
Masih di Gazebo.
" Bay..." ucap Bimo.
" Opo Bim.." ucap Bayu.
" Clara ikut pergi ke Jepang.." ucap Bimo.
" Aku gak ada beli tiket untuk dia loh" ucap Bayu.
" Dia beli sendiri Bay..." ucap Bimo.
" Ooo...Begitu..Yo wes.." ucap Bayu.
" Rumahmu selalu di jaga oleh polisi ya Bay?" ucap pak Joseph.
" Injih pak....Biar aman..."
Bayu mengambil minuman dingin .
" Bismillah..." ucap Bayu.
Glek....Glek....Gleek...
Nampak 2 orang gadis cantik berjalan ke arah Gazebo.Mereka adalah Fhengyin dan Nuan Wei.
"Ayune....Sopo kuwi Bay...?" ucap kakaknya Daniel.
Bayu menoleh ke arah 2 gadis cantik.
" Keluargaku kang..."
" Tumben ke sini.." ucap Bayu.
" Kak...." ucap Fhengyin.
Kakaknya Daniel dan pak Warso menatap ke arah 2 gadis tersebut.
" Iya dik.." ucap Bayu.
" Tolongin gue.." ucap Fhengyin.
" Tolongin apa?" ucap Bayu.
Suyin Wei memegang tangan Bayu,lalu menariknya.
" Ikut sebentar kak..." ucap Suyin.
" Ku tinggal dulu ya...Anggap aja rumah sendiri..." ucap Bayu sambil mengikuti tarikan tangan Suyin Wei.
Begitu agak jauh mereka berhenti.
" Ada apa adik - adikku yang cantik ini..." ucap Bayu.
" Kita ingin ikut...Boleh ya kak..." ucap Fhengyin.
" Kenapa baru bilang sekarang..." ucap Bayu.
" Aku baru tahu kemarin kak..." ucap Fhengyin.
" Hem....Punya paspor apa enggak?" ucap Bayu.
" Punya...Tiket tinggal beli nanti malam.." ucap Suyin Wei.
" Ya sudah... Kalian boleh ikut...Tapi.."
" Sudah izin apa belum ke orang tua..?" ucap Bayu.
" Sudah kak..." ucap Fhengyin dan Suyin Wei.
" Hanya kalian berdua saja?" ucap Bayu.
" Enggak kak...Ada Nuan Wei,Olivia dan Mei Hua kak.." ucap Fhengyin.
" Ooo...Begitu..." ucap Bayu.
" Kami ingin melihat bunga Sakura kak.." ucap Suyin Wei.
" Oke...Tapi ketika sampai di sana jangan berpencar ya...Dan harus berhati - hati serta jaga nama baik keluarga kita." ucap Bayu.
" Baik kak..." ucap Fhengyin.
Lalu mereka memeluk Bayu.
" Terima kasih kak..." ucap mereka lalu melepaskan pelukan.
" Sama - sama" ucap Bayu.
" Kita pulang dulu kak..." ucap Fhengyin.
" Iya..." ucap Bayu.
Mereka kemudian berjalan meninggalkan Bayu.
Bayu melihat jam tangannya.
" Sudah mau Ashar..."
Bayu berjalan ke arah Gazebo.
" Bim....Man...Yok kita shalat.." ucap Bayu.
Bimo dan Lukman beranjak dari tempatnya lalu berjalan bersama Bayu.
***
Pukul 20.10.
Bayu berjalan ke arah Balkon lantai dua.
Di tangan kanannya memegang sekotak Choki - choki.
Setelah sampai,Bayu duduk di lantai menyender di tembok.
" Bay..." ucap kakaknya Daniel.
" Opo kang.." ucap Bayu.
" Dulurmu ayu - ayu kabeh... " ucap kakaknya Daniel.
" Ada yang ganteng juga kok kang.." ucap Bayu.
" Yang tadi itu siapa Bay?" ucap kakaknya Daniel.
" Adik sepupu kang..." ucap Bayu.
