SANG PENERUS.

SANG PENERUS.
KIRAIN PUASA MUTIH


Kapten Wong lantas berjalan,lalu mencari Mayjen Tang shin,sebab tadi ia melihat ada Mayjen Tang Shin hadir di pemakaman Bayu.


Tak lama kemudian,ia melihat Mayjen Tang Shin bersama Xiang berjalan ke arah mobil, lalu ia pun berlari menyusul.


Setelah sampai,ia memberi hormat kepada Mayjen Tang Shin.


" Ada apa kapten Wong?" ucap Mayjen Tang Shin.


" Maaf pak,ada yang pernah melihat orang yang mirip dengan Jiang.." ucap Kapten Wong.


Xiang yang merasa lesu akibat kehilangan orang yang ia cintai mendengar ada orang yang mirip dengan Jiang tersentak kaget.


" Siapa?" ucap Mayjen Tang Shin.


" Sebentar pak,aku panggilkan orang yang pernah melihat orang yang mirip Jiang."


Kapten Wong lantas berlari ke arah orang yang pernah melihat pria yang mirip dengan Jiang.


Tak lama kemudian,Kapten Wong datang bersama seorang pria. Pria itu memberi hormat.


" Kapan kamu melihat orang yang mirip dengan Jiang?" ucap Mayjen Tang Shin.


" Siap...Saat sebelum peristiwa rahasia itu pak."


" Kami memeriksa semua hotel." ucap pria itu.


" Seberapa mirip wajah Joang dengan pria itu?" ucap Mayjen Tang Shin.


" Siap...100 persen pak.." ucap pria itu.


Eh...!!! Xiang terkejut.


" Siapa nama pria itu?" ucap Mayjen Tang Shin.


" Siap...Aku tidak ingat pak.." ucap pria itu.


" Heem.."


" Dia sedang apa di sana?" ucap Mayjen Tang Shin.


" Siap...Liburan pak.." ucap pria itu.


" Liburan...? Sama siapa dia liburan?" ucap Mayjen Tang Shin.


" Siap..Sama rombongan pak" ucap pria itu.


" Rombongan..?"


" Lalu pria itu berasal dari mana?" ucap Mayjen Tang Shin.


" Siap...Aku lupa pak.." ucap pria itu.


" Tadi kamu bilang ada pria seperti orang Jepang.." ucap kapten Wong.


" Orang Jepang..? Maksudnya? Apakah ada rombongan orang Jepang?" ucap Mayjen Tang Shin.


" Siap...Iya pak..Bahkan ada yang seperti pria asia,tapi mereka diam saja tak bicara." ucap pria itu.


" Apakah pria yang mirip Jiang itu memakai jam tangan dan cincin bewarna merah?" ucap Mayjen Tang Shin.


" Siap...minta waktu untuk mengingatnya pak.." ucap pria itu.


" Di berikan..Silahkan.." ucap Mayjen Tang Shin.


Nampak pria itu berusaha keras mengingat kembali,sebab peristiwa itu sudah lama.


Lalu pria itu mengingat kembali,saat Bayu menurunkan maskernya memakai tangan kanan,memakai cincin warna merah.


" Aku ingat pak...Pria itu memakai cincin warna merah saat menurunkan maskernya" ucap pria itu.


" Jiang...." ucap Xiang.


" Kapten Wong..." ucap Mayjen Tang Shin.


" Siap.." ucap kapten Wong.


" Aku memberi tugas untuk periksa rekaman CCTV di hotel itu maupun yang ada di sana,begitu dapat. Selidiki pemuda yang mirip dengan Jiang..Dimana rumahnya,dsn juga nomor ponselnya..."ucap Mayjen Tang Shin.


" Siap pak...." ucap kapten Wong


" Aku akan menghubungi detektif Chen,untuk pergi bersamamu" ucap Mayjen Tang Shin.


***


Kapten Wong dan detektif Chen meluncur ke tempat di mana Bayu bersama rombongannya menginap. Begitu ia sampai,ia memberikan surat kepada pemilik hotel itu,untuk memeriksa buku tamu saat sebelum peristiwa berdarah,dan juga rekaman CCTV. Pihak Hotel memberikan akses kepada mereka berdua.


