SANG PENERUS.

SANG PENERUS.
MENGUNJUNGI MAKAM IBUNYA HINATA DAN KAKANYA HINATA


(Maaf 🙏🙏,Chapter kemarin yang update tanpa sengaja terhapus,ini author ketik lagi,ceritanya sama hanya saja kalimatnya sedikit berbeda. Soalnya malas liat lagi ketikan sebelumnya.)


Puku 3.10


Udara di luar sangat dingin,karena masih malam hari,dan juga sedang turun salju tapi tidak lebat. Seperti gerimis saat hujan air. Akan tetapi di daerah lain wikalah jepang sedang di landa hujan salju yang sangat lebat. Pemerintah jepang berjibaku membersihkan salju menggunakan peralatannya,agar jalanan dapat di lalui kendaraan.


Semalam Bayu tak bercinta dengan ke tiga istrinya,mereka langsung tidur.


Bayu membuka matanya karrna sudah terbiasa bangun sebelum subuh.,di samping kiri ada Diana,samping kanan ada Hinata.Ia menyingkirkan tangan Diana dan Hinata yang memeluk dirinya.


Lantai kamar terbuat dari kayu,hanya kamar mandi saja yang di keramik agar airnya tidak merembes ke lantai bawah.


Begitu tangan Hinata di singikirkan,ia terbangun.


"Jam berapa shujin?" ucap Hinata.


Bayu melihat jam tangannya .


"Jam 3.10 yomesan...."ucap Bayu.


Kemudian Bayu bangun lalu minum air putih,setelah itu ke kamar mandi untuk wudhu.


Setelah selesai wudhu,Bayu melihat Hinata juga bangun,lalu masuk dalam kamar mandi.


Bayu mengambil pakaian shalatnya,selesai memakai ia menggelar sajadahnya. Lalu shalat tahajud.


Tak lama kumudian Hinata muncul,ia juga mengambil perlengkapan shalat,setelah itu ia juga shalat tahajud.


Selesai Bayu melakukan wirid,ia pun berjalan ke arah jendela.


Nampak butiran putih turun dari langit.


"Hem..... Hujan salju...


"Jika di indonesia juga ada salju,pasti seru..." ucap Bayu dalam hati.


Hinata menghampiri Bayu.


"Shujin..." ucap Hinata.


"Iya yomesan..." ucap Bayu.


"Anoo...Ajarkan aku ilmu Rogoh Sukmo.." ucap Hinata bersikeras ingin bisa seperti Bayu.


Bayu menaruh kedua tangan di pundak Hinata.


"Sayang.....


"Bukannya aku gak mau mengajarimu...


"Ilmu ini sangat susah di pelajari..


"Tidak semudah yang shujin bayangkan...


"Satu lagi...


"Aku tak ingin kehilanganmu.." ucap Bayu berkata lembut. Ia tahu watak Hinata yang keras kepala,jika di larang tetap memaksa.


"Tapi....Aku ingin sekali bisa melakukannya.." ucap Hinata.


"Apakah yomesan ingin meninggalkanku sendirian jika yomesan gagal menjalankannya?...


Hinata menggelengkan kepala.


Bayu memeluk Hinata.


"Aku mencintai dan menyanyangimu...


"Aku gak mau kehilanganmu gara - gara mengajarkanmu ilmu Rogoh Sukmo..


"Jadi..Aku mohon padamu jangan memaksa ya sayang..." ucap Bayu.


"Baiklah..." ucap Hinata.


Bayu melepas pelukannya.


Emmmuaaachh... ( Bayu mencium pipi Hinata).


Kemuduian Bayu berjalan untuk mengambil celana panjang,sebab ia masih memakai sarung dan baju muslim.


Setelah memakai celana panjang,ia menaruh sarungnya seperti membawa tas selempang di pundaknya.


"Shujin mau lari pagi?" ucap Hinata.


"Enggak yomesan...


Dingin...Lagi pula aku tidak hapal daerah sini...Nanti nyasar...


"Aku mau buat teh saja"ucap Bayu.


"Tunggu shujin...Aku akan membuatkan teh untukmu..." ucap Hinata.


