
Beruntung tak ada kendaraan di belakangnya.
Bayu menjalankan mobilnya menuju Jakarta.
"Mas..." ucap Sulis.
"Iya Lis..." ucap Bayu.
"Aku mau berhenti kuliah..." ucap Sulis.
Ciiiiiit....... Bayu mengerem mendadak. Beruntung tak ada kendaraan di belakangnya.
Dan mobil Bayu belum berada di jalan besar.
Bayu menoleh ke Sulis.
"Kenapa kamu mau berhenti kuliah Lis.." ucap Bayu.
"Gakpapa mas..." ucap Sulis.
"Lis.... Bukannya aku melarangmu ataupun mengaturmu...
"Kamu aku bolehkan untuk ngekos...Tapi...
Sulis menoleh ke Bayu.
" Dengan catatan...Kamu di jaga oleh pengawalku..Dan akubakan minta bantuan ke kalel buyutku untukemcari tempat kuliahmu...Jadi...
"Kamu tetap aman dari gangguan para cowok yang ingin mendapatkanmu atau memanfaatkanmu hingga ijab kabul nanti...
"Bagaimana..." ucap Bayu.
"Hem....Gak usah mas...Aku gak jadi berhenti kuliah..." ucap Sulis lalu melihat ke depan.
Bayu menepikan mobilnya.
"Asem....Wanita susah di tebak..." ucap Bayu dalam hati.
"Loh...Kenapa gak lanjut jalan mas..."ucap Sulis.
"Siap nyonya...Nyonya mau kemana?" ucap Bayu.
"Kita ke akhirat... Antarkan aku menemui sang pencipta.." ucap Sulis.
"Jangkreeek...." ucap Bayu dalam hati.
"Lis...Jangan bilang begitu...Kita dalam perjalanan pulang loh...Gak lucu tau" ucap Bayu.
"Bercanda kok minta musibah...Jika itu terjadi,bukannya dia saja yang celaka,aku juga..." ucap Bayu dalam hati
"Gak jadi deh mas...Kita ke rumahmu saja.." ucap Sulis.
Bayu menjalankan mobilnya.
"Jangan di ulangi lagi ya Lis..." ucap Bayu.
"Iya mas...Maaf ya mas.." ucap Sulis.
"Iya..." ucap Bayu.
Setelah menempuh perjalanan yang sangat jauh. Akhirnya mereka sampai di tempat tujuan.
Sulis berjalan menuju rumah,sedangkan Bayu mengambil selang,lalu menyalakan mesin pompa untuk mencuci mobilnya.
Seorang pengawal memghampiri Bayu.
"Bos...Biar saya saja bos yang nyuci mobilnya,bos istirahat aja.." ucap pengawal.
"Gakpapa pak,santai aja... Sampeyan bantu aku aja... Biar cepat selesai.." ucap Bayu.
"Siap bos..." ucap pengawal.
Bayu dan pengawalnya membersihkan mobil Rubicon.
Setelah selesai Bayu mengambil tasnya.Kemudian berjalan ke rumah,sementara pengawal yang ikut membersihkan mobil,memasukkan mobil Rubicon ke garasi mobil.
*Didalam kamar Hinata.
Bayu meletakkan tasnya,kemudian mengganti pakaiannya.Karena hari senin jadwalnya Bayu tidur bersama Hinata. Setelah itu,ia ke kamar mandi untuk wudhu.
Setelah wudhu.
"Enaknya ngapain ya...
"Enaknya ngentu...Datangin Sulis Bay..Dia menunggumu" suara Jalu.
"Jancoook...
Bayu menyetil dedeknya.Lalu berjalan ke tempat tidur.
"Waasssuuuu..." suara Jalu.
"Makanya...Jangan pikiran kotor terus pakde... Bukannya ngasih ide positif malah negatif terus...
"Jangan - jangan selama hidup pakde itu ngentu terus yoo..
"Wooo...Enak aja..,Asal kamu tahu..Aku itu seorang pendekar Bay..." suara Jalu.
"Pendekar mesum...
"Ha.....Ha....Ha....Ha....Ha...Ha...." suara Sekar tertawa.
"Diampuut.... Aku itu pendekar putih Bay... Segala kemungkaran yang ada di bumi aku tumpas...Raja Majapahit aja aku lawan kalai dia salah " suara Jalu.
"Gak percaya aku... Soalnya dalam sejarah itu,gak ada Raja Majapahit melawan pendekar mesum....
"Juancoook... Gelut yook..." suara Jalu.
"Ayo...Keluar sudah pakde...Biar aku bisa nabokin pakde....
"Jangkreek...Yen aku iso...Wes metu aku ket maeng..." suara Jalu(Kalau aku bisa..Dah keluar aku dari tadi)
"Apakah pakde bisa bicara selain keluarga Jati?...
"Gak bisa... Jika gak ada garis keturunan Jati,maka aku gak bisa bicara ..." suara Jalu.
"Pasti kalau bicara,pakde itu bahasnya selang kangan...Ya kan...
"He eh.... Biar mereka tahu,betapa nikmatnya bila memasuki celah lubang itu..." suara Jalu.
"Sandi gimana pakde...
"Tanyakan aja sendiri sama orangnya...Aku malas memberi tahumu...Soalnya kamu gak asik..." suara Jalu.
"Kalau gak asik...Kenapa ngobrol sama aku....
"Gimana ya...Aku itu merasa tertantang aja... Apakah kamu bisa terjerumus dengan ucapanku apa enggak..." suara Jalu.
