SANG PENERUS.

SANG PENERUS.
ABI DI RUMAH SAJA.


Paijo duduk menghadap Bayu.


" Aku pengen sidak aja...Gimana keadaan Cafe tanpa kalian mengetahui ini aku yang datang.."ucap Bayu.


" Entuuut..."


Para pekerja Cafe yang berada di bangunan sebelah segera berlarian ke bangunan Cafe setelah mendengar bahwa Bayu pemilik Cafe datang tak peduli ada pelanggan datang. Sebab mereka telah lama tak melihat Bayu.


" Koyok pejabat ASN wae pakai acara sidak.." ucap Paijo.


" Choki - chokiku mana?" ucap Bayu sambil membuka telapak tangan ke Paijo.


" Habis...Di makan sama Bimo.." ucap Paijo.


" Jiangkreek..."


Bayu melihat satu persatu pekerja yang sebagian mantan preman dan juga orang baru berdatangan.


" Tolong belikan dong kang..."


" Aku mau duduk di gazebo sambil memantau.." ucap Bayu.


" Mantau siapa Bay?" ucap Paijo.


" Pelakunya..." ucap Bayu.


" Oooo...Iya..Iya.."


Paijo langsung paham maksud Bayu,yakni pelaku pembunuhan Putri.


" Kalau butuh apa - apa bilang aja ke pelayan ya Bay.." ucap Paijo.


" Yo.." ucap Bayu.


Bayu berdiri lalu berjalan ke para pekerja Cafe.


" Boss..." ucap salah anak buah Bayu yang merupakan mantan preman.


Bayu tersenyum melihat semua anak buahnya.


" Kenapa kalian di sini..?" ucap Bayu.


Mereka tak menjawab,malah menyerbu Bayu lalu memeluk Bayu.


Nampak mereka meneteskan air mata. Lama tidak berjumpa dengan Bayu


Setelah itu mereka melepas pelukannya.


" Kapan bos datang..."


" Bos kemana saja.."


" Gue kangen lu bos.."


" Kita pikir bos pergi keluar negeri.."


Bayu tersenyum mendengar ucapan para anak buahnya.


" Maaf...Aku lama tidak ke sini karena aku ada keperluan yang sangat penting.."


" Oh iya... Tolong kalian kembali kerja lagi ya..Nanti para pelanggan marah dan kecewa.." ucap Bayu.


" SIAAAP BOSSS....." ucap para karyawan ssrempak.


Mereka pun meninggalkan Bayu .


Muncul Fitri lalu mendekati Bayu.


" Pak..." ucap Fitri.


Bayu menoleh ke Fitri.


" Piye kabare Fit.." ucap Bayu.


" Baik pak.." ucap Fitri.


" Ya sudah kalau gitu...Aku tinggal dulu.." ucap Paijo lalu pergi meninggalkan Bayu,


" Syukurlah...." ucap Bayu.


Bayu mengambil teh Kotak dan gelas kopi,lalu berjalan ke Gazebo. Fitri memgikuti Bayu.


" Ibumu gimana Fit..?" ucap Bayu.


" Ibu saya sehat pak.." ucap Fitri.


"Duduklah.... Jangan berdiri.."


Fitri duduk di Gazebo.


Tak lama kemudian muncul pelayan membawakan 2 kotak choki - choki untuk Bayu.


" Ini pak choki - chokinya.." ucap pelayan.


" Iya...Letakkan di situ...Matur suwun.." ucap Bayu.


Pelayan itu meletakkan choki - choki lalu pergi.


Bayu mengawasi ke pengunjung yang datang. Lalu melihat Fitri.


" Sudah nikah apa belum Fit..?" ucap Bayu.


" Belum pak..." ucap Fitri.


" Apakah adikmu masih sekolah?" ucap Bayu lalu memgambil choki - choku dan melihat ke meja pengunjung.


" Masih pak..." ucap Fitri.


" Hemm....Kembalilah bekerja ya Fit...Aku takut nanti ada yang salah paham" ucap Bayu lalu menoleh ke Fitri.


" Iya pak...Permisi.." ucap Fitri lalu berjalan.