Nampak Kapten Wong memeriksa buku tamu tahun lalu bersama Detektif Chen.


Terdapat puluhan nama yang ada dalam buku itu,lengkap dengan identitasnya.


" Dapat.." ucap kapten Wong.


Kemudian Kapten Wong memeriksa rekamanan CCTV.


Saat ia memeriksa,hanya ada sebagian rekaman saja,sebagian lagi terhapus. Kapten Wong merasa ada yang ganjil. Lantas ia menghubungi pemikik hotel.


Pemilik hotel datang,lalu kapten Wong meminta penjelasan mengenai rekaman yang hilang. Pemikik hotel menjelaskan bahwa rekaman itu memang hilang saat di periksa. Karena merasa ada yang ganjil,rekaman itu di simpan,sedangkan yang lainnya di hapus karena tak ada kejadian yang penting,dan juga menghemat memori penyimpanan.


Akhirnya,kapten Wong keluar dari hotel itu. Kemudian detektif Chen memeriksa sekitar bangunan Hotel,apakah ada kamera CCTV selain milik hotel.


" Kita telusuri jalan ini,siapa tahu ada kamera CCTV.." ucap detektif Chen.


Mereka pun memeriksa ruas jalan. Laku menemukan kamera pengawas yang di miliki pihak kepolisian. Serta di tempat umum lainnya seperti restoran dan juga Bank.


Detektif Chen lantas menghubungi pihak kepolisian untuk memeriksa rekaman dan juga pihak lainnya.


Satu oersatu tempat mereka datangi dengan membawa surat tugas dan tanda pengenal.


Sudah 3 hari mereka berada di kota itu,tiba tiba ponsel detektif Chen berdering,lalu ia menerima panggilan tersebut,rupanya itu dari pihak kepolisisan,mereka memberitahukan hasil rekaman yang di minta.


Mereka langsung meluncur ke pusat control CCTV tersebut.


Pihak kepolisian memperlihatkan rekaman tersebut kepada Detektif Chen.


Nampak di layar sebuah jalanan yang megarah ke pejalan kaki yang mengarah hotel,banyak orang berlalu lalang di jalanan itu. Tiba - tiba ada pemuda memakai masker berjalan kaki,berbeda dari yang ia lihat,lalu mempause video tersebut.


" Kapten Wong...Coba lihat ini.." ucap detektif Chen.


Kapten Wong melihat ke layar .


" Ada apa dengan dia?" ucap kapten Wong.


" Dari sekian pejalan kaki,hanya dia yang memakai masker..." ucap detektif Chen.


" Coba lihat tangannya,apakah dia memakai cincin warna merah..?" ucap kapten wong.


Detektif Chen lantas mengulangi lagi video tersebut. Namun tak dapat melihat cincin.


Detektif Chen lantas menanyakan ke polisi,apakah ada kamera CCTV lainnya di jalan itu. Pihak kepolisian bilang ada,lalu Detektif Chen meminta semua kamera pengawas yang ada di sekitar itu di berikan padanya.


Satu persatu kamera di periksa. Di saat rekaman CCTV yang di dekat kedai makan. Nampak pemuda memakai masker memperlihatkan cincin warna merah di tangan kanannya.


Kapten Wong dan detektif Chen terkejut. Lantas memberitahukan ke Mayjen Tang Shin.


Mayjen Tang Shin mendapat laporan itu,langsung segera membentuk tim,untuk mendatangi alamat para tamu itu.


---****----


Indonesia.


Sragen.


Pagi hari.


Nampak Bayu duduk di teras memakai baju kaos dan celana pendek bersama 4 pengawal menunggu tukang yang akan mengerjakan rumah ibunya.


Tak lama kemudian muncul 4 orang mengendarai motor,salah satunya berboncengan,lalu mereka turun dari motor.


Bayu memghampiri mereka.


" Pak Mario?" ucap Bayu untuk memastikan.


