SANG PENERUS.

SANG PENERUS.
MENCULIK IBUNYA ALVIN


Nampak 3 orang berada di sebuah rumah yang dindingnya dari kayu. Mereka adalah Bayu ,Sekar dan Jalu.


Sekar sengaja membawa Bayu ke alamnya, karena ia tahu apa yang akan di lakukan oleh Bayu,yakni akan menghabisi keluarga Jati jika keluarga Jati menghalang - halangi Bayu untuk membawa ibunya Alvin untuk di eksekusi.


Sedangkan Bayu di kuasai oleh amarahnya. Meskipun Bayu terlihat tenang,namun dalam dirinya masih berkobar jiwa pendendam. Sekar merasa ilmunya tak mempan saat meredakan amarah Bayu.


Sekar tak ingin keturunannya di bantai oleh Bayu,makanya ia memanggil Bayu ke alamnya. Ia tahu sifat Bayu,karena sering berkomunikasi. Bayu gak segan - segan melukai atau membunuh orang yang Bayu sayangi.


Di saat Bayu tak melihat ke arah Sekar,Sekar menggerakkan kedua tangannya serta jarinya,lalu memgarahkan telapak tangan kanan ke arah Bayu.


Nampak sebuah sinar hijau keluar dari telapak tangan Sekar,lalu cahaya hijau itu menyelimuti tubuh Bayu.


Bayu menoleh ke arah Sekar.


" Apa yang mbak lakukan?" ucap Bayu.


Sekar tersenyum.


Namun tiba - tiba Bayu merasakan gejolak dalam dirinya.


" Jadilah orang yang bukan pendendam ya ganteng..." ucap Sekar.


Bayu mengepalkan kedua tangannya. Sesuatu di dalam dirinya seperti menusuk - nusuk. Ia menahan sekuat tenaga. Namun dirinya tak kuat menahan rasa sakit itu hingga


" AAAAAAAAAKKKHHHH....." Bayu teriak dengan keras.


---0.0.0--


Alam nyata.


Nampak Bayu dan Sulis tidur di tutupin selimut.


Tiba - tiba.


" AAAAAAAAAAKKKHHHH......" teriak Bayu nyaring.


Sulis yang ada di samping Bayu kaget bukan main hingga ia terbangun.


Sulis melihat Bayu teriak dengan mengepalkan kedua tangannya.


" Mas....Mas...."


Sulis menggoyangkan lengan Bayu,agar Bayu terbangun.


" Mas...Bangun mas.." ucap Sulis. Ia menduga Bayu bermimpi buruk.


Namun Bayu tak kunjung bangun. Sulis panik dan bingung melihat Bayu berteriak. Ia berulang kali membangunkan Bayu,namun Bayu tak kunjung bangun juga.


Tak lama kemudian Bayu berhenti teriak.


Dok....Dok..... Dok... ( suara pintu)


" Kak....Kak Sulis..." suara Melisa.


" Sebentar Mel...." ucap Sulis.


Sulis segera menutupi tubuh Bayu,kemudian mengambil pakaiannya,lalu memakainya. Masa iya menemui Melisa tak memakai pakaian.


Setelah selesai memakai pakaian,Sulis berjalan ke pintu,lalu membuka kunci pintu.


Ceklek...Ceklek....Kriiiiieeet..


Nampak Melisa,dam Aisyah berdiri di depan pintu.Kamar mereka bersebelahan,sehingga suara teriakan Bayu terdengar.


" Kenapa kak Bayu teriak?" ucap Melisa.


" Aku gak tahu Mel...Tiba - tiba saja berteriak gitu pas tidur.." ucap Sulis.


Melisa masuk ke dalam untuk melihat keadaan Bayu.


" Boleh saye masuk?" ucap Aisyah.


" Silahkan..." ucap Sulis.


Aisyah berjalan masuk,lalu Sulis menutup pintu.


