
Bimo,Lukman,dan Paijo muncul.
"Kalian nginap di kapal kah?" Bayu.
Para istri Bayu mencoba membuka kotak hape.
"Iya Bay... Kapalnya kang Rahman." ucap Lukman.
"Bangkek... Pantesan subuh gak ada muncul..
"Dapat ikan apa enggak?." ucap Bayu.
"Beneran hape hadiahnya..." ucap Khalisa saat membuka kotak hp Nokia E63,
"Dapat dong...Tuh sebagian dah di masak Bay.." ucap Bimo lalu menoleh ke Khalisa.
"Kamu dari mana Yu?" ucap Lukman.
"Lis...Kamu beli hape kah? " ucap Bimo.
"Enggak...Ini hadiah saat main di wahana bermain.." ucap Khalisa.
"Wuuuihhh... Siapa yang dapatin hadiahnya itu?" ucap Bimo.
"Ooo Kirain boncos..kita habis dari Mall...Beli buku terus main" ucap Bayu.
"Mel sama kak Bayu yang dapatin semua hadiah ini kak Bimo..." ucap Melisa.
"Aiiish....Punyaku coklat..." ucap Diana.
"Yeee... Mel dapat hape..." ucap Melisa kesenangan.
"Aku shalat dulu ya..
"Ayoo shalat yank...Lis.." ucap." ucap Bayu.
Ke tiga istri Bayu berdiri lalu berjalan ke lantai atas untuk shalat,di ikuti Sulis dan Melisa.
"Kalian perhatikan Sulis gak Man..?" ucap Paijo setelah Sulis jauh.
"Gak perhatikan seh...Emang kenapa kang?" ucap Lukman.
"Aku rasa Sulis masih mencintai Bayu.." ucap Paijo.
"Emang iya...Tapi biarin saja...Toh itu urusan mereka.." ucap Bimo.
"Kang... Selama Bayu sekolah bareng kita..
"Banyak cewek yang naksir ke Bayu.. Ada yang kirim surat,kasih makanan,minuman... Tapi Bayu cuek... Malahan si kebo ini yang senang jika banyak cewek yang naksir ke Bayu.." ucap Lukman.
"Loh... Aku tuh senang bila temanku punya pacar,dari pada jomblo terus..." ucap Bimo.
"Emang setelah Bayu pisah dengan Lisa,Bayu gak punya pacar lagi?" ucap Paijo.
"Ora kang..." ucap Bimo dan Lukman serempak.
"Hemm...Kalau kalian?" ucap Paijo.
"Ya kita ada,hanya saja tak berani membawa di hadapan Bayu.." ucap Lukman.
----***---
Sore hari di Pondok pesantren Darul Rahman.
Nampak Bayu menjadi imam shalat Ashar,di belakangnya pak KH. Syukron.
Bayu datang ke pondok pesatren naik mobil Pajero bersama seorang pengawal sekaligus supir.
Selesai shalat berjamah dan wirid,Bayu berjalan bersama pak KH. Syukron.
"Hem... Jika lulus nanti,apakah pak Kyai mau mengajar di sini?" ucap pak KH. Syukron sambil meletakkan tangan kanannya di pundak Bayu sebelah kanan. Agar Bayu berjalan sejajar dengan dirinya.
"Maaf pak Kyai... Saya tidak bisa...
"Sebab kakek buyut saya akan menyerahkan kepemimpinannya pada saya..
"Saya takut tidak bisa menjalankan amanah di sini jika saya mengajar di sini" ucap Bayu.
"Ooo... Begitu... " ucap pak KH. Syukron.
Mereka sampai di teras rumah.
Satu persatu para santri datang untuk menghadiri pengajian kitab Al Hikam.
Tak lama kemudian,pengajian itu di mulai.
Bayu menyimak ucapan pak KH. Syukron dalam membaca kitab Al Hikam.
Meskipun Bayu bisa mengartikan kitab Al Hikam,Bayu tetap merasa membutuhkan seorang guru,agar tidak salah menafsirkan kitab tersebut.
Selesai mengaji kitab Al Hikam,Bayu pulang kerumah.
Setelah menempuh perjalanan,akhirnya Bayu sampai di rumah.
Bayu melihat mobil ibunya Khalisa terparkir,begitu juga mobil Ferari merah.
"Ibu sudah pulang..." ucap Bayu dalam hati.
"Assalam mu'alaikum...." ucap Bayu saat melewati pintu.
"Wa'alaikum salam " suara di dalam rumah.
Bayu berjalan menghampiri asal suara tersebut.
Nampak di ruang keluarga banyak orang berkumpul,Bayu terus berjalan menghampiri.
Hana melepas cadarnya,ia akan memakai cadar ketika keluar rumah saja.
"Ibu....Kapan datangnya..." ucap Bayu pada bu Intan
"Baru saja Wan...
Bayu mencium tan bu Intan.lalu ke ibunya.
"Rumahmu besar banget... Ibu sempat kaget lihat rumah ini" ucap bu Intan,meskipun Bayu sudah berganti nama,bu Intan tetap memanggil Bayu dengan panggilan Awan seperti dulu.
"Ini bukan rumah Awan bu... Ini pemberian dari mbah buyut.." ucap Bayu.
"Awan dari mana?" ucap bu Intan.
"Awan ngaji pondok pesantren bu.." ucap Bayu.
"Pondok pesantren mana?" ucap bu Intan.
"Pondok pesantren Darul Rahman bu... Yang pengasuhnya itu pak KH. Syukron " ucap Bayu.
"Ooo... Pantesan...
"Pak Kyai memanggilmu pak Kyai juga.." ucap bu Intan.
"Sebenarnya aku tuh pengen Bayu menjadi seorang Kyai mbak... Cuman Bayunya aja gak mau.. Katanya kasian melihatku sendirian di rumah.." ucap Hana.
