
Setelah Bayu mencari ikan,ia pergi ke sumur untuk mandi,ia meminum air sumur tersebut karena merasa haus.
Selesai mandi,Bayu menghampiri Anming yang duduk di depan rumah.
" Ayoo mbah Anming....Kita jual ikan ini.." ucap Bayu.
Bayu mengambil ikan hasil tangkapan,tak lupa plastik untuk menaruh dagangan ikan. Kemudian berjalan menuju pasar.
Anming yang melihat Jiang berjalan membawa hasil tangkapan ikan,segera berdiri lalu berjalan.
" Istriku...Aku pergi dulu bersama Jiang'er.." ucap Anming sambil berjalan.
Sesampai di pasar.
Anming meletakkan ikan di jalan beralaskan plastik.
" Ikan...Ikannya tuan...Masih segar...Baru saja di ambil dari sungai..." ucap Anming.
Bayu duduk,sambil memperhatikan orang - orang lewat.
Nampak ada 4 orang remaja membawa buku melewati Bayu.
" Sepertinya dia anak sekolah..." ucap Bayu dalam hati lalu melihat ke arah lain.
Beberapa orang memghampiri Anming,lalu memeriksa ikan yang di jual. Setelah itu membeli ikan tersebut.
5 menit kemudian,muncul seorang wanita menarik gerobaknya yang berisi sayuran,,lalu meletakkan sayuran itu di samoing lapak Anming. Setelah meletakkan sayuran itu,ia menaruh gerobaknya ke samping.
Bayu melihat ke arah wanita itu,wanita itu juga melihat Bayu. Kemudian Bayu memalingkan wajahnya.
" Sayuran tuan...Nyonya...Masih segar..." ucap wanita itu.
" Sepertinya aku harus membeli penerangan,tapi..."
" Aku gak punya uang untuk beli..." ucap Bayu dalam hati. Ia teringat saat dirinya hendak shalat,namun masih gelap gulita,ia tak bisa melihat dalam kegelapan.
Nampak ibu - ibu melihat Bayu lalu datang memghampiri.
" Anming...Siapa dia?" ucap ibu itu mengenal Anming.
" Beli dulu ikanku,baru aku kasih tahu..." ucap Anming.
" Aku tak bawa banyak uang...Ayolah...Katakan..Siapa pemuda itu.." ucap ibu itu.
" Dia putraku yang baru pulang merantau.." ucap Anming berbohong.
" Benarkah....???"
" Mengapa wajahnya begitu tampan.."
" Sedangkan kau tidak tampan..." ucap ibu itu.
" Aku sudah tua...Makanya tidak tampan.." ucap Anming.
" Bisa saja kau ini Anming..."
" Baiklah...Aku beli ikanmu 4 ekor saja..." ucap ibu itu.
Wanita itu menoleh lagi ke arah Bayu.
" Memang tampan seh...Tapi siapa namanya?" ucap wanita itu dalam hati.
Seorang pria yang usianya sama dengan Anming datang memghampiri.
" Tidak seperti biasanya kamu berjualan di pagi ini... Apakah ini ikan karin tidak laku di jual...?" ucap pria itu.
" Enak saja kau bilang...Ini ikan segar...Tadi pagi di dapat..."
" Yang kemarin sudah habis...Kalau tidak percaya silahkan kamu periksa..." ucap Anming.
Pria itu lantas memeriksa ikan dagangan Anming.
" Iya...Masih segar..."
" Aku beli 6 ekor saja..." ucap pria itu.
Anming meladeni pria itu. Ikan di ikan menggunakan tali,tak memggunakan kantong plastik.
2 jam kemudian.
Barang dagangan Anming ludes terjual.
Anming menghitung uang yang ia dapat,lalu menyerahkan sebagian kepada Bayu.
" Ini untukmu Jiang'er..." ucap Anming.
Bayu menerima uang tersebut,lalu memperhatikan uang itu.
" Kok begini ya bentuk uangnya..."
" Tulisannya aneh..." ucap Bayu dalam hati.