" Iya..Sampeyan pak Bayu?" ucap Mario.


" He eh...Tak pikir sampeyan gak datang..." ucap Bayu.


Bayu bersalaman ke Mario,lalu ke rombongan Mario.


" Datanglah..Kan aku sudah janji.."ucap Mario.


" Ini sudah ku siapkan alat - alatnya,sajennya juga sudah siap.." ucap Bayu.


" Mantap..." ucap Mario.


" Jika kalian mau ke WC,kalian pakai WC di rumah itu." ucap Bayu. Ia tak ingin ada orang luar memakai WC di rumahnya,takut saat istrinya atau ibunya sedang memakai,di intip oleh mereka.


" Siap bos.." ucap Mario.


Akhirnya mereka mulai bekerja.


Bayu membantu mengangkat semen,lalu menumpahkan ke pasir, pengawal mengaduk semen.


" Biar kita saja pak.." ucap Mario yang tak enak hati melihat Bayu melakukan pekerjaan itu.


" Santai aja pak,sampeyan sama teman - teman sampeyan tinggal masuk kamar melalui jendela itu,lalu kita kirim adukan semen.Kalian tinggal memplester..Biar cepat selesai.." ucap Bayu.


" Nanti baju sampeyan kotor.." ucap Mario.


" Kotor tinggal cuci,kalau kerjaan kalian cepat dan rapi,aku akan membayar kalian 2 kali lipat dari harga ongkos tukang..Dah..Sampeyan masuk aja ke dalam,ini bentar lagi jadi.." ucap Bayu.


Mereka pun masuk ke dalam kamar melalui jendela yang sudah di lepas engselnya.


Bayu bersama pengawal mengangkat adukan semen memakai ember. Bayu memakai 2 ember besar,ia tak merasakan berat saat memgangkat,padahal isinya penuh.


1 kamar terisi 2 orang untuk mengerjakan.


Di saat Bayu selesai menumpahkan adukan semen,ia melihat pria satunya bersama Mario tidak memplester tembok.


" Loh pak...Kok gak di plester temboknya?" ucap Bayu heran.


" Aku ora iso plester tembok..Isone mung ngaduk lan angkat semen.." ucap pria itu.


" Oalah..."


" Padahal kan aku minta 3 tukang,tanpa pembantu." ucap Bayu.


" Sepurane pak Bayu..Aku pikir tak ada yang bantu,jadi saya mengajak dia untuk membantu saya.." ucap Mario.


" Yo wes...Sampeyan ngaduk sana,aku yang plester.." ucap Bayu lalu mengambil cetok semen yang ia beli kemarin.


Setelah daoat,Bayu segera menempelkan semen ke tembok.


" Loh...Sampeyan iso nukang to..?" ucap Mario.


" Kalau mlester tembok aku bisa pak,cuman pasang plafon gak bisa.."


" Makanya aku minta ke sampeyan bawa 3 orang tukang..Biar cepat selesai.."


" Sahari plester tembok,2 hari pasang plafon,jadi sebelum lebaran sudah selesai" ucap Bayu sambil meneplok dinding.


" Sepurane loh pak.." ucap Mario.


" Ya gakpapa pak.." ucap Bayu.


Tak terasa sudah separo plesteran yang tertempel.Lalu mereka istirahat sebentar.


Di saat Bayu istirahat untuk menunggu semen yang menempel di dinding itu memgering,tiba - tiba muncul mobil Honda CRV dan BMW plat B 4 YUU ,di depan rumah lalu berhenti.


" Seperti mobilku?" ucap Bayu.


Orang - orang di dalam mobil lantas keluar.


Ternyata itu adalah ke tiga sahabatnya, bersama Bejo.


" WEDDUUUUUUUSS....." ucap Paijo Bimo,Lukman,dan Daniel.


"JUANCOOOK..." ucap Bayu.


Mereka bersalaman dengan Bayu.


" Lagi opo kowe cook.." ucap Bimo.


" Lagi dolanan semen cook.." ucap Bayu.


" Lapo gak nelpon aku,nak nelpon kan tak iwangi " ucap Bimo.