"Ooouh... Begitu... Ya...ya...
"Kapan ibu di beri cucu Wan?" ucap bu Intan.
"Diampuut...Kuliah aja belum selesai dan aku belum bekerja,dah minta cucu...
"Tapi....Wajar aja seh... Kan aku menikahi anaknya" ucap Bayu dalam hati.
"Nunggu Awan selesai kuliah dan bekerja bu..." ucap Bayu.
"Ooo...Begitu... Ya sudah... Ibu gak maksa kalian untuk segera mendapatkan momongan," ucap bu Intan.
Bayu melihat jam tangannya.
"Bentar lagi magrib bu..." ucap Bayu.
"Ayo....Ayooo... Shalat... Jika gak shalat ibu akan memukul kalian " ucap Hana pura - pura marah,akan tetapi bila mereka tak shalat. Maka Hana akan memarahinya.
"Iya bu...." ucap mereka serempak,kecuali Melisa.
"Bu...Mel jangan di pukul ya..." ucap Melisa.
"Enggak sayang..Ibu gak akan memukulmu.." ucap Hana lembut.
Mereka kemudian berjalan ke lantai 2 untuk shalat magrib berjamaah.
Lukman mengumandangkan Adzan.
Bayu bertindak sebagai imam.
Lalu Bimo iqamat.
Selesai Shalat,Bayu mengajari Sulis mengaji.
Bu Intan memperhatikan Bayu saat mengajari Sulis.
"Mas... Adek pengen ngaji..Nanti mas dengerin ya... Kalau salah di betulkan.." ucap Khalisa saat Bayu mengajari Sulis.
"Iya dek..." ucap Bayu.
"Ternyata Awan pintar mengajari ngaji... Ibu bangga padamu nak..." ucap bu Intan dalam hati.
setelah Sulis selesai,giliran Khalisa mengaji.
Bayu mendengarkan ucapan Khalisa. Di saat Khalisa salah membaca,Bayu memberi tahunya ,kemudian Khalisa mengulangi.
Setelah itu Hinata,terakhir Diana..
Saat selesai mengajar ngaji,Bayu melihat Lukman,Bimo dan Paijo datang,Lalu Bayu melihat jam tangannya.
"Jangkreek...Cepat banget sudah Isya' " ucap Bayu dalam hati.
"Assalam mu'alaikum...." suara Daniel.
"Wa'alaikum salam...." ucap Bayu dan yang lainnya.
Mereka pun shalat Isya' berjamaah. Selesai shalat.
"Oh iya.... Bayu manggil ibunya putri dengan mama gimana bu..Soalnya kalau manggil ibu nanti bingung..." ucap Bayu.
"Hem...Boleh... Panggil Mami juga boleh.." ucap bu Intan.
"Mas... Mau makan...?" ucap Khalisa.
"Iya dek.." ucap Bayu.
"Bentar ya mas.. Adek masak dulu..." ucap Khalisa.
"Kan sudah ada...Kenapa Putri masak lagi?" ucap Hana.
"Nganu bu... Tadi Putri kalah lomba.. Jadi yang kalah harus masak.." ucap Khalisa.
"Besok aja dek...." ucap Bayu.
"Ya deh..." ucap Khalisa.
Mereka kemudian berjalan ke ruang makan keluarga.
Seperti biasa,Ketiga istri Bayu melayani Bayu.
Daniel muncul lalu duduk di kursi.
"Kak Daniel dari mana?" ucap Melisa.
"Pulang kampung Mel..." ucap Daniel.
"Piye kabare bapak ibumu Niel...?" ucap Bayu.
"Mereka baik - baik saja Bay..." ucap Daniel.
"Syukurlah... Oh iya dek... Adek mau ambil jurusan apa?" ucap Bayu.
"Akutansi..." ucap Khalisa.
"Sekelas sama Bayu dong..." ucap Daniel.
"Lah...Mas juga ambil jurusan itu?" ucap Khalisa.
"Iya...Soalnya mas bingung ambil jurusan apa. " ucap Bayu.
"Oh iya mas... Adek bersih - bersih kamar nemukan rokok,itu punya siapa?" ucap Khalisa.
"Punyaku dek... Kalau pusing mas merokok..."ucap Bayu.
"Ooo... Begitu..Terus besi tajam itu." ucap Khalisa.
"Itu Shuriken dek... Buat jaga - jaga jika ada musuh.." ucap Bayu.
"Tumben lauknya ada ikan dan Cumi... Siapa yang habis mancing neh.." ucap Daniel heran. Biasanya lauknya ayam,tahu,dan tempe.
"Tuh... Bimo,Lukman dan kang Paijo.." ucap Bayu.
"Jangkreek... Gak ngajak - ngajak" ucap Daniel.
"Lah...Gimana mau ngajakin...Awakmu pulang kampung gitu..." ucap Lukman.
"Mereka sampai nginap di laut itu Niel... Padahal aku juga mau ikut,tapi gak bisa.." ucap Bayu.
"Ooo... Jadi mas mau ikut mancing ta kemarin..." ucap Khalisa.
"He....He...He...He...Iya dek" ucap Bayu lalu menggaruk - garukkan kepala meskipun tak gatal.
Kevin menghampiri Bayu,lalu melompat,kemudian tidur di pangkuan Bayu.
"Vin... Dah makan apa belum?
Meoong...
"Ooo... Sudah..." ucap Bayu berbicara pada kucingnya Diana.
"Rumah di Lampung jangan di jual ya ma.." ucap Khalisa.
"Enggak Put...Itu rumah penuh kenangan,gak bakalan ibu jual " ucap bu Intan.
Setelah mereka selesai makan,ke tiga istri Bayu merapikan meja makan,di bantu teman - teman Bayu dan juga Melisa.
Bayu menghampiri Hinata.
"Yomesan... Habis ini ajarin aku bahasa jepang ya.." ucap Bayu.
