SANG PENERUS.

SANG PENERUS.
MENGANTAR TAS


Sore hari di halaman depan rumah.


Nampak Bayu bersama teman - temannya,Melisa,Diana dan Sulis akan berlatih bela diri.


"Put...Kenapa gak ikut latihan..." ucap bu Intan.


"Putri gak bisa ma..." ucap Khalisa.


"Ikut saja Kak... Buat jaga diri kita bila ada musuh..." ucap Melisa.


"Hem.... Ya udah deh...Bentar.. Aku ganti baju dulu..." ucap Khalisa lalu masuk kedalam rumah.


10 menit kemudian.


Sebuah mobil muncul tak jauh dari mereka lalu berhenti. Kemudian turun seorang pria memakai baju bela diri,kemudian berjalan ke arah Bayu.


Mereka kemudian berbaris,lalu memberi hormat.


Khalisa muncul memakai pakaian kaos lengan panjang,celana panjang dan jilbab. ia ikut berbaris lalu ikut latihan.


Pelatih itu memberikan pelatihan seseuai tingkatannya. Karena Bayu banyak ketinggalan dari yang lain,maka gerakannya berbeda dengan Bimo dan yang lainya.


Selesai berlatih beladiri,mereka memberi hormat pada pelatih,kemudian mereka masuk ke dalam rumah untuk mandi. Karena sebentar lagi magrib.


Setelah shalat magrib,seperti biasa Bayu memgajari ngaji ke para istrinya dan Sulis.


Setelah selesai mengajari ngaji,Bayu melihat jam tangannya.


"20 menit lagi shalat Isya'


"Besok malam adalah malam pertama puasa ramadhan. kita sebagai umat islam wajib melaksanakan yang namanya puasa, dan malam itu akan di laksanakan shalat Tarawih.


"Yang mana shalat itu di lakukan setelah shalat Isya..


"Ada yang mengerjakan 23 rakaat,ada pula yang 11 rakaat..


"20 rakaat shalat Tarawih,3 rakaat shalat witir.Begitu pula yang 11 rakaat,8 rakaat shalat tarawih,3 rakaat shalat Witir.


"Aku mengikuti yang 23 rakaat..


"Bagi yang halangan,tidak wajib melakukan puasa,sebagai gantinya akan di ganti di luar bulan puasa..


"Sebelum Adzan subuh,kita makan sahur. Saat waktu masuk subuh,di larang makan dan minum sampai adzan magrib..


"Apakah ada yang mau bertanya?" ucap Bayu.


Diana mengangkat tangannya.


"Apakah kita hanya makan nasi putih dan air putih lagi yank?" ucap Diana.


"Tidak sayang.... Sebelumnya yang kalian lakukan itu puasa mutih.


" Puasa mutih dan puasa ramadhan itu berbeda Jauh...


"Puasa Ramdhan...Kita bisa makan dan minum secara bebas,lalu kita shalat tarawih. Sedangkan puasa mutih,kita makan nasi putih dan air putih... Tidak ada yang namanya shalat tarawih.." ucap Bayu.


Hinata mengangkat tangan.


"Ano shujin... apakah di bulan puasa tidak di perbolehkan hubungan badan?" ucap Hinata.


"Pertanyaan bagus..Selama puasa dari subuh hingga magrib tidak boleh berhubungan badan.


"Ketika Magrib hingga sebelum adzan subuh,itu baru boleh..." ucap Bayu.


"Kalau berciuman... Membatalkan puasa apa enggak mas?" ucap Sulis.


"Kalau cium pipi gak masalah,asal jangan cium bibir itu baru tidak boleh.


"Terus.. Jika kalian memasak,bisa mencicipi masakan asal tidak di telan. Selesai mengecap langsung berkumur - kumur dan membuangnya. Takutnya sisa makanan tadi masuk ke dalam...


"Biasanya... Awal hari puasa itu kebanyakan orang lupa,lalu makan...


"Jika benar - benar lupa,maka itu tidak membatalkan puasa,kecuali di sengaja..


"Jangan berpikiran kotor atau memainkan tempat pipis kalian hingga keluar cairan.. karena itu membatalkan puasa..


"Terutama untuk wanita,jangan masukkan sesuatu dalam lubang pipis kalian,itu bisa membatalkan puasa." ucap Bayu.


"Oouuh..Begitu ya sayang...Jika kita pengen gimana?" ucap Diana.


"Buang jauh - jauh pikiran itu,buat tidur atau kesibukan lainnya agar pikiran kotor itu hilang.." ucap Bayu.


Bimo,Lukman dan Paijo datang.Lalu Hana dan bu Intan muncul.


"Sial... Jadi batal dong aku puasa jika aku memainkan goaku jika kepengen,dan Bayu tidak bisa di ajakin.." ucap Diana dalam hati.


"Bay...Besok tarawihnya di mana?" ucap Lukman.


"Hemm...Di rumah saja Man..." ucap Bayu.


"Kirain di mesjid.." ucap Lukman.


"Siapa yang mau di mesjid?" ucap Bayu.


Lukman,Bimo,Diana,Sulis,Hinata mengangkat tanganya.


"Aku pengen shalat di mesjid yank..." ucap Diana.


"Sama...Aku juga ingin sekali shalat di mesjid.." ucap Hinata.


"Oke... Besok setelah shalat magrib,kita ke mesjid.." ucap Bayu.


Bayu berdiri lalu mengumandangkan adzan.


"Jangkrek...Kalau Bayu adzan,biasanya dia gak mau jadi imam..." ucap Lukman dalam hati. Sebab ia hapal kebiasaan Bayu.Antara dirinya atau Bimo yang di tunjuk jadi Imam


Selesai adzan Bayu shalat sunnah.


Selesai shalat sunnah,Bayu berdiri.


"Bim..Iqomat.." ucap Bayu.


"Benar kan...Gapleek tenan kok.." ucap Lukman dalam hati was was. Sebab bacaannya jelek,tak sebagus Bayu.


"Siap pak kyai.." ucap Bimo lalu iqomat.


Selesai Bimo iqomat.


"Kang Paijo...Sampeyan jadi imam.." ucap Bayu.


"Heeeh..!!!.Aku jadi imam?" ucap Paijo kaget. Sebab ia belum pernah di tunjuk jadi imam.


"Selamet... Tak pikir aku jadi imam,kalau shalat dzuhur dan Ashar gak masalah aku jadi imam" ucap Lukman dalam hati.


"Iyo...Ayoo kang..." ucap Bayu.


"Suaraku elek(Jelek) loh Bay.." ucap Paijo.


Bayu menarik tangan Paijo.


"Gakpapa... Suatu saat sampeyan juga jadi imam untuk keluargamu.." ucap Bayu.


"Yo wes lah..." ucap Paijo pasrah.


Shalat Isya pun di mulai.


Paijo nampak gugup,sebab ia baru kali ini jadi imam shalat,sebelumnya tidak pernah.


Paijo melantunkan ayat - ayat suci Al Qur'an. Suaranya tak semerdu suara Bayu. Lalu Paijo membaca surah pendek yang ia hapal.


Selesai Shalat.


"Sampeyan jarang jadi imam shalat ya kang?" ucap Bayu.


"Iyoo Bay...Dredeg(gemetar) aku..." ucap Paijo.


"Ooouh...Begitu...


"Belajar kang... Sampeyan iki calon kepala rumah tangga,jadi sebelum jadi kepala rumah tangga ya belajar... Agar tidak dredeg saat jadi imam shalat.." ucap Bayu.


"Injih pak Kyai..." ucap Paijo.


"Betul yang di katakan Bayu itu Jo...


"Suatu saat awakmu dadi kepala rumah tangga,yang memimpin rumah tangga..Jika gak bisa jadi imam shalat, maka keluarga yang kamu pimpin bisa rubuh " ucap Hana.


"Injih bu...Nanti aku belajar lagi.." ucap Paijo.


"Yuk kebawah... Kita makan..." ucap Bayu.


Kemudian mereka turun ke bawah menuju ruang makan keluarga.


Tiba - tiba hape bayu bergetar saat menuruni tangga. Bayu mengambil hapenya di kantong baju.


Nampak di layar panggilan dari pak H Ridwan.


Bayu menerima panggilan tersebut.


"Assalam mua'laikum..." ucap Bayu sambil berjalan.


"Wa'alaikum salam warah matullah...


"Maaf bapak mengganggumu nak Bayu.." suara pak H Ridwan


"Bapak gak ganggu kok... Ada apa pak.." ucap Bayu.


"Begini... Jadwal imam shalat tarawih,kita kurang 1 orang.. Bapak mengusulkan dirimu.. Apakah nak Bayu mau menjadi imam shalat tarawih.." suara pak H Ridwan.


"Hem....Iya pak ..Saya mau..." ucap Bayu.


"Baiklah... Malam kedua nak Bayu yang isi.. " suara pak H. Ridwan.


"Besok insya Allah kita shalat di sana pak..." ucap Bayu.


Bayu sampai di ruang meja makan keluarga.


"Oooh...Begitu...Ya sudah... Besok... Bapak akan kasih jadwalnya... Itu saja yang mau bapak sampaikan... Assalam mu'alaikum..." suara pak H. Ridwan.


"Wa'alaikum salam warah matullah.." ucap Bayu.


Ketiga istri Bayu melayani Bayu.


"Siapa mas..?" ucap Khalisa.


"Pak H. Ridwan dek.. Beliau mengusulkan mas jadi pengisi imam shalat tarawih.Sebab mereka kekurangan orang." ucap Bayu.


"Oouh...Begitu..." ucap Khalisa.


"Tadinya seh mas mau mengusulkan Lukman dek yang jadi imam shalat tarawih.." ucap Bayu.


"Asem.....Aku gak bisa Bay...Woooo...


"Wedhuuusss..." ucap Lukman.


Selesai makan malam bersama,Bayu bersama Hana dan Hinata berada di ruang Shalat.


Melisa menghampiri Bayu sambil membawa buku.


"Kak...Bantuin Mel bentar dong..." ucap Melisa.


"Bantuin apa sayang..." ucap Bayu.


Melisa duduk di samping Bayu,lalu membuka buku pelajarannya.


