SANG PENERUS.

SANG PENERUS.
MEMBERI NAMA


"Bay... Aku merasakan ada cewek cantik disebelahmu. Sepertinya dia menyukaimu tuh..." suara Jalu.


"Aku gak menyukainya pakde..." ucap Bayu dalam hati sambil menangkupkan tangan ke Cintya.


"Percuma kamu rayu Bayu... Dia berbeda dengan kamu dan juga pria lainnya.." suara wanita.


Bayu berjalan ke luar mengantar keluarga pak Arif sampai di pinggir jalan.


"Aiisssh... Gak asik kamu Bay...Padahal enak loh bisa mencicipi lubang wanita selain istrimu...Apalagi lubangnya itu masih bersegel..Wuuiiiih...Maknyuus rasanya.." suara Jalu.


"Assalam mua'laikum..." ucap pak Arif.


"Wa'alaikum salam warah matullah.." ucap Bayu .


"Sory pakde...Aku gak mau melakukan itu..


"Cewek telanjang di depan mataku saja aku gak tertarik kok..


" Sampeyan rayu saja kerturunan Mahendra yang lain seperti Sandi... Jangan rayu aku.." ucap Bayu dalam hati.


"Tuh...Dengar apa yang Bayu bilang... Lebih baik kamu pergi saja...Jangan ganggu Bayu.." suara wanita.


"Yo wes kalau gitu... Aku mau ke tempat Sandi dulu..." suara Jalu.


"Oh iya...Nama mbak siapa?" ucap Bayu dalam hati belum mengetahui nama wanita cantik yang ia temui di dalam mimpinya.


Hana menghampiri Bayu.


"Sayang....Belikan Agar - agar 10 bungkus,gula 5 kg,tepung terigu 5 kg,teh kotak 5 dus ya.." ucap Hana.


" Menurutmu....nama apa yang bagus untukku?" suara wanita.


"Siap bu..." ucap Bayu.


"Masa mbak gak punya nama seh.." ucap Bayu dalam hati.


"Punya... Tapi aku ingin kamu memberikan nama untukku.." suara wanita.


Bayu berjalan ke dalam rumah untuk mengambil kunci sepeda motornya.


"Hem....


"Dewi Sekar Ayu ..Gimana mbak" ucap Bayu dalam hati sambil berjalan.


"Nama yang bagus...Aku suka..." suara wanita.


Bayu mengambil kunci yang di gantung lalu berjalan keluar.


"Mbak Sekar asli mana ?" ucap Bayu dalam hati


Bayu Naik sepeda motor,lalu menyalakan mesin motornya.


"Perlu kawalan bos...?" ucap salah satu pengawal.


"Gak usah pak..Bapak di sini,aku hanya ke toko sebentar.." ucap Bayu lalu menjalankan motornya.


Bayu berhenti di depan toko,lalu turun dari sepeda motornya.Kemudian masuk dalam toko.


Tak ada jawaban dari Sekar.


"Aiisshh...Tidur..." ucap Bayu dalam hati.


Bayu mengambil belanjaan di rak toko.


Selesai mengambil barang,Bayu berjalan ke kasir.


"Aku asli jawa Bayu..." suara Sekar.


" Kirain tadi tidur mbak..." ucap Bayu dalam hati.


"Pak... Ada teh kotak 5 dus?" ucap Bayu pada penjual.


" Enggak... Tadi lagi lepas baju Bay...Ne lagi mandi.." suara Sekar.


"Ada ko..." ucap penjual.


"Apaa...!!!??" ucap Bayu nyaring karena terkejut


"Ada ..." ucap penjual lagi.


"Maaf pak...


"Dah itu saja pak..." ucap Bayu.


Penjual memghitung barang belanjaan Bayu.


"Kamu adalah orang spesial yang bisa mengobrol denganku seperti ini,sedangkan keluarga Jati dan keturunannya gak ada yang bisa mengobrol denganku,hanya lewat alam bawah sadar saja mereka bisa bertemu denganku...


"Ooo...Seperti itu...


"Eh...!! Keluarga Jati itu siapa mbak " ucap Bayu dalam Hati.


Bayu mengambil kresek berisi belanjaannya.


"Keluarga Jati itu ya keluarga Mahendra Bayu." suara Sekar.


Bayu berjalan ke depan.Lalu ia teringat belum membeli Choki - choki. Lantas Bayu mengambil beberapa kotak choki - choki.


"Ooo... Begitu...


Bayu menyerahkan uang dan kotak Choki - chokinya pada penjual.


"Kenapa mbak Sekar bisa mengobrol dengan ibuku?" ucap Bayu dalam hati penasaran.


