SANG PENERUS.

SANG PENERUS.
TERIMA KASIH PAK


Pagi hari.


"Allah.....Huakbar...Allaah...Huakbar...."


"Allah......Huakbar...Laaila...Hailllallah wallahhu akbar....Allah....Huakbar walillaaa....Ilham..."suara takbir dari pengeras suara,sebab hari ini adalah hari raya Idul Adha.


Setelah shalat subuh,Bayu duduk di teras rumah ibunya memakai sarung,baju muslim dan songkok hitam,serta sajadah di pundakny. Ia melihat seekor sapi di ikat. Sapi itu akan di sembelih setelah shalat hari raya idul Adha nanti.


Sedangkankan seekor sapi lagi,ia sumbangkan ke mesjid memakai nama kakek Kiyoshi serta kedua orang tua angkat ibunya,tapi nama dirinya bertulis Hamba Allah.


" Setelah lebaran ini,aku akan menyelidiki siapa dalang pembunuhan Putri," ucap Bayu dalam hati.


Bayu berencana melakukan penyelidikan,sebab pihak kepolisian belum memgungkap siapa tersangkanya.


Hana datang menghampiri Bayu.


" Sayang...Ibu gak shalat.." ucap Hana.


" Tanggal merah ya bu.." ucap Bayu.


" Iya..." ucap Hana.


" Ayu sama Diana ikut gak?" ucap Bayu.


" Mereka di rumah aja.." ucap Hana.


" Okee..Bayu berangkat duluan ya bu. " ucap Bayu.


" Iya sayang.." ucap Hana.


Bayu mencium punggung tangan ibunya.


" Asaalam mu'alaikum..." ucap Bayu.


" Wa'alaikum salam..." ucap Hana.


Bayu memakai masker sambil berjalan bersama 8 pengawal ke mesjid sambil berzikir dan waspada,meskipun keadaan sepi. Ia bertemu dengan tetangga saat hendak pergi ke mesjid.


" Assalam mu'alaikum pak.." ucap Bayu menyapa,meskipun tidak tahu namanya. Akan tetapi tetangganya itu tahu,bahwa pemuda memakai masker adalah Bayu.


" Wa'alaikum salam.." ucap pria itu lalu bersalaman,kemudian berjalan kaki bersama - sama.


" Kowe loro kah?" ucap pria itu.( kamu sakit kah).


" Mboten pak" ucap Bayu.


" Ooo..Tak pikir loro..."


" Gak balik ke Hongkong lagi?" ucap pria itu.


" Enggak pak...Saya ingin mengurus anak dan istri.." ucap Bayu.


" Sampeyan kerjo opo to nang Hongkong" ucap pria itu penasaran.


" Jadi pembantu pak..." ucap Bayu.


" Pembantu di mana? Soalle ponakanku yo kerjo nang Hongkong,tapi durung sukses koyok sampeyan.." ucap pria itu.


" Jaga kebun,biar gak di makan hama.Tidur cuman 3 jam aja,dan tidak ada liburnya pak.." ucap Bayu.


" Oalah...Pantesan gajimu gedi..Iso bangun omah,tuku mobil lan bagi - bagi duit.." ucap pria itu.


" Kalau kita punya rejeki, sedikit atau banyak,jangan lupa sedekah pak..Biar barokah uang kita. "


" Allah telah berjanji pada hambanya,bahwa Allah akan melipat gandakan apa yang kita sedekahkan,atau bisa juga umur panjang,dan juga kesehatan. Serta kita terhindar dari musibah"ucap Bayu.


" Kowe mondok nangdi ?" ucap pria itu.


" Di Jogja pak.." ucap Bayu.


" Oalah Jogja..."


" Eh bentar..Seminggu lagi ada acara syukuran desa serta memperingati hari raya kurban,lalu ngundang ceramah dari Jogja.." ucap pria itu.


" Ooo..Begitu..." ucap Bayu.


Mereka pun sampai di Mesjid.


