SANG PENERUS.

SANG PENERUS.
DIA BUKAN AYAH KANDUNGKU


Bayu berjalan ke arah pintu rumah,Khalisa memegang erat lengan Bayu karena takut.


"Assalam mu'aikum..." ucap Bayu.


"Wa'alaikum salam...." ucap orang di dalam rumah.


"EH.....!!!??? Bayu terkejut.


Bayu melihat Agus irawan,Sandi dan bu Intan ibunya Khalisa dan seorang wanita usianya sama seperti ibunya Khalisa.


"Itu orangnya pa..." ucap Sandi sambil menunjuk Bayu.


Mereka menghampiri Bayu dan Khalisa di depan pintu.


Wanita itu melihat Bayu dari atas sampai bawah.


"Siapa namamu..." ucap pak Agus.


"Awan....Kekasih Putri sejak masuk SMP..." ucap Bayu tak mau memyebut nama aslinya.


"Kamu sudah tahu,jika Khalisa sudah bertunangan dengan putraku... Dan Kamu telah mencekik leher Sandi.." ucap pak Agus.


"Jika anda di hajar,apakah anda diam saja pak Agus Irawan..." ucap Bayu.


"EH...!!??? Mereka terkejut.Pria asing memakai masker mengenal Agus Irawan.


"Asal Bapak tahu saja... Saya mencintai Putri dari dulu sampai sekarang.. Jika bapak mencoba memisahkanku,maka saya tak tinggal diam." ucap Bayu.


"Lisa...Mengapa kamu memutuskan pertunangan ini....


"Semua orang kalangan atas tahu,jika kamu bertunangan dengan Sandi..


"Kamu malah memilih orang miskin seperti dia dari pada Sandi yang dari keluarga terpandang.." ucap Wanita itu.


"Sepertinya dia ibunya Sandi" ucap Bayu dalam hati.


"Kamu telah melukai putraku...Aku akan memasukkanmu di penjara...


"Pengawal...


2 orang Pengawal datang.


"Tangkap Bayu..Dan kirim dia ke kekantor polisi..." ucap wanita itu.


Khalisa mengeratkan pegangan tangannya karena takut.


"Siap bu..." ucap 2 orang pengawal serempak.


Baru saja hendak menangkap Bayu,2 pengawal itu merasakan lehernya tertancap sesuatu yang tajam. Mereka memegang lehernya.


"AAAARRGGGHH......." mereka merintih kesakitan sambil memegang lehernya.


Darah mengucur deras mengalir.


"EH...." mereka terkejut..


Satu persatu Hana membunuh para pengawal keluarga Mahendra dengan sebilah Katana yang sangat tajam,ada pula memakai Shuriken.Tak lupa Hana memakai sarung tangan agar tak ada sidik jari yang menempel.Hana melakukan itu karena mendengar istri Agus menyuruh pengawalnya menangkap Bayu. Hana tak tinggal diam.


Sebelum Agus Irawan masuk ke dalam rumah bu Intan. Hana meminta pada bu Intan agar tak memberi tahu perihal anaknya kepada keluarga Mahendra. cukup panggil nama seperti yang dulu di ucapkan,yaitu Awan,agar Bayu tak terkena masalah dengan keluarga Mahendra.Bu Intan mengiyakan saja.Tapi di dalam hatinya muncul banyak pertanyaan.Hana mendengar suara mobil berhenti di depan rumah,Hana melihat beberapa pria turun. Hana memutuskan pamit undur diri. Bu Intan melarangnya,karena sudah malam hari,ia menyarankan untuk menginap di rumahnya. Hana menolak,karena tak ingin bertemu mereka,jika bertemu maka Hana bisa membunuh istri Agus Irawan.Hana mengganti pakaian khususnya lalu bersembunyi.


Kembali ke cerita.


Keluarga Sandi terkejut melihat 2 pengawalnya ambruk bersimbah darah.


Lantas wanita itu ketakutan.Agus Irawan waspada.Sandi juga bersikap waspada melindungi ibunya. Bu Intan nampak terkejut.


"Kenapa kalian takut... Haaah....


"Tadi sok - sok an...Sekarang takut...Cemen banget...


"Kalau mau menangkapku silahkan... Kalian juga akan mati seperti mereka...


"Dan besok kalian akan di kubur..


"Eh...Gak di kubur deng...Tapi di lempar ke laut.." ucap Bayu.


"Siapa kamu..." ucap Agus Irawan waspada.


