SANG PENERUS.

SANG PENERUS.
MENGHADIRI PESTA ULTAH


Kantor tempat kerja Nando.


Nampak Nando mengerjakan pekerjaannya. Hari ini ia kerja setengah hari saja,sebab besok adalah hari libur.


Nando menghentikan ngetiknya lalu minum air putih di dekatnya.


Glek....Glek...Glek...


" Jika Clara di jaga sama polisi...Aku gak bisa menjalankan rencanaku..."


" Tapi..."


" Jika aku menyamar jadi tukang bersih - bersih,sepertinya aku bisa menyelinap di apartemennya.." ucap Nando dalam hati.


Tok...Tok....Tok...( suara pintu di ketuk).


" Masuk..." ucap Nando.


Ceklek...Kriiiieeet.. Pintu terbuka.


Nando melihat ke arah pintu.


Nampak seorang polisi masuk di ikuti 2 polisi lainnya.


" Polisi .... Mau apa polisi ke ruanganku.?" ucap Nando dalam hati penasaran.


" Selamat siang pak Nando..." ucap Polisi.


" Iya selamat siang..." ucap Nando.


" Kami membawa surat penangkapan untuk anda..." ucap Polisi sambil meyerahkan amplop ke Nando.


" Apaaaaaa....!!!!?? " ucap Nando terkejut.


" Apa salah saya pak...?" ucap Nando.


" Saudara telah menyuruh orang untuk mengeroyok Bimo dan juga telah sengaja menabrak Bimo ketika naik sepeda motor..." ucap Polisi.


" Bajingan...Bagaimana polisi tahu...Padahal bekas aku nabrak sudah ku hilangkan,lalu pria jelek itu masuk rumah sakit.." ucap Nando dalam hati.


" Saya tidak melakukannya pak...Ini fitnah namanya..." ucap Nando berkilah.


" Tangkap dia...." ucap polisi kepada bawahannya.


" Siap pak..." ucap bawahan polisi tersebut lalu menghampiri Nando sambil memegang borgol.


Nando berdiri dari kursi.


" Pak....Saya tidak ada menabrak ataupun menyuruh orang untuk mencelakai seseorang pak.." ucap Nando.


" Nanti saudara panggil pengacara saudara,sekarang ikut kami ke kantor polisi.." ucap polisi.


Nando di borgol lalu di bawa keluar menuju mobil polisi.


Orang - orang yang biasa sibuk bekerja,tiba - tiba melihat pemandangan yang sangat langka.Yaitu seorang pegawai di borgol lalu di bawa oleh polisi.


" Kenapa pak Nando di borgol.."


" Mana gue tahu..."


" Sepertinya dia terlibat kasus tuh..."


" Bisa jadi..."


Itu percakapan karyawan melihat Nando di bawa oleh polisi.


***


Kantor polisi.


Pukul 16.20.


Bayu datang bersama para pengawal untuk menemui Nando yang sedang di tahan.


Pengawal Bayu memberi tahu ke polisi yang jaga,bila Bayu ingin bertemu Nando.


Setelah itu,polisi yang berjaga membawa Nando untuk bertemu dengan Bayu.


Bayu duduk di kursi,di depannnya ada meja. Bayu memakai kaca mata hitam. Ia mengeluarkan choki - choki dan teh Kotak.


Di sisi Nando,


Nampak Nando duduk sendirian di dalam jeruji besi,masih memakai pakaian kerjanya.


" Bajingan...."


" Kenapa pria miskin itu bisa menjebloskan gue di penjara.."


" Tapi..."


" Bila yang melakukannya adalah Claraa..."


" Brengseek..."


" Awas saja kau nanti Clara...Aku sudah memberimu cincin berlian,uang,serta belanja. Ini balasannya terhadap gue.."


" Gue akan balas perbuatan lu saat gue bebas dari sini..." ucap Nando dalam hati.


Nando sudah memberi tahu kepada keluarganya.


Muncul seorang polisi lalu membuka pintu sel penjara.


" Ada yang ingin bertemu dengan anda.." ucap polisi.


