SANG PENERUS.

SANG PENERUS.
KU BUAT DIA MENJADI GILA.


Setelah ki Kartolo menghilang,Bayu berjalan kembali ke ruang shalat. Setelah sampai dirinya melanjutkan kembali mengajari Melisa mengaji.


" Sepertinya mereka telah tahu kalau ku sembunyikan di alam ghaib.." ucap Bayu dalam hati sambil menyimak ucapan Melisa.


Bayu sengaja meminta Kumala Sari memperketat penjagaan,agar tak ada siapapun yang bisa membawa kabur ibunya Alvin. Sebab dirinya ingat saat ki Kartolo menyelamatkan wanita berpakaian ninja yang rupanya itu ibunya sendiri di alam ghaib. Bayu gak mau kecolongan.


---0.0.0---


Rumah Ki Kartolo.


Ki Kartolo membuka matanya,lalu menghela nafas.Kemudian dirinya beranjak dari tempat khusus tersebut menuju ruang tamu.


Sesampainya di ruang tamu,ki Kartolo duduk lalu menatap Johan.


" Bojomu di tahan dalam sebuah istana kerajaan..."


" Hanya saja..." ucap ki Kartolo.


" Hanya saja apa kii..?" ucap Johan penasaran.


" Jika aku bebaskan..."


" Istrimu akan di bunuh.."ucap ki Kartolo. Sengaja ia berkata seperti itu sebagai penengah.


" Di bunuh?"


" Siapa yang mau membunuh istriku ki..?" ucap Johan.


" Orang yang telah menahan istrimu itu.."


" Kamu tinggal pilih...Istrimu tetap hidup tapi dia di alam ghoib atau istrimu bebas tapi setelah itu di bunuh.."


" Aku gak bisa memberitahumu siapa yang memasukkan istrimu.."


" Jika ku beritahu,maka nyawaku juga terancam.." ucap ki Kartolo.


Johan memegang kepalanya. Dirinya menjadi pusing setelah mendengar ucapan ki Kartolo,ia tak menduga akan menjadi seperti ini.


" Bila sampeyan tetap keuhkeuh(ngotot) membebaskan istrimu memakai jasa orang lain.."


" Maka orang itu akan mati,begitu juga dengan istrimu..Bisa jadi awakmu dewe juga ikut di pateni.." ucap ki Kartolo.


Johan membungkukkan badan,kedua telapak tangan di satukan,sehingga menyentuh keningnya.


" Ya tuhan...Mengapa bisa begini hidupku...Apa yang sebenarnya kamu inginkan.." ucap Johan.


Johan lantas mendongakkan kepala lalu melihat ke arah ki Kartolo.


" Apakah tidak ada cara untuk mencegahnya ki.."


" Maksud saya jimat gitu agar istri saya tidak di bunuh.." ucap Johan.


Ki Kartolo menggelengkan kepala.


" Orang yang memasukkan istrimu itu kesaktiannya sungguh luar biasa. "


" Bahkan..Aku saja gak sanggup melawannya.." ucap ki Kartolo.


Ki Kartolo mengeluarkan rokok kesukaannya,lalu menyalakan rokok tersebut


Johan yang awalnya pesimis bisa membawa pulang istrinya. Kini dirinya tak semangat lagi.


Huuuuffftt.... Asap keluar dari mulut ki Kartolo.


" Awakmu golek bojo maneh..." ucap ki Kartolo.


" Apakah kiii tahu..Siapa yang memasukkan istri saya di alam ghaib?" ucap Johan.


" Aku tahu,tapi tidak bisa memberi tahumu.." ucap ki Kartolo.


" Siapa kii...Tolong katakan.."


" Aku akan bersujud di kakinya,agar istriku di bebaskan..Ku mohon ki.." ucap Johan.


" Orang itu sangat marah dan dendam sekali terhadap istrimu.."


" Itu saja yang bisa ku beri tahu.." ucap ki Kartolo.


Daniel yang dari tadi diam saja menyimak obrolan antara Ki Kartolo dan Johan lantas membuka suara.


" Pakde..." ucap Daniel.


