
Nampak pramugari membagi - bagikan makanan dan minuman ke penumpang.
Ki Kartolo mengenakan pakaian khas Jogja,tak lupa memakai blankon melihat ke arah Jendela. Lalu mengeluarkan rokoknya.
Sebatang rokok di selipkan di bibir lalu jari telunjuk menyentuh ujung rokok untuk membakar. Karena koreknya di sita oleh petugas bandara.
" Maaf pak... Di larang merokok selama perjalanan..." ucap pramugari melihat Ki Kartolo hendak merokok.
" Mulutku kecut jika gak merokok..." ucap Ki Kartolo.
" Mohon maaf pak... Ini sudah peraturan dalam penerbangan..." ucap pramugari.
" Manut wae pak....." ucap istri Ki Kartolo.
" Yo wess....."
" Ada kopi hitam gak nduk..?" ucap Ki Kartolo.
" Ada... Nanti akan saya buatkan untuk bapak." ucap pramugari.
" Oh iyo...Ini jendela bisa di buka gak nduk.." ucap Ki Kartolo menujuk kaca jendela pesawat.
" Tidak bisa pak...." ucap pramugari.
" Tak pecahin boleh gak nduk...Aku gak tahan pakai AC..." ucap Ki Kartolo.
" Jangan pak....Kalau bapak pecahkan... Kita semua akan celaka..." ucap pramugari.
" Terus aku kudu piye...Aku gak tahan sama udara AC..." ucap Ki Kartolo.
" Bapak bisa mematikan AC itu..." ucap pramugari.
" Piye carane?" ucap Ki Kartolo.
" Permisi bu..."
" Yang ini pak...Bapak tekan aja tombol ini.."
Pramugari menunjuk tombol di atas kepala istri Ki Kartolo.
" Lalu untuk menghidupkannya yang ini.." ucap pramugari.
" Ooo...Ngono..." ucap Ki Kartolo lalu mencoba mempraktekkan.
" Bagaimana pak...Apakah bapak masih merasa dingin?" ucap pramugari.
" Rodo mendingan nduk..." ucap Ki Kartolo.
Di sisi Bayu.
Bayu duduk di samping Putri.
" Mas...Tadi kenapa pakde ikut bangunin Mel mas...?" ucap Putri.
" Tadi malam itu Mel di sirep sama pakde..."
" Jadi ya pakde harus bangunin Mel memakai ajiannya..." ucap Bayu.
" Ooo...Begitu..."
" Apakah mas bisa melakukannya?" ucap Putri.
" Gak bisa dek...Kalau bisa dah mas sirep itu si Mel agar tertidur..." ucap Bayu.
" Minta ajarin aja mas....Biar kalau malam - malam gak ganggu kita..." ucap Putri.
" Iya dek. ." ucap Bayu.
" Ada benarnya juga seh jika aku belajar ilmu sirep..."
" Jadi kalau aku lagi bercinta,gak di gangguin sama Melisa...Tapii..."
" Kalau dia bangunin karena badannya sakit semua...Masa ya ku sirep... Kan kasian" ucap Bayu dalam hati.
Daniel memghampiri Bayu.
" Bay..." ucap Daniel.
" Opo Niel...?" ucap Bayu.
" Maen kartu yook..." ucap Daniel.
" Ayoook...." ucap Bayu.
Bayu beranjak dari kursinya,lalu ikut bermain kartu.
Lukman menoleh ke sana kemari.
" Cari siapa Man?" ucap Bayu.
" Grace....Apakah Grace juga ikut?" ucap Lukman.
" Kowe arep mentil Grace kah Man?" ucap Daniel.
" Jancook... "
" Aku cuman teringat saat kita ke Jepang pertama kali...Terus ketemu sama Grace.." ucap Lukman.
" Iya seh..." ucap Daniel.
Kartu di bagikan,lalu mereka mulai bermain.
Bayu mengeluarkan Choki - choki di dalam jaket,lalu memakannya.
Tak terasa mereka bermain 2 jam.
Ki Kartolo datang menghampiri.
" Lee...Kapan sampai ke Jepangnya lee...Kok dari tadi masih terbang aja.." ucap Ki Kartolo.
" Jek suwi pakde....Pakde tinggal tilem mawon (Tidur aja).." ucap Bayu.
" Gak iso turu lee..."
" Ape ngudut yo gak iso.." ucap Ki Kartolo.
" Yo sabar pakde..." ucap Bayu.
" Pintunne iso di buka kan lee..?" ucap Ki Kartolo.
" Pakde mau ngapain?" ucap Bayu.
