
Bayu berjalan ke arah pria yang merupakan ayahnya Ida. Penampilannya memang sangar. Namun Bayu tidak takut.
" Duduk sini.." ucap ayahnya Ida.
Bayu duduk di dekat ayahnya Ida.
Sementara Ida duduk di samping ayahnya.
" Tadi kalian dari mana?" ucap ayahnya Ida.
" Pasar...." ucap Bayu dan Ida hampir serempak.
Bayu melihat ayahnya Ida memakai kalung,kalung itu seperti gigi taring hewan.
" Bukankah tadi kamu pergi sendiri? Kenapa bisa datangnya berdua.."ucap ayah Ida kepada Ida.
" Iya pak,tadi memang ulun pergi sendiri...Terus pas pulang dianya ikutin ulun sampai karumah.." ucap Ida.
Ayahnya Ida melihat Bayu dan menatapnya,seolah - olah minta penjelasan. Bayu memahami arti tatapan tersebut.
" Sebelumnya saya minta maaf pak.."
" Nama saya Ahmad..."
" Saya bersama teman saya belanja di pasar.."
" Tak sengaja bertemu dengan Ida,tapi saya sebelumnya belum tahu namanya,terus saya berkenalan...."
" Saya melihat Ida itu seperti almarhum kekasih saya pak..Kalau bapak tidak percaya. "
" Saya bisa menunjukkan foto almarhum kekasih saya.." ucap Bayu.
" Mana fotonya....Aku mau melihatnya.." ucap ayahnya Ida.
" Ida...Tolong ambilkan hapeku.." ucap Bayu.
Ida berdiri lalu berjalan ke dalam.
Tak lama kemudian Ida muncul sambil memegang hape milik Bayu.
Ida memberikan hape Bayu saat di dekat Bayu,lalu duduk kembali di samping ayahnya.
Bayu menyalakan hapenya. Di saat sudah menyala,,muncul pesan masuk. Bayu mencueki pesan itu,ia membuka folder foto,lalu mencari foto Putri . Dulu ia memfoto album foto milik Putri umtuk di simpan di hapenya.
Nampak foto Putri tak memakai Jilbab berdua dengan ayahnya.
Bayu memberikan hapenya ke ayahnya Ida.
" Ini pak fotonya.." ucap Bayu.
Ayahnya Ida menerima hape Bayu lalu melihat ke layar.
Ida ikut melihat ke layar hape Bayu.
Wajahnya Putri sama persis dengan Ida.
" Eh...Iya...Sama..." ucap Ida dalam hati terkejut. Ia mengira pemuda tampan yang mengikuti dirinya berbohong.
" Saya mengira Ida adalah kelasih saya yang selamat akibat kecelakaan.."
" Maka dari itu saya mengikuti putri bapak untuk memastikan..."
" Maafkan saya pak.." ucap Bayu.
Ayahnya Ida memgembalikan hapenya Bayu.
Ia melihat Bayu bersikap sopan dan kejujurannya.
" Baiklah... Aku percaya.."
" Aku kira neh kalian itu pacaran..Diam - diam pergi berdua tanpa izin.." ucap ayahnya Ida.
" Tidak pak...." ucap Bayu.
" Jika kalian pacaran jangan berbuat yang aneh - aneh. Dan jika pergi jalan harus ijin dulu.." ucap ayahnya Ida.
" Iya pak.." ucap Bayu.
" Asem...Ngapain pacaran.." ucap Bayu dalam hati.
" Mending langsung kawin aja ya Bay.." suara Jalu.
" Betul tuh pakde.." ucap Bayu dalam hati.
Ayahnya Ida melihat jari tangan Bayu nampak sebuah cincin bewarna merah. Sedangkan dirinya juga memakai cincin.
" Itu cincin apa yang kamu pakai..?" ucap ayahnya Ida.
" Cincin apa ya.."
Bayi melihat cincin yang ia pakai.
" Cincin merah...Hemm lupa saya pak.." ucap Bayu.
" Coba pang aku lihat...." ucap ayahnya Ida.
Bayu melepas cincin Merah Delimanya,lalu memberikan ke ayahnya Ida.