" Assalam mua'alikum Fit." ucap Bayu.


Fitri membalikkan badannya.


" Wa'alaikum salam pak..." ucap Fitri lalu pergi meninggalkan Bayu.


Bayu kembali memperhatikan pengunjung .


Tak terasa waktu mau masuk shalat Dzuhur. Terdengar suara Tarhim dari speker mesjid Al Hijrah.


Bayu berdiri lalu berjalan ke arah mesjid sambil memakai masker.


Setelah shalat Dzuhur,Bayu kembali lagi ke Gazebo. Duduk diam sambil memantau. Sebungkus choki - choki terselip di bibirnya. Rambut cepak,memakai baju kemeja,celana panjang hitam,sandal jepit di kaki kanan,sedangkan kaki kiri tak memakai,karena kaki kiri menempel di lantai Gazebo.


Setiap detik,menit,Jam Bayu memantau pengunjung.


Muncul Ke empat temannya,yakni Bimo,Paijo,Daniel dan Lukman.


" Assalam mu'alaikum.." ucap Lukman.


Bayu menoleh ke empat temannya.


" Wa'alaikum salam.." ucap Bayu.


Mereka berjabat tangan lalu duduk.


" Endi bojomu Bay?" ucap Bimo.


" Di rumah Bim...Aku sendirian aja ke sini.." ucap Bayu.


" Dah makan apa belum Yu?" ucap Lukman.


" Sudah,tadi pagi.." ucap Bayu.


" Ayo kita makan..Kowe pesen lauk opo?" ucap Bimo.


" Ayam panggang aja.." ucap Bayu.


Mereka kemudian meminta pelayan untuk membawakan makanan yang mereka pesan.


" Jadi kuliah gak Bay?" ucap Daniel.


" Belum tau aku Niel.."


" Entah lanjut kuliah apa enggak.."


" Oh iya..Gimana hubunganmu dengan adiknya kang Rahman kang?" ucap Bayu lalu meminum teh Kotak.


" Lancar Bay.." ucap Paijo.


" Kapan kalian nikah..?" ucap Bayu.


" Rencana tahun depan.." ucap Paijo.


Makanan mereka datang. Lalu mereka makan bersama.


" Oh iya...Kang Rahman sudah nikah apa belum?" ucap Bayu.


" Sudah Bay.." ucap Bimo.


" Sama siapa? Zahra atau Annisa?" ucap Bayu.


" Annisa..."ucap Lukman.


" Kailmu pancen Joss Bay. Aku mancing sama kang Rahman oleh akeh iwak e." ucap Paijo.


" Azzzz.... Sampeyan ojo salah penafsiran Kang.."


" Itu kail hanya perantara...Gusti Allah yang memberikan rejeki kita. Bukan kail pemberianku yang membuat sampeyan banyak mendapatkan ikan.." ucap Bayu.


" Injih pak kyai..." ucap Paijo.


" Asem..." ucap Bayu.


Setelah makan,teman - teman Bayu membubarkan diri,para pelayan membereskan Gazebo.


Bayu duduk diam sesekali melihat meja pelanggan.


Hingga tak terasa sudah hampir jam 5 sore.


Bayu juga belum menemukan orang yang memcurigakan,bahakan yang masuk dalam berkas Narapidana.


Huuuuuft.... Bayu menghela nafas. Lalu berjalan ke arah kamar istirahat.


Sesampai di dalam kamar,Bayu mengunci kamar itu,lalu menelpon ibunya.


Tuuut....Tuuut...Tuuut...Tuuut...


"Assalam mu'alaiku abi.." suara Diana.


" Wa'alaikum salam..kamar belakang kosong kan mi?" ucap Bayu.


" Sebentar bi..."


" Kosong bi..." suara Diana.


" Ya sudah..Tutup pintunya,tapi jangan di kunci ya mi.." ucap Bayu.


" Iya bi.." suara Diana.


" Assalam mua'alaikum.." ucap Bayu.


" Wa'alaikum salam.." suara Diana.


Bayu mematikan panggilannya. Setelab itu Fokus ke kamar belakang rumah ibunya.