" Siapa pak..?" ucap Nando.


" Saya tidak tahu..." ucap Polisi,lalu memasang borgol ke Bayu.


Di sisi Bayu.


Muncul Nando dengan tangan terborgol berjalan bersama polisi lalu duduk di hadapan Bayu.


" Lu siapa?" ucap Nando tak mengenali Bayu yang sedang menikmati Choki - choki.


" Kamu gak perlu tahu siapa aku..."


Bayu melepas choki - choki dari mulutnya.


" Aku datang ke sini hanya melihat orang yang mengeroyok Bimo dan menabraknya dari belakang kemudian di tinggal pergi dalam keadaan terluka..." ucap Bayu.


" Pak...Gue mau kembali saja ke dalam sel..Gue gak kenal dia siapa." ucap Nando.


" Kamu minta seribu kalipun,pak polisinya gak mau melakukannya.."


" Kenapa kamu tega menabrak dia dari belakang?" ucap Bayu.


" Gue gak ngerti apa yang lu bilang.." ucap Nando.


Mata bayu memerah semua lalu memukul meja yang terbuat dari triplek.


BRAAAAAAKKKK....


Meja triplek itu jebol di pukul Bayu.


" Kenapa kamu gak mau mengakuinya..?" ucap Bayu.


" Gue emang gak melakukannya...Ngapain gue ngaku..." ucap Nando tetap santai meskipun berbohong.


Bayu berdiri lalu menghampiri Nando. Setelah sampai,Bayu melayangkan pukulan ke perut Nando.


BUUUUUGGGHHH....


" Aaaaakhhh......" Nando kesakitan akibat di pukul oleh Bayu.


" Kamu ikuti Bimo di cafe,lalu kamu menyuruh 4 orang untuk mencelakainya,setelah gagal.."


" Kamu tabrak dia..."ucap Bayu.


Bayu ingin sekali mematahkan tangan Nando,tapi sekuat tenaga ia tahan.


" Pak polisi....Kenapa kalian diam saja ketika gue di pukul...Gue ingin kembali ke dalam sel saja..." ucap Nando.


Bayu memegang rambut Nando bagian belakang,lalu Bayu mendorong hingga membentur meja.


JEDUUUUGGGGHH....


JEDUUUGGGHHHH...


JEDUUUGGGHHHH...


" Kamu pinter berbohong yaa..."


" Aku punya bukti kuat menyeretmu ke dalam penjara..."


" Kamu akan aku tuntut hukuman mati karena telah melakukan pembunuhan berencana..."


" Setelah kamu nabrak,kamu pergi ke bengkel pak Rian untuk menghilangkan jejak.."


" Tapi kamu lupa bahwa di sana ada CCTV.." ucap Bayu.


" Sial... Gue lupa...Emang di sana ada CCTV.."


" Ngomong - ngomong,dia ini siapa?"


" Mengapa polisi di sini tidak mau membawaku ke dalam.."


" Siaaaaal..." ucap Nando dalam hati.


Bayu menunjukkan wajah 4 orang yang mengeroyok Bimo pada Nando.


" Ini orang suruhanmu kan...." ucap Bayu.


" Bagaimana dia tahu.." ucap Nando dalam hati.


" Sudah gue bilang,gue gak..." ucap Nando


JEDUUUUUKKK......Bayu menjedukkan lagi kepala Nando ke meja.


" Aku masih menghargai polisi di sini.."


" Jika tidak,aku sudah mematahkan ke dua tanganmu dan juga kakimu,lalu aku kuliti..."


" Mayatmu ku berikan pada buaya.." ucap Bayu.


JEDDDUUKKK....


Bayu kembali menghantamkan kepala Nando ke meja.


" Kamu pikir...Kamu aman setelah menabrak Bimo?"


JEEEDDDUUGHHH...


" Kamu akan tahu siapa aku setelah persidangan nanti..."


Bayu menjauhi Nando.


" Pak...Saya sudah selesai...Terima kasih.." ucap Bayu pada polisi.


" Siap pak..." ucap polisi sambil memberi hormat ke Bayu.