"Yang ini kak...Mel gak bisa ngejarakan.." ucap Melisa.


Bayu mengambil buku pelajaran Melisa lalu membaca soal - soal.


"Oouh..Ini..


Bayu menjelaskan dulu cara - caranya,agar Melisa bisa mengerjakan soal tersebut.


"Gimana... Sudah paham apa belum Mel?" ucap Bayu.


"Sudah kak... Kak Bayu menjelaskannya lebih mudah dari pada guru Mel.." ucap Melisa.


"Kalian gak satu kelas?"ucap Bayu.


"Enggak kak... Kita beda kelas.." ucap Melisa.


Kemudian Hinata memulai pelajaran bahasa Jepang kepada Bayu dan Hana.


Melisa sibuk mengerjakan tugas di samping Bayu.


Hana dan Bayu nampak menyimak Hinata menjelaskan huruf jepang tersebut.


Saat Melisa sudah selesai memgerjakan tugas.


Emmmuaachh... Melisa mencium pipi Bayu.


Bayu menoleh ke Melisa.


"Makasih kak...Mel senang punya seorang kakak bisa bantu PR..." ucap Melisa.


"Iya sama - sama..." ucap Bayu.


Melisa berdiri lalu berjalan ke kamarnya.


****


Pagi hari pukul 6.20.


Cuaca di kota Jakarta saat ini sedang turun hujan.


Bayu memakai jaketnya agar tidak kedinginan.Begitu juga yang lainnya.


Mereka masuk dalam mobil tanpa memakai payung,sebab terlindungi atap teras rumah.


Perlahan mobil yang di tumpangi Bayu berjalan menuju kampus.


Setelah menempuh perjalanan,akhirnya mereka sampai.


Nampak beberapa pengawal membuka pintu mobil tempat Bayu berada sambil memegang Payung agar Bayu dan yang lainnya tidak kebasahan terkena air hujan.


Mereka berjalan ke bangunan. Setelah sampai,pengawal berhenti,ia tak mengawal Bayu.


Bayu bersama Khalisa dan Sulis berjalan.


Sedangkan yang lainnya berjalan di gedung fakultas yang lainnya.


Sesampai di kelas Bayu duduk kursi.


Alex menghampiri Bayu.


"Gue salut sama lu Bay... Baru kali ini dosen galak di kerjain sama mahasiswanya.." ucap Alex.


"Aku gak ada ngerjain dia bro... Itu aku lakukan sesuai permintaannya dia sendiri,lha wong garam setengah sendok aja sudah asin.. Mintanya 1 bungkus.. Ya asinlah... Gitu dia ngomel - ngomel.." ucap Bayu.


"Bangkek lu..Tapi gue senang banget mendengar dia kerjain sama lu,soalnya gue telat masuk gara - gara ke toilet dulu. Padahal jika aku telat datang,pasti aku gak bisa masuk ke kampus ini,eeh..Dia kasih Alpa gue.... Bangkek kan... "ucap Alex.


Dosen bu Eva masuk dalam kelas sambil menggendong tasnya yang berisi buku dan Laptop.


"Itu orangnya datang..." ucap Bayu.


Alex menoleh ke arah depan,lalu berjalan ke kursinya.


"Selamat pagi.." ucap bu Eva.


"Pagi bu..." ucap semua orang di dalam kelas.


Bu Eva lantas mengabsen para mahasiswanya.


"Muhammad Bayu Samudra..." ucap bu Eva sambil melihat Bayu.


"Hadir bu..." ucap Bayu sambil melihat buku pelajaran.


"Menundukkan kepala lagi.." ucap bu Eva dalam hati.


Selesai mengabsen,bu Eva mulai mengajar. Kali ini bu Eva tak memakai pryektor,ia menulis di papan tulis.


"Canti...Judes... Dan gak jelas..." ucap Bayu dalam hati.


"Biasanya cewek seperti itu ngangenin loh Bay..." suara Jalu


"Enggak juga pakde...Buktinya Bayu gak ada kangen sama dia..." ucap Bayu dalam hati.


"Percuma kamu ngomong sama Bayu,hatinya sedingin salju..." suara Sekar.


"Asem... Hatiku Hello Kitty mbak... Masih bisa menangis..." ucap Bayu dalam hati.


"Moso iyooo...Ra ngandel aku..." suara Sekar.


"Mau aku ajarin ajian tanpa menyentuh gak Bay...?" suara Jalu.


"Ajian apa itu pakde..." ucap Bayu dalam hati.


"Ya orang yang terkena ajian ini akan tersentuh..." suara Jalu.


"Contohnya?" ucap Bayu dalam hati.


"Ambil nafas dalam - dalam ,lalu kamu tersenyum pada dia..." suara Jalu.


Bayu reflek melihat ke arah bu Eva,lalu tersenyum saat pandangan mata mereka bertemu.


"Eh....!!!?? bu Eva terkejut karena melihat Bayu tersenyum ke dirinya. Spidol yang ia pegang terjatuh.


"Nah.... Jatuh kan spidolnya tanpa kamu sentuh Bay..." suara Jalu.


Bayu mengalihkan pandangannya ke arah Khalisa.


"Diampuut... Itu namanya grogi pakde...Bukan Ajian tanpa sentuh.." ucap Bayu dalam hati.


Bu Eva mengambil spidol yang tergeletak di lantai,kemudian melihat ke arah Bayu yang sedang melihat ke arah mahasiswi berjilbab.


"Ha....Ha....Ha....Ha...Ha.....Ha... " suara Sekar tertawa.


"Kamu mau aja di kibulin sama mata Keranjang ini Bay..." suara Sekar.


Bu Eva kembali mengajar.


"Kalau hujan begini enaknya kelon ya dek..." ucap Bayu lirih.


Khalisa menoleh ke Bayu.


"Iya mas...Pulang yuk..." ucap Khalisa lirih.


"Jangan... Nanti saja... Semoga hujannya awet sampe sore.." ucap Bayu lirih.


Bu Eva berjalan menghampiri Bayu.


"Nanti mas ke kantin ya.." ucap Khalisa lirih.


"Iya...Kalau gak di suruh sama bu Spon ya dek.." ucap Bayu lirih.


"Siapa bu Spon itu Bay?" ucap bu Eva yang berdiri di samping Bayu.


"Ibu...." ucap Bayu reflek lalu menutup mulutnya.


"Haaaah....!!! Aku?


"Enak aja ganti nama orang...Maju kedepan..." ucap bu Eva.


Bayu melihat ke arah papan tulis.


"Mau ngapain bu.." ucap Bayu.


"Kamu gantikan aku mengajar...Kalau tak bisa maka kamu akan mengulang dari awal lagi.." ucap bu Eva sambil menyodorkan spidolnya.


"Diampuut..." ucap Bayu dalam hati.


Bayu berdiri mengambil spidol di tangan bu Eva lalu berjalan ke depan kelas.


Bu Eva duduk di kursi yang di duduki Bayu.


Bayu melihat buku yang terbuka milik bu Eva yang ada di atas meja,Bayu membaca sekilas,lalu berjalan ke papan tulis.


Bayu menjelaskan memakai bahasa jawa halus.


"Bayu.... Pakai bahasa indonesia,jangan pakai bahasa daerah..." ucap bu Eva.


"Lah...Suka - suka saya lah bu... Saya yang mengajar,kalau ibu gak suka silahkan keluar dari kelas ini....


"Siapa yang gak suka aku mengajar memakai bahasa jawa angkat tangannya..."


Semua orang tak ada yang mengangkat tangan.


Hanya bu Eva sendiri yang mengangkat tangan.


"Pripun bu...(Bagaimana)


"Ibu bisa lihat sendiri kan...


"Mereka aja gak ada yang protes kok...Hanya ibu sendiri yang angkat tangan" ucap Bayu tanpa melihat ke arah bu Eva.


"Siaaaal......" ucap bu Eva dalam hati.


"Mampus lu bu galak... Mang enak di kerjain sama Bayu..." ucap Alex dalam hati,meskipun ia tak paham bahasa jawa,ia tetap menyimak Bayu berbicara di depan kelas.


Bu Eva berdiri dari kursi lalu berjalan ke arah pintu.


"Ibu mau keluar... ?


"Kalau keluar,tolong belikan saya teh kotak ya bu...Saya haus..." ucap Bayu.


Teman - teman Bayu menahan tawanya.


Bu Eva tak menjawab,ia berjalan keluar dari kelas menuju ruang dosen.


Seketika pecah tawa teman - teman Bayu.


Ha....Ha....Ha...Ha...Ha....Ha....Ha...Ha..


"Bay... Kamu emang terbaik....


"Mau berapa dus teh Kotaknya Bay...Nanti gue belikan...


"Jancoook... Lu gokil banget dah..


"Sakit perutku Bay....Ha....Ha...Ha...Ha...


"Bajingaaan.....Ha....Ha...Ha...Ha...


"Gue aja gak paham lu ngomong apa ....


"Sama....Gue juga gak paham bahasa jawa...


Ha....Ha...Ha...Ha...Ha...Ha...Ha..


Khalisa berdiri lalu menghampiri Bayu.


"Mas...


"Datangin bu dosennya...Minta maaf sana..." ucap Khalisa.


"Iya dek..." ucap Bayu.


Bayu berjalan keluar kelas.


"Mau kemana lu Bay?" ucap Alex.


"Beli bakso lagi...." ucap Bayu tanpa menoleh.


"Jangan lupa kasih garam 1 bungkus..." ucap Alex.


Ha....Ha....Ha....Ha...Ha...Ha...Ha.. satu kelas tertawa.


Setelah sampai di ruangan dosen,Bayu melihat bu Eva meletakkan tangan di meja kepalanya di taruh di tangannya.


"Bu... Aku minta maaf bu...


Bu Eva diam tak menjawab ucapan Bayu.


Bayu duduk di kursi.


"Maaf nah bu...Tadi Bayu bercanda..." ucap Bayu.


Bu Eva tetap menundukkan kepala tak menjawab ucapan Bayu.


"Bangkek.... Aku harus apa ini..." ucap Bayu dalam hati bingung harus ngapain menghadapi dosennya.


