
"Gak normal gimana bu..?" ucap Bayu heran dan penasaran.
" Matanya berubah - ubah. Kadang merah,kadang hitam semua,lalu warna - warni.."
Deeg......Seketika Bayu merasakan dunia ini berhenti berputar,setelah ia dengar bahwa Ayub memiliki warna mata yang sama dengan dirinya.
" Sulis takut Ayub menjadi buta saat umurnya satu tahun...Makanya di bawa berobat ke cina.." suara ibunya Sulis.
Hape Bayu terlepas dari peganganya,badannya terasa lemas. Hape Bayu casing lepas karena jatuh,batreinya juga ikut terlepas.
Seorang pria berada dalam rumah Sulis mengintip dari kaca jendela yang bewarna agak gelap,sehingga dari luar tidak kelihatan.
" Mas..Kenapa mas...Apa yang terjadi?" ucap Putri melihat Bayu menjatuhkan hapenya.
Bayu terduduk di lantai. Ia merasa shock mendengar berita dari ibunya Sulis.
" Sayang...Sayang...." ucap Diana.
Bayu melihat ke arah Diana.
"Kita masuk mobil sayang...."
Bayu meraih hapenya yang tergeletak di lantai. Lalu berdiri dan masuk ke dalam mobil.
Ktiga istri Bayu ikut masuk kedalam mobil.
"Hubungi kakek,tolong beri tahu keluarga kita yang ada di cina...Sulis pergi kecina.. Aku ingin tahu dia di bawa kemana.." ucap Bayu.
" Sulis kenapa mas...Kok dia pergi ke cina..." ucap Putri.
" Sulis di culik dek..." ucap Bayu.
" APAAAA....!!!! DI CULIK...." ucap ketiga istrinya terkejut.
" Iya...Tolong beri tahu kakek Zhang sayang...Segera..."ucap Bayu.
" Siapa yang menculiknya sayang?...." ucap Diana.
" Telpon saja dulu sayang....Nanti aku akan cerita ke kalian...tapi tidak hari ini...Tolong jangan memdesakku ya istriku.." ucap Bayu.
Diana dan Ayu yang ingin tahu kenapa Sulis bisa di culik,mengurungkan niatnya,karena Bayu sudah melarang untuk bertanya memgenai Sulis.
Diana mengambil hapenya lalu menghubungi kakek Zhang. Diana memakai bahasa china saat berbicara kepada kakek Zhang.
" Kok bisa mereka di culik mas?" ucap Putri.
" Tolong...Jangan jangan tanya dulu ya dek memgenai Sulis...Nanti mas akan berita tahu ke kalian" ucap Bayu masih merahasiakan perihal Ayub. Menunggu waktu yang tepat untuk memberi tahu.
" Sayang...Kakek mau bicara.." ucap Diana sambil menyerahkan hapenya ke Bayu.
Bayu menerima hape Diana lalu menempelkan di telinga.
" Iya mbah..." ucap Bayu.
" Tolong kamu jelaskan...Kenapa Sulis bisa di culik Bay..." suara kakek Zhang.
" Bayu sms aja ya mbah..." ucap Bayu lalu mematikan panggilan.
Bayu mengetik pesan ke kakek Zhang.
Bayu mendapat kabar dari ibunya Sulis,jika Ayub anaknya Sulis memiliki mata yang sama seperti Bayu. 2 hari lagi Bayu akan menemui mbah. Bayu masih ada janji yang harus di penuhi.Dan itu tak bisa Bayu tunda.
Bayu mengirim pesan itu. Setelah terkirim,Bayu menghapus pesan yang terkirim tersebut. Lalu memgembalikan hape Diana.
" Ayo kita ke rumah pakde..." ucap Bayu.
" Kok kerumah pakde mas....Kita harus lapor ke polisi..." ucap Putri.
" Mbah Zhang sudah mengurusnya sayang..."