Ayahnya Ida menerima dan memperhatikan cincin milik Bayu.
" Hemm..Merah Zamrud.,merah safir"
Ayahnya Ida melihat ke Bayu.
" Di mana ikam beli ne batu?" ucap ayahnya Ida.
" Saya tidak beli pak...Saya di kasih.." ucap Bayu.
" Bagus banar cincin ikam neh.." ucapnya ayahnya Ida.
" Cincin bapak juga bagus..." ucap Bayu.
" Cincin yang ulun pakai ne batu pirus.Sudah lawas." ucap ayahnya Ida lalu melepas cincinnya kemudian memberikan ke Bayu.
Bayu menerima lalu memperhatikan cincin batu kalimaya tersebut.
" Berapa di jual..?" ucap ayahnya Ida naksir cincin Bayu.
" Maksudnya apa pak?" ucap Bayu tak paham.
" Cincinmu ini...berapa harganya." ucap ayahnya Ida sambil memakai cincin Bayu.
" Maaf pak....Saya gak menjual cincin itu.." ucap Bayu lalu mengembalikan cincin milik ayahnya Ida.
" Aku naksir sama cincinmu ini...Gimana kalau kita tukaran saja..." ucap ayahnya Ida.
" Maaf sekali pak...Itu cincin banyak kenangannya pak.."
Ayahnya Ida mengembalikan cincin Bayu dan Bayu menerima.
" Jika mau..Nanti saya carikan yang sama persis.." ucap Bayu sambil memakai cincinnya.
" Nah..Bujur tuh..."
" Carikan yang sama persis ya.."ucap ayahnya Ida.
" Insya Allah pak..." ucap Bayu.
Bayu ingin sekali bercerita masalah tanah Harati,namun ia bingung cara mengatakannya.
" Tukar sama anaknya aja pak..." suara Jalu.
" Asem....." ucap Bayu dalam hati.
Tiba - tiba ponselnya bergetar,Bayu melihat ke layar ponselnya. Nampak ibunya yang menelpon.
" Maaf...Saya terima telpon dulu.."
Bayu berdiri lalu berjalan keluar sambil menerima.
" Assalam mu'alaikum bu..." ucap Bayu.
" Wa'alaikum salam..Kamu di mana sayang...?Kata Paman kamu menghilang di pasar" suara Hana.
Suara Bayu terdengar ke dalam rumah..
" Maaf bu..Ahmad sedang di rumah orang bu.." ucap Bayu.
" Sayang sedang menyamar..?" suara Hana.
" Iya bu... Nanti Ahmad cerita ke ibu.." ucap Bayu.
"Di sini pada khawatir sayang...Kalau pergi itu bilang... " suara Hana.
" Maaf bu...Tadi Ahmad buru - buru.." ucap Bayu.
" Ya sudah...Sayang jangan pergi kemana - mana lagi..Nanti Yusuf akan menjemput sayang.." suara Hana.
" Gak usah bu...Nanti Ahmad pulang sendiri.." ucap Bayu tak ingin ayahnya Ida melihat Yusuf.
" Nanti sayang nyasar..."suara Hana.
" Enggak ibuku sayang..." ucap Bayu.
" Nanti sayang menginap di Hotel Blue Sky bersama Yusuf ya..." suara Hana.
" Siaap bu.." ucap Bayu.
" Ya sudah kalau begitu,nanti ibu kirimi nomornya Yusuf...Assalam mu'alaikum.." suara Hana.
" Wa'alaikum salam warahmatullah.." ucap Bayu.
Panggilan berakhir,Bayu kembali masuk ke dalam.
Nampak piring dan berbagai makanan di depan ayahnya Ida. Lalu ada 2wanita,yang pertama Bayu yakini itu ibunya Ida,dan satunya adalah adiknya Ida. Lalu ada seorang pemuda yang usianya di atas Ida.
" Ayoo makan dulu...." ucap ayahnya Ida.
" Iya pak...." ucap Bayu mengiyakan. Tak mungkin menolak.
Bayu duduk di samping Ida.
" Tadi itu kita mau makan,tapi kawan - kawan datang memberi tahu ada anggota sedang terkena musibah. Mereka di hipnotis oleh orang.."
ucap ayahnya Ida.