"Gak bakal aku terjerumus pakde...Sebab aku sudah mendapat pelajaran dari ustadzku....
"Kecuali aku gak belajar agama...Aku akan terjerumus ucapan pakde..
"Iya juga seh...Oh iya...Wajah ibumu itu apakah masih nampak muda Bay" suara Jalu.
"Iya...Seperti cewek berumur 19 tahun lah..
"Wuuiih... Berarti kekuatan mata pelangi milikmu istimewa ya... Seandainya aku juga memilikinya..." suara Jalu.
"Untung saja pakde gak punya,kalau punya bisa - bisa ribuan gadis pakde mesumin...
"Jancook..."suara Jalu.
"Ha....Ha...Ha....Ha...Ha...Ha..." suara Sekar.
Tiba - tiba Bayu teringat tentang ulang tahun Hinata yang jatuh besok hari.
"Kasih kado apa ya ke Ayu...
"Perhiasan...Dia dah punya...
"Apa ya...
"Hem......
"Tanyakan ke orang tuanya Bay..." suara Sekar.
"Aaah...Iya mbak..Betul itu...Aku akan tanya ke ayahnya..Apa yang paling ia suka...Suwun mbak cantik..
"Sama - sama ganteng..." suara Sekar.
Bayu mengirim pesan ke ayahnya Hinata memakai bahasa inggris.
Setelah itu Bayu berjalan keluar kamar,
Bayu berniat berjalan ke ruang shalat,akan tetapi kakinya melangkah menuju kamar Sulis. Begitu di depan pintu kamar.
"Loh...Kok aku di depan kamar Sulis...
Tiba - tiba ia teringat tentang ucapan Sulis yang ingin mati. Lalu Bayu mengetuk pintu kamar Sulis.
Tok....Tok...Tok...
"Lis...
"Tok...Tok.....Tok...
"Sulis.....
"Jangan - jangan...
Bayu memegang tuas pintu kamar,lalu menekannya karena khawatir Sulis berbuat nekat.
Ceklek....Kriiiieeet....
Bayu melihat ke dalam kamar,Sulis tak ada di dalam kamarnya.
Hapenya berdering nada pesan.
"Liiis....
Tak ada jawaban.
Bayu menutup kembali pintu kamar,lalu mengecek hapenya . Ia melihat pesan dari ayah Hinata,bahwa Hinata sangat menyukai hewan Panda,Mawar Putih,dan Jalan - jalan menikmati makanan kuliner.
"Ooo...Ayu menyukai itu to..
Bayu mengirim pesan ke pak Adi,untuk mencarikan bunga mawar putih dan kue ulang tahun untuk Ultah Ayu.
Setelah itu Bayu mengantongi hapenya.
"Sulis kemana ya....Apa dia di gazebo...
Bayu berjalan menuju Gazebo.
Sesampai Bayu di pintu luar,ia melihat dari kejauhan,ada seorang wanita memakai jilbab duduk sendirian di Gazebo.
"Rupanya dia di sana..
Bayu berjalan menghampiri Sulis.
Setelah sampai di Gazebo,Bayu melihat Sulis menundukkan kepala,kakinya di ayunkan.
"Lis....
Sulis mendongakkan kepala,lalu menundukkan kepalanya lagi.
Bayu duduk di samping Sulis sambil menjaga jarak.
"Kenapa murung Lis...
"Kan habis bertemu sama orang tuamu,dan ayahmu tak marah lagi dengamu...
"Kalau ada masalah...Cerita padaku...Siapa tahu aku bisa membantumu...
Sulis diam tak menjawab.
"Ya sudah kalau gak mau bicara lagi sama aku..." ucap Bayu.
Bayu berdiri lalu berjalan.
Baru 3 langkah berjalan.
"Mas....
Bayu menghentikan langkahnya,lalu menoleh ke Sulis,Sulis masih menundukkan kepala.
"Bisa daftarin aku gak mas..." ucap Khalisa.
"Daftarin apa Lis?" ucap Bayu.
"Naik haji mas..." ucap Sulis.
"Ooo...Naik haji ta... Iya nanti aku daftarin..." ucap Bayu.
Tiba - tiba Khalisa dan Diana datang menghampiri.Mereka masih memakai seragam kuliah.
Khalisa dan Diana mencium tangan Bayu.
"Lis..." ucap Khalisa.
Sulis mendongakkan kepala,ia memasang wajah biasa saja..
"Iya Put..." ucap Sulis.
"Kemarin gimana?" ucap Khalisa.
Sulis menceritakan apa yang terjadi bertemu dengan ayahnya.
Tapi tak menceritakan saat ia memeluk Bayu.
"Syukurlah kalau ayahmu tidak marah lagi denganmu...Jika kita ikut. Mungkin akan berbeda lagi ceritanya... Makanya kita sengaja gak ikut Lis..." ucap Khalisa.
Sulis berdiri lalu memeluk Khalisa
"Makasih ya Put..." ucap Sulis.
"Sama - sama...." ucap Khalisa.
Kemudian Sulis memeluk Diana.
"Kita ngobrol di atas yuk Put..." ucap Khalisa.
"Ayook..." ucap Sulis.
"Besok ultahnya Ayu..." ucap Bayu.
"Eh....!!!??? Mereka terkejut.
"Serius yank..." ucap Diana.
"Iya...Aku serius yank...Aku dah pesan kue Ultah dan bunga mawar putih untuk di berikan tengah malam nanti..