Hinata melepas mukena,lalu memakai celana panjang dan baju lengan panjang.


"Pakai gula ya sayang.." ucap Bayu.


"Iya.." ucap Hinata.


Tak lama kemudian Hinata dan Bayu keluar kamar menuju dapur.


Setelah sampai di dapur,Hinata merebus air dalam teko.


Bayu duduk di kursi,ia menggunakan ajian Rogoh Sukmo untuk melihat ke tiga temannya.


Setelah Bayu berada di kamar Daniel.


Bayu melihat Daniel tidur satu selimut dengan Harumi.,lalu Bayu berpindah ke kamar Lukman dan Bimo.


Lukman dan Bimo sama seperti Daniel.


Bayu memutuskan kembali lagi ke raganya.


"Hemm... Jika ku biarkan,aku berdosa...


"Jika ku marahi...Aku juga pernah melakukannya.." ucap Bayu dalam hati.


Bayu bingung,antara menegur sahabatnya yang berbuat zina atau membiarkannya.


Hinata menaruh gelas berisi teh di depan Bayu.


"Terima kasih istriku cantik..."ucap Bayu.


"Sama - sama shujinku yang ganteng..." ucap Hinata.


***


Pukul 5.52.


Setelah shalat subu,Bayu berada di jalan penghubung antar bangunan yang memakai bahan kayu,atapnya terbuat genteng duduk bersender pada tiang bangunan.Kakinya menjuntai ke bawah.


Di samping Bayu ada gelas berisi teh dan juga teko.


Bayu menggunakan ajian Taoak Geni untuk menghangatkan kembali air teh yang telah dingin. Ia memakai celana panjang,kaos tebal,di lehernya tedapat sarung.


Di depan Bayu terdapat tumpukan salju,tebalnya tak sampai 3cm.


Bayu turun,lalu melangkahkan kakinya untuk mengambil salju di atas tanah.


Saat kakinya menyentuh salju,Bayu merasakan dingin.


"Diampuut... koyok ngidek es batu... Adem tanan..


Bayu mengambil salju tersebut.


Salju itu seperti di dalam frezer kulkas.


Kemudian Bayu mencicipi salju itu karena penasaran akan rasanya. Begitu ia memakan salju tersebut,rasanya sama dengan saju didalam frezer. Lalu Bayu teringat jajanan di sekolah yaitu es serut,lalu di kasih sirup dan susu.


"Tinggal tambah sirop,sama susu..Jadi deh es kepal...


"Hemm...Tapi jika di tambah kacang merah,jeli,cincau ,kolang - kaling, santan dan roti..


"Taraaaa...Jado deh es campur...


Bayu kembali lagi ke tempat duduknya. Ia belum ada melihat ke tiga sahabatnya muncul.


Bayu mengeluarkan hape di kantongnya,lalu membuka folder memori kartu.


"Siaall... Aku harus beli kartu memori neh...


Kemudian Bayu membuka folder foto, lalu memghapus foto yang tidak terlalu penting.


Bayu mendengar langkah kaki,lalu suara langkah kaki mendekati dirinya.


Nampak Melisa berdiri di dekat Bayu memakai pakaian Kimono musim dingin.


"Kak...." ucap Melisa.


Bayu menoleh ke Melisa.


" Iya Mel..." ucap Bayu.


"Bagus gak kak..." ucap Melisa lalu memutar .


"Bagus...Adik jadi nampak sangat cantik dan imut...


Ingin rasanya Bayu mencubit pipi Melisa yang cantik dan imut,seperti Hinata.


Melisa mendekati wajah Bayu,lalu


Cuuuup....( Melisa mencium pipi Bayu).


"Main nyosor aja...Sudah mandi apa belum Mel?" ucap Bayu.


"Sudah dong kak..."ucap Melisa.


"Masa seh? Kok mukanya masih gitu mukanya" ucap Bayu.


"Ya masih lah kak,kalau hilang berarti Mel hantu" ucap Melisa.


Melisa melihat salju,kemudian turun mengambil salju tersebut.