" Ooo...Begitu..." ucap Bayu.
" Tanah mereka di ambil..." ucap ayahnya Ida.
" Pak...Kalau ngobrol terus,kapan makannya..?" ucap ibunya Ida.
" Oh iya...Maaf.." ucap ayahnya Ida lalu mengambil piring kemudian nasi.
Bayu menunggu keluarga Ida mengambil nasi. Setelah mereka mengambil nasi,barulah Bayu mengambil nasi.
" Jadi gimana itu pak ?" ucap kakaknya Ida.
" Ya nanti bapak kerahkan anggota untuk mendatangi perusahaan itu..." ucap ayahnya Ida.
" Asem...Makin ruwet neh jika gak di luruskan..." ucap Bayu dalam hati.
" Kasihan banar Harati pak...." ucap ibunya Ida.
" Iya... Sepertinya mereka tidak tahu berhadapan dengan siapa.." ucap ayahnya Ida.
Setelah ayahnya Ida berbicara,tak ada lagi yang berbicara hingga selesai makan dan peralatan makan pun sudah di bawa masuk kedalam.
Kini tinggal Bayu bersama ayahnya Ida dan juga kakaknya Ida.
Di saat makan,Bayu berpikir bagaimana cara untuk memberi tahu masalah lahan Harati tanpa menyebut nama Harati.
Ayahnya Ida menyalakan rokoknya.
" Maaf pak sebelumnya.."
" Saya punya teman.."
Fuad mengeluarkan rokoknya. Lalu mengeluarkan sebatang kemudian memberikan ke Bayu. Bayu menerima lalu mengeluarkan sebatang.
" Nah..Teman saya itu membeli tanah. Dia itu dapat info dari temannya.."
Kakaknya Fuad memberikan korek ke Bayu setelah menyalakan rokoknya.
" Naah...."
" Teman saya itu sudah membangun rumah di tanah itu. "
" Setahun kemudian,teman saya di datangi orang.."
" Orang itu mengaku tanah yang di bangun teman saya itu tanah miliknya..." ucap Bayu lalu menyalakan rokok yang ia pegang.
" Di sini banyak yang begitu..Tapi itu tergantung siapa yang paling tua dan juga duit,agar menang.." ucap kakaknya Ida.
" Hemmm...Begitu ya.."
" Jadi...Siapa yang memiliki lebih dulu dan banyak uang,pasti menang.." ucap Bayu.
" Betul...Temanmu beli tanah di mana?" ucap kakaknya Ida.
" Di mana ya..Aku lupa kang..Soalnya aku baru di Balikpapan ini..Jadi gak hapal.." ucap Bayu berkilah.
" Ooo..Begitu.."
" Oh iya...Namamu siapa?" ucap kakaknya Ida.
" Namaku Ahmad kang.." ucap Bayu.
" Ooo...Ahmad..."
" Aku Fuad...Kakaknya Ida.." ucap kakaknya Ida.
" Kang Fuad kerja atau kuliah?" ucap Bayu mencoba akrab dengan kakaknya Ida.
" Aku kerja di plabuhan..."
" Kamu sendiri?" ucap Fuad.
" Aku kuliah kang..." ucap Bayu.
" Ooo...Kuliah..Kuliah di mana?" ucap Fuad.
" Di Poltek kang..." ucap Bayu.
" Kamu kenal Ida di mana?" ucap Fuad.
" Di jalan kang.." ucap Bayu.
" Ahmad ne mengira Ida itu kekasihnya yang telah meninggal.." ucap ayahnya Ida.
" Seriuss pak.." ucap Fuad tak percaya.
" Coba ikam kasih lihat itu fotonya.." ucap ayahnya Ida.
Bayu mengeluarkan ponselnya,lalu menunjukkan foto Putri ke Fuad.
Fuad memperhatikan foto di hape Bayu.
" Iya..Sama..Kok bisa sama gitu ya.." ucap Fuad.
" Nah itu dia kang...Aku aja bingung.." ucap Bayu.
" Dia meninggal karena apa?" ucap Fuad sambil mengembalikan ponsel Bayu.