"Ayu suka melihat panda,Mawar putih dan makan jajanan Kuliner..
"Berhubung puasa dan sekolah,maka aku pesan mawar putih saja..." ucap Bayu.
"Kenapa mas baru kasih tahu sekarang..." ucap Khalisa.
"Baru ingat dek....Untung saja gak kelewatan..." ucap Bayu.
"Hem...Ya sudah kalau gitu mas...Kita tinggal dulu ya mas.." ucap Khalisa.
"Iya dek..." ucap Bayu.
Mereka berjalan meninggalkan Bayu sendirian di Gazebo.
***
Malam Harinya.
Pukul 23.50.
Nampak Bayu di samping Hinata yang terlelap tidur tak memakai pakaian,karena habis bercinta dengan Bayu.
Bayu yang sengaja tak tidur,ia turun dari tempat tidurnya secara perlahan agar Hinata tak terbangun,Lalu memakai pakaian kemudian keluar kamar secara perlahan.
Saat Bayu membuka pintu,nampak Khalisa dan Diana menunggu di depan kamar .Di sebelah mereka ada kue ulang tahun, seikat bunga mawar putih,teh kotak dan botol Aqua di kereta dorong.
"Mas...Ayunya dah tidur kah?" ucap Khalisa lirih.
"Sudah dek...Jangan kagetin dia ya...Soalnya di bawah bantalnya dia ada senjata Kunai dan Shuriken,jika dia kaget... Takutnya dia reflek memakai senjata itu." ucap Bayu. lirih.
"Iya mas..." ucap Khalisa.
"Iya sayang.." ucap Diana.
Mereka kemudian masuk kedalam secara diam - diam.
Bayu menutup pintu dan menguncinya.
Mereka berjalan ke dekat Hinata diam tak bicara.
Begitu jam 12 malam,Bayu menyalakan lilinya.Lalu membangunkan Hinata pelan - pelan,agar tak kaget.
"Yomesan...
"Sayang...." ucap Bayu
"Ada apa Shujin..." ucap Hinata sambil memejamkan matanya.
"Maen lagi gak...?" ucap Bayu.
"Ngantuk...." ucap Hinata.
Bayu mendekatkan wajahnya ke telinga Hinata.
"Selamat ulang tahun Yomesan..." ucap Bayu lalu menjauh.
Hinata membuka matanya.Ia melihat Bayu,Khalisa dan Diana serta ada kue ulang tahun mawar putih.
Hinata terbangun dari tidurnya.
"Selamat ulang tahun...🎶
"Selamat ulang tahuun...🎶
"Selamat ulang tahuun Nur Ayu Hinata Kakashi..🎶
"Selamat ulaaang tahuun...🎶
"Tiup...Lilinnya...Tiup Lilinya...🎶
Bayu memegang kue Ultah kemudian mendekatkan ke Hinata untuk meniup lilin.
"Tiup lilinnya sekarang Juga...🎶
"Sekarang Juga....🎶" ucap Bayu,Khalisa dan Diana bernyanyi.
Hinata meniup lilin tersebut.
"Baru kali ini aku lihat yang meniup kue ulang tahun tak memakai pakaian..." ucap Diana.
"Eh....!!!???Hinata terkejut dan tersadar,bahwa dirinya belum memakai pakaiannya.Hinata menarik selimutnya untuk menutupi tubuhnya.
"Ha....Ha....Ha....Ha....Ha....Ha.... mereka tertawa.
"Gak usah di tutup - tutupi dik Ayu...Kan kita sudah melihat kepunyaannya masing - masing." ucap Khalisa.
"Maluu jika aku saja yang telanjang,kalian tidak..." ucap Hinata.
"Ya sudah...Biar adil aku juga akan membuka pakaianku.." ucap Khalisa.
Lantas Khalisa dan Diana melepas pakaiannya.
"Mas juga buka dong.." ucap Khalisa.
"Iya dek..." ucap Bayu lalu meletakkan kue ultah di kereta dorong,kemudian melepas pakaiannya.
Setelah semua tak memakai pakaian,Hinata membuka kain selimutnya.
"Nah...Sekarang potong kuenya..." ucap Khalisa.
Hinata turun dari tempat tidur,lalu memotong kue ultah.Ia memberikan potongan pertama ke Bayu,lalu Khalisa,dan terakhir Diana.
Mereka duduk di tepi tempat tidur.
"Aku tak menyangka dan baru kali ini merayakan ulang tahun seperti ini...
"Biasanya itu pakaiannya serba bagus dan cantik... Ini malah gak pakai sama sekali.." ucap Khalisa.
"Sama....Untung saja kita suami istri...Jadi gak masalah..." ucap Bayu.
"Kita foto yuk..." ucap Hinata.
"Heeeeeeh.....!!!??
"Jangaaaaaaaaan....." ucap Bayu,Khalisa dan Diana serempak.
"Asem...Malah minta foto...Kalau dilihat orang lain bisa berabe..." ucap Bayu dalam hati.
"Shujin kok tahu aku suka mawar putih?" ucap Hinata penasaran.
"Kan aku suamimu sayang...Jadi ya tahulah..." ucap Bayu.
"Kalau kesukaanku sayang tahu gak..?" ucap Diana.
"Eeee....Ituuuu..." ucap Bayu tak bisa menjawab sambil menggarukkan kepala meskipun tak gatal..