"Kak...Kenapa salju di sini tidak tebal seperti di film?" ucap Melisa lalu mencairkan salju yang ia pegang dengan ajian Tapak Geni.


"Ya gak tahu aku Mel..." ucap Bayu.


Melisa kemudian duduk di samping Bayu,ia duduk menempel.


"Kak..." ucap Melisa.


"Iya Mel.." ucap Bayu.


"Ajarin Mel ilmu yang tadi malam kak...


"Mel ingin sekali bisa melakukannya.." ucap Melisa.


Bayu menoleh ke Melisa.


"Mel....


Melisa menoleh ke Bayu.


" Ilmu itu namanya akian rogoh sukmo..


"Jila ingin bisa melakukannya tak semudah seperti akian tapak geni yang dengan hanya puasa mutih saja...


"Berat tahu Mel...Aku saja hampir celaka bila tak di awasi oleh pakdeku...


Bayu merangkul Melisa.Lalu melihat ke depan


"Ayu saja juga ingin belajar ilmu itu.


Bayu melihat Daniel dan Harumi jalan bersama.


Daniel memakai pakaian tradisional jepang.



Ilustrasi Harumi.


"Lukman sama Bimo mana Niel?" ucap Bayu.


"Masih di kamar Bay..." ucap Daniel.


"Apa mereka masih ngentu ya..." ucap Bayu dalam hati.


Daniel dan Hinata duduk.


Lalu muncul Khalisa.


"Mas..." ucap Khalisa.


Bayu menoleh ke Khalisa.


"Iya dek.." ucap Bayu.


"Sarapannya sudah siap..." ucap Khalisa.


"Oke sayanh...


"Niel...Panggil Lukman dan Bimo...Kita sarapan sama - sama.." ucap Bayu.


"Siap...." ucap Daniel lalu berdiri kemudian berjalan ke arah kamar Lukman dan Bimo.


Harumi berdiri hendak ikut bersama Daniel.


"#Harumi san..." ucap Bayu.


Harumi membalikkan badannya.


"Hai..." ucap Harumi.


"#Anda di sini saja...


"#Sudah sarapan apa belum?...


Harumi memggelengkan kepala.


"# Ayo ikut aku,kita sarapan sama - sama...


Bayu berdiri,ia melihat Mel masih duduk.


"Ayoo Mel..." ucap Bayu.


"Gendooong..." ucap Melisa sambil mengangkat ke dua tangannya.


"Diaampuuut..." ucap Bayu dalam hati.


Bayu duduk jongkok,lalu Melisa hinggap di penggug Bagu. Kemudian Bahu bangkit dan berjalan ke ruang makan.


"Kak..." ucap Melisa.


"Iya Mel..." ucap Bayu.


"Kenapa cewek itu ngikutin kak Daniel terus?" ucap Melisa penasaran.


"Adik cemburu...?" ucap Bayu.


"Enggak kak..Mel hanya tanya saja..." ucap Melisa.


"Dia itu seperti pelayan Mel.." ucap Bayu sengaja tak memberi tahu semuanya.


Setelah sampai di dekat meja makan,Melisa turun.


Bayu melihat kursinya kurang.


"Yomesan...Apakah masih ada kursi?" ucap Bayu.


"Tidak ada shujin.." ucap Hinata.


Lalu muncul Kakashi.


"#Harumi san ikut aku sebantar..." ucap Bayu lalu berjalan menjauhi meja makan.


"Mas mau kemana?" ucap Khalisa.


"Sebentar dek,mas mau bicara sebentar ke Harumi." ucap Bayu.


Harumi mengikuti Bayu.


Setelah agak jauh.


"#Nanti Harumi san makan bersama teman - temanku ya.Beri tahu ke Fumiko dan Mayumi." ucap Bayu.


"# Saya bisa makan sendiri tuan..." ucap Harumi.


"# Aku tidak mau kamu makan sendirian...


Lalu muncul Daniel cs dan kedua gadis jepang.


"Kursinya kurang,kalian makan bareng mereka saja ya..." ucap Bayu.


"Siaap..." ucap ketiga sahabat Bayu.