" Ooo...Namanya Jiang..." ucap wanita itu.
Anming merapikan barang dagangannya.
" Ayoo kita pulang..." ucap Anming.
Bayu berdiri lalu berjalan.
Di saat ia berjalan,ia melihat toko elektronik. Bayu memegang pundak Anming lalu menunjuk ke toko elektronik.
" Kamu mau ke sana.."
Bayu memganggukkan kepala.
" Ayoo..."
Anming meletakkan barangnya,lalu masuk ke dalam toko.
" Apa yang ingin kamu beli Jiang'er." ucap Anming.
Bayu melihat senter,lalu menunjuk senter tersebut.
Anming yang paham maksud Jiang,lantas membelikan senter itu,beserta batreinya. Kemudian membayarnya.
Selesai membeli,mereka keluar dari toko. Bayu mengambil peralatannya Anming. Mereka berjalan menuju rumah.
" Dengan senter ini..Aku bisa melihat gelap,tanpa khawatir nabrak.." ucap Bayu dalam hati,akhirnya keinginannya mempunyai senter terkabul.
Sesampai di rumah,mereka di sambut oleh Xoulang.
" Ayoo...Makan lah dulu...Aku tahu kalian lapar.." ucap Xoulang.
Mereka kemudian makan dengan lauk ikan hasil tangkapan Bayu tadi pagi.
Selesai makan,Anming memberikan hasil penjualan ke istrinya.
" Istriku...Ini uang hasil penjualan kita.."
" Sebagian sudah ku berikan pada Jiang'er.." ucap Anming.
" Suamiku..."
" Semenjak kita menemukan Jiang'er..."
" Hidup kita bewarna..." ucap Xoulang.
" Iya...."
" Aku pun tak menyangka..." ucap Anming.
Di saat waktu menjelang Dzhur. Bayu kembali melakukan shalat di dalam rumah.
Anming dan Xoulang melihat Bayu shalat.
Anming berdiri di samping Bayu. Ia penasaran dengan gerakan yang Bayu lakukan,maka ia pun menirukan gerakan Bayu.
Xoulang melihat pakaian yang di pakai Bayu sudah kotor,muncul niat membelikan baju untuk Bayu. Sebab pakaian suaminya hanya sedikit saja. Itu pun sudah nampak usang.
***
Menjelang subuh.
Bayu terbangun dari tidurnya,lalu menyalakan senter untuk pergi ke sumur.
20 menit kemudian.
Bayu selesai shalat Subuh. Kemudian Bayu mengambil peralatan Jalanya. Lalu pergi ke sungai untuk mencari ikan. Dengan bantuan senter di tangan,ia bisa melihat jalan menuju sungai.
Matahari perlahan menyinari rumah Anming.
Xoulang membuka pintu untuk pergi ke sumur.
Begitu ia membuka pintu,ia terkejut melihat tumpukan ikan di depan rumahnya. Ia tak melihat Bayu di depan rumah.
" Suamiku...." ucap Xoulang.
" Iya..Ada apa istriku.." ucap Anming.
" Cepatlah kemari..." ucap Xoulang.
Anming menghampiri istrinya. Sambil menguap.
" Ada apa?" ucap Anming.
" Lihatlah..." ucap Xoulang.
Anming melihat teras rumahnya. Nampak tumpukan ikan berada di teras.
Bayu muncul sambil membawa jala dan tempat penyimpanan ikan.
" Ayoo mbah Anming...Kita ke pasar lagi..." ucap Bayu.
Anming tahu ucapan Bayu.
" Bagaimana cara membawa ikan ini" ucap Anming.
Bayu mengambil bambu yang panjangnya 3 meter,serta tali yang terbuat dari bambu.
Bayu memasukan tali itu ke insang ikan.
" Tunggu... Aku ke belakang sumur dulu.." ucap Anming.
10 menit kemudian,mereka pergi ke pasar untuk menjual ikan.
Setelah menempuh perjalanan,akhirnya mereka sampai di pasar. Anming meletakkan barang dagangannya.
Satu persatu orang membeli ikan tangkapan Bayu.