Ki Kartolo melihat ke arah Daniel.


" Opo lee..?" ucap ki Kartolo.


" Kopine endi too..." ucap Daniel.


" Oalah...Durung di gawekne too.." ucap ki Kartolo.


" Dereng...Kecut mulutku.." ucap Daniel.


" Ndang gawe dewe kono.." ucap ki Kartolo.


Daniel memegang tangan Bejo.


" Kang...Temenin aku.." ucap Daniel.


Bejo lantas menuruti permintaan Daniel. Mereka pun berdiri lalu berjalan ke arah dapur.


Di saat akan memasuki pintu dapur,ibunya Bejo keluar membawa nampan berisi kopi dan teh.


" Sepurane mbokde...Kopine tak culik.." ucap Daniel.


" Yoo..." ucap ibunya Bejo.


Ibunya Bejo lantas lanjut berjalan lagi.


" Kang...Sampeyan iso delok gak ibunya pacarku.." ucap Daniel penasaran.


Daniel menyeruput kopi,lqlu meletakkan di meja.


" Iso..." ucap Bejo.


" Tulung lihat nah kang...Aku penasaran...Apakah dia benar - benar di culik sama Jin." ucap Daniel lalu mengeluarkan rokoknya.


" Kan bapakku wes ngasih tahu..Berarti benar.." ucap Bejo.


" Kiro - kiro sopo seng tego nyulik yoo.." ucap Daniel kemudian menyalakan rokoknya.


" Embuuh..." ucap Bejo.


" Sampeyan iso ndelok gak,sopo seng lebokke ?" ucap Daniel.


" Aku gak bisa...Ilmuku belum sampai ke situ.." ucap Bejo kemudian ikut serta merokok.


Mereka terdiam sambil menikmati nikotin.


" Oh iyoo..."


" Bulan depan datang ya.." ucap Bejo.


" Datang kemana kang?" ucap Daniel.


" Acara pernikahanku.." ucap Bejo.


" Weeee...Tak pikir sampeyan gak mau nikah.." ucap Daniel.


" Ya mau lah..."


" Cuman aku nunggu waktu yang pas..."


" Kata bapakku bulan depan..." ucap Bejo.


" Bulan depan yaa..."


" Hemmm..."


" Kang Paijo bulan depannya lagi.." ucap Daniel.


---0.0.0---


Rumah Bayu.


Pagi hari.


Nampak Bayu duduk di karpet bersama ke dua anaknya dan juga Sulis dan Aisyah.


Bayu memperhatikan Imam yang sedang berjalan merangkak.


Daniel menuruni tangga,ia melihat Bayu bersama keluarganya di ruang keluarga. Bayu juga melihat ke arah Daniel.


Bayu memberi kode ke Daniel untuk menghampiri dirinya.


Daniel berjalan ke arah Bayu.


" Opo Bay..." ucap Daniel.


" Tolong jaga sebentar..."


Bayu berdiri lalu menarik Daniel menjauh.


" Kemarin kamu kemana?" ucap Bayu.


" Ke rumah pakdemu Bay.." ucap Daniel.


" Sama siapa?" ucap Bayu.


" Sama om Johan..." ucap Daniel.


" Om Johan? Ayahnya Alvin..?" ucap Bayu.


" Alvin? " ucap Daniel.


" Alvin...Yang waktu itu memukul Bimo saat di Cafe itu loh.." ucap Bayu.


Setelah Bayu berkata,lantas Daniel jadi teringat tentang kejadian pemukulan tersebut.


" Iya Bay...Aku baru ingat..." ucap Daniel.


" Sial....Rupanya kakaknya Selvie orang yang pernah menghajar Bimo.." ucap Daniel dalam hati.


" Aku gak melarangmu berpacaran dengan adiknya Alvin...Itu hakmu.."


" Aku sebagai teman dan juga sahabatmu cuman berpesan.."


" Berhati - hatilah..."


" Mereka bukan orang biasa.." ucap Bayu lalu meninggalkan Daniel.


" Diampuuut..."


" Aku harus gimana ini..." ucap Daniel dalam hati. Sebab dirinya mencintai Selvie.


