SANG PENERUS.

SANG PENERUS.
BERUSAHA MEMBUJUK


Masih di ruang shalat.


Diana mengeluarkan kertas dari kantong bajunya lalu memberikan ke Bayu.


" Ini sayang..Hasil tesnya.." ucap Diana.


Bayu menerima lalu membuka kertas tersebut dan membaca dalam hati.


Nampak kop surat dari rumah sakit swasta.


Selesai membaca surat,Bayu memgambil hapenya lalu berdiri dan berjalan hendak menelpon Malik.


" Mau kemana sayang?" ucap Diana.


Bayu berhenti melangkah lalu melihat ke Diana.


" Mau nelpon yank..." ucap Bayu lalu berjalan lagi.


Tuuut....Tuuut....Tuuuut....Tuuuutt...


Tuuuut....


" Halllo...ni ciapa..." suara Bella anaknya Malik.


" Ini om Bayu...Ayah Bella ada gak? Om mau bicara.." ucap Bayu.


" Bental om...."


" Ayah...."


" Ada telpon dali om Bayu.." suara Bella.


" Ya hallo...Piye kabare Bay.. " suara Malik.


" Alhamdulillah apik...Sampeyan pripun kang?" ucap Bayu.


" Alhamdulillah apik...Ono opo Bay?" suara Malik.


" Kok sampeyan weruh yen aku ape jaluk tulung.." ucap Bayu.


" Ya tahulah...Malik gitu loh...Ahli peramal.." suara Malik.


" Yo ...Yo..."


Muncul kakek Zhang dari belakang Bayu. Bayu pikir itu adalah Putri. Jadi ia tak menoleh ke belakang.


" Aku jaluk tulung gawekno paspor...Aku arep nang cino kang.." ucap Bayu.


" Nang Cino? Lapo ape nang cino Bay?" suara Malik.


" Jangan pergi..." ucap kakek Zhang.


Bayu membalik badannya ke belakang.


" Diaaampuuut..Kirain Putri..." ucap Bayu dalam hati melihat kakek Zhang.


" Nanti aku telpon lagi broo..." ucap Bayu lalu matikan panggilannya.


" Mbah....Jika Bayu tak segera kesana... Nanti Ayub akan di tumbalkan mbahh..." ucap Bayu.


" Itu sudah resikonya... Jangan pergi ke sana." ucap kakek Zhang.


" Mbah... "


" Jika kita tidak ke sana,mereka akan kesini mencari kita mbah.." ucap Bayu.


" Kalian tetap aman. Asal jangan suka keluyuran di luar perumahan ini.." ucap kakek Zhang.


Bayu pergi meninggalkan kakek Zhang dengan penuh amarah di dalam dirinya.


Ingin rasanya memaki atau memarahi kakek buyutnya itu. Namun Bayu tak mau melakukannya,takut kualat dan juga dirinya sedang puasa.


" Tunggu Bayu.."


Bayu menghentikan langkahnya.


" Apakah perempuan itu memberi informasi penting?" ucap kakek Zhang.


" Iya,Bayu punya..Tapi..."


"Maaf mbah..."


" Jika Bayu tak di izinkan ke sana.."


" Bayu tidak akan memberitahukan ke siapapun...Dan jika Sulis dan Ayub kenapa - kenapa..."


" Orang yang pertama Bayu salahin adalah mbah....Karena telah melarang Bayu pergi menyusul untuk menyelamatkannya Sulis dan Ayub yang merupakan anakku...Darah dagingku." ucap Bayu lalu berjalan lagi menuju kamarnya.


Setelah sampai di kamar. Bayu berebah di kasur memikirkan cara pergi ke Cina tanpa sepengetahuan keluarganya. Hingga Bayu terlelap tidur.


1 jam sebelum waktu magrib.


Bayu di bangunkan oleh Putri.


" Mas..." ucap Putri sambil menggoyangkan lengan Bayu.


Bayu membuka matanya,ia melihat istri tercintanya.


" Dek...Seandainya saja mas pergi untuk menyelamatkan Sulis..."


" Dan mas meninggal...Apakah adek mencari penggantiku?" ucap Bayu.


" Tidak... Dan tolong jangan tinggalkan kami sendirian di sini tanpamu mas..."


" Kita ingin membesarkan anak - anak kita bersama - sama..." ucap Putri.


Bayu bangun lalu menyentuh pundak Putri yang duduk di dekatnya.


" Mas ingin sekali berada di sisi kalian..."


" Tapi...."


