
SMA.
Sebelum Fei Long dkk ke Cafe Mantan.
Marthen bersama teman - temannya berada di luar pagar sekolah,ia menunggu orang yang mencari alamatnya Bayu.
" Kenapa dia belum muncul?" ucap pemuda 1.
" Gak tahu,mungkin lagi di jalan.." ucap Marthen.
20 menit kemudian.
" Coba lu telpon orangnya,siapa tahu dia terjebak macet.." ucap pemuda 2.
Marthen mengambil ponselnya,lalu menghubungi kontak yang ia kasih nama 100juta.
" Nomor yang anda tuju sedang tidak aktif...." suara operator.
" Bangsaaaat...Gak aktif..." ucap Marthen jengkel lalu mematikan panggilan..
" Berarti dia penipu...." ucap pemuda 1.
" Lu seh minta 100juta...." ucap pemuda 3.
" Gue butuh uang...." ucap Marthen.
" Mungkin batreinya habis.." ucap pemuda 2.
" Bisa jadi..Lu tungguin aja,siapa tahu datang...Kita cabut.." ucap pemuda 1.
Teman - teman Marthen meninggalkan Marthen.
Marthen masuk ke dalam mobil.
" Jangan jalan dulu...Gue lagi nunggu orang.." ucap Marthen kepada supirnya.
1 jam kemudian.
Keadaan sudah sepi,seluruh siswa dan siswi telah pulang ke rumah.
Marthen mencoba menghubungi nomor 100 juta.
" Nomor yang anda tuju sedang tidak aktif atau berada di luar jangkaun.." suara operator.
" BANGSAAAAAT...." ucap Marthen emosi.
Sebelumnya ia merasa senang sekali akan mendapatkan uang 100 juta,ia berencana untuk berfoya - foya. Kini pupus sudah harapan tersebut .
****
Saat ini di Cafe Mantan.
Fei Long berjalan bersama Hua Yan Chen keluar Cafe.
Mereka di ikuti oleh makhluk tak kasat mata yakni Kumala Sari.
Hua Yan Cjen merasa ada yang mengikuti dari belakang,lalu ia menolehke belakang. Namun Hua Yan Chen tak menemukan seseorang yang mengikuti.
" Ada apa nona Hua..?" ucap Fei Long.
" Aku merasa ada yang mengikuti kita.." ucap Hua Yan Chen.
Fei Long memghentikan langkah lalu melihat sekitarnya kemudian berjalan lagi.
Ada 2 pria yang merupakan anak buah Bayu yang bertugas menjaga keamanan parkir. Mereka saling mengobrol.
" Jancoook..." ucap pria 1.
Fei Long berhenti ketika mendengar suara kata Jancok,lalu melihat 2 pria yang tak jauh darinya.
" Lu di kasih ngotot seh..Sudah tahu itu masih panas,lu maen embat aja.." ucap pria 2.
" Kenapa mereka berkata Jancok juga ya.." ucap Fei Long dalam hati.
" Ada apa pak..?" ucap Hua Yan Chen yang melihat ke arah 2 pria tersebut.
" Nanti aku cerita..Ayo kita kembali ke penginapan." ucap Fei Long.
Mereka berhenti di pinggir jalan.
Sebuah mobil sedan bewarna biru muda akan melintas,di atasnya terdapat tulisan TAKSI.
" Taksiii..." ucap Hua Yan Chen nyaring sambil melambaikan tangannya.
Mobil taksi itu pun berhenti. Lalu mereka masuk ke dalam mobil,Hua Yan memberi tahu ke supir le alamat yang di tuju.
Kumala Sari masuk ke dalam mobil taksi tersebut.
Mobil tak itu berjalan meninggalkan Cafe Mantan.
Fei Long melihat ke arah belakang,apakah ada yang mengikutinya apa tidak,lalu melihat le depan lagi.
Tak lama kemudian,Fei Long melihat ke belakang lagi untuk memastikan.
" Tidak ada yang mengikuti.." ucap Fei Long dalam hati. Sebab kendaraan yang ada di belakang hang pertama ia lihat tak ada di belakang lagi.
Hingga akhirnya mereka sampai di penginapan hotel kelas melati dan masuk ke dalam kamar.
Di saat mereka masuk ke dalam kamar,Hua Yan Chen mencium aroma bunga melati dan Kantil.
" Apakah anda mencium aroma bunga pak?" ucap Hua Yan Chen.
" Tidak..Kenapa?" ucap Fei Long sambil melepas kemejanya,karena ia memakai 2 lapis.
" Aku mencium bunga..." ucap Hua Yan Chen.