---0.0.0---


Di sisi Selvie.


Setelah Selvie turun dari mobil ayahnya,Selvie berjalan menuju kelasnya berada.


Seorang pemuda bersama gengnya yang berjumlah 6 orang pria. Lantas pemuda itu berjalan mendekati Selvie. Pemuda itu beda ruang kelas dengan Selvie dan juga pemuda itu adalah pacar Selvie yang bernama Marthen.


Marthen sengaja datang lebih awal,karena menunggu kedatangan Selvie. Begitu ia melihat Selvie telah datang,dirinya begegas menghampiri Selvie.


" Yank...Kenapa kamu gak balas smsku,dan juga ku telpon gak di angkat?"


" Dan mengapa kamu putuskan aku..Apa salahku? "


"Semua yang kamu minta selalu aku turuti.."ucap Mathen.


" Ya kita gak cocok.."


Selvie berjalan menjauhi Marthen,baru dua langkah Selvie membalikkan badannya ke arah Marthen.


"Mulai sekarang...Lu Jangan ganggu gue." ucap Selvie lalu meninggalkan Marthen seorang diri.


Marthen mengepalkan tangannya lalu membalikkan badanmemandang Selvie berjalan. Dirinya merasa marah tiba - tiba di putusin oleh Selvie.


" Awas ya kamu Vie..." ucap Marthen dalam hati sangat marah.Dirinya tak terima di putuskan begitu saja.Ia curiga ada cowok yang merebut Selvie dari tangannya.


Percakapan mereka di dengar oleh para siswa yang ada di sekitar mereka.


Para siswi yang mendengar Selvie memutuskan Marthen menjadi berita baik. Sebab banyak cewek yang naksir kepada Marthen. Begitu pula dengan para siswa. Bagi yang dari keluarga berada,merupakan berita bagus. Sehingga mereka bisa mendekati Selvi. Sebab Selvie salah satu gadis primadona di sekolah tersebut.


Kemudian Marthen berjalan ke arah gengnya.


" Selvie benar - benar mutusin lu?" ucap pria 1.


" Iya... Gak ada angin gak ada badai..Tiba - tiba aja mutusin gue.." ucap Mathen.


" Apa dia di dekatin cowok yang lebih tajir dari elu..?" ucap pria 2.


" Maybe..."


" Gue penasaran... Siapa yang berani merebut Selvie..."


" Jika tahu orangnya..."


" Gue akan bikin perhitungan..." ucap Marthen.


Mereka pun berjalan ke arah kelasnya masing - masing.


Kabar mengenai Selvie dan Marthen putus telah menyebar ke sekolah.


Selvie duduk di kursinya,kemudian ada 2 wanita mendekati Selvie. Mereka adalah salah satu geng yang di ketuai oleh Selvie Sendiri. Mereka adalah Donna , dan Rina.


" Vie...Gue dengar lu putusan sama Marthen..?" ucap Donna.


" Iya...."


" Kalau lu mau,ambil aja tuh.." ucap Selvie.


" Gilaaa...."


" Dia itu keluarga kaya raya..Masa lu putusin gitu aja.." ucap Rina.


" Gue sudah bosen... " ucap Selvie.


" Sayang banget Vie.." ucap Donna.


" Kalau lu sayang dia,ambil aja..." ucap Selvie.


" Ogah....Gue sudah punya..." ucap Donna.


Tak lama kemudian bell masuk pun berbunyi.


Di saat jam istirahat,Marthen berkumpul dengan gengnya. Ia memperhatikan Selvie dari kejauhan. Dirinya ingin tahu siapa cowok baru Selvie.


" Lu masih gak terima di putusin Selvie.." ucap pria 1.


" Iya...Gue penasaran.. Siapa cowok yang berani merebut Selvie dari tangan gue.." ucap Marthen.


Hingga jam sekolah berakhir,Marthen buru - buru keluar kelas untuk melihat apakah ada cowok luar sekolah yang merebut Selvie.


Nampak Selvie berjalan bersama gengnya. Di saat tiba di parkiran. Seperti biasa,Selvie di jemput oleh pengawalnya yang tak lain adalah Ivan.