Bayu berjalan ke meja makan lalu duduk di dekat Kakashi. Mereka belum menyentuh makanan karena menunggu Bayu.


"#Mari makan..." ucap Kakashi lalu mengambil mangkuk berisi nasi bersama sumpit.


Bayu mengadahkan kedua telapak tangan membaca do' sebelum makan,Melisa menangkupkan kedua telapak tangannya.


Kakashi yang melihat mereka berdo'a,mau tak mau mengikutinya.Ia meletakkan kembali mangkuk dan sumpitnya.


Setelah selesai berdo'a,mereka pun makan bersama.


"#Waaahh...Enak sekali...


"#Hinata chan...Apakah kamu yang memasak ini?" ucap Kakashi.


"Mas...Nanti main salju yuk..." ucap Khalisa.


"Ayoook..." ucap Bayu.


Setelah selesai makan, Keluarga Bayu membawa peralatan makan yang kotor,Diana memanggil Daniel untuk makan.


"#Setelah ini muko san mau kemana?" ucap Kakashi.


"# Tidak tahu yah... Sementara kita mau main salju dulu..


"#Oh iya...Ayah punya rokok tidak" ucap Bayu.


"# Ayah tidak merokok. Apakah muko san ingin merokok? " ucap Kakashi.


"# Untuk teman - temanku yah..." ucap Bayu.


"# Nanti akan ayah belikan..." ucap Kakashi.


"Ayoo mas..." ucap Khalisa.


Daniel cs bersama 3 gadis jepang datang,lalu mereka duduk untuk makan


Bayu berdiri kemudian berjalan bersama keluarganya menuju halaman samping.


Setelah sampai,keluarga Bayu mengumpulkan salju.


Kakashi duduk mengawasi mereka . Dirinya melihat ke arah Hinata yang sedang bermain salju. Dirinya masih penasaran akan kejadian tadi malam. Kejadian itu di luar akal logikanya.


"Kak Ayu...Kenapa salju di sini tidak terlalu tebal?" ucap Melisa.


"Di sini memang jarang sekali salju.. Jika ada,tidak seberapa tebal..


"Jika ingin melihat salju yang tebal.. Ada di Fukushima.." ucap Hinata.


Kakashi melihat ke arah Diana.


Diana memegang sebongkah salju,lalu mencairkan dengan ajian tapak geninya.


Nampak air mengalir dari telapak tangan Diana.Perlahan salju di telapak tangan Diana menyusut.


Heeeeeh....!!!!?? Kakashi tercengang melihat aksi yang di lakukan oleh salah satu istri Bayu.


Hinata yang melihat Diana melakukan ajian Tapak Geni tak mau kalah,ia mengambil salju,lalu mencairkannya.


Kakashi melihat ke putrinya.


"#Ba...Ba...Bagaimana bisa...!!!.


Kakashi beranjak dari tempat duduknya menghampiri Hinata.


"#Bagaimana Hinata chan melakukan itu...?" ucap Kakashi.


"#Shujin yang mengajariku yah..." ucap Hinata.


Kakashi menoleh ke Bayu.


"#Muko san..Apa yang sebenarnya terjadi?..


"# Mengapa salju itu bisa mencair?" ucap Kakashi.


"# Itu karena tangan Ayu san seperti api yah...Jadi salju yang di sentuh akan mencair...


"# Orang lain yang tersentuh tangan kita akan melepuh.." ucap Bayu.


"# Apakah muko san bisa mengajari itu pada ayah?" ucap Kakashi.


"# Jika ayah bersedia tinggal di indonesia selamanya,Bayu dengan hati akan mengajarkannya.." ucap Bayu.


Bayu berkata seperti itu agar Kakashi tak jauh dari putrinya.Ia juga merasa kasihan saat ia melihat ayah Hinata kangen dengan putrinya hanya memandang foto saja.


Hana juga ikut mencairkan salju itu. Hana bisa melakukan ajian Tapak Geni karena minta oleh Bayu,untuk jaga diri.Sebelum Bayu mengajarkan ilmu itu pada teman - temannya.