" Tinggal di mana?" ucap kakaknya Daniel.
" Di komplek ini juga kang..." ucap Bayu.
Tiba - tiba muncul Melisa dengan muka menahan sakit tangan sebelah kanan memegang pundaknya,lalu duduk di pangkuan Bayu. Melisa hanya memakai rok selutut,kaos tanpa lengan.
" Mel...Masih lebar loh tempatnya..." ucap Bayu.
" Mel lagi sakit kak..." ucap Melisa.
" Sakit ? Sakit apa Mel...?" ucap Bayu.
" Ini...." ucap Mel sambil menyentuh pundaknya.
Bayu memegang kedua pundak Melisa lalu memijatinya.
" Kamu salah tidur lagi Mel?" ucap Bayu.
" Iya kak...Tadi tertidur di kursi..." ucap Melisa.
" Dia siapa Bay?" ucap kakaknya Daniel sambil menatap ke Melisa.
" Adikku.." ucap Bayu.
" Ooo...Adikmu..."
" Siapa namamu cantik..?" ucap kakaknya Daniel.
" Lu jangan ganggu gue...Jika lu ganggu gue,gue akan panggil pengawal untuk menghajar lu.." ucap Melisa.
" Jiah....Sombong amat...Aku cuman pengen kenalan aja." ucap kakaknya Daniel.
" Mas...Jangan ganggu dia...Ancamannya gak main - main loh...Bisa - bisa sampeyan besoknya masuk rumah sakit.." ucap Daniel memperingatkan kakaknya.
Muncul 2 pengawalnya Melisa bersenjata lengkap.
" Anda jangan ganggu nona kami" ucap salah satu pengawal.
Nampak kakaknya Daniel ketakutan melihat 2 pengawal datang.
" Segera anda keluar dari rumah ini.." ucap pengawal.
" Sudah pak...Jangan di besar - besarin..."
" Kang...Jangan ganggu keluargaku jika mereka tak ingin di ganggu.." ucap Bayu.
Melisa diam saja menikmati pijatan Bayu.
" I...I...Iya Bay..." ucap kakaknya Daniel ketakutan.
2 pengawal Melisa mundur 4 meter dari tempat Melisa berada.
" Dah...Santai aja kang..."
" Jika sampeyan gak macam - macam di sini.."
" Maka aman...Jika macam - macam ya masuk rumah sakit..Terus di black list dari perumahan ini.." ucap Bayu.
Daniel berdiri lalu berjalan.
Tak lama kemudian Daniel kembali sambil membawa minyak kayu putih.
" Neh Bay...." ucap Daniel sambil menyerahkan minyak kayu putih.
Bayu menerima dan menuang ke telapak tangan,lalu mengoleskan ke leher dan pundak Melisa.
" Makasih kak Daniel..." ucap Melisa.
" Sama - sama Mel..." ucap Daniel.
" Dia ikut gak kak?" ucap Mel sambil menunjuk kakaknya Daniel.
" Enggak Mel..." ucap Daniel.
" Syukurlah..." ucap Melisa.
" Emangnya kenapa Mel?" ucap Bayu.
" Mel gak mau dia ikut bersama kita ke Jepang kak..Belum kenal aja sok akrab gitu..."
" Apa lagi kalau sudah kenal....Bisa - bisa kita di manfaatin lagi"
Melisa melihat ke arah Bejo.
" Kak Bejo..." ucap Melisa.
" Opo Mel..." ucap Bejo.
" Pijatin kakinya Mel...Kak Bejo ganteng deh kalau mijatin kakinya Mel" ucap Melisa.
" Jancok...Aku juga ikut kena.." ucap Bejo.
" Ayo nah kak..." ucap Melisa.
" Iyo yo...."
Bejo memijati kakinya Melisa tanpa melihat kaki Melisa.
" Habis nyangkul berapa hektar tadi Mel..?" ucap Bejo.
" 10 hektar kak....Jangan kuat - kuat...Sakit tahu kak..." ucap Melisa.