" Monggo.." ucap Bayu.


" Durung rampung ta?" ucap Lukman.


" Durung..Baru di mulai.." ucap Bayu.


" Endi semenne.." ucap Bimo.


" Kuwi semen..." ucap Bayu sambil menunjuk.


" Sitik men semenne" ucap Bimo.( Sedikit sakali semennya)


" Buat kamar aja Bim" ucap Bayu.


" Lah..Seng ngarep gak mesisan ta Bay..?" ucap Bimo.( yang depan gak sekalian kah Bay?)


" Kalau kalian mau bantuin,aku pesan pasir sama semen lagi.." ucap Bayu.


" Ndang pesen kono..Engko aku plester separo,kowe seng neruske.." ucap Bimo.


" Ora - ora...Ndang pesen kono Bay...Engko tak iwangi.." ucap Bimo.


Akhirnya,Bayu memesan lagi pasir dan semen untuk memplester tembok luar.


Bayu memberitahukan ke dua istrinya untuk pindah sementara di rumah pengawal bersama ibunya,agar pekerjaan pleseter tembok cepat selesai karena ada Bimo dan Lukman.mereka pun menurut.


Ke tiga sahabatnya membantu memplester tembok,sementara Bejo diam saja seperti mandor sambil merokok.


" Kowe iso plester gak sih Bo...Jauh - jauh aku jemputin ke Jakarta..Rugi aku jika plesteranmu jelek gitu." ucap Bejo.


" Juancooooook... " ucap Bimo.


Ha...Ha...Ha...Ha....Ha...Ha...Bayu tertawa bersama yang lainnya,kecuali 4 orang tukang.


Tetangga Bayu melihat Bayu mengerjakan rumah datang,lalu ikut membantu.


" Kowe di bayar piro Bo karo mandormu kuwi?" ucap Bayu.


" Di bayar mung limang ewu..Jarene entek gawe ongkos.." ucap Bimo.


" Biyuuuh...Murah banget cuman 5 ribu.." ucap Bayu sambil memplester tembok.


" Lah ...Gimana gak ku bayar 5 ribu,tadi dalam perjalanan ke sini mampir ke restoran untuk makan,kuajakin ke warteg gak mau,sekali makan habis 3 juta...Tekor aku.." ucap Bejo.


" Biyuuh...Sampai 3 juta gitu...Dia makan apa kang?" ucap Bayu.


" Makan lobster...Yang besar lagi dia pesan.." ucap Bejo.


" Tumben Lobster...Biasanya makan ikan asin.." ucap Bayu.


" Embooh wii...."


" Rugi aku..." ucap Bejo.


" Diampuut...Lobsterre ora enak ngono...Jarene enak..Yo tak pesen..."


" Mending aku mangan iwak buntal,daripada iwak Lobster.." ucap Bimo.


Tak terasa waktu masuk shalat Dzuhur.


Dan adzan terdengar.


" Istirahat dulu...Ayoo shalat.." ucap Bayu.


Bayu bersama teman - temannya istirahat untuk shalat berjamaah.


Setelah selesai shalat,mereka lanjut lagi memplester tembok.Bayu memberi tahu Mario dan teman - temannya,bahwa boleh memakai WC,sebab istrinya pindah kedepan.


" Iwakmu wes entek kah Bay?" ucap Paijo melihat box ikan telah kosong.


" Sudah ku bagi - bagi ke tetangga kang.."


" Oh iyo...Cafe piye kabare..." ucap Bayu.


" Masih sama seperti dulu,hanya saja,yang pesan lewat telpon makin banyak Bay.." ucap Paijo.


" Syukurlah.." ucap Bayu.


" Iki di lembur gak Bay?" ucap Daniel.


" Kudu lembur iki..Yen gak lembur aku rugi.." ucap Bejo.


" Jangkreek..." ucap Daniel sambil memberi acian pada tembok yang telah di plester.


" Jika banyak orang,besok siang sudah kelar ini plester tembok plus ngaci.." ucap Bayu.


" Gak sampai matahari terbit,dah kelar ini Bay.."