"Hai.." ucap Hinata.
"Ikut dong... Ibu juga ingin bisa bahasa jepang" ucap Hana.
"Kirain ibu gak tertarik bahasa jepang..." ucap Bayu.
"Buat jaga - jaga sayang,masa iya ngobrol sama besan pakai penerjemah terus.." ucap Hana.
20 menit kemudian.
Bayu bersama Hinata bersama Bayu dan Hana berada di ruang shalat .
Nampak Hinata menulis di papan tulis menggunakan spidol. Ia menulis huruf jepang,lalu mengucap huruf tersebut. Hana dan Bayu mengikuti ucapan Hinata.
Bayu mendengar ibunya lancar mengucapkan bahasa jepang.
"Kok ibu langsung bisa ngucapinnya?" ucap Bayu heran.
"Karena Ayu sebelumnya mengajari ibu..." ucap Hana.
"Ooo... Begitu.... " ucap Bayu.
Khalisa dan Diana datang menghampiri mereka.
2 jam kemudian.
"Hem... Sayang tidur bertiga atau ganti - gantian?" ucap Hana.
"Malam ini seh Bayu tidur di kamar Putri bu.." ucap Bayu.
"Malam ini Ayu tidur sama ibu ya.. Ibu ada perlu...?" ucap Hana.
Hinata menganggukkan kepala. Hana melakukan itu karena ingin melatih Hinata agar bisa mengeluarkan semua kekuatannya.
"Bu...Mbak Widya kemana?" ucap Bayu.
"Dia ada di Jogja sayang..Setelah pernikahanmu itu,Widya ingin pindah,karena tak kerasan(betah) di sini.." ucap Hana.
"Pantesan aja... Bayu lihat kok gak ada " ucap Bayu.
"Bu... Aku boleh gak tidur sama ibu..?" ucap Diana.
"Hem....Besok aja ya Diana...Soalnya ibu ada perlu sama Ayu.." ucap Hana.
Nampak Diana menundukkan kepala lalu memainkan jarinya.
Hana menghampiri Diana.
"Ibu bukannya gak mau kaum tidur sama ibu..
"Ibu ada perlu yang sangat penting.. Jadi ibu mohon pengertiannya ya sayang..." ucap Hana.
"Iya bu... Aku ngerti kok " ucap Diana.
Hana memeluk Diana.
Kemudian mereka membubarkan diri,Hana berjalan bersama Hinata.
Khalisa mendekati Diana.
"Tidur sama kita saja.."ucap Khalisa.
"Ini kan jadwalmu kak..." ucap Diana memanggil Khalisa kakak,karena statusnya sebagai istri ke tiga.
"Gakpapa... Ayoo.." ucap Khalisa.
Mereka kemudian berjalan ke kamar.
Sesampainya di kamar.
"Besok adek masuk kuliah apa enggak?" ucap Bayu sambil berjalan.
"Hem... Masuk lah mas...
"Kok adek bisa langsung masuk kukiah di situ?" ucap Khalisa heran.
"Itu kampus di bawah naungan keluarga Han dek..." ucap Bayu.
"Ooo... Begitu...
"Pantesan... Kok adek langsung bisa kuliah di situ...
"Dekat apa jauh mas tempatnya?" ucap Khalisa.
"20 menit sampai di sana dek" ucap Bayu.
Bayu membuka pintu.
"Aku tidur sendirian aja kak.." ucap Diana tak enak hati,karena malam ini jadwalnya Khalisa tidur bersama Bayu.
"Gakpapa Diana..Yuk..." ucap Khalisa.
"Lain kali saja kak..." ucap Diana lalu pergi.
Bayu mengejar Diana,lalu memegang pundaknya.
Diana berhenti,Bayu berdiri di depannya.
"Sayang marah sama ibu?" ucap Bayu.
"Enggak sayang... Aku gak marah kok.. Kan besok aku bisa tidur sama ibu...Sayang tenang saja ya.." ucap Diana.
"Ya sudah... Malam ini kita tidur bertiga saja ya...?
"Seorang istri harus nurut apa kata suami... Kecuali yang melanggar agama,maka wajib menolaknya" ucap Bayu lalu menggandeng tangan Diana. Kemudian berjalan ke arah kamar Bayu.
***
Pagi Harinya.
Pukul 4.05
Nampak Khalisa sedang sibuk memasak di dapur. Mereka tak memakai jilbab.
Saat Sulis melihat Khalisa dan Hinata tak memakai jilbab di dalam rumah,ia pun ikut - ikutan tak memakainya,hanya saat keluar rumah saja.
Lalu datang Sulis
"Loh Lis... Kok kamu sudah bangun..?" ucap Khalisa heran.
"Sudah terbiasa Put... Dulu aku sering di bangunin sama mas Bayu" ucap Sulis.
"Ooo... Begitu...
"Oh iya...
"Lis... Apakah kamu masih mencintai Awan.." ucap Khalisa sambil mengupas bawang.
Sulis mengambil sayuran di dalam kulkas,laku berjalan di samping Khalisa.
"Enggak Put... Aku sudah punya calon suami,dan aku sangat mencintainya" ucap Sulis berbohong.
"Ooo... Begitu...
"Kata Awanku... Dulu sempat kalian berhubungan badan karena terkena ajiannya Kumala Sari..Apa itu betul?" ucap Khalisa.
"Hem... Aku gak paham mengenai itu Put,tapi yang jelas,saat itu Bayu melakukan hal itu padaku sambil memejamkan matanya..." ucap Sulis sambil memotong sayuran.
"Kenapa kamu mau di gituin sama Awanku...
Sulis menghentikan memotong sayuran.
"Sial...Kenapa seh dia menanyakan itu.. Padahal sudah aku kubur dalam - dalam ingatan itu.." ucap Sulis dalam hati.
