SANG PENERUS.

SANG PENERUS.
PENYERANGAN KE MARKAS CLAN UCHIHA.


Nampak rombongan Bayu bertolak ke arah markas clan Uchiha.


Bayu bersama Kakashi,Hana,Malik ,Daniel dan beberapa orang naik mobil mini bus.


Pasukan Kakashi sudah siap di posisinya masing - masing.


Bayu kembali teringat akan kemampuan mata kuning yang di miliki keluarga Hatake. Yaitu bisa melihat dalam kegelapan.


" Oh iya.. Mereka kan bisa melihat dalam kegelapan..


" Tapi yang lainnya. ?" ucap Bayu dalam hati.


Bayu berdiri dari kursi,kemudian berjalan ke arah ayah mertuanya.


" # Ayah..." ucap Bayu.


"Iya..." ucap Kakashi.


" # Bayu punya rencana..." ucap Bayu.


" Rencana apa?" ucap Kakashi.


"# Bayu akane memadamkan listrik di rumah itu.." ucap Bayu.


" Hem.....


" Oke... Nanti ayah atur itu..." ucap Kakashi.


Setelah menempuh perjalanan,akhirnya sampai di sebuah tempat.


Rombongan Bayu keluar dari mobil. 300 meter dari tempat itu terdapat markas clan Uchiha.


Anak buah Malik berada di atas gedung memantau markas clan Uchiha. Terdapat senjata Sniper di dekat anak buah Malik.


Pov Bayu.


Ku melihat seorang ninja memakai baju warna putih datang menghampiriku.


" Shujin.... " ucap ninja putih.


Ku mendengar suara itu sangat familiar,dan aku sangat terkejut.


"Yomesaan.....!!!!??? " ucapku tak percaya. Istri juga berada di sini.


Ayu memeluk diriku.


" Kangeeen...." ucap Ayu.


Aku pun membalas pelukan istriku.


" Kenapa sayang ikut...?" ucapku.


" Aku ingin balas dendam shujin..


" Mereka telah membunuh ibu dan kakakku..." ucap Ayu.


" Seriusss...!!!" ucapku tak percaya.


Ayu melepas pelukannya.


" Hanya mereka yang berani mengganggu clan Hatake...


" Setiap penyerangan...


" Selalu dari clan Uchiha..." ucap Ayu.


ku pegang ke dua pundak istriku.


" Apakah sayang pakai kalung?" ucapku.


" Iya... Aku memakainya shujin.." ucap Ayu.


" Syukurlah dia memakai kalung batu merah Delima,yang biasa di pakai ibuku.." ucapku dalam hati.


" Baiklah...


" Aku akan menemanimu...


Ku berjalan ke arah ayah mertuaku.


" #Ayah..." ucapku.


" Iya..." ucap Kakashi.


" #Bayu dan Ayu yang pertama kali menerobos pertahanan mereka...


" #Sisanya Bayu serahkan pada ayah.." ucapku.


" Jangan... Nanti kalian kenapa - kenapa.." ucap Kakashi.


" # Ayah tenang saja...


" # Bayu dan Ayu akan baik - baik saja.." ucapku.


" #Mereka akan baik - baik saja,jadi kamu tidak perlu khawatir." ucap ibuku.


" Baiklah..." ucap Kakashi.


" Kenapa ibu tak bilang bahwa Ayu ada di sini?" ucapku.


" Ibu juga tidak tahu sayang..." ucap ibuku.


" Iya... Ibu tidak tahu bila aku ikut ke sini shujin..." ucap Ayu.


Ku batalkan rencanaku untuk memadamkan listrik,sebab ada Ayu yang ikut menyerang.


1 jam kemudian.


*Non Pov


Semua pasukan berada di posisi masing - masing. Pasukan ninja Hatake bergerak membunuh penjaga. Berkat informasi Bayu dan juga CCTV,mereka dengan mudah membunuh para penjaga itu.


Tak hanya markas utama saja pasukan Hatake akan menyerang,markas kecil clan Uchiha pun tak luput dari penyerangan dari clan Hatake.