" Arep metu ( mau keluar)..Rokok an..." ucap Ki Kartolo.
" Jangan pakde....Nanti pesawatnya bisa jatuh...Terus kita semua bisa mati.." ucap Bayu.
" Ruh ngene aku ra bakal melu...Mending lungguh nang omah...." ucap Ki Kartolo. ( Tahu begitu aku gak bakal ikut...Lebih baik duduk di rumah).
Ki Kartolo kembali ke tempat duduknya.
Setelah bosan bermain kartu,bayu dan yang lainnya membubarkan diri.
Nampak Ki Kartolo menyelipkan rokok di mulutnya karena ingin merokok. Ujung rokok di sentuh. Lama kelamaan muncul asap lalu bara api.
" Pak...Ojo ngerokok to pak..." ucap istri Ki Kartolo.
" Yo ben..Aku pengen merokok.." ucap Ki Kartolo bersikap masa bodoh.
Bu Hana datang menghampiri. Di ambil rokok yang menyala lalu di injak rokok tersebut di lantai.
" Pak tua...."
Bayu melihat ke arah kursi yang di duduki Ki Kartolo.
"Jika kamu merokok lagi,aku gak segan - segan menghajarmu..." ucap bu Hana lalu kembali lagi ke kursi.
" Jiangkreeek....." ucap Ki Kartolo.
Ki Kartolo memejamkan mata lalu mulutnya komat kamit membaca mantra.
Nampak ruh Ki Kartolo keluar dari raganya,lalu melayang menuju ruang Pilot.
Nampak ke dua pilot sedang mengobrol.
" Endi pedal gasse yoo..." ucap Ki Kartolo.
Ki Kartolo mencari tuas gas untuk menekannya agar pesawat itu terbang cepat menuju Jepang.
Tiba - tiba muncul Bayu di sampingnya yang sama - sama memggunakan ajian Rogoh Sukmo.
" Pakde mau ngapain?" ucap Bayu.
" Golek tuas gas lee...Ben cepet teko nang Jepang..." ucap Ki Kartolo.
" Jangan pakde....Ini sudah di atur dalam dunia penerbangan..." ucap Bayu.
" Di tahan pakde...Sabar ya..." ucap Bayu.
" Gak iso lee..." ucap Ki Kartolo.
Mereka kemudian kembali ke raganya.
" Untung ibu nyuruh aku samperin,jika gak bisa celaka..."
Bayu juga merasa iba melihat Ki Kartolo yang ingin merokok tapi gak bisa.
" Apa aku bantu saja ya..."ucap Bayu dalam hati.
Nampak Bayu berpikir.
"Jika gak di bantu,maka pakde bisa marah karena keinginannya untuk merokok gak terkabulkan,terus mecahin kaca,atau pencet tombol pesawat..."
" Hemmmm....Bantu sajalah..." ucap Bayu dalam hati.
Bayu memejamkan mata,
" Ya Allah,hamba ingin membantu pakde saya agar cepat sampai di Jepang ,jika tidak.Maka semua yang ada di pesawat ini bisa tewas ya Allah..Amin." ucap Bayu dalam hati.
Bayu mulai membaca amalannya sambil mata terpejam.
Perlahan pesawat yang di tumpangi Bayu kecepatannya mulai bertambah.Makin lama makin cepat melesat seperti cahaya.
Ke dua Pilot itu mengobrol sesekali melihat radar serta berkomunikasi ke seperti biasa.
Pilot yang melihat radar merasa aneh.
" Coba lihat radar ini..." ucap Pilot 1 ke Pilot 2.
Pilot 2 melihat ke radar.
" Iya...Ini kan Jepang...Apa radarnya rusak?" ucap Pilot 2.
Terdengar suara radio komunikasi.
Kedua pilot itu terkejut,karena komunikasi itu berasal dari Jepang.
Antara percaya atau tidak,kedua pilot itu mengikuti komunikasi tersebut. Hingga pesawat itu mendarat di Bandara Osaka.
" Kok aneh...Kita cepat sampai dan tidak transit..." ucap pilot 1 heran.
" Sama...Baru kali ini kita terbang ke Jepang dengan waktu tercepat..." ucap pilot 2.
***
Di tempat Bayu berada.
" Bay...Kok cepat banget kita sampainya?" ucap Lukman heran.
" Mungkin pesawatnya pakai mesin baru Man...Makanya cepat.." ucap Bayu alasan.
" Oooo...Begitu...." ucap Lukman mempercayai ucapan Bayu.
Bayu dan rombongannya keluar dari pesawat.