" Apakah dia anak sekolah lain?"


" Jika iya...Akan ku buat perhitungan..." ucap Marthen dalam hati tak melihat ada cowok yang menjemput Selvie.


Marthen berjalan ke arah mobilnya,kemudian masjk ke dalam mobil dan meninggalkan sekolah.


***


Besok sorenya di rumah Johan.


Selvie keluar dari kamar memakai baju kaos lengan pendek celana pendek di atas lutut. Sambil berjalan ia memegang ponsel berkirim pesan ke Daniel hingga sampai di meja makan.


Selvie membaca pesan dari Daniel.


From Daniel.


Hasilnya di luar dugaan sayang, ibumu bagaikan buah simalakama. Ibumu tetap hidup bila tidak di bebaskan,bila di bebaskan maka akan di bunuh.


Selvie lantas menelpon Daniel.


Tuuut....Tuuut...Tuuut...


" Hallo sayang..." suara Daniel.


" Halloo juga yank.. "


" Yank.." ucap Selvie.


" Iya..." suara Daniel.


" Jadi ibuku gak bisa di bebaskan gitu?" ucap Selvie.


" Bisa...Hanya saja,orang yang menculik ibumu pasti membunuh ibumu jika di bebaskan.." suara Daniel.


" Jadi gimana dong sayang...."


" Aku khawatir tahu yank...'


" Aku takut nyokapku kenapa - kenapa.." ucap Selvie lalu mengambil nasi.


" Iya...Aku tahu,kemungkinan ibumu telah membuat seseorang marah besar,sehingga orang itu meminta seorang dukun sakti.." suara Daniel.


" Aku baca pesan nyokap dengan omku,mereka seperti merencanakan sesuatu terhadap istri Bayu.."


" Apakah Bayu di balik nyokapku hilang yank..?" ucap Selvie.


" Heemm...Aku gak tahu yank...Bisa jadi iya..Bisa jadi bukan.."


" Ne sayang lagi apa?" suara Daniel.


" Lagi makan yank..." ucap Selvie.


" Ooo...Makan.." suara Daniel.


" Yank... Jadi gimana nasib nyokapku yank..Aku khawatir banget yank..." ucap Selvie.


" Hemmm....Nanti aku cari orang yank,yang bisa bantu..." suara Daniel.


" Aku makan dulu,jika dapat orangnya,kasih tahu ya.." ucap Selvie.


" Iya sayang..." suara Daniel.


Selvie mematikan panggilannya.


" Ya tuhan....Kemana lagi aku mencari orang yang bisa menyelamatkan mamahku..." ucap Selvie dalam hati.


Selvie berharap,dengan bantuan keluarga angkat Bayu bisa membantu. Namun harapan itu pupus,setelah tahu bahwa jika keluarga angkat Bayu mengeluarkan mamahnya,mamahnya akan tewas di bunuh.


Selvie mamainkan sendok makannya,selera makannya hilang. Sebab ia kepikiran ibunya.


---0.0.0---


Rumah Bayu.


Daniel akhirnya tahu siapa yang menculik ibunya Selvie,yaitu Bahu sendiri.


Daniel merasa galau,ingin membantu,tapi yang di bantu adalah orang yang telah menyakiti hati Bayu. Tapi jika jika tak membantu,dirinya merasa kasian terhadap Selvie,gadia cantik yang kini menjadi pacarnya.


Daniel berjalan mencari keberadaan Bayu. Setelah mencari,akhirnya ia menemukan Bayu bermain dengan kucingnya Diana di ruang keluarga.


" Bay...."


Bayu menoleh ke arah Daniel.


" Aku mau ngomong.." ucap Daniel.


" Tentang pacarmu..?" ucap Bayu.


" Iya..." ucap Daniel.


" Duduk sini.... "


Daniel duduk di dekat Bayu.


" Niel..."


" Sampai kiamat pun,aku gak akan membebaskan wanita yang telah membunuh Putri.."


" Kamu tahu sendirikan...Betapa aku sangat mencintainya.." ucap Bayu.