Wanita yang kemarin berjualan sayuran juga datang.
Bayu tersenyum ke arah wanita itu lalu memalingkan wajahnya.
" Bajuku lusuh...Nanti aku beli baju lah..Semoga saja uangku ini cukup.."
" Terus aku mau beli buku,biar aku bisa paham,ucapan mereka.Dan aku mau beli sabun cuci."ucap Bayu dalam hati.
Nampak seorang pria memperhatikan Anming. Pria itu sangat penasaran,dari mana Anming mendapatkan ikan begitu banyaknya. Lalu pria itu datang menghampirinya.
" Woii pak tua...Dari mana kamu dapatkan ikan sebanyak ini..." ucap pria itu.
" Ini ikan hasil tangkapan dari sungai..." ucap Anming.
" Apa ikanmu kamu berikan obat pengawet?" ucap pria itu.
" Tidak...Ikanku ini tanpa bahan pengawet..Jika tak percaya silahkan kamu periksa sendiri.." ucap Anming.
Pria itu lantas memeriksa ikan Anming,ia melihat insang pada ikan. Nampak insang itu masih bewarna merah segar. Biasanya,para penjual ikan akan menaruh ikannya di dalam es. Namun pria melihat tak ada es batu.
" Iya...Ikannya masih segar.." ucap pria itu dalam hati lantas pergi meninggalkan lapak Anming.
Orang - orang yang kemarin membeli ikan Anming,lantas membeli lagi. Sebab ikan tangkapan Anming masih fressh,tidak di masukkan dalam es batu.Serta harganya tak begitu mahal dari ikan yang memakai es batu.
Tak membutuhkan waktu lama,dagangan Anming ludes tak tersisa.
Nampak Xoulang datang menghampiri suaminya,karena ia ingin membelikan Baju untuk Bayu.
" Jiang'er...Mari ikut ibu.." ucap Xoulang.
Bayu tak paham bahasa isarat Xoulang,ia lebih paham jika Anming yang memberikan isarat.
" Mbah Anming..."
" Mbah Solang bicara apa?" ucap Bayu.
" Dia ingin mengajakmu pergi beli baju.." ucap Anming sambil memberi isarat ke Bayu,lalu merapikan barang - barangnya.
" Mengapa pemuda itu berbicara memakai bahasa asing,katanya dia anaknya..."
" Apa jangan - jangan Jiang itu bukan anaknya..?" ucap wanita itu dalam hati memperhatikan Bayu.
" Ooo...Baju...Jadi mbah Solang ingin beli baju.. Ayo kalau gitu.." ucap Bayu.
Anming memberikan sebagian uang hasil penjualan ke istrinya. Lalu Bayu dan Xoulang pergi membeli baju.
Setelah sampai di tempat penjual Baju,Xoulang memgambil sebuah baju lalu memberikan ke Bayu.
Bayu menerimanya,kemudian melihat ukuran baju tersebut. Bayu menggelengkan kepala,lalu ia mengambil sendiri.
Bayu mengambil 2 baju,dan dua celana serta dalaman.
Xoulang menawar pakaian itu ke penjual. Terjadi adu tawar menawar. Bayu diam saja memperhatikan.
Xoulang memberikan uangnya ke penjual pakaian. Lalu pergi menuju Anming yang telah menunggu.
Bayu mengikuti Xoulang,lalu ia melihat buku di jual.
" Mbah Solang...." ucap Bayu.
Xoulang yang memdengar namanya di sebut oleh Jiang lantas berhenti,
" Ada apa Jiang'er.." ucap Xoulang.
Bayu menunjuk tumpukan buku.
" Aku ingin membeli buku" ucap Bayu sambil memberi isarat.
" Ooo..Kamu ingin membeli buku.."
" Pilihlah yang kamu suka.." ucap Xoulang.
Bayu lantas mencari buku untuk belajar bahasa yang mereka ucapkan. Lalu ia melihat sebuah poster bergambar. Ada huruf mandarin dan juga huruf alfabet.