"#Sial...." ucap Kakashi dalam hati.


Kakashi ingin juga seperti mereka,tetapi ia galau,antara tinggal di jepang atau ke indonesia. Jika saja Bayu masih berada di wilayah jepang tak masalah.


Bayu mengambil salju,lalu mencairkan di depan ayah mertuanya.


"#Bagaimana yah...Apakah ayah berminat?" ucap Bayu lalu memainkan alis.


***


Pemakaman.


2 jam kemudian.


Bayu bersama keluarga dan teman - temannya pergi mengunjungi makam ibunya Hinata.


Mereka memakai pakaian tradisional Jepang dan juga mantel.Serta memakai masker.


Pemakaman itu nampak sepi,tak ada pengunjung yang datang.


Mereka kini berada di depan makam ibunya Hinata,di sampingnya ada makam kakaknya Hinata. Ada foto yang teroajang,ukiran huruf kanji bahasa jepang nampak jelas tercetak di batu nisan.


Nampak Hinata membakar dupa yang ia bawa dari rumah.Bayu yang melihat Hinata membakar dupa tak menegur. Karena itu tradisi di jepang.


Khalisa dan Hana meletakkan bunga di makam ibunya Hinata.


Setelah ujungnya dupa terbakar,Hinata meletakkan di tempat dupa. Lalu membungkukkan badannya.


Hinata teringat kembali mendiang ibunya,tak terasa air matanya keluar.


Bayu yang melihat Hinata membungkukkan badan,ikut juga membungkukkan badannya. Yang lain ikut juga membungkukkan badan.


Sedangkan anak buah Kakashi berada tak jauh dari mereka.


Tak lama kemudian mereka berjalan meninggalkan makam ibunya Hinata.


"Setelah ini kita kemana mas?" ucap Khalisa.


"Gak tahu dek..." ucap Bayu.


"Jalan - jalan yuk ke mall..." ucap Diana.


Bayu melihat jam tangannya.


"Kalau jalan - jalan sebentar lagi dzuhur.." ucap Bayu.


"Yaaah....


"Aku pengen ke Mall sayang..." ucap Diana merengek.


"Oh iya...Di sini ada mesjid gak yomesan?" ucap Bayu.


Hem... Hinata mengingat - ingat lokasi mesjid.


"Habis magrib saja kita ke Mallnya sayang.." ucap Bayu.


"Jauh shujin...Harus naik angkutan umum,lalu naik kereta api lalu naik angkutan umum lagi.." ucap Hinata.


"Diampuut...Kirain dekat..." ucap Bayu dalam hati.


"Bagaimana kalau makan Ramen..." ucap Hinata.


"Mi Ramen.??..Nanti mengandung babi... Gak ah yomesan..." ucap Bayu.


"Ada yang tidak mengandung babinya shujin.." ucap Hinata.


"Hem...Ayo kalau gitu...." ucap Bayu.


Mereka masuk dalam mobil.


Setelah menempuh perjalanan,akhirnya mereka sampai di kawasan kuliner dan berbagai macam barang dagangan yang di jual.


Mereka turun dari mobil,lalu berjalan kaki menuju tempat yang di tuju.


Saat berjalan kaki,Bayu melihat toko jam yang terkenal di seluruh dunia.


"Nanti sajalah mampir di toko jam.." ucap Bayu dalam hati.


Nampak orang berlalu lalang dibkawasan tersebut.Baik tua maupun yang muda.


Bayu melihat seorang gadis berdiri di depan toko. Kemudian Bayu tersenyum saat gadis itu melihat wajah Bayu.


Tak lama kemudian mereka sampai di tempat


Bayu melihat orang - orang sekitar,ia harus waspada jika ada musuh menyerang keluarganya.


Hinata memesan makanan.


Tak lama kemudian makanan yang pesan oleh Hinata sudah tersaji di meja makan.


Ada sumpit,sendok,dan garpu di atas meja. Bayu mencoba makan mie menggunakan sumpit. Karena sebelumnya Bayu tak pernah memakai sumpit.


Nampak Bayu mengalami kesulitan saat mengambil mie Ramen tersebut.