Bayu keluar dari toko sambil membawa barang belanjaan,di bantu pelayan toko.Setelah sampai di motor,Bayu mengikat kardus berisi teh kotak di jok motornya.


"Dia kan ibu kandungmu Bayu...Jadi aku bisa mengobrol dengannya..Kecuali orang lain...Maka aku tak bisa" suara Sekar.


"Iya juga seh...


Bayu menjalankan sepeda motornya.


"Oh iya...Apakah mbak pernah ada di alam nyata?" ucap Bayu dalam hati.


"Pernah... Tapi itu dulu... Sebelum Indonesia di jajah..." suara Sekar.


"Lama juga ya....Oh iya... Kenapa mbak Sekar tidak memberi tahuku soal adiknya Sandi" ucap Bayu dalam hati.


"Aku tidak tahu keberadaannya Bayu... Jika tahu,maka akan aku beri tahu padamu.." suara Sekar.


Bayu sampai di rumah Khalisa. Pengawal membantu Bayu.


***


Malam hari setelah shalat isya,Satu persatu tetangga berkumpul di rumah Khalisa. Mereka mengadakan Tahlilan untuk Wahid.


Seorang ustadz memimpin acara tersebut.


Selesai acara tahlilan,Hinata menghampiri Bayu yang duduk bersama ustadz.


"Shujin... Mengapa tadi banyak orang berkumpul di sini?" ucap Hinata karena tadi ia penasaran. Sebab baru melihat hal yang baru.


"Ooo..Itu..


"Kita kirim do'a untuk arwah Wahid yomesan.." ucap Bayu.


"Ooo...Begitu..." ucap Hinata.


"Saya pamit pulang dulu pak..." ucap ustadz.


"Iya pak ustadz..." ucap Bayu.


Bayu bersalaman lalu mencium tangan,tapi ustadz tersebut menarik tangannya,ia tak ingin Bayu mencium tangannya.


"Assalam mu'alaikum.." ucap ustadz.


"Wa'alaikum salam warah matullah.." ucap Bayu dan Hinata.


Bayu merapikan gelas aqua di lantai.Hinata mengambil piring - piring,lalu di bawa ke dapur.


Setelah selesai beres - beres,Bayu duduk di ruang keluarga menonton tivi bersama Hinata dan Khalisa.


"Shujin.... Besok aku harus kembali,karena aku tak ingin banyak ketinggalan pelajaran.." ucap Hinata.


"Iya Yomesan....


"Hemmm.......


"Adek mau tinggal di jakarta?" ucap Bayu.


"Adek ikut kemanapun mas pergi..Kan adek sudah menjadi istri mas.." ucap Khalisa.


"Ibu gimana dek...?


"Soalnya,ibu gak mau tinggal di sana..Mas jadi kepikiran jika ibu adek gak ikut." ucap Bayu.


"Iya seh... Adek aja bingung..


"Sebenarnya....Adek tuh gak ingin meninggalkan ibu sendirian mas..Adek pengen tinggal di sini aja,menemani ibu..." ucap Khalisa.


Hana keluar dari kamar bu Intan.


"Ibumu akan ikut Put,ibu sudah membujuknya tadi..." ucap Hana.


"Alhamdulillah..." ucap Bayu sangat senang mendengarnya.


Hana duduk di samping Hinata,Hinata memeluk Hana.


"Kalian Pergilah dulu... Nanti ibu susul,hari Jum'at ibu akan ke Jakarta... " ucap Hana.


"Hemmm...Malam ini...Putri boleh gak tidur sama ibu.." ucap Khalisa.


"Boleh sayang..." ucap Hana.


"Hari kamis,rencananya aku mau datangin rumah temannya kang Paijo." ucap Bayu.


"Mau ngapain mas..?" ucap Khalisa.


"Ngobatin ayahnya teman kang Paijo dek" ucap Bayu.


"Teman kang Paijo itu cewek apa cowok mas?" ucap Khalisa.


"Hem....Cowok kalau gak salah.." ucap Bayu.


"Adek ikut..." ucap Khalisa.


"iya..." ucap Bayu.


"Shujin..." ucap Hinata.


"Iya yomesan.." ucap Bayu.


"Tidur yuk..." ucap Hinata.


"Kalian tidurlah dulu...Tapi jangan berisik ya..." ucap Khalisa.


"Siap kak..." ucap Hinata.


Bayu dan Hinata berdiri lalu berjalan ke kamar tidur.


Sesampai di dalam kamar.Bayu dan Hinata bergumul di ranjang. Mereka saling memberikan kenikmatan .