"Jiangkreeek....Mana aku tahu...Aku tahunya hari lahir dia aja.." ucap Bayu dalam hati.
"Sayang gak tahu ya...Apa sayang gak cinta sama aku.." ucap Diana tiba - tiba sedih karena Bayu tak mengetahui apa yang ia sukai.
"Maaf yank....Aku tahu kesukaan Hinata dari ayahnya....
"Nanti aku akan tanya pada ibu sayang..." ucap Bayu.
"Hal yang paling aku sukai itu adalah bersamamu sayang...Karena sayang adalah separuh nafasku dan nyawaku.." ucap Diana.
"Mas...Kalau begini...Adek jadi pengen..." ucap Khalisa.
"Besok ngantuk yank...Besok saja gimana...Lagian sudah jam setengah satu.." ucap Bayu.
"Ya udah deh...." ucap Khalisa.
Setelah mereka makan dan minum,mereka pergi ke kamar mandi untuk gosok gigi.
Setelah itu mereka tidur bersama tak memakai pakaian,hanya selimut untuk menghangatkan tubuh mereka.
Bayu berada di antara Diana dan Khalisa.
Khalisa memegang dedeknya Bayu,dan memainkannya.
Bayu menoleh ke Khalisa.
"Dek...Besok malam aja ya..." ucap Bayu lirih."
"Iya mas...Adek pengen pegang saja, pegang juga dong punya adek mas..." ucap Khalisa lirih.
Bayu memegang goa Khalisa, lalu memejamkan matanya tanpa memainkan jarinya.Tak lama kumudian Bayu tertidur.
Pukul 3.25.
Bayu membuka mata lalu melihat jam tanganya,kemudian menyingkirkan tangan Diana dan Khalisa,untuk menuju kamar mandi.
Selesai Bayu mandi, Bayu membangunkan ke tiga istrinya.
***
Di meja makan.
Hinata tiba bersama Bayu,Diana dan Khalisa.
Hinata melihat teman - teman Bayu berdiri berbaris,Lukman memegang boneka panda yang besar.
"Selamat ulang Tahun Ayuuu...." ucap teman - teman Bayu,bu Intan ibunya Bayu dan Melisa.
"Terima kasih semuanya..."ucap Hinata lalu membungkuk.
Lukman memberikan boneka panda tersebut ke Hinata.
"Ini kado dari kami Ayu.." ucap Lukman.
"Hai..." ucap Hinata
***
Pagi harinya.
Bayu berjalan memgambil sepeda motor dan Helm,karena Hinata ingin ke sekolah naik sepeda motor.
Setelah itu menghampiri Hinata yang berada di teras,Bayu memakaikan Helm ke Hinata,kemudian mereka naik ke sepeda motor Legenda.Hinata memeluk Bayu kemudian menjalankan sepeda motornya.
Di perjalanan
"Shujin..." ucap Hinata
"Iya " ucap Bayu.
"Terima kasih,aku mencintaimu..." ucap Hinata,lalu kepalanya disenderkan di punggung Bayu.
" Aku juga memcintaimu.." ucap Bayu.
Setwlah menempuh perjalanan,akhirnya Bayu sampai di sekolahnya Hinata.
Bayu melepas Helmnya Hinata kumudian Hinata mencium tangan Bayu.
"Jangan nakal ya sayang...Kalau ada yang mengganggu,panggil saja penjaga...Biar penjaga yang memyelesaikan.." ucap Bayu.
"Hai...." ucap Hinata.
Bayu menjalankan motor legendanya menuju kampus.
Di Kampus.
Bayu memarkirkan sepeda motor,muncul Alex dan Gery mengendarai motornya.
"Tumben lu naik motor..." ucap Alex.
"Istriku pengen naik motor Lex.." ucap Bayu.
Kemudian Bayu berjalan bersama Alex dan Gery.
"Kenapa lu kemarin gak masuk?" ucap Alex.
"Aku ke Jogja Lex..." ucap Bayu.
"Ngapain lu Ke Jogja..." ucap Alex.
"Gakpapa,pengen jalan - jalan aja.." ucap Bayu.
"Sulis juga gak masuk...Apa lu sama Sulis?" ucap Alex.
"Iya...Aku sama Sulis, ke rumahnya Sulis..." ucap Bayu.
"Ooo...Begitu...
"Oh iya...Sore nanti lu ada acara gak?" ucap Alex.
"Ada...Tiap sore aku les..Emang kenapa Lex?" ucap Bayu.
"Gini...Di kampus kita kan selalu ada penjaga,jadi aman dari pihak luar,tak ada bentrokan..
"Terus di kampus lainnya kadang sering tawuran..Kadang masih 1 bendera aja masih tawuran.." ucap Alex.
"Dari Universitas lain mengejek kampus kita,yang katanya anak mami,yang selalu di jaga...Mereka menantang kita untuk duel..." ucap Alex.
"Jangan di ladenin Lex...Kalau di ladenin,takutnya yang tak bisa berkelahi kena sasaran dari mereka karena tak terima..."ucap Bayu.
"Gue ini pentolan geng SMA N 10 Bay..Siapa yang menantang gue,maka gua akan lawan.." ucap Alex.
"Pentolan Bakso apa pentolan siomay..?" ucap Bayu.
"Ha....Ha....Ha....Ha...Ha... Gery tertawa.
"Bajingan...Pentolan yang di maksud itu gue jadi ketua preman di SMA N 10... Gak ada yang berani lawan gue di sekolahan,ada yang ngajak duel maka gue lawan..." ucap Alex.