"Belikan aja dia Bakso Bay... Siapa tahu dia mau memaafkanmu." suara Sekar.


"Hem...Saran yang bagus...Makasih mbak cantik..." ucap Bayu dalam hati.


"Sama - sama ganteng..." suara Sekar.


Bayu berdiri dari kursi lalu berjalan keluar menuju kantin untuk membeli Bakso.


Tak lama kemudian Bayu kembali keruangan sambil membawa Bakso dan es jeruk,tak lupa Bayu membeli teh kotak.


Bu Eva tetap menundukkan kepalanya.


"Ini bu...Aku belikan Bakso buat ibu.." ucap Bayu sambil meletakkan mangkuk Bakso di meja dan es jeruk.


Bu Eva mendongakkan kepalanya. Nampak wajahnya basah karena air mata.


"Siaal... Ternyata tadi dia habis menangis... " ucap Bayu dalam hati.


"Aku gak ada minta di belikan,kenapa kamu belikan.." ucap bu Eva.


"Sebagai tanda maafku bu..Maafin aku ya bu..Aku janji gak akan mengulangi lagi..." ucap Bayu.


"Aku mau makan kalau kuahnya panas,itu sudah gak panas.." ucap bu Eva.


"Hem...Sebentar bu...." ucap Bayu.


Bayu melepas jaketnya,lalu mengambil mangkuk bakso,lalu memegang sendok dan garpu,kemudian Bayu menggunakan ajian Tapak Geninya.


Perlahan kuah Bakso mendidih. Setelah kuahnya mendidih,Bayu meletakkan mangkuk itu di meja.


"Nah...Kuahnya dah panas bu.." ucap Bayu.


"Panas dari mana? Sedangkan kamu dari tadi berdiri di situ.." ucap bu Eva.


"Dia minta makan bareng di kantin Bay... " suara Sekar.


"Ya maaf... Bayu gak tahu mbak..Tapi ini kan panas,tadi sudah Bayu panasin.." ucap Bayu dalam hati.


"Hem....Ibu mau makan di kantin?" ucap Bayu.


"Iya...." ucap bu Eva reflek.


"Sial... Kok dia tahu kalau aku mau makan di kantin.." ucap bu Eva dalam hati.


"Ibu maafin aku kan..?" ucap Bayu.


"Jika kamu temanin aku makan..." ucap bu Eva.


"Baiklah..." ucap Bayu.


Bu Eva mengambil mangkuk Bakso.


"Eh....!!!?? bu Eva terkejut,karena mangkuk bakso terasa panas.


"Kok panas Bay...?" ucap bu Eva.


"Laah...Katanya minta panas...Ya aku panasin...Piyee to bu..." ucap Bayu tanpa melihat ke arah bu Eva.


"Gimana caranya...Padahal kamu berdiri saja tadi." ucap bu Eva heran dan penasaran mangkuk Bakso bisa panas.


Bayu menghilangkan ajiannya,lalu mengambil jaketnya,kemudian memakaianya.


"Jadi kekantin apa enggak bu...?" ucap Bayu mengalihkan pertanyaan dosennya.


Bu Eva melihat jam tangannya. 30 menit lagi jam istrirahat.


"Jadi..." ucap bu Eva.


Bayu meletakkan Mangkuk dan gelas di nampan.


Bu Eva berdiri lalu berjalan ke luar di ikuti Bayu.


Saat keluar gedung menuju kantin,hujan masih turun deras,seorang pengawal menghampiri Bayu sambil membawa payung,lalu menyerahkan ke Bayu.


"Suwun pak..." ucap Bayu.


Bayu membuka payung lalu berjalan bersama bu Eva ke kantin.


Sesampai di kantin,Bayu meletakkan mangkuk Bakso dan gelas di meja,lalu berjalan untuk memesan Bakso dosennya. Setelah itu mengambil mangkuk bakso yang ada di depan bu Eva lalu duduk di kursi agak menjauh dari dosennya.Bayu mengambil teh Kotak di dalam kantong jaket.


Bayu membuka sedotan lalu menusukkannya,kemudian meminum teh kotak.


"Aku balik ke kelas aja Bay,kamu gak ku maafin.." ucap bu Eva.


"Diampuut...." ucap Bayu dalam hati.


"Lah...Kenapa balik bu..." ucap Bayu tanpa menoleh ke dosennya.


Bu Eva menoleh ke Bayu.


"Kamu duduknya menjauh begitu.." ucap bu Eva.


"Iya deh aku duduk di situ.... " ucap Bayu lalu berpindah tempat duduk di depan dosennya.


Pesanan bu Eva datang,lalu di letakkan di meja.


Bayu memakan Bakso tanpa melihat ke arah dosennya.


Tiba - tiba hapenya berdering.


Bayu mengambil hapenya.


Nampak panggilan dari Annisa.


"Assaalam mu'alaikum Nur.." ucap Bayu.


"Wa'alaikum salam mas...Maaf ganggu.." suara Annisa.


"Iya.. Ada apa Nur?" ucap Bayu.


"Setelah shalat Ashar datang kerumah ya mas.. Babe ngadakan selamatan.." suara Annisa.


"Insya Allah Nur..." ucap Bayu.


"Assalam mu'alaikum..." suara Annisa.


"Wa'alaikum salam warah matullah.." ucap Bayu,lalu meletakkan hapenya di meja.


"Pacarmu ya Bay?" ucap bu Eva melihat Bayu..


"Bukan bu... " ucap Bayu.


"Kirain pacarmu..." ucap bu Eva.


"Aku gak punya pacar bu .." ucap Bayu.


"Aku gak percaya,cowok setampan dirimu gak punya pacar..." ucap bu Eva.


"Itu hak ibu untuk percaya atau tidak padaku... Yang jelas aku gak punya pacar... Lah ibu sendiri sudah pacar apa belum" ucap Bayu lalu menyendok Baksonya.


"Aku dah punya istri... 3 lagi istriku bu..." ucap Bayu dalam hati.


"Aku gak punya pacar..." ucap bu Eva.


"Kenapa gak di beri tahu kalau kamu sudah istri Bay. "suara Sekar.


"Dia gak ada tanya kok mbak..." ucap Bayu dalam hati.


"Iya juga seh..." suara Sekar.


Bu Eva mengambil teh kotak milik Bayu lalu meminumnya sambil melihat ke arah Bayu.


"Jangkreek...Minumanku malah di ambil dia" ucap Bayu dalam hati.


"Dia tetap tak melihatku,meskipun aku mengambil minumannya..." ucap bu Eva dalam hati sambil meminum teh Kotak.


"Kamu asli mana Bay?" ucao bu Eva.


"Jogja bu.." ucap Bayu.


" Oooouuh...Jogja...Di sini tinggal sama siapa " ucap bu Eva.


Bayu tak menjawab,ia meletakkan sendok di mangkuk,karena sudah selesai makan,lalu berdiri.


"Mau ke mana Bay?" ucap bu Eva.


"Mau beli teh kotak bu.." ucap Bayu.


"Minum saja es jerukku.." ucap bu Eva.


"Aku gak suka es jeruk bu.." ucap Bayu lalu berjalan ke arah penjual minuman. Setelah itu membayar bakso yang ia pesan,kemudian duduk lagi.


Ketika Bayu berada di penjual minuman,bu Eva mengambil hape Bayu lalu menekan nomornya hapenya.Setelah hape miliknya berdering,ia mematikan kemudian meletakkan kembali hape milik Bayu.


Bayu melepas sedotan,lalu menusukkannya.


Glek....Glek...Glek.....


"Alhamdulillah..." ucap Bayu.


Bayu melihat letak hapenya berubah tak seperti semula.


"Sepertinya dia habis pegang hapeku..." ucap Bayu dalam hati.


"Aku mau balik ke ruangan ku..." ucap bu Eva lalu berdiri kemudian berjalan.


Bayu memgambil Hapenya,lalu mengantonginya. Kemudian berdiri tak lupa mengambil payung.


Bu Eva menunggu Bayu,karena hujan masih turun. Bayu datang sambil membuka payung. Kemudian mereka berjalan.


"Terima kasih kamu menemaniku makan..." ucap bu Eva.


"Sama - sama bu..." ucap Bayu.


Bayu menyerahkan payung pada pengawal.


Lalu berjalan lagi bersama dosennya.


"Kamu ambilkan tasku,antar ke rumah" ucap bu Eva


"Aku gak tahu rumah ibu..." ucap Bayu.


"Nanti aku kirim alamat rumahku..." ucap bu Eva.


Bu Eva berjalan duluan lalu masuk dalam ruangan Dosen.


"Diampuut...." ucap Bayu.


Bayu berjalan ke arah kelasnya.


Tiba - tiba hape nokia berbunyi nada pesan.


Bayu berhenti,ia mengambil hapenya,lalu mengecek pesan tersebut.


Nampak nomor baru,isi pesan itu ternyata sebuah alamat rumah .


"Kembalikan langsung sajalah..." ucap Bayu lalu berjalan lagi.


Saat Bayu melewati pintu di kelas,bel istirahat berbunyi.


"Mana bu galak itu Bay?" ucap Elsa.


"Di ruangannya Sa..." ucap Bayu sambil berjalan ke meja Dosen.


"Lu apakan bu Evanya Bay?" ucap Alex.


"Gak aku apa -apain broo.." ucap Bayu sambil memasukkan buku ke dalam tasnya bu Eva.


Khalisa dan Sulis menghampiri Bayu.


"Mas sudah minta maaf ke dia?" ucap Khalisa.


"Sudah dek...Ini mas mau antar barangnya dia ke ruang Dosen." ucap Bayu.


"Oooh...Begitu... Adek tunggu di kantin ya mas.." ucap Khalisa.


"Iya dek..." ucap Bayu.


Khalisa dan Sulis berjalan ke arah pintu menuju Kantin.


Alex menghampiri Bayu.


"Bay... Lu cocok deh jadi dosen..." ucap Alex.


"Dosen matamu...." ucap Bayu.


"Loh benar... Ya kan gaess..." ucap Alex.


"Betuuul....." ucap teman - teman Bayu.


