
Nampak Bayu akan melewati pintu rumah yang terbuka,tak jauh dari Bayu ada kakek Zhang duduk di kudsi tamu sendirian menunggu kedatangan Bayu.
"Assalam mu'alaikum..." ucap Bayu saat melewati pintu rumah.
" Wa'alaikum salam...." ucap kakek Zhang.
Bayu datang memghampiri kakek Zhang lalu mencium punggung tangannya.
"Duduklah...Kakek ingin bicara.." ucap kakek Zhang.
" Bicara tentang Sebastian ya mbah.." ucap Bayu sambil duduk.
" Iya..."
" Mereka mau kamu apakan?" ucap kakek Zhang.
" Terserah mbah aja,tapi..."
" Jangan sampai mereka keluar menghirup udara bebas.." ucap Bayu.
Bayu mengambil teh Kotak yang ada di meja lalu meminumnya.
"Baiklah... Lalu.."
" Kakek dengar bahwa istrinya Johan ikut terlibat ,apakah berita itu benar?" ucap kakek Zhang.
" Benar mbah..Dia sudah ku tahan juga.."ucap Bayu.
"Ada di mana dia sekarang..?"ucap kakek Zhang penasaran.
" Di tempat di mana tak seorang manusia bisa menemukannya mbah.." ucap Bayu.
" Di mana itu?" ucap kakek Zhang.
"Dia ada di alam ghaib mbah.." ucap Bayu.
" Alam ghaib..Alam yang seperti apa?"ucap kakek Zhang.
" Alam di yang penghuninya makhluk tak kasat mata,seperti hantu mbah.." ucap Bayu.
" Siapa yang membawa dia ke sana Bayu." ucap kakek Zhang.
" Ratu penguasa air terjun kedung pedut mbah.." ucap Bayu.
" Air terjun Kedung Pedut???"
" Bukankah itu tempat berada di jawa tengah,dekat dengan rumah pakdemu.." ucap kakek Zhang.
" Benar sekali mbah..."ucap Bayu.
" Lalu..Apakah kamu jadi tinggal di Pacitan?" ucap kakek Zhang.
" Belum tahu mbah...Bayu belum survei tempatnya..."
" Oh iya mbah.."
" Bayu minta tolong.. Pak haji Ridwan ingin. Sekali ke kuburannya Ahmad. Tolong bawa mereka ke sana ya mbah.." ucap Bayu.
" Hemmm...Nanti kakek usahakan.."
" Bagaimana jika kalian tinggal jangan jauh - jauh.."
" Capek tahu Bay jika jauh... Apa kamu gak kasian sama kakek yang sudah tua ini," ucap kakek Zhang.
" Iya juga seh...Kalau jauh,otomatis badan pegal - pegal selama perjalanan.." ucap Bayu dalam hati.
" Lalu..Bayu tinggal di mana mbah?" ucap Bayu.
" Kamu maunya seperti apa tempat tinggal itu?" ucap kakek Zhang.
" Bayu maunya itu buat ke lima istri Bayu punya rumah sendiri tapi masih 1 lingkungan,rumah itu sederhana,gak usah mewah,terus ada mushallla,dekat pantai teruuss...."
" Lahannya agak luas agar bisa bercocok tanam.."
"Satu lagi mbah.. Dekat dengan pondok pesantren...Bayu berencana memasukkan semua anak - anakku di pondok pesantren." ucap Bayu.
" Baiklah...Nanti kakek carikan lahan itu.."
" Kenapa tidak mondok di pesantren pak kyai Syukron aja Bay?,,kan kamu sering kesana. Nanti jika Imam atau Bintang sedang sakit karena hari lahirnya. Maka pihak pengurus akan merawat. Kakek juga bisa datang menjenguknya.." ucap kakek Zhang.
" Hemmm...Iya juga seh..."
" Tapi.."
" Jangan terlalu di manjakan ya mbah.."
" Bayu ingin mereka gak terlena dengan harta dunia saja.." ucap Bayu.
" Iya..Kamu tenang saja Bayu.."
Kakek Zhang berdiri.
" Kakek mau pulang dulu.." ucap kakek Zhang.
" Iya mbah..." ucap Bayu lalu berdiri.
Bayu mengantar kakek Zhang sampai ke teras rumah.
Sebuah mobil berjalan,lalu berhenti.
" Assalam mu'alaikum..." ucap kakek Zhang.
" Wa'alaikum salam warah matullah.." ucap Bayu.