" Kecelakaan kang..."
" Sampai detik ini aku gak bisa melupakannya..." ucap Bayu.
" Ya Allah...Gimana caranya aku memberi tahu masalah lahan itu ke mereka.." ucap Bayu dalam hati bingung.
Kemudian Bayu melihat jam tangannya,sebentar lagi jam 10 malam kemudian menghisap rokok yang ia pegang.
" Di hipnotis aja Bayu...Agar mereka di bawah kendalimu...Tapi jangan buat dia kehilangan kesadarannya.." suara Sekar.
" Iya mbak..." ucap Bayu dalam hati.
" Di bawah ini air laut atau sungai kang ?" ucap Bayu sambil melihat wajah Fuad untuk menghipnotisnya.
" Air laut....Jika kamu mau mancing..Di ujung gang ini ada dermaga kapal kecil..Banyak yang mancing di situ..."
Fuad melihat ke arah Bayu.
Mata Fuad menghijau lalu kembali normal.
" Kamu hobi mancing?" ucap Fuad.
" Iya kang,tapi gak setiap hari aku mancingnya..." ucap Bayu.
" Heeemm...Hari sabtu aku ada rencana ngetrip sama teman - teman..Pulangnya minggu tengah hari."
" Kamu mau ikut gak?" ucap Fuad.
" Ngetrip?" ucap Bayu.
" Mancing pakai kapal.. Bayarnya 400 satu orang,sudah sama umpan..."
" Umpannya Cumi sama iwak layang..Kalau mau.." ucap Fuad.
" Sabtu besok ya kang..?" ucap Bayu.
" Iya...Sabtu besok..." ucap Fuad.
" Toko alat pancing di mana kang? Soalnya aku gak punya..Ketinggalan di rumahku yang lama.." ucap Bayu.
" Di Kebon sayur ada tuh,nama tokonya Alam Ria..Atau gak pakai aja punyaku.." ucap Fuad.
" Hemm....(Bayu berpikir apakah ikut apa enggak,masalahnya hari Sabtu lusa dirinya harus berada di rumah pakdenya,Minggu Bejo akan menikah.Namun masalah tanah harus segera di selesaikan agar tidak menimbulkan polemik).
" Iya kang..Aku ikut.." ucap Bayu. Sebab ia harus menuntaskan masalah tanah terlebih dahulu.
" Okee..Tapi.Kamu mabok apa enggak?" ucap Fuad.
" Enggak kang...Kalau mabok aku ya tidur. " ucap Bayu.
" Berapa nomor hapemu.." ucap Fuad sambil memgeluarkan ponselnya.
" 0813****** " ucap Bayu.
Ponsel Bayu bergetar.
" Itu nomorku.." ucap Fuad.
Bayu melihat hapenya lalu memasukkan nomor Fuad ke kontak.
" Hemm...Apa aku carikan cincin yang bagus ya buat bapaknya Ida. Agar dia mau membantuku.."
" Hemmm...."
" Belikan sajalah...Nanti aku minta bantuan ke papah Jien.." ucap Bayu dalam hati.
" Oh iya pak...Saya baru ingat,di rumah ada cincin. Warnanya lupa.. Apa bapak mau?" ucap Bayu.
" Nanti saya cari pak di rumah..." ucap Bayu.
" Kalau gak ketemu juga kadak apa - apa jua. Jangan di paksa lah.." ucap ayahnya Ida.
" Iya pak..."
" Saya pamit undur diri dulu pak..." ucap Bayu. Karena sudah jam setengah sebelas.Tak enak bertamu hingga tengah malam.
" Iya..."
"Idaaaaaa...." ucap ayahnya Ida.
" Iya pak..." suara Ida.
" Ini Ahmad handak bulik lah..."
Tak lama kemudian Ida muncul dari dalam.
" Neh Ahmad handak bulik..." ucap ayahnya Ida.
Bayu mengulurkan tangan ke ayahnya Ida. Ayahnya Ida menyambut,lalu Bayu mencium punggung tangan ayahnya Ida. Kemudian bersalaman ke Fuad. Setelah itu menangkupkan tangan ke Ida.