Setelah selesai mereka bercinta,Bwyu berebah di samping Hinata sambil menarik selimut.


"Shujin hebat..." ucap Hinata memuji keperkasaan Bayu.


"Yomesan yang lebih hebat,aku keluar sekali,shujin sudah berkali - kali." ucap Bayu sambil mengusap dada Hinata,lalu merangkulnya.


"Shujin...Kenapa tidak di buang di dalam saja...Aku ingin merasakannya" ucap Hinata.


"Nanti Yomesan bisa hamil,kan masih sekolah..."ucap Bayu,ia tak ingin Hinata hamil dulu. Karena masih sekolah.


Pukul 3.10


Bayu membuka matanya,lalu menyingkirkan tangan Hinata. Bayu bangun lalu turun dari tempat tidur untuk mandi bersih dan wudhu.


Selesai mandi wajib dan wudhu.,Bayu melakukan aktifitas seperti biasanya.


Bayu memasukkan barang - barangnya ke dalam tas.


Pukul 7.40


Bayu menghampiri bu Intan bersama ke dua istrinya di dalam kamar.


"Bu...Bayu pamit dulu ya..." ucap Bayu pada ibu mertuanya.


"Iya nak...Hati - hati.." ucap bu Intan.


Bayu mencium tangan bu Intan. Kemudian di ikuti Khalisa dan Hinata. Mereka keluar kamar bu Intan.


Hana menghampiri mereka,Hana memeluk Bayu,lalu mencium pipi kiri dan kanan.


Emmuaachh...


Emmuaaachhh...


"Hati - hati ya sayang...." ucap Hana.


"Iya bu..." ucap Bayu.


Hana kemudian memeluk Khalisa kemudian cipika cipiki,lalu ke Hinata.


Setelah selesai,Bayu mengangkat tas berisi pakaian dan barang - barang penting lainnya.


Hana memakai cadarnya lalu mengantar mereka ke depan rumah.


Para pengawal mengambil barang bawaan mereka,laku di masukkan dalam mobil.


"Assalam mu'alaikum..." ucap Bayu,Hinata dan Khalisa.


"Wa'alaikum salam..." ucap Hana.


Mereka masuk dalam mobil yang sudah menunggu mereka.


Perlahan mobil itu meninggalkan rumah Khalisa.


Bayu duduk di antara Khalisa dan Hinata. Khalisa tak mengenakan jilbabnya.


"Mas..." ucap Khalisa.


"Iya dek.." ucap Bayu.


"Hari Sabtu lusa kita ke Jogja yuuk...Adek kangen sama suasana di sana.." ucap Khalisa.


"Iya dek..." ucap Bayu.


"Tapi jangan pakai pengawal ya mas.." ucap Khalisa.


"Kenapa adek gak jilbab?" ucap Bayu.


"Biar orang tahu,kalau mas punya istri cantik....Mas gak suka ya kalau adek lepas jilbab" ucap Khalisa.


"Adek lebih cantik jika pakai jilbab..." ucap Bayu.


"Cantik...Mas lebih suka adek pakai jilbab..." ucap Bayu.


"Iya deh..Tapi setelah sampai di rumah ya mas...Adek pakai jilbabnya" ucap Khalisa.


"Iya..." ucap Bayu.


Setelah menemouh perjalanan,akhirnya mereka sampai di rumah Bayu.


"Rumahnya besar sekali mas..


"Adek pikir rumah mas itu kecil loh...Gak tahunya besar banget..." ucap Khalisa.


"Loh...Emangnya adek belum sampai di rumah?" ucap Bayu.


"Belum...Baru sampai gerbang, kita balik lagi,menuju bandara untuk pergi ke Bengkulu,soalnya kita berhenti lama di pelabuhan akibat cuaca buruk.


"Oooo...Begitu..


"Ini bukan rumah mas dek... Rumahku itu ada di hatimu,di hati Ayu dan Diana..." ucap Bayu.


"Mas bisa aja..." ucap Khalisa mukanya memerah.


Mereka kemudian turun dari mobil lalu berjalan menuju rumah.


Nampak Dewi berdiri di depan pintu menyambut kedatangan Bayu.


"Assalam mu'alaikum.." ucap Bayu.


"Wa'alaikum salam...


"Selamat datang kembali kang..." ucap Dewi.


"Iya mbak Dewi...


"Yang lain pada kemana mbak" ucap Bayu tak melihat ke 4 sahabatnya.


"Belum pulang kang..." ucap Dewi.


"Apa mereka ke Cafe ya.." ucap Bayu dalam hati.


"Di taruh mana neh bos tasnya?" ucap salah satu pengawal yang membawa tas.