Kakek Zhang masuk ke dalam mobil,lalu mobil itu berjalan.
Bayu masuk ke dalam rumah untuk menemui istri - istrinya.
1 Jam kemudian.
Bayu bersama keluarganya telah berkumpul di dalam kamar Ayu. Mereka sudah siap untuk pergi ke alam ghaib,ada yang membawa tas berisi makanan dan minuman
" Gak ada yang ketinggalan kan..?" ucap Bayu memastikan.
" Gak ada bi..." ucap Diana.
" Baiklah...."
" Kumala Sari...Cantik...Datanglah.."
" Sayang...." ucap Bayu.
Tak lama kemudian muncul Kumala Sari.
Bayu menoleh ke arah Kumala Sari.
" Assalam mu'alaikum ..Ada apa suamiku..?" ucap Kumala Sari.
" Wa'alaikum salam warahmatullah.."
" Para istriku ingin pergi melihat istanamu cantik..Boleh ya...." ucap Bayu.
Kumala Sari menatap semua istri Bayu.
" Boleh..Suruh mereka pejamkan matanya suamiku." ucap Kumala Sari.
" Pejamkan mata kalian,tunggu aba - aba dariku,baru kalian membuka mata kalian.." ucap Bayu.
Para istri Bayu menuruti ucapan Bayu,mereka menutup matanya,Ayu dan Diana menutup mata Bintang dan Imam.
" Sudah cantik...Ayoo kita pergi.." ucap Bayu.
Kumala Sari menggerakkan tangannya.
Mereka kemudian menghilang dari kamar tersebut.
---0.0.0---
Alam ghaib.
Istana Kumala Sari.
Mereka muncul di teras.
" Buka mata kalian.." ucap Kumala Sari.
" Bukalah mata kalian.." ucap Bayu.
Para istri Bayu membuka matanya,sebab mereka mendengar suara wanita.
Mereka melihat ke arah Kumala Sari.
" Apakah anda Kumala Sari?" ucap Diana.
" Benar...Aku Kumala Sari" ucap Kumala Sari.
Para istri Bayu pertama kali melihat sosok Kumala Sari nampak tak percaya,ternyata Kumala Sari seorang wanita yang parasnya cantik jelita.
" Anda sangat cantik sekali..." ucap Diana.
" Terima kasih..." ucap Kumala Sari.
" Kak..Mel manggilnya apa neh?" ucap Melisa.
" Panggil saja kanjeng Ratu..." ucap Kumala Sari.
" Kanjeng Ratu..Boleh kah Mel menyentuhmu.." ucap Melisa.
" Silahkan,asal sopan..Bila tidak,aku tak segan - segan menghajar kalian.." ucap Kumala Sari.
Melisa mendekati Kumala Sari,lalu menyentuh lengannya.
" Kak...Badannya kanjeng Ratu kok sama seperti kita..?" ucap Melisa.
" Ya emang sama Mel..." ucap Bayu.
Para istri Bayu yang lainnya pun ikut menyentuh lengan Kumala Sari karena penasaran.
Setelah selesai menyentuh.
" Anoo....Maaf...Usia kanjeng Ratu sudah berapa tahun..?" ucap Ayu.
" Lebih dari ratusan tahun.." ucap Kumala Sari.
" Seriuss....!!!!??" ucap Diana tak percaya.
" Apa yang di katakannya memang benar mi..."ucap Bayu.
" Mari...Ikut aku.."ucap Kumala Sari.
Mereka kemudian mengikuti Kumala Sari. Selama mengikuti Kumala Sari,para istri Bayu melihat sekitar. Apa yang di katakan oleh Bayu,memang benar. Suasana istana Kumala Sari seperti kerajaan yang ada di film - film.
Hingga mereka tiba di ruang singgasana.
Lalu Kumala Sari duduk di kursi singgasananya lalu menyuruh bawahannya menyiapkan meja dan jamuan untuk para istri Bayu.
" Bi....Apakah mereka semua manusia?" ucap Diana pelan.
" Aku gak tahu mi...Dah..Jangan tanya - tanya soal mereka ya..." ucap Bayu pelan.
Tak lama kemudian muncul beberapa anak buah Kumala Sari membawa meja,lalu di belakangnya para dayang membawa buah - buahan lalu di letakkan di meja.
" Silahkan duduk...Dan nikmatilah hidangan yang telah kami sajikan.." ucap Kumala Sari .
Bayu dan para istrinya duduk,lalu mengambil buah - buahan.