Bayu mengambil poster tersebut,lalu menyerahkan ke Xoulang.
" Yang ini mbah solang..." ucap Bayu.
Xoulang lantas membayar poster bergambar tersebut,lalu lanjut berjalan lagi.
Setelah menemouh perjalanan,akhirnya mereka sampai di rumah.
Bayu melepaskan pakaian yang sudah 3 hari ia pakai.Lalu memakai pakaian yang baru ia beli.
" Mayan...Ada ganti ...Gak enak juga pakai pakaian itu terus.." ucap Bayu dalam hati.
Bayu berjalan ke arah kamar mandi,ia melihat ada sabun cuci,lalu mengambilnya. Bayu berjalan ke sumur untuk mencuci pakaiannya.
Selesai mencuci dan menjemur,Bayu duduk di kursi yang terbuat dari bambu.
Bayu membuka poster yang ia beli.
" Ini apa hurufnya ya...." ucap Bayu memperhatikan huruf cina.
" Azzzz... Percuma saja belajar jika gak ada gurunya..." ucap Bayu dalam hati.
Anming datang menghampiri Bayu.
" Ayo kita makan Jiang'er..." ucap Anming.
Bayu tak merespon,ia tetap melihat ke poster tersebut.
Anming menepuk pundak Bayu,lalu memberi isarat mengajaknya makan.
Bayu paham maksud Anming.Ia meletakkan poster itu lalu makan bersama.
Selesai makan,Bayu kembali duduk di teras rumah. Lalu mencoba membaca huruf cina tersebut.
Xoulang datang menghampiri Bayu.
" Apa kau ingin belajar.." ucap Xoulang.
Bayu mengambil sepotong bambu,lalu menulis namanya menggunakan alfabet.
Xoulang memperhatikan Bayu.
" Tulisan nama saya dalam bentuk tulisan ini bagaimana mbah Xoulang.." ucap Bayu sambil menunjuk tulisan china.
" Kamu ingin tahu bagaimana tulisan namamu memakai tulisan ini?" ucap Xoulang.
Bayu menganggukakn kepala.
" Ooo...Begitu...Iya..Iya..Aku paham.." ucap Bayu.
Anming datang menghampiri.
" Suamiku...Sepertinya Jiang'er ingin belajar menulis dan mebaca" ucap Xoulang.
" Apakah kamu ingin belajar menulis dan membaca?" ucap Anming.
" Iya...Jiang ingin belajar.." ucap Bayu.
" Bagaimana ini suamiku..?" ucap Xoulang.
Nampak Anming berpikir.
" Jika Jiang'er ingin belajar,maka carilah ikan lebih dahulu. Nanti ibumu akan mengantarkanmu ke sekolah.." ucap Anming.
" Jiangkrek...Masa aku harus nangkap ikan terus seh..Aku kan mau belajar..."
" Hem...Tapi ya sudahlah...Aku akan berusaha sendiri.." ucap Bayu dalam hati.
***
Pagi hari.
Setelah Bayu shalat Subuh,Bayu langsung pergi ke sungai untuk mencari ikan.
30 menit kemudian,Bayu berhasil menangkap ikan sangat banyak dan besar - besar. Sedangkan ikan yang masih kecil,ia kembalikan lagi ke sungai,agar ekositemnya terjaga.
Bayu mengangkat hasil tangkapan ikan menggunakan bambu yang sudah di persiapkan. Lalu berjalan kaki menuju rumah.
Sesampai di rumah,Bayu cuci tangan lalu pergi ke pasar bersama Anming. Tak lupa poster yang kemarin ia beli di bawa.
Seaampai di pasar.
Bayu membuka poster tersebut,lalu mencoba membaca huruf china itu.
Wanita yang biasa berjualan di samoing Bayu datang menghampiri Bayu,hari ini ia tak berjualan.Ia duduk di samping dan memperhatikan Bayu.
" Apakah kamu ingin belajar"
Bayu tak menanggapi ucapn wanita itu.
Lalu wanita itu menempuk pundak Bayu. Bayu menoleh ke wanita itu.