" Jika mas gak segera menyelamatkan Sulis..."


" Cepat atau lambat mereka akan mengetahui keberadaan kita..."


" Mereka akan bertanya siapa saja teman atau keluarganya..."


" Terutama kang Ahmad dek..."


" Kang Ahmad mungkin menceritakan siapa saja pacar Sulis ataupun mantannya dan juga keluarga lainnya..."


" Keluarga Sandi bisa bahaya..."


" Sebab ia juga mempunyai mata seperti mas.."


Bayu percaya pada Sulis tak akan menceritakan dirinya pada musuh,sebab ketika Ayub lahir. Sulis tak memberitahukan hal itu pada keluarganya,bahkan dirinya.


Nampak Putri terdiam memikirkan ucapan Bayu.


Bayu melihat jam tangannya


" Mas shalat dulu...Adek sudah shalat." ucap Bayu.


" Sudah mas...Maaf adek gak bangunin mas pas shalat Ashar...Kan tadi mas gak ada sahur.." ucap Putri.


" Iya gakpapa dek.." ucap Bayu.


Bayu turun dari tempat tidur menuju kamar mandi. Ia merasakan perutnya berontak ingin segera makan dan minum. Sekuat tenaga Bayu menahan rasa lapar dan hausnya. Ia tak ingin puasanya bolong gara - gara tidak makan sahur saja.


Selesai Bayu shalat Ashar. Bayu ingin menemui ibunya.


" Dek...Ibu sudah pulang kan?" ucap Bayu melihat Putri melipat pakaian.


" Sudah mas...Ibu lagi masak di dapur.." ucap Putri.


" Oke...Mas ke bawah dulu.." ucap Bayu.


Bayu keluar kamar menuju dapur. Saat ia berjalan ke dapur. Bimo menghampiri Bayu.


" Bay..." ucap Bimo.


"Opo Bim..." ucap Bimo.


" Aku pengen ngomong..." ucap Bimo.


" Yo ndang ngomong..." ucap Bayu.


" Yok melu aku..." ucap Bimo.


Bayu menunda untuk menemui ibunya. Lalu berjalan mengikuti Bimo.


Rupanya,Bimo membawa Bayu ke kamarnya. Lalu Bimo menutup pintu kamar.


" Mau ngomong apa seh Bim?" ucap Bayu.


" Nganu Bay..."


" Tadi malam kan Clara nelpon... Dia pengen aku kerumahnya.."


" Terus aku mau ke sana..." ucap Bimo.


" He eh...Terus..." ucap Bayu.


" Nah...Sampai di pagar,pengawalmu menahanku. Dia bilang jangan keluyuran...Di dalam rumah saja." ucap Bimo.


" Iya...Emang gak boleh keluyuran.." ucap Bayu.


" Kenapa gak boleh Bay...Sebelumnya gak masalah aku keluar menemui Clara.." ucap Bimo.


" Kasih tahu enggak ya..." ucap Bayu dalam hati.


" Jangkan kamu Bim...Aku aja gak boleh keluyuran kok.. " ucap Bayu.


" Kenapa semalam gak pulang Bay?" ucap Bimo.


" Aku ada urusan yang sangat penting Bimo.." ucap Bayu.


Dok....Dok....Dok....( suara pintu)


" Bim....Ojo turu... 10 menit lagi magrib loh.." suara Lukman.


" Aku gak turu Man..." ucap Bimo agak nyaring.


" Yo wes...Tak kiro awakmu turu.." suara Lukman.


" Nah terus orang tuanya Clara ingin sekali bertemu denganku...Piye Bay?" ucap Bimo.


" Heemmmm..."


" Gimana ya..."


" Aku gak bisa mikir Bim... Wetengku luwe tenan....Engko lah...Yen wes bar buko yoo.." ucap Bayu.


" Yo wes..." ucap Bimo.


Mereka kemudian keluar kamar.


" Jika bertemu...Ada 2 versi neh Bim.."


" Pertama...."


" Orang tua Clara akan menanyakan bibit dan bobotmu tentang kerjaanmu..."


" Terus rumahmu..."


" Orang tuamu..."


" Yang kedua...."


" Orang tua Clara tidak suka denganmu terus dia akan memyuruh Clara untuk menjauhimu.."


" Yang pertama aku masih bisa membantu.."


" Tapi yang kedua itu gak bisa.."


" Jika orang tua Clara keras kepala..." ucap Bayu.


" Yang pertama tadi caranya gimana Bay?" ucap Bimo.


" Makan...."


