
Di Cafe Mantan.
Sepulang kuliah Bayu bersama teman - temanya dan 6 pengawal datang ke Cafe. Para pengawal tak membawa senjata laras panjang lagi.Hanya membawa pistol.
2 pengawal berdiri di depan pintu masuk.
Daniel melanjutkan lagi memasang kamera CCTV.
"Kenapa gak nyuruh orang saja Niel..." ucap Bayu.
"Belajar Bay...Aku kan jurusan progammer..Masa kya gini nyuruh orang lain.." ucap Daniel sambil merakit kabel.
"Ooo...Begitu..Tumben pinter..." ucap Bayu.
"Jancoook..." ucap Daniel.
Bayu berjelan menghampiri salah satu preman yang duduk bersama teman - temanya.
"Kang...Semalam kalian mabuk - mabukan apa enggak?" ucap Bayu.
"Enggak bos...Sumpah.." ucap preman itu sambil mengangkat tangan sambil membentuk jari tanganya berbentuk V.
"Bagus...." ucap Bayu.
"Bos...." ucap preman itu lagi.
"Iya..Ada apa kang..?" ucap Bayu.
"Apakah tadi malam bos datang ke sini?" ucap preman.
"Iya..Aku hanya mengecek saja.. Memangnya kenapa?" ucap Bayu.
"Maaf boss... Semalam kita pikir yang muncul itu hantu...
"Apakah bos bisa mengajarkan kita cara menghilang..?" ucap preman .
Bayu tersenyum
"Maaf... Bukannya aku tak mau mengajarkan..
"Aku takut kalian akan jadi gila jika tidak kuat apa yang aku ajarkan..
"Oh iya...Apakah ada preman luar datang kemari?" ucap Bayu.
"Ada bos... Tapi kita usir mereka,.." ucap preman lainnya.
" Ooo...Begitu.."ucap Bayu lalu berjalan ke tempat yang lainnya.
Lukman mendatangi Bayu.
"Bay..." ucap Paijo.
"Opo Man?" ucap Bayu.
"Jika kita pelihara burung bagaimana Bay?" ucap Lukman.
"Hem...Boleh...Tapi jangan 1 ekor,melainkan sepasang belinya...Dan kandangnya jangan di taruh dekat pengunjung,agar kotorannya tidak mengenai pengunjung yang sedang lewat ataupun makan.." ucap Bayu.
"Siap Bay..." ucap Lukman.
Bayu berjalan ke arah bangunan bertingkat.
Setelah sampai di sana,Bayu melihat 2 orang teknisi memasang kitchen Set. Lalu Bayu berjalan ke arah deretan kulkas,Bayu membuka satu persatubkulkas tersebut.
Nampak masih ada yang kosong belum di isi,hanya sebagian saja yang di isi.
Memudian Bayu naik ke lantai 2.
Nampak 6 orang sedang mengelilingi Paijo yang mengajarkan mereka cara mencampur cat yang benar. Lalu mereka mulai mengecat,tak lupa lantai di tutup terpal agar tak terkena tumpahan cat.Bayu kemudian turun ke bawah.
Hapenya berdring saat Bayu berjalan ke arah Mushalla.Bayu melihat siapa yang nelpon. Rupanya nomor Cintya yang belum Bayu save.
"Assalam mu'alaikum..." ucap Bayu.
"Wa'alikum salam warah matullah.." suara pria seperti bapak - bapak.
"EH.....!!!??? Bayu terkejut.Lalu melihat lagi kelayar hapenya untuk memastikan tak salah persepsesinya,lalu menempelkan lagi ke telinga.
"Benar Bayu..." suara pria.
"Iya benar pak...Maaf.. Saya berbicara dengan siapa ya kalau boleh saya tahu,? sebab yang saya lihat ini nomor hapenya seorang wanita" ucap Bayu penasaran.
"Saya Syariffudin Cahyo Mahesa,Ayahnya Cintya.panggil saja saya pak Arif" suara pria.
"Saya Muhammad Bayu Samudra pak..." ucap Bayu.
"Jancook... Malah pakai ortu segala lagi di libatkan.." ucap Bayu dalam hati.
"Nama yang bagus... Maaf jika bapak mengganggu... Apakah nak Bayu berkenan hadir di acara kami..?" suara pak Arif.
" Kalau sabtu siang saya gak bisa datang pak,soalnya sorenya itu saya mengaji di pondok pesantren..." ucap Bayu.
"Ooo... Begitu..Ya..Ya..Ya..
"Kalau malamnya,apakah nak Bayu bisa datang..?" suara pak Arif.
"Insya Allah bisa,asal tidak hujan deras pak..." ucap Bayu.
Terdengar suara Adzan yang di kumandangkan oleh Bimo.
"Ya sudah kalau begitu.Itu saja yang mau saya sampaikan pada nak Bayu...Assalam mu'alaikum.." suara pak Arif.
"Wa'alaikum salam warahmatullah.." ucap Bayu.
Panggilan terputus. Bayu menekan tombol matikan panggilan lalu berjalan ke arah keran air untuk wudhu.
Nampak para preman meninggalkan pekerjaanya,mereka kemudian mengganti pakaiannya. Lalu berwudhu.
Mereka Shalat di Mushalla.
Setelah Shalat dzuhur Bayu membalikkan badannya menghadap ke para jamaah shalat.
"Jangan pergi dulu..
Kemudian Bayu membaca wirid sebentar,habis itu berdoa.
"Apakah kalian ingin belajar ngaji" ucap Bayu pada para preman.
"Mau bos...." ucap para preman serempak.
"Ya sudah....Besok aku akan membelikan buku untuk kalian mengaji.."
"Siapa penanggung jawab di sini" ucap Bayu.