" Apakah kamu ingin belajar bahasa china.." ucap wanita itu sambil menggerakkan tangan memberi isarat.
Bayu menganggukkan kepalanya.
" Ini huruf A.. Cara membaca huruf ini bagaimana?" ucap Bayu sambil memberi isarat.
Wanita itu memberi tahu ke Bayu.
Bayu mengulangi ucapan wanita itu.
Anming yang melihat wanita itu duduk dekat dengan Jiang membiarkan saja.
" Namaku Zhouzu...Zhouzu.."
" Nama kamu siapa?" ucap wanita itu memperkenalkan dirinya.
" Jiang...Jiang namaku.." ucap Bayu.
Zhouzu lantas mengajari Bayu kembali cara mengucapkan huruf cina.
Bayu mengikuti ucapan Zhouzu.
Zhouzu merasa takjub pada Jiang,dengan mudahnya Jiang dapat mengikuti ucapannya. Lalu mengambil seikat ikan,dan menyebut ikan dalam bahasa cina.
Bayu mengikuti ucapan Zhouzu.
" Ooo....Iwak itu bahasanya Yú toh.." ucap Bayu.
" Bahasa apa yang barusan kamu ucapkan itu?" ucap Zhouzu.
Bayu memggelengkan kepala,karena ia tak ingat berasal dari mana.
Ikan dagangan Anming telah habis terjual.
" Jiang'er...Ayo kita pulang." ucap Anming.
" Paman....Boleh aku ikut kerumah?" ucap Zhouzu.
" Kamu mau ngapain di rumah saya?" ucap Anming.
" Saya ingin mengajari Jiang berbicara.." ucap Zhouzu.
" Baiklah...Ayo kalau mau ikut." ucap Anming.
Mereka kemudian berjalan kaki menuju rumah Anming.
Bayu heran melihat Zhouzu,mengapa dia mengikutinya.
Sesampai di rumah Anming,Zhouzu kembali mengajarkan Bayu bahasa china.
Perlahan Bayu paham apa yang di sampaikan Zhouzu,ia juga mengikuti ucapan Zhouzu.
" Paman...Apakah paman punya buku dan alat tulis?" ucap Zhouzhu.
"Aku tidak punya.." ucap Anming.
" Baiklah...Aku pulang dulu,nanti aku kembali ke sini.." ucap Zhouzu.
" Makanlah dulu sebelum kamu pulang.." ucap Xoulang.
" Terima kasih bibi..."
" Aku masih kenyang..." ucap Zhouzhu.
Zhouzu lantas pergi meninggalkan rumah Anming.
3 jam kemudian.
Zhouzu kembali kerumah Anming membawa buku dan alat tulis.
"Paman...Di mana Jiang?" ucap Zhouzu.
" Dia di dalam,jangan di ganggu dulu.." ucap Anming. Sebab Bayu sedang shalat.
Tak lama kemudian Bayu keluar rumah.
" Jiang..Aku membawakan buku untukmu. " ucap Zhouzu.
Bayu lantas duduk di samping Zhouzu.
Zhouzu lantas membuka buku yang ia bawa,lalu menunjukkan ke Bayu.
Nampak huruf aksara china di buku itu.Lalu Zhouzu mengajarkan ke Bayu.
Bayu mengikuti ucapan Zhouzu.
Perlahan tapi pasti. Bayu memahami bahasa china dan huruf China.Namun ada beberapa kata yang tidak di pahami Bayu.
Tiba - tiba muncul bayangan wanita berjilbab sedang memgajarkan dirinya bahasa cina. Tapi wajah wanita itu kabur.
Bayu memegang kepalanya yang terasa sakit akibat bayangan itu muncul.
" Aaakhhh....Sakiit..." ucap Bayu sambil memegang kepala.
Zhouzu melihat jam tangan kelihatan di balik baju Bayu,sebab Bayu selalu memakai baju lengan panjang.
" Apa yang kamu lakukan pada Jiang'er.." ucap Xoulang.
" Maaf bibi. Aku tak melakukan apa - apa,hanya mengajarkan dia bahasa kita.." ucap Zhouzu.