"Jujur saja... Aku wanita,kamu juga wanita...Aku ingin tahu darimu..." ucap Khalisa.
Sulis lanjut memotong sayuran.
"Hemm....Dulu aku sempat bertemu dengan mas Bayu di rumah sakit. Aku jatuh cinta pada dia dan berharap bertemu lagi. Setelah aku lulus SMA dan mempunyai tunangan, aku kuliah di jakarta agar dekat dengan tunanganku.
"Dia menawarkan tinggal di rumahnya,tapi aku gak mau...
"Di kossan itulah aku bertemu dengan mas Bayu lagi..
"Aku senaang banget put...
"Aku dekatin mas Bayu,tapi dianya bersikap biasa,bahkan aku memakai celana pendek dan kaos dalam,mas Bayu tak melirikku.
"Aku tidur di pangkuannya.. Dia membiarkan saja,lalu dia mengangkatku ke dalam kamarnya,karena kunci kamar aku kantongi di jaket...
"Lalu terjadilah di mana mas Bayu menggauliku... Aku sangat senang,karena aku juga mencintainya..Aku jujur pada tunanganku. Dan tunangaku tak marah.Dengan Syarat hanya Bayu saja..." ucap Sulis.
"Gilaa... Kalau tungangan itu aku,dah aku putusin.." ucap Khalisa dalam hati.
Bu Yuli memghampiri mereka.
"Loh...Biar ibu aja Non yang masak..." ucap bu Yuli.
"Gakpapa bu...Untuk hari ini,biarkan kami yang masak,karena kita kalah lomba.." ucap Khalisa.
"Nanti tuan besar marah ke ibu.." ucap bu Yuli.
"Tuan besar itu siapa bu?" ucap Khalisa.
"Pak Zhang... Kakek buyut nak Bayu.." ucap bu Yuli.
"Ooo...
"Ibu gak bakal di marahin kok...Ibu tenang saja ya..Ini kita masak khusus untuk suamiku. Ibu masak untuk yang lain saja...
"Nanti kita lanjut lagi Lis. obrolan ini" ucap Khalisa.
"Iya Put..." ucap Sulis.
" Sepertinya dia masih mencintai Awanku..." ucap Khalisa dalam hati sambil menoleh ke Sulis,lalu melihat ke arah bawang yang ia kupas tadi.
Pukul 6.30.
Nampak Bayu dan yang lainnya tengah bersiap - siap berangkat ke kampus.
Mereka bersalaman ke Hana dan Intan,tak lupa cium tangan.Lalu mereka masuk ke dalam mobil.
***
Di kampus.
Bayu dan yang lainnya turun dari mobil.
"Pak... Jangan kawal saya... Kalian berjagalah di sini.." ucap Bayu ke salah satu pengawalnya.
"Tapi bos... Nanti bos besar marah.." ucap pengawal itu.
"Biar aku marahi balik dia kalau bapak di marahin.." ucap Bayu.
Bayu ingin kebebasan di dalam kampus tanpa pengawalan.
Bayu dan yang lainnya berjalan ke kampus. Hanya Diana saja yang di kawal.
Sesampainya di kelas.
Bayu melihat ada kursi tambahan di dekat kursinya.
"Rupanya mbah buyut sudah menyediakan kursi untuk Putri.." ucap Bayu dalam hati.
Bayu dan Khalisa duduk bersebelahan, sedangkan Sulis duduk di depannya Bayu.
Seorang pria mendekati bayu yang bernama Alex. Di ikuti 4 pria.
"Bay... Gue dengar lu merid ya...?" ucap teman sekelas bayu.
"Iya Lex... Aku nikah di Lampung..Neh istriku" ucap Bayu.
"Waah... Selamat ya..."ucap Alex sambil menyodorkan tangannya.
Bayu menyambut tangan Alex.
"Iya... Makasih ya.." ucap Bayu lalu melepaskan jabatan tangannya.Lalu Bayu berjabat tangan ke teman - temannya.
"Cantik juga istri lu.." ucap Alex sambil menyodorkan tangan ke Khalisa.
Khalisa menangkupkan tangannya.
"Iya... Kalau ganteng berarti aku gak normal..." ucap Bayu.
Ha....Ha....Ha....Ha...Ha... 4 pria tertawa.
"Anjiiing.... Ha....Ha....Ha...Ha..." ucap Alex lalu tertawa.
"Kapan kamu nyusul?" ucap Bayu.
"Gue mah masih pengen bebas dulu Bay... Kalau dah nikah itu ribet... Gak bisa bebas.." ucap Alex.
"Betul itu... Gak bisa melirik cewek lain." ucap teman bayu lainnya ikut menimpali.
Kemudian teman - teman Bayu mendatangi Bayu untuk mengucapkan selamat.
Tak lama kemudian Dosen datang.
Nampak seorang wanita cantik muncul di balik pintu,lalu berjalan lalu berdiri di depan meja dosen kemudian duduk. Wanita itu memakai rok selutut,rambut lurus sepunggung,wajah oval,kulit putih mulus,bedak tipis,memakai lipstik dan memakai kacamata. Tubuhnya tidak kurus,tidak gemuk. Gunung kembar menonjol di balik bajunya. Tingginya 165 CM.
"Lis... Dosennya kok cewek.. Pak Rizal kemana?" ucap Bayu pelan.
"Pak Rizal sedang di rawat di rumah sakit mas.." ucap Sulis pelan.
"Ooo... Begitu..." ucap Bayu pelan.
Dosen mengabsen,ia menyebut nama - nama yang ada di buku daftar hadir.
Bayu mengeluarkan bukunya,serta alat tulis.,ia membaca buku pelajaran sambil menunggu Dosen mengabsen.
"Khalisa Putri Pertiwi..." ucap Dosen.
"Hadir..." ucap Khalisa.