"Jadi Dosen seni pewayangan..." ucap Alex.


"Jancoook....Waaasssuuu..." ucap Bayu.


Ha....Ha....Ha...Ha...Ha...Ha...Ha.. semua orang di kelas tertawa.


Bayu berjalan keluar kelas menuju ruang Dosen sambil membawa tas milik bu Eva.


Setelah sampai di ruanga Dosen,Bayu tak melihat bu Eva di mejanya.


Lalu Bayu bertanya pada seorang dosen yang ada di ruangan tersebut.


"Maaf pak...Bu Evanya kemana ya?" ucap Bayu.


"Sudah pulang...Katanya sakit tadi.." ucap pak dosen.


"Ooo... Begitu...Suwun pak..." ucap Bayu lalu keluar dari ruangan Dosen. Ia berjalan ke kantin.


Hujan sudah reda,Bayu tak lagi memakai payung menuju Kantin.


Saat sampai di kantin,Bayu membeli choki - choki dan teh kotak,lalu duduk di samping Khalisa.


"Kenapa tasnya bu Eva masih mas Bawa?" ucap Khalisa.


"Orangnya gak ada dek...Pas mas tanya sama dosen yang lain,bu Eva dah pulang. Katanya sakit...Begitu.." ucap Bayu.


Bayu menggigit ujung choki - choki lalu memakannya.


"Mas gak makan?" ucap Khalisa.


"Sudah tadi dek... Mas makan bakso..." ucap Bayu.


"Sama bu Eva?" ucap Khalisa.


"Iya... Kalau gak mau nemenin dia makan,dia gak mau maafin mas dek..Mau gak mau ya mas turutin.." ucap Bayu.


"Terus tasnya dia gimana Mas?" ucap Khalisa.


"Ya mas antar kerumahnya dek..." ucap Bayu.


Diana datang,ia memesan makanan lalu duduk di samping Bayu lalu mencium pipi Bayu.


Emmuaachh....


"Tasnya siapa itu yank?" ucap Diana.


"Tasnya bu Eva yank..." ucap Bayu.


"Kok sama sayang?" ucap Diana heran.


Bayu menceritakan kejadiannya pada Diana.


"Ooo...Begitu...


"Biar aku aja yank,yang mengantar tasnya... Sekalian mau ku labrak dia..." ucap Diana.


"Gak usah yank...


"Oh iya... Habis Ashar.. Aku di undang ke rumah pak H Ridwan... Katanya di sana ngadain acara slamatan..." ucap Bayu.


"Adek boleh ikut gak mas?" ucap Khalisa.


"Boleh... Sekalian bawa mukena,soalnya setelah acara selamatan,mas gak langsung pulang.. Habis shalat tarawih baru pulang.." ucap Bayu.


Bimo,Daniel,Lukman dan Paijo datang. Di samping mereka ada 2 cewek.Mereka memesan makananan lalu duduk di kursi semeja dengan Bayu.


Meja di kantin panjangnya 3 meter,tak ada yang berani duduk di meja itu. Karena mereka tahu itu meja khusus.


" Ooo... Begitu...


"Hem...Gak jadi deh...Mending habis magrib saja adek kesana.." ucap Khalisa.


Bayu melihat sekilas 2 cewek tersebut lalu melihat Diana.


"Ayank Diana mau ikut?" ucap Bayu.


"Habis magrib aja yank..." ucap Diana.


"Ya sudah... Setelah shalat dzuhur,aku akan pergi ke Cafe,lalu mengembalikan tas milik bu Eva,kemudian ke rumah pak H. Ridwan." ucap Bayu.


"Kenapa gak diantar pas pulang kuliah saja yank?" ucap Diana.


Bayu melepas plastik sedotan lalu menusuk ke teh Kotak.


"Berlawanan arah yank... Kalau dari Cafe ke rumah pak H. Ridwan itu searah dengan rumahnya bu Eva...


Bayu meminum teh kotak.


"Uangmu masih ada gak Man?" ucap Bayu.


"Masih banyak Bay..." ucap Lukman.


"Kamu Bim..." ucap Bayu.


"Tasek katah pak Kyai" ucap Bimo. (Masih banyak)


"Awakmu Niel?" ucap Bayu.


"Jek uakeeeh pak Kyai..." ucap Daniel. ( Masih buanyak)


"Yen telas ngomong yoo... Engko tak transfer.." ucap Bayu.( Jika habis bilang ya...Nanti ku transfer).


"Injih pak Kyai.." ucap mereka serempak.


"Aku balik kekelas duluan ya sayang.." ucap Diana.


"Iya sayang..." ucap Bayu.


"Cium dulu dong.." ucap Diana.


Bayu mencium pipi kanan dan Kiri Diana.


Emmmuaacch...


Emmuaacchh...


Diana berdiri lalu berjalan.


"Adek minta di cium apa enggak?" ucap Bayu.


"Enggak mas...Adek malu..." ucap Khalisa.


Bayu mencium pipi Khalisa.


Cuuup....


Khalisa membalas,ia mencium pipi Bayu.


Setelah itu mereka kembali ke kelas.


"Sepertinya Lukman dan Daniel pacaran.." ucap Bayu dalam hati melihat sekilas saat Lukman dan Daniel berjalan ke arah gedung fakultasnya.


Bayu menoleh ke sulis sambil berjalan.


"Lis... Kamu mau ikut gak?" ucap Bayu.


Sulis menoleh ke Bayu.


"Ikut kemana mas?" ucap Sulis.


Bayu melihat ke arah depan.


"Ke rumah calon mertuamu lah..." ucap Bayu.


"Ikut mas,soalnya aku juga di suruh datang ke sana...


Mereka memasuki ruang kelas.


"Naik mobil apa motor mas?" ucap Sulis.


"Rencana seh naik motor Lis...


Bayu meletakkan tas bu Eva kemudian duduk di kursi.


"Jika mendung ya aku naik mobil" ucap Bayu.


"Naik mobil aja mas...Nanti kehujanan..


"Mas bisa sakit.." ucap Khalisa.


"Iya deh....Mas naik mobil..." ucap Bayu sambil memgeluarkan buku pelajarannya.


Bayu membaca buku pelajaran sambil menunggu dosennya masuk.


Tak lama kemudian seorang Dosen masuk dalam kelas,pelajaranpun di mulai.


Tak terasa,waktu cepat berlalu.


Jam pelajaran mata kuliah telah habis,mereka keluar kelas menuju parkiran.


"Mas... Nanti bantuin ngerjain tugas ya... Adek bingung soal yang tadi." ucap Khalisa sambil berjalan.


"Iya sayang..." ucap Bayu.


****


Di rumah Bayu.


Bayu dan yang lainnya turun dari mobil,lalu masuk dalam rumah.


"Assalam mu'alaikum..." ucap Bayu dan yang lainnya saat memasuki rumah.


"Wa'alaikum salam..." suara bu Intan dari dalam rumah.


Bayu dan yang lainnya berjalan menuju kamar.


Bayu masuk dalam kamar Hinata,ia melepas seragam kuliah.Bayu memakai kaos dalam dan celana pendek.kemudian pergi ke kamar mandi untuk wudhu,setelah itu,Bayu memakai sarung dan baju muslimnya,tak lupa songkok . Setelah itu keluar kamar sambil membawa tas menuju kamar Khalisa(Bayu).


Bayu berhenti di depan kamar Sulis.


Tok...Tok...Tok...


"Lis..." ucap Bayu.


"Iya mas..." suara Sulis.


"Kita kerjakan tugas itu bareng - bareng yuk.." ucap Bayu.


"Bentar mas...Aku ganti baju dulu..." suara Sulis.


"Ya sudah...Aku tunggu di ruang shalat, wudhu sekalian Lis.." ucap Bayu.


"Iya mas..." suara Sulis.


Bayu lanjut berjalan ke kamar Khalisa.


Diana menghampiri Bayu.


"Aku dah wudhu yank...Jangan sentuh aku.." ucap Bayu tak ingin wudunya batal.


"Iya sayang,aku juga sudah wudhu...Ne sayang mau kemana bawa tas?" ucap Diana.


"Ngerjakan tugas kuliah di ruang shalat yank.." ucap Bayu.


Khalisa keluar kamar,lalu memghampiri Bayu.


"Kerjakan sekarang kah Mas?" ucap Khalisa.


"Iya dek... Tapi kita shalat dulu,setelah itu kita kerjakan tugas.." ucap Bayu.


"Adek ambil buku dulu mas..." ucap Khalisa.


"Iya...Mas tunggu di ruang shalat.." ucap Bayu.


Bayu dan diana berjalan ke ruang shalat.


Kemudian Sulis keluar kamar,ia memakai kaos lengan panjang,dan celana panjang berjalan ke arah ruang shalat.Sulis tak berani memakai celana pendek,karena pernah di tegur oleh Hana.


Sesampai di ruang Shalat,Bayu mengambil meja lipat yang biasa buat mengaji,lalu meletakkan buku pelajaran,Sulis ikut memgambil meja lipat.


Khalisa datang,ia memgambil meja lipat.


Mereka mulai mengerjakan tugas sebelum waktu masuk shalat Dzuhur.


"Mas kok bisa mengerjakan soal ini?" ucap Khalisa.


"Bisa dek..Kan mas membaca sebelum dosen masuk..Jadi pelajaran yang tertinggal pun,mas bisa mengerjakan..." ucap Bayu.


"Kalau yang ini gimana mas?" ucap Sulis.


Bayu melihat buku yang di tunjuk Sulis,lalu menjelaskan tanpa melihat wajah Sulis.


25 menit kemudian teman - teman Bayu datang.


Lukman mengumandangkan adzan Dzuhur.


Bayu,Khalisa dan Sulis menutup buku. Kemudian Sulis,Khalisa dan Diana memakai mukenanya.


Bu Intan muncul,lalu berdiri di samping Diana.


"Kang...Jadi imam yoo.." ucap Bayu. Saat Lukman selesai mengumandangkan adzan.


"Iyooo..." ucap Paijo.


Shalat Dzuhur pun di mulai.


Setelah selesai Shalat.


"Ma...Jadi ke Cafe apa enggak?" ucap Bayu.