" Mas harus penuhi janji mas...Jika tidak,dia akan menemuiku" ucap Bayu. Di dalam diri Bayu nampak sedih,karena baru mengetahui,bahwa Ayub adalah anaknya.
" Apakah waktu aku di culik oleh Kumala Sari terus setelah itu Sulis hamil anakku.."
" Aaaarrrggghhh....Siaaal..."
" Kenapa Sulis gak memberi tahuku..." ucap Bayu dalam hati berusaha tegar menghadapi kenyataan. Bahwa Ayub adalah putra pertamanya,dan kini pergi ke cina. Ia takut yang membawa Sulis adalah musuh dari keluarganya.
" Apakah Ahmad juga ikut mas?" ucap Putri.
" Aku gak tahu dek..." ucap Bayu.
" Coba mas hubungi Ahmad..." ucap Putri.
" Sebentar dek...." ucap Bayu.
Bayu memasang batrei hapenya,lalu memasang penutupnya. Setelah itu memghidupkan hapenya.
Setelah hidup,Bayu mencari kontak Ahmad,lalu menelponnya.
" Nomor yang anda tuju sedang tidak aktif atau berada di luar jangkauan.." suara operator.
Bayu mematikan hapenya.
" Gak aktif.." ucap Bayu.
" Sayang...Kita di suruh oleh kakek untuk pulang sekarang.." ucap Diana.
" Aku gak bisa...Kalian pulanglah duluan...Nanti aku akan menyusul.." ucap Bayu.
" Sayang...Kakek mau bicara" ucap Diana.
Bayu menerima hape Diana.
" Mengapa kamu tidak memberi tahu kakek soal anaknya Sulis itu Bayu..." suara kakek Zhang terdengar marah.
" Bayu baru tahu ini mbah,jadi bagaimana Bayu memberi tahu ke mbah..." ucap Bayu.
" Sekarang kamu segera pulang, kemungkinan di sana ada orang - orang yang mengawasi kalian.." suara kakek Zhang.
" Bayu tak bisa pulang sekarang,Bayu harus menepati janji Bayu untuk pergi ke tempat Pakde Bayu.." ucap Bayu.
" Ya sudah...Cepat pergi dari sana...Sekarang.." suara kakek Zhang.
" Iya mbah..."
Panggilan berakhir.
" Jangan ganggu aku dulu...Aku mau mengecek di dalam rumah Sulis .." ucap Bayu. Lalu memejamkan matanya. Untuk me.astikan ucapan kakek buyutnya.
Bayu memggunakan ajian rogoh Sukmo untuk masuk ke dalam rumah Sulis.
Nampak sukma Bayu keluar dari raganya,lalu menembus pintu mobil menuju rumah Sulis.
Bayu melihat sosok pria sedang mengintip dari jendela.
" Siapa ya dia...?"
" Apa dia sendirian saja...?"
Bayu lantas mengecek seluruh ruangan rumah Sulis.
Bayu melihat ada seorang pria tidur di dalam kamar.
" Bangkek....Siapa mereka..."
Bayu memutuskan kembali ke raganya.Setelah sukmanya kembali ke raganya.
" Pak...Di dalam rumah Sulis ada dua orang,1 sedang mengintip di jendela satu berada di dalam kamar... Aku menduga mereka kawanan penculik..." ucap Bayu pada pengawal.
" Siap bos..." ucap pengawal lalu memberi tahu ke yang lain melalui radio.
" Aku keluar dulu...Kalian di sini aja..." ucap Bayu.
Bayu memakai masker
" Hati - hati mas..." ucap Putri.
Bayu menganggukkan kepala lalu keluar dari mobil.
Nampak para pengawal bersiaga.
"Aku akan masuk lebih dulu...Aku tak tahu mereka memakai senjata api atau tidak.
Bayu memanjat pagar lalu di susul 5 pengawalnya,sisanya mengarahkan senjata api ke pintu.
Bayu berjalan kepintu,setelah sampai. Bayu sekuat tenaga mendobrak pintu.
