
Malam harinya setelah makan malam bersama.
Bayu bersama Ki Kartolo,pak Warso dan ke tiga teman Bayu duduk di teras rumah sambil merokok. Di dekat meraka ada segelas kopi.
Suara Jangrik dan burung hantu menghiasi suana malam.
Di dalam rumah terdengar suara canda tawa oleh para wanita sedang mengobrol. Sedangkan para pria berada di luar rumah duduk di Dipan terbuat dari Bambu. Di sebelah di pan ada kursi panjang dari papan dan bambu.Berbeda dengan kursi yang di dalam terdapat ukiran khas daerah Jepara. Nuansa rumah Ki Kartolo seperti keraton Jogjakarta.
Halaman rumah itu di terangi lampu TL,sehingga nampak terang.
Para pengawal sebagian berjaga,sebagian istrirahat.
Bayu duduk di samping Ki Kartolo.
Bayu mengamati di sekitar,apakah Nyi Kumala Sari akan datang lagi menghampirinya.
"Bim..." ucap Bejo.
"Opo kang" ucap Bimo.
"Kamu dah punya pacar orang jakarta apa belum?" ucap Bejo.
"Belum kang..." ucap Bimo.
"Mau ku kasih susuk gak? Biar para cewek terpesona dengan wajahmu?" ucap Bejo.
"Gak usah kang...Aku pengen punya istri yang mau nerima aku apa adanya..." ucap Bimo.
"Yo wes kalau gak mau...Aku gak maksa..." ucap Bejo.
"Bimo ini selalu di susuk i kang jika ke kantin.." ucap Lukman.
"Jangkreek...Itu uang kambalian cook.." ucap Bejo.
"Oh iyo yo..." ucap Lukman.
"Kapan kowe balik lee...?" ucap Ki Kartolo.
"2 hari lagi Pakde." ucap Bayu.
"Apakah kamu pernah melakukan hal lain selain keluyuran jika memakai ajian Rogoh Sukmo?" ucap Ki Kartolo.
"Pernah pakde..Bayu menggerakkan benda dan menahan benda." ucap Bayu.
"Bagus... Asah terus kemampuanmu itu...
"Oh iyoo... Pakde dengar dari kakek buyutmu itu ibu mertuamu sempat di culik dan adik iparmu di bunuh... Pelakunya seperti bukan manusia biasa..." ucap Ki kartolo.
"Injih pakde..." ucap Bayu.
"Hati - hati loh lee... Kemungkinan besar keluarganya menuntut balas lee.." ucap Ki Kartolo.
"Semoga saja enggak pakde.." ucap Bayu.
Bejo menyodorkan rokoknya ke Bayu,sebab Bayu dari tadi tidak merokok.
Bayu menerima lalu membakarnya.
Huuuft....Asap keluar dari mulut Bayu.
Bayu teringat kembali waktu kejadian tersebut,di mana pelakunya bisa melihat dirinya dalam wujud roh.Lalu matanya seperti mata Harimau saat bertarung.Gerakannya juga cepat tal seperti manusia normal.
"Aku harus meningkatkan kewaspadaanku" ucap Bayu dalam hati.
Ki Kartolo mendekatkan wajahnya di telinga Bayu.
"Awakmu ruso wae kah ngelayani langsung wong telu?" ucap Ki Kartolo lirih( dirimu kuat saja kah melayani langsung 3 orang).
"Kuatlah pakde...
Tiba - tiba Bayu melihat anak kecil berjalan.
"Biyuhh...Tuyulnya siapa yang berkeliaran ini "ucap Bayu.
" Itu tuyul belum punya majikan Bay"ucap Bejo.
"Awakmu iso delok tuyul?" ucap Bayu.(dirimu bisa lihat tuyul?).
"Iso lah...Ada teknik sendiri..." ucap Bejo.
"Wuiiih... Hebaat..
Tuyul itu berjalan mendekati Bayu.
"Kamu mau ambil duitku? Tak tarik kupingmu nanti...
Tuyul tersebut kaget,lalu ia mengeleng gelengkan kepala.
"Bagus...Kamu jangan muncul di sini,atau ku tarik kupingmu hingga putus." ucap Bayu.