" Adikmu ini sering minta pijat kah Bay?" ucap Bejo.
" Sering...Malah kadang tengah malam.."
"Lagi enak - enaknya eeee...di gedor sama dia.." ucap Bayu.
" Nyopo gak mbok jewer wae.." ucap Bejo.
" Emmoh kang..." ucap Bayu.
" Kalau gak sakit ya Mel gak mau ganggu kak.." ucap Melisa.
" Sudah punya pacar apa belum Mel?" ucap Bejo.
" Belum kak... Kak Bejo mau jadi pacarku?" ucap Melisa.
" Emmmooh...." ucap Bejo.
" Kenapa gak mau kak?" ucap Melisa.
" Kamu itu adiknya Bayu..."
" Masa yaa aku manggil Bayu kang..."
" Terus aku gak kuat bila kamu minta ini minta itu.." ucap Bejo.
" Sekolah dulu yang bener,baru mikirin pacar Mel..." ucap Bayu.
" Iya kak...Mel cuman becanda aja..." ucap Melisa.
Diana muncul karena melihat pengawal Melisa ada di lantai 2,lalu melihat Melisa di pijat oleh Bayu dan Bejo.
" Wuuiiih...Jadi Ratu kamu Mel..." ucap Diana.
" Iya dong kak....Daripada tangan mereka nganggur...Mending mijatin Mel.." ucap Melisa.
Bejo menyentil betis Melisa.
" Auuuu....Sakit kak..." ucap Melisa.
" Yo ben..." ucap Bejo.
Diana pergi meninggalkan balkon.
" Masih sakit gak lehernya Mel?" ucap Bayu.
" Udah agak mendingan kak..." ucap Melisa.
Tiba - tiba muncul Laura tepat di depan muka Bayu.
" Bang...." ucap Laura.
" ALLAAAAAAHH...HUAKBAAAARR..." teriak Bayu.
Bayu mengusap - usap dadanya karena terkejut. Diana kembali muncul karena mendengar suara Bayu berteriak.
" Laura....." ucap Bayu.
" Laura di sini kak?" ucap Melisa.
" Pergi sana...Jangan ganggu kita...Kalau gak mau pergi aku hajar kamu..." ucap Bejo melihat ke arah Laura.
" Dia gak ganggu kang..." ucap Bayu.
" Dia bisa lihat aye bang?" ucap Laura menunjuk Bejo.
" Bisa....Bahkan menghajarmu juga bisa.." ucap Bayu.
" Laura....Jangan masuk ke dalam tubuhku lagi " ucap Daniel trauma bila Laura kembali merasuki tubuhnya maka dirinya akan memakai pakaian wanita lagi..
" Laura..???.Siapa seh Laura...?" ucap kakaknya Daniel.
" Hantu mas..." ucap Daniel.
" Serius...!?" ucap kakaknya Daniel gak percaya.
" Bayu dan kang Bejo bisa lihat makhluk halus kang..." ucap Daniel.
Laura berpindah tempat.
" Waktu itu ku panggil kenapa gak muncul Ra?" ucap Bayu.
" Aye lagi jalan - jalan di komplek ini bang.." ucap Laura.
" Pantesan.." ucap Bayu.
" Waktu itu gak ada hantu cewek ne... Sekarang kok ada Bay..?" ucap Bejo heran.
" Dia ngikut aku kang dari rumah sakit pas jenguk Bimo..," ucap Bayu.
" Ooo...Begitu...Kenapa gak kamu usir aja Bay?" ucap Bejo.
" Malas kang...Kalau dia ganggu..Baru aku usir.." ucap Bayu.
" Sudah kak....Mel gak sakit lagi" ucap Melisa.
Bayu dan Bejo menyudahi aksi memijat Melisa.
" Kenapa kamu gak manggil tukang pijat ke rumah Mel?" ucap Bejo.
" Ini tukang pijatnya kak.." ucap Melisa menunjuk Bayu.
" Asem....."
" Oh iya Mel...Sudah siapin perlengkapan buat besok kah?"ucap Bayu.