"Aku hanya orang miskin mencintai seorang wanita pujaan hatiku yang telah tak bertemu,begitu bertemu kembali,kekasihku sudah bertunangan,aku sempat patah hati dan kecewa,aku kembalikan barang kenanganku kepada wanita pujaan hatiku. Wanita pujaan hatiku tahu jika itu adalah aku meskipun aku memakai masker. Lalu wanita pujaan hatiku memutuskan pertunagannya dan kembali kepadaku...


"Jika kalian tetap menggangguku,maka kalian bernasib sama seperti pengawal kalian...." ucap Bayu.


"Kamu mengancam saya..." ucap Agus Irawan.


"Aku tidak mengancammu... Kalian sendiri yang memulainya...


"Kalian sopan,saya segan,kalian arogan aku BANTAI..." ucap Bayu.


Bayu merasa tak perlu menghargai keluarga Sandi. Karena mereka bersikap arogan.Bayu tahu siapa yang melakukan itu pada pengawal mereka.


Satu persatu Hana mengempesi ban mobil yang terparkir di pinggir jalan.


Supir yang berada di dalam mobil itu melihat sekelebat bayangan hitam yang menghampiri para pengawal keluarga Mahendra.Para pengawal berjatuhan. Mereka sangat ketakutan,tak berani keluar dari dalam mobil.


"Pah...Kita pulang saja pa..." ucap wanita itu ketakutan.


"PENGAWAAAL....." teriak Agus irawan memanggil pengawal lainnya.


"Ngapain kamu pulang... Belum selesai masalah ini main pulang saja...Enak banget.....


"Minta maaf saja tidak...


Tak ada satupun pengawal datang.


Para tetangga bu Intan mendengar suara keributan dari rumah Khalisa keluar dari rumah.Mereka melihat beberapa orang tergeletak.


"Kalian ini katanya orang terpandang dan terhomat,tapi sikap kalian seperti barang tak berguna sama sekali...


"Selesaikan dulu masalah ini baru kalian boleh pulang.. Jika kalian berani nekat pulang dan tidak mau menyelesaikan masalah ini,maka kalian bernasib sama..." ucap Bayu.


Bayu mengatakan itu karena tak mau keluarga Sandi akan mencelakai keluarga Khalisa.


"Sial... Ternyata dia bukan orang sembarangan...Semua pengawalku tewas semua...Dia membawa pasukan tak terlihat...


"Tapi suara ini seperti suara Bayu,apakah dia Bayu? Tapi kata Sandi namanya Awan." ucap Agus Irawan dalam hati tak melihat para pengawalnya datang.


Agus Irawan datang kerumah bu Intan karena Sandi menelpon bila Khalisa memutuskan pertunangan tiba - tiba karena ada seorang pria yang di akui oleh Khalisa cinta pertamanya dan juga di cekik oleh pria itu.


"Baiklah...Apa yang kamu inginkan..." ucap Agus.


"Aku ingin masalah ini selesai..." ucap Bayu.


"Oke...Aku tidak akan menuntutmu..Dan yang terjadi di sini aku anggap tidak pernah terjadi.Bagaimana?" ucap Agus.


"Masih kurang..." ucap Bayu.


"Aku tidak akan mengganggu kalian.." ucap Agus.


Mata Sandi berubah merah,karena ia marah terhadap Bayu.


"Sekarang kalian ucapkan sumpah seperti yang kamu katakan tadi... " ucap Bayu.


pak Agus mengucap sumpahnya,akan tetapi Sandi dan ibunya diam saja.


"Kamu.....Kamu....Mau mati di sini...?


Bayu menunjuk kearah Sandi dan Ibunya.


"Jika gak ingin mati,ucapkan sumpah kalian. Setelah mengucapkan sumpah lalu kalian melanggarnya. Maka aku tak tinggal diam..


"Buat apaaa... Kamu memperlihatkan mata merahmu itu..


"Kamu pikir aku takut gitu dengan warna matamu....?


"Apa kamu mau duel sama aku?" ucap Bayu.


"Ma....Turutin saja apa kata dia,dan kakak juga.." ucap Agus Irawan karena ia melihat istri dan anaknya tak ada yang mengucapkan sumpahnya. Ia takut istri dan anaknya ikut terbunuh bersama pengawalnya.


"Tak ada kamus dalam keluarga Mahendra menyerah....


"Aku Sandi purnama Irawan Mahendra menantangmu Duel hidup dan mati.." ucap Sandi.