Sementara Bayu bersama Ayu berjalan kaki menuju markas clan Uchiha. Jaraknya 50 meter.


Sebelum berangkat,Bayu memberi tahu letak posisi penjaga yang terlihat maupun yang sembunyi pada Ayu,agar lebih mudah menghabisinya,dan juga Bayu memakai radio HT tersambung ke headset.


Sesampai di pagar depan yang tingginya 4 meter.


Luas markas clan Uchiha -+870 M persegi. Hanya ada 2 bangunan , 1 bangunan biasa dan satu lagi bangunan yang bertingkat. Bangunan itu memiliki 4 lantai.


Bayu membuat pijakan dengan kedua tangan agar Ayu dapat melompat ke atas.


Akan tetapi Ayu mengeluarkan sesuatu dari balik bajunya.


Ayu mengeluarkan tali yang ujungnya terdapat besi. Kemudian melempar ke atas.


Wuuuut....


Setelah terkait,Ayu berpegangan tali lalu naik.


" Asem.....


" Dia pakai alat to..." ucap Bayu.


Setelah Ayu berhasil sampai di balik tembok,giliran Bayu memanjat tembok tersebut menggunakan tali.


Bayu berhasil naik,kemudian turun.


Nampak Ayu bersembunyi di balik bangunan,Bayu menghampiri Ayu.


4 orang berjaga di pintu utama.


Misi Bayu dan Ayu adalah membuka pintu tersebut. Sebab pintu itu sangat tebal dan kokoh. Hanya truck kontainer yang mampu menjebol pintu tersebut. Sedangkan mobil sekelas Innova tak mampu menjebol pintu pagar.


Ayu mengambil busur dan anak panah,untuk membunuh penjaga yang berada di lantai 2.


Wuuuuusshh.....


Wuuuussshh....


Anak panah itu berhasil mengenai 2 penjaga.


" Gilaaa... Emang benar mata emas dapat melihat ke arah tempat yang gelap." ucapku dalam hati.


Sebab 2 penjaga itu letaknya di kegelapan tanpa penerangan lampu.


Penjaga yang berada dalam pencahayaan lampu terkena tembakan dari jarak jauh.


" Ada 3 mobil berhenti di depan pagar..." suara Daniel di radio.


" Yomesan.. Ada 3 mobil datang... Tahan dulu.." ucap Bayu lirih.


" Iya..." ucap Ayu.


Nampak seorang penjaga gerbang menekan tombol.


Pintu gerbang kemudian terbuka.Lalu 3 mobil itu masuk kemudian berhenti.


Muncul 12 orang pria memakai jas hitam,di susul seorang wanita dewasa membawa 2 orang anak kecil. Kemudian rombongan itu masuk ke dalam gedung.


" Mereka sudah masuk Bay..." suara Daniel.


" Oke...." ucap Bayu membalas di radio.


" Mereka sudah masuk.." ucap Bayu lirih.


Ayu dan Bayu bergerak menuju gerbang utama.


seorang penjaga melihat ke arah Ayu dan Bayu yang sedang berlari menuju ke arahnya.


Kemudian memberi tahu ke temannya.


Ayu dan Bayu tak tinggal diam. Mereka melesatkan shuriken ke penjaga tersebut.


Wuuuut.....


Wuuuutt....


Wuuuuttt....


Wuuutt...


Wuuuut.....


Wuuuutttt...


Ke empat penjaga terkena shuriken kemudian ambruk.


Setelah berhasil merobohkan penjaga,Ayu menekan tombol pintu gerbang utama.


Tak lama kemudian muncul 4 mobil mini bus.


Ayu dan Bayu segera melesat ke arah pintu masuk.


Setelah melewati pintu utama,Ayu dan Bayu menghadapi penjaga yang sedang berjaga.


Ayu menarik pedang Katananya. Bayu juga tak mau kalah,ia juga menarik pedangnya kemudian melesat menyerang.


Bayu menyerang karena untuk melindungi Ayu.Bukan untuk balas dendam.


Di belakang Ayu dan Bayu muncul anak buah Kakashi. Mereka melesatkan shuriken ke arah penjaga yang hendak menyerang Bayu dan Ayu.