" Sudah kak...Tadi sekalian Mel bawa." ucap Melisa.
" Ah yang bener kamu yang bawa Mel..." ucap Lukman.
" Hehehehehe....Pengawal yang bawakan kak.." ucap Melisa.
" Tadi sudah mandi kah Mel?" ucap Bimo.
" Belum...." ucap Melisa.
" Pantes....Ambune " ucap Bimo.
" Enak aja....Wangi tahu...."
Melisa mendekati Bimo lalu mengangkat ketiaknya ke arah Bimo.
" Neh coba kak Bimo cium..." ucap Melisa.
Bimo memalingkan muka, sambil menutup hidung berpura - pura kalau Melisa bau.
" Ambune curut..." ucap Bimo.
" Kak Bayu....Masak Mel di bilang curut sama kak Bimo..." ucap Melisa.
" Kenapa tadi kamu gak mandi Mel?" ucap Bayu.
" Siang Mel mandi.. Terus jam 4 ketiduran.." ucap Melisa.
" Ya sudah kalau gitu...Aku ke kamar dulu ya..." ucap Bayu lalu berdiri kemudian berjalan ke arah kamar.
Pukul 23.25.
Di dalam kamar Putri.
Nampak Bayu memasukkan rudalnya ke dalam lubang Putri setelah pemanasan,lalu memompa rudalnya di dalam lubang Putri secara perlahan.
Putri merem melek merasakan lubangnya di masukin rudal Bayu.
" Teruss mas....Ahh...Aahh...Oouuh....Hemm.."
"Aaah....Aaahh....Oouuhh....Heeem....mas..."
" Aaaah.....Enak"ucap Putri merasakan ujung rudalnya Bayu menyentuh dasar lubangnya.
20 menit mereka bercinta tiba - tiba.
Dook.....Dook....Dook... ( suara pintu di gedor).
Bayu menghentikan pompaannya.
" Pasti Mel itu mas..." ucap Putri.
" Kak Bayu.." suara Melisa.
" Nah kan...." ucap Putri.
" Iya Mel..." ucap Bayu.
" Temenin Mel kak....Mel gak bisa tidur..." suara Melisa.
" Gimana dek?" ucap Bayu.
" Temenin aja dulu mas...Nanti kalau gak di temanin,kembali gedor - gedor pintu.." ucap Putri.
" Adek sudah keluar?" ucap Bayu.
" Sudah mas..." ucap Putri.
Bayu mencabut rudalnya.
Plooop...
" Kak....." suara Melisa.
Dook....Doook....dook....
" Bentar Mel..." ucap Bayu.
Bayu berjalan ke kamar mandi untuk membasuh rudalnya,setelah itu memakai celana pendek dan baju kaos.
Ceklek....Kriiiieet...
Nampak Melisa memakai baju tidur berdiri di depan pintu.,Nampak kelihatan pundak Melisa karena melisa memakai baju bertali yang panjangnya sama dengan tangan Melisa.
" Kak Bayu sudah tidur kah?" ucap Melisa dengan tampang tak berdosa mengganggu orang sedang bercinta.
" Belum dek.." ucap Bayu lalu menutup pintu kamar.
Bayu melihat sekilas pakain yang di kenakan Melisa. Nampak ada tonjolan di puncak kedua gunung kembar Melisa.
" Jiangkreek...Lagi enak - enaknya malah ganggu...Terus gitu baju tidurnya membuatku ingin bercinta dengan istriku lagi...Kampreet" ucap Bayu dalam hati.
" Kak...Maen PS yuk..." ucap Melisa.
" Ayooo..." ucap Bayu mengikuti kemauan Melisa.
Mereka berjalan ke arah ruang keluarga. Di saat berjalan,Melisa melirik ke celana Bayu. Nampak ada sebuah tonjolan di celana Bayu.
" Besar sekali..." ucap Melisa dalam hati lalu melihat ke arah lain.
Begitu sampai,Melisa menyalakan tivi dan menyalakan PS 1.