"Kamu mahasiswi baru?" ucap Dosen.
"Muhammad Bayu Samudra ..." ucap Dosen.
Di buku Absen,nama Bayu tak memakai marga,atas usulan Bayu ke kakek buyutnya.
"Hadir.... " ucap Bayu .
"Jangan sering Alpa ya...
"Ini saya lihat sebelumnya banyak alpa,jika dalam 3 hari berturut - turut saya lihat kamu alpa terus,maka saya akan memberikanmu nilai rendah..." ucap Dosen.
"Diampuut..." ucap Bayu dalam hati.
"Sak karepmu bu... Arep wenehi nilai endok yo mboten nopo - nopo.. Kulo mung murid..." ucap Bayu.(Terserah bu....Mau memberi nilai telur ya tidak apa - apa,saya hanya murid).
Dosen itu melihat ke arah Bayu.
Nampak Bayu menundukkan kepala sambil berbicara.
"Pakai bahasa indonesia...Jangan bahasa daerah.." ucap Dosen jengkel.
"Injih bu..." ucap Bayu tanpa melihat ke arah Dosen.
"Kenapa kamu tidak mau melihat ke arah saya?" ucap Dosen.
"Maaf bu...Anda seorang wanita,seorang pria wajib menjaga pandangannya. Dan memuliakan seorang wanita.." ucap Bayu.
"Sial...." ucap Dosen dalam hati tak bisa membalas ucapan Bayu.
Selesai mengabsen,Dosen itu memulai mengajar pelajarannya.
Bayu melihat ke arah papan proyektor saat Dosen tersebut menerangkan pelajaran di papan proyektor.
setelah selesai mengajar.
"Bayu... Ikut ke ruangan saya..." ucap Dosen.
"Heeeeh...!!??
"Mau ngapain bu?" ucap Bayu tak melihat dosen.
"Saya ada perlu..." ucap Dosen.
"Jancook..." ucap Bayu lirih.
"Hajar dia Bay... " suara Jalu tiba - tiba di telinga Bayu.
"Kampret... Coba kalau muncul itu permisi kek..." ucap Bayu dalam hati.
Bayu memasukkan buku dan peralatan tulis.
Dosen itu berjalan ke arah pintu.
"Dek....Istirahat sama Sulis dulu ya..."ucap Bayu.
"Iya mas..." ucap Khalisa.
Bayu berdiri lalu berlari menyusul Dosennya.
Setelah agak dekat dengan Dosennya,Bayu menjaga jarak,ia berjalan di belakangnya.
Setelah sampai di ruangan.
"Duduk..." ucap dosen.
Bayu duduk di kursi,lalu menundukkan kepalanya.Bayu mencium aroma parfum yang di pakai dosennya. Ia sempat melihat papan nama yang ada di dadanya.
"Hem...Namanya Eva Hartanti Wibowo ta..." ucap Bayu dalam hati lalu menundukkan kepala.
"Coba kamu jelaskan kenapa Alpamu banyak sekali dan berturut - turut.." ucap bu Eva sambil menatap Bayu yang menundukkan kepalanya.
"Nganu bu... Saya ada masalah... Jadi Alpa.." ucap Bayu.
"Masalah apa?" ucap bu Eva
"Pribadi bu..." ucap Bayu.
"Lihat lawan bicara saat di ajak berbicara.." ucap bu Eva.
"Apakah itu saja yang mau di bahas bu... Jika tidak ada lagi, maka saya keluar dari ruangan ibu.." ucap Bayu.
"Aaarrrghhh.... Baru kali ini saya menemui mahasiswa seperti dia..." ucap bu Eva dalam hati.
"Ijinmu yang berturut - turut itu kamu kemana?"ucap bu Eva.
"Urusan pribadi bu...
"Ada lagi bu? kalau tidak ada saya mau kekantin" ucap Bayu.
"Belikan saya bakso dan es jeruk.." ucap bu Eva.
"Iya bu..." ucap Bayu lalu berdiri kemudian keluar ruangan menuju kantin.
Setelah sampai di kantin.
Khalisa dan Diana menghampiri Bayu.
"Mas...Tadi dosennya tanya - tanya apa?" ucap Khalisa.
"Nanyain tentang Alpa dan ijin mas dek,ne dianya minta belikan bakso dan es Jeruk..." ucap Bayu.
"Kok gitu...Siapa nama dosenmu yank?" ucap Diana.
"Aku lihat namanya seh Eva Hartanti Wibowo...
"Dah...Gak usah di marahin,salahku juga banyak alpa dan ijin...Ne aku beli bakso dulu ya yank..." ucap Bayu lalu berjalan ke stand penjual Bakso.
Diana dan Khalisa duduk di tempat semula.
Bayu membeli teh kotak,setelah pesanan jadi,Bayu berjalan ke arah ruangan bu Eva.
"Ini bu... Bakso dan es jeruknya" ucap Bayu sambil meletakkan nampan.
Bu Eva menyodorkan uang ke Bayu.
"Ini uangnya.." ucap bu Eva.
"Sudah saya bayar bu... Permisi..." ucap Bayu tanpa melihat ke arah bu Eva lalu pergi dari ruangan bu Eva.
"Tunggu...." ucap bu Eva.
Bayu menghentikan langkahnya.
"Ada apa bu.." ucap Bayu tanpa menoleh.
"Makan lah Bakso ini.." ucap bu Eva.
"Maaf bu... Saya masih kenyang..." ucap Bayu.
"Aku tak mau makan jika ada mie kuningnya,aku mau makan pakai mie putih saja" ucap bu Eva.
Bayu membalikkan badannya.
"Kenapa ibu gak bilang " ucap Bayu jengkel.
"Kamu langsung pergi begitu..." ucap bu Eva.
"Bajingaan..." ucap Bayu dalam hati.
Bayu berjalan lagi ke meja bu Eva.Lalu mengambil mangkuk bakso.