Bayu mengeluarkan uang.


" Ini untuk membeli meja baru..." ucap Bayu sambil memberi uang.


" Gak usah pak..." ucap polisi sambil menerima uang dari Bayu.


" Gakpapa pak...Lagian mejanya saya rusakin tadi.." ucap Bayu.


Bayu berjalan menuju mobil. Nando di bawa kembali ke dalam sel tahanan sementara.


Setelah Nando di tahan,Clara tidak lagi di jaga oleh pengawal keluarga Han.


Sebelum Bayu pergi ke kantor polisi,Bayu lebih dulu mampir ke rumah sakit menjenguk Bimo.


Flasback On.


Bayu baru sampai di depan pintu kamar rawat VIP tempat Bimo di rawat.


" Assalam mu'alaikum..." ucap Bayu sambil mendorong pintu.


" Wa'laikum salam..." ucap kedua orang tua Bimo dan Bimo.


Nampak dokter memeriksa keadaan Bimo.


Bayu berjalan ke arah orang tua Bimo untuk bersalaman tak lupa cium tangan,kemudian menghampiri Bimo.


" Pak dokter..." ucap Bayu.


" Iya pak..." ucap Dokter.


" Besok teman saya sudah sembuh apa belum Dok?" ucap Bayu.


" Belum pak,kemungkinan sebulan lagi.." ucap Dokter.


" Lama banget Dok..Padahal saya ingin ngajak dia mancing..." ucap Bayu.


" Mancing apa pak?" ucap Dokter.


" Mancing suster cantik yang ada di sini dok.." ucap Bayu.


" Ha....Ha...Ha...Ha...Ha..." Dokter tertawa.


" Bapak bisa saja..."


" Kalau pak Bimo besok bisa berdiri ya monggo.." ucap Dokter.


" Yang berdiri bukan kakinya loh pak...Tapi rudalnya..." ucap Bayu.


" Jancook ...Waaasssuu..."


" Gak usah di ladenin cah wedus iki pak..." ucap Bimo.


" Seharusnya pak Bimo senang,ada teman yang menghibur di saat sakit..." ucap Dokter.


" Tapi ngomong - ngomong,rudalnya teman saya masih aktif apa sudah mati pak?" ucap Bayu.


" Hemmm...Sepertinya sudah tidak aktif pak..."


" Soalnya pas lihat gambar telanjang,rudalnya pak Bimo tidak berdiri..." ucap Dokter.


" Lah...Pak dokter ngasih gambar sapi gitu..."


" Gimana mau bangun rudal saya pak" ucap Bimo.


" Pak dokter punya stok rudal gak?" ucap Bayu.


" Punya... Ada rudal Gajah,Kuda, Sapi, "


" Tinggal pilih.." ucap Dokter.


" Diaaampuuuut..." ucap Bimo.


" Ha....Ha...Ha...Ha....Ha...Ha....Ha..." Bayu dan Dokter tertawa.


" Ya sudah kalau begitu...Saya tinggal dulu ya pak.." ucap Dokter.


" Iya pak dokter...Terima kasih.." ucap Bayu.


Dokter yang memeriksa Bimo keluar ruangan.


" Bim..." ucap Bayu.


" Opo.." ucap Bimo.


" Gitu aja ngambek...Nanti rudalmu di ganti rudalnya kucing loh.." ucap Bayu.


" Aku ora ngambek...Cuman kesel Yu..."


" Pengen keluar dari ruangan ini..Sumpek tahu..Terus aku pengen merokok" ucap Bimo.


" Ya sabar..."


Bayu mengeluarkan hapenya,lalu menunjukkan foto 4 pengeroyok Bimo.


" Apa itu orangnya?" ucap Bayu.


" He eh Bay...Kok kowe cepet banget nemukan mereka?" ucap Bimo.


" Aku memakai sayembara Bim..."


" Bagi yang menemukannya itu cowok,maka jadi saudaramu,tapi bila yang menemukannya itu cewek...Jadi istrimu.." ucap Bayu.


" Jangkreeek..." ucap Bimo.


