SANG PENERUS.

SANG PENERUS.
UNDANGAN KE RUMAH ALVIN


Nampak sebuah mobil mewah berjalan di atas aspal hitam. Seorang pemuda memakai masker berada di dalam mobil tersebut. Pemuda itu adalah Bayu.


"Hem beli di mana ini ya...


Bayu bingung mau beli pesenan ibunya.Karena tak melihat toko di pinggir jalan.


Lalu Bayu melihat ada supermarket.


"Beli di situ sajalah...Dari pada pusing..." ucap Bayu.


Bayu membelokkan mobilnya ke supermarket.


---***-----


Supermarket.


Nampak Bayu memasukkan pesanan ibunya ke dalam troli. Lalu berjalan ke stand cemilan.


Tanpa di sengaja,Alvin bersama ayah dan ibunya berbelanja di situ dan berpas - pasan dengan Bayu.


"Seperti Bayu..." ucap Alvin dalam hati melihat Bayu mendorong troli.


"Hai... kang Alvin...." ucap Bayu menyapa Alvin.


"Bayuu....!! " ucap Alvin.


"Iya... " ucap Bayu.


Alvin memeluk Bayu.


"Aku normal kang...." ucap Bayu.


"Ooo...Ini yang namanya Bayu." ucap Ayahnya Alvin dalam hati.


"Ciiih... Ternyata dia orang miskin..." ucap ibu Alvin dalam hati.


Alvin melepaskan pelukannya.


"Aku tuh pengen menemuimu setelah dari RS,tapi kata Sulis kamu gak ada di rumah.." ucap Alvin.


"Iya... Aku pergi bersama ibuku kang..." ucap Bayu.


"Oh iya pa...


"Ini yang namanya Bayu paaah....Maah... Yang waktu itu aku berkelahi sama dia.." ucap Alvin .


"Maafkan saya pak,waktu itu saya menghajar Alvin putra bapak dan Ibu...." ucap Bayu.


"Ya gakpapa Bay...Kamu gak salah ...


"Jika aku di posisimu,aku juga akan menghajar Alvin...


Ayahnya Alvin menyodorkan tangannya.


"Namaku Johan Irawan" ucap ayahnya Alvin.


Bayu menyambut tangan ayahnya Alvin.


"Saya muhammad Bayu pak" ucap Bayu.


"Oooo....Jadi dia yang menghajararmu Vin..." ucap ibunya Alvin


"Mah...Sudah mah...Alvin juga yang salah,bukan Bayu..." ucap Johan.


"Maafkan saya bu...." ucap Bayu.


"Ma...Ini kesalahan Alvin Maa.. Bayu gak salah.." ucap Alvin.


"Oke mama maafin.." ucap ibunya Alvin.


".Oh iya Bay.... Apa yang kamu ucapkan benar - benar terjadi. Jariku kembali normal seperti biasa.." ucap Alvin.


"Alhamdulilah kalau dah normal kang...Saya tinggal dulu ya Kang...Pak...Bu... " ucap Bayu lalu melangkahkan kakinya.


"Tunggu dulu Bay..." ucap Alvin.


"Iya Kang" ucap Bayu menghentikan langkahnya.


"Aku minta no hapemu...Soalnya Sulis aku mintain gak mau kasih,katanya minta sendiri sama orangnya..." ucap Alvin.


"0857******** itu nomorku kang.." ucap Bayu.


"Bentar Yu...Ini baru aku buka hapeku.." ucap Alvin.


"0857******** Sudah?" ucap Bayu.


"Ku miscol dulu..." ucap Alvin.


Avin menelpon nomor Bayu.


Hape Bayu berdering.


"Itu nomorku Bay..." ucap Alvin.


"Iya kang...Aku ke kasir dulu ya...Soalnya di tunggu oleh ibuku di rumah.." ucap Bayu.


"Iya Bay...


Bayu berjalan menjauhi Alvin.


"Pa...Aku mau undang Bayu kerumah...Boleh gak pa" ucap Alvin.


"Hem...Boleh...Sekalian papa ingin menanyakan mata merah yang kamu bilang itu Vin.." ucap Johan.


"Gak boleh..." ucap ibunya Alvin.


"Kata Bayu itu sakit pa..." ucap Alvin.


