SANG PENERUS.

SANG PENERUS.
MAAAK...MAAFIN ULUN.


Setelah Bayu dan keluarganya pergi.


Ida masuk ke dalam kamar tidur.


Ia duduk di tempat tidur memgeluarkan air matanya karena sedih. Sedih mengetahui bahwa Bayu telah beristri.


Ibunya Ida yang bernama Khadijah masuk ke dalam kamar lalu duduk di tepi tempat tidur.


" Setelah mamak lihat dan kenal Bayu.."


" Orangnya itu baik,nurut kepada ibunya,pinter ngaji dan ganteng.."


" Jarang ada pemuda yang seperti Bayu..."


" Selama mamak nikah sama bapak,mamak merasa bersyukur. Meskipun hidup kadang kekurangan.."


" Jangan lupa membalas apa yang di ucapkan Bayu..Dia menunggu keputusanmu.."


" Itu saja yang mamak mau omongin.." ucap Khadijah.


" Enggeh mak..." ucap Ida lirih.


Khadijah keluar dari kamar putrinya.


Setelah keluar,Ida mengambil ponselnya lalu menatap layarnya.


Di layar nampak foto dirinya bersama Bayu.


Lalu muncul pesan.Ida membuka pesan tersebut dari Bayu. Namun Ida tak membalas pesan tersebut.


Ida merebahkan tubuhnya,ia memikirkan hal barusan terjadi. Dirinya telah jatuh cinta ke Bayu,namun Ida tak menduga Bayu telah berisitri dan membawa istrinya ke rumahnya.


Sementara di sisi Fuad.


Fuad membuka tas pancing pemberian Bayu. Saat melihat alat pancing tersebut,ia kaget. Lalu mengambil Reel pancing yang masih baru.


" Gilaaak...Ini reel mahal..."


" Kenapa Bayu kada mau pake ya.." ucap Fuad dalam hati.


Setelah itu ia menaruh kembali,lalu menggantung tas pancing agar tak di langkahi. Karena ia ingat pesan Bayu agar tak melangkahi alat pancing.


****


Bandara Sepinggan.


Pagi hari.


Bayu mengantar keluarganya ke bandara,ia tak ikut karena sudah janji dengan Dewi akan mengajaknya nonton ke bioskop.


Nampak Para istro Bayu bersamalaman satu persatu ke Bayu. Dan terakhir Sulis bersalaman ke Bayu.


" Hati - hati ya sayang..." ucap Bayu.


" Iya mas..." ucap Sulis sambil menvium punggung tangan Bayu.


Sejak tadi malam,Bayu tak mendapat balasan sms dari Ida.


Keluarga Bayu berjalan untuk segera Chek In di dampingi para pengawal.


Bayu berjalan ke luar menuju parkiran. Ia ke bandara menggunakan sepeda motor supra Fit milik Wardoyo menuju rumah sewaan. Ia berpikir bahwa Ida tak menerima dirinya. Padahal ia berharap sekali bisa meminang Ida. Karena ia merasakan rindu paling dalam akan mendiang Putri.


" Ya Allah...Kuatkanlah hati hambamu ini.." ucap Bayu dalam hati sambil menyetir.


Bayu mampir ke toko untuk membeli makanan ringan dan minuman..Setelah itu langsung meluncur ke rumah sewaan.


Sesampai di rumah sewaan,Bayu mengecek ponselnya.


Nampak belum ada balasan dari Ida.


" Asem...Belum di balas lagi.." ucap Bayu.


Bayi duduk di teras sambil nyemil makanan. Sementara Kumala Sari sudah balik ke alamnya.


Seorang anak kecil yang merupakan tetangganya lewat.


Bayu memgambil 1.bungkus jajanan lalu menyodorkan ke anak kecil tersebut.


" Ini jajan...Ambil.." ucap Bayu.


Anak kecil itu berhenti lalu melihat Bayu, kemudian mengambil jajanan tersebut.


" Makacih om..." ucap anak tersebut.


" Iya..." ucap Bayu.


Seorang pria yang merupakan pengawal keluaraga Han memgawasi Bqyu dari kejauhan mendatangi Bayu,karena dirimya kebelet.


" Assalam mu'alaikum pak bos...Numpang WCnya ya...aku kebelet pak bos.." ucap pengawal.


" Oalah... Pengawal to..." ucap Bayu dalam hati.


" Masuk aja kang.." ucap Bayu.


Bayu mengirim sms ke Wardoyo untuk memberi tahu bahwa dirinya akan kembali ke Jakarta besok pagi,dan meminta dia datang untuk mengambil sepeda motornya.


" Enaknya kemana ya.." ucap Bayu dalam hati. Dirinya bingung mau kemana. Lalu muncul ide,yakni mendatangi ayahnya Ida. Ia ingin melihat secara detail perahu tersebut sambil belajar membuat.


20 menit kemudian,pengawal muncul dari dalam rumah sewaan Bayu,lali duduk di samping Bayu.


" Pak bos...Minta ya..." ucap pengawal melihat satu kresek penuh makanan ringan dan minuman.


" Ambil aja kang..."


" Oh iya...Aku mau ke pabrik pembuatan kapal pal Anwar..Sampeyan ikut apa enggak?"ucap Bayu.


" Ya ikut lah pak bos.." ucap pengawal.


" Kalau ikut,jangan panggil aku pak bos..Panggil namaku aja.." ucap Bayu.


" Siap...." ucap pengawa.


***


Di sisi Ida.


Ida duduk di kursi,ia sedang melihat ke arah guru pria yang sedang menerangkan materi pelajaran.


Tiba - tiba wajah gurunya berubah menjadi wajah Bayu.


Ida tersentak kaget,lalu mengucek - ucek matanya.


Setelah itu ia melihat lagi ke arah gurunya. Wajah gurunya kembali seperti semula.


Di saat jam istirahat,teman semeja Ida mengajak ke kantin.


" Da...Beli salome yuk.."


Ida diam tak menjawab karena memikirkan Bayu.


Teman semeja Ida menepuk pundak Ida.


Ida terkejut lalu menoleh ke temannya.


" Kamu diam aja ku tanya. Mau beli salome apa enggak.."


Ida menggelengkan kepala.


" Kamu kenapa seh?" ucap teman Ida.


" Kadada apa - apa.."ucap Ida.


Setelah jam sekolah selesai. Seperti biasa Ida pulang naik angkutan umum.


" Stop pak.." ucap Ida.


Supir menepikan angkotnya.


Ida turun dari angkot lalu membayar dengan uang pas. Ia harus memyeberangi jalan. Karena rumahnya ada di seberang jalan raya tempat ia berdiri.


Ida langsung melangkahkan kakinya tanpa melihat arah kanan Di dalam pikirannya,ia terus memikirkan Bayu.


Sebuah mobil truck melaju dengan kecepatan tinggi.


Sang pengendara mobil truck menekan klakson agar Ida berhenti berjalan


TIIIIIIINNN.......


Namun Ida tetap berjalan hingga ke tengah jalan.


" Eh...!!!!?? Ida terkejut lalu melihat ke arah mobil truck.


Sang supir bingung,mau membanting stir atau menabrak pelajar yang berada di tengah jalan,sementara di sisi kiri ada mobil yang parkir.


Ida menutup matanya,sebab tak mungkin dirinya selamat.


Jarak antara Ida dan mobil truck 2 meter.


Ida merasakan tubuhnya di tabrak.


" Maaak....Maafin ulun.." ucap Ida.