"Kenapa tantang duel panco sama aku kok kamu kalah?" ucap Bayu.
"Nah itu...Gue gak tahu...Padahal badan gue lebih besar dari badan lu..Kok lu kuat gitu Bay?" ucap Alex penasaran.
Mereka berpas - passan dengan bu Eva saat mau masuk ke kelas.
"Monggo bu..." ucap Bayu sambil memainkan tangannya mempersilahkan bu Eva masuk lebih dulu.
Bu Eva masuk lalu di ikuti Bayu,Alex dan Gery.
Bayu berjalan ke kursi lalu duduk.
Bu Eva melihat ke arah Bayu,dan Bayu melihat ke arah bu Eva,pandangan mereka saling bertemu.
Bayu tersenyum dan mengangggukkan kepala setelah itu memalingkan wajahnya.
"Asssalam mua'alaikum warah matullahi wabarakatuh.." ucap bu Eva memulai mengajar.
"Wa'alaikum salam warah matullahi wabarakatuh..." ucap semua orang.
"Selamat pagi semuanya..." ucap bu Eva.
"Selamat pagii bu.. " ucap semua orang.
Bu Eva mulai mengabsen.
"Vi..." ucap Bayu pelan.
Vivi menoleh ke Bayu.
"Iya Bay..." ucap Vivi lirih.
"Bawa buku gambar kah...?" ucap Bayu.
"Bawa..." ucap Vivi.
"Minta satu lembar boleh....." ucap Bayu.
Vivi mengambil buku gambar,lalu di berikan pada Bayu.
"Ambil aja Bay..." ucap Vivi.
"Suwun Yo..." ucap Bayu.
Bayu mulai menggambar dosennya. Meskipun baru sekali lihat,Bayu sudah menghapalnya.
Ia lakukan itu karena karena dirinya tak masuk kuliah bersama Sulis.
"Muhammad Bayu Samudra " ucap bu Eva.
"Hadir bu...." ucap Bayu sambil menggambar.
"Mas gambar siapa?" ucap Khalisa pelan.
"Bu Eva dek...Buat hadiah...Soalnya mas kemarin gak masuk.." ucap Bayu pelan.
Selesai mengabsen,bu Eva mulai menerangkan mata pelajarannya.
Bayu melihat ke depan lalu lanjut menggambar,Lalu melihat depan lagi begitu seterusnya.Seolah -olah Bayu sedaang mencatat,padahal menggambar.
Setelah pelajaran selesai.
"Kumpulkan tugas yang ibu berikan...Jika tak mengumpulkan,kalian tahu sendiri kan hukumannya.." ucap bu Eva.
Bayu mengeluarkan buku tugasnya.Meskipun ia tak masuk,masih ada Khalisa yang masuk kuliah. Jadi tak khawatir bila ada tugas,sebab hukumannya yang di berikan oelh bu Eva itu mengulang kembali dari awal.
"Mana bukumu dek..." ucap Bayu.
"Ini mas..." ucap Khalisa sambil menyerahkan buku tugasnya.
Bayu menyelipkan kertas gambar di bukunya.Lalu berdiri.
"Lis...Mana bukumu.." ucap Bayu.
Sulis menyerahkan bukunya ke Bayu tanpa bicara.
"Bay...Aku titip..." ucap Vivi sambil menyerahkan buku tugasnya.
Bayu berjalan ke depan kelas,kemudian meletakkan buku itu di meja.
"Bayu..." ucap bu Eva.
"Iya bu..." ucap Bayu.
"Nanti bawakan buku ini ke mejaku.." ucap bu Eva.
"Siap bu..." ucap Bayu.
Bu Eva berdiri lalu berjalan menuju ruang dosen.
Setelah semua mengumpulkan buku,Bayu mengambil tumpukan buku tersebut lalu berjalan ke arah ruang dosennya.
Alex menghampiri Bayu.
"Bay...Lu belum jawab pertanyaan gue..
"Kok lu bisa kuat gitu...Padahal badan gue besar,sedangkan lu biasa aja.." ucap Alex heran dan penasaran.
"Aku pernah jadi kuli angkut beras Lex...
"Angkutin beras dari gudang ke truk.." ucap Bayu.
"Seriuuus...!! " ucap Alex tak percaya.
Sebab ia melihat Bayu anak orang kaya,yang selalu di kawal oleh penjaga membawa senjata api.
"Ya aku serius...gak ada gunanya aku bohongin kamu...Yang ada malah dosaku bertambah..." ucap Bayu.
"Lu mau ikut gue gak?" ucap Alex.
"Ikut kemana Lex?" ucap Bayu.
"Bergabung dengan geng Lion Kings..." ucap Alex.
Bayu berhenti 3 meter di dekat pintu ruang Dosen.
"Geng Lion Kings??Geng motor kah?" ucap Bayu.
"Bukan...Geng Lion Kings itu nama kelompok para begundal di kampus kita...
"Hari Minggu siang kita kumpul di rumah Sambo..." ucap Alex.
"Kalau kamu gak ikut gimana?" ucap Bayu.
"Kampus kita di cap sebagai pengecut..." ucap Alex.
"Apakah kamu saja yang ikut?" ucap Bayu.
"Banyak Bay....,Ada Alim,Candra, Joko,Rido,Bagas, Kenthir, Samuel, Wendi, Sambo, Kirana dan beberapa anak yang ada di fakultas lainnya..." ucap Alex.