" Maen apa kak?" ucap Melisa.
" Sembarang Mel.." ucap Bayu tak melihat ke arah Melisa.
Melisa memasukkan kaset permainan Metal Slug. Lalu duduk di samping Bayu.
Permainan pun di mulai.
Baru berjalan setengah permainan,Melisa merasa bosan.
" Kak..." ucap Melisa.
" Ya Mel..." ucap Bayu.
" Ganti bola ya kak.." ucap Melisa.
" Iya..." ucap Bayu.
Melisa mengganti kaset permainan,lalu duduk menyender di samping Bayu. Lalu melihat sekilas tonjolan di celana Bayu.
" Itunya kakak kok bangun?" ucap Melisa.
" Gak tahu Mel..." ucap Bayu.
" Ini kan gara - gara kamu Mel...Belum aja croot dah kamu ganggu..Belum lagi pakaianmu yang membuat rudalku selalu ON" ucap Bayu dalam hati.
" Sini Mel tidurkan..." ucap Melisa.
" Ayoo...Buka sudah pakaianmu Mel...Terus aku genjot lubangmu" suara setan di dalam pikiran Bayu.
" Jangan...." ucap Bayu.
" Aiissh...Kenapa jangan...Kapan lagi coba merasakan lubang adikmu yang legit itu.."
" Mumpung sepi,terus bawa ke kamarnya.. Lalu kamu nikmati tubuh molek adikmu"
Bayu membaca ayat - ayat Al Qur'an dalam hati,agar setan di dalam pikirannya hilang.
Melisa melihat wajah Bayu yang sedang menatap layar telivisi.
Permainan pun di mulai.
" Yeeee....Gooool..." ucap Melisa agak nyaring.
" Sssttt... Yang lain sudah tidur Mel...Jangan berisik..." ucap Bayu pelan.
" Maaf.." ucap Melisa.
Permainan di lanjutkan.
Muncul bu Hana berdiri di belakang Bayu dan Melisa.
" Kenapa malam - malam belum tidur?" ucap bu Hana.
Bayu dan Melisa menoleh ke belakang.
" Bayu nemenin Melisa bu...Katanya gak bisa tidur.." ucap Bayu.
" Mel gak bisa tidur bu....Terus Mel manggil kak Bayu untuk nemenin maen PS.." ucap Melisa.
" Kenapa gak bisa tidur Mel..?"
" Apa kamu tadi habis minum kopi?" ucap bu Hana.
" Jam 4 tadi Mel ketiduran... Terus jam 8 lewat baru bangun..Leher Mel sakit.."
" Mel minta pijat sama kak Bayu bu.." ucap Melisa.
" Ya sudah...Tapi jangan terlalu ribut maennya..." ucap bu Hana.
" Iya bu..." ucap Bayu dan Melisa.
Bu Hana berjalan menjauh,lalu berhenti memperhatikan Bayu dan Melisa.
" Tuh...Ibu jadi bangun..." ucap Bayu.
" Ya maaf..." ucap Melisa.
Mereka kemudian melanjutkan permaianan.
Ki Kartolo melihat bu Hana berdiri sendirian,lalu ia berjalan diam - diam mendekati bu Hana.
Hingga skor sama. Adu penalti pun di lakukan.
" Jangan intip Mel..." ucap Bayu sambil menyembunyin stik agar Melisa tidak tahu .
" Hehehehe....Tahu aja " ucap Melisa.
Setelah permaian bola Selesai,Melisa mengganti permaian lain.
Bu Hana yang mengawasi Bayu dan Melisa tak ada hal - hal yang menjerumus hal - hal negatif memutuskan kembali ke kamarnya.Ia tak merasakan kehadiran seseorang di belakang dirinya karena fokus melihat Bayu dan Melisa.
Saat bu Hana membalik badannya.
Ki Kartolo memasang wajah seramnya.
" ALLAH HUAAAKBAR...." ucap bu Hana reflek.