Tak lama kemudian Bayu memghilang.


---***---


SRAGEN.


Rumah Hana.


Bayu muncul di kamar belakang.


" Alhamdulilah sampai.."ucap Bayu.


Bayu membuka pintu,ia melihat Diana memberikan Bintang ke ibunya. Lalu datang memghampiri Diana.


" Sayang baru pulang?" ucap Hana.


" Iya bu...Bayu belum menemukan pelakunya.." ucap Bayu.


" Sabar sayang....Oh iya,cuci kaki dulu sayang" ucap Hana.


" Maaf...Bayu lupa.." ucap Bayu lalu pergi kebelakang.


Setelah itu Bayu menghampiri ibunya yang sedang duduk di kursi tamu bersama Bintang.


" Ibu sudah hubungi mereka?" ucap Bayu.


" Sudah...Insya Allah 2 minggu lagi kalian menikah." ucap Hana.


" Asem....2 Minggu lagi.."


" Kenapa gak 2 bulan bu.." ucap Bayu dalam hati,sebab dirinya belum menemukan pelaku pembunuhan Putri.


" Kenapa sayang?" ucap Hana.


" Bayu belum tenang bu...Jika belum menemukan pelakunya.."


" Bayu akan membuat mereka cacat selamanya...Hidup enggan,matipun enggan.."ucap Bayu. Matanya berubah merah semua,karena dirinya sangat marah kepada orang yang telah membunuh wanita yang sangat ia cintai.


" Sabar sayang....Jangan sampai amarah memguasai dirimu.." ucap Hana.


Terdengar suara adzan Magrib.


" Iya bu..."


" Bayu shalat dulu ya.."ucap Bayu.


" Iya sayang..." ucap Hana.


***


Pukul 20.25.


Bayu duduk di teras rumah. Di temani teh kotak dan sebatang rokok yang terselip di jarinya. Pikirannya masih buntu.


" Heemmm...."


"Jika aku jalan malah nanti ada mata - mata musuh.."


" Tapi...Jika gak jalan - jalan.."


" Pelakunya gak muncul..."


Bayu memegang kepalanya. Mencari cara untuk memancing musuh.


" Oh iya...Aku nongkrong di depan Cafe aj...Tapi.."


" Kalau aku nongkrong di depan Cafe gak bisa periksa satu persatu.."


Bayu menghisap rokok,lalu membuang puntung rokok di pinggir jalan.


" Sudahlah...Mumet aku..."


" Seandainya saja aku ikut bersama Putri,pasti aku lihat dulu wajah pelakunya memakai ajianku.Terus nolongin Putri.." ucap Bayu dalam hati.


Bayu masuk dalam rumah,lalu mengambil baju untuk memgganti,karena baju yang ia pakai bau asap,serta ia ingin gosok gigi dan wudhu.


20 menit kemudian.


Bayu berada di kamar Ayu.Ia duduk di tempat tidur sambil menyenderkan badan di dinding. Tangannya memegang Al Qur 'an mukutnya mengucapkan ayat - ayat Al Qur'an tapi di baca pelan.


"Shujin..." ucap Ayu terbangun.


Bayu memghentikan bacaannya lalu menoleh ke Ayu.


" Iya yomesan..." ucap Bayu.


" Besok shujin mau ke Jakarta lagi?" ucap Ayu.


" Libur dulu yomesan...Pusing kepalaku,seharian memantau tak ada satupun yang memvurigakan atau para mantan napi yanv kelihatan.." ucap Bayu.


" Badanku pegal shujin.." ucap Ayu.


Bayu meletakkan Al Qur'an,lalu berjalan untuk mengambil kasur kecilnya,yang biasa ia pakai untuk bercinta agar anaknya tidak bangun karena goncangan.


" Duduk sini yomesan..." ucap Bayu.


" Iya shujin.." ucap Ayu lalu duduk di kasur kecil,ia duduk membelakangi Bayu.


Bayu memegang ke dua pundak Ayu lalu memijatnya.


" Hemm..."


" Diantara semua mantan napi,hanya 1 nama yang menonjol.."


" Sebastian..."


" Tapi.."