"Mereka itu satu Fakultas dengan kita apa beda Fakultas Lex?" ucap Bayu tak memgenali nama - nama yang di sebutkan oleh Alex.
"Mereka beda Fakultas Bay.... Lu mau ikut gak?" ucap Alex.
"Aku nonton aja, Jika kamu sampai cidera parah,aku akan bantai mereka..." ucap Bayu.
"Buset dah...Emang lu sanggup?" ucap Alex.
"Insya Allah aku sanggup....
"Aku ke dalam dulu Lex.." ucap Bayu lalu berjalan masuk ke dalam ruang Dosen.
Sesampai di meja bu Eva,nampak bu Eva menundukkan kepalanya.
Bayu meletakkan buku di meja,bu Eva mendongakkan kepala,rupanya dia minum teh Kotak.
"Dia gak puasa..." ucap Bayu dalam hati.
Bu Eva meletakkan teh Kotak di laci
"Terima kasih pak Kyai..." ucap bu Eva.
"Sama - sama bu...Saya bukan seorang Kyai bu..." ucap Bayu.
"Kenapa penjaga pesantren manggil kamu pak Kyai?" ucap bu Eva.
" Ya gak tahu bu...Kalau ibu mau ikut mengaji di situ ya monggo...
"Saya balik ke kelas bu.." ucap Bayu lalu berjalan ke kelasnya.
Sesampainya di kelas,Bayu duduk di kursinya.
"Mas....Besok gantian ya..." ucap Khalisa.
"Gantian apa dek?" ucap Bayu belum paham.
"Naik motor seperti Ayu.."ucap Khalisa.
"Iya sayang..." ucap Bayu.
Tak terasa jam kuliah telah selesai,Bayu mendapat pesan dari bu Eva.
From bu Eva.
Terima kasih atas oleh - olehnya.Aku sangat suka dengan lukisanmu..Karena ini adalah hari ulang tahunku.
"Lah dalah... Mana aku tahu dia ulang tahun.." ucap Bayu dalam hati.
Bayu membalas pesan dosennya.
To bu Eva.
Sama - sama bu...Maaf,saya tidak tahu jika ibu lagi ulang tahun.Selamat ulang tahu bu. Semoga panjang umur dan sehat selalu.
Bayu mengirim pesannya. kemudian berdiri.
Seperti biasa,Alex menggendong Bayu sampai ke parkiran.
"Jangan bicara soal duel di depan istriku Lex.." ucap Bayu lirih.
"Iya...." ucap Alex.
Setelah sampai di parkiran sepeda motor,Bayu turun dari punggung Alex.
"Sakit gak Lex?" ucap Bayu.
"Kagak...
"Bay...Lu jadi ikut kumpul apa enggak sore ini?" ucap Alex.
"Ngumpul di mana?" ucap Bayu.
"Di rumahnya Sambo..." ucap Alex.
Para mahasiswi melihat ke arah Bayu,tapi Bayu cuek saja tak melihat mahasiswi tersebut.
"Sambo itu siapa?" ucap Bayu.
"Sambo itu ketua geng Lion Kings..." ucap Alex.
"Kamu pernah duel sama dia apa belum Lex?" ucap Bayu.
"Sudah...Dan gue kalah tipis" ucap Alex.
"Kapan kamu berkelahi?" ucap Bayu.
"Saat lu gak ada masuk yang banyak alpanya itu..." ucap Alex.
"Di kampus ini ada premannya kah Lex.." ucap Bayu.
"Bukan preman,tapi jagoan...Hanya saja tak berani menunjukkan diri di kampus,jika menunjukkan diri maka penjaga kampus akan bertindak tegas,karena berbuat onar " ucap Alex.
"Buset dah...Rupanya di sini juga ada premannya ta" ucap Bayu dalam hati.
"Kamu tahu dari mana jika Sambo ketua geng kampus ini?" ucap Bayu heran.
"Dari teman - teman...Soalnya dulu kampus ini pernah ikut tawuran antar universitas lain... Terus ketuanya si Dregs ,Dregs di takuti oleh Universitas lain,setiap aksinya mengakibatkam banyak jatuh korban dari pihak lawan...
"Lalu ada anak dari keluarga Han kuliah di sini,sehingga kampus ini mendapat penjagaan.
"Anak dari keluarga Han itu awalnya pendiam,begitu di ganggu oleh gengnya Dregs..
"Anak dari keluarga Han itu menghajar,hingga membuat babak belur,Dregs juga ikut di hajar.
Pengawalnya hanya sebagai wasit..
"Setelah itu geng Dregs gak berani macam - macam dengan anak keluarga Han,
"Dregs mencoba merangkul anak Han tersebut,tapi anak keluarga Han gak mau ikut,karena dirinya fokus kuliah.
"Wuiih...Keluargaku jago juga ya..." ucap Bayu dalam hati.
"Siapa namanya Lex?" ucap Bayu penasaran
"Kalau gak salah Zhang wei li Han...
"Lu kenal gak Bay? " ucap Alex.
"Kenal...Tapi jarang ketemu.." ucap Bayu.
"Oh iya Bay... Gue kan dengar dari teman - teman,lu ini pacaran sama Mei Lien...
"Lalu lu nikah sama Khalisa..
"Terus gue pernah lihat Mei Lien pakai jilbab .
"Nah yang jadi pertanyaan gue..Mei Lien masuk islam itu apakah lu juga menikah dengan Mei Lien?" ucap Alex.