"Jancoook.... Ini mie kok susah di ambil..


"Mau di makan gak sih kamu ne..." ucap Bayu kesal.


Khalisa mengambil sendok dan garpu lalu memberikan ke Bayu.


"Pakai sendok dan garpu saja mas..." ucap Khalisa sambil memberikan sendok dan garpu.


"Nganu ee dek...Mienya ngolok..Gak mau ku makan...Dari tadi lepas - lepas terus.." ucap Bayu sambil menerima sendok dan garpu.


Setelah selesai makan,Bayu membayar semua tagihan makanan tersebut.


Di dalam dompet Bayu terdapat uang Yen pemberian kakek buyutnya sebelum Bayu berangkat ke jepang.


Selesai membayar makanan. Mereka pun pergi meninggalkan tempat itu.


"Enak banget mienya Bay....Jika Cafe kita jual mie seperti itu pasti laris manis.." ucap Bimo.


" He eh...Kamu yang jadi kokinya ya..." ucap Bayu.


"Diampuut...Aku mana iso Bay..." ucap Bimo.


"Kita mampir dulu ke toko jam ya...Mumpung kita di Jepang..." ucap Bayu.


"Di indonesia loh banyak Bay..." ucap Lukman.


"Di indonesia itu ada yang asli ada yang palsu..Kalau di sini nyata ori semua.." ucap Bayu.


Ada seorang gadis cantik berjalan berlawanan arah. Saat akan melewati Bayu,gadis itu terpleset.


Haap.....Bayu sigap menahan tubuh gadis tersebut.


Kemudian Bayu membantu gadis itu berdiri.


"#Terima kasih..." ucap gadis itu sambil membungkukkan badan lalu menegapkan kembali badannya.


"#Sama - sama..." ucap Bayu lalu melanjutkan perjalanannya.


Mereka masuk ke dalam toko Jam. Bayu ingin membilkan jam tangan untuk oleh - oleh.


Ketiga sahabat Bayu diam saja tidak ikut mendekat.


"Kenapa kalian tidak ikut memilih?" ucap Hinata.


"Nganu...Aku gak bawa uang jepang yuk (Ayu)" ucap Lukman.


"Podo...Aku yo ra gowo duit,adanya uang rupiah.." ucap Daniel.


"Tenang saja..Aku yang bayarin.." ucap Hinata.


"Gak ah yuk.... Isin aku.." ucao Bimo yang malu di bayarin istri Bayu.


Bayu melihat ke tiga sahabatnya.


"Kalian pilihlah...Sebelum kalian menyesal karena tak ikut beli jam tangan yang ori. Di jepang lagi belinya.." ucap Bayu.


Akhirnya ke tiga sahabat Bayu ikut memilih jam tangan.


"Yuk...Aku boleh ambil 3 jam tangan gak? buat oleh - oleh.." ucap Bimo.


"Boleh...Silahkan.." ucap Hinata.


Setelah selesai memilih,Hinata membayar dengan kartu ATM milih ayahnya.


"Setelah ini kita kemana sayang?" ucap Diana.


"Pulang sayang...Nanti malam kita lanjut lagi.." ucap Bayu.


****


Pukul 13.10.


Di dalam kamar Hinata.


Bayu dan ketiga istrinya baru selesai shalat Dzuhur.


Khalisa dan Diana melepas mukenanya.


Hinata berjalan menuju tempat lemari baju. Lalu ia melihat seragam sekolahnya yang dulu ia pakai. Lantas Hinata memakai seragam sekolahnya tersebut.


Seragamnya sekolah itu lengan panjang rok pendek selutut. warna hitam di padu warna putih.


Bayu melihat ke arah Hinata yangvsedang memakai pakaian seragam sekolah.


Setelah selesai Hinata memakai seragam sekolah,nampak Hinata tampil berbeda dari biasanya.


"Dik...Kamu jadi semakin cantik..." ucap Khalisa.


"Istri makin cantik bila memakai pakaian itu.." ucap Bayu dalam hati.