" Jika pelakunya itu anak atau keluarga yang aku bunuh gimana ya.." ucap Bayu dalam.hati sambil memijat.


Pikiran Bayu buntu,tak bisa menentukan siapa pelakunya.


" Shujin..."


Bayu tak menjawab .


" Abi..." ucap Ayu


Bayu masih diam tak menjawab tangannya masih bergerak di satu titik saja.


Ayu meneouk tangan Bayu.


Eh....!!!! Bayu terkejut.


" Ada apa yomesan...?" ucap Bayu.


" Anoo...Jangan di satu titik saja shujin.." ucap Ayu.


Bayu berpindah ke titik lainnya.


" Maaf yomesan..."


" Aku itu masih kepikiran,siapa yang bunuh Putri."


" Dugaan pertama Sebastian.."


" Dugaan ke dua korban atau keluarga yang pernah mengeroyokku saat Cafe itu belum buka..."


" Terus dugaan ke tiga Nando,karena di jatuhi hukuman seumur hidup..."


" Dugaan ke empat ibunya Alvin,yang dulu alu buat terluka di wajahnya. 60% melepuh.."


" Jika aku berkeliaran di Jakarta,entar ada pihak Militer China melihatku"


" Pusing kepalaku memikirkan itu. " ucap Bayu.


" Bagaimana jika shujin tidak perlu memikirkan itu..."


" Sebab kata Diana,sudah di urus oleh kepolisian,bahkan intel juga di kerahkan mencari pelakunya shujiin." ucap Ayu.


" Ya udah deh....Untuk masalah itu,biar mereka yang urus..." ucap Bayu.


Bayu menarik tubuh Ayu sehingga membuat Ayu berebah,lalu ia membuka kancing baju,lalu mengeluarkan salah satu gunung kembar tersebut,kemudian menyedotnya.


Tangan satunya bergerak menuju lubang goa


" Sssshhh...Heemmmp..."


" Shujin mau maen?" ucap Ayu.


Bayu tak mejawab,dirinya terus menyerang Ayu.


Tak terasa mereka tak memakai pakaian sehelai benang pun,Ayu berebah, lalu Bayu memasukkan tongkatnya.


Blesssh....


***


Pagi Hari.


Nampak Bayu melemaskan otot - ototnya. Ia memggerak - gerakkan anggota tubuhnya.


Di saat me.ggerakkam anggota tubuhnya,ia melihat ibu - ibu memgayuh sepedanya membawa keranjang kiri kanan.Ibubitu memakai baju khas orang jawa namun sudah agak kusam.


" Gus...." ucap ibu itu saat lewat.


" Dalem bu.."


" Bade nang sawah bu?" ucap Bayu.


" Mboten..Aku ape bakulan gus..." ucap ibu itu.


Bayu yang penasaran lantas berlari di samping itu.


" Bakulan opo bu..?" ucap Bayu.


Ibu itu berhenti,Bayu ikut berhenti.


" Cenil gus.."ucap ibu itu.


" Waaaah....Kebetulan bu...Sampun dalu kulo mboten dahar cenil" ucap Bayu.


" Tumbas pinten gus...?" ucap ibu itu.


" Sek bu...Tak itung.."


"Papat (4)tambah rong puluh ( 20)...Nah...Selawe (25)bungkus bu.." ucap Bayu.


Ibu itu menurunkan barang dagangannya.


Bayu ikut membantu menurunkan barang dagangan ibu itu di pinggir jalan.


Setelah selesai menurunkan,ibu itu memarut kelapanya


" Sini bu...Biar saya yang marut,ibu yang bungkusi.." ucap Bayu lalu memarut kelapa dengan cepat,tak khawatir terluka meskipun berulang kali terkena mata parut.


" Kerjo nopo gus..?" ucap ibu itu sambil memasukkan cenil,ketan ke dalam bungkus daun.


" Pengacara bu.." ucap Bayu sambil memarut.


" Biyyuh...Pengacara too.." ucap ibu itu.


" Injih..Pengacara niku singkatan bu, pengangguran banyak acara." ucap Bayu.


" Iso..Isooo wae gus.."


