
Lukman masuk ke kamar.
Bayu mengambil paku.
"Sial...Siapa yang kirim santet padaku..." ucap Bayu heran dan penasaran
"Tadi aku mendengar suara nyaring saat melewati kamarmu. Suara apa itu Bay?" ucap Lukman.
"Ada yang mencoba menyantet aku Man..Coba kamu lihat ini" ucap Bayu sambil menunjuk ke lantai.
"Apaa...!!!??? Santet...??" ucap Lukman.
"Iyaaa....Santet." ucap Bqyu.
Lukman memperhatikan benda yang di lantai.
Lalu Bayu mengambil benda yang tergeletak.
"Siapa yang menyantetmu Bay...?" ucap Lukman.
"Aku gak tahu Man..." ucap Bayu,lalu berjalan ke luar menemui ibunya.
"Kamu mau kemana Bay...?" ucap Lukman.
"Menemui ibuku man..Jangan beri tahu ke yang lain ya Man." ucap Bayu.
Tok....Tok....Tok... Bayu mengetuk pintu.
"Bu...Ini Bayu bu..." ucap Bayu.
Ceklek...Krieet... pintu terbuka.
"Ada apa sayang? " ucap Hana.
Bayu tak menjawab,ia masuk ke dalam kamar,Hana menutup pintu. Lalu berjalan memghampiri Bayu.
"Ada apa sayang..." ucap Hana.
Bayu membuka telapak tangannya. Hana melihatnya.
"Ada yang kirim santet bu..." ucap Bayu.
"APAAAA....!!!?? " ucap Hana terkejut.
"Untung Bayu bisa menghindar dan menahannya bu,lalu Bayu terdorong kebelakang saat memcoba menahannya,kemudian bunyi ledakan...Duar.....Lalu ada suara jatuh di lantai.
"Saat Bayu lihat ada benda ini.." ucap Bayu.
"Siaal...Aku lupa memagari rumah ini..." ucap Hana dalam hati.
"Bentar sayang....Ibu mau pasang pelindung,agar santet itu tak datang lagi,jangan keluar kamar.." ucap Hana.
"Iya bu.." ucap Bayu.
Hana keluar kamar menuju dapur,ia mengambil ceret untuk merebus air,lalu mengisi dengan air keran,setelah penuh. Hana membaca sesuatu. Setelah selesai ,Hana keluar rumah sambil membawa ceret.
Hana menyiram ke setiap pojok halaman.
----***----
Di rumah Ki Parwoto.
Nampak Ki Parwoto yang duduk bersila sambil memejamkan mata,membuka matanya.
"Hem.... Rupanya dia bukan orang sembarangan.." ucap Ki Parwoto dalam hati. Ia merasa tertantang karena santetnya tak berhasil.
Vino duduk tak jauh dari Ki Parwoto.
"Apakah kamu tahu siapa Bayu ini?" ucap Ki Parwoto.
"Dia seorang mahasiswa Ki...,dia juga bisa membuat orang terluka bakar akibat sentuhan tangannya..." ucap Vino.
"Menarik...
"Saya tak tahu pastinya Ki...Tapi menurut saya,dia seorang paranormal." ucap Vino.
"Santet yang aku kirim,tak berhasil melukainya,ini aku coba lagi...
Kemudian Ki Parwoto mengeluarkan lagi bahan untuk mengirim santet berupa paku,pecahan kaca,dan Silet. Lalu membaca mantra lagi.
Benda yang di letakkan oleh Ki Parwoto lenyap.
---***---
Di rumah Bayu.
Hana belum selesai memagari rumahnya.
Sementara Bayu masih di dalam kamar ibunya,
Nampak Bayu duduk di pinggiran tempat tidur,menunggu ibunya datang.
Tiba - tiba cahaya hitam itu muncul lagi.
Bayu sigap menghindari serangan santet tersebut.
"Sial.... " ucap Bayu.
Bayu kembali membaca ayat -ayat Al Qur'an sambil menghindar.
Namun kali ini,cahaya hitam itu tidak seperti yang pertama.Kali ini serangannya sangat kuat.
"Ya allah,lindungilah hambamu dari ilmu Jin ini..." ucap Bayu dalam hati sambil menghindari. Ia melompat,kadang memiringkan badannya.
Bayu berniat melawan,tapi dirinya ragu,sebab ia merasakan,serangan kali ini tidak seperti yang pertama. Sebab ini adalah pertama kalinya Bayu menghadapi serangan santet.
Hanna telah selesai memagari rumah itu agar tak ada yang bisa mengirim santet.Lalu berjalan masuk ke dalam rumah.
Saat Hana membuka Pintu ,Bayu terkejut,ia hendak menghindar,tapi takut terkena ibunya. Karena cahaya hitam itu mengarah ke ibunya.
Bayu mencoba menahannya,tapi sayang.Ia tak bisa menahan.
Buuuughhh..... Bayu terlempar kebelakang.
"EH....!!!??? Hana terkejut,lalu ia melesat menahan tubuh Bayu agar tak menabrak pintu.
Hana berhasil menangkap Bayu.
Hoooeeek.... Bayu mengeluarkan seteguk darah.
"Siaaaal.... Aku terlambat..." ucap Hana.
Hana meletakkan Bayu,lalu berjalan ke pintu,kemudian berjalan ke Bayu.
Hana mengendong Bayu untuk di bawa ke Ki Kartolo.
"Bertahanlah sayang..." ucap Hana.
Hana kemudian melesat,ia tak memakai mobil untuk pergi menuju ke rumah Ki Kartolo. Ia menggunakan amalannya dan kekuatannya. Mata Hana berubah warna menjadi pelangi semua.
Hana tak bisa mengobati orang terkena santet,ia hanya bisa membuat pagar saja agar tak terkena santet.
-----****-----
Di rumah Ki Parwoto.
Nampak Ki Parwoto membuka matanya.
"Berhasil... Besok pagi dia akan mati..." ucap Ki Parwoto
"Terima kasih Ki..." ucap Vino.
Vino kemudian pergi meninggalkan rumah Ki Parwoto.
"Akhirnya...Kamu bisa mati juga Bayu...." ucap Vino dalam hati merasa senang dan puas.