SANG PENERUS.

SANG PENERUS.
MENGAJAK SHALAT JUM'AT


Cafe Mantan.


11.26


Nampak Bayu turun dari mobil bersama ke Putri dan Diana,lalu mereka berjalan ke bangunan Cafe yang lama.


Bayu mampir dahulu ke Cafe untuk melihat - lihat,karena seminggu ia tak datang. Setelah itu Bayu akan pulang kerumah.


Seorang preman yang merupakan anak buah Bayu bernama Yanto datang menghampiri.


" Bos...." ucap Yanto.


" Opo kang..." ucap Bayu.


" Aku mau minta izin gak masuk kerja selama 7 hari....Soalnya aku mau kawin bos" ucap Yanto.


" Wuuuiiihhh...Selamat yaa kang..Kapan kawinnya.." ucap Bayu.


" Bulan depan bos..." ucap Yanto.


" Ooo..Begitu... Tanggal berapa?" ucap Bayu.


" Tanggal 16 acaranya bos....Aku cuti mulai tanggal 14 ya bos.." ucap Yanto.


" Iya...Sudah bilang ke kang Paijo?" ucap Bayu.


" Belum bos...Tadi belum ketemu.." ucap Yanto.


" Ya sudah...Nanti sampeyan datangi kang Paijo yo kang.." ucap Bayu.


" Siap bos..." ucao Yanto.


" Ya sudah...Aku masuk dulu..." ucap Bayu lalu berjalan masuk.


Nampak dua pasangan yang tak lagi muda sedang duduk di Gazebo. Mereka adalah kedua kakek dan nenek Ayu.


" # Kok kakek dan nenek ada di sini..?" ucap Bayu.


" Kami jenuh,lalu memutuskan untuk datang ke Cafemu Bayu - chan.." ucap kakek Naruto.


" # Apakah ayah ikut?" ucap Bayu.


" Iya...Dia sedang melihat pembangunan tempat ibadah..." ucap kakek Kiyoshi.


" # Jika mau istirahat,di dalam kamar saja kakek..."


"# Bayu mau masuk ke dalam dulu.." ucap Bayu.


" Iya..." ucap mereka.


Bayu berjalan menuju Cafe yang baru melalui jalan penghubung.


Bayu melihat - lihat halaman.


Nampak kendaraan tersusun rapi. Laku Bayu berjalan ke bagian dapur.


Nampak para pekerja sedang melakukan aktifitasnya,mereka melihat ke arah Bayu,lalu sedikit membungkuk untuk memberikan penghormatan kepada Bayu,lalu kembali bekerja.


Bayu menghampiri seorang koki dari Jepang.


Nampak seorang pria dengan gesit dan lincah memotong - motong daging ikan yang masih segar.


Bayu diam memperhatikan.


" Cepat banget dia gerakin pisaunya..." ucap Bayu dalam hati.


" Pesanan meja nomor 26 sudah siap..." suara pria.


" # Apakah ada kendala pak?" ucap Bayu.


Sang koki memghentikan aktifitasnya.


" Iya...Saya terkendala dalam bahasa..." ucap koki.


" # Baik...Nanti saya akan menghadirkan penerjemah..."


"# Dan kalau bisa...Bapak juga bisa belajar bahasa indonesia agar bisa membaur dengan yang lain.." ucap Bayu.


" Baik..." ucap koki sambil sedikit membungkuk.


Bayu kembali berjalan ke arah yang lain,lalu memeriksa bumbu dan bahan - bahan.


Nampak pisau tergeletak di atas telenan,Bayu mengambil pisau itu,lalu mengambil bawang merah.


Bayu menggerakkan tangannya memotong tipis bawang tersebut.


Tak...Tak...Tak....Tak...Tak...Tak... ( suara pisau terkenan telenan).


Gerakan Bayu memotong dengan cepat.


Muncul seorang pria yang biasa di tempat itu.


" Maaf pak...Tadi saya kebelet..." ucap pria itu.


Bayu menoleh sambil memotong bawang.


" Iya gakpapa...Santai aja pak.." ucap Bayu,lalu meletakkan pisau setelah selesai memotong.


Bayu seing masuk dapur untuk mengecek karyawan,kadang ikut membantu dan juga Bayu belajar cara membuat masakan.


Terdengar suara adzan Dzuhur.


Mereka menghentikan aktifitasnya.


Namun hanya 2 orang yang masih melakukan aktifitasnya,mereka ada koki yang berasal dari Jepang.


Seorang prian berbicara pelan agar 2 koki itu berhenti bekerja karena ada suara adzan.


"# Tolong berhenti sebentar pak.." ucap Bayu.


Ke dua koki itu berhenti berkaktifitas.


Para karyawan bagian dapur keluar dari dapur satu persatu untuk mengerjakan shalat.


Setelah adzan selesai, terdengar dari suara speker.


" Mohon maaf kepada para pengunjung yang sedang menunggu pesanan,kami istirahat 15 menit untuk melakukan shalat.Terima kasih.." suara speker.


Kedua koki dari Jepang menghampiri Bayu.


" Maaf tuan...Mengapa mereka keluar?" ucap salah satu koki.


"# Kami melakukan ibadah dulu selama 15 menit,setelah itu kami lanjut kerja kembali.."


"# Dan itu wajib bagi yang beragama islam...Jika tidak ibadah maka saya akan memecatnya."


"# Maaf saya tinggal dulu pak.." ucap Bayu lalu pergi menuju Mushalla.


Setelah sampai di Mushalla,Bayu berdiri di tempat imam lalu memimpin shalat.


