SANG PENERUS.

SANG PENERUS.
PAK KYAI BERBICARA DENGAN SIAPA?


Di saat Agus berkunjung ke pondok pesantren Darul Rahman,ia terkejut melihat Bayu putranya berada di situ juga bersama seorang kyai.Dan di saat dirinya penasaran mengapa pak kyai Mustafa mengenal Hana,dirinya pun bertanya. Jawaban kyai Mustafa sungguh di luar dugaan. Kyai Mustafa mengenal Hana sedari kecil. Yang lebih mengejutkannya lagi,di saat pak kyai Mustafa memberi tahu bahwa Hana dapat memasuki alam Jin dan bertarung dengan Jin.


Sekarang Agus bersama ke dua Kyai pergi menuju rumah Hana. Akan tetapi beda mobil.


Sudah lama Agus tak bertemu Hana. Di dalam hatinya masih sangat mencintai Hana. Meskipun Hana tidak lagi mencintai dirinya.


Tiba - tiba hapenya bergetar panjang,lalu Agus segera mengambil hapenya,nampak nama adiknya yang menelpon.


" Halloo..." ucap Agus.


" Kak...Bagaimana? Apakah kakak sudah menemukan orang yang bisa membantuku.." suara Johan.


" Ini aku bersama ke dua kyai menuju rumah Hana.." ucap Agus.


" Hana mantan istri kak Agus..?" suara Johan.


" Iya...Pak kyai Mustafa sebenarnya bisa menyelamatkan istrimu,hanya karena faktor usia,jadi dia gak bisa. Lalu dia bilang bahwa Hana bisa. Kebetulan juga Bayu berada di Pondok pesantren Darul Rahman.." ucap Agus.


" Aku kesana ya kak.." suara Johan.


" Jangan...Lebih baik kamu di rumah saja. Do'akan saja Hana mau menyelematkan istrimu.." ucap Agus.


" Tapi...Jika dia gak mau bagaimana kak.." suara Johan.


" Berdo'a saja. Semoga tuhan mengabulkan do'amu dik.."ucap Agus.


" Iya kak..Kabari aku jika berhasil atau enggaknya kak.." suara Johan.


" Iya dik.." ucap Agus.


Panggilan berakhir,Agus melihat hapenya,karena tak mendengar suara adiknya lagi. Begitu tahu panggilan berakhir,ia pun mengantongi hapenya.


Rombongan mereka di periksa saat memasuki pintu gerbang perumahan Golden Hills. Baik itu kartu identitas,maupun barang bawaan tak luput dari pemeriksaan. Bagian bawah mobil juga di periksa.


Setelah selesai di periksa dan di nyatakan bersih,mereka pun di perbolehkan masuk. Seorang pengawal dari keluarga Han,mengantar mereka hingga ke rumah Bayu memakai sepeda motor. Jika saja Bayu tak memberitahu ke pengawalnya. Maka Agus di pastikan tidak bisa masuk ke dalam perumahan tersebut. Sebab nama Agus masuk dalam daftar black list.


" Hana....Masihkah ada cinta di hatimu.."


" Aku sangat mencintaimu Hana.."


" Aku ingin kembali seperti dulu lagi.." ucap Agus dalam hati.


Setelah mereka sampai di rumah Bayu. Mereka pun keluar dari mobil.


Agus yang baru pertama kali menginjakkan kakinya di rumah Bayu,tak melihat kemegahan dan kemewahan rumah Bayu.


" Besar juga rumah Bayu.." ucap Agus dalam hati.


Bayu muncul dari dalam rumah.Ia lebih dulu sampai di rumah,lalu memberitahukan kepada istri - istrinya tentang Kumala Sari. Bayu memberi tahu jangan membicarakan Kumala Sari kepada orang lain. Saat Bayu bertanya kepada ibunya tentang keberadaan Kumala Sari,ibunya tak melihat keberadaan Kumala Sari. Baru saja hendak memanggil,terdengar suara mobil.


" Assalam mu'laikum ...." ucap pak kyai Mustafa.


" Wa'alaikum salaam..Warahmatullah..."


" Monggo masuk pak kyai...Maaf rumah Bayu tidak semegah rumah pak kyai..." ucap Bayu.


" Ha...Ha..Ha...Ha...Kamu bisa saja Bayu..." ucap pak kyai Mustafa.