"Main - main kesana...Jangan kesini,atau kamu aku kurung " ucap Bejo.
Tuyul itu lantas pergi.
Sebuah mobil Toyota Kijang warna silver memasuki halaman rumah kemudian berhenti.
Nampak pintu mobil terbuka lalu 5 orang turun dari mobil tersebut. 2 orang dewasa(Pria dan wanita),1 orang wanita remaja,2 lagi masih anak - anak.
Mereka berjalan ke arah Ki Kartolo.
"Asssalam mua'alaikum..." ucap pria itu.
"Wa'alaikum salam" ucap Ki Kartolo dan yang lainnya.
Mereka pun bersalaman. Kecuali Bayu menangkupkan tangan wanita yang ia duga sebagai istri pria tersebut.
"Monggo masuuk..." ucap Ki Kartolo.
Ki Kartolo dan rombongan keluarga itu masuk dalam rumah.
Bayu melihat ada motor sport terparkir,ia mengira sebelumnya itu punya tamu.
Penampakan motor Honda NSR 150 Sp
"Itu motormu kang?" ucap Bayu sambil menunjuk.
"Iya Bay...Mayan buat narik gerobak ngangkut pari (padi) terasa enteng dari pada pakai impressa.." ucap Bejo.
"Biyuuuh...
"Lapo gak narik cewek aja kang..." ucap Bimo.
"Emmoh... Kalau Nadya belum nikah,aku gak mau cari pacar.." ucap Bejo.
Lukman melihat pohon mangga Golek tak jauh darinya,pohon itu berbuah dan sebagian ada yang matang. Tangannya bergetar,ingin rasanya mengambil potongan kayu untuk melempar.
"Itu mangga kok gak di petik kang...?" ucap Lukman.
"Ambil aja kalau mau Man...Tapi jangan sampai yang belum matang itu jatuh.." ucap Bejo.
"Jangkreek...Ra iso aku...Yang ada malah yang belum matang ikut jatuh. " ucap Lukman.
"Kok gak sampeyan petikin kang?" ucap Bayu.
"Waleh(bosan)aku Bay...
"Sini tak lempar.." ucap Bejo lalu meletakkan gelas kopi yang baru saja ia minum.
Bejo berjalan mengambil batu kerikil,
"Jaga di bawah,biar gak pecah..." ucap Bejo.
Lukman dan Bimo berjalan lalu berdiri di bawah pohon Mangga.Lukman membentangkan sarungnya yang ia lillit di leher. ia memegang kedua ujung kain sarung,sementara Bimo memegang sisi sebelahnya.
Bejo melempar ke arah mangga yang matang di pohon menggunakan batu kerikil.
Wuuuut.... Tak.... (Batu kerikil mengenai tangkainya)
Lukman dan Bimo yang berada tepat di bawah segera menahan buah mangga tersebut.
Bejo kembali melempar batu kerikilnya.
Lemparan Bejo tak meleset,selalu mengenai tangkai buah mangga yang telah matang.
Bayu berdiri lalu mengambil batu kerikil,ia ikut melempar mangga tersebut.
Wuuuut...Jleb....(Batu kerikil mengenai buah mangga bukan tangkainya) Lalu buah itu jatuh mengenai kepala Bimo.
2 buah mangga jatuh bersamaan. Satu jatuh ke sarung,satunya menimpa kepala Bimo.
"Jancooook..." ucap Bimo sambil mengusap kepalanya.
"Maaf Bim...Gak sengaja" ucap Bayu.
"Loro ndul...." ucap Bimo.
"Jarang latihan yo awakmu Bay?" ucap Bejo.
"He eh kang..." ucap Bayu.
"Gimana mau latihan kang,Wedus ini super sibuk kok" ucap Lukman.
"Mangkane,ojo ngenta - ngentu wae...Ben ilmumu gak luntur.." ucap Bejo.
"Lah gimana lagi... Masa punya 3 istri di anggurin.. Ya di nikmati lah..." ucap Bayu.
"Jangkreek..." ucap Bejo
Setelah terkumpul 21 buah.
"Kang...Dah banyak ini..." ucap Lukman.
"Bentar...Satu lagi..." ucap Bejo lalu melempar.
Wuuut.....Tak...