Sementara pihak control lalu lintas pesawat merasa heran dan terkejut dengan kehadiran maskapai dari indonesia yang datangnya sangat cepat di luar jadwal yang seharusnya. Mereka pun menanyakan perihal peristiwa tersebut ke pada 2 pilot yang menerbangkan pesawat tersebut. Namun ke dua pilot itu juga bingung harus jawab apa. Karena kejadian itu di luar nalarnya.
Nampak Bayu dan rombongannya menunggu di ruangan untuk mengambil koper mereka.
" Iso ngerokok gak nangkene?" ucap Ki Kartolo.
Bayu menghampiri Ki Kartolo.
" Gak bisa pakde..."
" Oh iya satu lagi pakde..."
" Pakde gak bisa merokok secara bebas di sini...Ada tempat khusus untuk merokok"
" Bila melanggar...Maka pakde bisa di denda.." ucap Bayu.
" Biyuuuh.....Ono yoo peraturane koyok ngono.." ucap Ki Kartolo.
" Yo ada pakde...Jadi yang merokok gak sembarangan merokok..Gak seperti di negara kita." ucap Bayu.
Setelah menunggu,akhirnya tas dan koper rombongan Bayu muncul. Mereka pun mengambil tasnya masing - masing lalu berjalan ke luar.
" Yomesan..." ucap Bayu.
" Iya shujin..." ucap Ayu.
" Apakah ayah mengirim jemputan?" ucap Bayu.
" Iya...Hanya saja aku gak tahu apakah mereka sudah sampai apa belum " ucap Ayu.
" Bentar aku telpon ayah..."
Bayu mengambil hapenya di dalam jaket,lalu menghubungi Kakashi.
" # Iya Bayu san....Apakah pesawat Bayu san mengalami masalah" suara Kakashi.
"# Tidak ayah...Kami sudah sampai di Osaka.." ucap Bayu.
" Heeeeeeeee....!!!
"# Apakah Bayu san serius?" suara Kakashi tak percaya.
" # Bayu serius ayah...Apakah mobil jemputan ayah sudah ada di bandara?" ucap Bayu.
" # Be...Belum " suara Kakashi.
" #Kita naik angkutan umum saja yah.." ucap Bayu.
"# Tunggu 30 menit...Ayah mengirim jemputan.." suara Kakashi.
" # Baik ayah...Kami tunggu...".
Panggilan berakhir.
" Kita tunggu 30 menit...Jangan ada yang berpencar.." ucap Bayu.
" Tempat untuk merokok nangdi lee?" ucap Ki Kartolo.
Bayu menoleh ke sana kemari mencari tempat untuk merokok.
" Di sana pakde..." ucap Bayu sambil menunjuk.
" Yo wes....Pakde kesana dulu mau merokok..." ucap Ki Kartolo lalu berjalan
" Aku juga mau merokok Bay..." ucap Bejo lalu berjalan mengikuti ayah tirinya,lalu di susul pak joseph,ayahnya Bimo dan ayahnya Lukman.
Nampak beberapa orang menghampiri rombongan Bayu menawarkan jasa transportasi.
Ayu maju menjawab orang - orang tersebut.
18 menit kemudian.
Hape Bayu berdering nada panggil. Bayu mengecek siapa yang menelpon. Nampak nama ayah Kakashi yang muncul.
"# Ya Halo ayah..." ucap Bayu.
"# Mereka sebentar lagi tiba,ayah mengirim 2 mobil mini bus.2 mobil sedan..."suara Kakashi.
Bayu melihat mobil sedan dan mini bus berjalan lalu berhenti.
" # Ini mobilnya sudah datang yah.." ucap Bayu.
" # Bagus...Maaf...Ayah pikir 5 jam lagi kalian akan sampai di bandara.." suara Kakashi.
" # Tidak apa - apa ayah....Dah dulu ya ayah..." ucap Bayu lalu mematikan panggilan.
" Kalian naiklah dulu...Aku mau kesana..." ucap Bayu lalu berlari ke arah tempat khusus merokok.
Setelah sampai.
" Pakde...Semuanya...Mobil jemputan sudah sampai..." ucap Bayu.
" Cepat banget Bay...Rokokku aja belum habis..." ucap Bejo.
" Nanti di sambung lagi kalau dah sampai..." ucap Bayu.
" Cewek nang kene ayu - ayu yo Bay.." ucap Bejo.
" Iya...Namanya juga cewek kang...." ucap Bayu.
Mereka kemudian berjalan ke arah mobil mini bus,lalu masuk ke dalam mobil.
Satu persatu rombongan mobil itu meninggalkan bandara.