Penjaga yang sembunyi tak luput dari anak buah Kakashi.


Bayu dan Ayu segera melesat ke lantai berikutnya,di ikuti anak buah Kakashi dan juga Kakashi.


Sementara itu,Uchiha Madara tak menyadari jikalau markasnya di serang. Sebab,tak ada laporan dari penjaga CCTV maupun penjaga yang lain. Layar di CCTV nampak normal saja,karena sudah di ambil penuh oleh Daniel.


Daniel melihat di layar Bayu dan yang lainnya membunuh orang,sedangkan di pihak Madara hanya para penjaga yang sedang berdiri di posisinya masih - masing. Daniel menghentikan waktu di layar musuh.


Malik dan anak buahnya melesatkan tembakan ke arah penjaga yang berjaga di luar dari atas gedung. Satu persatu penjaga terbunuh.


Rombongan Bayu merengsek masuk dari lantai satu ke lantai lainnya. Mereka membantai semua orang yang ada di sana.


Hingga akhirnya,mereka berada di lantai 4. Tempat di mana Uchiha Madara berada.


Bayu melihat banyak sekali penjagaan di lantai 4, berbeda dengan lantai yang lainnya.


" # Kalian tunggu di sini.... Biarkan kami yang mengatasi para penjaga..." ucap Bayu.


Bayu dan Ayu melesat ke arah penjaga yang berjumlah 8 orang.


Para penjaga terkejut melihat orang asing masuk berpakaian ninja.


Mereka tak tinggal diam,mereka mengambil pistol di balik jaket hitam yang mereka pakai.


" Asem... Mereka pakai senjata api lagi..." ucap Bayu dalam hati.


Bayu segera menaikkan kekuatannya agar dapat bergerak dengan cepat.


Mata Bayu yang awalnya hitam putih,kini berubah menjadi Merah. Dengan cepat Bayu mengayunkan tangan yang memegang senjata pedang Katana pemberian kakek Kiyoshi.


Dooorrr......


Doooorr.....


Dooorrrr.....


Dooorrrr....


Dooorrr....


Dooorrr....


Para penjaga yang belum terkena serangan melepaskan tembakan ke arah Bayu.


Bayu terkena peluru,akan tetapi peluru itu tak dapat menembus kulitnya.


" Pedes coook...." ucap Bayu merasakan panas di kulitnya,karena terkena peluru.


Crraaasssshh.....


Crraaasssh....


Craaassshh...


Craassah....


Bayu sekuat tenaga mengayunkan pedang Katana.


Musuh yang terkena sabetan pedang dari Bayu,tumbang dengan anggota tubuh yang terpisah.


Nampak musuh kejang - kejang setelah terpotong,lalu diam tak bergerak. Darah mengucur deras membanjiri lantai.


Para penjaga yang memdengar suara tembakan segera menghampiri asal suara tembakan tersebut.


Uchiha Madara yang tak jauh dari lokasi tembakan terkejut mendengar suara letusan senjata api. Ia segera waspada dan juga mengambil pistolnya.


" Sial... Siapa yang telah berani menyerangku..." ucap Madara.


Dooorrr......


Dooorr.....


Dooorrr....


Dooorrr...


Dooorrrr....


Seorang wanita yang ada di dekat Madara nampak ketakutan.


" Apakah kita di serang...?" ucap wanita itu.


" Iya....


" Segera pergi dari sini,dan bawa anak kita..." ucap Madara.


Wanita itu segera berdiri lalu berjalan ke pintu.


Baru saja hendak membuka,tiba - tiba.


BRAAAAAAAK..........


Pintu terlepas dari engselnya.


Wanita yang berada di dekat pintu terkena pintu yang terlepas lalu jatuh.


" Eh....!!!?? Madara terkejut.


Muncul Ayu dengan memegang pedang Katananya.


Madara tak tinggal diam,ia menembak kearah Ayu yang berlari ke arahnya.


Dooor.....


Doooorr....


Dooorrr...


Dooorrr....


Dooorrr...


Dooorrr...


Madara terkejut,ninja putih itu tidak mati di tembak.