Buah mangga terjatuh,Lukman dan Bimo sigap menangkap buah mangga itu dengan kain sarung.
Mereka kembali ke tempat duduk. 8 mangga di taruh di kursi,sisanya di bawa Bejo masuk ke dalam.
Muncul 2 orang naik sepeda motor masuki halaman.
Tamu yang naik mobil keluar dari rumah bersama Ki Kartolo. Lalu dua orang yang naik sepeda motor,mereka itu seorang gadis yang masih muda sekitar umur 17 tahun dan satunya lagi sudah berumur berjalan ke arah pintu masuk.
"Assalam mu'alaikum" ucap ibu itu.
"Wa'alaikum salam " ucap Bayu dan yang lainnya.
Gadis itu melirik melirik ke arah Bayu.
"Kalian kapan pulangnya?" ucap Bayu melihat ke arah teman - temannya.
Bejo muncul dari dalam rumah sambil memegang pisau dapur dan piring.
Kedua tamu itu masuk kedalam rumah bersama Ki Kartolo.
Bejo memberikan pisau pada Bayu.
"Seloso Bay..." ucap Bimo.
Gadis yang masuk dalam itu muncul dari dalam rumah,gadis itu mengenal Bayu,tapi Bayu tak mengenal nama gadis itu.
Gadis itu tahu nama Bayu dari Nadya
Gadis itu berdiri didekat Bayu melihat Bayu mengupas mangga.
"Tumben kamu ke sini Fel (Feli)..." ucap Bejo yang mengenal gadis tersebut.
"Di suruh sama mamak ngantar kang,masku gak mau ngantar..
"Boleh minta mangganya mas" ucap Feli.
"Boleh...Silahkan.." ucap Bayu.
Feli mencomot potongan buah mangga di piring.
"Dia siapa kang?" ucap Lukman.
" Feli,anak desa sebelah.." ucap Bejo.
"Ooo...Pellii..
"Kok jenengmu aneh men.Pellii..Koyok jeneng manukku " ucap Lukman.(Kok namamu aneh banget,seperti nama burungku)
"Fe...Li...Pakai F Fanta gak pakai P... Wooo Cempe.." ucap Bejo.
Bayu yang mendengar ocehan mereka hendak tertawa,namun ia tahan.
"Buset dah...Dah jelas kedengaran namanya Feli malah jadi Pelli..." ucap Bayu dalam hati.
"Ha....Ha.....Ha.....Ha.....Ha...Ha....." suara Sekar dan Jalu tertawa.
"Lah...Kerunguku Pelii bukan Feli loh kang.." ucap Lukman.
Feli mengambil potongan buah mangga di piring lalu melempar ke arah Lukman
"Podo...kerunguku yo Pellii.." ucap Bimo.
"Namaku Tiara Putri Felisya bukan Pellii..." ucap Feli tak terima nama panggilannya di plesetkan.
Potongan buah mangga mengenai baju Lukman.
"Dah...Gak usah di masukin ke hati mbak.." ucap Bayu.
"Ya maaf... Ini kang Bejo ngomongnya gak jelas.. " ucap Lukman.
"Jangkrek... Aku loh dah jelas ngomongnya.." ucap Bejo.
Hinata muncul sambil membawa piring berisikan bumbu rujak.Kemudian meletakkan di dekat Bayu.
"Kenapa gak di ubah aja nama panggilanmu menjadi Tiara.." ucap Bayu.
"Itu mas Bejo yang manggil aku Feli mas...Padahal panggilanku Tiara.." ucap Feli.
"Tiara...Tiara...T
"Hemm...
"Sepertinya aku pernah dengar ." ucap Bayu.
Bayu mengingat - ingat kembali,sebab nama itu sangat Familiar.
"Itu loh Bay...Kamu nyanyi,nama Tiara kamu ganti dengan nama Putri..." ucap Daniel.
"Kapan dia nyanyi lagu itu Niel?" ucap Lukman.
"Pas dia maen kerumahku,terus aku memutar musik lagunya Kris.. Si Wedus minta di ulang lagu Tiara..Ya aku putar lagi lagunya..Setelah itu dia minta ambilkan gitar,lalu di suruh matiin Tapeku (kaset pita)..." ucap Daniel.