Kemudian Bayu menghampiri Hinata,ia hanya mengenakan pakaian muslim,dan sarung. Lalu memutari Hinata.


Bayu berhenti di belakang Hinata lalu memeluk.


Timbul rasa nafsunya untuk bercinta dengan Hinata.


Bayu mencium leher Hinata,lalu tangan kanan masuk ke dalam rok,sedangkan tangan kiri masuk ke dalam baju.


Ssssshhh...Hemmm.... (Hinata mendesis karena jari tangan Bayu berada di goanya.


Lama - kelamaan goanya basah. Jari tengah Bayu masuk ke dalam goa Hinata lalu menggerakkan maju mundur.


Hinata merintih akibat goanya di mainin oleh Bayu.


Hingga akhirnya Bayu bercinta dengan Hinata. Hinata tak melepas pakaiannya,hanya segitiga saja yang di lepas. Sedangkan Bayu melepas sarung yang ia pakai.


Diana dan Khalisa melihat Bayu bercinta dengan Hinata,jadi ingin juga di sodok oleh Bayu. Mereka mengeluarkan kasur,lalu melepas semua pakaiannya kemudian ikut bergabung dengan Bayu dan Hinata.


***


Di kamar Daniel.


Daniel bercinta dengan Harumi,nampak mengayunkan pinggulnya. Harumi merintih karena goanya di sodokin oleh dedeknya Daniel.


Sedangkan di kamar Lukman.


Nampak Lukman sedang menikmati tiap jengkal tubuh Fumiko.


Sedangkan di kamar Bimo.


Bimo baru saja selesai bercinta dengan Mayumi.



Ilustrasi Mayumi.


Nampak lahar putih keluar dari goa Mayumi setelah Bimo mencabut dedeknya.


Nafas Bimo ngos - ngossan setelah memggempur Mayumi.


Timbul perasaan suka Bimo terhadap Mayumi


Gadis cantik asli Jepang.


Bimo menarik selimut lalu berebah di samping Mayumi. Ia memeluk tubuh Mayumi kemudian mengusap wajah Mayumi yang cantik .


"Seandainya dia ku bawa pulang ke indonesia untuk ku jadikan pacarku,mau gak ya dia...


"Tapi...Dia gak bisa bahasa infonesia...


"Semoga saja dia mau.." ucap Bimo dalam hati.


"Mayumi.... I love you..." ucap Bimo.


"Eh....!!!?? Mayumi terkejut dengan pria di hadapannya itu. Ia tak menyangka pemuda yang baru saja menggauli dirinya menyatakan cinta. Meskipun ia tak paham bahasa inggris,tapi ia tahu kalimat itu.


Mayumi merasa bimbang antara menjawab atau tidak,lalu ia teringat pesan Hiroshi. "Layani teman - teman suami Hinata yang tak lain putri seorang gangster. Ia akan di beri imbalan jika mau. Karena Mayumi sedang membutuhkan uang,ia pun menerimanya.


Karena takut mengecewakan teman suami Hinata maka ia pun menjawab.


"I love you..." ucap Mayumi.


"Eh...!!!?? Bimo terkejut,ia tak menyangka gadis cantik itu juga bilang I love you.


Lantas ia teringat dengan Bayu yang bercinta dengan Sulis di kamar kossan.


Saat itu dirinya sedang tidur. Lalu terbangun,kemudian memdengar suara rintihan. Karena penasaran maka Bimo menghampiri asal suara tersebut.


Suara itu terdengar dari kamar Bayu,Bimo berjalan pelan ke arah kamar Bayu,lalubterdengar suara Sulis.


"Mas...Enak banget mas...Teruss mas...Aaahh...Oouuhh...Aaah...Terus masss " suara Sulis dari dalam kamar Bayu.


Bimo terkejut akan hal itu,sebab semalam Alvin tak ada datang. Lalu memutuskan kbali ke kamarnya.


Bimo tak menceritakannya itu pada siapapun,termasuk Bayu sendiri.


"Nanti aku akan bilang ke Bayu sajalah..." ucap Bimo dalam hati.


Kemudian Bimo menutup mata sambil merangkul Mayumi.