"Hem...Jadi Wan..." ucap bu Intan.


"Oke...Habis makan siang ya ma..." ucap Bayu.


"Iya sayang..." ucap bu Intan.


Mereka kemudian makan siang bersama.


"Adek beneran gak mau ikut?" ucap Bayu.


"Enggak mas..Adek hanya ikut ke Cafe saja..." ucap Khalisa.


Bayu menoleh ke Diana.


"Kalau sayang?" ucap Bayu.


"Enggak juga... Capek bolak balik yank..." ucap Diana.


"Ya sudah,berarti aku kesana sama Sulis ya.. " ucap Bayu.


"Iya mas..." ucap Khalisa.


"Iya sayang.." ucap Diana.


Setelah selesai makan,Bayu kekamar Hinata untuk mengambil tas milik dosennya.


Sesampai di kamar,Bayu melepas pakaian muslimnya kemudian melipat,ia mengambil tas kuliahnya. Ia mengeluarkan semua isi tas kecuali Shriken,lalu memasukkan pakaian muslim tak lupa songkok kain rajutan dan mengambil hapenya yang di cas.


Bayu berjalan ke kamar mandi,setelah selesai mandi,ia memakai kaos partai pohon Jengkol dan celana panjang lalu menyemprotkan parfum tak lupa memakai deodorant.Bayu memiliki banyak Kaos partai pohon Jengkol di dalam lemarinya.Bayu keluar kamar membawa 2 tas kemudian berjalan menghampiri kamar Sulis.


"Lis... Dah siap apa belum..." ucap Bayu saat di depan pintu kamar.


"Bentar lagi mas...." suara Sulis.


Tak lama kemudian


Nampak Sulis memakai pakaian muslim dan membawa tas berisikan mukena dan sajadah.


"Meskipun tak memakai bedak,ia tetap cantik..." ucap Bayu dalam hati sekilas melihat wajah Sulis.


"Kelonin dia Bay... " suara Jalu.


"Aku dah pernah pakde.." ucap Bayu dalam hati.


Bayu mengambil hapenya untuk menghubungi Hinata,karena ia melihat Hinata belum pulang seperti biasa.


Tuuuut....Tuuuut....Tuuuut....Tuuuut...


"Assalam mu'alaikum shujin..." suara Hinata.


"Wa'alaikum salam warah matullah...


Bayu menelpon sambil menunggu Khalisa dan Diana..


"Yomesan ada di mana?" ucap Bayu.


"Masih di sekolah... Ada pelajaran tambahan sayang..." suara Hinata.


"Ooo... Begitu...


"Ne aku mau ke Cafe,setelah itu ke rumah pak H Ridwan,soalnya aku di undang kesana.." ucap Bayu.


"Shujin sama siapa ke rumah pak Haji?" suara Hinata.


"Sama Sulis.,dia di undang ke sana.. Putri dan Diana habis magrib baru ke mesjidnya yomesan.." ucap Bayu.


"Ooo...Begitu..Dah dulu ya shujin... Hati - hati di jalan... Assalam mu'alaikum..." suara Hinata.


"Wa'alaikum salam warah matullah.." ucap Bayu.


Panggilan berakhir.


Bayu mengecek pesan yang masuk.


From 0812*******


Kapan kamu mengantar tasku Bay.


Bayu lantas membalas.


To 0812*******


Aku ke Cafe dulu bu....Setelah itu baru ke rumah ibu.Nanti aku kabari jika akan kesana.


Bayu mengirim pesan,lalu mengantongi hapenya.


Tak lama kemudian Diana dan Khalisa menghampiri Bayu.


"Sayang... Kenapa memakai baju itu terus...?" ucap Diana.


"Biar gak ada cewek yang dekatin aku yank...Kalau pakaianku bagus,mereka akan mendekatiku..." ucap Bayu.


"Benar apa yang dikatakan suami kita dik... Jadi biarkan saja suami kita berpakaian biasa..."ucap Khalisa.


"Sayang malu ya...Kalau aku pakai baju ini..?" ucap Bayu.


"Enggak sayang... Ya sudah... Yuk berangkat.." ucap Diana.


Mereka kemudian turun ke bawah.


"Ayu dan Melisa kok belum pulang mas...Coba mas telpon.." ucap Khalisa.


"Sudah mas telpon dek...Katanya ada pelajaran tambahan..." ucap Bayu.


"Ooouh...Begitu..." ucap Khalisa.


Sesampai di ruang tamu,nampak bu Intan dan teman - teman Bayu duduk menunggu Bayu. Mereka kemudian berdiri setelah melihat Bayu,lalu berjalan.


Mereka berjalan ke teras rumah. Lukman memdekati Bayu.


"Bay... " ucap Lukman.


"Opo Man..." ucap Bayu.


"Cewekku pengen tahu tempat kossanku.." ucap Lukman.


"Hem....Boleh saja di bawa kesini,tapi...


"Jangan di bawa masuk dalam kamar kalian... Jika kalian bawa masuk dalam kamar,maka kalian aku nikahkan..." ucap Bayu.


"Enggak bakalan ku bawa masuk ke kamar pak Kyai..." ucap Lukman.


"Pak...Kita mau ke Cafe..." ucap Bayu pada pengawalnya.


"Siap bos..." ucap pengawalnya,lalu memberi tahu pada yang lain.


"Aiiissh... Gak bisa ngentu dong aku jika aku bawa kesini..." ucap Daniel dalam hati begitu dengar ucapan Bayu.


Mereka kemudian masuk dalam mobil.


Setelah menempuh perjalanan,akhirnya mereka sampai di Cafe Mantan yang belum beroperasi.


Bayu dan yang lainnya keluar dari mobil.


2 Preman yang menjaga pintu melihat Bayu datang,lantas menghampiri Bayu.


"Boss....." ucap 2 preman serempak.


Bayu menoleh kearah preman itu.


"Piye kabare...." ucap Bayu.


Mereka bersalaman.


"Apik boss..." ucap mereka serempak.


"Gue pikir bos dah gak kesini lagi.." ucap preman 1.


"Ya enggak lah... Ya maaf baru sempat ke sini." ucap Bayu.


Mereka kemudian masuk ke dalam.


Beberapa preman yang sedang duduk istirahat selesai ikut kerja di proyek. Lalu melihat Bayu. Mereka nampak kesenangan lalu berdiri dan berlari.


"BOSSSS.......


Bayu bersalaman pada anak buahnya.


"Kalian ikut kerja di proyek itu?" ucap Bayu.


"Iya bos...Daripada nganggur gak ada kerjaan.." ucap preman 2.


"Ooo... Begitu...


"Oh iya...Ini ibu mertuaku ingin ikut bergabung di Cafe ini...


"Aku minta pada kalian untuk membantu ibu mertuaku..." ucap Bayu.


"SIAAP BOSS...." ucap para preman.


"Bantu apa ya bos..?" ucap preman wanita.


"Masak... Nanti ibu mertuaku akan memberi arahan pada kalian... Jadi...


Bu Intan menghampiri Bayu.


"Kalian akan bekerja di sini... " ucap Bayu.


"Wan...Mereka ini anak buahmu?" ucap bu Intan.


"Mereka teman Awan ma..Jadi gimana ma.." ucap Bayu.


"Ooo... Begitu.. Sepertinya Mama pernah lihat.." ucap bu Intan.


"Mereka datang di pesta pernikahan Awan ma..." ucap Bayu.


"Aaaa...Iya...Mama ingat..." ucap bu Intan.


Bu Intan menarik tangan Bayu untuk menjauh kerumanan tersebut.


"Wan...Mukanya sangar terus badan mereka ada yang kekar gitu,terus ada tatonya... Mama jadi takut..." ucap bu Intan.


"Mama tenang saja,meskipun badannya tatoan,hati mereka Helo Kitty ma... Jadi mama gak usah takut... Mereka baek kok..


"Tinggal di permak sedikit... Hilang deh sangarnya" ucap Bayu.


"Ya udah deh..." ucap bu Intan


Bayu dan bu Intan kembali,lalu melihat - lihat bangunan Cafe.


Bahu melihat persedianan makanan,nampak di kulkas masih tersedia banyak makanan. Di meja terdapat makanan,yang sebagian sudah berkurang.


"Di sini dekat perkantoran dan juga kampus ma.." ucap Bayu.


"Tempatnya bagus...Cocok ini Wan buat buka usaha Kuliner.." ucap Bu Intan.


"Iya ma...Dan bangunan itu untuk tempat tinggal teman - teman Awan ma..." ucap Bayu sambil menunjuk bangunan yang masih di bangun.


"Ooo... Bangunan yang itu ta.." ucap bu Intan.


"Kang...Tolong panggil semua yang ada di sini..." ucap Bayu pada anak buahnya.


"Siap laksanakan bos..." ucap preman.


10 menit kemudian,mereka semua berkumpul di bangunan utama.


"Assalam mu'alaikum warah matullahi wabarakatuh..." ucap Bayu di depan anak buahnya yang duduk di lantai.


"Wa'laikum salam warah matullahi wabarakatuh.." ucap para preman.


"Pertama tama...Aku minta maaf ,baru datang kesini...


"Dan yang ke dua....


"Besok sudah masuk bulan Ramadhan... Yang mana umat muslim wajib melaksanakan ibadah puasa selama sebulan.


"Aku ingin kalian puasa selama sebulan penuh...Apa kalian sanggup?" ucap Bayu.


"Sanggup boss..." ucap sebagian preman.


"Khusus wanita,pasti ada yang namanya Halangan.. Jadi gak akan di wajibkan puasa bila halangan,sebagai gantinya akan di lakukan di luar bulan puasa.


" Untuk pekerjaan proyek... Kalian jangan memaksakan diri bila lagi puasa..Stop bekerja,lalu istirahat...


"Apakah pak ustadz Fikri nanti malam kesini?" ucap Bayu.


"Iya bos...Pak ustadz habis magrib akan kesini,beliau akan memimpin shalat tarawih,lalu kita belajar mengaji.." ucap preman 3


"Oooouh... Begitu...