" Kenapa kak Bayu gak bangun kak?" ucap Melisa.


" Ya gak tahu Mel..Tadi sudah ku coba untuk membangunkan,tapi gak berhasil." ucap Sulis.


Jam menunjukkan pukul 3.10.


Seperti biasa Bayu bangun untuk shalat tahajud dan sahur.


Bayu membuka matanya dan melihat ketiga istrinya ada di dekat dirinya lalu duduk dan menatap bergantian.


" Kok kalian ada di sini..?" ucap Bayu heran.


" Tadi Mel mendengar suara teriakan kak Bayu,jadi terbangun.." ucap Melisa.


Pintu kamar terbuka,ternyata Ayu yang membuka pintu lalu berjalan ke tempat tidur.


" Berarti aku teriak sampai di dunia ini." ucap Bayu dalam hati.


" Mas mimpi buruk?" ucap Sulis.


" Enggak sayang..."


" Mungkin karena aku marah kepada Sebastian,jadi terbawa mimpi.." ucap Bayu alasan.


Bayu turun dari tempat tidur. Sulis memberikan sarung pada Bayu. Bayu menerima lalu memakainya.


" Nanti shujin hari ini mau kemana?" ucap Ayu.


" Rencananya seh mau kerumah pak Johan yomesan..." ucap Bayu.


" Heemm... "


" Kapan mau survei tempat itu?" ucap Ayu.


" Insya Allah hari senin, Sabtu kita jalan - jalan...Mau gak.." ucapku.


" Mau.." ucap Ayu dan Melisa.


Bayu menatap Aisyah dan Sulis.


" Aku mau mas... " ucap Sulis.


Bayu lakukan itu agar para istrinya gak jenuh di rumah terus.


30 menit kemudian.


Bayu berada di ruang shalat,ia baru saja selesai shalat tahajud.


Kemudian memikirkan langkah selanjutnya tentang ibunya Alvin


" Bila aku datangin kerumah,pasti mereka akan terkejut dan juga gak mau bila ku bawa pergi.."


" Tapi bila aku gak kesana,dia akan mengirim orang - orang untuk mencelakai keluargaku.."


Tiba - tiba muncul sebuah ide,yakni menculik ibunya Alvin dengan bantuan Kumala Sari.


" Baiklah...Aku akan menculik dia saja..Jadi.."


" Alvin gak akan tahu bila itu perbuatanku.." ucap Bayu dalam hati.


" Kumala Sari... Cantik...Datang donk.."


" Sayang...." ucap Bayu pelan memanggil


Tiba - tiba muncul Kumala Sari di samping Bayu. Bayu menoleh.


"Assalam mu'alaikum... Ada apa suamiku..." ucap Kumala Sari.


" Wa'alaikum salam warahmatullah..."


"Aku ingin membawa seorang wanita ke alammu,wanita itu terlibat dalam pembunuhan Putri.." ucap Bayu.


" Di mana wanita itu? Ucap Kumala Sari.


" Sebentar.." ucap Bayu.


Bayu memejamkan mata dan merapalkan ajian Rogoh Sukmo.


Nampak sukma Bayu keluar dari raganya dan mengulurkan tangan ke kumala Sari.


" Ayoo...Ikut aku.." ucap Bayu.


Kumala Sari menyambut tangan Bayu. Setelah itu mereka menghilang.


---0.0.0---


Di kediaman rumah Johan.


Nampak seorang wanita berumur 40 an tahun memegang ponselnya sambil berjalan mondar - mandir. Wanita itu menghubungi seseorang,namun nomornya tidak aktif. Wanita itu adalah ibunya Alvin. Wajahnya mengalami perubahan,sebab ia menjalani operasi plastik,guna menghilangkan bekas luka bakar yang sebabkan oleh pria muda yang bernama Bayu.


Seminggu yang lalu,ia menelpon adiknya yang bernama Sebastian. Kini ia tak bisa menghubungi Sebastian.