Deg.... Bayu terkejut mendengar nama Mahendra di sebut oleh Sandi.


"Ja...Ja...Ja...Jadi kalian keluarga Mahendra..." ucap Bayu.


Wanita yang di dekat Agus Irawan yangvawalnya takut kini muncul rasa beraninya.


"Iya..Kita adalah keluarga Mehendra..


"Seluruh keluarga besarku tidak akan tinggal diam..


"Mereka akan memburumu hingga kekuburanmu beserta keluargamu yang miskin itu.." ucap wanita itu.


"Bajingaaan....Jadi dia bernama Agus Irawan Mahendra nama yang ku lihat di buku kartu keluargaku..." ucap Bayu dalam hati.


"Cih... Aku ora wedi karo kowe lan keluargamu... Ndang gowo rene kabeh....Tak pateni mesisan..


(Aku gak takut sama kamu dan keluargamu. cepat bawa sini semua...Aku bunuh sekalian.)


Bayu menunjuk Agus Irawan.


"Dan kamu....


"Kamu tega meninggalkan keluarga kecilmu demi harta...


"Eh.... !!!??? Agus Irawan terkejut begitu pula dengan istrinya dan juga Sandi. Karena yang di ucapkan oleh pria yang di panggil Awan itu mengetahui masa lalu keluarganya.Hanya keluarga besar Mahendra saja yang tahu.


Khalisa ketakutan diam tak bicara,hanya bisa memegang erat lengan Bayu.


"Aku pikir...Kamu bekerja di luar negeri,hingga tak ada muncul dalam keluarga kecil yang kamu tinggalkan itu...


"Ba...Ba...Bayu Saktiawan Mahendra...Apakah itu kamu Nak...?" ucap Agus Irawan.


Khalisa terkejut mendengar ucapan ayahnya Sandi. Ia mengira nama belakang Bayu hanya nama biasa saja,bukan marga.


"Bukan.....Aku bukan lagi Bayu Saktiawan Mahendra...


"Namaku berganti menjadi Muhammad Bayu Samudera...


JEDDEEEEERRRR.......


Agus Irawan sungguh sangat terkejut mendengar nama yang di sebutkan oleh pria yang memakai masker itu.


"Bayu Saktiawan Mahendra sudah mati...Yang ada Muhammad Bayu Samudera..Dan kamu bukan Ayahku..


"APAAAAAAA......!!!???? Istri Agus Irawan dan Sandi sungguh terkejut. Mereka tak menyangka bahwa pemuda yang di depannya itu keturunan Mahendra juga,meskipun tak di akui.


"Ja...Ja...Jadi kamu saudara tiriku...?" ucap Sandi masih terkejut dan shock.


"Bajingaaaan.... Aku gak tahu dia saudara tiriku.


Matanya kembali normal kembali.Niat untuk mengajak duel hidup dan mati pun sirna.


"Sudah aku katakan tadi...Bahwa aku bukan lagi Bayu Saktiawan Mahendra.. Dan aku bukan dari keluarga Mahendra...


Bayu melepas masker dan kaca matanya.


Mereka melihat jelas wajah Bayu dan mereka terkejut melihatnya.


"Namaku Muhammad Bayu Samudra.." ucap Bayu sengaja tak menyebut nama marganya.


Warga berkumpul di depan rumah Khalisa,disitu juga ada Hana yang sudah mengganti pakaiannya,.


"Sial.... Bayu sudah tahu...Jika mereka tak menyebut nama keluarga besarnya,maka ini tak akan terjadi.." ucap Hana dalam hati.


"Yank...." ucap Khalisa memberanikan diri.


Bayu menoleh ke Khalisa.


"Iya sayang...Ada apa?" ucap Bayu.


"Apa pak Agus ayah kandung sayang?" ucap Khalisa memastikan.


"Secara hukum iya sayang...Tapi secara pribadi,aku tak menganggap dia ayah kandungku sayang.." ucap Bayu.


Agus Irawan melangkahkan kakinya untuk memeluk Bayu.


"Sial...Dia benar saudara tiriku..." ucap Sandi dalam hati mendengar pengakuan Bayu.


"Sialan...Keluarga miskin itu ternyata masih hidup dan sekarang ada anaknya ada di hadapanku.." ucap ibunya Sandi dalam hati. Ia merasa sangat marah.ketakutan yang selama ini menghantui dirinya ,kini menjadi kenyataan. Di tambah pengawalnya tewas. Ia tak menyangka akan begini jadinya. Sehingga dirinya harus waspada,tak berani menghina Bayu.