"Ke tiga,setelah lebaran,Cafe ini akan mendapat tambahan menu yaitu menu makanan khas Manado,dan Coto Makasar,yang mana ibu mertuaku yang akan jadi kepala Koki.. Kalian akan membantu ibu mertuaku,sebagian menjadi pelayan Cafe..." ucap Bayu


"Waaah... Coto Makasar... Aku paling suka tuh...Lama gak makan itu Coto.." celutuk salah satu preman.


"Sudah itu saja yang aku sampaikan... Kurang lebihnya aku minta maaf. Assalam mua'laikum warah matullahi wabarakatuuh..." ucap Bayu.


"Wa'alaikum salam warah matullahi wabarakatuh..." ucap semua orang.


Bayu melihat jam tangannya,lalu mengambil hapenya.


To 0812********


Bu...Ini aku mau kesana..


Bayu mengirim pesan ke dosennya.


"Aku tinggal dulu ya...Soalnya aku ada perlu..." ucap Bayu.


"Iya Bos...." ucap Anak buah Bayu.


"Ayoo Lis..." ucap Bayu.


"Iya mas..." ucap Sulis.


"Aku pergi dulu ya Dek....Sayang..." ucap Bayu.


Khalisa mencium tangan Bayu, lalu di ikuti Diana.


Bayu dan Sulis berdiri.


"Assalam mu'alaikum.." ucap Bayu.


"Wa'alaikum salam..." ucap semua orang.


Bayu dan Sulis berjalan ke parkiran.


"Tasmu mana Lis?" ucap Bayu.


"Dalam mobil mas..." ucap Sulis.


"Ambil Lis...Kita satu mobil.." ucap Bayu.


"Iya mas...Sebentar ku ambil." ucap Sulis.


Bayu menghampiri pengawalnya.


"Pak... Aku mau mau bawa mobil sendiri,gak usah di kawal,soalnya aku sampai malam." ucap Bayu.


"Bahaya bos kalau bos sampai malam.." ucap pengawal.


"Nanti habis magrib,kalian akan menyusulku,karena teman - teman dan keluargaku akan ke Menteng,kita bertemu di Menteng" ucap Bayu.


Sulis menghampiri Bayu.


"Ke tempat pak H. Ridwan kah bos.." ucap pengawal.


"Iya...Tapi mereka ke mesjidnya pak.." ucap Bayu.


"Ya sudah bos...Hati - hati ya bos.." ucap pengawal.


"Iya pak.." ucap Bayu.


Bayu dan Sulis masuk dalam mobil Pajero.Sulis duduk di samping Bayu.


Bayu mengambil hape samsungnya,lalu mencari alamat dosennya,setelah ketemu dan hapal jalurnya, Bayu menjalankan mobil tersebut.


"Mas kasih tahu aja bila mas dah punya istri,takutnya bu Eva jatuh cinta ke Mas..." ucap Sulis.


"Dia gak tanya kok Lis...Jadi aku ya gak ngasih tahu.. Kecuali jika dia bilang suka padaku,baru Aku kasih tahu..." ucap Bayu.


"Lebih cepat lebih baik mas...Dia wanita...Aku juga wanita... Aku tahu dari cerita mas,dan yakin bahwa bu Eva itu menyukai mas.." ucap Sulis.


"Betul tuh yang di katakan temanmu Bay...Lebih baik kamu bilang langsung,jika kamu dah punya istri..."suara Sekar.


"Iya deh... Aku akan bilang ke dia..." ucap Bayu.


"Kalau aku jadi kamu,ku icipin dulu Bay tubuhnya dia... Mayan kan,pasti enak itu jepitannya .." suara Jalu.


"Diampuut..." ucap Bayu dalam hati.


Mobil yang di kendarai Bayu masuk sebuah plang perumahan. Bayu mengendarai mobil itu secara pelan sambil melihat nomor rumah.


"Nah...Itu rumahnya...." ucap Bayu dalam hati.


Bayu memarkirkan mobilnya agak jauh dari rumah dosennya.


"Kamu ikut masuk kedalam atau di mobil aja Lis?" ucap Bayu.


"Di mobil aja mas..." ucap Sulis.


"Ya udah....


Bayu turun dari mobil,lalu membuka pintu tengah untuk memgambil tas dosennya,setelah itu berjalan ke arah rumah dosennya.


"Assalam mu'alaikum..." ucap Bayu saat berada di depan pagar rumah dosennya.


Seorang pria muncul di balik pagar.


"Maaf...Masnya ada perlu apa ya?" ucap pria itu.


"saya Bayu pak,mau mengembalikan tas milik bu Eva.


"Ooouhh... Bayu...


Pria itu membuka pintu pagar.


"Silahkan masuk,sudah di tunggu oleh non Eva di dalam.." ucap pria itu.


"Jiangkreek... Padahal aku mau nitip saja,malas masuk dalam rumah" ucap Bayu dalam hati.


Mau gak mau Bayu masuk ke dalam pagar,lalu berjalan ke rumah.


Nampak pintu rumah terbuka.


"Assalam mu'alaikum..." ucap Bayu berdiri di depan pintu.


"Wa'alaikum salam" suara ibunya Eva.


Lalu ibunya Eva muncul.Ia melihat Bayu dari atas ke bawah lalu melihat wajah Bayu lagi.


"Maaf bu...Saya kesini mau mengantar tas milik bu Eva" ucap Bayu sambil menyodorkan tas milik dosennya.


"Ooouh...Bayu...


"Masuk dulu nak...Ibu mau panggil anak ibu.." ucap ibunya Eva.


"Iya bu...." ucap Bayu.


Bayu masuk kedalam. Ibunya Eva masuk ke dalam rumah untuk memanggil Eva.


Bayu berdiri sambil menunggu ,ia tak berani duduk,karena tak di suruh duduk oleh ibunya Eva.


Tak lama kemudian muncul Eva memakai pakaian kaos lengan panjang,dan celana panjang bergambar kartun.


"Kupikir kamu gak datang Bay.." ucap bu Eva.


"Datanglah bu...Ini tasnya..." ucap Bayu sambil menyerahkan tas namun tak di sambut oleh dosennya.


"Duduk dulu Bay...Bentar aku buatkan minum..." ucap bu Eva lalu masuk kedalam.


"Diampuut... Sulis mengomel ini..." ucap Bayu dalam hati.


Tak lama kemudian,bu Eva datang membawa 2 kotak teh kotak. Lalu menaruh di meja.


Bu Eva memandang Bayu,akan tetapi Bayu menundukkan kepala.


"Tadi kamu ke Cafe mana Bay?" ucap bu Eva.


"Cafeku bu...Cuman Cafe itu belum buka..


"Ini bu tasnya" ucap Bayu sambil menyerahkan tas tanpa melihat wajah dosennya.


Di balik tirai pemisah ruangan,ibunya Eva mengintip.


Bu Eva menerima tas miliknya.


"Kamu punya Cafe Bay.." ucap bu Eva.


"Punya bu..." ucap Bayu.


"Kapan di buka Cafemu?" ucap bu Eva.


"Insya Allah habis lebaran bu..." ucap Bayu.


"Di minum Bay....


Bayu memeriksa teh kotak tersebut,setelah itu meminumnya.


"Gak ada racunnya itu Bay..." ucap bu Eva paham saat Bayu memeriksa kemasan teh kotak.


"Buat jaga - jaga saja bu...Soalnya dulu pernah kejadian..." ucap Bayu.


"Serius Bay... Kamu pernah di racun?" ucap bu Eva.


"Bukan di racun seh bu...Hanya di kasih obat tidur...Untung gak aku minum,teman - temanku yang minum" ucap Bayu.


"Meskipun di rumah,dia tetap gak mau melihatku.." ucap bu Eva dalam hati.


"Maaf bu...Saya pamit undur diri dulu " ucap Bayu.


"Mau kemana Bay?" ucap bu Eva.


"Mau kerumah pak Haji bu..." ucap Bayu.


"Tunggu sebentar Bay...10 menit aja...Aku pengen ngobrol denganmu.." ucap bu Eva.


"Maaf bu...Sulis menungguku di luar.." ucap Bayu.


"Sulis...? Sulistyo Maharani?" ucap bu Eva.


"Iya bu..." ucap Bayu.


"Dia pacarmu kah Bay?" ucap bu Eva.


"Bukan bu...Dia keluargaku...Dah dulu ya bu.." ucap Bayu lalu berdiri.


Bayu menangkupkan tangan ke bu Eva.


"Assalam mu'alaikum..." ucap Bayu.


"Wa'alaikum salam... Nanti malam kamu ada acara gak Bay..." ucap bu Eva sambil mengikuti Bayu.


Bayu memghentikan langkahnya.lalu membalikkan badan.


"Maaf bu...Nanti malam saya shalat tarawih,setelah itu saya tadarus...Saya permisi dulu bu..." ucap Bayu tanpa melihat ke dosennya lalu berjalan lagi ke arah pintu pagar.


"Maaf aku lupa Bay..." ucap bu Eva.


Ibunya Eva menghampiri Eva.


"Dia pemuda yang baik... Jarang ada pemuda seperti dia...


"Apa kamu menyukai dia?" ucap ibunya Eva.


"Aah...Ibu...


"Mana mau dia sama aku bu...Aku ini sudah tua.." ucap Eva.


"Berbedaan umur kalian tak beda jauh,..


Mereka masuk ke dalam lalu duduk di sofa ruang tamu.


"Ibu menyukai pemuda seperti Bayu itu.. Dia menjaga pandanganya.


"Dan ibu melihat wajahnya itu seperti bersinar..." ucap ibunya Eva.


"Sepertinya tak mungkin deh bu... Dia saja gak mau melihatku,mengobrol denganku saja tadi gak mau..." ucap Eva.


"Karena dia ada perlu,coba gak ada perlu.." ucap ibunya Eva.


"Iya juga seh.... Oh iya.. Ibu mencium aroma parfum yang Bayu pakai gak?" ucap Eva.


"Iya..Ibu mencium..Seperti parfum orang kaya.." ucap ibunya Eva.


"Tapi kenapa penampilannya seperti anak kampung ya bu..?" ucap Eva heran,sebab ia juga mengetahui jenis aroma parfum.