"Aaa...Iya...
"Aku baru ingat.
"Kalau gak salah refnya itu.." ucap Bayu lalu menyanyikan lagu tersebut dengan nada tinggi yang berbeda dengan versi aslinya.
"Jika ~kau bertemu aku begini.. 🎶
"Berlumpur ~tubuh dan keringat membasah bumi~🎶
"Di penjara,~terkurung, terhukum🎶
"Hanya ~~ bertemankan sepi🎶
"Bisakah...kau menghargai...🎶
"Cintaku~ yang suci...ini...🎶
Khalisa muncul dari dalam rumah bersama Nadya,Melisa,Nabila,Diana dan Sulis.Karena mereka mendengar suara Bayu sedang bernyanyi.
Bayu menyudahi nyanyianya.
Muncul Ki Kartolo dan pak Warso(ayah Nabila)
"Suaramu apik Bay...Lapo gak jadi penyanyi aja.."ucap Bejo.
"Jancook... Awakmu nyanyi,aku merinding ngerungok ake suaramu..." ucap Bimo.(Mendengarkan suaramu)
"Nah itu dia,aku juga merinding dengarinnya,padal iramanya gak sama seperti aslinya, si Wedus malah buat lagu itu itu menjadi melow..Aku aja nangis menghayati nyayiannya Bayu.." ucap Daniel.
"Kenapa gak di terusin sayang.." ucap Diana.
"Eh...!!!?? Feli terkejut mendengar wanita cantik memakai jilbab memanggil Bayu dengan kata sayang.
"Mana mau dia jadi penyanyi kang...Dia maunya jadi petani" ucap Lukman.
"Suaraku jelek sayang...Masih bagusan Ayu.. Ya kan Yomesan..." ucap Bayu.
Bayu sering mendengar Hinata bergumam seperti bernyanyi saat mengerjakan PRnya sambil mendengarkan lagu via handseat.
"Ano...Suaraku jelek shujin..." ucap Hinata.
"Ambilkan gitarmu Kang..." ucap Bimo pada Bejo.
"Aku mana punya gitar Bim.." ucap Bejo.
"Lah waktu itu aku pernah lihat ada gitar " ucap Bimo sebelumnya pernah datang ke rumah Bejo bersama Bayu dan keluarga pak Warso.
"Itu punya temanku,ketinggalan di sini..." ucap Bejo.
"Ambil kang....Kita nyanyi di sini..Mumpung ada dua artis,satu dari jepang satunya dari kandang " ucap Lukman.
"Jancook..." ucap Bayu.
"Bentar aku ambil dulu..
"Pinjam motormu Fel.." ucap Bejo yang malas mengambil kunci motornya di dalam kamarnya.
Feli memberikan kunci motornya.Lalu Bejo pergi mengambil gitar di tempat tetangganya.
"Kamu dari jepang..?" ucap Feli.
"Hai..." ucap Hinata.
"Sepertinya seru neh mas...Kan dah lama kita gak nyanyi bersama..." ucap Khalisa.
"Ayu nyanyi lagu jepang,Diana nyanyi lagi cina,Wedus nyanyi lagu pop.." ucap Lukman.
"Asem...." ucap Bayu.
Bejo muncul mengendarai sepeda motor impresa,di punggungnya ada gitar kayu.Ia turun dari sepeda motor kemudian berjalan kebarah Bayu.
Bayu meletakkan pisau dan mangga.
"Sarungmu bagus banget Man..." ucap Bayu sambil mengelap tangannya di Sarung Lukman.
"Jancook... Sarungku uduk lap..."ucap Lukman.
"Lah...Kirain tadi lap Man.." ucap Bayu sambil mengambil gitar.
"Wasssuuuu...." ucap Lukman.
Jreeeng......(suara gitar)
"Yomesan mau nyanyi apa?" ucap Bayu.
"Suaraku jelek shujiin...." ucap Hinata malu untuk bernyanyi.
"Gakpapa sayang "
Jreeng...(suara gitar.)
"Mau nyanyi apa?" ucap Bayu.
" Kokoro no tomo..." ucap Hinata.
"Coba shujin nyanyikan yang reefnya.." ucap Bayu.