" Saya pulang dulu...Assalam mu'alaikum..." ucap Bayu.
" Wa'alaikum salam..." ucap ayahnya Ida dan Fuad.
Bayu berjalan ke pintu di ikuti Ida.
" Terima kasih ya.." ucap Bayu sambil memakai sandal jepitnya.
" Terima kasih untuk apa?" ucap Ida.
" Membolehkan aku bermain kerumahmu.." ucap Bayu.
" Iya...."
Bayu berjalan meninggalkan rumah Ida.
" Kak..."
Bayu menghentikan langkahnya yang baru berjalan 2 meter lalu membalikkan badannya.
" Gak jadi..." ucap Ida.
Bayu tersenyum.
" Sampai ketemu lagi.." ucap Bayu.
" Iya kak..." ucap Ida.
Bayu membalikkan badan lalu berjalan lagi.
Sambil berjalan,Bayu mengecek hapenya.
Nampak pesan dari ibunya.
From Ibuku.
Sayang,telpon ibu jika sudah sampai di hotel,jangan lupa telpon ibu. Ini nomornya Yusuf 0813*******
Bayu menghapal nomor tersebut,lalu membuka pesan yang lain.
From 08134******
Ini no ibuq,dr Ida.
Bayu menyimpan nomor tersebut. Setelah itu Bayu menelpon Yusuf.
Tuuuut.....Tuuut..Tuuut....
Tuuut.....
" Haloo..." suara Yusuf.
" Assalam mu'alaikum pak. Ini saya Bayu.." ucap Bayu.
" Alhamdulilah...Saya pusing nyariin pak Bayu..." suara Yusuf.
" Maaf pak...Tadi saya ninggalin pak Yusuf gak bilang - bilang.." ucap Bayu.
" Ne pak Bayu di mana?" suara Yusuf.
"Lagi di jalan. Mau ke hotel Blue Sky pak.." ucap Bayu.
" Saya jemputin ya pak.." suara Yusuf.
" Gak usah pak...Saya bisa sendiri.." ucap Bayu.
" Nanti pak Bayu nyasar lagi..Saya kena omel lagi pak.." suara Yusuf.
Bayu telah sampai di pinggir jalan raya. Ia melihat tal ada angkutan umum lewat. Hanya beberapa pemuda nongkrong di pinggir jalan.
" Gak usah takut pak...Saya akan minta bantuan sama orang sini untuk mengantar...Ini posisi pak Yusuf di mana." ucap Bayu.
" Saya di hotel Blue Sky pak..." suara Yusuf.
" Ya sudah...Bapak tunggu saya di pintu masuk hotel ya pak.."ucap Bayu.
" Iya pak..Yakin gak mau saya jemputin..?" suara Yusuf.
" Yakin pak..Jika pak Yusuf jemputin saya,hang ada malah bapak nyasar,sebab saya gak tahu ini ada di mana. Dah dulu ya pak,assalam mu'alaikum.." ucap Bayu.
" Wa' alaikum salam..." suara Yusuf.
Bayu mematikan panggilan telpon,lalu menghampiri para pemuda yang sedang nongkrong.
"Permisi kang...."
Para pemuda itu melihat ke arah Bayu.
" Saya mau minta tolong.. Bisakah masnya mengantar saya ke hotel Blue Sky.." ucap Bayu.
" Bisa...Tapi bayar poo.." ucap salah satu pemuda.
" Ya gakpapa...Asal sampai" ucap Bayu.
" 50 ribu..." ucap pemuda itu.
" Deal...." ucap Bayu.
Pemuda yang berbicara tadi lantas berjalan ke sepeda motor yang terparkir lalu menyalakannya.
" Ayoo naik..." ucap pemuda
Bayu menuju ke pemuda tersebut lalu naik. Setelah itu pemuda itu menarik tuas gasnya.
Tak lama kemudian,akhirnya Bayu sampai di depan hotel Blue Sky,lalu turun. Ia mengeluarkan dompetnya kemudian memberikan 50 ribu kepada pemuda tersebut.
" Suwun yo kang..." ucap Bayu.
" Ya sama - sama bosku..."
" Mayan bisa buat beli minuman.." ucap pemuda itu lalu pergi.