"Yang itu taruh di situ saja kang...Biar aku sendiri yang bawa..Yang lainnya taruh depan kamar..


pengawal meletakkan tasnya.Lalu pengawal lainnya naik ke lantai 2.


"Suwun yoo.." ucap Bayu.


"Sama - sama bos..." ucap para pengawal lalu keluar.


Bayu mengambil tas,lalu berjalan ke lantai dua bersama Khalisa dan Hinata.


"Mas...Rumah segede ini adek gak sanggup bersihinnya..." ucap Khalisa melihat ruangan rumah Bayu.


"Mbak Dewi yang bersihkan rumah ini dek..Jadi adek gak usah bersihkan.." ucap Bayu.


"Lah terus..Adek gak ada kerjaan rumah dong jika semua pekerjaan di kerjakan sama mbak Dewi" ucap Khalisa.


"Ada... Tapi itu gak adek sendirian aja yang mengerjakannya... Ya kan yomesan.." ucap Bayu.


"Hai..." ucap Hinata.


"Adek pengen sekamar dengan mas atau kamar sendiri?" ucap Bayu.


"Sekamar lah mas...Kan kita sudah nikah.." ucap Khalisa.


"Yomesan...Mau sekamar dengan kita?" ucap Bayu.


"Ano....Aku di kamar sendiri saja shujin..." ucap Hinata. Ia berkata seperti itu,agar bisa lebih lama bercinta dengan Bayu. Kalau bermain bersama dengan Khalisa hanya sebentar saja.


"Yo wess...." ucap Bayu.


Khalisa membuka pintu kamar Bayu.


"Luas banget mas kamarnya..." ucap Khalisa melihat kamar Bayu.


Bayu meletakkan tas di lantai,lalu membali barang lainnya di depan pintu kamar.


Khalisa berjalan ke arah meja belajar Bayu,lalu melihat foto dirinya bersama Bayu saat masih SMP.


"Ternyata Awan masih menyimpan foto ini.." ucap Khalisa.


Khalisa mengambil foto tersebut.


Selesai mengambil barang di luar,Bayu berjalan ke lemari besi,lalu membukanya.


Bayu mengambil kertas surat yang dulu di tulis oleh Khalisa,kemudian berjalan menghampiri Khalisa.


Khalisa menoleh ke Bayu. Kemudian memeluk Bayu saat sudah dekat.


"Mas...Maafin adek ya..." ucap Khalisa lalu meneteskan air mata.


"Adek gak ada salah kok...Kenapa minta maaf..?" ucap Bayu.


"Adek gak bisa jaga hati adek...Sedangkan mas,masih tetap setia pada adek.." ucap Khalisa.


"Sebelum adek minta maaf,sudah mass maafin...Lagian kita sudah bersatu dek..


Khalisa melepas pelukannya.


Bayu mengusap air mata Khalisa.


"Mas juga masih simpan suratmu dek..." ucap Bayu lalu menyerahkan ke Khalisa.


Khalisa menerima,ia melihat kertas tersebut,lalu merobeknya. Setelah itu memeluk Bayu.


Hiks...Hiks...Hikss...Hikss...Khalisa menangis lagi.


Bayu mengusap punggung Khalisa.


"Dah...Jangan menangis ya sayang..." ucap Bayu.


Huuu....Hiks....Hikss...Huuuu.... Khalisa masih tetap menangis.


Bayu mendiamkan saja,takut salah bicara.


Setelah tangisan Khalisa reda,Khalisa melepaskan pelukannya.


Terdengar suara teman - teman Bayu,karena Bayu tak menutup pintu kamarnya.


"Mas keluar dulu ya..." ucap Bayu.


"Mau kemana mas?" ucap Khalisa.


"Mereka sudah datang..Mas mau nyamperin mereka.." ucap Bayu.


"Ooo...Adek pikir mas mau keluar rumah.." ucap Khalisa.


"Enggak..." ucap Bayu.


Bayu keluar kamar menemui teman - temannya.


"Wuuuiiih.... Pengantin baru sudah datang..." ucap Daniel.


Bayu bersalaman ke teman - temannya.


"Kapan datangnya Bay?" ucap Lukman.


"Baru saja...Kalian dari mana?" ucap Bayu.


"Dari rumah pak Haji...." ucap Bimo.


"Ooo...Di rumah pak Haji...


"Melisa sama Diana kemana?" ucap Bayu tak melihat Melisa dan Diana.


"Di rumahnya Bay... Kan kamu dan ibumu gak ada di rumah,ya mereka balik kandang..." ucap Lukman.


"Ooo...Begitu.." ucap Bayu.