" Suamiku...Kenapa tidak duduk di sini?" ucap Kumala Sari.
Aisyah yang sedang makan buah Anggur mendengar ucapan Kumala Sari jadi tersedak. Karena Kumala Sari memanggil Bayu dengan sebutan suami.
Uhuuuk...Uhuuuk...Uhuuuk....
" Bergabunglah dengan kami... Agar lebih seru.." ucap Bayu.
" Kapan kak Bayu menikah dengan tante Sari.?" ucap Melisa.
" Kalian jangan bertanya tentang apa - apa dulu ya.." ucap Bayu.
" Apa tadi kamu bila..." ucap Kumala Sari marah,lalu menggerakkan tangannya ke Melisa.
Melisa merasa lehernya tercekik.
" Kak...Aaakkhhu.." ucap Melisa sambil memegang lehernya,ia merasakan gak bisa bernafas,bagaikan di cekik.
" Hentikan cantik..." ucap Bayu kalem.
Kumala Sari menarik lagi ilmunya.
Uhuuuk....Uhuuuuk...Uhuuk... Melisa terbatuk - batuk.
" Kalian adalah tamuku...Jadi.."
" Jaga kesopananmu..."
" Jika kalian bukan istri suamiku,aku pastikan kalian telah tewas.." ucap Kumala Sari.
Bayu berdiri lalu menghampiri Kumala Sari.
" Cantik..."
" Jangan bersikap kasar lagi ya.."
" Mereka adalah istriku.."ucap Bayu kalem.
" Baiklah..." ucap Kumala Sari.
" Jika salah,harus ngapain?" ucap Bayu. Sebab sebelumnya Bayu pernah mengajari Kumala Sari.
" Minta maaf.." ucap Kumala Sari.
" Pinterr..." ucap Bayu.
Kumala Sari menghampiri Melisa.
Melisa melihat Kumala Sari menjadi ketakutan,takut di sakiti lagi.
Kumala Sari duduk jongkok lalu mengulurkan tangannya ke Melisa.
" Aku minta maaf..." ucap Kumala Sari.
Para istri Bayu melihat ke arah Bayu. Bayu mengaggukkan kepalanya.
Melisa menyambut tangan Kumala Sari.
" I...I..Iya..Aku maafin.." ucap Melisa.
Bayu berjalan ke arah Kumala Sari.
" Nah gitu dong..." ucap Bayu lalu duduk.
Prok...Prok...
Lalu muncul para penari dan para pemain gamelan. Setelah itu mereka melakukan seperti biasanya.Yaitu menari.
" Shujin..." ucap Ayu.
" Iya..." ucap Bayu.
" Aku mau pipis.." ucap Ayu.
Bayu berdiri.
" Ayo ikut aku.." ucap Bayu.
" Mau kemana suamiku?" ucap Kumala Sari.
" mengantar Ayu ke kamar mandi cantik..." ucap Bayu.
Ayu menyerahkan Imam ke Sulis.
" Tolong jaga sebentar ya Lis.." ucap Ayu sambil menyerahkan Imam.
" Iya..." ucap Sulis.
Ayu berdiri,lalu Bayu berjalan dan Ayu pun mengikuti Bayu.
Aisyah dan Melisa berdiri lalu memgikuti Ayu dan Bayu.
" Shujin..Apakah dia seorang dewi?" ucap Ayu sambil berjalan.
" Bukan...Yang jelas dia itu bukan manusia.." ucap Bayu.
" Apakah dia dari bangsa Jin?" ucap Aisyah.
" Bisa jadi..."
" Mel...Dimanapun kita berada,jaga kesopanan ya sayang.." ucap Bayu.
" Iya kak..." ucap Melisa.
Sampailah mereka di sebuah tempat kamar mandi.
" Ini kamar mandinya..Kalau mau ngising di sana.." ucap Bayu lalu menunjuk.
Ayu masuk ke dalam kamar mandi.
" Sejak kapan habib albi menikah dengan dia..?" ucap Aisyah.
" Aku gak ada menikah dengan dia sayang.."
" Dia menganggapku sebagai suaminya... " ucap Bayu.
" Habib albi bertemu dengan dia dimana?" ucap Aisyah.
" Di rumah pakdeku...." ucap Bayu.
Tal lama kemudian Ayu keluar,lalu Aisyah masuk ke dalam.
" Bila dia ada di jepang,mungkin sudah kami anggap sebagai dewa shujin... Seperti shujin yang bisa menghilang.." ucap Ayu.
