain orang kaya ya...?" ucap ibunya Alvin.


pyaaarrr...... Gelas di tangan Bayu pecah...Nampak uap air panas keluar.


"EH...!!!?? semua orang yang ada di situ terkejut.


Mata Bayu memerah semuanya.


"Saya sudah bilang padamu agar tak menghina ibuku...Kenapa kamu malah menghina ibuku" ucap Bayu.


"Mas...Sabar mas...Ayoo kita pulang.." ucap Sulis.


Bayu berdiri.


Johan melihat mata Bayu berubah menjadi merah terkejut.


"Alvin...Bawa mamamu kedalam...CEPAAAAT..."ucap pak Johan.


BRAAAAK........Meja hancur...


Ibunya Alvin ketakutan melihat mata Bayu menjadi merah dan memukul meja makan.


"Kamu harus MATIII..." ucap Bayu.


Alvin kemudian menghampiri ibunya untuk di bawa menjauh.


Baru 2 langkah berjalan Alvin membawa ibunya,Bayu melangkahkan kakinya untuk membunuh ibunya Alvin.


Pak Johan menahan Bayu dengan kedua tangan.


Bayu memegang tangan pak Johan.


AAAAAAAAAAAA....Pak Johan teriak kesakitan karena tangannya seperti terbakar.


"Jangan halangi jalanku pak.." ucap Bayu.


Kemudian Bayu melepaskan tangan pak Johan.Lalu berlari menuju Alvin berada yang membawa ibunya.


Pak Johan melihat pergelangan tangannya melepuh.


"Siaaal...." ucap Agus.


Agus melesat mengejar Bayu.


Para pengawal berdatangan karena mendengar suara keributan di dalam rumah.


"Mengapa jadi begini seh..." ucap Sulis nampak panik.


Lalu ia teringat ibunya Bayu. Sulis pun menelpon ibunya Bayu.


Tuuut.....Tuuuut...Tuuut...


"Assalam mu'alaikum..." suara Hana.


"Wa'alaikum salam bu... Bu maaf bu... Bayu memgamuuk..." ucap Sulis.


"APAAAA...!!?? Mengamuk..?" suara Hana terkejut.


"Iya bu...Ini Sulis di rumah Alvin bu...Tolong bu...Ibu kesini.." ucap Sulis.


"Iya..Iya...Di mana alamat rumah Alvin nak...Ibu segera kesana" suara Hana.


Sulis memveri tahu alamat Alvin berada.


Telpon di matikan oleh Hana setelah tahu alamatnya.