" Rencananya habis kuliah kita mau kesana..Tapi gak jadi setelah kita lihat kamu datang.." ucap Bimo.


"Oh iya...Kambingnya ada di mana?" ucap Bayu.


"Di belakang Bay..." ucap Daniel.


"Ya sudah....Aku mau ke bawah dulu.." ucap Bayu.


Bayu berjalan meninggalkan teman - temannya menuju halaman belakang.


****


Halaman belakang.


Bayu melihat 2 ekor kambing di dalam kandang.


"Jangkreeek... Lama - lama jadi juragan kambing aku.... " ucap Bayu.


Nampak seorang pria yang biasa mengawal memakai baju kaos,celana pendek membawa pakan untuk kambingnya Bayu di motor Legenda.


Bayu datang menghampiri untuk membantu menurunkan.


"Maaf loh kang...Aku merepotkan sampeyan.." ucap Bayu tak enak pada pengawalnya mendapat tugas tambahan.


"Gakpapa bos...Lagian ini ku buat hiburan saja..." ucap pengawal.


Bayu mengangkat pakan ternak ke dekat kandang.


Mbeek....


"Cari pakannya di mana ini kang?" ucap Bayu sambil memberi makanan ke kambing.


"Di ujung blok ini bos... Ada kebun di situ.." ucap pengawal.


"Ooo...Di situ..." ucap Bayu.


Tak lama kemudian Hinata dan Khalisa berjalan mendekati Bayu.Khalisa memakai jilbabnya lagi.


"Untung halaman ini luas ya mas...Jadi bisa menaruh kambing di sini..." ucap Khalisa.


"Iya dek....Kalau gak luas...Ya tak taruh di Jogja aja... " ucap Bayu.


"Siapa yang cari pakannya ini mas?" ucap Khalisa.


"Kang Indra dek..Yang cari pakan kambingnya...


Bayu merogoh kantong celana untuk mengambil hapenya.


Lalu mencari kontak Diana.


Tuuut.....Tuuuut...Tuuuut...


"Assalam mu'alaikum..." suara Diana.


"Wa'alaikum salam... Lagi apa Na?" ucap Bayu.


"Lagi nunggu sayang nelpon... Kapan sayang pulang ke Jakarta..?" suara Diana.


"Sebulan lagi..." ucap Bayu.


"Yaaaah.... Gak jadi nikah dong kita .." suara Diana lesu.


Mbeeeek...


"Jadi...." ucap Bayu.


"Sayang sudah pulang..?" suara Diana.


"Sudah...Kok tahu aku sudah pulang sayang.." ucap Bayu.


"Iiiiiisssh....Sayang jahat... "suara Diana.


Panggilan terputus.


"Ya maaf... Becanda..." ucap Bayu.


Tak ada jawaban dari Diana.


"Halo...


"Halo...Diana...


Bayu melihat layar hape Nokianya.


"Yaah...Di matikan..." ucap Bayu.


"Nelpon Diana kah mas..?" ucap Khalisa.


"Iya dek...Soalnya mas belum ngasih kabar jika kita pulang ke Jakarta..." ucap Bayu.


"Rumah Diana ada di mana mas?" ucap Khalisa.


"Dekat sini aja dek....


"Perumahan ini yang menempati keluarga Han sayang..." ucap Bayu.


"Ooo...Begitu... Jadi mereka semua tinggal di perumahan ini ya mas.." ucap Khalisa.


"Iya dek... " ucap Bayu.


Tiba - tiba Diana muncul mengendarai sepeda motor,Diana taknmemakai Jilbab,hanya kaos lengan pendek dan rok selutut,


lalu Diana berhenti. Diana turun dari sepeda motor lalu berlari ke arah Bayu,kemudian memeluk Bayu.


"Kita belum sah loh..." ucap Bayu.


"Biarin...


"Aku kangen tahuu sayang... Di sana aku malu untuk memelukmu..


Tak lama kemudian,Diana melepas pelukanya.


"Kapan sayang datang.." ucap Diana.


" Setengah jam yang lalu.." ucap Bayu.


Kemudian Diana cipika cipiki ke Khalisa,lalu ke Hinata.


"Masuk yuk..." ucap Bayu.


Mereka berjalan masuk ke dalam rumah.


"Kamu hebat Bay...Bisa menyatukan 3 cewek sekaligus...Rukun lagi" suara Sekar.


"Hebat apaan...Yang ada pusing aku mbak... " ucap Bayu dalam hati sambil berjalan.


"Kok pusing...Bukannya itu bagus.." suara Sekar.


"Pusing ngatur aja mbak.." ucap Bayu dalam hati.


"Buat jadwal saja... Beres dah....