"Jangan melihat orang dari luarnya,kadang penampilan itu bisa menipu kita..." ucap ibunya Eva.


"Iya juga seh bu...


"Aku lihat,Bayu melihat cewek berjilbab di sampingnya dan mengobrol... Apakah Bayu suka dengan wanita berjilbab bu?" ucap Eva.


"Bisa jadi.... Apa kamu mau memakai jilbab sayang?" ucap ibunya Eva.


"Kalau itu bisa membuat Bayu melihatku,aku akan memakai jilbab bu" ucap Eva.


"Kalau bisa...Jangan karena Bayu sayang... Tapi karena kewajibanmu... Ibu sering menyuruhmu memakai jilbab jika keluar rumah,tapi kamu gak mau..." ucap ibunya Eva.


"Iya deh bu...Aku akan pakai jilbab...Janji..." ucap Eva sambil mengacungkan 2 jari berbentuk V.


----***----


Di rumah pak H. Ridwan.


Setelah shalat Ashar,Bayu dan Sulis datang kerumah pak H. Ridwan.


Nampak Bayu memakai pakaian muslim dan surban duduk di samping pak H.Ridwan. Rahman juga datang ke acara tersebut.


Bayu membacakan do'a .Selesai membaca do'a. Mereka makan bersama.


"Lebaran nanti,kamu pulang kampung gak Bay?" ucap pak H. Ridwan.


"Insya Allah pulang kampung pak..." ucap Bayu.


Setelah selesai acara,Bayu membantu memebereskan piring dan gelas kotor,lalu di bawa ke dalam.


Setelah beres semua,Bayu duduk di teras,lalu Rahman menghampiri Bayu.


"Kenapa kemarin kamu gak ikut mancing Bay?" ucap Rahman.


"Di tahan sama istriku di dalam kamar kang" ucap Bayu.


"Sendirian?" ucap Rahman.


"Ya sama istriku kang..." ucap Bayu.


"Wuuiiih.... Berapa ronde Bay...?" ucap Rahman.


Ahmad datang menghampiri mereka.


"1 ronde saja kang,itu pun aku dah capek.." ucap Bayu.


"Jiaah...1 Ronde...Kalau mau enak itu 2 Ronde Bay.." ucap Rahman.


"Kelamaan... 1 Ronde aja 3 jam lebih kok..." ucap Bayu.


"Apaaaa...!!!??? Tiga jam.." ucap Ahmad dan Rahman terkejut.


"Serius Bay 3 jam?" ucap Rahman.


"Iya serius..." ucap Bayu.


"Kamu pakai jamu apa Bay?" ucap Ahmad.


"Gak pakai jamu aku kang...Hanya pikiranku kemana - mana,gak fokus menikmati.." ucap Bayu.


"Ooouh...Begitu...Jadi kalau pikiran kita kemana - mana itu lama keluarnya ya Bay.." ucap Ahmad.


"Iya...Kalau gak percaya...Coba saja kang.." ucap Bayu.


"Jancook...Gue belum kawin wooyy..." ucap Ahmad.


"Nikah dulu kang...Baru kawin..." ucap Bayu.


"Sama aja Bay..." ucap Ahmad.


"Beda kang...Kalau nikah kita bisa Kawin,kalau kawin,belum tentu mereka sudah nikah.." ucap Bayu.


"Betul itu yang di katakan Bayu...


"Orang pacaran saja bisa Kawin... " ucap Rahman.


"Waasssu... Lu mau ngawinin adik gua sebelum lu nikahin?" ucap Ahmad.


"Ya enggaklah...Gue gak barani.." ucap Rahman.


"Sampeyan pacaran sama Nur Kang?" ucap Bayu bertanya pada Rahman.


"Enggak,siapa yang bilang.." ucap Rahman.


"Lah itu tadi kang Ahmad bilang?" ucap Bayu.


"Jiaah...Awakmu ojo percoyo lambene Ahmad Bay.Isone mung ngapusi wong tok.." ucap Rahman.(Dirimu jangan percara mulutnya Ahmad Bay. Bisanya hanya bohongin orang aja.)


"Dia bilang apa Bay?" ucap Ahmad.


"Dia bilang mau nikahin ke dua adikmu kang..." ucap Bayu.


"Juaancook..." ucap Rahman.


"Emangnya lu kuat...


Zahra kemudian muncul lalu duduk di samping Rahman.


"Paling baru nempel sudah muncrat duluan,gitu kok mau dua - duanya?" ucap Ahmad.


"Jangkreek... Gue gak ada bilang mau dua - duanya..." ucap Rahman.


"Kalian bahas apa?" ucap Zahra.


"Tumben Zahra duduk di samping pria yang bukan keluarganya" ucap Bayu dalam hati.


"Lagi bahas tentang ikan Zahra..." ucap Rahman.


"Ooo..Ikan...


"Oh iya mas Rahman...


"Besok siang bisa antarin aku gak..." ucap Zahra.


"Kemana?" ucap Rahman.


"Cari bahan tugas mas..." ucap Zahra.


Muncul Annisa,lalu duduk di samping Zahra.


"Insya Allah..." ucap Rahman.


"Mas..." ucap Annisa.


"Iya Nur..." ucap Bayu


"Iya Nis..." ucap Rahman bersamaan dengan Bayu.


"Maksudku.. Mas Bayu...


"Ibunya mas mana? Kok gak ikut?" ucap Annisa.


"Kerja Nur,tadi itu aku habis dari Cafe,lalu ke sini..." ucap Bayu.


"Ooo.... Begitu" ucap Annisa.


"Habis magrib baru kesini,tapi untuk shalat tarawih.." ucap Bayu.


Sulis muncul lalu duduk di belakang Bayu.Ia menempelkan mulut ke kuping Bayu.


"Mas...Tolongin aku dong,belikan pembalut yang gak pakai sayap... " ucap Sulis lirih.


"Iya..." ucap Bayu lalu berdiri kemudian memakai sandal jepitnya.


"Mau kemana Bay?" ucap Ahmad.


"Ke toko sebentar..." ucap Bayu lalu berjalan.


"Masuk aja dari dalam Bay,ambil yang kamu mau,gak usah bayar..." ucap Ahmad.


Bayu tak menjawab,ia terus berjalan ke tokonya pak H. Ridwan,ketika sampai di depan,ia melihat tokonya di tutup,Bayu berjalan kembali.


"Tokomu tutup kang?" ucap Bayu.


"Kan dah gue bilang...Masuk aja dari dalam..." ucap Ahmad.


"Lah...Sampeyan gak ada bilang tutup kok..." ucap Bayu.


Ahmad berdiri.


"Yukk... Ikut aku..." ucap Ahmad lalu berjalan masuk ke dalam


Bayu mengikuti Ahmad.


Sstelah sampai di dalam toko,Bayu mengambil pembalut lalu mengantonginya,kemudian berjalan ke arah tempat Sulis berada.


"Siapa yang halangan Bay..."ucap Ahmad melihat Bayu mengambil pembalut.


"Ada deh..." ucap Bayu sambil berjalan.


Setelah sampai di tempat Sulis, Sulis berdiri lalu menarik tangan Bayu masuk dalam rumah.


"Mana pembalutnya mas..." ucap Sulis.


Bayu mengeluarkan pembalut di kantongnya lalu memberikan pada Sulis.


Sulis berjalan masuk ke dalam.


Ahmad menghampiri Bayu.


"Itu tadi buat Sulis Bay..?" ucap Ahmad.


"Iya kang..." ucap Bayu.


"Kenapa gak bilang ke aku..?" ucap Ahmad.


"Malu dianya kang..." ucap Bayu.


Tiba - tiba terdengar suara orang mengaji.


"Aku ke mesjid dulu kang..." ucap Bayu.


"Tungguin... Aku juga mau ke mesjid.


Tak lama kemudian Sulis muncul.


"Ayo mas...Kita kemesjid.." ucap Sulis.


"Liiis....


"Kalau lagi halangan itu..


"Gak boleh masuk mesjid,shala,puasa dan pegang Al Qur'an pun gak boleh.." ucap Bayu.


"Ooo...Begitu ya..." ucap Sulis.


"Sebelumnya itu kamu gak ada halangan kah Lis?" ucap Bayu.


"Gak ada mas,aku berhenti KB.... Jadi halangan deh." ucap Sulis.


Ahmad datang menghampiri Bayu,ia memakai baju muslim dan memakai songkok.


"Ooo...Begitu,ya sudah..Kamu di rumah aja ya Lis" ucap Bayu.


"Iya mas..." ucap Sulis.


"Ayoo Bay..." ucap Ahmad.


Bayu dan Ahmad bwrjalan ke teras.


Nampak Rahman duduk di apit Annisa dan Zahra.


"Jangan pacaran terus...Ayoo ke mesjid..." ucap Ahmad.


"Siapa yang pacaran...." ucap mereka serempak.


Ahmad menarik tangan Rahman.


Mereka kemudian berjalan ke mesjid.


"Bay... Rioyo engko melu aku nang kediri... Gelem opo ora?" ucap Rahman.(Lebaran nanti ikut aku ke kediri,mau apa enggak?)


"Kalau ngobrol pakai bahasa indonesia,jangan pakai bahasa planet namec...Gue gak paham.." ucap Rahman.


"Embooh yo kang... Bojoku pengen rioyo nang Jogja re... Yen kang Paijo de 'e mulih nang Kediri" ucap Bayu.(Gak tahu ya kanng... Istriku ingin lebaran di jogja e..Kalau kang Paijo dianya pulang ke Kediri.)


Ahmada berjalan cepat meninggalkan Bayu dan Rahman.


"Gitu aja ngambek... Lu lagi dapat(halangan) kah?" ucap Rahman.


Ahmad berhenti lalu membalikkan badannya.


"Jancook... Kalian pada ngomong pakai bahasa jawa,mana gue paham....Mending gue duluan.." ucap Ahmad.


"Bay... Coba belikan dia Kiranti...Biar gak ngambek..." ucap Rahman.


"Bangkek lu... Belum jadi adik ipar sudah bikin gue kesal..." ucap Ahmad.