" Rencana besok pengacaraku ke kantor polisi untuk menuntut si Nando.


" Aku gak bisa balas dendam dong.." ucap Bimo.


" Di wakilkan sama teman - teman gimana?"


" Seperti dulu Lukman masuk rumah sakit..?" ucap Bayu.


" Hemm...Iya deh..." ucap Bimo.


" Jika Nando sudah di tangkap...Clara tidak lagi di jaga Bim.." ucap Bayu.


" Kenapa gak di jaga Bay?" ucap Bimo.


" Ya karena orang yang gangguin dia sudah di tangkap..." ucap Bayu.


" Jika ada orang lain yang ingin mencelakai Clara gimana?" ucap Bimo.


" Insya Allah dia gak ada yang ganggu Bimo..." ucap Bayu.


Flasback Off.


Minggu pukul 09.20.


Bayu bersama Ayu mendatangi rumah teman Ayu yang sedang ulang tahun.


Nampak para pemuda dan gadis ABG berkumpul ada yang di teras maupun di dalam rumah. Mereka memakai pakaian terbaiknya.


Para gadis ABG melihat ke arah Bayu yang berjalan bersama Ayu.


" Aku di luar aja ya yomesan..." ucap Bayu.


" Temanin di dalam shujin..." ucap Ayu.


" Ya sudah deh..." ucap Bayu pasrah. Sebenarnya Bayu malas masuk ke dalam,


Bayu dan Ayu berjalan. Setelah sampai di dalam rumah,Ayu memberikan kado kepada temannya.


" Terima kasih Ayu.." ucap teman Ayu.


" Iya...Selamat ulang tahun Ulfa..." ucap Ayu.


" Ini suamimu Yu?" ucap Ulfa sambil menunjuk Bayu.


Ulfa menyodorkan tangan untuk berjabat tangan. Bayu menangkupkan kedua telapak tangan.


" Iya..." ucap Ayu.


" Lu beruntung banget,punya suami tampan dan kaya lagi..." ucap Ulfa.


Tak lama kemudian acara di mulai. Bayu berdiri tak jauh Ayu sambil mengawasi Ayu.


6 orang gadis menampilkam keterampilannya menari. Bayu hanya melihat sekilas lalu melihat ke arah Ayu. Tanpa sengaja ia melihat seorang pemuda yang dulu sempat adu mulut saat di Mushalla waktu itu. Pemuda itu tak berani melihat ke arah Bayu.


" Asem....Mending mancing kalau gini suasananya..."


Bayu mengambil minuman di meja lalu terdengar dari speker suara menyebut dirinya.


" Shujin..." suara Ayu.


Bayu menoleh ke arah Ayu. Rupanya Ayu maju ke depan sambil memegang Mic.Ayu melambaikan tangannya menyuruh Bayu datang.


Mau tak mau Bayu maju ke depan.


" Anoo...Teman - teman minta aku bernyanyi.."


" Shujin iringi pakai gitar ya.." ucap Ayu.


" Mana gitarnya yomesan..?" ucap Bayu.


Seorang pemuda memberikan gitar ke Bayu.


Seperti biasa,Ayu menyanyikan lagu kesukaaanya.


Selesai Ayu bernyanyi.


" Minta apa?" ucap Bayu.


" Kak Bayu nyanyi..." ucap Ulfa.


" Oke...."


Bayu memetik gitarnya.


" Ini lagu dari bang Chrisye...Mungkin kalian sudah tahu lagu ini.." ucap Bayu lalu memainkan gitar dan bernyanyi.


Wo-wo-wo-wo 🎶


Ah-ya-ya-ya-ya, ya-ya🎶


Wo-wo-wo-wo🎶


Ah-ya-ya-ya-ya, ya-ya🎶


Bukan aku tak tertarik🎶


Dengan kata rayuanmu🎶


Saat matamu melirik🎶


Aku jadi suka padamu🎶


Orang - orang ikut bernyanyi,karena hapal lagu tersebut.