"Ma....Kenapa seh ma? Jika papa dalam posisi Bayu..Maka papa akan menuntut Alvin atas penyerangan itu. Tapi Bayu tidak menuntutnya maa.." ucap Johan pada istrinya.


"Dia itu orang miskin pa...Papa lihat sendiri kan pakaiannya Bayu...Jadi gak mungkin dia bisa menuntut" ucap Ibunya Alvin.


"Jika Bayu tak melarang Sulis waktu itu... Sulis akan mati maa... Jadi tolong hargai dia ma.." ucap Johan.


---***---


Di parkiran mobil.


Namapak para 2 Pemuda dan 3 Gadis berfoto di depan mobil Bayu.Pakaian mereka nampak keren di bandingkan Bayu yang menggunakan kaos partai warna kuning bergambar Pohon Jengkol.


"Asem....Mending aku naik motor sajalah..Dari pada naik mobil mewah.." ucap Bayu dalam hati.


Tit...Tit....Bayu menekan tombol saat berada 10 meter dari mobilnya.


EH.....!!!?? Mereka kaget mobil mewah itu berbunyi.


Saat Bayu hendak membuka pintu mobilnya.


Seorang pemuda menampik tangan Bayu.


"Lu jangan sentuh - sentuh mobil gue...


"Pergi sono....Dasar gembel." ucap pemuda 1 laku mendorong badan Bayu.


"Kalau itu mobil sampeyan...Tunjukkan kunci mobilnya.... Kalau gak bisa nunjukin,berarti itu bukan mobil sampeyan" ucap Bayu.


"Ngapain gue nunjukin kunci mobil itu ke lu...


"Dah...Sono lu pergi.." ucap pemuda 1.


Seorang gadis menghampiri Bayu di ikuti yang lainnya.


"Lu itu gembel... Jadi jangan dekat - dekat ke mobil cowok gue..." ucap gadis 1.


Tangan Bayu masuk ke dalam kantong lalu menekan tombol pengunci.


Tiiit...Suara mobil Bayu.


"Eh...!!!?? mereka kaget.


"Tuh bunyi sendiri,berarti bukan mobil sampeyan..." ucap Bayu.


"Tadi itu gue yang pencet itu kunci mobilnya.." ucap pemuda 1 berkilah.


Bayu mengeluarkan kunci mobil lalu menekan tombol pembuka.


Tiit..Tiit....Suara mobil.


"EH....!!!??? mereka terkejut.


Bayu berjalan ke mobilnya dan membuka pintu.


lalu masuk ke dalam,dan menaruh barang belanjaan di kursi sampingnya.Lalu menutup pintu.


Bayu menghidupkan mesin mobil,lalu membuka Kaca pintu.


Brrummm.....Brruuuummmmm......


"Jangan pernah mengaku itu barangmu kang... Semua itu hanyalah titipan dari Allah..." ucap Bayu.Lalu menutup kaca jendela.Lalu menjalankan mobilnya.


Mereka terdiam dan terpana melihat Bayu memasuki mobil mewah.


Bruuuuuuuuuuumm...... Mobil Bayu meninggal tempat itu.


"Anjeeeng..... Gue kira dia gembel...Gak tahunya orang kayaaa..." ucap pemuda 1.


"Lu sih...Langsung ngatain dia gembel...Coba enggak..Aku bisa minta no hapenya.." ucap gadis 2.


"Mau ngapain kamu minta nomornya dia yank?" ucap pemuda 2.


"Mau duitnya lah...Kan mayan bisa buat gue shoping yank...." ucap gadis 2.


----***-----


Selasa pukul 14.45


Trang....Trang.....Trang....Trang....


Suara besi berbenturan,kadang muncul api.


Nampak Bayu dan Hinata sedang berlatih pedang.Bayu ingin berlatih pedang karena penasaran.Sebelum latih tanding,Bayu meminjam kalung ibunya,lalu di pakaian ke Hinata.


Kaos Bayu nampak ada yang robek terkena pedang.


Sedangkan Hinata masih utuh pakaiannya.


Bayu menunduk sambil mengayunkan pedangnya.


Hinata melompat.


Bimo,Daniel dan Lukman melihat mereka berlatih pedang nampak bergidik ngeri.