"Ini uangnya..." ucap bu Eva sambil menyodorkan uang ke Bayu.
"Gak usah bu...Saya masih punya uang...
"Ini Mie putih saja bu ?" ucap Bayu tanpa melihat dosennya.
"Pakai kuah,Bakso,kecapnya sedikit saja,tanpa saos, dan satu lagi,sambalnya setengah sendok biarkan di sendoknya..." ucap bu Eva.
"Pakai mangkuk gak bu..." ucap Bayu.
"Pakai Muhammad Bayu Samudra...Jika tak pakai,aku makannya bagaimana" ucap bu Eva gregetan.
"Ya di bungkus plastik bu,seperti makan pentolan..."ucap Bayu.
"Dah sana pergi...Sebelum perutku keroncongan.." ucap bu Eva.
"Garamnya seberapa bu?" ucap Bayu.
"1bungkus...Dah sana pergi beli..." ucap bu Eva asal bicara karena jengkel.
Bayu berjalan keluar menuju Kantin.
"Jancook... Apa seh maunya dosen itu..." ucap Bayu dalam hati sambil berjalan ke kelas.
"Dia pengen rasain senjatamu Bay... Di jamin klepek - klepek tuh..." suara Jalu.
"Diampuut.... Pakde saja,Bayu gak sudi..." ucap Bayu dalam hati.
Sesampai di Kantin.
Bayu meletakkan mangkuk Bakso di depan Bimo.
"Loh Mas...Kok mas bawa lagi Baksonya..?" ucap Khalisa.
"Bu dosen mintanya gak pakai mie kuning... Habisin ya Bim..." ucap Bayu lalu berjalan.
"Siap Bay...Dengan senang hati..." ucap Bimo.
Bayu memesan mie pesanan dosennya.
"Maaf bu...Ada garam 1 bungkus gak?" ucap Bayu.
"Ada...." ucap penjual.
"Saya beli bu..Buat bu dosen..." ucap Bayu.
Setelah pesanan Jadi,Bayu membayar kemudia menuangkan garam 1 bungkus ke dalam mangkuk itu. Setelah selesai,Bayu berjalan ke ruangan bu Eva.
"Ini Baksonya bu..." ucap Bayu sambil meletakkan mangkuk Bakso.
"Iya...Terima kasih " ucap bu Eva lalu menyendok Bakso tersebut,lalu memakannya.
Bayu berjalan kearah pintu.
Bu Eva melepeh kembali bakso yang ia makan,lalu minum es jeruk karena ke asinan.Lalu Berdiri.
"BAYUUUU....." Teriak bu Eva.
Bayu menghentikan langkahnya lalu membalikkan badan.
"Ada apa lagi bu?" ucap Bayu.
"Mengapa Bakso ini asin sekali?
"Kamu mau aku mati kena tekanan darah tinggi." ucap bu Eva sambil menunjuk mangkuk Bakso.
"Ya sesuai pesanan ibu...Pakai garam satu bungkus kan.." ucap Bayu.
"EH....!!!??? bu Eva terkejut.
"Aku tadi itu bercanda,kenapa beneran kamu kasih garam sebungkus...Kamu ingin aku darah tinggi?" ucap bu Eva.
"Gampang bu...Turunin aja darahnya... Beres dah.." ucap Bayu.
"Kamu mau aku beri nilai rendah?" ucap bu Eva marah.
"Sembarang ibu...
"Bagiku nilai itu gak penting,yang penting itu pengalaman dan bisa menguasainya. " ucap Bayu.
"Bawa kembali Bakso ini...Aku gak mau makan..." ucap bu Eva.
Bayu berjalan ke meja bu Eva,lalu mengambil mangkuk Bakso tersebut. Kemudian berjalan menuju kantin.
"Ingat pasal tentang wanita Bay... Wanita tidak mau di salahkan..." suara Jalu.
"He eh... Tapi jengkel juga pakde...Bolak - balik hanya semangkuk Bakso" ucap Bayu dalam hati.
"Di kelonin aja..Beres dah..." suara Jalu.
Di tengah perjalanan.Bayu bertemu Khalisa dan Sulis.
"Loh mas...Kok masih utuh Baksonya..?" ucap Khalisa heran.
"Bu dosennya ngomel,padahal sesuai pesenannya.. Malah marah - marah lagi..." ucap Bayu.
"Kok bisa marah mas?" ucap Sulis.
"Aku masukin garam satu bungkus sesuai yang dia minta...Eeeh...Dia ngomel - ngomel..." ucap Bayu.
Ha....Ha....Ha...Ha...Ha...Ha... Sulis dan Khalisa tertawa.
"Dah ya...Aku kekantin dulu.." ucap Bayu lalu berjalan ke kantin.
Sesampai di kantin.
"Bu pesan bakso lagi.." ucap Bayu sambil memgembalikan mangkuk bakso yang di bawa.
" Loh ini masih utuh...Kenapa gak di makan..?" ucap ibu penjual.
"Katanya ke asinan bu.. Padahal sesuai pesenan pakai garam satu bungkus..." ucap Bayu.
Ha....Ha....Ha...Ha...Ha...Ha....penjual Bakso tertawa.
"Siapa dosenmu?" ucap bapak- bapak di sebelahnya.
"Bu Eva pak..." ucap Bayu.
"Ooo...Pantes..." ucap bapak itu.
"Pantes kenapa pak?" ucap Bayu penasaran.
"Kalau dia pesan jika gak sesuai keinginanya..Maka gak mau makan..Bentar bapak buatkan" ucap bapak tersebut.
Setelah jadi,Bayu melihat isi mangkuk tersebut.
Ternyata sesuai apa yang bu Eva pesan.
"Ini pak uangnya.." ucap Bayu.
"Gak usah...Bawa saja. Itu gratis..." ucap bapak tersebut.