Ha....Ha...Ha....Ha...Ha...Ha... Bayu dan Rahman tertawa.


Setelah sampai di mesjid,Bayu wudhu. Kemudian mengumandangkan Adzan Magrib.


Selesai shalat magrib,Rahman menghampiri Bayu yang duduk di samping Ahmad.


"Bay... Aku tak mulih disek'an yoo.." ucap Rahman.


"Gak sekalian shalat tarawih di sini kang?" ucap Bayu.


"Shalat tarawih di sini... Jika gak..


"Adik gue gak bakalan suka sama lu..." ucap Ahmad.


"Iya deh... Gue shalat tarawih di sini..." ucap Rahman.


"Nah gitu dong...Jadi calon adik ipar itu harus nurut apa kata kakak ipar" ucap Ahmad.


"Jancook..." ucap Rahman.


Ahmad hendak tertawa,tapi di urungkan,karena masih di dalam mesjid.


"Balik yuk.." ucap Ahmad.


"Kalian duluan aja.. Aku di mesjid aja..." ucap Bayu.


"Ya udah..." ucap Ahmad.


Ahmad dan Rahman meninggalkan Bayu.


Bayu mengambil Al Qur'an lalu membaca hapalannya agar tak lupa.


15 Menit sebelum Isya.


Orang - orang berdatangan untuk shalat Isya' dan Tarawih.Termasuk Bimo,Lukman dan Paijo.


Daniel ikut serta,akan tetapi ia tak masuk kedalam mesjid. Mereka menghampiri Bayu.


"Daniel ikut apa enggak?" ucap Bayu.


"Ikut... Dia ada di luar Bay" ucap Lukman.


"Oooh...Begitu.." ucap Bayu.


Bayu meletakkan Al Qur'an di tempat semula.


Saat Bedug di pukul,Bayu berdiri di dekat mimbar. Lalu mengumandangkan adzan setelah Bedung selesai di pukul.


Selesai shalat Tarawih,mereka keluar mesjid.


"Jangkrek.... Sandal jepitku ada yang nukar.." ucap Bayu melihat sepasang sandal jepit yang sudah usang.


"Seperti kata pak ustadz...Buanglah yang buruk,ambillah yang bagus.." ucap Lukman.


"Jancook...Itu salah penafsiran..." ucap Bayu.


Mereka kemudian duduk di teras menunggu yang lain datang.


Ketiga istri Bayu datang bersama Hana,bu Intan,ibunya Ahmad,Annisa dan Zahra.


"Sulisnya di mana mas? kok adek gak ada lihat Sulis di dalam?" ucap Khalisa.


"Di rumah pak H. Ridwan dek...Dia lagi halangan.." ucap Bayu.


"Ooo...Begitu.." ucap Khalisa.


Kemudian mereka menuju rumah pak H. Ridwan.


Setelah sampai di rumah pak H. Ridwan.


Rahman berpamitan untuk pulang.


30 menit kemudian,Bayu dan yang lainnya pamitan pulang.


Setelah menempuh perjalanan,akhirnya mereka sampai di rumah Bayu.


Bayu masuk dalam kamar Hinata bersama Hinata.


"Yomesan...Aku ngaji dulu ya..." ucap Bayu.


"Hai..." ucap Hinata.


Bayu berjalan ke kamar mandi untuk wudhu,selesai itu Bayu berjalan ke ruang shalat untuk mengaji.


Nampak dibruang shalat sudah ada Khalisa,Diana,Lukman,Paijo dan Bimo yang menunggu Bayu.


"Kalian mau ngaji...?" ucap Bayu.


"Iya Bay..." ucap teman - teman Bayu.


"Iya mas..." ucap Khalisa.


"Iya sayang..." ucap Diana.


Mereka kemudian mengaji bersama.


Lalu datang Hinata ikut juga mengaji.


***


Pukul 3.20.


Bayu perlahan membuka matanya. Ia melihat Hinata sedang memeluk dirinya tanpa memakai pakaian.


Bayu mengusap wajah Hinata.


"Yomesan....Banguun sayang..." ucap Bayu.


"Ngantuk shujin..." ucap Hinata sambil memejamkan mata.


"Puasa loh sayang... " ucap Bayu.


Hinata tetap memejamkan mata.


Bayu memainkan puncak gunung Hinata.


Ssshh.... Heemmm...


Kemudian Bayu **********.


Hinata membuka mata.


"Aaaah... Shujin... Ooouhh..." ucap Hinata.


Bayu menyudahi aksinya.


"Dah dah setengah 4 sayang... Ayoo bangun" ucap Bayu.


"Mandiin..." ucap Hinata manja.


Bayu mengangkat tubuh Hinata ke kamar mandi.


Setelah sampai di kamar mandi.


Hinata ingin kembali merasakan senjata Bayu.


"Yomesan...Kalau kita maen,keburu adzan Subuh.." ucap Bayu.


Akhirnya mereka mandi bersama tanpa melakukan hubungan badan.


Selesai mandi,Bayu membangunkan yang lainnya.


Tok...Tok...Tok...


"Man...Bangun Man...Sahuurr..." ucap Bayu mengetuk pintu kamar Lukman.


Sulis keluar dari kamar yang bersebelahan dengan kamar Lukman.


"Iya Bay..." suara Lukman.


Bayu berjalan ke kamar Bimo.


Tok...Tok...Tok...


"Bim....Sahuuurrr....


Tak ada jawaban.


Dook....Dook....Doook... Bayu menggedor pintu.


"Saahuur Bo....." ucap Bayu.


"Iyaaa... " suara Bimo.


Selesai Bayu membangunkan,ia berjalan kebawah bersama Khalisa dan Diana.


Sesampai di meja makan.


"Mama mana dek?" ucap Bayu tak melihat ibu mertuanya.


"Bentar mas...Adek bangunin mama.." ucap Khalisa.


Khalisa kemudian berjalan menuju kamar ibunya yang dulu di tempati keluarga Malik.


Nampak Hinata menguap.


Melisa datang menghampiri mereka lalu duduk.


"Kamu mau ikut puasa Mel?"ucap Lukman.


"Enggak kak... Gak enak kalau sarapan sendirian .." ucap Melisa.


Bu Intan dan Khalisa datang lalu duduk.


"Kan ada Daniel Mel..." ucap Lukman.


"Ayo kita membaca do'a bersama - sama..." ucap Bayu.


Mereka kemudian membaca niat puasa kecuali Melisa.kemudian mereka makan. Selesai makan sahur. Mereka shalat subuh bersama.


****


Di kampus.


Bayu bersama Sulis dan Khalisa sudah berada di kelas.


Bayu membaca buku pelajarannya.


Tak lama kemudian ,masuklah dosennya.


"Selamat pagi semuanya..." ucap bu Eva.


"Selamat pagi bu..." ucap semua orang.


Bayu melihat ke arah dosennya. Nampak bu Eva memakai pakaian tertutup,dan memakai jilbab.


"Tumben pakai jilbab..." ucap Bayu dalam hati,lalu melihat ke bukunya.


Bu Eva mulai memgabsen.


"Muhammad Bayu Samudra..." ucap bu Eva.


"Hadir..." ucap Bayu tanpa melihat ke arah dosennya.


Selesai memgabsen.Bu Eva mulai mengajar memakai proyektor.


Bayu melihat ke arah layar proyektor tanpa melihat ke arah Dosennya.


Bu Eva menjelaskan mata kukiah,sesekali melihat ke arah Bayu.


"Mengapa dia tetap tak melihatku,padahal aku sudah memakai jilbab...Apa aku kurang menarik" ucap bu Eva dalam hati melihat ke arah Bayu.


Selesai jam mengajar.


Bayu hanya di dalam kelas saja,hanya sebagian orang pergi ke kantin,sebab tak semua mahasiswa beragama islam.


Alex menghampiri Bayu.


"Bay...Lu pelet bu galak kah? " ucap Alex.


"Pelet gundulmu.... " ucap Bayu.


"kok dia pakai jilbab" ucap Alex.


"Ini kan bulan puasa... Jadi wajar saja dia pakai jilbab broo.." ucap Bayu.


"Iya juga seh..." ucap Alex sambil menggaruk - garuk rambutnya meskioun tak gatal. Kemudian berjalan keluar.


"Kamu gak ke kantin Lis?" ucap Khalisa.


Sulis menoleh kebelakang.


"Enggak put..."ucap Sulis.


Tiba - tiba hape Bayu bergetar pendek.


Bayu mengecek hapenya.


From Dosen Eva.


Kenapa kamu tak mau melihatku Bay..


Padahal aku sudah memakai jilbab.


To Dosen Eva.


Maaf bu...Meskipun ibu memakai jilbab,aku tak mau melihatnya secara terus menerus. Kecuali ibu memakai cadar.Baru aku bisa melihat ke arah ibu.


Bayu mengirim pesan tersebut,lalu mengantongi hapenya.


Bayu menoleh ke arah Khalisa


"Oh iya dek...


Khalisa menoleh ke arah Bayu.


"Hari Sabtu nanti,mas gak bisa ke Jogja. Soalnya malam minggu itu mas kena jadwal untuk jadi imam.." ucap Bayu.


"Ya gakpapa mas...


"Tapi...Lebaran kita kesana ya mas..?" ucap Khalisa.


"Siap sayangku..." ucap Bayu.


Hape Bayu kembali bergetar pendek.


Bayu mengambil hapenya.Lalu membuka pesan.


Nampak pesan dari Bejo.


From Bejo.


Rioyo engko,awakmu rene yo...Awas nak gak rene.(Lebaran nanti,dirimu kesini ya..Awas kalau gak kesni.)


"Siapa yang sms mas?" ucap Khalisa.


"Kang Bejo dek...Putranya pakde Kartolo." ucap Bayu.


"Ooo...Kang Bejo.." ucap Khalisa.


Bayu menunjukkan pesan Bejo ke Khalisa.


"Ini loh dek kalau adek gak percaya..." ucap Bayu.


"Adek percaya kok mas...Tanpa mas menunjukkannya ke adek.." ucap Khalisa.


To Bejo.


Insya Allah kang. Aku akan kesana.


Bayu mengirim pesan tersebut.