Bayu meningkatkan kekuatannya.


Mata hitam Bayu berubah merah.


Traaang....Traaaang.....Traaang.....Traaaang...


Hinata merasakan serangan Bayu makin kuat,ia pun menambahkan mengeluarkan kekuatannya.


Traaang...Tranggg...Traaang....Traaang...


Buugghhhh...... Hinata menendang dada Bayu.


Bayu termundur dua langkah.


"Asem...." ucap Bayu dalam hati.


"Cukup Bayu san..." ucap Hinata.


"Iya...." ucap Bayu.


Mata mereka kembali normal.


Mereka memasukkan lagi pedang itu ke dalam sarungnya kemudian berjalan ke Gazebo.


"Jancooook...Kalian yang latihan,aku yang gemetaran..." ucap Lukman.


"He eh Man...Jantungku aja bedegup kencang..." ucap Bimo.


"He...He...He...He...Habisnya aku penasaran banget... Pengen nyoba latihan pedang..Kalian ku ajak latihan pada gak mau " ucap Bayu.


Tak lama kemudian Mei Lien datang.


"Juancoook....Yang ada kita jadi daging cincang..." ucap Lukman.


Mei Lien melihat kaos Bayu banyak robek terkena pedang.


"Bajumu kenapa Bay ? kok pada robek begitu" ucap Mei Lien penasaran. Sebab ia tak melihat Bayu latihan pedang bersama Hinata.


"Habis latihan pedang bi..."ucap Bayu.


"Haaaah....!!!?? Serius Bay?" ucap Mei Lien tak percaya.


"Iya bibiku yang cantik..." ucap Bayu.


Mei Lien memeriksa tubuh Bayu.Tak ada luka di tubuh Bayu.


"Apakah ini kena sabetan pedang Bay?" ucap Mei Lien.


"Iya bi" ucap Bayu.


Mei Lien kembali memeriksa tubuh Bayu.


"Ba..Ba..Bagaimana mungkin kamu gak bisa terluka Bay..." ucap Mei Lien.


"Pakai ajian bibi Mei..." ucap Bayu berbohong.


"Ajian...? Ajian apa Bay?" ucap Mei Lien penasaran.


"Ajiaaaan....


Hape Bayu berdering di atas meja. Bayu berjalan ke meja lalu mengambil hapenya.


Nampak di layar nama Alvin menelpon.


"Hallo kang..." ucap Bayu.


"Halo juga Bay...Kamu lagi sibuk gak Bay?" suara Alvin.


"Enggak... Kenapa kang?" ucap Bayu.


"Aku pengen mengundangmu makan malam di rumahku Malam ini jam 8" suara Alvin.


"Hem.......Aku gak tahu alamat rumahmu kang.." ucap Bayu menolak halus


"Nanti aku kirim alamatku " suara Alvin.


"Takut nyasar aku kang..." ucap Bayu.


"Hem....Ajak tunanganku saja Bay...Dia tahu rumahku..." suara Alvin.


"Jangkreek... Aku dah nolak padahal.." ucap Bayu dalam hati.


"Insya ya kang jika gak hujan..." ucap Bayu.


"Iya Bay...Dah dulu ya Bay..." suara Alvin.


"Iya kang..." ucap Bayu.


Panggilan terputus.


Bayu mencari kontak Sulis lalu menelpon.


Tuuuut.....Tuuuut...Tuuuut...


"Assalam mua'laikum mas Bayu.." suara Sulis.


"Wa'alaikum salam Sulis...Kamu sibuk gak?" ucap Bayu.


"Enggak mas..Ada apa mas?" suara Sulis.


"Nanti habis magrib temanin aku bisa gak Lis?" ucap Bayu.


"Bisa...Bisaa....Temanin kemana Mas?" suara Sulis.


"Ke rumah Alvin..." ucap Bayu.


"Aaaaiiihh.... Kirain mau jalan - jalan ke monas atau ancol..." suara Sulis.


"Hari minggu aja kalau mau ke ancol...


"Gimana Lis..Bisa gak...Kalau gak bisa.." ucap Bayu terpotong


"Bisa..Bisaa....Mas....Tapi ke ancolnya bareng sama Annisa ya..." suara Sulis.