Pletaaak.... Bu Hana menjitak kepala Ki Kartolo.
" Aduuuh....." ucap Ki Kartolo sambil memegang kepalanya setelah di jitak oleh bu Hana.
" Kenapa kamu berdiri di belakangku pak tua.." ucap bu Hana.
" Aku haus mau minum..." ucap Ki Kartolo.
" Alasan....Bilang aja mau ngagetin aku.." ucap bu Hana.
Bayu dan Melisa datang menghampiri.
" Nyopo kowe durung turu lee.." ucap Ki Kartolo.
" Nemenin Mel pakde...Mel gak bisa tidur.." ucap Bayu.
" Gampang kuwi...." ucap Ki Kartolo.
Ki Kartolo komat kamit membaca mantra lalu meniup ke arah Melisa.
Melisa seketika tertidur. Bayu yang berada di samping Melisa segera menahan tubuh Melisa.
" Kamu apakan Melisa pak tua...?" ucap bu Hana.
" Aku sirep...Katanya gak bisa tidur.." ucap Ki Kartolo dengan entengnya lalu berjalan ke dapur.
Bu Hana menggeleng geleng kepalanya.
" Dasar pak tua...." ucap bu Hana.
Bayu menggotong tubuh Melisa yang tertidur ke kamarnya.
Bu Hana berjalan ke tivi,lalu mematikan tivi dan PS.
Esok paginya.
Nampak Bayu dan rombongannya bersiap - siap untuk pergi ke bandara.
" Gak ada yang ketinggalan kan?" ucap Bayu.
" Gak ada mas..." ucap Putri.
Bayu tak melihat Melisa.
" Melisa mana?" ucap Bayu.
" Masih di kamar dia Bay...Belum ada keluar.." ucap Bimo.
" Pak tuaa..." ucap bu Hana sambil menatap tajam ke arah Ki Kartolo.
" Lali aku.....".
Bayu menepuk keningnya.
" Ayo lee...Melu aku bangunin adikmu.." ucap Ki Kartolo.
" Iya pakde..." ucap Bayu.
Bayu dan Ki Kartolo langsung melesat kemar Melisa.
Setelah sampai di dalam kamar Melisa,Ki Kartolo membaca mantra lalu meniup ke arah Melisa.
Melisa membuka matanya.
" Hooooaaam......"
Melisa terkejut melihat Bayu dan ayahnya Bejo berada di dalam kamarnya.
" Kok kak Bayu dan pakde ada di dalam kamar Mel?" ucap Melisa heran.
" Cepat mandi Mel...Nanti keburu ketinggalan pesawat..." ucap Bayu.
" Baru jam 5 kak..." ucap Melisa.
" Hampir jam 7 Mel...Tuh liat jam di sebelahmu.." ucap Bayu.
Melisa melihat ke arah jam.
" Haaaaaa.....!!!??? Melisa terkejut,
" Kok Mel gak di bangunin seh kak..?" ucap Melisa.
" Dah cepetan ke kamar mandi...Jangan lama - lama..." ucap Bayu.
" Iya kak...." ucap Melisa lalu ke kamar mandi.
Ki Kartolo keluar kamar Melisa.
" Gak usah keramas Mel...." ucap Bayu di depan pintu kamar mandi.
" Iya kak...." suara Melisa.
" Yang penting ketiak sama anumu aja Mel,sama gosok gigi...Sisanya gak usah..Telat ini..." ucap Bayu.
Tak lama kemudian Melisa membuka ointu kamar mandi.
" Gak enak kak,kalau mandinya sebentar.." ucap Melisa.
" Dah cepetan pakai baju..Gak usah dandan..Di mobil aja dandannya.." ucap Bayu lalu berjalan keluar dari kamar Melisa.
Tak sampai 5 menit,Melisa keluar dengan muka cemberut.Rambut masih acak - acakan,karena belum di sisir.
" Mana tasmu Mel?" ucap Bayu tak melihat tas ransel di tangan Melisa.
Melisa menunjuk ke arah kamarnya.