Sebelum shalat di mulai,seorang bapak - bapak berdiri,sambil memegang mic. Bapak itu menyampaikan akan ada penyembelihan hewan Qurban,lalu di sebutkan nama penyumbangnya,Bayu memakai nama hamba Allah. Lalu bapak itu menyampaikan pidato dari pak Bupati.


Setelah shalat Idul Adha selesai,Bayu pulang ke rumah.


Sesampai di rumah,Bayu mengganti pakaian,lalu sarapan. Kedua istrinya telah menyiapkan bumbu untuk membuat Coto makasar,dan sop Konro. Untuk di bagi - bagikan ke tetangganya,serta sudah ada ketupat yang telah masak.


" Oh iya,kamar yomesan nanti mau pakai warna apa?" ucap Bayu sambil sarapan di dapur.


" Hemm...Warna pink shujin.." ucap Ayu.


" Oke...Besok aku beli cat warna pink." ucap Bayu.


Selesai sarapan,Bayu berjalan keluar,ia melewati ruang tamu. Ruang tamu telah ia cat putih sebagai warna dasar.


Sesampai di luar,nampak beberapa pengawalnya mempersiapkan peralatan untuk penyembelihan sapi. Ada pula beberapa warga dan anak - anak berkumpul di depan rumahnya.


" Sudah siap pak?" ucap Bayu pada salah satu pengawalnya.


" Sudah pak..." ucap pengawal.


" Ayoo kita mulai saja.." ucap Bayu.


Kemudian Bayu mengambil golok untuk menyembelih hewan kurbannya,laku memeriksa,apakah tajam apa tidak. Setelah yakin tajam. Bayu menunggu para pengawalnya merebahkan sapi.


Seorang pengawal memberikan mic pada Bayu.


" Assalam mu'alaikum warah matullahhi wavarakatuh.." ucap Bayu.


" Wa'alaikum salam warah matullahhi wabarakatuuh.." ucap orang - orang yang ada di sekitar Bayu.


" Hari ini saya bersama keluarga saya akan menyembelih hewan Qurban. Kalian yang akan menjadi saksi penyembelihan ini.." ucap Bayu.


Bayu memberikan mic pada pengawalnya.


Setelah sapi siap di potong,Bayu mengambil daun pisang yang sudah di siapkan.


Lalu pengawal yang memegang mic mengumandangkan takbir.


Bayu membaca do'a ,setelah itu menggerakan golok tajam ke leher sapi.


Nampak darah segar keluar dari leher sapi yang tersayat golok Bayu.


Bayu menutupi leher itu dengan daun pisang agar darahnya tidak kemana - mana.


" Alhamdulilah...Akhirnya aku bisa memotong sapi lagi..' ucap Bayu dalam hati merasa senang.


Bayu berjalan lalu duduk di teras rumah,ia mengambil teh Kotak,dan choki - choki.


Ada 2 anak kecil melihat Bayu sedang memakan choki - choki,Bayu memanggil 2 anak kecil itu.


2 anak kecil berjalan menghampiri Bayu.


" Ini...Ambillah.." ucap Bayu sambil memberikan teh kotak dan choki - choki.


" Suwun paklek.." ucap salah satu bocil.


" Iyoo.." ucap Bayu.


Teman - teman dari 2 anak itu mendatangi Bayu ketika melihat temannya di beri teh kotak.


Bayu memberikan teh kotak dan choki - choki pada para bocil. Nampak mereka kesenangan mendapatkan teh kotak dan choki - choki. Bayu tak khawatir teh kotaknya habis,sebab ia telah menyetok 20 dus di rumah serta choki - choki.


Setelah sapinya tak lagi bergerak,para pengawal segera memutilasi sapi tersebut. Tulang rusuk di pisah,karena akan di buat sop konro. Jeroan pun di bersihkan.


Bayu ikut membantu pengawalnya. Tetangga Bayu hanya diam menonton,karena semua tugas sudah di kerjakan oleh para pria yang di kenal dekat oleh Hana.