Ibunya Alvin masih menaruh dendam kepada Bayu. Saat adiknya di penjara,ia sering mengunjungu adiknya di Rutan.


Sebastian merencanakan pembunuban,namun tak berani berbicara langsung,mereka memakai istilah untuk menyebut nama Bayu.


Ibunya Alvin mendapat pesan sebelum Sebastian tertangkap,ia memberi tahu mau minta uang buat menjalankan misi membunuh istri Bayu lagi.


Pintu kamar terbuka.


Nampak suaminya yang bernama Johan memakai stelan jas,Johan baru pulang dari tempat kerjanya. Ibunya Alvin menghampiri suaminya. Ia melepas jas dan dasi.


" Pah..."


" Besok aku mau bertemu dengan adikku..Boleh ya pah.." ucap ibunya Alvin.


" Boleh..Asal di antar.." ucap Johan.


pukul 3.55.


Bayu dan Kumala Sari muncul di dalam kamar.


Bayu menghampiri ibunya Alvin yang masih terlelap tidur.


" Ini..."


" Bawa dan kurung dia ya sayang..." ucap Bayu sambil menunjuk.


" Baik sayangku..." ucap Kumala Sari.


" Nanti siang setelah aku selesai shalat jum'at,aku akan menemuimu.." ucap Bayu.


Ibunya Alvin dan Kumala Sari menghilang.


" Beres...Dengan begini,mereka akan bingung mencarinya.." ucap Bayu,lalu menghilang dari kamar tersebut.


---0.0.0---


Pukul 7.10.


Bayu berkumpul dengan Diana,Ayu. Nampak Bayu menyuapi Imam.


" Aaaaaak...Heem...Enak kan Mam..." ucap Bayu sambil menyuapi. Lalu menyuapi Bintang.


Diana dan Ayu diam memperhatikan Bayu menyuapi Imam dan Bintang.


" Hari ini aku gak jadi kerumah pak Johan.." ucap Bayu.


" Pak Johan..? Siapa dia bi..?" ucap Diana.


" Dia ayahnya Alvin..Istrinya ikut terlibat dalam pembunuhan Putri.." ucap Bayu.


" Kurang ajar,mereka harus di beri pelajaran..Kenapa abi gak kesana...? " ucap Diana.


" Di culik? Kapan bi? " ucap Diana.


" Setelah selesai aku shalat tahajud,ku culik dia. Aku kesana bersama Kumala Sari." ucap Bayu.


" Oh iya bi...Aku penasaran dengan dia,dan.."


" Ingin melihat tempat tinggalnya.." ucap Diana.


" Habis jum'atan kalau umi mau ikut.." ucap Bayu.


Bayu menyuapi Imam.


" Kemana?" ucap Diana.


" Ke istana Kumala Sari.." ucap Bayu.


" Aku boleh ikut" ucap Ayu.


" Boleh...."


" Kalian jangan kaget ataupun takut bila bertemu hantu ya.."ucap Bayu.


" Ha...Ha..Hantu..?"


" Di sana ada hantunya bi..?" ucap Diana.


Melisa datang lalu duduk. Ia hanya memakai celana panjang dan kaos lengan panjang,tak memakai jilbab.


" Ya ada mi... Berbagai macam makhluk tak kasat mata ada di sana.."


" Ada juga rumah - rumah penduduknya.." ucap Bayu.


" Rumah penduduk? kalian membicarakan apa?" ucap Melisa.


" Alam ghaib sayang.." ucap Bayu.


" Alam ghaib???" ucap Melisa.


Aisyah berjalan bersama Sulis,lalu duduk di dekat Melisa.


" Begini...Habis Jum'atan,aku berencana mau ke istana Kumala Sari.."


" Siapa yang mau ikut?" ucap Bayu.


" Kalau ada hantunya,aku gak mau imut bi.." ucap Diana.