Duuuuk....
Bayu mencoba lagi.
BRAAAAKK..... ( Pintu terbuka paksa).
Bayu tak melihat pria yang mengintip di ruang tamu.
" Kosong..." ucap Bayu memberi tahu pengawal.
Dooorrr..... Suara letusan senjata api dari luar.
"BERHENTI ATAU KU TEMBAK..." suara teriak pengawal dari luar .
Bayu segera melesat ke belakang untuk melihat apakah mereka mau kabur dari pintu belakang.
" Satu orang di amankan bos.." ucap pengawal di belakang Bayu.
Bayu berjalan ke kamar yang di tempati pria tak di kenal.
Ceklek...Ceklek.... Pintu terkunci dari dalam.
" Buka pintu atau kami tembak..." ucap Bayu.
Tak ada jawaban.
Bayu mendobrak pintu kamar dengan sekuat tenaga memakai kekuatan mata.
BRAAAAAKKK........Pintu kamar berhasil di buka paksa.
Seorang pria menyerang Bayu memggunakan sebilah pisau dapur saat Bayu akan melewati pintu.
Tap... Bayu menahan tangan pria yang memegang pisau lalu memukul tubuh pria itu berulang kali dan sangat cepat..
Buuuuggghhh....
Buuuggghhhhh...
Buuuggghhhh...
Buuuggghhhh...
Pisau yang di pegang pria itu terlepas.
Hoooeekk.... Pria itu memuntahkan seteguk darah. Karena pria itu merasakan pukulan Bayu sangat keras bagaikan pipa besi.
Kemudian Bayu menekuk tangan pria yang ia pegang ke punggung pria itu.
" Sopo seng ngongkon kowe...?" ( Siapa ya g nyuruh kamu)
Pria itu tak menjawab.
" Ndang jawab..." ucap Bayu.
Pengawal memborgol pria itu.
" Apa mereka menjaga rumah ini bos?" ucap salah satu pengawal.
" Bentar..Aku telpon dulu..."
Bayu mengambil hapenya lalu menghubungi ibunya Sulis untuk menanyakan perihal orang yang berada di dalam rumah Sulis.
Tuuut.....Tuuuuut...Tuuut...
" Hallo...." suara ibunya Sulis.
" Maaf bu,tadi hape saya mati..."
" Kapan Sulis ke cinanya bu?" ucap Bayu.
" Kenapa kamu tanya begitu nak?" suara ibunya Sulis.
" Ya gakpapa...Pengen tahu aja..." ucap Bayu.
" Ooo...."
" Tadi pagi dia berangkat... Ini ada orang suruhan yang membayar Kecina datang kerumah. Dia..." suara ibunya Sulis namun di potong oleh Bayu.
" Tolong ibu segera agak menjauh bu...Ini penting sekali..." ucap Bayu.
" Ini sudah agak jauh Bayu..." suara ibunya Sulis.
" Di dalam kamar ibu saja...Ini penting dan rahasia bu.." ucap Bayu.
" Baiklah..."
" Tante sudah di kamar.." suara ibunya Sulis.
" Tante....Jika mereka tanya mengenai siapa mantan kekasih Sulis atau teman - temannya jangan di beri tahu mengenai Bayu dan teman - teman Bayu bu...Juga mengenai Alvin.." ucap Bayu.
" Emangnya kenapa nak..." suara ibunya Sulis.
" Nanti Bayu beri tahu dan tahan mereka...Usahakan jangan singgung keluarga Bayu...Bayu akan kirim pengawal kesana...Taoi jangan beri tahu jika Bayu kirim pengawal.." ucap Bayu.
" Iya nak..." suara ibunya Sulis.
" Apakah ibu ada menaruh orang buat jaga rumah Sulis bu?" ucap Bayu.
" Gak ada Bay...Emang kenapa?" suara ibunya Sulis.
" Gakpapa...Ya sudah kalau gitu bu...Yang Bayu katakan tadi tolong di rahasiakan ya bu...Selamat siang..." ucap Bayu lalu mematikan hapenya.