Ayu menebas lengan Madara yang memegang pistol.


Craasssh...... Tangan Madara putus terkena sabetan pedang Katana Ayu.


Di pintu muncul Bayu dan Kakashi.


Ayu tak segera membunuh Madara.


" Mengapa kamu bunuh ibuku..." ucap Ayu.


Madara memegang lengannya yang terpotong,ia merasa kesakitan.


" Siapa kamu...." ucap Madara.


" Dia adalah putriku Uchiha Madara..." ucap Kakashi sambil berjalan ke arah Madara.


Madara melihat ke arah Kakashi.


" Kakashi.....!!!!??? " ucap Madara terkejut bukan main. Ia tak menyangka Kakashi akan menyerang. Sebab ia hanya memperoleh informasi dari anak buahnya bahwa Kakashi berada di Okayama.Setelah itu ia tak dapat informasi lagi,sebab anak buah yang mengikuti Kakashi tidak memberikan informasi lagi.


" Iya... Ini aku......


" Aku tidak ada menganggumu..


" Tapi mengapa kamu menggangguku...?" ucap Kakashi.


"Ha....Ha....Ha....Ha....Ha....Ha.... " Madara tertawa.


Ayu yang di penuhi rasa dendam karena teringat ibu dan kakaknya yang tewas mengayunkan pedangnya ke arah leher Madara.


Crrraaassshhh......


Kepala Madara terpisah dengan badannya lalu jatuh.


Tubuh Madara ambruk. Nampak darah mengucur deras dari leher Madara yang terpotong.


" Pergilah kamu di neraka...." ucap Ayu.


Ayu kemudian terduduk lalu menangis,ia teringat kembali mendiang ibunya.


" Hiksss....Hiksss...Hiksss...


" Ibu......" ucap Ayu.


Bayu memegang kedua pundak Ayu.


" Sabar sayang... Ikhlaskan ibumu pergi..." ucap Bayu.


Ayu membalikkan badannya lalu memeluk.


" Hiks....Hikkss....Hiksss....


" Huuuuu....


Seorang pengawal Kakashi mendekati Kakashi.


" Ada 2 anak kecil... " ucap pengawal.


" Bunuh...." ucap Kakashi.


" Baik...." ucap pengawal lalu pergi.


Kakashi melihat ke arah putri. Ia penasaran mengapa putrinya dan juga Bayu tidak terluka meskipun musuh menembakinya.


" Ayo kita pergi yomesan...." ucap Bayu.


Tak ada selamat dari penyerangan itu. Semua orang yang berada dalam gedung di bantai.


Anak buah Kakashi tak ada yang terbunuh,akan tetapi di markas lainnya,anak buah Kakashi ada yang terbunuh.


Bayu dan Ayu keluar dari markas clan Uchiha.


Di ikuti Kakashi dan yang lainnya.


Daniel menghapus semua rekaman kejadian penyerangan itu,agar tak ada bukti kejahatan yang di lakukan keluarga Hatake dan juga Bayu.


" Bay... Tolong ambil flasdishku..." suara Daniel.


" Oke....


" Yomesan...Aku masuk ke dalam dulu,mau ambil flashdishnya Daniel..." ucap Bayu.


" Iya...." ucap Ayu.


Bayu segera berlari menuju ruang control CCTV.


Ketika berlari menuju tempat control CCTV berada,Bayu melihat mayat musuh bergelimpangan di lantai bersimbah darah.


Setelah sampai di tempat control CCTV,Bayu mencabut flashdis milik Daniel,lalu berlari lagi menuju jalan keluar.


Setelah misi selesai,mereka kembali ke rumah.


1 jam kemudian.


Nampak mobil polisi berjejer di depan gedung markas Madara. Tak hanya mobil polisi,ada juga mobil ambulans.


Polisi mendapat laporan dari warga karena mendengar suara letusan.


Begitu polisi datang, pintu gerbang tertutup rapat.


Seorang polisi turun dari mobil lalu berjalan ke pintu gerbang. Polisi itu memanggil penghuni dari alat yang terpasang. Namun tak ada jawaban.