"Matur suwun pak.." ucap Bayu lalu berjalan ke arah ruang bu Eva.
Sesampai di ruangan.
"Kenapa kamu ke sini Bay?" ucap bu Eva.
Bayu meletakkan mangkuk Bakso.
"Saya hanya mengantar ini saja bu..." ucap Bayu.
"Makan saja.Minumanku sudah habis,gara - gara keasinan tadi. " ucap bu Eva.
Bayu mengeluarkan teh kotak yang belum di minumnya.Lalu meletakkan di meja.
"Ibu minum ini saja.. Saya permisi dulu bu ,mau ke kelas..." ucap Bayu lalu berjalan ke arah pintu.
"Terima kasih Bay..." ucap bu Eva.
"Ya..." ucap Bayu sambil berjalan.
Sesamoai di ruang kelas,Bayu duduk di kursinya.
Sulis menghampiri Bayu.
"Bu Eva emang begitu mas... Telat 5 menit aja langsung di Alpa... Terus kena omelan lagi.." ucap Sulis.
"Ooouhhh... Begitu... Masih mending pak Rizal ya Lis..." ucap Bayu.
"Iya mas...Pak Rizal orangnya baek...Gak seperti bu Eva.Galaknya gak ketulungan..." ucap Sulis.
"Mungkin bapaknya tentara,jadi dia selalu di siplin,Bakso saja gak sesuai pesanan gak mau makan..." ucap Bayu.
"Habis ini pelajaran apa mas?" ucap Khalisa.
"Manajemen dek.." ucap Bayu.
"Manajemen...? Adek kan hanya mengambil mata kuliah Akutansi aja mas..." ucap Khalisa.
"Gakpapa dek...Kan sekalian belajar. Ya gak Lis.." ucap Bayu.
"Betul itu Put... Di sini emang begitu..Beda sama tempat yang lain.." ucap Sulis.
Tak lama kemudian Dosen Rudi masuk dalam kelas . Pelajaran pun di mulai.
---***---
Di ruang dosen.
Setelah Bayu pergi,Eva menyantap Bakso yang di beli Bayu.
"Baru kali ini aku bertemu cowok seperti dia,cuek,tampan dan juga perhatian...
"Tapi bikin aku jengkel...
Eva melepas sedotan teh kotak,lalu menusuknya. Kemudian meminumnya.
"Aaaaa..... Evaaaaa..
"Kenapa marahin dia... Dia kan gak salah..." ucap Eva dalam hati.
Eva memutar - mutar sendoknya di mangkuk.
"Dia gak mau menatapku dan menjaga matanya...
"Sungguh pria idaman...Andai saja aku punya kekasih seperti dia...
"Aiiiissh... Sepertinya gak mungkin deh...
"Dia itu tampan...Pasti punya pacar dan banyak yang ingin jadi pacarnya..
"Tapi....
"Kalau di lihat dari sikapnya... Gak mungkin dia punya pacar...
"Besok sajalah aku tanya..." ucap bu Eva dalam hati.
Bu Eva menghabiskan Bakso itu,setelah itu minum teh kotak.
Setelah habis,ia membuang bungkus teh kotak ke dalam tempat sampah,lalu berjalan ke arah kantin untuk memgembalikan mangkuk dan gelas.
Selesai mengembalikan mangkuk,bu Eva kembali keruangannya.
Nampak Dosen bernama Andi berumur 42 Tahun mendekati meja bu Eva. Ia naksir terhadap Eva,karena Eva statusnya masih single. Sedangkan Andi duda. Eva berumur 24 Tahun.
"Pulang jam berapa Va ?" ucap pak Andi.
"Jam 12 malam pak" ucap Eva tanpa melihat ke arah pak Andi.
Eva membuka laptopnya.
"Emang kamu berani pulang jam segitu..." ucap pak Andi.
Eva tak menjawab,ia menyibukkan diri mengetik di laptopnya.
"Nanti malam kamu ada acara gak?" ucap pak Andi.
Eva menghentikan ketikannya,lalu melihat ke arah pak Andi.
"Maaf ya pak...Saya sibuk,jadi jangan ganggu saya..." ucap Eva tak ingin di ganggu oleh Andi. Sebab ia melihat pak Andi orangnya nafsuan melihat dirinya. karena sebelumnya,ia memergoki pak Andi melihat belahan dadanya tanpa berkedip saat duduk jongkok.
"Oh iya... Ini aku punya coklat.." ucap pak Andi lalu mengeluarkan coklat di dalam kantong celana,kemudian meletakkan di meja.
Eva melanjutkan mengetik lagi.
"Kamu cantik banget Va..." ucap pak Andi.
Eva tak menjawab,ia menatap ke layar laptopnya.
Layar di laptop tiba - tiba muncul wajah Bayu.
"Eh....!!!?? Eva terkejut,lalu mengucek - ngucek matanya.
Wajah Bayu hilang,layar kembali seperti semula..
"Sial...Kenapa wajah Bayu muncul seh..." ucap Eva dalam hati.
Pak Andi pergi meninggalkan meja Eva karena dirinya di cuekin .
Setelah jam pulang tiba,Eva mengemasi barangnya lalu pulang menuju parkiran.
Sesampai di parkiran,ia naik sepeda motornya lalu menjalan motor itu menuju rumahnya.
Di tengah jalan,Eva berhenti di lampu merah,ia melihat papan reklame iklan makanan mie instan. Wajah pria yang yang memegang piring berisi mie berubah menjadi wajah Bayu.
"Haaaa....!!!??? Eva Kaget. Lalu memalingkan mukanya.
Setelah menempuh perjalanan,akhirnya Eva sampai di depan pintu pagar rumahnya.
Tiiin....Tiiin..... Eva menekan klaksonya.
Pintu pagar terbuka,lalu Eva masuk kedalam.
