SANG PENERUS.

SANG PENERUS.
KELUARGA HATAKE DATANG KE JAKARTA


Naruto memghampiri kakaknya yang masih sujud.


" Kak..Bangun..." ucap Naruto sambil menepuk pundak Kiyoshi.


Kakek Kiyoshi tetap sujud.


Pak H.Ridwan yang berada di sebelah kakek Kiyoshi meletakkan jari ke hidung kakek Kiyoshi.


Pak H. Ridwan tak merasakan hembusan nafas pria tua tersebut.


Lalu memeriksa denyut nadi. Pak H. Ridwan tak merasakan denyut nadi.


" Innalillahi wainna ilaihi rajiu'n" ucap H. Ridwan.


" Apa yang terjadi pada kakak saya..?" ucap kakek Naruto.


Pak H. Ridwan kebingungan saat di tanya memakai bahasa asing oleh pria yang memegang seorang pria tua yang sudah meninggal dunia tersebut. Lalu pak H. Ridwan melihat ke arah Bayu.


Nampak Bayu melakukan shalat sunnah.


" Tunggu Bayu selesai shalat.." ucap pak H. Ridwan.


Setelah Bayu selesai shalat.


" Bayu...."


Bayu menoleh ke arah pak H. Ridwan.


" Kemarilah..." ucap pak H.Ridwan.


Bayu datang menghampiri.


" Ada apa pak Haji?" ucap Bayu.


" Apakah nak Bayu mengenal pria tua ini.." ucap pak H. Ridwan.


Bayu melihat ke arah kakek Kiyoshi yang masih bersujud.


" Iya pak haji,Bayu mengenalnya..."


" Beliau adalah kakek saya dari Ayu..."


" Emangnya ada apa pak haji?" ucap Bayu.


" Coba nak Bayu sentuh hidung dan denyut nadinya..." ucap pak H. Ridwan.


Bayu segera memeriksanya. Ia tak merasakan hembusan nafas dan


Deg.....Seakan - akan dunia berhenti berputar,Bayu tak merasakan denyut nadi kakek Kiyoshi.


" Bayu - chan...Apa yang sebenarnya terjadi pada kakakku..?" ucap kakek Naruto.


"# Kakek Kiyoshi sudah tiada kakek..." ucap Bayu.


" Tidak...Tidak mungkin dia mati..." ucap Naruto lalu ikut memeriksanya.


Bayu memgambil hapenya,lalu menyalakan hapenya.


Setelah menyala,Bayu berjalan sambil menghubungi ibunya.


Tuuut....Tuuut...Tuuuut...


" Assalam mu'alaikum sayang..." suara bu Hana.


" Wa'alaikum salam warah matullah..."


" Bu...Kakek Kiyoshi meninggal bu.." ucap Bayu.


" Innalillahi wainna ilaihi rajiun.."


" Meninggal di mana sayang? Apakah sayang kecelakaan?" suara bu Hana.


" Di mesjid bu saat sedang shalat Jum'at.." ucap Bayu.


" Baiklah...Ibu akan segera pulang.." suara bu Hana.


" Iya bu...Assalam mu'alaikum..." ucap Bayu.


" Wa'laikum salam warah matullah..." suara bu Hana.


Bayu menelpon kerumah,lalu menelpon istrinya,kemudian kakek Zhang.


Setelah selesai,Bayu mengantongi hapenyalalu berjalan ke arah kakek Naruto yang sedang bersedih karena kakaknya telah tiada. Di sekitarnya juga ada teman - teman Bayu.


Pak H. Ridwan menghampiri Bayu.


" Nak Bayu...Bapak turut berduka cita..." ucap pak H. Ridwan.


" Iya pak haji..." ucap Bayu.


" Jenasah kakek saya,akan saya bawa pulang kerumah pak haji.." ucap Bayu.


" Iya nak..." ucap pak H. Ridwan.


Bayu menghampiri kakek Naruto.


" # Kakek...Mari kita bawa pulang dahulu..." ucap Bayu.


Bayu melihat wajah kakek Kiyoshi nampak tersenyum.


" Ya Allah...Semoga nanti ketika engkau mencabut hamba,hamba dalam keadaan bersujud menyembahmu ya Allah..." ucap Bayu dalam hati.


Bayu mengangkat jenasah kakek Kiyoshi.