Kumala Sari menghilang dari kamar tersebut untuk memberitahu Bayu.
Fei Long mengendus - endus ruangan kamar.
" Aku tak mencium aroma bunga.."
Fei Long menghampiri Hua Yan Chen,lalu mengendus tubuh Hua Yan Chen.
" Itu aroma tubuhmu.." ucap Fei Long menggoda. lalu memeluk Hua Yan Chen.
Hua Yan Chen tak mencium aroma bunga melati setelah Kumala Sari pergi.
"Aku serius..."
" Aroma wanginya sekarang telah hilang.." ucap Hua Yan Chen.
Fei Long melepas pelukannya.
" Mengapa aku tak mencium aroma wangi itu..?" ucap Fei Long.
" Entahlah....Aku sendiri juga bingung..Aroma wangi itu seperti bungaaa..."
" Bunga Melati...Tapi yang satunya aku tidak tahu.." ucap Hua Yan Chen.
" Heeemm...."
" Aneeeh..." ucap Fei Long.
" Saat berada dalam mobil juga tercium aroma bunga,tapi tercampur dengan aroma parfum mobil.." ucap Hua Yan Chen.
Fei Long duduk di tempat tidur memikirkan ucapan Hua Yan Chen,bagaimana bisa dia mencium aroma itu,sedangkan dirinya tidak mencium aroma bunga tersebut.
" Tadi saat di luar Cafe,mengapa bapak berhenti dan melihat 2 orang itu?" ucap Hua Yan Chen lalu duduk di samping Fei Long.
" Aku dengar orang itu berkata Jancok.." ucap Fei Long.
" Jancok..? Apa itu Jancok?" ucap Hua Yan Chen.
" Saat Jiang bersamaku,dia.sering berkata Jancok.."
" Lalu aku tanya..Apa itu Jancok.."
" Lalu dia bilang bahwa itu adalah kata ungkapan di saat kita sangat kesal atau jengkel..."
" Begitu mengucapkan kata Jancok..Rasa kesalku agak berkurang.." ucap Fei Long.
" Heeemm....Menurut data yang aku baca"
" Jiang berasal dari desa,lalu tak sengaja ikut rombongan anak sekolah. Dan di angkat menjadi tentara karena kemapuan menembaknya sangat akurat..."
" Dan tidak ada di data base komputer tentang identitas Jiang.." ucap Hua Yan Chen.
" Aku beransumsi bahwa Jiang berasal dari Indonesia.."
" Tapi wanita yang mengaku sebagai keluarganya dari China..."
Fei Long memegang kepalanya.
" Jancooook..."
" Jadi semakin pusing aku memikirkan kasus ini.." ucap Fei Long.
" Menurut laporan,dia bisa membantu mengerjakan tugas sekolah nona Xiang,serta bisa memberikan solusi saat rapat perusahaan..." ucap Hua Yan Chen.
" Jadi...Karena hal itu pak Presiden sangat berharap pemuda yang mirip dengan Jiang di temukan..Jika itu benar Jiaaaanngg.." ucap Fei Long.
Bayu dan Kumala Sari muncul saat Fei Long berbicara.
" Aku mencium aroma bunga lagi.." ucap Hua Yan Chen saat Fei Long bicara.
Fei Long melihat sekitar,lalu berjalan ke pintu dan membukanya. Ia melihat tak ada orang. Setelah itu menutup tak lupa mengunci pintu dan duduk kembali di samping Hua Yan Chen.
" Mungkin indra penciumanmu yang rusak.." ucap Fei Long.
" Penciumanku ini sangat tajam dan tidak salah.." ucap Hua Yan Chen tak terima.Lalu ia mengendus - endus dan berjalan.
" Dia bisa mencium wangi kita.." ucap Bayu.
" Iya...Penciumannya sangat tajam sekali.." ucap Kumala Sari.
Bayu menghampiri Fei Long.
" Paman jancok..Kenapa paman ke sini.." ucap Bayu kesal. Ia tak bisa menjalankan aksinya. Yakni membunuh tentara China.
" Aku tak mencium apa - apa... Hanya mencium aroma parfummu nona Hua.." ucap Fei Long.
" Hidungmu yang rusak itu.." ucap Hua Yan Chen
Ponsel Fei Long berdering nada panggil,lantas Fei Long mengambil ponselny dan melihat siapa yang menelpon.
Di layar nampak muncul kontak bertuliskan pak Jendral jancok.
Bayu melihat ke layar ponsel.
" Ha...Ha...Ha...Ha...Ha...Ha.." Bayu tertawa karena Fei Long menamai Jendral Jancok.