Tiap kali kau bermanja🎶


Gemetar rasa di dada🎶


Ingin kubisikkan cinta🎶


Tapi hati ini malu jadinya🎶


Engkau masih anak sekolah, satu SMA 🎶


Belum tepat waktu 'tuk begitu-begini🎶


Anak sekolah datang kembali🎶


Dua atau tiga tahun lagi🎶


Setelah Bayu selesai bernyanyi.


" Lagi...Lagi....Lagi...Lagi..." ucap semua orang menyuruh Bayu bernyanyi lagi.


" Baiklah...1 kali lagi..."


" Ini lagu sangat menyentuh hati bagi siapapun yang mendengarkannya.."


" Bukan lagu tentang cinta,tapi tentang diri kita sendiri.."


" Tentang kehidupan kita terhadap sang maha pencipta.." ucap Bayu.


Akan datang hari 🎶


Mulut dikunci🎶


Kata tak ada lagi🎶


Semua terdiam mendengarkan lagu yang Bayu nyanyikan,tak seperti lagu pertama.


Akan tiba masa🎶


Tak ada suara🎶


Dari mulut kita🎶


Berkata tangan kita 🎶


Tentang apa yang dilakukannya🎶


Berkata kaki kita🎶


Kemana saja dia melangkahnya🎶


Sebagian orang meneteskan air mata karena menghayati lagu yang di bawakan Bayu.


Tidak tahu kita 🎶


Bila harinya🎶


Tanggung jawab tiba🎶


Rabbana 🎶


Tangan kami🎶


Kaki kami🎶


Mulut kami🎶


Mata hati kami🎶


Luruskanlah🎶


Kukuhkanlah🎶


Di jalan cahaya🎶


Sempurna🎶


Mohon karunia🎶


Kepada kami🎶


HambaMu yang hina🎶


" Terima kasih... Semoga dengan lagu ini,kalian bisa koreksi diri sendiri..Agar tidak terjerumus ke yang negatif.." ucap Bayu lalu meletakkan gitar kemudian berjalan ke arah teras.


" Anjeeng...Siapa seh yang ngiris bawang..." ucap salah satu pemuda yang sedih akibat nyanyian Bayu.


Setelah sampai di teras,Bayu duduk di lantai sambil melihat halaman rumah.


" Boleh gue duduk di sini..." suara wanita di samping Bayu.


Bayu menoleh ke wanita tersebut,wanita itu memakai Celana di atas lutut,memakai kaos bertali,rambut sepundak.


" Maaf... Jangan terlalu dekat duduknya..." ucap Bayu lalu melihat ke arah depan.


Wanita itu duduk agak jauh,hanya berjarak 1 meter.


" Kenalin...Gue Lisa...Kakaknya Ulfa" ucap wanita itu sambil menyodorkan tangan.


Bayu membalik badan ke arah wanita itu sambil menunduk dan menangkupkan kedua telapak tangannya.


" Saya Bayu mbak..." ucap Bayu lalu kembali menghadap teras.


" Gak usah formal gitu..Pakai Saya dan anda.."


" Oh iya... Suara lu bagus juga,dan permainan gitar lu sangat keren..." ucap Lisa.


" Terima kasih atas pujiannya.." ucap Bayu.


"Lu setelah lulus mau kuliah di mana? " ucap Lisa.Lisa mengira Bayu adalah teman sekelas adiknya.


" Asem...Dikiranya aku masih SMA.." ucap Bayu dalam hati.


" Di mana aja,yang penting kuliah..." ucap Bayu.


" Lu tinggal di mana?" ucap Lisa.


" Aku tinggal di rumah mbak.." ucap Bayu.


" Ya iyalah tinggal di rumah..Maksud gue itu..Alamat rumah lu ada di mana?" ucap lisa.


" Di dekat sini aja kok mbak..." ucap Bayu.


" Shujin..." suara Ayu.


Bayu menoleh ke belakang,nampak Ayu berjalan ke arahnya.


" Iya yomesan..." ucap Bayu.


" Sudah makan?" ucap Ayu.


" Masih kenyang..." ucap Bayu.


" Mau ku ambilkan?" ucap Ayu.


" Gak usah yomesan...." ucap Bayu.