"Wetengku luwee.." ucap Bayu.


Mereka sampai di meja makan lalu duduk di kursi masing - masing.


Tak lama kemudian,waktu Magrib telah masuk.


Bayu memimpin do'a berbuka,lalu mereka makan dan minum bersama.


" Alhamdulillah..."


10 menit kemudian.


Bayu dan yang lainnya bergegas untuk shalat Magrib. Mereka hanya makan kue basah saja. Setelah shalat Magrib,barulah mereka makan nasi.


Skip.


Setelah shalat Tarawih.


Bayu menemui ibunya.


Nampak Bayu berada di dalam kamar ibunya.


" Bu..."


" Jika Ahmad atau Sulis buka suara memgenai siapa saja keluarga,teman - temannya.."


" Dan Ahmad di tanya siapa saja mantan pacarnya..."


" Otomatis Bayu dan keluarga Sandi akan menjadi incaran mereka bu.."


Nampak bu Hana berpikir ucapan Bayu barusan.


" Cepat atau lambat..."


" Keluarga kita juga jadi incaran mereka..."


" Sebab..Sulis sebelumnya tinggal bersama kita bu.." ucap Bayu.


" Nanti ibu akan bilang sama kakek ya sayang.." ucap bu Hana.


" Kalau bisa sekarang aja bu..."


" Bayu takut Ayub di bunuh oleh mereka jika kita telat menyelamatkannya.." ucap Bayu.


" Baiklah...Ibu akan menemui kakek sekarang..." ucap bu Hana.


Mereka kemudian berjalan keluar kamar,lalu keluar rumah menuju kediaman Zhang Yong Han.


***


Rumah kakek Zhang.


Bayu dan bu Hana sampai di rumah kakek Zhang memakai mobil. Mereka turun dari mobil dan berjalan ke rumah kakek Zhang.


" Assalam mu'alaikum... Mbah..." ucap Bayu berdiri di depan pintu.


Nampak Kakashi muncul dari dalam.


" Bayu chan...Hana san...Mari masuk.." ucap Kakashi memakai bahasa indonesia.


Bayu bersalaman ke Kakashi,tak lupa cium tangan.


" Kakek saya ada di mana?" ucap bu Hana.


" Sedang makan..."


Mereka kemudian duduk di kursi tamu. Lalu Kakashi berbicara memakai bahasa Jepang.


" Besok...Keluarga paman akan kemari.." ucap Kakashi.


"# Berdua saja ayah?" ucap Bayu.


" Tidak...Mereka ramai - ramai..." ucap Kakashi.


" Diampuut...."


" Bisa telat aku pergi kesana..." ucap Bayu dalam hati.


Tak lama kemudian kakek Zhang muncul.


Bayu dan bu Hana bersalaman tak lupa cium tangan.


" Ada apa kalian kemari?".


" Apakah ini tentang Sulis?" ucap kakek Zhang.


" Iya kek.."ucap bu Hana.


" Ayo ikut kakek..." ucap kakek Zhang.Ia tak ingin ucapannya di ketahui oleh Kakashi.


Setwlah mereka berada di dalam sebuah ruangan tertutup.


" Menurut Bayu..."


" Jika Sulis dan Ahmad buka suara siapa saja teman dan keluarganya.."


" Maka keluarga kita juga bisa terancam..." ucap bu Hana.


" Mereka akan menangkapku dan juga memburu keluarga Sandi mbah..." ucap Bayu.


" Biarkan mereka memburu keluarga Jati.Yang penting keluarga kita aman.." ucap kakek Zhang.


" Bayu gak ingin mereka mengincar keluarga Jati mbah..." ucap Bayu.


" Mereka telah menyakiti ibumu dan menalantarkanmu Bayu..."


" Kenapa kamu masih pedulikan mereka.."


" Sedangkan...Mereka saja tidak peduli denganmu..."


" Mereka tidak datang memgucapkan permintaan maafnya padamu..." ucap kakek Zhang.


" Iya seh...Mereka gak ada datang menemuiku.."


" Hanya ayahnya Sandi dan Sandi yang menemuiku.." ucap Bayu dalam hati.


" Mbah...."


" Cepat atau lambat..."


" Mereka bakal mencari kita mbah..."


" Sulis pernah tinggal bersama Bayu...." ucap Bayu.


" Selama kita punya pengawal..Maka kita aman dari mereka.."


" Dan ingat...Jangan keluyuran jika tidak penting..."