" Hallo..." ucap Fei Long.
Bayu menedekat ke ponsel Fei Long untuk mendengarkan percakapan.
" Apakah kamu sudah menemukan Bayu.." suara Jendral.
" Siap...Belum pak... Kami masih berusaha mencarinya pak..." ucap Fei Long .
" Diampuut...Berarti dia seorang tentara.."ucap Bayu.
" Baiklah... Jika benar dia Jiang..Beritahu ke dia....Jika tidak kembali ke negara China,maka dia akan di cap sebagai penghianat negara. Keluarganya juga ikut di tahan..Dan hukumannya mati...Aku akan mengirim Tim resmi untuk mengunjungi perumahan itu. " suara Jendral.
Panggilan berakhir.
Fei Long tak mendengar suara sang Jendral lagi lantas melihat ke layar. Senwlumnya ia mendapat kabar dari anak buahnya,bahwa perumahan Golden Hills tertutup untuk umum. Bahkan pengantar paket sekalipun di larang masuk. Serta ada peraturan di larang menerbangkan drone di kawasan perumahan itu.
Ponsel Fei Long kembali berdering. Ia melihatnke layar panggilan dari Zhio Jun anak buahnya.
" Hallo.." ucap Fei Long.
" Kita tidak bisa menembus pertahanan perumahan itu pak,pesawat drone kita di tembak jatuh oleh penjaga...Keamanannya sangat ketat sekali.." suara Zhio Jun.
" Kalian jangan terlalu dekat.." ucap Fei Long.
" Iya pak...Kita juga mendapat informasi bahwa hang menghuni di perumahan itu merupakan pejabat penting..." suara Zhio Jun.
" Iya...Apakah kalian melihat Jiang keluar atau masuk di perumahan itu?" ucap Fei Long.
" Sampai saat ini belum ada pak,sebab yang keluar masuk itu minimal 4 mobil beriringan. Serta di jaga Militer..." suara Zhio Jun.
" Kalau melihat Jiang,segera hubungi.." ucap Fei Long.
" Siap pak..." suara Zhio Jun.
Panggilan berakhir.
Fei Long mengirim pesan ke Jendral untuk memberitahukan informasi yang barusan ia dapqt. Setelah itu meletakkan ponselnya di samping dan merebahkan tubuhnya ke tempat tidur.
" Jadi perumanan itu di huni oleh pejabat..." ucap Fei Long dalam hati.
Bayu memutuskan kembali.
Setelah Bayu dan Kumala Sari hilang.
Hua Yan Chen tak mencium aroma bunga.
" Aneh..." ucap Hua Yan Chen
" Aneh kenapa?" ucap Fei Long lalu bangkit dan melihat ke arah Hua Yan Chen.
" Aroma wangi bunga itu hilang.." ucap Hua Yan Chen.
Fei Long merasakan kejanggalan,sebab selama ia berada di indonesia,Hua Yan Chen tak seperti saat ini. Ia berpikir bagaimana bisa Hua Yan Chen mencium aroma bunga Melati. Sedangkan dirinya tidak mencium aroma bunga. Lalu ia mencari di setiap sudut ruangan.Apakah ada alat penyemprot parfum yang dinkendalikan jarak jauh atau tidak.
" Bapak sedang apa?" ucap Hua Yan Chen melihat Fei Long melihat di bawah kolong ranjang.
" Mencari alat pewangi bunga yang kamu coum itu...Siapa tahu di sembunyikan.." ucap Fei Ljng sambil mencari.
Setelah setiap sudut ruangan di periksa,Fei Lo g tak menemukan alat yang ia yakini penyemprot wangi bunga. Lalu memutuskan untuk mandi, agar hilang rasa pusingnya memikirkan Jiang dan juga wangi aroma bunga.
" Aku mandi dulu.." ucap Fei Long.
Hua Yan Chen mengikuti Fei Long ke kamar mandi.
Tak lama kemudian tersuara dhesahaan Hua Yan dari kamar mandi.
---0.0.0----
Malam hari.
Kediaman rumah Zhang.
Setelah Bayu dari penginapan Fei Long. Bayu memberitahukan informasi itu ke kakek Zhang.
Kakek Zhang mengumpulkan ke dua anaknya,Kakashi,Hana dan Naruto.
" Apakah kamu punya rencana Bay?" ucap kakek Zhang.
" Ada mbah.." ucap Bayu.
" Apa itu...?" ucap kakek Zhang.
" Ikut dengan mereka..." ucap Bayu.
.
.
.
.
.
BERSAMBUNG.