Akhirnya,polisi itu memanjat pintu pagar.


Alangkah terkejutnya polisi itu. Polisi itu melihat 4 orang tewas. Lalu polisi itu memberitahu ke rekannya bahwa ada korban tewas.


----****----


28 Desember.


Pemakaman umum


Pukul 9.10.


Pov Bayu.


Saat ini aku berada di pemakaman umum bersama Ayu. Ke dua istriku,Melisa dan juga kedua sahabatku sedang dalam perjalanan. Ayu mengajakku ke pemakaman karena ingin sekali mengunjungi makam ibunya.


Ayu menaruh bunga di batu nisan.


" Ibu....Kakak...


" Aku sudah membunuh orang yang telah membunuh kalian..." ucap Ayu sambil berlinang air mata.


Ku merasa sedih melihat istriku menangis karena teringat ibunya.


Aku membayangkan jika itu adalah aku sendiri.


" Yuk kita pulang..." ucapku agar Ayu tak larut dalam kesedihannya.


" Ayoo..." ucap Ayu.


Setelah menempuh perjalanan. Akhirnya kami sampai di rumah.


" Assalam mu'alaikum...." ucapku saat masuk rumah.


" Wa' alaikum salam..." suara orang yang aku kenal dan aku rindukan. Karena beberapa hari tidak ketemu.


Ku melihat Putri,Diana dan juga Melisa setengah berlari ke arahku.


Begitu sampai,mereka memelukku.


" Jangan kuat - kuat... Aku gak bisa nafas..." ucapku.


Mereka melepaskan pelukannya.


" Mas gakpapa kan.....?" ucap Putri.


" Aku gakpapa dek..." ucapku.


" Apakah mereka tewas kak?" ucap Melisa.


" Iya Mel..." ucapku.


" Syukurlah...." ucap Melisa.


" Mas.... Kita pulang yuuk.... Adek takut.." ucap Putri.


" Iya kita pulang... Tapi sebelum pulang..


" Mas mau cari oleh - oleh dulu.." ucapku.


" Mas mau beli apa lagi?" ucap Putri.


" Rell pancing dek... Buat kang Rahman..." ucapku.


" Kenapa gal beli di Jakarta aja mas..." ucap Putri.


" Di jakarta kadang ada barang tiruan dek...


" Kalau di sini kan barangnya asli..." ucapku.


" Baiklah... Tapi habis itu kita pulang ya mas..." ucap Putri.


" Iya sayang...." ucapku.


Ku berjalan menuju ruang keluarga di ikuti ke tiga istriku dan juga Melisa.


" Apakah kalian ada yang memberitahu ke kakek...?" ucapku sambil berjalan.


" Memberitahu soal apa sayang?" ucap Diana.


" Jika aku dan keluarga Hatake di serang dan akan menyerang..." ucapku.


" Adek gak ada mas..." ucap Putri.


" Sama.. Aku juga gak ada sayang..." ucap Diana.


Ku menoleh ke arah Melisa yang diam saja.


" Mel...." ucapku.


" Iya kak.." ucap Melisa.


" Apakah Mel memberitahu ke kakek?" ucapku.


" Iya kak..." ucap Melisa santai.


" Kapan dan gimana caranya?" ucapku penasaran.


" Mel pakai email kak..


" Di sana kan ada sinyal wifi..


" Terus Mel tanya ke kak Ayu,apa paswodnya..


" Setelah dapat,Mel bisa buka internet..


" Lalu ketika ada mata - mata dan kita di ungsikan,Mel kirim email ke kakek buyut sebelum pergi..." ucap Melisa.


Terjawab sudah rasa penasaranku. Mengapa mbah buyutku tahu peristiwa yang terjadi di Jepang hingga mengirim Malik dan teman - temannya ke Jepang.


Sementara itu,Malik dan rekannya mendapat jamuan khusus.


Malik bersama seorang wanita muda yang cantik jelita. Mereka bergumul di atas kasur tak memakai sehelai benang pun. Tak hanya Malik saja. Rekan Malik juga demikian,mereka mendapat seorang wanita cantik untuk di nikmati hingga puas.