"Buset dah...Seperti detektif aja neh si Alex.." ucap Bayu dalam hati.
"Iya...Aku menikah dengan Mei Lien." ucap Bayu.
"Serius...!!! ucap Alex dan Gery tak percaya.
"Iya aku serius..." ucap Bayu.
"Bajingaan....Kok bisa lu nikahin Mei Lien?
"Apa jangan - jangan kamu hamilin dia dulu?" ucap Alex.
"Ngawur... Jangankan hamilin Lex..Lihat cewek berpakaian minim aja aku langsung memalingkan wajahku..." ucap Bayu.
"Istri lu ada 2 dong Bay.." ucap Gery.
"Kok bisa seh lu dapetin Mei Lien Han yang selalu di kawal sama penjaganya?
" Padahal selama gue lihat,lu itu hanya bergaul sama Sulis,Lukman,Daniel dan Bimo aja.. " ucap Alex heran dan penasaran.
"Lah...Dia sendiri yang ngejar - ngejar aku Lex...Dan itu karena ulah Kevin..." ucap Bayu.
"Kevin...???
"Kevin itu siapa?" ucap Alex.
"Kevin itu nama kucingnya dia...Teman - temanku manggil kevin,gak mau datang,begitu Aku manggil,si Kevin langsung datang..Terus dia jengkel,tiap bertemu pasti Kevin dalangnya..."ucap Bayu.
"Lu di pukulin sama penjaganya apa enggak Bay? "ucap Alex.
"Hampir Lex..." ucap Bayu.
"Lu pakai pelet apa seh Bay agar Mei Lien suka sama lu?" ucap Alex.
"Aku pakai cara khusus Lex...Agar cewek yang menjadi targetku itu memgejarku..." ucap Bayu.
"Bay...Kasih tahu dong caranya gimana,biar cewek yang gue incar mengejar gue." ucap Gery.
"Gampang..Kamu pergi ke pasar beli bunga mawar 5 biji ,melati 5 biji,kenaga 10 biji,bunga kantil 10 biji.
"Terus... Ambil air dari sumber mata air 7 tempat yang berbeda,Lalu percikkan air ke bunga.
Alex dan Gery diam menyimak.
"Setelah itu sebut nama targetmu jangan lupa nama ayahnya 7 kali di depan bunga itu...Lalu makan 7 lembar bunga mawar...
"Kemudian..Temui targetmu colek kotoran hewan,lalu tempelkan di hidungnya,di jamin cewek itu akan mengejarmu..." ucap Bayu.
"Anjeeeeng..." ucap Gery.
"Bangsaaaat.....Bajingaan... Gue dah serius dengarnya malah bercanda... Waaasuuuuu..." ucap Alex dongkol.
"Ha....Ha...Ha...Ha....Ha...Ha....Ha... Bayu tertawa.
"Loh...Aku serius loh...Coba kamu praktekkan Ger... Pasti kamu akan di kejar sama cewek yang kamu suka..." ucap Bayu.
"Anjeeng...Itu bukan ngejar karena suka,tapi ngejar karena marah tak terima hidungnya di kasih kotoran hewan.." ucap Gery.
"Yang pentingkan di kejar..." ucap Bayu.
"Bajingaaan...." ucap Gery.
Ha...Ha.....Ha....Ha....Ha...Ha...Ha... Bayu tertawa.
"Eh....Ger...
"Yang di katakan ketan putih ada benarnya..Kan lu minta agar cewek incaran lu itu mengejar lu..." ucap Alex.
"Iya juga seh..." ucap Gery.
"Berarti lu ini masuk dalam keluarga Han Bay..Kan Mei Lien jadi istri lu?" ucap Alex.
"Iya...Dah dulu ya...Aku pergi dulu Lex..Ger...Bentar lagi dzuhur..." ucap Bayu.
"Minggu nanti kumpul ya kalau gak bisa sore ini" ucap Alex.
"Insya Allah kalau gak ada halangan Lex.." ucap Bayu.
Bayu menaiki sepeda motornya menuju sekolah Hinata untuk shalat Dzuhur.
Setelah Bayu pergi meninggalkan parkiran.
"Lex...Lu yakin ngajakin Bayu tuk bergabung?" ucap Gery.
"Gue yakin lah...Dan gue yakin kelompok kita jadi kuat karena Bayu masuk dalam keluarga Han..Di tambah Bayu sangat kuat...Kemungkinan Sambo kalah melawan Bayu jika adu fisik.." ucap Alex.
"Filingku gak enak seh..." ucap Gery.
"Gak enak gimana?" ucap Alex.
"Dia itu seperti anggota keluarga Han,diam seperti kucing,tapi kalau di ganggu akan menjadi singa..." ucap Gery.
----***----
Setelah sampai di sekolahannya Hinata,Bayu berjalan menuju mushalla di temani seorang pengawal.
"Pasti dia muncul lagi" ucap Bayu dalam hati.
"Siapa yang muncul Bay?" suara Jalu.
"Pendekar mesum...." ucap Bayu dalam hati.
"Ha....Ha....Ha...Ha...Ha...Ha..." suara Sekar.
"Bajingan....Mending gak aku sahutin tadi..." suara Jalu dongkol.
Bayu berjalan ke tempat wudhu pria.
Setelah itu berjalan masuk kedalam Mushalla.
Bayu melihat 10 menit lagi waktu shalat Dzuhur.