Seorang pria berkata pada salah satu pengawal yang meletakkan kepala sapi" Boleh minta kepalanya pak.."


" Maaf..Saya tidak bisa jawab boleh atau tidak. Bapak tanya saja ke pak Bayu.Dia yang berhak menentukan boleh tidaknya pak." ucap pengawal.


Pria itu medekati Bayu,namu ada pria lain mendekati Bayu,dia adalah tetangganya. Pria itu meminta kepala sapi.


" Enak aja...Aku duluan tadi yang minta.." ucap pria itu tak terima,bila pria itu menyerobot.


" Sekarang begini..Bapak - bapak suit saja.."


" Yang menang dapat kepala sapi.." ucap Bayu.


Akhirnya ke dua pria itu suit,namun pria yang bertanya kepada pengawal kalah suit.


" Sial..Aku kalah.." ucap pria itu.


" Sabar pak..Rejeki itu gak kemana..Bapak mau kaki sapi?" ucap Bayu.


" Aku gak suka kaki sapi.." ucap pria itu.


Bayu mendekatkan wajahnya ketelinga bapak itu,


" Jenengan pergi ke mesjid,bilang ke panitia,bahwa hamba Allah minta kepala sapi, Di kasih atau tidak.Beri tahu aku ya pak,bapak langsung ke sana jangan banyak tanya." ucap Bayu pelan.


" Matur suwun.." ucap pria itu lantas bergegas ke mesjid.


Bayu memberikan kaki sapi kepada 2 bocil,agar orang dewasa tidak berebut.


Beberapa menit kemudian,pria yang di suruh Bayu untuk pergi kemesjid menghampiri Bayu.


" Gimana pak? Dapat?" ucap Bayu.


" Dapat...Suwun yoo le.." ucap pria itu kesenangan.


" Sami - sami pak..." ucap Bayu lega.


Tulang iga di potong - potong oleh pengawal,lalu di bawa masuk ke dapur,sebagian membersihkan jeroan untuk di buat Coto Makasar.


Muncul 2 mobil Pajero warna hitam berplat B.Lalu berhenti di dekat rumah Hana.


Pintu mobil terbuka,lalu orang - orang yang berada di dalam mobil turun. Setelah itu mereka berjalan ke arah Bayu yang sedang menimbang daging,lalu di masukka. Dalam kantong plastik.


Para warga melihat mereka berjalan,sebab mereka memakai pakaian yang bagus dan rapi.Mereka pun saling berbisik - bisik.


" Assalam mua'laikum.." ucap salah satu rombongan itu.


Bayu menoleh ke arah suara itu,karena ia mengenali suara tersebut,yakni kakek Zhang.


" Wa'alaikum salam...Mbah..."


" Kok gak nelpon Bayu kalau mau ke sini.." ucap Bayu.


" Lah...Gimana mau nelpon,nomormu aja kakek gak tahu..." ucap kakek Zhang datang bersama Kakashi,kakek Naruto,Jien Lie Han serta para istrinya.


" Maaf loh, tempatnya berantakan dan gak bisa salaman,tangan Bayu kotor" ucap Bayu.


" Gakpapa...Ibumu mana Bay?" ucap kakek Zhang.


" Di dalam mbah.." ucap Bayu.


" Ya sudah..Kakek mau masuk ke dalam dulu.." ucap kakek Zhang.


Mereka kemudian masuk kedalam.


" Ayaaaah...." suara Ayu.


" Papaah..." suara Diana.


"Aaaaaaaaa...... Ampuuuun Hanaaaaa...." suara kakek Zhang.


Ha...Ha....Ha...Ha....Ha...Ha... Suara tawa di dalam rumah.


Tejo berdiri tak jauh dari Bayu mendekati Bayu.


" Mereka siapa pak?" ucap Tejo.


" Mereka keluargaku pak..." ucap Bayu.