Mereka pun maauk ke dalam rumah.


" Silahkan duduk,..."


" Bayu panggil ibu dulu ya pak kyai...Sambil menunggu silahkan di santap hidangan yang Bayu siapkan" ucap Bayu.


" Iya." ucap pak kyai Mustafa.


Bayu berjalan menuju kamar ibunya.


Tok....Tok...Tok....


" Bu...Mereka sudah datang..." ucapku.


Ceklek...Kriiieeet...


Pintu terbuka,muncul Hana dari balik pintu memakai pakaian tertutup,tak lupa memakai cadar.Lalu menutup pintu kamar.


Hana sebenarnya tak ingin bertemu dengan mantan kekasih sekaligus suaminya itu. Akan tetapi berhubung Agus datang bersama ke dua orang pimpinan pondok pesantren,mau gak mau menemuinya.


Kemudian Hana berjalan bersama Bayu ke ruang tamu.


Sesampai di ruang tamu,Agus memandang ke arah Hana.


Hana menangkupkan kedua tangan ke arah Kyai Syukron,lalu kyai Mustafa dan Agus,kemudian duduk.


" Maaf Hana,aku datang kemari malam - malam begini..."


" Maksud dan tujuanku .." ucap pak kyai Mustafa,namun di potong oleh Hana.


" Membantu adiknya Agus?" ucap Hana.


" Iya..Benar sekali...Jika saja fisikku kuat,tentu aku akan membantunya Hana,kamu tahu sendiri jika umurku sudah tua begini.Aku gak seberapa kuat,encokku takut kambuh." ucap pak kyai Mustafa.


" Seperti yang di katakan Bayu..."


" Bayu tak ingin membantunya. Saya pun juga tak mau membantunya. Saya bersyukur bahwa wanita busuk seperti dia ada di sana.Sehingga memgurangi manusia busuk di muka bumi ini. Ya walauoun ada manusia busuk berkeliaran" ucap Hana.


Kyai Syukron sebenarnya ingin menasehati Hana,akan tetapi ia mengurungkan niat tersebut. Percuma saja menasehati ,lah Hana saja jebolan pondok pesantren Langitan,yang telah lama belajar dan menimba ilmu malah nanti di nasehati balik oleh Hana.


" Hana..Tolonglah..Sekali ini saja Hana..." ucap Agus.


" Tidak...Aku gak mau,bertemu denganmu saja membuatku muak dan marah. Kamu beruntung datang kemari bersama Gus Musang dan Gus Syukron.Sehingga aku bisa menerimamu di rumah ini.Jika tidak,aku akan melemparmu ke tempat sampah..." ucap Hana.


" Sial...Dia gak mau bantuin lagi..Bagaimana caranya agar aku bisa membujuk dia agar mau membantuku.Dan dia juga membenciku" ucap Agus dalam hati.


" Seandainya saja dia tak menghina dan mencaci makiku,mungkin aku mau membantunya.."


" Dan bisa jadi ini adalah hukuman buat dia,jika aku bertemu dengan dia."


" Mungkin aku akan memotong lidahnya..Agar tak lagi berkata kasar dan menghina orang lain.."


" Asal kamu tahu..."


" Saat istrimu datang bersama dia menemuiku,lalu mereka menghinaku dan mencaci maki aku. Aku ingin sekali membunuhnya.."


" Akan tetapi aku urungkan niatku,karena aku ingat bayi yang aku kandung.."ucap Hana.


" Maafkan aku Hana..." ucap Agus.


" Sepurane...Aku lali broo..." ucap pak kyai Mustafa pelan.


" Pergilah...Dan jangan kembali lagi. " ucap Hana.


" Hana...."


" Asal kamu tahu.."


" Aku masih mencintaimu... " ucap Agus.


" Makan aja tuh cinta...Melihatmu saja aku muak,apalagi dengan suaramu itu.." ucap Hana.


Tiba - tiba muncul kakek Zhang .


" Assalam mu'alaikum.." ucap kakek Zhang sambil berjalan ke kursi tamu.


" Wa'alaikum salam..." ucap Agus.


" Wa'alaikum salam warah matullah.." ucap pak kyai Mustafa,pak kyai Syukron,Hana dan Bayu.


Mereka semua melihat ke arah kakek Zhang.