Tak lama kemudian berdatangan Siswa dan siswi ke mushalla.Hinata melihat Bayu duduk paling depan.
Seorang Pria dewasa memakai songkok hitam masuk ke dalam mushalla.
Saat waktu shalat Dzuhur tiba,seorang siswa mengumandangkan adzan.
Selesai menjalankan shalat dan berdoa,Hinata menghampiri Bayu yang masih duduk. Ia menutup mata Bayu.
Bayu mengenali parfum yang di pakai oleh Hinata.
Aksi Hinata di lihat oleh beberapa orang siswa yang belum keluar dari dalam mushalla.
"Yomesan..." ucap Bayu.
"Shujin kok tahu..." ucap Hinata lalu melepaskan tangannya dari wajah Bayu.
"Ya tahulah....
Hinata duduk di samping Bayu.
"Nanti aku akan menunggu shujin di sini.." ucap Bayu.
"Di larang pacaran di dalam mushalla apa lagi ini bulan puasa" celutuk seorang siswa.
"Di larang iri bila belum mempunyai istri..."ucap Bayu.
"Di kasih tahu kok ngeyel..." ucap siswa itu lagi.
Bayu membalikkan badannya lalu melihat ke siswa yang bicara.
"Emang kamu tahu dia ini siapaku?" ucap Bayu.
"Dia pacar lu kan.." ucap siswa itu.
"Bulan puasa gak boleh memfitnah orang, neraka balasannya... Dia ini istriku...
"Kalau iri bilang aja iri....
Siswa itu terkejut dan diam tak bisa menjawab ucapan Bayu.
"Saya mau tanya,apakah salah jika istri menghampiri suaminya meskipun di bulan puasa...
Siswa itu diam tak menjawab.
"Ayoo jawab...Jangan diam saja.." ucap Bayu.
Bayu mengambil 2 Shuriken di tas lalu melempar 1 Shuriken ke plafon.
Wuuut....Duuuk...
Siswa itu melihat plafon yang tadi berbunyi,ia melihat sebuah besi menancap di plafon.
Pria dewasa yang menjadi imam berdiri lalu menghampiri Siswa tersebut.
" A....A...Abang gak salah......"ucap siswa itu.
"Nah itu tahu...Lain kali jaga ucapanmu..Karena ucapanmu bisa - bisa nyawamu bisa melayang...Karena memfitnah orang...
"Jika bukan karena bulan puasa,aku sudah membunuhmu karena memfitnah aku dan Ayu di depan teman - temanmu" ucap Bayu.
"Eh....!!!?? Siswa itu terkejut.
"Maju sana dan minta maaf,..." ucap pria itu.
Siswa itu maju menghampiri Bayu.Lalu menyodorkan tanggannya yang gemetaran itu karena ketakutan.
"Bang...Gu....Gu..Gue minta maaf.." ucap Siswa itu.
Bayu menyambut tangan siswa tersebut.
"Iya aku maafin,lain kali jangan kamu ulangi" ucap Bayu.
"Iya Bang..." ucap siswa itu lalu pergi.
Pria dewasa itu berjalan menghampiri Bayu lalu duduk.
"Maafkan atas tingkah laku mereka pak." ucap pria itu.
"Iya pak...Sudah aku maafin,jika saja dia tetap diam,mungkin Shurikenku ini menancap di mulutnya yang telah memfitnah saya dan istri saya." ucap Bayu sambil menunjukkan Shuriken.
"Jangan pak...Mereka belum mengerti sepenuhnya.." ucap pria itu.
"Kasih tahu lagi mereka pak...Jangan suka mengucapkan sesuatu yang belum tentu itu kebenaran..." ucap Bayu.
"Iya pak.." ucap pria itu.
"Oh iya Yomesan..Nanti Yomesan pulang jam berapa..?" ucap Bayu.
"Jam setengah dua shujin..." ucap Hinata.
"Ooo...Begitu..." ucap Bayu.
"Saya permisi dulu pak.." ucap pria itu.
"Iya pak..." ucap Bayu.
"Mengganggu saja.." ucap Bayu dalam hati.
"Apakah masih ada yang memggangu yomesan? " ucap Bayu.
"Gak ada shujin,mereka takut sama aku.." ucap Hinata.
"Gimana gak takut,lha wong di hajar sampai pingsan kok" ucap Bayu dalam hati.
"Syukurlah..Tadi itu teman sekelasmu apa bukan ." ucap Bayu.
"Bukan.. " ucap Hinata.
"Aku balik ke kelas dulu ya shujin.." ucap Hinata.
"Iya sayang..." ucap Bayu
Hinata mencium tangan Bayu. Lalu berjalan keluar.
Bayu berjalan ke luar.Kemudian duduk di teras mushalla.
"Pak...Nanti bangunin aku jika istriku datang.." ucap Bayu.
"Siap bos...." ucap pengawal.
Tak terasa waktu cepat berlalu,Hinata berjalan bersama 2 pengawal berjalan..
Pengawal yang menjaga Bayu lantas membangunkan Bayu.
"Bos....Banguun..." ucap pengawal.
Bayu yang berebah di lantai,membuka matanya,lalu bangun.
Hoooaaaam...
Bayu menoleh ke kakan dan ke kiri. Lalu melihat Hinata bersama pengawal.
"Ayo shujin...kita pulang..." ucap Hinata.
"Ayoo..." ucap Bayu.
Mereka kemudian berjalan menuju parkiran motor.