Bayu menggeleng - gelengkan kepala agar rasa sakit di kepalanya hilang.
" Siapa wanita itu...Mengapa aku tak dapat melihat wajahnya.." ucap Bayu dalam hati.
" Jiang'er...Apa kau tak apa - apa?" ucap Xoulang.
Bayu menggelengkan kepalanya. Lalu mengambil buku tulis dan pensil milik Zhouzu.
Setelah itu ia menggambar bayangan wanita berjilbab tersebut ke buku itu.
Zhouzu dan Xoulang memperhatikan Bayu.
Setelah selesai menggambar,ia menulis tanda tanya di samping wanita berjilbab yang tak ada wajahnya.
" Dia siapa?" ucap Xoulang.
Bayu menggelengkan kepala.
" Boleh aku lihat jam tanganmu.." ucap Zhouzu.
Bayu menunjukkan jam tangannya yang rusak ke Zhouzu.
" Ini..."
" Ini jam tangan mahal..."
" Siapa sebenarnya Jiang ini..?"
" Apakah dia pemuda dari keluarg orang kaya.." ucap Zhouzu dalam hati.
Sejam kemudian,Zhouzu memutuskan untuk pulang. Ia akan mencari buku yang terdapat gambarnya,agar Jiang lebih mudah mengerti. Jika hanya ucapan saja,maka Jiang sangat sulit untuk mengerti.
****
Pagi harinya .
Seperti biasa,Bayu bersama Anming berjualan ikan di pasar.
Zhouzu muncul sambil membawa barang dagangannya.
" Jiang..." ucap Zhouzu.
Bayu melihat ke arah Zhouzu lalu tersenyum. Lalu Bayu mengambil buku tulis milik Zhouzu kemudian memberikan ke Zhouzu.
" Ini milikmu ketinggalan.." ucap Bayu.
" Tidak...Itu buatmu.." ucap Zhouzu.
" Yo wes.. Suwun.." ucap Bayu.
Bayu hanya bisa berkomunikasi memakai bahasa isarat,sedangkan bahasa cina belum sepenuhnya bisa.
Bayu merobek halaman buku yang terdapat lukisan Zhouzu lalu memberikan ke Zhouzu.
Zhouzu menerima kertas itu lalu melihat luksan dirinya.
" Bagus sekali..Aku suka dengan lukisanmu.." ucap Zhouzu merasa senang.
Dagangan milik Anming habis terjual.Lalu Anming merapikan barang - barangnya.
" Aku pulang dulu.." ucap Bayu.
" Iya..."
" Nanti aku akan berkunjung kerumahmu.." ucap Zhouzu.
Bayu bersama Anming berjalan kaki menuju rumah.
" Mbah Anming..." ucap Bayu.
"Iya Jiang'er...Ada apa?" ucap Anming.
" Aku ingin membeli jam..Jam tanganku rusak.." ucap Bayu.
" Apakah kamu ingin memperbaiki jam tanganmu...?" ucap Anming mengira Jiang akan berniat memperbaiki jam tangannya.
" *Iya.." ucap Bayu mengikuti ucapan Zhouzu.
" Waah...Kamu bisa bahasa china sekarang.."
" Ayo ikut aku.." ucap Anming.
Mereka kemudian pergi ketoko jam.
Setelah sampai Bayu melihat - lihat jam yang di pajang dalam etalase.
" Lepaskan jam tanganmu Jiang'er.."
Bayu melepas jam tangannya lalu memberikan ke Anming.
" Apakah jam ini bisa di perbaiki..?" ucap Anming pada pemilik toko.
Pemilik toko mengambil jam tangan itu,lalu memeriksa. Setelah itu mengambil beberapa kaca jam untuk mencocokkan kaca jam tangan. Setelah dapat,ia membuka penutupnnya.
Pemilik toko itu terkejut melihat isi di dalam jam itu,ia pikir jam itu bukan asli,ternyata asli.
" Di mana tuan membeli jam tangan ini?" ucap pria itu.