" Ya sudah..Aku makan dulu ya shujin.." ucap Ayu.


" Iya.."ucap Bayu.


Ayu masuk kembali ke dalam rumah.


" Itu pacar lu..?" ucap Lisa.


" Bukan..." ucap Bayu


Lisa menggeser tempat duduknya mendekat ke Bayu.


Bayu tahu Lisa duduk mendekat,lalu berdiri.


" Maaf mbak Lisa...Saya menghormati mbak,tolong mbak juga hormati saya..." ucap Bayu lalu berjalan 3 langkah kemudian duduk di lantai.


" Jaim banget neh cowok..." ucap Lisa dalam hati.


Salah satu pengawal hendak mendatangi Lisa,namun Bayu memberi kode untuk tidak mencampurinya. Pengawal itu mundur lagi.


Tiba - tiba hapenya bergetar.


Bayu mengambil hapenya untuk mengecek siapa yang menelpon.


Nampak nomor baru yang menelpon.


" Siapa ya..."


Bayu membiarkan saja. Tak lama panggilan berakhir,lalu bergetar lagi.


" Angkat sajalah..."


Lisa diam memperhatikan Bayu.


" Assalam mu'alaikum...Maaf ini siapa?" ucap Bayu.


" Wa'alaikum salam bang...Ini gue Ari bang..Kakaknya Laura.." suara Ari.


" Oooo...Kang Ari..."


" Cieee...Hape baru nih.." ucap Bayu.


" Iya...Biar bisa hubungi bang Bayu... Ini kan duit dari abang,terus gue belikan hape supaya bisa hubungin lu bang" suara Ari.


" Iya.." ucap Bayu.


" Oh iya bang... Kapan Cafenya buka lowongan?" suara Ari.


" Hemm..Kemungkinan 2 bulan lagi kang..Nanti aku hubungi kang Ari jika mau open..." ucap Bayu.


" Jauh gak bang?" suara Ari.


" 30 menit sampai,asal tidak macet.." ucap Bayu.


" Iya bang..."


" Berapun gajinya,gue mau bang.."


" Asal cukup buat beli beras sama bayar kontrakan..Jika gue kerja jadi kuli angkut,hanya cukup buat beli beras dan bayar kontrakan,mau beli susu buat anak gue aja gak bisa beli..." suara Ari.


" Insya Allah cukup,malah lebih..Asal kang Ari tidak boros,dan mensyukuri apa yang ada.." ucap Bayu.


" Iya bang...Dah dulu ya bang Bayu..Gue mau angkut beras neh..Assalam mua'laikum..." suara Ari.


" Wa'alaikum salam warah matullah..." ucap Bayu.


Bayu menyimpan nomor Ariyanto,lalu mengantongi hapenya.


Lisa berdiri lalu duduk 1 meter dari Bayu.


" Boleh minta nomor hapenya?" ucap Lisa.


" Boleh...0813********." ucap Bayu.


Bayu memberikan nomor Alex kepada Lisa.


Kemudian Lisa memiscol nomor Bayu.


" Itu nomorku.." ucap Lisa.


" Iya..." ucap Bayu dalam hati.


" Semoga aja Alex gak ngamuk ke aku..." ucap Bayu dalam hati.


" Ayoo masuk Bay.." ucap Lisa.


" Aku di sini aja mbak..." ucap Bayu.


Ayu datang membawa pring berisi kue dan gelas,lalu duduk di samping Bayu.


" Buka mulutnya shujin.." ucap Ayu sambil menyodorkan kue ulang tahun ke mulut Bayu.


Bayu membuka mulutnya.


" Aneh...Tadi dia gak mau gue dekatin,begitu cewek berjilbab duduk di dekatnya diam saja.."


" Apa dia menyukai gadis berjilbab..?" ucap Lisa dalam hati.


" Pulang yuk yomesan..." ucap Bayu.


" Bentar lagi shujin..." ucap Ayu lalu menyuapi Bayu lagi.


Lisa berdiri lalu masuk ke dalam rumah.


Hape Bayu kembali bergetar,Bayu mengecek hapenya.