" Setelah ini aku mau melihat ibunya Alvin..." ucap Bayu.
Tak lama kemudian Aisyah keluar,lalu mereka pun kembali ke tempat semua.
" Kak...Pulang yuk..." ucap Melisa.
" Nanti Mel..Aku belum menemui ibunya Alvin.." ucap Bayu.
" Mel takut kak..Nanti dia mencekik Mel lagi.." ucap Melisa.
" Kalian turuti saja ucapannya..Jika dia minta di panggil kanjeng ratu,kalian iyakan saja.Hargai dia,pasti dia akan menghargai kalian"
" Sebab dia usianya sudah ratusan tahun.." ucap Bayu.
Setelah mereka sampai.Mereka pun duduk.
Kumala Sari duduk di kursi singgasananya.
" Oh iya cantik,aku ingin melihat wanita itu..Dia ada di mana..?" ucap Bayu.
Kumala Sari berdiri lalu berjalan ke arah Bayu.
" Mari ikut aku.." ucap Kumala Sari.
" Kalian mau ikut atau di sini aja..?" ucap Bayu.
" Aku di sini aja bi.." ucap Diana.
" Ya sudah...Ku tinggal dulu..." ucap Bayu lalu berdiri.
Bayu menghampiri Kumala Sari lalu mereka pun berjalan.
" Sayang..." ucap Kumala Sari.
" Iya.." ucap Bayu.
" Aku ingin bercinta denganmu seperti waktu itu.." ucap Kumala Sari.
" Maafkan aku,kita beda alam cantik..." ucap Bayu.
" Bagaimana jika aku masuk ke dalam tubuh salah satu istrimu...?" ucap Kumala Sari.
" Waduh...Gimana ya..Dalam kamusku selama belajar di pondok pesantren gak ada eee tentang hubungan badan seperti itu..."
" Apakah ku iyakan saja ya...Toh aku tetap menggauli istriku.." ucap Bayu dalam hati.
" Baiklah..." ucap Bayu.
Emmmuaaaachh.....
" Makasih suamiku.." ucap Kumala Sari.
Nampak sebuah bangunan seperti penjara pada umumnya.Hanya lantai saja yang berbeda. Lantai itu hanya dari tanah saja.
Seorang wanita yang tak lain ibunya Alvin nampak duduk menyender di tembok.
" Apakah tadi sudah di kasih makan?" ucap Bayu.
Ibunya Alvin mendengar suara pria melihat ke arah Bayu,lalu ia pun terkejut..
" Ba...Ba..Bayu...!!!!??" ucap ibunya Alvin.
" Belum suamiku.." ucap Kumala Sari.
Ibunya Alvin berdiri lalu berjalan ke arah Bayu.
" Beri saja buah apel dan air minum dua kali sehari,agar dia tetap hidup.." ucap Bayu.
" Mengapa kamu ada dalam mimpiku...?" ucap ibunya Alvin belum menyadari jika dirinya sudah sadar.
" Baik suamiku.." ucap Kumala Sari.
Bayu menoleh ke ibunya Alvin.
" Karena kamu telah berkomplot dengan adikmu untuk mencelakai istriku..."
" Kamu selamanya akan bermimpi di sini.." ucap Bayu.
" Jika ini mimpi,kenapa aku merasakan lapar dan aku tadi buang air kecil..?" ucap ibunya Alvin.
" Mimpimu ini seperti kenyataan..Jadi nikmatilah mimpimu ini.." ucap Bayu.
" Bagaimana kamu tahu jika aku berkomplot dengan adikku?" ucap ibunya Alvin.
Bayu tak menjawab,ia pun berjalan menjauhi ruang tahanan tersebut.
" Setiap memberi makanan,berikan 2 buah apel dan air minum ya cantik.." ucap Bayu.
" Iya suamiku..." ucap Kumala Sari.
Bayu dan Kumala Sari berjalan ke tempat semula.
" Duduklah di sini.."
Kumala Sari menuruti ucapan Bayu,ia duduk di samping Bayu.
" Kalian mau jalan - jalan apa enggak?" ucap Bayu.
" Jalan - jalan kemana mas?" ucap Sulis.
" Melihat penduduk di luar istana ini..." ucap Bayu.
" Gak mas...Aku takut. Kata mas ada pocongnya.." ucap Sulis.
" Ya emang ada,anggap aja uji nyali..." ucap Bayu.
" Gak mas...Aku benar - benar takut.." ucap Sulis.