"Ai wa itsumo rarabai🎶
"Tabi ni tsukareta toki🎶
"Tada kokoro no tomo to🎶
"Watashi o yonde🎶
Bayu mencoba mencari nada kunci tersebut sesuai alunan nyanyian Hinata.
"Sudah ketemu...Ayo sayang...Bernyanyilah..Aku ingin mendengar suara indahmu.." ucap Bayu.
Kemudian Bayu mengetik gitarnya.
Semua orang diam tak bicara.
"Anata kara kurushimi o ubaeta sono toki🎶
"Watashi nimo ikiteyuku yuuki nga waite kuru🎶
"Anata to deau made wa kodoku na sasurai-bito🎶
(Muncul Hana,bu Intan,ibunya Bejo,istrinya pak Warso,ibunya Feli mereka diam mendengarkan Hinata bernyanyi.)
"Sono te no nukumori o kanji sasete🎶
" Ai wa itsumo rarabai🎶
"Tabi ni tsukareta toki🎶
"Tada kokoro no tomo to🎶
"Watashi o yonde🎶
 "Shinjiau koto sae dokoka ni wasurete🎶
"Hito wa naze su’ngita hi no shiawase oikakeru🎶
"Shisuka ni mabutaa tojite kokoro no doa o hiraki🎶
"Watashi o tsukandara namida huite🎶
 "Ai wa itsumo rarabai🎶
"Anata nga yowai toki🎶
"Tada kokoro no tomo to🎶
"Watashi o yonde🎶
"Ai wa itsumo rarabai🎶
"Tabi ni tsukareta toki🎶
"Tada kokoro no tomo to🎶
"Watashi o yonde 🎶
Hinata tak menalanjutkan nyanyiannya.
Prok....Prok...Prok...Prokk...Prook..Prok.. (suara tepuk tangan semua orang.)
"Apik suaramu nduk.." ucap Ki Kartolo.
"He eh..Meskipun bude gak ngerti artinya,tapi lagu itu sangat Bagus.." ucap ibunya Bejo menimpali.
Hinata nampak memerah mukanya karena di puji nyanyianya.
"Nah...Sekarang kang Bejo nyanyi.." ucap Bayu.
"Jangan suruh Bejo nyanyi lee...Bila Bejo nyanyi,seluruh dedemit akan datang kemari." ucap Ki Kartolo.
"Juancook..." ucap Bejo.
Ha....Ha...Ha...Ha...Ha...Ha... suara tawa sebagian orang.
Bayu melihat ke arah Sulis,ia melihat sesuatu berbeda dalam diri Sulis. Karena setelah Sulis di lamar,Sulis kebanyakan diam,tak banyak bicara.
"Biasanya kalau di lamar senang...Tapi kenapa dia diam aja...Apa karena masih kepikiran diriku?" ucap Bayu dalam hati penasaran.
"Siapa lagi yang mau nyanyi.." ucap Lukman.
"Dia lagi mikirin kamu Bay...Kapan kamu ngentuin dia lagi.." suara Jalu.
"Diampuuut..." ucap Bayu dalam hati.
"Mel kak..." ucap Melisa.
"Oke...Mau nyanyi apa sayang..." ucap Bayu.
Melisa kemudian menyebutkan judul lagunya.
Bayu menyetel gitar tersebut agar nadanya sama seperti lagu aslinya.Kemudian memainkannya saat selesai menyetel.
Mereka yang tahu lagu itu ikutan bernyanyi.
Selesai Melisa bernyanyi.
"Mas...Nyanyikan lagunya Kris yang Tiara dong,tapi yang versi lagunya mas sendiri seperti tadi.." ucap Khalisa.
"Wokee..." ucap Bayu menyanggupi permintaan istri tercintanya.
Kemudian Bayu memetik gitarnya,begitu masuk lagu,ia pun bernyanyi sambil mengahayati lagu tersebut. Lirik kata Tiara di rubah menjadi Putri.
Mereka diam mendengarkan Bayu bernyanyi.
Di tengah lagu,Bayu mencium aroma kembang Melati dan dan bunga Kantil. Ia mencueki aroma tersebut dan terus bernyanyi.
Sampai akhir lagu,baru Bayu menyudahinya.
"Siapa yang ngiris bawang?" ucap Lukman sambil memgusap air matanya.