Bayu berjalan ke arah pintu masuk hotel,setelah sampai ia melihat yusuf duduk didekat pintu.
Yusuf berdiri di saat melihat Bayu.
" Maaf loh pak,telah membuat bapak khawatir.." ucap Bayu.
" Lain kali itu bilang pak...Kami cemas dan khawatir..." ucap Yusuf.
" Injih pak..." ucap Bayu.
" Ini kunci kamar pak Bayu..." ucap Yusuf sambil memberikan kunci kamar.
" Suwun pak.." ucap Bayu.
Setelah Bayu sampai di dalam kamar,ia melihat tasnya berada di dalam kamar. Lalu Bayu mengambil charger hapenya.
" Oh iya..Telpon ibu.." ucap Bayu.
Bayu segera menelpon ibunya.
Tuuuut....Tuuuutt...Tuuutt...
Tuuuut....Tuuuut....
" Assalam mu'alaikum sayang...Sudah sampai di hotel?" suara Hana.
" Wa'alaikum salam bu..Sudah bu.." ucap Bayu.
" Tadi sayang menyamar,apa yang sayang lakukan di sana ?" suara Hana.
" Bayu gak sengaja bertemu dengan cewek yang wajahnya mirip Putri bu.." ucap Bayu.
" Mirip Putri..."
" Serius sayang.."suara Hana.
" Iya bu..Bayu serius..Wajahnya,rambutnya.."
" Terus Bayu ikutin dia hingga kerumahnya bu.." ucap Bayu.
" Siapa nama gadis itu sayang?" suara Hana.
" Namanya Ida buu..." ucap Bayu.
" Apakah sayang menyukai gadis itu?"
Bayu diam tak menjawab. Sebab dirinya menyukai Ida,seolah - olah Putri telah hidup kembali. Namun dirinya sudah punya banyak istri. Tak mungkin baginya meminang Ida dan juga Ida masih sekolah.
" Kalau sayang suka,nanti ibu datangi gadis itu.." suara Hana.
" Gak usah bu..."
" Oh iya..Bayu minta tolong bu..." ucap Bayu.
" Minta tolong apa sayang.." suara Hana.
" Belikan cincin yang sama warnanya dengan milik Bayu bu..."
Bayu menceritakan saat bertemu dengan ibu Harati hingga ia ke rumah Ida.
" Gimana bu..?" ucap Bayu.
" Nanti ibu akan carikan..."
" Kalau sayang mau pergi,beritahu Yusuf ya sayang...Dia khawatir dengan sayang...Samapai kita di sini juga khawatir ,apa lagi ibu.." suara Hana.
" Iya bu...."
" Kalau bisa besok carikan ya bu...Dan kalau dapat suruh orang untuk mengantar.." ucap Bayu.
" Iya sayang..Terus apakah sayang akan hadir ke pernikahannya Bejo." suara Hana
" Hemmm...Bayu gak tahu bu...Tapi Bayu usahakan datang.."
" Sudah dulu ya bu..Bayu mau tidur..Assalam mu'alaikum.." ucap Bayu.
" Wa'alaikum salam..." suara Hana.
Bayu mematikan panggilan dan melihat ada pesan masuk. Bayu membuka peaan itu.
From ibunya Ida.
Sudah sampe rmh apa blm kak? Bls.
To Ibunya Ida.
Sudah Da... Kamu sndri lagi apa?
Bayu mengirim pesan lalu mengambil peralatan mandi,setelah itu masuk ke kamar mandi.
Setelah selesai dari kamar mandi,Bayu mengecek ponselnya. Nampak ada 2 pesan masuk 1 panggilan tak terjawab.
Rupanya yang menelpon tadi Ibunya Ida. Lantas Bayu menelpon.
Tuuuut....Tuuuut...Tuuuut...Tuuuut...
" Haloo..." suara Ida pelan.
" Maaf tadi aku habis dari kamar mandi..." ucap Bayu.
" Ooo...Kirain kak Ahmad tidur..." suara Ida pelan.
" Belum...Tumben belum tidur Da..." ucap Bayu lalu duduk di tepi ranjang.