" Kan sudah kubawakan prewanganku*(* sejenis makhluk halus)" ucap Bejo.


" Oh iyoo...Lali aku..." ucap Bayu.


" Jiancoook.." ucap Lukman.


" Kalian ketempat pakdeku dulu kah? Kok bisa bareng sama kang Bejo?" ucap Bayu.


" Iya..Kita kan gak tahu rumahmu yang baru ini Bay.." ucap Daniel.


" Ini di lembur aja Bay...Kalau kita kerjain cepat selesainya.." ucap Bejo.


" Nanti sampeyan capek lagi.." ucap Bayu.


" Enggaklah...Seng penting ono kopi dan rokok surya.." ucap Bimo.


" Itu aku beli 5 slop surya..Kopi 5 kg...Sama kembang kantil dan melati buat sajenmu" ucap Bayu.


" Josss..." ucap Bimo.


Hana muncul membawa makanan di bantu 4 pengawal.


" Istirahat dulu..Jangan kerja terus.." ucap Hana.


" Iya buu..." ucap Bayu dan ke empat temannya serempak.


" Iya bulek.." ucap Bejo.


Mereka pun istirahat untuk makan siang.


"Masakan ibumu pualing weenak Bay...Kalah sama masakan di restoran.." ucap Bimo.


" Pasir sama semen aja kamu bilang enak kok.." ucap Bayu.


" Jancoook..." ucap Bimo.


Ha....Ha....Ha...Ha...Ha....Ha...Mereka tertawa.


" Kemarin itu aku hubungin pak juspa,tapi dia ada kerjaan"


" Sempat aku kepikiran kalian..Tapi sayang kalian jauh..Gak mungkin aku panggil hanya untuk plester tembok.." ucap Bayu.


" Gakpapa .. Telpon aja,kan nomorku kamu simpan to.." ucap Bimo.


" Masih..Cuman aku malas nelpon.." ucap Bayu.


" Kowe gak mangan Bay?" ucap Bejo,melihat Bayu tak menyentuh makanan atau minuman.


" Aku poso kang..." ucap Bayu.


Setelah selesai makan,mereka lanjut lagi memplester tembok,Bimo merokok sambil meneplok semen ke tembok.


" Itu gipsun buat apa Bay?" ucap Bejo.


" Buat plafon kamar kang." ucap Bayu.


Perlahan tapi pasti,Kamar rumah Hana yang sebelumnya belum terplester,kini sudah terplester dan sudah di beri acian,tinggal di beri sentuhan terakhir,yaitu cat.Lalu Bayu dan yang lainnya lanjut memplester dinding samping luar,


" Aku gak rugi bawa kalian,Sebentar aja selesai memplester kamar tidur" ucap Bejo yang hanya diam saja tidak ikut membantu.


" Diamput..." ucap Lukman.


" Coba bantu - bantu kang" ucap Bimo.


" Lah...Sudah kubantu gitu loh..." ucap Bejo.


" Bantu apa sampeyan daritadi ku lihat cuman duduk,berdiri,ngerokoan,ngopi.." ucap Paijo.


" Aku bantu ngawasi kalian,biar kerjanya bener..Gak asal -asalan..." ucap Bejo.


" JUANCOOOOK...." ucap Bayu dan teman - temannya serempak.


" Sampeyan asli Jakarta apa jawa kang?" ucap Tejo yang dari tadi diam saja tapi ikut membantu Bayu.


" Aku asli Jogja..." ucap Bimo.


" Ooo..Jogja...Apanya pak Bayu?" ucap Tejo.


" Temannya Bayu.." ucap Lukman.


" Ooo...Temannya.." ucap Tejo.


" Bay...Yang dalam kita kerjain malam kah?" ucap Bimo.


" Ayo aja,jika kalian masih sanggup.." ucap Bayu.


" Ya harus sanggup mereka Bay,jika tidak...Maka aku kurung lagi di dalam guci.." ucap Bejo yang masih santai seperti mandor.


" Jiangkreek..."


" Bajingaaan..."


"Waasssuuu..."