"Saya boss..." ucap 2 orang preman.
"Berapa nomor hape kalian?" ucap Bayu.
Kedua preman itu memberikan nomor hapenya ke Bayu.
***
Di rumah Bayu
Pukul 20.40.
Bayu berkumpul bersama teman - teman dan keluarganya di Gazebo.
Bayu memangku Kevin sambil mengusap.
"Bay.. Minggu mancing yuk..." ucap Bimo.
"Ayook...Lama aku gak mancing...
"Mancing di sungai mana?" ucap Bayu.
"Ya di laut lah Bay...kalau mancing di sungai jakarta,kebanyakan sampah yang kita dapat...
"Beda dengan sungai yang ada di desa kita.." ucap Bimo.
"Hem....Berarti kita nyewa kapal dong.." ucap Bayu.
"Nah...Cocok itu...Tinggal beli peralatan mancing... " ucap Lukman.
"Cari sarang tawon dulu dong kita..." ucap Bayu.
"Sarang tawon buat apa kak..." ucap Melisa.
"Buat umpan lah dek.....Di makan juga bisa.." ucap Bayu.
"Mana bisa Bay... Di laut sama di sungai itu beda umpannya..." ucap Daniel.
"Iya kah..." ucap Bayu.
"Di laut itu umpan hidupnya memakai udang,Cacing Laut. Bisa juga pakai umpan mainan..." ucap Daniel.
"Kayaknya seru tuh....Ayook kalau gitu." ucap Bayu.
"Bayu san tidak ke pondok pesantren?" ucap Hinata.
"Hem...Libur dulu Ayu san.Soalnya aku lama tak mancing.. " ucap Bayu.
"Aku ikut kak..." ucap Melisa.
"Saya juga juga ikut.." ucap Hinata.
"Bibi ikut apa enggak..?" ucap Bayu.
"Ya ikut lah... " ucap Mei Lien.
"Oke...Besok aku mau beli alat pancing." ucap Bayu.
"Mei... Muat berapa orang kapalnya" ucap Paijo .
"Gak tahu Jo...Kalau lu mau ikut juga masih bisa kok.." ucap Mei Lien.
"Sampeyan mau ikut ta kang..?" ucap Bayu.
"Iyo lah... Sekali - sekali aku liburan Bay..." ucap Paijo.
"Wahh bisa neh...Setelah mancing kita berenam balapan berenang.." ucap Bayu.
"Jancoook.... Aku gak iso ngelangi (berenang) Bay.." ucap Paijo.
"Mosook...Ra ngandel aku kang. " ucap Bayu.(Gak percaya).
"tenanan aku Yuu...Aku wes tau jajal nang kali brantas,hampir kelelep aku." ucap Paijo.
"Lah... Kae loh ono kolam renang... Sampeyan belajar nang kono wae kang.." ucap Lukman menimpali.(Itu loh ada kolam renang).
"Mosok kalah sama Kevin...Kevin aja gak belajar berenang langsung bisa berenang kok...
"Ya kan Vinn.." ucap Bayu..
Meeooong....
"Jancook...." ucap Paijo .
Ha....Ha...Ha...Ha...Ha..Ha...mereka tertawa.
****
Esok harinya.
Di Kampus.
Bayu sedang menyimak penjelasan dari Dosen.
Tiba - tiba hapenya bergetar.Bayu mengecek hapenya. Nampak di layar hape panggilan dari anak buahnya yang ada di Cafe. yang bernama Joni.
Bayu kemudian berdiri lalu berjalan ke depan.
"Permisi pak..Saya mau ke kamar kecil.." ucap Bayu Alasan.
"Silahkan..." ucap Dosen.
Bayu kemudian jalan keluar lalu di ikuti oleh pengawalnya.
"Ada apa kang Joni..." ucap Bayu.
"Bos.. Di luar ada banyak orang. Mereka hendak masuk ke Cafe kita bos gara - gara kita gak kasih uang keamanan." suara Joni.
"Wokee aku akan kesana.....
Bayu mematikan panggilannya,lalu melepas Almamaternya.
"Mas..Tolong bawakan baju...
Bayu menyerahkan Almamaternya.
"Pinjam kaca mata hitamnya kang....
Pengawal memberikan kaca mata hitamnya ke Bayu. Bayu memakai kacamata dan masker.
"Jangan ikutin aku...Kalian di sini saja." ucap Bayu lalu berlari.
"Bos mau kemana...." ucap pengawal yang memegang Almamaternya Bayu.
Bayu tak menjawab,ia terus berlari.Begitu Bayu berada sangat jauh dari anak buahnya dan di tempat lorong yang sepi,Bayu berlari menggunakan kekuatannya lalu menghilang.
----***---
Di parkirian Cafe Mantan.
Nampak kerumunan orang berkumpul.Jumlahlah sekitar 40 an orang.Mereka memakai atribut pakaian seperti laskar ,ada lambang di baju mereka.Ada yang membawa golok,ada pula yang membawa kayu.
Bayu muncul di belakang kerumunan orang - orang memakai masker dan kaca mata hitam.Lalu berjalan menembus kerumunan itu menuju pintu masuk.
Setelah sampai di depan pintu masuk yang tertutup.
"Cepat buka pintunya...Jika tidak..
"Kita akan mendobrak pintu ini..." ucap pria A nyaring.
Bayu berdiri di depan pintu.
"Kenapa sampeyan mau menghancurkan pintu Cafe ini?" uca Bayu.
"Siapa lu.....?" ucap salah satu masa.
"Saya pemilik Cafe ini.." ucap Bayu.
"Ooo...Jadi lu bosnye..."ucap pria yang berkata akan mendobrak pintu. Lalu ia melayangkan pukulan ke arah Bayu.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.