"Mel juga gak ikut kak..." ucap Melisa.
" Ya sudah kalau gitu..." ucap Bayu.
" Maaf kanjeng ratu..Mengapa penari itu pakaiannya tidak sama?" ucap Diana menunjuk salah satu penari.
" Dia tumbal peesembahan..." ucap Kumala Sari.
" Jadi...Cerita tentang tumbal itu benar adanya? Bukan mitos?" ucap Diana.
" Iya mi...Tumbal yang di serahkan oleh manusia yang bersekutu dengan Cantik,akan diambil. Semua cerita itu benar adanya.."
" Kalian tenang saja...,dia sudah berubah"
" Tidak ada lagi tumbal.." ucap Bayu.
" Mengapa bisa begitu mas?" ucap Sulis.
" Karena cantik telah masuk islam,dan aku telah melarangnya untuk memgambil tumbal manusia.." ucap Bayu.
" Jadi..Penari itu sebelumnya manusia ya bi.." ucap Diana.
" Iya mi.." ucap Bayu.
" Anoo..."
" Boleh saya menyentuh kanjeng Ratu..?" ucap Ayu.
Kumala Sari menyodorkan tangannya,lalu Ayu menyentuh kulit Kumala Sari.
Ayu merasakan kehalusan dan kelembutan kulit Kumala Sari.
" Kulit kanjeng Ratu halus dan lembut.." ucap Ayu.
Diana ikut menyentuh tangan Kumala Sari,dan merasakannnya.
" Iya...Bagaimana bisa kanjeng ratu..?" ucap Diana.
" Aku memakai rempah - rempah yang ada.." ucap Kumala Sari.
" Kirain pakai Purba Sari.." ucap Bayu dalam hati.
" Boleh saya lihat rempah - rempahnya..?" ucap Diana.
Kumala Sari menarik tangannya.
" Singkirkan buah itu "
Diana menyingkirikan buah - buahan di meja.Setelah itu Kumala Sari menggerakkan tangannya.
Muncul berbagai wadah terbuat dari kuningan,di tempat itu ada isinya berupa rempah - rempah.
" Itu rempah - rempahnya.." ucap Kumala Sari.
Diana memperhatikan rempah - rempah tersebut. Diantaranya ia tahu namanya,namun ada lagi yang tidak tahu. Karena baru pertama kali melihatnya. Lantas Diana menanyakan rempah - rempah itu. Kumala Sari memberi tahu. Lalh Diana menanyakan bagaimana cara menggunakannya. Kumala Sari memberi tahukan cara pemakaiannya.
Diana diam menyimak,karena ia ingin kulitnya halus dan lembut seperti Kumala Sari.
" Kanjeng ratu..Bolehkah saya minta rempah - rempah ini?" ucap Diana.
" Boleh..Tapi ada syaratnya.." ucap Kumala Sari.
" Apa syaratnya..?" ucap Diana.
" Aku meminjam tubuhmu untuk bercinta dengan suamiku.." ucap Kumala Sari.
" Bagaimana bi..." ucap Diana.
" Ya terserah umi..." ucap Bayu.
" Baiklah..Aku setuju.." ucap Diana.
" Kenapa kanjeng ratu harus memakai tubuh orang lain?" ucap Melisa.
" Karena suamiku gak mau berhubungan langsung denganku..Jika tidak mau gak masalah..Karena salah satu rempah - rempah itu tak ada di dunia kalian.." ucap Kumala Sari.
1 Jam kemudian.
Para istri Bayu memutuskan untuk kembali ke dunia nyata.
---0.0.0---
Kamar Ayu.
Bayu bersama keluarganya muncul di dalam kamar.
" Habib albi.." ucap Aisyah.
" Iya..." ucap Bayu.
" Apakah habib albi bersekutu dengan dia?" ucap Aisyah.
" Tidak...Dia yang mendatangiku dan menyukaiku"
" Jika aku bersekutu dengan dia,aku yang mendatangi dia dan meminta sesuatu dari dia.."
" Tapi dia memberikanku kekuatan tanpa aku minta.."
" Sekarang kalian siap - siap ya..Karena sudah masuk Ashar.." ucap Bayu.
" Kok masih sore mas...Padahal tadi kita lama di sana" ucap Sulis.
" Sehari semalam di dunia nyata di dunia itu 2 hari sayang..." ucap Bayu.
" Kok bisa begitu mas.." ucap Sulis.
" Ya aku gak tahu Lis...Dah yuk kita shalat.." ucap Bayu.