"Juancoook...." ucap para teman - teman Bayu.


Ha....Ha....Ha...Ha...Ha...Ha.. Bayu tertawa.


Mobil truk pengangkut pasir datang.


" Niel...Mobilnya geser,ada truk tuh.." ucap Bayu.


Daniel segera menuju mobil BMW,lalu memindahkan mobil tersebut.


Setelah pasir di tumpahkan,Bayu membayar pasir tersebut.Lalu memplester tembok lagi.


" Oh iya.."


" Katanya pak Kakashi,dia mau ke sini,pas lebaran.." ucap Daniel.


" Jangan rame - rame kalau mau ke sini.." ucap Bayu.


" Enggak..Dia sama istrinya aja.." ucap Daniel.


" Ooo..."


" Eh...!!!..Ayah mertuaku nikah lagi?" ucap Bayu.


" Iya...Emangnya kemarin itu gak di kenalin kah kamu Bay?" ucap Lukman.


" Enggak...Lha wong mereka menyerbuku pas lagi ngobrol dengan kakek Naruto.."


Terdengar suara adzan Ashar.


" Cepat banget dah ashar..." ucap Bayu.


Bayu bersama teman - temannya berhenti,lalu mereka shalat berjamaah di dalam rumah.


Setelah mereka selesai shalat,mereka lanjut kembali.


Bayu melihat Bejo berebah di depan teras rumah pengawalnya yang di tempati istrinya untuk sementara waktu.


" Mandore turu.." ucap Bayu.


" Dia kecapek'an..Katanya habis panen,terus malamnya bantuin tetangganya." ucap Bimo.


" Oalah...Begitu to,pantesan.." ucap Bayu.


" pak Bayu..Aku pulang dulu ya,mau shalat.." ucap Tejo.


" Oh iya pak ..Matur suwun loh.." ucap Bayu.


" Iyoo.." ucap Tejo lalu pergi.


Bayu dan teman - temannya lanjut memplester tembok. Sementara Mario memasang rangka untuk plafon,karena kamar telah selesai diplester dan di beri acian.


"Bay...Sambil dengarin lagu enak ini.." ucap Bimo.


" Hemm...Sebentar.." ucap Bayu.


Bayu mencuci tangannya,lalu mengambil kunci mobil rubicon,setelah itu menyalakan mobil dan memutar lagu. Pintu mobil ia buka agar suaranya terdengar.


" Mantap Bay...Coba dari tadi kek.." ucap Lukman.


" Kowe gak ngomong.." ucap Bayu.


Mereka pun tambah semangat memplester tembok tersebut.


1 Sak semen tak sampai setengah jam sudah habis,para pengawal di bantu tetangga mengaduk semen lagi.


Matahari perlahan akan tenggelam. Bayu mematikan musik di mobilnya,ia segera mandi untuk shalat magrib. Tetangga yang membantu sudah pulang saat jam 5.Begitubjuga dengan rombongan Mario.


Setelah selesai mandi,Bayu memakai sarung,baju muslim duduk di teras rumah.Di sampingnya sudah ada makanan berupa biskuit,roti,teh Kotak,kopi.dan aqua gelas.


Bayu melihat ibunya membangunkan Bejo yang tidur di teras rumah,nampak Bejo terbangun,lalu berjalan ke arah Bayu.


" Bay...Aku balik dulu ya.." ucap Bejo.


" Habis magrib aja kang...Gak pareng(boleh) pulang saat menjelang magrib.." ucap Bayu.


" Yo wes..."


" Capek aku..Makanya aku gak ada bantuin.." ucap Bejo.


" Ya gakpapa kang,lagian sampeyan sudah membawa prewangan sampeyan.."


Terdengar suara adzan Magrib.


" Alhamdulilah..." ucap Bayu lalu mengambil aqua gelas dan membaca doa. Setelah itu minum.


" Kowe poso mutih kah Bay?" ucap Bejo.


" Aku bayar puasa ramadhan kang..Soalle poso wingi..Aku gak poso blas.." ucap Bayu.


" Kirain puasa mutih.." ucap Bejo.