Lalu berjalan keluar menuju mobil.


Nampak air mata terus keluar membasahi pipi Bayu sambil mengangkat jenazah kakeknya.


Nampak langit yang semula berawan,tiba - tiba menghitam,lalu turun hujan gerimis. Seakan akan langit juga ikut sedih.


Pak H. Ridwan memanggil tim fardhu kifayah,untuk pergi kerumah Bayu.


Pengawal membuka pintu mobil jenazah lalu Bayu perlahan meletakkan jenazah kakeknya.


Bayu duduk di samping jenazah kakek Kiyoshi.


Lalu kakek Naruto juga ikut naik dalam mobil tersebut. Ia tak menyangka kakaknya akan pergi meninggalkan dirinya di saat menenunaikan ibadah shalat jum'at.


Suara sirine ambulan pun menyala,lalu mobil jenazah bergerak menuju rumah Bayu.


Setelah menempuh perjalanan,akhirnya mereka sampai.


Nampak keluarga Bayu menunggu kedatangan Bayu. Bahkan Zhang Yong Han yang semula ada jadwal rapat,terpaksa menundanya dan pergi kerumah Bayu.


Paijo menghubungi Fitri.


" Assalam mu'alaikum pak.." suara Fitri.


" Wa' alaikum salam Fit.."


" Fit...Tolong tutup Cafenya... Sekarang." ucap Paijo.


" Kenapa di tutup pak..Ini baru buka" suara Fitri.


" Kakeknya Bayu meninggal... Kasih waktu 30 menit,dan tutup pesanan yang beli.." ucap Paijo.


" Innalilahi...Baik pak...Saya akan menutup Cafenya.." suara Fitri.


Pintu belakang mobil jenzah terbuka.


Bayu mengangkat tubuh kakek Kiyoshi. Tubuhnya terasa masih hangat. Seakan belum meninggal.


Istri dari kakek Kiyoshi menghampiri Bayu yang sedang berjalan. Ia menangis atas kepergian suami tercintanya itu.


" Sayaang....Hiks...Hiks..." ucap istri Kiyoshi.


Bayu berhenti,karena terhalang oleh istri kakek Kiyoshi.


Bu Hana datang menghampiri.


" # Biarkan Bayu masuk ke dalam dulu.." ucap bu Hana.


Istri kakek Kiyoshi memberi jalan. Bayu melanjutkan lagi langkahnya.


Nampak kasur kecil di lapisi kain jarik di ruang tamu,semua kursi sofa dan meja tak ada di tempatnya.


Bayu meletakkan jenazah kakeknya di kasur kecil tersebut dengan hati - hati.


Bayu berjalan keluar menuju teras rumah. Setelah sampai,ia duduk di lantai anak tangga.


" Ya Allah... Belum ada seminggu,engkau telah memanggilnya..."


" Hamba baru mengajarkan huruf hijaiyah,dan Al fatihah.." ucap Bayu dalam hati.


Paijo menghampiri Bayu.


" Bay..." ucap Paijo lalu duduk di samping Bayu.


" Opo kang..?" ucap Bayu.


" Yang sabar ya...." ucap Paijo.


" Iya kang...."


" Yang namanya maut itu tidak ada seorang pun yang tahu..."


" Padahal...Tadi itu aku lihat kakek sehat - sehat saja,tak ada mengeluh sakit..." ucap Bayu.


" Ya begitulah kehidupan Bay....Ada yang datang,ada juga yang pergi.."


" Ada kebahagian ada juga kesedihan.." ucap Paijo.


" Tumben ucapanmu seperti orang waras kang.." ucap Bayu.


" Jancoook..." ucap Paijo.


Muncul karyawan Cafe berjalan kaki satu persatu,kendaraan mereka di letakkan di luar pagar rumah Bayu.sebelum masuk. Mereka di periksa lebih dahulu.


Tiba - tiba muncul Laura di depan wajah Bayu seperti biasa.


Bayu yang melihat Laura yang muncul tidak kaget,lalu Bayu menjitak kepala Laura.


Pletaak....


" Sakit bang..." ucap Laura.


" Aku lagi sedih gini malah iseng.." ucap Bayu.


" Sedih kenapa bang...?" ucap Laura.


" Kakekku meninggal Laura.." ucap Bayu.