"Bagus banget mas suaramu....Sampai aku meneteskan air mata..." ucap Feli.
"Mas..." ucap Khalisa yang wajahnya nampak basah karena hanyut dalam kesedihan lagubyang di bawakan oleh Bayu.
"Iya dek" ucap Bayu.
"Kok mas nyanyinya seperti itu?" ucap Khalisa.
"Ya mas merasa sedih aja dek,karena adek pergi meninggalkan aku.." ucap Bayu.
"Dah nyanyi yang lain aja Bay,jangan lagu yang sedih..." ucap Bejo.
Bayu lantas bernyanyi gundul - gundul pacul.
"Jancok...Malah nyanyi itu." ucap Bejo.
Bayu menghentikan nyanyianya.
"Lah...Katanya jangan lagu sedih..Piye too" ucap Bayu.
"Lee...Pakde mau nyanyi Nyidam Sari.." ucap Ki Kartolo.
"Siaap pakde...
Bayu menyetel gitar tersebut.
"Jika kepala Bayu mengangguk,pakde bernyanyi" ucap Bayu.
Bayu kemudian memainkan gitarnya,alunan petikan yang Bayu mainkan seperti suara gamelan,lalu lagu Nyidam Sari,iramanya sama persis seperti lagu aslinya.
"Jangkreek...
"Kok ada suara Gamelannya.." ucap Bejo pelan saat mendengar suara petikan gitar yang di mainkan Bayu.
Saat kepala Bayu mengangguk
Ki Kartolo lantas bernyanyi.
"Bayu emang jago maen gitar kang," ucap Lukman pelan.
Selesai Ki Kartolo bernyanyi.
"Suara gitarnya seperti panggung Campur Sari lee.." ucap Ki Kartolo.
"Biasa saja kok pakde..." ucap Bayu.
"Siapa yang ngajarin sayang main gitar?" ucap Diana penasaran.
"Belajar sendiri yank,sambil jaga toko.." ucap Bayu.
Ibunya Feli berpamitan mau pulang. Setelah itu mereka bernyanyi bersama - sama hingga pukul 22.20
Bayu melihat jam tangannya.
"Cepat banget jam 10 lewat.." ucap Bayu.
Mereka kemudian masuk ke dalam rumah untuk tidur.
Bayu satu kama bersama teman - temanya,karena seluruh kamar terpakai semua.
Sulis sekamar bersama Nadya,Nabila dan Melisa.
Ketika semuanya tertidur.
Kumala Sari muncul di kamar yang di tempati Bayu.Ia berada di samping Bayu yang tidur di lantai,ia menggerakkan tangan lalu mengarahkan tanganya ke arah Bayu.
Tiba - tiba tubuh Bayu menghilang,kemudian Kumala Sari berpindah ke kamar Sulis.
Kumala Sari muncul di kamar yang di tempati Sulis,ia memindah Sulis ke alamnya.
Tubuh Sulis menghilang dari kamar tersebut.
Setelah itu Kumala Sari menghilang dari kamar Sulis.
----***---
Alam ghaib.
Istana Kumala Sari.
Di salah satu ruangan istana Kumala Sari nampak Bayu dan Sulis tidur satu ranjang.
Kumala Sari menggunakan ajiannya,lalu masuk ke dalam tubuh Sulis. Setelah itu Kumala Sari membuka mata lalu merubah penampilannya seperti Khalisa.
Kumala Sari menyentuh Bayu.
"Mas...." ucap Kumala Sari yang memakai tubuh Sulis sambil menggoyangkan tubuh Bayu.
"Iya dek...Ada apa" ucap Bayu sambil memejamkan matanya.
"Adek pengen...Ayo kita maen mas.." ucap Kumala Sari.
Mata Bayu terbuka,tatapan mata mereka bertemu. Segera Kumala Sari menggunakan Ajian Sirepnya.
Bayu terkena Ajian tersebut,meskipun Bayu terkena sirep,ia masih memiliki sedikit kesadaran yaitu bisa menjawab ucapan Kumala Sari dan merasakan di 5 panca indranya.
Beda dengan Sulis,ia seperti di alam mimpi,bertemu dengan Bayu,pria yang sangat di cintainya. Lalu Bayu mengajak bercinta,Sulis pun menerima ajakan Bayu.