" Oh iyo..Nyopo mboten ngulang nang pondok( mengajar di ponpes) gus?" ucap ibu itu.


" Mboten bu....Saya itu bayak keperluan di luar pondok pesantren. Makanya saya tidak memgajar di pondok.."


" Oh iyo...Seng setunggal bungkus niku ketan kaleh kelopo mawon bu,terus di pisah.." ucap Bayu.


Setelah pesenan Bayu selesai di buat,Bayu membantu memasukkan lagi barang dagangan ke keranjang.


" Ini bu uangnya" ucap Bayu sambil memyerahkan uang 100 ribuan.


" Waduh gus..Durung wonten angsulle.." ucap ibu itu.


" Kembaliannya ibu ambi saja..Suwun bu.." ucap Bayu .


" Matur suwun gus.." ucap ibu itu.


" Sami - sami bu.." ucap Bayu lalu berjalan menuju rumah pengawalnya.


Setekah samoai,ia memberikan kresek berisi cenil ke pengawal,ia hanya membawa 5 bungkus,lalu berjalan kerumah ibunya.


Nampak Ayu sedang di ruang keluarga menjaga Imam dan bintang.


" Nah mi...Cenil..." ucap Bayu sambil memberikan kresek ke Ayu.


Ayu menerima kresek tersebut.


" Dari mana bi cenil ini? Apakah abi dari pasar?" ucap Ayu.


" Enggak...Tadi ada penjual cenil lewat depan rumah,aku penasaran apa yang di bawa,ternyata cenil.."


Bayu membuka bungkusan cenil.Lalu memberikan cenil kepada Bintang yang tengkurap.


" Buka mulutnya Tang.."ucap Bayu.


Hana muncul.dari dapur


" Jangan sayang...."


" Bintang dan Imam itu belum waktunya makan yang berat"


" Gak bagus di pencernaannya" ucap Hana.


" Ooo...Begitu..."


" Kenapa dulu Bayu ibu kasih cenil?"ucap Bayu.


Hana duduk di samping Bayu.


" Sayang waktu itu umur berapa?" ucap Hana.


" 5 tahun kalau gak salah bu.." ucap Bayu.


" Jika masih bayi begini,gak boleh di beri makanan dulu sayang..Sedangkan sayang itu sudah besar,dan bukan bayi lagi.." ucap Hana.


" Waktu itu tak kasih biskuit sama choki - choki bu.." ucap Bayu.


" Jangaaan...Perut mereka nanti kaget sayang.."


" Jika mereka sakit,sayang yang repot...Jangan di ulang lagi ya nak." ucap Hana.


" Pantesan,tadi malam pas aku bersihkan popok Imam ada kotoran coklat,jadi abi memberikan coklat ke Imam ya bi?" ucap Ayu.


" Iya mi..."


" Aku lihat Imam seperti minta gitu,ya aku kasih aja...Daripada ngiler.." ucap Bayu.


" Sayang kasih berapa?" ucap Hana.


" Gak banyak bu."


" 1 bungkus aja." ucap Bayu.


1 Jam kemudian.


Bayu menggedong Imam di teras sambil mainanan mobil remot control,di mulutnya terselip choki - choki.


Imam merebut choki - choki di mulut Bayu.


" Kamu gak boleh makan ini Mam...Nanti abi di marahin sama ummi.." ucap Bayu sambil merebut choki - choki di tangan Imam. Hari ini ia tak puasa,besok baru puasa.


Diana menghampiri Bayu.


" Abi kasih coklat lagi?" ucap Diana.


Bayu melihat ke Diana.


" Enggak..."


" Imam yang merebut coklatku mi.." ucap Bayu.


" Hari ini sayang ke Jakarta apa enggak?" ucap Diana.


" Enggak mi..."


"Pusing aku nyariin pelakunya.."


" Jika keliaran tanpa masker dan kaca mata,nanti ada mata - mata musuh nyamperin aku."


" Terus bisa membuat geger jika tahu aku masih hidup " ucap Bayu.


" Ya sudah.."


" Abi di rumah aja.."


" Gak usah kemana - mana" ucap Diana.