" Kakek...??? Kakek mesum kah bang.." ucap Laura.


" Bukan...Kakeknya Ayu..." ucap Bayu.


" Pantas saja rame banget rumah bang Bayu.." ucap Laura.


Fitri berjalan ke arah Bayu.


" Pak...Cafenya sudah saya tutup" ucap Fitri.


" Siapa yang suruh tutup?" ucap Bayu.


" Pak Paijo pak.." ucap Fitri.


Bayu menoleh ke Paijo.


" Nganu Bay..." ucap Paijo.


" Yo wes ...,kalau dah tutup,apakah makanan yang sudah jadi masih banyak?" ucap Bayu.


" Masih Bay... Terutama sop Konronya.." ucap Paijo.


" Di bawa ke sini apa enggak?" ucap Bayu.


" Enggak tahu..."


" Fit...Masih di Cafe kah sop Konronya?" ucap Paijo.


" Masih pak..." ucap Fitri.


" Aku minta tolong,bawakan makanan yang sudah jadi itu ke sini ya..." ucap Bayu.


" Ya sudah...Aku akan pergi ke sana.." ucap Paijo.


" Bawa teman - teman ikut bersamamu kang." ucap Bayu.


" Iyoo.." ucap Paijo lalu berdiri,kemudian berjalan meninggalkan Bayu.


Fitri duduk di samping Bayu.


Mereka diam tak ada sepatah katapun keluar.


Ayu muncul lalu duduk di samping Bayu dengan berderai air mata.Kepalanya di senderkan ke Bayu. Bayu merangkul Ayu.


" Huuu..Huuu...Hiks...Hiks...Hiks....Kenapa Allah cepat sekali memanggil kakek shujin..." ucap Ayu.


" Mungkin kakek ingin segera bertemu dengan Allah yomesan..."


" Yomesan lihat gak wajah kakek.." ucap Bayu.


" Hiks...Hiks....Iya...Aku lihat shujin.." ucap Ayu.


" Kakek nampak tersenyum bahagia..."


" Aku jadi iri melihatnya..."


" Jika aku mati nanti,aku ingin dalam keadaan bersujud menyembah Allah..."


" Oh iya...Aku belum mengabari keluarga kita yang di Jepang yomesan" ucap Bayu.


" Ayah sudah menelpon shujin...Mereka langsung memesan tiket,kemungkinan tengah malam nanti baru tiba" ucap Ayu.


Sore harinya,keluarga pak Arif datang ke rumah Bayu karena mendapat kabar dari Paijo.


***


Malam harinya,Bayu membacakan yasin di depan jenazah kakek Kiyoshi bersama teman - temannya dan keluarganya.


Jam 22.45.


Keluarga Hatake tiba di rumah Bayu.


Mereka menghampiri jenazah kakek Kiyoshi yang sudah terbujur kaku di ruang tamu. Nampak mereka menangis tatkala melihat tubuh pimpinan keluarga Hatake terbaring,berselimutkan kain jarik.


***


Pagi Hari.


Nampak Bayu memandikan jenazah kakek Kiyoshi bersama kakek Naruto serta tim fardu Kifayah.


Wajah kakek Kiyoshi masih tersenyum meskipun sudah terbujur kaku.


Selesai di mandikan,tubuh kakek Kiyoshi di beri kapur barus,lalu di bungkus kain mori.


Setelah di bungkus kain mori,tubuh kakek Kiyoshi di bawa masuk ke dalam.


Setelah di letakkan.


" Yang belum wudhu,silahkan wudhu dahulu,kita akan melaksanakan shalat jenazah..." ucap pak H. Ridwan.


Mereka yang mendengar,lantas pergi wudhu.


Tak lama kemudian.


Bayu berdiri di depan memimpin shalat Jenazah.


Setelah selesai di shalatkan.Bayu menghampiri keluarga Hatake.


" # Kakek Kiyoshi telah memeluk agama islam.."


"# Jadi..."


"# Jenazah kakek akan di kuburkan secara islam.." ucap Bayu.


Bayu berjalan ke jenazah kakeknya,lalu Paijo datang menghampiri. Mereka mengangkat tubuh kakek Kiyoshi ke ranjang besi keranda.


Kemudian datang 2 orang membantu Bayu.


Mereka mengangkat besi keranda tersebut menuju mobil jenazah.


"