Nampak nama Lukman muncul.


" Assalam mua'laikum.." ucap Bayu.


" Wa'alaikum salam Bay...Gawat Bay..." suara Lukman.


" Gawat kenapa Man...?" ucap Bayu.


" Itu Laura..." suara Lukman.


" Kenapa Laura ?" ucap Bayu.


" Dia ngerasuki Daniel lagi setelah Daniel pulang dari gereja.." suara Lukman.


" Kok bisa?" ucap Bayu.


" Dia itu ngolok Laura,ini sekarang Daniel memakai pakaiannya Diana..." suara Lukman.


" APAAAAA!!!!??? " ucap Bayu terkejut hingga makanan di mulut keluar.


" Iya...Diana memberikan bajunya ke Lukman,terus sama make up..." suara Lukman.


" Ibuku ada gak man?" ucap Bayu.


" Ibu lagi keluar.." suara Lukman.


" Ya sudah...Ini kita juga mau pulang.." ucap Bayu.


" Iya Bay...Assalam mu'alaikum.." suara Lukman.


" Wa'alaikum salam " ucap Bayu.


" Ada apa shujin?" ucap Ayu.


" Daniel di rasuki Laura lagi yomesan...Ayo kita pulang..." ucap Bayu.


" Ayoo.." ucap Ayu.


Ayu masuk ke dalam untuk berpamitan ke Ulfa,setelah itu keluar menuju mobil bersama Bayu.


***


Rumah Bayu.


Bayu dan Ayu sudah sampai,lalu berjalan ke pintu masuk.


" Assalam mu'alaikum..." ucap Bayu.


" Wa'alaikum salam..." suara penghuni rumah.


" Bay....Kita di lantai atas..." suara Paijo.


Bayu dan Ayu bergegas naik ke atas.


Begitu sampai di lantai atas. Bayu melihat sosok orang memakai jilbab tapi hanya keluhatan punggungnya saja.


" Mana Daniel.." ucap Bayu.


Daniel membalikkan badan ke arah Bayu yang memakai pakaian jilbab.


" Bang ..." ucap Laura yang merasuki tubuh Daniel.


Bayu melompat karena kaget.


"Jancoook....." ucap Bayu lalu mengusap dadanya.


" Gue cantik gak bang...?" ucap Laura.


" Cantik...Kenapa kamu masuk ke dalam tubuh Daniel lagi?" ucap Bayu.


" Dia ngolokin gue bang..."


" Dia bilang kalau gue lagi jalan sama pocong atau genderuwo..Padahal gue ada di sampingnya.."


"Jadi ya gue masuk aja ke dalam tubuhnya aja..." ucap Laura.


Bayu mengambil hapenya lalu memfoto Daniel memakai pakaian Diana.


" Sekarang tolong keluar ya Laura...." ucap Bayu.


" Iya bang..." ucap Laura.


Laura keluar dari tubuh Daniel.


Daniel tiba - tiba tak sadarkan diri,Lukman yang ada di samping Daniel menahan tubuh Daniel.


" Tolong ambilkan minyak kayu putih..." ucap Bayu.


Diana pergi menuju kotak P3K untuk mengambil minyak kayu putih.


Tak lama kemudian Diana kembali lalu memberikan ke Bayu.


" Ini sayang..." ucap Diana.


Bayu menerima lalu membuka tutup botol kemudian menempelkan di hidung Daniel.


Tak lama kemudian Daniel sadar.


Daniel melihat keanehan di kakinya,sebab ia memakai rok.


" Kok gue pakai rok?" ucap Daniel.


" Laura yang pakai Niel.." ucap Lukman.


" Jancook...." ucap Daniel.


Diana menyodorkan cermin ke Daniel.


" Kamu jadi cantik loh Niel.." ucap Diana.


Daniel melihat ke cermin.


" Waasssuuuuuuu...." ucap Daniel lalu melepas jilbab yang ia pakai.


" Kenapa di lepas Niel?" ucap Paijo.


" Aku ini cowok kang...Masa iya pakai jilbab.." ucap Daniel.