"Iya...Habis magrib aku ke sana setelah dari mesjid.." ucap Bayu.


"Iya mas..." suara Sulis.


"Asslam mu'alaikum..." ucap Bayu.


"Wa'alaikum sayang...Eh...Salam.." suara Sulis.


Bayu mematikan hapenya


"Alvin kenapa Bay?" ucap Daniel.


"Ngundang aku kerumahnya makan malam..." ucap Bayu.


"Ooo.... Kok dia tahu nomormu Bay?" ucap Daniel.


"Kemarin aku bertemu dengan dia sama ayahnya di supermarket,terus dia minta no hapeku...


"Kamu ikut kah Niel?" ucap Bayu.


"Enggak Bay.... Aku di rumah aja." ucap Daniel.


----***----


Pukul 17.20.


Bayu sudah berada di mesjid Menteng menggunakan sepeda motor impressa. Sengaja Bayu tak memakai mobil mewahnya untuk memghindari orang - orang yang bersikap resek.


Bayu memakai celana panjang hitam dan baju muslim.Tak lupa Bayu memakai songkok hitam.


Setelah Shalat Magrib,Bayu kerumah pak Ridwan.


"Assalam mua'alaikum..." ucap Bayu saat berada di depan rumah pak Ridwan.


"Wa'alaikum salam...." suara Annisa dan Sulis.


Kemudian Annisa dan Sulis muncul.


Nampak Sulis memakai pakai muslim,dan memakai jilbab.


"Kalian sangat cantik malam ini,."ucap Bayu.


"Makasih..." ucap Annisa dan Sulis.


"Kalian mau pergi ke kondangan kah?" ucap Bayu.


Annisa dan Sulis menggelitiki Bayu.


"Ha...Ha...Ha...Ha...Ha...Ha... Ampuuun..." ucap Bayu.


Mereka menghentikan menggelitiki Bayu.


"Maaf loh...Aku ngajakin hanya 1 orang saja..Soalnya aku bawa motor.. Gak bawa mobil.." ucap Bayu.


"Gakpapa mas...Mas mau kerumah Alvin kan..?" ucap Annisa.


"Iya Nur..." ucap Bayu.


"Kenapa gak bawa mobil mas?" ucap Sulis.


"Pengen aja...Mau gak Lis tak bonceng pakai motor..Kalau gak mau aku jalan sendiri.." ucap Bayu.


"Mau Mas....Mau...Jalan kaki juga gakpapa...Ya gak Nis?" ucap Sulis.


"Iya...Oh iya mas...Makasih ya kadonya..." ucap Annisa.


Saat Annisa Ultah,Bayu memberikan kalung emas bertuliskan Nur.Tak hanya Annisa saja yang di beri kado. Bayu juga memberi kado kepada Zahra, Sulis,Ahmad,pak Ridwan dan juga istrinya pak Ridwan. Bayu memberikan pakaian muslim ke Ahmad dan pak Ridwan.Sisanya berupa kalung emas atas saran Hana.


"Iya..Ayoo Lis kita berangkat...." ucap Bayu.


"Ayoo.." ucap Sulis.


"Ku pinjam dulu ya calon kakak iparmu Nur...Asslam mu'alakum" ucap Bayu.


"Iya mas...Wa'alaikum salam" ucap Annisa.


Ha...Ha...Ha...Ha...Ha...Ha...


"Geli Lis..." ucap Bayu di gelitiki oleh Sulis.


"Biarin...Siapa suruh mas jodoh - jodohin aku.." ucap Sulis.


"Ya maaf Lis..." ucap Bayu.


Mereka akhirnya pergi ke rumah Alvin menggunakan sepeda motor.


Sulis duduk menyamping karena memakai rok panjang,tangan kanan melingkar di pinggang Bayu.


"Mas..." ucap Sulis.


"Iya Lis.." ucap Bayu.


"Habis ke rumah Alvin,kita jalan - jalan yuk.." ucap Sulis.


"Hem.....Boleh...Mau kemana?" ucap Bayu.


"Kemana aja mas..." ucap Sulis.


"Kita lihat sikon dulu ya Lis..Kalau gak hujan dan di panggil oleh ibuku.." ucap Bayu.


"Iya mas..." ucap Sulis.