Bayu segera mengambil tas ransel lalu berjalan keluar kamar.
" Ayoo Mel...." ucap Bayu.
" Gendong..."
Bayu membungkukkan badan,lalu Melisa naik ke punggung Bayu.
Bayu berjalan menuruni tangga sambil menggendong Melisa dan membawa tas ransel.
" Mel pengen mandi lagi kak.." ucap Melisa.
" Nanti telat loh..." ucap Bayu.
Melisa kemudian teringat kejadian tadi malam.
" Tadi malam kok Mel tiba - tiba ngantuk ya kak terus mata Mel gelap.." ucap Melisa.
" Mungkin Mel kelelahan maen PS,jadi ya langsung tidur.." ucap Bayu.
Setelah sampai,Bayu menurunkan Melisa.
" Bay....Melisa tadi mandi aja kah?" ucap Bimo.
Melisa yang mendengar ucapan Bimo langsung menghampiri Bimo lalu melompat.
Bimo kaget,lalu menahan tubuh Melisa.
" Neh cium ketek Mel...Wangi apa bau..?" ucap Melisa sambil mengarahkan ketiaknya ke Bimo.
" Wangi Mel...." ucap Bimo.
Melisa turun lalu berjalan menuju mobilnya.
" Ayo masuk...Kita berangkat sekarang..." ucap Bayu.
Mereka pun masuk ke dalam mobil.
Satu persatu mobil keluar dari halaman rumah Bayu menuju bandara.
Setelah menempuh perjalanan,akhirnya mereka sampai.
Nampak Clara memghampiri Bimo.
" Kok lama sekali yank..?" ucap Clara.
" Ada yang kesiangan bangunnya..." ucap Bimo.
Bayu dan yang lainnya berjalan masuk ke dalam pintu.
Kakaknya Daniel beserta yang lain yang tidak ikut ke Jepang masuk kemobil lalu pergi.
Setelah chek in,mereka langsung masuk ke dalam pesawat.
" Untung gak telat..." ucap Daniel. Karena 20 menit lagi pesawat akan lepas landas.
" Laper kak..." ucap Melisa sambil berjalan.
Bejo memgeluarkan roti di dalam tasnya,lalu memberikan ke Melisa.
" Ini Mel..." ucap Bejo.
" Makasih kak Bejo.." ucap Melisa lalu membuka bungkus roti.
" Makan di dalam aja Mel...Jangan sambil jalan.." ucap Bayu.
" Mel laper kak..." ucap Melisa.
" Di tahan dulu...Gak baek makan sambil jalan.." ucap Bayu.
Mau gak mau Melisa menahan rasa laparnya.
Setelah sampai di pesawat,Melisa memakan roti pemberian Bejo.
" Ngene yoo jerone pesawat kuwi..." ucap ibunya Bimo yang baru pertama kali naik pesawat.
Nampak seorang 3 Pramugari berdiri lalu salah satunya memakai mic untuk berbicara.
10 menit kemudian pesawat yang mereka tumpangi perlahan bergerak. Setelah di landasan pacu,pesawat itu meningkatkan kecepatannya.
Nampak kedua orang tua dari Lukman dan Bimo memegang kursi karena takut.
Setelah pesawat mencapai di ketinggian.
" Lah....Kuwi awan opo kapuk...?" ucap ibunya Lukman.
" Itu awan mak..." ucap Lukman.
" Oalah.....Awan to..." ucap ibunya Lukman.
Melisa menghampiri Bejo.
" Kak Bejo...Ada air putih gak?" ucap Melisa.
" Ada...Bentar..."
Bejo mengeluarkan botol air mineral.
" Ini Mel..." ucap Bejo sambil menyerahkan air minum Melisa.
" Terima kasih kak..." ucap Melisa lalu berjalan ke tempat duduknya.
" Kenapa rambutmu masih acak - acakan gitu Mel..." ucap Suyin Wei.
" Ini gara - gara kak Bayu...Gak bangunin gue..." ucap Melisa.