" Kakek akan menyediakan rumah untuk teman - temanmu tinggal di luar perumahan kita,jika mereka keberatan dengan aturan kita "


"Tapi..."


" Jika mereka kenapa - kenapa..."


" Itu bukan urusan kakek lagi..."


" Jangan coba menyelamatkan mereka jika mereka di tangkap."ucap kakek Zhang.


" Asem...Keras juga peraturan keluarga ini..." ucap Bayu dalam hati.


Akhirnya,Bayu dan ibunya kembali kerumah dengan tangan hampa,tak berhasil membujuk kakek Zhang.


" Lebih enak tinggal di desa ya bu..."


" Bebas...Mau kemana aja gak ada yang melarang..." ucap Bayu ketika di dalam mobil.


" Iya sayang..."


" Ibu ingin kembali kerumah..."


" Di jogja.." ucap bu Hana.


" Ayo sudah bu...Kita ke Jogja.." ucap Bayu.


" Nanti akan ibu pikirkan sayang.." ucap bu Hana.


Mereka tiba di rumah.


Bayu menemui teman - temannya yang berada di balkon lantai 2. Sebelum itu,Bayu mengambil teh kotak dan choki - choki di dapur.


Bayu tiba di balkon lantai 2,lalu melihat ada Nuan Wei dan Melisa.


" Tumben...." ucap Bayu lalu duduk di antara Nuan Wei dan Lukman.


" Bete' kak..." ucap Nuan Wei.


" Bete' kenapa?" ucap Bayu sambil melihat ke Nuan Wei.


" Gak bisa bebas kemana - mana lagi..." ucap Nuan Wei.


" Ya sabar......" ucap Bayu.


" Sampai kapan kak...?"


" Teman - temanku ngajakin aku ngumpul..."


" Tapi aku gak bisa datang.."


" Dan aku dengar..."


" Jika hemmmpph...Hemmpph..." ucap Nuan Wei tak bisa melanjutkan ucapannya karena di bekap oleh Bayu.


Bayu menggelengkan kepala saat membekap mulut Nuan Wei.


" Bay..."


Bayu melepaskan bekapannya.


" Kita tahu mengenai Ayub dari Zahra..." ucap Lukman.


" Zahra?" ucap Bayu.


" Zahra anaknya pak haji Yu.."


" Kemarin kita nelpon ke Annisa..Tapi gak di angkat.."


" Begitu nelpon Zahra.. Katanya mata Ayub sama.." ucap Daniel.


" Dia mirip dengan kak Bayu.." ucap Melisa.


" Eh....!!!!??? Bayu terkejut.


" Maaf Bay...Pas kita lagi ngobrol..."


" Ini kuntil ( Lukman menunjuk Melisa) nguping pembicaraan kita.." ucap Lukman.


Bayu melihat ke arah Melisa.


Melisa tersenyum sambil mengangkat tangan kanan dan membentuk jarinya huruf V.


" Apakah ini penyebab masalah kita di larang keluar kak?" ucap Nuan Wei.


Bayu menarik nafas dalam - dalam lalu menghembuskannya.


" Iya..."


" Maafkan aku..." ucap Bayu.


" Aku dari awal dah filing loh Yu...Ayub kuwi anakmu pas aku ndelok wajahhe mirip wajahmu.."


" Mergo kowe ngilang bareng Sulis.."


" Tak sawang Ahmad,gak mirip.. "


" Tapi begitu perhatikan lebih seksama kok mirip awakmu.." ucap Bimo.


" Jika seandainya saja Sulis memberitahu perihal Ayub.."


" Aku akan menjaganya...Dan memberi tahunya.." ucap Bayu.


" Itu sudah takdir Bayu...."ucap Paijo.


" Tadi aku bilang ke mbah Zhang...Mau pergi ke Cina untuk menyelamatkan Ayub dan Sulis.." ucap Bayu.


" Ahmad gak Bay?" ucap Bimo.


" Iya...Dia juga.."


" Tapi kenapa dia sebagai kepala rumah tangga kok berpikiran pendek.. Mengiyakan saja ucapan mereka.."


" Kenapa gak tanya ke adiknya yang sekolah di kedokteran..."


" Suami macam apa itu..." ucap Bayu yang jengkel akan keputusan Ahmad.


" Mungkin mereka panik Bayu...Dan juga mereka memaksa cepat - cepat memaksa untuk segera di bawa ke Cina..." ucap Daniel.


" Iya juga seh..." ucap Bayu.


" Yang namanya panik...Pasti gak bisa mikir panjang Bay..." ucap Paijo.