"Sayang masih ingat kan waktu aku cerita,mengapa aku tak mau menyebut namanya,bahkan orang bertanya mengenai ayahku..Aku selalu bilang ayahku sudah mati " ucap Bayu.


"Iya sayang....Aku masih ingat.." ucap Khalisa.


Agus Irawan memeluk Bayu.


"Maafkan ayah nak.." ucap Agus Irawan sambil mengeluarkan air matanya.


Bayu tak membalas pelukan ayahnya itu.


"Kamu bukan ayahku...Ayahku sudah mati...Tolong lepaskan pelukanmu..." ucap Bayu.


Agus Irawan melepaskan pelukannya.


Setelah sekian lama ia mencari,akhirnya ia menemukan putranya. Agus Irawan sangat bahagia sekali dan juga sedih. Bahwa Bayu tak menganggap ia sebagai ayah kandungnya. Agus Irawan menerima kenyataan itu,sebab ia juga menyadari kesalahannya.


Sandi berjalan mendekati Bayu.Lalu menyodorkan tangannya.


"Bayu...Aku minta maaf...Atas kesalahanku padamu yang telah merebut kekasihmu,jujur aku tidak tahu.." ucap Sandi.


Suara sirine mobil polisi terdengar. Karena salah satu warga menghubungi kantor polisi.


Bayu menyambutnya uluran tangan Sandi.


"Iya...Aku juga minta maaf telah mencekikmu tadi sore..." ucap Bayu.


8 polisi turun dari mobil Pick Up,lalu mendatangi kerumunan warga.Di belakang mobil polisi ada mobil ambulan.


Polisi itu melihat orang - orang tergeletak di jalan bersimbah darah.Salah satu polisi memasang garis polisi,agar warga menjauh dari TKP.


Sandi memeluk Bayu.


"Terima kasih...Kamu telah memaafkanku.." ucap Sandi sambil memeluk lalu melepaskan pelukannya.


Rasa ketakutan Khalisa berkurang setelah Sandi meminta maaf pada Bayu,dan ia melepaskan pegangan tangannya di lengan Bayu.


2 orang polisi mendatangi mereka.Ia melihat 2 orang bersimbah darah di dekat Bayu.


Salah satu polisi melihat Shuriken menacap di leher 2 orang itu.


"Selamat malam pak...Kami mendapat laporan bahwa ada korban pembunuhan. Apa yang sebenarnya terjadi." ucap Polisi 1


"Ada orang tak di kenal menyerang pengawalku,tapi kita tak tahu siapa yang membunuh pengawalku,karena orang itu tidak terlihat..." ucap Agus Irawan.


"Dia pembunuhnya pak..." ucap istri Agus sambil menunjuk Bayu.


"Benar itu pak apa yang di katakan ayah saya pak...Saya saksinya..."ucap Sandi tak sejalan dengan ibunya.


"Saya juga saksinya pak,bahwa Bayu tidak melakukan itu.."ucap Khalisa.


Polisi itu nampak bingung. Hanya 1 orang saja yang menyalahkan.


"Apa anda tahu siapa yang melakukannya?" ucap polisi kepada Bayu yang di tuduh melakukannya oleh istri Agus.


"Saya tidak tahu dan bukan saya pelakunya pak...Dari awal saya berdiri di sini sampai sekarang tak berubah posisiku.


"2 pengawal ini hendak menangkapku,lalu mereka mengerang kesakitan dan ambruk..." ucap Bayu.


"Bohong dia pak...Anak buahnya yang membunuh pengawal saya..." ucap istri Agus.


"Anak buah.... Kamu bicara apa? dari tadi aku datang berdua,, tak ada orang lain selain kami berdua kalau tak percaya tanyakan pada anakmu.." ucap Bayu.


"Yang di katakan Bayu benar pak...Bayu datang hanya berdua saja bersama pacarnya itu...Saya saksinya..." ucap Sandi.


"Aaaarggh....Kenapa seh kalian ini membela orang miskin itu?" ucap istrinya kesal.


Polisi itu menggaruk - garukkan kepala,ia bingung harus berbuat apa. Jika menangkap Bayu,para saksi mengatakan Bayu tak bersalah


Hanya istri Agus saja yang menyalahkan Bayu.


"Baik pak...Saya akan menyelidiki kasus ini. Tolong ceritakan kronologinya..." ucap Polisi 1.