Kakek Kiyoshi dan kakek Naruto melakukan shalat pertamanya. Mereka berdiri di barisan belakang.


Nampak suasana hening,hanya ada suara Bayu saat akan melakukan gerakan shalat lainnya.


Setelah selesai shalat.


Kakek Kiyoshi dan kakek Naruto menghampiri Bayu.


" Bayu- chan...Mengapa tadi Bayu - chan diam saja,tidak seperti tadi pagi.." ucap kakek Kiyoshi.


"# Jika ibadah shalat Dzuhur dan Ashar memang tidak nyaring kakek..."


"# Hanya shalat Magrib,Isya' dan Subuh saja yang nyaring..."ucap Bayu.


" Ooo...Bagitu..." ucap kakek Kiyoshi.


Mereka berjalan ke arah Gazebo.


Nampak Kakashi duduk sambil menikmati makanan.


" Kenapa tidak menunggu kami Kakashi..." ucap kakek Kiyoshi.


" Aku lapar ayah....Perutku sudah teriak..." ucap Kakashi.


Mereka kemudian makan bersama di Gazebo.


" Apakah Cafemu selalu ramai Bayu - chan?" ucap kakek Naruto.


" # Awalnya biasa saja,kadang sepi...Terus.."


" # Makin lama makin ramai kakek.."


" # Ini adalah bangunan pertama,lalu kami membangun lagi,karena para pengunjung banyak yang mengantri untuk makan di sini kakek" ucap Bayu.


Setelah selesai makan,2 pelayan Cafe membersihkan Gazebo.


"# Apakah kakek sudah melihat mesjid yang kita bangun..." ucap Bayu.


" Sudah...Besar sekali mesjidnya..." ucap kakek Kiyoshi.


" Mengapa Bayu - chan membangun tempat itu sangat besar? Apakah tidak boros membuang uang begitu banyak?" ucap kakek Naruto.


"# Bayu sengaja membangun mesjid itu besar supaya dapat menampung banyak orang kakek.."


" # Jika kecil,kasihan mereka yang tidak kebagian tempat" ucap Bayu.


Kemudian Bayu mengajarkan surah Alfatihah ke mereka.


***


Hari demi hari berlalu.


Bayu bersama yang lainnya mengajari kakek Kiyoshi dan kakek Naruto dalam hal ibadah.


Sementara Kakashi tinggal bersama Zhang Yong Han.


Bayu menambahkan seorang penerjemah untuk 2 kokinya yang berasal dari Jepang.


Hari Jum'at.


Pukul 3.20.


Ruang shalat.


Seperti biasa Bayu memgerjakan shalat sunnah,di lanjut zikir lalu tadarus hingga menjelang waktu shalat subuh.


Satu persatu orang berdatangan untuk shalat subuh bersama,


Selesai shalat subuh dan zikir bersama.


" # Kakek...."


" # Ini kan hari Jum'at..."


"# Nanti siang ikutlah bersama kami ke mesjid..." ucap Bayu.


" Iya Bayu - chan.." ucap kakek Kiyoshi dan Naruto.


***


Mesjid di Menteng.


Bayu bersama teman - temanya dan keluarganya turun dari mobil.


Kakek Kiyoshi dan kakek Naruto mengenakan pakaian muslim yang di belikan oleh Bayu.


Lalu mereka berjalan ke mesjid.


" Mengapa temanmu juga ikut Bayu - chan.. Kan dia bukan islam.." ucap kakek Naruto melihat Daniel ikut bersama.


Bayu melihat papan pengumaman,nampak namanya di tempel menjadi khatib.


" Jiangkreek....Kenapa namaku di tempel seh.." ucap Bayu dalam hati.


" # Teman Bayu sudah terbiasa kakek,tapi dia tidak masuk ke dalam dan tidak ikut beribadah..."


" # Jika sudah di dalam,kakek jangan berbicara jika sudah adzan.."ucap Bayu.


Nampak orang - orang sudah berada di dalam mesjid,ada yang duduk ada pula yang sedang shalat sunnah.


Bayu berjalan ke barisan pertama,lalu melakukan shalat sunnah.


Ke dua kakek Bayu duduk diam saja,di samping sebelah kanan kakek Kiyoshi ada pak H. Ridwan.


Tak lama kemudian terdengar suara beduk di pukul. Setelah itu seorang pria bertindak sebagai bilal berdiri lalu mengumandangkan adzan.


Setelah adzan di kumandangkan,sebagian shalat sunnah termasuk Bayu. Setelah itu Bayu berjalan ke mimbar,memasang mic.


" Assalam mu'alaikum warah matullah hi wabarakatuh..." ucap Bayu.


" Wa'alaikum salam warah matulahhi wabarakatuh..." ucap semua orang di mesjid.


Bilal mengumandangkan adzan ke dua.


Selesai adzan ke dua,Bayu mulai berkhutbah.


Selesai khutbah ke dua,Bayu berdiri di posisi imam. Lalu memulai shalat Jum'at.


Kakek Kiyoshi dan kakek Naruto juga berdiri ikut shalat jum'at.


Di saat Bayu berdiri di rakaat kedua memai bacaan surah Al fatihah.


Kakek Naruto berdiri,namun tidak untuk kakek Kiyoshi.


Kakek Kiyoshi tetap sujud,tak ikut berdiri hingga shalat Jum'at selesai.


Naruto memghampiri kakaknya yang masih sujud.


" Kak..Bangun..." ucap Naruto sambil menepuk pundak Kiyoshi.


Kakek Kiyoshi tetap sujud.


Pak H.Ridwan yang berada di sebelah kakek Kiyoshi meletakkan jari ke hidung kakek Kiyoshi.