" Iya...Aku tahu Bay..."


" Tapi...Apakah kamu gak kasian sama Selvie...Dia sangat mengkhawatirkan mamahnya.." ucap Daniel.


" Jika kamu di posisiku..Apa yang kamu lakukan?".


Daniel terdiam,sebab bila ia di posisi Bayu. Pasti tidak akan memafkan pelaku.


" Aku tahu bahwa kamu mencintai Selvie.."


" Anggap saja kamu gak tahu siapa yang telah memasukkan ibunya Selvie ke alam ghaib..."


" Sebab..Apa yang di ucapkkan pakdeku,itu akan ku lakukan jika ada orang yang mencoba menyelamatkannya..."ucap Bayu.


Bayu berdiri lalu berjalan menjauhi Daniel,setelah itu menghilang.


Daniel membalikkan badan,ia tak melihat keberadaan Bayu.


" Sial...Apa yang harus aku lakukan.."


" Membujuk Bayu saja gak bisa..." ucap Daniel dalam hati.


---0.0.0---


Alam ghaib.


Bayu muncul di ruang singgasana Kumala Sari.


Nampak Kumala Sari duduk di kursi kebesarannya.


" Sudah selesai sayang..?" ucap Kumala Sari.


" Sudah sayang..." ucap Bayu lalu duduk di sebelah Kumala Sari.


Sebelumnya,Bayu meminta Kumala Sari mengawasi Daniel. Begitu dapat informasi bahwa Daniel sedang menghubungi wanita,Bayu kembali ke rumah,karena dirinya belum selesai menemani Kumala Sari.


" Apa ku buat gila saja ya..."


" Tapi..."


" Ku lihat dia seperti orang gila.." ucap Bayu dalam hati.


Bayu melihat dari kejauhan,ibunya Alvin seperti orang strees.


" Sayang .."


Bayu menoleh ke Kumala Sari.


" Apa yang kamu pikirkan..?" ucap Kumala Sari.


" Aku berpikir,bagaimana jika wanita yang aku kurung itu jadi gila saja..Agar dia tak berulah lagi.." ucap Bayu.


" Serahkan padaku sayang..." ucap Kumala Sari.


" Sayang bisa?" ucap Bayu.


" Tentu saja aku bisa..." ucap Kumala Sari.


" Ya sudah...Tapi nanti saja.." ucap Bayu.


---.0.0.0--


3 Hari kemudian.


Daniel mendapat pesan dari Johan,bahwa Selvie jatuh sakit sehingga harus di larikan ke rumah Sakit.


Setelah mendapat kabar itu,Daniel segera meluncur ke rumah sakit.


Setiba di rumah sakit,Daniel melihat Selvie terbaring dengan jarum infus di tangannya.Di dampingi Johan serta Alvin dan seorang wanita yang ia belum kenal.


" Itu pacarmu datang nak.." ucap Johan.


Selvie menoleh ke Daniel.


" Maaf yank....Aku gak bisa balas atau terima telponmu.." ucap Selvie lemah.


" Iya gakpapa..." ucap Daniel.


Setelah selesai menjenguk Selvie,Daniel segera menemui Bayu di Cafe.


Sesampai di Cafe.


Nampak Bayu sedang duduk di depan komputer sendirian memeriksa nota.


" Bay..." ucap Daniel lalu dudul di kursi depan Bayu.


Bayu melihat ke arah Daniel.


" Ada apa Niel.." ucap Bayu sambil meletakkan kertas nota.


" Tolong bebasin mamahnya Selvie nah Bay.."


" Selvie jatuh sakit akibat memikirkan mamahnya.."


" Aku gak tega melihatnya Bay..." ucap Daniel.


" Baiklah...."


" Tapi kondisinya tidak seperti dulu lagi.." ucap Bayu.


" Gak seperti dulu lagi?" ucap Daniel.


" Dia ku buat gak waras alias gila.."


" Jika dia waras,aku takut dia berulah lagi..." ucap Bayu.


" Serius Bay?" ucap Daniel tak percaya.


" Iya...Aku serius..."


"Ku buat dia menjadi gila.." ucap Bayu.