"Ayoo..." ucap Bayu.
Kumala Sari menyerang Bayu.
Hingga akbirnya mereka tak memakai sehelai benang pun,Bayu berada di atas Kumala Sari.
"Ayo mas.... Cepat masukin..Adek sudah tidak tahan..." ucap Kumala Sari.
Bayu memasukkannya,setelah itu menggerakkan pinggulnya.
Kumala Sari merintih keenakan,ia menikmati setiap gerakan pinggul Bayu.
"Sayang...Enak...Terus yank.." ucap Kumala Sari.
Berulang kali Kumala Sari mengejan.
Lalu mereka merubah posisinya.
2 Jam kemudian mereka istrihat.
Bayu dan Kumala Sari terbaring saling berhadapan.
Kumala Sari mengusap wajah Bayu.
"Sayang..." ucap Kumala Sari.
"Iya..." ucap Bayu.
"Aku senang banget bisa bersama sayang.." ucap Kumala Sari.
"Sama,aku juga sayang..." ucap Bayu.
Mereka kemudian berjalan keluar kamar menuju ruang singgasana tanpa mengenakan sehelai benang pun.
Saat mereka hampir sampai,terdengar suara alat musik tradisional jawa.
Begitu mereka sampai,mereka duduk di kursi yang muat 2 orang. Di depan mereka ada 20 wanita yang sedang menari tradisional jawa tengah.
2 dayang datang menghampiri sambil membawa nampan berisi buah - buahan.lalu di letakkan di meja.
Kumala Sari mengambil buah Anggur merah lalu menyuapi Bayu.
Bayu juga menyuapi Kumala Sari yang merasuki tubuh Sulis.
Tak lama kemudian,mereka kembali bercinta,di saksikan para anak buah Kumala Sari.
Anak buah Kumala Sari tak berani menatap mereka yang sedang bercinta.
Suara rintihan terdengar dari mulut Sulis saat Bayu mengayunkan pinggulnya.
---***---
Alam nyata
Pukul 4.40.
Sebagian orang - orang sudah bangun,ada pula yang masih tidur.
Mereka hendak melakukan shalat subuh.
Hana tak ikut shalat karena halangan.
"Wedus ada di mana? Kok belum muncul - muncul.." ucap Bimo.
"Paling lagi boker..." ucap Lukman.
Mereka kemudian menunggu.
15 menit kemudian.
"Man...Kamu imamin shalat,keburu waktunya habis.." ucap Bimo.
Mereka kemudian shalat duluan tanpa kehadiran Bayu.
Selesai Shalat,Khalisa pergi menuju kamar toilet untuk mengecek keberadaan Bayu.
Toilet di rumah Ki Kartolo ada 4. Buat jaga -jaga jika banyak orang yang hendak ke Toilet.
2 pintu Toilet terbuka,2 lagi tertutup.
"Mass..." ucap Khalisa memanggil Bayu.
Tak ada jawaban.
Khalisa tak berani memgetuk pintu Toilet tersebut.
Tak lama kemudian pintu toilet terbuka.
Nampak ibunya Bejo keluaf dari Toilet.
"Maaf bude...Apakah bude lihat Bayu?" ucap Khalisa.
"Bude gak lihat" ucap ibunya Bejo.Lalu pergi meninggalkan Khalisa.
Tak lama kemudian pintu kamar mandi satunya terbuka.
Muncul Bejo dari Toilet.
Hinata dan Diana muncul mendekati Khalisa.
"Kang...Lihat Bayu gak?" ucap Khalisa.
"Enggak lihat...Kenapa emangnya?" ucap Bejo.
"Biasanya Bayu menjadi imam shalat,akan tetapi Bayu gak ada muncul kang..." ucap Khalisa.
"Mungkin dia lari pagi terus shalat di Mushalla sana" ucap Bejo sambil menunjuk.
"Ooo...Begitu ya kang.." ucap Khalisa.
"Iya...Kalau gak shalat di rumah,dia shalatnya di Mushalla " ucap Bejo.
Ke tiga istri Bayu lega mendengar ucapan Bejo. Merekapun masuk ke dalam rumah.