Kakek Zhang bersalaman ke para tamu,lalu duduk.


" Saya dengar dari penjaga gerbang bahwa Agus Irawan memasuki perumahanku ini,sehingga aku memutuskan kemari. " ucap kakek Zhang.


" Maaf mbah...Bayu yang izinkan.." ucap Bayu.


" Iya kakek tahu itu,yang kakek tidak tahu. Ada masalah apa sehingga anda kemari.." ucap kakek Zhang menatap tajam ke arah Agus.


" Maaf pak.. Saya datang kemari karena di ajak oleh pak Kyai Mustafa dan pak Kyai Syukron.."


" Beliau mengatakan bahwa Hana bisa membantu masalah yang saya hadapi.." ucap Agus.


" Masalah apa itu?" ucap kakek Zhang.


" Istri adik saya Johan. Dia menghilang secara misterius. Kata pak Kyai Ahmad Gazali,istri adik saya di culik oleh bangsa Jin. Dan pak Kyai Mustafa bilang bahwa Hana bisa menyelamatkannya.." ucap Agus.


Kakek Zhang melihat ke pak Kyai Muatafa.


" Maaf pak kyai,apakah yang di katakan bajingan ini benar atau bohong.." ucap kakek Zhang.


" Itu benar pak Zhang..."


" Jika fisikku kuat,maka aku bisa membantu." ucap pak kyai Mustafa.


" Ooo...Begitu..."


Kakek Zhang melihat ke arah Hana.


" Hana...Apakah kamu bersedia membantu BAJINGAN ini?" ucap kakek Zhang.


" Tidak kakek...Hana tidak mau membantu pria bajingan seperti dia..." ucap Hana.


" Kamu dengar sendirikan..."


" Silahkan kamu keluar dari rumah ini..."


" Dan jangan pernah kembali ke sini....Jika kamu nekat"


" Maka nyawamu melayang..." ucap kakek Zhang.


" Baiklah...."


Agus berdiri dari tempat duduknya. Karena sudah dua kali ia di usir.


" Assalam mua'laikum..." ucap Agus. Lalu berjalan meninggalkan ruang tamu menuju keluar rumah.


" Wa'alaikum salam warah matullah.." ucap pak kyai Mustafa,pak kyai Syukron dan Bayu.


"Maafkan saya pak kyai...Tadi saya berbicara agak kasar kepada orang yang aku benci..." ucap kakek Zhang sopan.


" Iya...Tidak apa - apa pak Zhang..Maafkan saya,saya tak tahu jika bu Hana dan pak Agus tidak Akur." ucap kyai Syukron.


" Jika dia atau keluarganya meminta tolong kepada pak kyai,saya harap. Jangan di bantu ya.." ucap kakek Zhang.


" Pak Zhang...Sesama umat muslim saling membantu. Apa lagi berkaitan dengan nyawa karena gangguan Jin." ucap pak kyai Syukron.


" Iya...Saya tahu itu..."


" Tapi untuk yang ini tolong jangan di bantu.." ucap pak Zhang.


" Baiklah...." ucap pak kyai Syukron.


Tiba - tiba muncul Kumala Sari di ruang tamu. Seperti biasa memakai pakaian syar'i.


" Assalam mua'lai..."ucap Kumala Sari namun terhenti ketika melihat pak kyai Mustafa. Orang yang dulu pernah bentrok dengannya.


Pak Kyai Mustafa melihat ke arah sosok wanita berpakaian tertutup kaget.Sebab ia tak merasakan,ataupun melihat wanita itu berjalan mendekati.


" Diamput...Malah muncul lagi.." ucap Bayu dalam hati.


" Wa'alaikum salam warah matullah..."


" Kalau mengucapkan salam itu yang lengkap" ucap pak kyai Syukron.


"Maaf suamiku...Aku pikir tidak ada orang di dekat sayang.." ucap Kumala Sari.


" Maaf pak kyai.."


" Pak kyai bicara dengan siapa?" ucap kakek Zhang,ia tak dapat melihat Kumala Sari.


" Heellloooh... Pak Zhang tidak melihat wanita yang datang ini..?" ucap pak kyai Syukron.


" Mati aku...Diampuuut...Waaasssuuu." ucap Bayu dalam hati.


.


.


.


.


BERSAMBUNG.