" Ooo...Keluargamu..." ucap Tejo baru melihat kakek Zhang bersama lainnya datang ke rumah Bayu.


Bayu melihat ke arah mobil yang terpakir.


" Syukurlah,hanya mereka yang datang..Bila semua yang datang bisa heboh 1 kampung." ucap Bayu dalam hati.


Kakek Naruto muncul,lalu mendekati Bayu,ia berbicara memakai bahasa Jepang.


" Berapa sapi yang kamu potong Bayu - chan.." ucap kakek Naruto.


" #Hanya 1 saja kakek.."


" # Lalu di Mesjid satu,jadi semuanya dua sapi"


" # Apakah yang lainnya juga kemari?ucap Bayu.


"Iya..Kita tidak satu rombongan,agar musuh tidak memgetahui kita.." ucap kakek Naruto.


" Asem...Kirain hanya mereka saja yang datang.."


" Gak tahunya semua datang.." ucap Bayu dalam hati.


Muncul 10 mobil,warnanya bukan hitam seperti mobil yang di kendarai kakek Zhang ,melainkan hijau,berplat militer TNI.Kemudian berhenti.Lalu mereka keluar dari dalam mobil. Mereka adalah keluarga Han dan juga Hatake.


Bayu melihat salah satu pria yang dulu pernah ia lihat sewaktu menjalan misi di Timur tengah.


Pria itu berjalan bersama rombongan keluarganya. Setelah sampai,pria itu memberi hormat militer ke Bayu.


Mau gak mau Bayu turun lalu berdiri tegap dan memberi hormat. Setelah itu berjabat tangan,karena pria itu menyodorkan tangannya ke dirinya.


Pria itu adalah Irham,komandan divisi perdamaian yang di kirim ke Timur tengah. Irham saat itu melihat Bayu datang lagi ,lalu berangkat bersama Timnya dan juga Tim Amerika. Namun oaginya ia mendapat kabar bahwa Bayu tewas saat menjalankan misi lalu melaporkan itu ke kakek Zhang. Kakek Zhang terkejut saat mendengar berita itu,ia belum berani memberi tahu ke Hana.


" Kok bapak tahu saya ada di sini..?" ucap Bayu heran.


" Saya hanya penasaran dan untuk memastikan,bahwa anda masih hidup.." ucap Irham.


" Jancook...Gak usah bahas itu..." ucap Bayu.


" Siap..." ucap Irham.


Irham memegang tangan Bayu lalu berjalan agak menjauh.


" Ada apa pak..?" ucap Bayu.


" Saya ingin bicara 4 mata saja dengan anda.."


Setelah agak menjauh.


" Bagaimana anda selamat dari ledakan itu?" ucap Irham penasaran.


" Bapak percaya bahwa kuasa Allah itu nyata?"ucap Bayu.


" Iya saya percaya itu.." ucap Irham.


" Itu kuasa Allah pak...Saya selamat dari ledakan itu,lalu pergi dari sana untuk kembali ke Indonesia."


" Saya tak ingin mereka tahu kalau saya selamat dari ledakan itu.." ucap Bayu.


" Ooo...Iya..Iya...Saya paham."


" Hemmm..."


" Saya ingin menawarkan anda masuk TNI,tidak usah ikut tes.Langsung masuk menjadi pasukan elit."


" Bagaimana?" ucap Irham.


" Maaf pak..Saya menolak. Demi keamanan saya dan keluarga saya..." ucap Bayu.


" Ya sudah kalau begitu. Itu saja yang mau saya sampaikan pada anda." ucap Irham lalu memberi hormat.


Bayu membalas memberi hormat pada Irham.


Mereka kemudian berjalan lagi ke tempat semula.


" Jangan beritahu siapapun pak.." ucap Bayu sambil berjalan.


" Tenang saja,rahasiamu aman bersamaku hingga saya mati nanti.." ucap Irham.


" Terima kasih pak..." ucap Bayu.