Eva memakirkan motornya lalu masuk kedalam rumah.
"Assalam mu'alaikum..." ucap Eva.
"Wa'alaikum salam..." suara wanita.
Eva berjalan ke kamar tidur.
Sesampai di kamar,ia menghempaskan tubuhnya di kasur.
Seorang wanita setengah baya masuk dalam kamar Eva yang tidak tertutup.Wanita itu adalah ibunya Eva.
"Tumben kamu tidur Va, biasanya pergi ke dapur.." ucap ibunya Eva.
"Aku lagi jengkel bu...." ucap Eva.
Ibunya Eva menghampiri putrinya,laku duduk di kasur.
"Jengkel sama siapa?" ucap ibunya Eva.
"Sama mahasiswaku bu...Masa dia ngasih garam sebungkus di dalam mangkuk baksoku.." ucap Eva.
Ha.....Ha....Ha...Ha...Ha...Ha...ibunya Eva tertawa.
Setelah berhenti tertawa"Kok bisa begitu Va?"
Eva menceritakan kejadian saat pertama kali bertemu Bayu dan menyuruhnya membelikan Bakso.
"Bayu gak salah...Dia melakukan apa yang kamu suruh Va..." ucap ibunya Eva.
Eva bangun lalu menghadap ke ibunya.
"Tapi masa iya satu bungkus garam bu... Apa dia gak mikir jika itu aku bercanda.." ucap Eva.
Ibunya Eva tersenyum,lalu mengusap rambut Eva.
"Seorang murid melakukan apa yang di perintahkan oleh gurunya...
"Menurut ibu... Bayu sepertinya pria yang baik,dan memiliki iman yang kuat.. Buktinya dia tak mau melihatmu" ucap ibunya Eva.
"Apa aku gak cantik ya ma....Sehingga dia gak mau melihatku.." ucap Eva.
"Kamu cantik Va...Sampai -sampai anak pak camat ke sini tuk menemuimu,tapi kamu gak mau..." ucap ibunya Eva.
"Malas ah bu... Aku lihat saja malas bertemu.." ucap Eva.
"Kalau sama mahasiswamu yang bernama Bayu itu gimana?" ucap ibunya Eva.
"Hem.....Gak tahu bu..." ucap Eva.
"Apa perlu ayahmu turun tangan..." ucap ibunya Eva.
"Eh...!!!
"Jangan bu...." ucap Eva.
"Ya sudah.... Cepat ganti pakaianmu,terus Shalat dan makan..." ucap ibunya Eva.
"Iya bu . " ucap Eva.
Ibunya Eva keluar kamar.
Eva melepas pakaian kerjanya,lalu ia mandi,setelah itu shalat dan makan.
----***---
Di rumah Bayu.
Nampak Bayu duduk bersama Khalisa,bu Intan dan Diana di ruang keluarga.
"Ma..." ucap Bayu.
"Iya nak..." ucap bu Intan.
"Hem.... Mama mau buka usaha butik lagi gak?" ucap Bayu.
"Maunya seh mama pengen buka usaha butik,tapi bingung tempatnya." ucap bu Intan.
"Kebetulan ma....Bayu kan punya lahan,...
"Nah..Saat ini sedang di bangun banguna 4 lantai. Lantai pertama untuk butik.Lantai 2,3,4 untuk teman - temanku tinggal..Didekatnya ada Cafe yang Bayu lagi kembangkan bersama teman - teman.." ucap Bayu.
"Di mana tempatnya itu mas?" ucap Khalisa.
"Dekat sini aja dek,gak sampai sejam dah sampai jika tak macet..Kalau macet ya bisa sejam lebih.." ucap Bayu.
"Cafenya itu sudah berjalan apa belum Wan?" ucap bu Intan.
"Belum bu...Insya Allah habis lebaran kita openingnya..."ucap Bayu.
"Hem...Siapa kokinya.." ucap bu Intan.
"Belum ada seh ma... Kita jual makanan dan minuman cepat saji saja,seperti kopi,teh,kentang goreng,burger,Pempek" ucap Bayu.
"Makan berat gak jual Wan?" ucap bu Intan.
"Enggak ma... Soalnya itu membutuhkan banyak waktu..." ucap Bayu.
"Gimana kalau mama yang masak.." ucap bu Intan.
"Mama mau masak apa?" ucap Bayu.
"Bisa Bakso,Soto makasar,..
"Mama juga bisa buat makanan khas Manado.." ucap bu Intan.
"Waah... Cocok itu sayang...Di situ kan gak ada yang jual makanan khas Manado dan soto makasar." ucap Diana.
"Hem....Mama nanti capek..." ucap Bayu.
"Jika ada yang bantuin,mama gak akan capek..." ucap bu Intan.
"Oke....Nanti anak buah Bayu yang membantu mama masak..." ucap Bayu.
"Jangan pengawal di jadikan pelayan cafe sayang... Nanti di sini gak aman lagi jika sebagian gak ada pengawal.." ucap bu Intan.
"Bukan pengawal ma...Mereka itu preman... Saat ini mereka ada di sana untuk belajar ilmu agama dan membantu pembangunan." ucap Bayu.
"Mas jadi Bos Preman?" ucap Khalisa.
"Iya dek...Mereka juga datang ke acara kita,dan menjaganya,kemudian bersalaman pada kita" ucap Bayu.
"Ada berapa premannya Wan?" ucap bu Intan.
"Yang berkumpul di Cafe ada 25 orang ma.. Selebihnya mereka ada di luar menjaga wilayah kekuasaan...
" Mama gak usah takut...Mereka patuh pada Bayu...Jika mereka macam - macam maka Bayu akan menyiksa mereka" ucap Bayu.
"Hem....Mama pengen lihat dulu tempatnya Wan.." ucap bu Intan.
"Besok Bayu ajak mama ke sana..." ucap Bayu.