Bayu menghubungi kakek Zhang.
Tuuuut....Tuuuut....Tuuut...
" Apakah sudah di lumpuhkan Bay?" suara kakek Zhang.
" Sudah mbah...Tolong hububungi polisi terdekat rumah orang tua Sulis mbah...Orang suruhan yang menyuruh Sulis ada di sana dan Sulis tadi pagi berangkat ke Cina..Jika pengawal yang kesana takut kelamaan.." ucap Bayu.
" Kakek minta nomor orang tua Sulis kirim sekarang...Kakek tunggu..." suara kakek Zhang.
Panggilan berakhir. Lalu Bayu mengirim nomor ibunya Sulis ke kakek Zhang melalui sms.
" Periksa dia,apakah bawa dompet atau identitas..." ucap Bayu.
" Siapa bos..." ucap para pengawal,lalu memeriksa ke dua pria tersebut.
Tak lama kemudian,para pengawal menyerahkan dompet ke Bayu.
Bayu memeriksa dompet tersebut.
Nampak tanda pengenal berasal dari negara cina.
" Sial...Dia dari cina.." ucap Bayu dalam hati.
Setelah itu mereka keluar dari rumah Sulis.
1 mobil berpisah dari rombongan Bayu menuju rumah orang tua Sulis.
Sementara rombongan Bayu pergi ke rumah Ki Kartolo. Dan satu mobil ke Jakarta membawa tawanan.
Para pengawal yang berada di barisan belakang memperhatikan belakang,untuk memastikan tak ada kendaraan yang mengikutinya.
Setelah menempuh perjalanan,akhirnya mereka sampai di rumah ki Kartolo.
Bayu dan keluarga turun lalu berjalan ke arah rumah.
" Assalam mu'alaikum..." ucap Bayu berdiri di depan pintu.
" Wa'alaikum salam...Melebu leee..." ucap Ki kartolo yang duduk di kursi sambil meracik sesuatu.
Bayu menghampiri Ki Kartolo untuk bersalaman.
" Gak usah salaman,tangan pakde kotor.." ucap ki Kartolo.
" Pakde lagi apa toh?" ucap Bayu penasaran.
" Lagi mau belajar nginang lee..." ucap ki Kartolo.
" Dengaren...." ucap Bayu. ( tumben).
" Belajar lee.."
" Ono opo lee..." ucap ki Kartolo lalu memasukkan racikan nginangnya ke dalam mulut.
" Pakde....Bayu titip dulu istri Bayu...Bayu ada perlu sama Kumala Sari..." ucap Bayu.
" Yo...Hati - hati lee..." ucap ki Kartolo.
" Kumala Sari...Datanglah..."
" Kumala Sari...."
" Oooo....Kumala Sari....Yen gak teko tak jewer sampek pedot kupingmu" ucap Bayu. ( Kalau tidak datang ku jewer sampai putus telingamu)
Kumala Sari muncul di hadapan Bayu.
" Kowe gelem nginang gak?" ucap ki Kartolo menyodorkan racikan nginangnya pada Kumala Sari.
" Tidak...Aku tak membutuhkan itu..." ucap Kumala Sari.
" Yo wes...." ucap Ki Kartolo santai,tapi tetap waspada.
" Pejamkan matamu sayang..." ucap Kumala Sari.
Bayu memejamkan matanya. Kemudian Bayu di bawa oleh Kumala Sari ke alam gaibnya.
Ke tiga istri Bayu kaget,melihat Bayu hilang secara tiba - tiba.
" Pakde...Bayu kok hilang...Dia kemana pakde?" ucap Putri.
" Suamimu pergi ke istananya Kumala Sari nduk.."
Ki Kartolo memasukkan nginangnya ke dalam mulut.
Cuuuiihh....
" Diampuut...Rasane koyo ngene iki..." ucap ki Kartolo lalu membuang nginang tersebut.