" Ini milik putraku,dia hilang ingatan saat membantuku mencari ikan di sungai. Emangnya ada apa dengan jam tangan putraku?" ucap Anming
" Ini jam tangan asli..Harganya sangat mahal.." ucap pria itu.
" Bisakah anda memperbaiki jam tangan ini.?" ucap Anming.
" Baiklah..Akan aku periksa dulu.." ucap pria itu lalu mengambil kaca pembesarnya untuk melihat kenapa jam tangan itu tak berfungsi.
Nampak ada kotoran lumpur mengendap di jam itu. Lalu pria itu dengan hati - hati membersihkan mesin jam tangan tersebut.
1 jam menunggu,akhirnya jam tangan Bayu selesai di perbaiki. Anming membayar biaya perbaikan jam tangan tersebut,meskipun agak mahal. Karena Jam tangan Bayu tergolong orang kaya,Harga jam tangan itu bisa membeli sebuah mobil seken.
Sesampai di rumah.
Bayu yang jenuh mau ngapain,akhirnya memilih untuk memggambar saja.
Bayu menggambar Anming dan Xoulang.
Baru aja selesai menggambar Anming,ia merasa waktu shalat telah masuk. Ia melihat jam tangannya yang sudah berfungsi kembali sedia kala.
" Ooo..Jam segini ta ternyata waktu shalatnya.." ucap Bayu dalam hati.
Bayu mengambil air wudhu,lalu shalat.
Selesai shalat,ia pergi ke depan teras karena mendengar suara Zhouzu.
Zhouzu memberikan buku yang banyak terdapat gambar. Lalu mengajari Bayu tentang cara mengucapinnya sambil melihat gambar.
****
2 minggu telah berlalu.
Bayu yang tiap hari di ajari bahasa china dapat memahami dan bisa mengucapkannya.
Hubungan mereka semakin hangat,namun Bayu tak memiliki rasa suka terhadap Zhouzu. Ia memganggap Zhouzu sebagai teman saja.
---***---
Jogjakarta.
Rumah ki Kartolo.
Nampak ki Kartolo duduk di teras sambil menikmati kopi dan rokoknya,sejak peristiwa yang menimpa Bayu,dirinya merasa kehilangan. Meskipun Bayu bukan anaknya,namun ia menganggap Bayu itu anaknya. Di tambah ibunya Bayu maaih satu pesantren dengan Mustafa teman dekatnya.
Tiba - tiba Kumala Sari muncul di depan ki kartolo saat meminum kopinya. Ia datang untuk mencari Bayu,karena ia inginenagih janjinya.
"Di mana Bayu suamiku?" ucap Kumala Sari.
" Bayu tewas terbunuh..." ucap ki Kartolo.
" Jangan berbohong padaku...Apakah kamu menyembunyikan Bayu..?" ucap Kumala Sari.
" Aku ora ngapusi kowe... "
" Yen awakmu gak percoyo..Takonnono ibune Bayu.."ucap ki Kartolo.
" Tidak mungkin...Bayu tidak mungkin bisa mati begitu saja..." ucap Kumala Sari.
" Yang namanya manusia,pasti mati." ucap ki Kartolo.
" Aku sudah memberikan dia sebagian ilmuku padanya...Agar dia tak mudah mati.." ucap Kumala Sari.
" Ilmu apa yang kamu berikan pada Bayu?" ucap ki Kartolo.
" Ilmu kebal terhadap semua senjata bahkan racun..." ucap kumala Sari.
" Jika ada yang meledak di muka Bayu,apa wajah Bayu hancur?" ucap ki Kartolo.
" Tidak..Wajah suamiku tetap utuh,meskipun di dalam air,dia bisa bernapas.."
" Dan bila suamiku benar - benar mati,maka ilmu yang aku berikan akan kembali padaku" ucap Kumala Sari.
" Berarti Bayu masih hidup.." ucap ki Katolo.
" Tentu saja suamiku masih hidup... Di mana suamiku sekarang?"
" Cepat katakan.." ucap Kumala Sari.