" Nunggu balasan sms kak Ahmad .." suara Ida pelan.
" Oooo..."
" Heemmm....Kamu mau beli hape baru?" ucap Bayu.
" Iya...Tapi kadada duitnya..." suara Ida pelan.
" Gampang itu...Nanti aku yang jaga lilinnya..Ida yang keliling ya..." ucap Bayu.
" Ngepet dong.." suara Ida pelan.
" Ho oh....Becanda..." ucap Bayu.
" Hemm...Kak Ahmad sudah punya pacar apa belum?" suara Ida pelan.
" Aku gak punya pacar Da..." ucap Bayu.
" Boteek.." suara Ida pelan.
" Ya sudah kalau gak percaya..." ucap Bayu.
" Biasanya tuh,kalau cowok tampan selalu punya pacar ..." suara Ida.
" Kalau kamu sendiri..Sudah punya pacar apa belum...?" ucap Bayu.
" Tebak aja..." suara Ida.
" Kalau tebakanku benar,kamu mau ngasih apa?"ucap Bayu.
" Apa ya...." suara Ida.
" Besok masuk sekolah apa libur Da?" ucap Bayu.
" Maauk sekolah ai...Liburnya tanggal abang sama minggu.." suara Ida.
" Ya sudah...Besok kan sekolah..Ne sudah tengah malam,nanti telat bangun shalat subuh.." ucap Bayu.
" Iya...Kadang ibuk gedor - gedor pintu jika aku bangunnya kasiangan.." suara Ida.
" Ya sudah..Tidur dulu ya...Soalnya aku mau tidur...Nanti kita lanjut lagi nelponnya.." ucap Bayu.
" Iya..." suara Ida pelan.
" Assalam mu'alaikum..." ucap Bayu.
" Wa'alaikum salam..." suara Ida.
Bayu mematikan panggilan. Kemudian berebah.
" Besok beli hape buat Ida,terus beli alat pancing.." gumam Bayu.
Lantas Bayu mengucapkan do'a mau tidur ,lalu memejamkan mata.
Derrttttt... Ponsel Bayu bergetar pendek. Ia mengetahui ada pesan masuk,namun mencuekinya. Sebab ia mau tidur.
Pukul 3.10.
Seperti biasa Bayu bangun dari tidurnya. Kemudian melakukan rutinitasnya,yakni shalat tahajud dan zikir. Tapi sebelum itu ia membuka pesan sms sebelum mencharger ponselnya.
From ibunya ida.
Met tidur kak...
Bayu tersenyum melihat sms tersebut. Lalu mengirim sms para istrinya memberitahukan bahwa dirinya telat pulang. Karena belum selesai mengurus tanah. Selesai mengirim sms,Bayu mengecas hapenya. Lalu berjalan ke kamar mandi.
Tak terasa 10 menit lagi masuk shalat subuh.
Bayu mendengar ponselnya bergetar panjang.Ia pun segera mengambil ponselnya. Ia mengira itu telpon dari istrinya.
Begitu melihat ke layar.Nampak nama ibunya Ida yang menelpon lalu mati.
Bayu melihat ada sms masuk.
From ibunya Ida.
Sudah bangun apa belum kak.bls
To ibunya Ida.
Sudah,tadi bangun jam 3.
From ibunya Ida.
Cepat amat bangunnya kak.bls.
To ibunya Ida.
Sudah biasa bangun jam 3, ini aku mau ke mesjid.
From ibunya Ida.
Ooo..Begitu. Nanti kakak kuliah apa enggak?jam brp pulang kuliahnya. Pulsanya sisa 500 perak.klu gak dibls pulsanya hbs. Blz.
To ibunya Ida.
Kuliah...Siang pulangnya...Nanti ku isikan pulsa.
Bayu keluar dari kamar hotel,tak lupa mengunci pintu.
.
.
.
.
.
Sementara itu,tanpa Bayu sadari. TNI akan latihan gabungan bersama tentara Cina di Nunukan. Kapal militer china berlabuh di dermaga Balikpapan. Akankah Bayu bertemu dengan tentara militer China?.
Kita saksikan dulu iklan yang mau lewat.
.
.
.
To be Continyuu.......