" Hantunya itu ada di luar istana,sedangkan di dalam lingkup istana gak ada. Seperti di film - film itu loh.." ucap Bayu.


" Apakah tidak apa - apa jika Imam ikut bi..?" ucap Ayu.


" Tidak apa - apa.." ucap Bayu.


" Mel ikut kak..." ucap Melisa.


" Aku ikut mas.." ucap Sulis.


" Baiklah...Setelah selesai shalat Jum'at,kita berangkat ke sana..." ucap Bayu.


" Kak...Nanti Mel mau pulang kerumah ..Boleh ya..." ucap Melisa.


" Boleh..."


" Selama kalian masih dalam lingkup perumahan ini tidak masalah..."


" Oh iya..Jangan beritahu siapa - siapa jika aku ajak kalian ke istana Kumala Sari ya..Kalian harus merahasiakannya ya.." ucap Bayu.


---0.0.0---


Mesjid Menteng.


Bayu sengaja shalat di mesjid tersebut,karena sudah lama dirinya tak datang. Tak lupa ia memakai jaket yang ada tudung,serta masker.


Nampak Bayu turun dari sepeda motor supranya,lalu berjalan menuju mesjid.


Begitu sampai di barisan paling depan dekat mimbar,Bayu melepaskan jaket dan meletakkan di depan. Lalu shalat sunnah.


Tak lama kemudian pak H. Ridwan muncul,ia melihat ke arah Bayu,Ia tahu bahwa itu Bayu dari cara berpakaian dan juga sorban yang dulu ia berikan.lalu berdiri di samping Bayu dan melakukan shalat sunnah.


Selesai shalat sunnah,pak H. Ridwan berkata pelan ke Bayu" Nanti,setelah shalat jum'at. Mampir sebentar ya "


" Insya Allah pak.." ucap Bayu pelan.


Perlahan,awalnya hanya sedikit jamaah yang datang,kini nampak penuh.


Lalu bedug pun di pukul,tanda waktu shalat telah masuk.


Setelah selesai shalat Jum'at. Mau gak mau Bayu datang kerumah pak H. Ridwan. Ia mengirim pesan ke istri -istrinya,memberitahukan bahwa dirinya mampir kerumah pak H. Ridwan dulu.


" Assalam mu'alaikum..." ucap Bayu saat di depan pintu.


" Wa'alaikum salam..." suara pak H. Ridwan.


Muncul pak H. Ridwan dari dalam.


" Ayo masuk nak.."


Bayu masuk ke dalam.


" Silahkan duduk.."


Bayu duduk di kursi sofa.Lalu melepas masker dan kaca mata.


" Nisaa..." ucap pak H. Ridwan.


" Iya bee.." suara Annisa.


Muncul Annisa dari dalam. Ia melihat Bayu duduk di sofa.


" Buatkan minum untuk Bayu.." ucap pak H. Ridwan.


" Iya bee..." ucap Annisa.Lalu masuk ke dalam


" Begini.. Maksud tujuan bapak mengundangmu.."


" Ibunya Ahmad ingin sekali mengunjungi makam Ahmad yang di cina..Apakah nak Bayu bisa mengabulkannya?" ucap pak H. Ridwan.


" Maaf pak haji...Bukannya saya tidak mau..Akan tetapi bila bapak kesana akan sangat berbahaya.." ucap Bayu.


" Sekali saja nak...Agar kami tidak penasaran... " ucap pak H. Ridwan.


" Hemm...Bila pak haji kesana...Saya tidak ikut.." ucap Bayu.


" Gak masalah,asal ada orang yang menuntun kami dan menunjukkan letaknya.." ucap pak H. Ridwan.


" Hemm...Nanti saya bicarakan hal ini pada keluargaku ya pak haji.." ucap Bayu.


Annisa muncul membawa nampan berisi gelas dan teh kotak,lalu di letakkan di meja.


" Silahkan di minum.." ucap pak H. Ridwan.