Pak Agus Irawan menceritakan kronologinya sesuai apa yang terjadi,dan di benarkan oleh Sandi,Khalisa dan Bayu. Istri Agus diam saja karena jengkel,mereka melindungi Bayu.


Istri Agus ingin Bayu masuk penjara,karena telah mengganggu keluarganya di tambah Bayu adalah anak dari seorang wanita bernama Hana.


Suara sirine mobil ambulan terdengar,karena salah satu polisi yang datang meminta untuk mengangkut mayat yang tergeletak untuk di periksa.


Satu persatu mayat itu di bungkus dalam kantung mayat lalu di angkut ke dalam mobil ambulan.


"Baik pak,terima kasih atas informasinya,kami akan mengusut kasus ini...Selamat malam" ucap polisi 1.


Para supir juga di mintai keterangan,mereka memberitahu pada polisi,bahwa yang membunuh pengawalnya itu sosok hitam,wajahnya tidak bisa di lihat,sebab gerakannya sangat cepat.


Mobil polisi dan Ambulan meninggalkan TKP.


Hana belum berani mendekati Bayu. Ia tak ingin keluaraga Agus Irawan melihat dirinya,Hana pergi menjauh.


"Kamu masih tak terima apa yang terjadi?" ucap Bayu pada istri Agus Irawan setelah polisi itu pergi.


"Iya...Kamu sudah mengganggu keluargaku...


"Apa kamu sengaja muncul untuk menuntut harta?" ucap istri Agus.


"Seperserpun aku tak mau menerima uang dari kamu dan keluargamu...


"Aku masih bisa mencari sendiri...


Bayu menunjuk istri Agus.


"Bila kamu mengusik keluargaku..


"Aku tak segan - segan bertindak tegas. Camkan itu" ucap Bayu.


"Keluarga miskin gitu banggain...


"Kamu jangan lagi muncul di hadapanku atau keluargaku.. Bila kamu muncul,aku akan membinasakan keluargamu yang miskin itu." ucap istri Agus Irawan.


Khalisa mendengar ucapan ibunya Sandi yang menghina Bayu jadi tahu karakter busuknya.


Warga yang mendengar ucapan istri Agus irawan menjadi tidak hormat lagi pada keluarga Mahendra. Sebab mereka menghina Bayu.


"Terserah kamu bicara apa,aku juga tak sudi menemui kalian..." ucap Bayu.


Agus irawan menghampiri istrinya.


"Cukup ma...Ayo kita pulang ma...." ucap Agus Irawan.Ia melihat para warga masih ada yang melihatnya.


"Nanti dulu pa...Aku belum selesai bicara sama dia.


"Sejak kemunculan dia,keluarga besar kita tertimpa masalah...Bahkan Liliana terluka akibat ulah dia..." ucap istri Agus.


"Kamu ingin seperti Liliana?


"Kalau iya... Sini wajahmu...Tak buat gosong semuanya..." ucap Bayu.


Agus menarik istrinya menjauh dari rumah bu Intan.


"Maafkan sikap ibuku Bay...Aku harap kita bisa bertemu dan mengobrol.." ucap Sandi.


"Iya gakpapa...Memang aku ini orang miskin. Jadi aku pantas untuk di hina oleh ibumu itu.." ucap Bayu.


Agus Irawan melihat ban mobilnya bocor menjadi kesal,begitu pula istrinya. Lalu Agus menghubungi orang untuk menjemputnya.


Sandi menganggap ini pelajaran untuk dirinya.


"Aku pulang dulu Bay...Assalam mu'alaikum.." ucap Sandi.


"Wa'alaikum salam warahmatullah.." ucap Bayu.


Bu Intan memghampiri Bayu dan Khalisa.Ia memeluk Khalisa,lalu memeluk Bayu. Bu Intan mencium pipi kanan dan kiri Bayu.


"Kamu dah besar nak " ucap Bu Intan.


"Iya bu...Masa kecil terus..." ucap Bayu.


"Ayo yank...Kita masuk..." ucap Khalisa.


Mereka kemudian masuk kedalam rumah.


Bu Intan menutup pintu.


"Duduk dulu yank...Aku mau ganti baju dulu.." ucap Khalisa.


"Iya yank..." ucap Bayu.


Bayu duduk di kursi,lalu disusul bu Intan.


"Apakah benar...Agus Irawan Mahendra itu ayah kandungmu nak?" ucap bu Intan.


.


.


.


.


*****BERSAMBUNG*****