Bayu mengambil teh kotak,lalu meminumnya.


Annisa berjalan masuk ke dalam. Lalu muncul Zahra.


" Eh...!!! Ada bang Bayu.." ucap Zahra lalu berjalan ke arah Bayu.


" Gimana kabarmu Ra.." ucap Bayu.


Zahra menyodorkan tangan ke Bayu. Bayu menangkupkan ke dua telapak tangan,lalu Zahra menarik tangan dan duduk di samping Bayu.


" Baik bang.."


" Sudah lama bang Bayu gak ke sini"ucap Zahra.


" Iya...Aku sibuk Ra..."


" Gimana sekolahmu.." ucap Bayu.


" Pusing bang... Makin susah pelajarannya.." ucap Zahra.


" Kalau rajin belajar,nanti kamu bisa kok.." ucap Bayu.


" Apakah nak Bayu jadi tinggal di Pacitan..?" ucap pak H. Ridwan.


" Insya Allah pak... Saya survei dulu tempatnya,bila cocok,ya kami akan tinggal di sana aja.." ucap Bayu.


" Kenapa gak tinggal di sini aja bang..." ucap Zahra.


" Mau belajar mandiri Zahra..." ucap Bayu.


Tiba - tiba ponselnya Bayu berdering nada panggil,lalu Bayu mengeceknya,rupanya Diana yang menelon.


" Assalam mu'alaikum.." ucap Bayu.


Pak H. Ridwan berdiri lalu masuk ke dalam.


" Wa'alaikum salam...Abi pulang jam berapa..?" suara Diana.


" Sebentar lagi aku pulang sayang..." ucap Bayu.


"Jangan lama - lama ya sayang.."suara Diana.


" Iya..." ucap Bayu.


" Assalam mu'alaikum..." suara Diana.


" Wa'alaikum salam.."


Bayu menekan tombol mematikamn panggilan,lalu mengantongi hapenya.


" Oh iya Ra...Apakah kamu sudah punya pacar..?" ucap Bayu pelan.


" Sudah putus bang..." ucap Zahra.


" Aku pamit pulang dulu ya.." ucap Bayu.


" Kenapa buru - buru bang..?" ucap Zahra.


" Aku ada perlu Ra...." ucap Bayu.


---0.0.0---


Rumah pak Johan.


Pagi hari.


Seperti biasa pak Johan bangun dari tidurnya,ia tak mendapati istrinya tidur. Ia berpikir bahwa istrinya telah bangun.lalu ia pun pergi ke kamar mandi.


Di saat pak Johan berada di meja makan,nampak pembantunya meletakkan minuman susu hangat di depan pak Johan.


" Apakah dia sudah pergi menemui Sebastian?" ucap pak Johan dalam hati sambil memakan roti yang telah di beri selai.


Pak Johan tidak tahu,bahwa istrinya telah di bawa pergi oleh Penguasa air terjun Kedung Pedut,yakni ratu Kumala Sari.


---0.0.0---


Alam ghaib.


Nampak seorang wanita terkurung di dalam sebuah ruangan. Mata wanita itu terbuka secara pelahan,lalu duduk. Wanita itu adalah ibunya Alvin. Kesadarannya mulai pulih. Lalu melihat sekitar,ia kaget dan terkejut. Dirinya berada di tempat yang sangat asing. Lalu ia pun berdiri.


" Aku ada di mana..." ucap ibunya Alvin


" PAAAAAAH......" teriak ibunya Alvin.


Tak ada jawaban dari suaminya. Lalu ia pun mengingat - ingat sebelum dirinya tidur.Kemudian berjalan ke dinding pagar besi. Ia melihat seorang pria memakai pakaian aneh,yakni pakaian prajurit jawa kuno,memegang sebuah tombak. Lalu ia berpikir bahwa dirinya masih di alam mimpi. Mimpi yang sangat aneh.