SANG PENERUS.

SANG PENERUS.
DI SIDANG


Selama dalam perjalanan ke China,Rencana yang Bayu saat ini yang ia rencanakan berhasil. Yakni menjauhi Tim Fei Long dari keluarganya. Dan Fei Long percaya apa yang Bayu ucapkan.


Kini Bayu memikirkan rencana selanjutnya,sebab sebelumnya,ia akan memilih rencana A,tiba - tiba berubah menjadi rencana B.


Sepanjang perjalanan,Bayu mengucapkan dzikir dalam hati,meminta petunjuk kepada Allah,agar masalah yang ia alami dapat segera di selesaikan. Di saat ia melihat jam dan waktunya untuk shalat,Bayu segera shalat dengan posisi duduk. Fei Long yang duduk di samping Bayu,memperhatikan Bayu saat shalat.


Setelah selesai shalat.


" Apa yang kamu lakukan tadi?" ucap Fei Long penasaran. Sebab gerakannya hampir sama dengan yang sering di lakukan Bayu,namun bedanya Bayu saat ini duduk.


"# Shalat paman.." ucap Bayu.


" Biasanya kamu melakukan itu berdiri,kenapa duduk?" ucap Fei Long.


"# Keadaan darurat paman..Sebab tidak mungkin aku melakukannya sambil berdiri di pesawat ini." ucap Bayu.


Setelah itu Fei Long diam tak bicara.


Bayu mengambil Al Qur'an dalam tas ranselnya. Kemudian membaca dengan pelan.Agar yang lain tidak terganggu.


Fei Long melihat buku yang di baca oleh Bayu.


" Apa yang kamu baca?" ucap Fei Long.


" Al Qur'an..."


" # Kitab suci agama islam.." ucap Bayu lalu melanjutkan lagi membaca Al Qur'annya.


Setelah menempuh perjalanan yang panjang. Akhirnya pesawat yang di tumpangi Bayu mendarat dengan mulus di aspal. Hingga alhirnya pesawat itu berhenti,dan pintu pesawat pun terbuka.


Semua penumpang mengambil tas masing - masing.Lalu berjalan keluar pesawat.


Bayu hanya membawa tas ransel saja,tidak membawa tas koper. Sementara Fei Long dan timnya membawa tas koper.


" Apakah langsung bertemu dengan presiden atau Jendral dulu ya.." ucap Bayu dalam hati sambil memperhatikan orang - orang menunggu untuk mengambil tas koper.


Setelah selesai mengambil tas koper. Bayu dan yang lainnya berjalan ke pintu keluar.


Bayu ingin merasa cepat - cepat saja melakukan rencananya..Agar bisa kembali ke tanah air. Dan melakukan kehidupan yang normal.


Sesampai di pintu keluar,Bayu melihat beberapa orang memakai stelan jas warna hitam berdiri di dekat mobil yang berhenti.


" Jiang...Kamu naik mobil yang itu?" ucap Fei Long menunjuk sebuah mobil.


"# Iya..." ucap Bayu lalu berjalan ke arah mobil yang di tunjuk Fei Long.


Seorang pria yang memakai jas hitam membuka pintu mobil untuk Bayu,lalu Bayu masuk ke dalam mobil.


Pintu mobil di tutup,orang yang memakai jas hitam berjalan cepat ke kursi kemudi. Bayu mengira itu adalah orang suruhan Xiang.


Mobil yang di tumpangi Bayu berjalan meninggalkan bandara.


" Apa Xiang sudah tahu ya...?" ucap Bayu dalam hati. Dirinya tak berani bertanya kepada sang supir.


Setelah menempuh perjalanan panjang,Bayu melihat sebuah bangunan yang besar. Dirinya tahu itu bangunan apa,sebab sebelumnya pernah ke tempat tersebut.


Bayu mendengar suara sang supir berbicara menggunakan radio.


Mobil memasuki pintu gerbang yang di jaga oleh tentara. Sebelum masuk,sang supir menunjukkan kartu identitasnya.


Setelah mobil yang di tumpangi Bayu berhenti,Bayu melihat 10 orang,2 diantaranya wanita. Ia juga melihat pangkat pada seorang bapak - bapak yang berdiri di tengah.


" Asemm...Jendral reek.." ucap Bayu dalam hati. Ia tahu semua pangkat dalam kemiliteran China.


Sang supir membuka pintu,lalu Bayu keluar sambil meraih tasnya.


Bayu berdiri tegak lalu memberi hormat. Jika pangkatnya lebih rendah dari dirinya,Bayu tak akan duluan memberi hormat.


Ke 10 orang itu membalas memberi hormat. Lalu seorang wanita yang memegang kalung bunga maju ke depan,dan mengalungkan kalung bunga ke Bayu.


" Selamat datang kembali Kolonel Jiang..."


Bayu melihat nama yang berbicara itu bernama Han Lie Xing yang merupakan Jendral.


Sang Jendral maju ke arah Bayu lalu bersalaman. Bayu membalas salaman tersebut.


" Kenapa tidak melapor.." ucap Jendral Han Lie Xing.


" #Siaap..Kalian tidak berusaha mencariku saat kami mengalami musibah,jadi.."


"# buat apa aku melapor" ucap Bayu.


Bayu menatap mata sang Jendral,lalu menghipnotisnya. Ia melakukan itu untuk berjaga - jaga dan juga untuk menjalankan aksinya.


Mata sang Jendral menghijau sesaat.


" Maaf,kami mengira kamu telah tewas.." ucap jendral Han Lie Xing.


Sang Jendral mengajak Bayu masuk ke dalam gedung hingga masuk ke dalam salah satu ruangan.


Bayu melihat beberapa kursi,meja dan peralatan elektroknik.


" Sepertinya aku mau di introgasi.." ucap Bayu dalam hati.


Mereka kemudian duduk,tersisa satu kursi .


" Duduklah..." ucap Jendral Han Lie Xing.


" Benarkan..." ucap Bayu dalam hati.


Bayu duduk di kursi yang kosong.


" Jiang..."


Bayu melihat ke salah satu pria yang bicara,papan nama bertuliskan Ma Dhong Luo,berpangkat Mayor Jendral.


" Kami sangat bahagia mendengar berita bahwa kamu telah di temukan salah satu dari anggotaku..Namun.."


" Yang jadi permasalahannya..Mengapa kamu tidak melapor?" ucap Mayjen Ma Dhong Luo.


" # Maaf sebelumnya..."


"# Pak Jendral...Jawab pertanyaanku dengan jujur...Apakah ada tindakan dari kalian mencariku di tempat lokasi kejadian?" ucap Bayu.


" Tidak ada.." ucap Jendral Han Lie Xing.


"# Buat apa aku melapor ke kalian bila kalian tidak mencariku..."


"# Dan bila kalian memecatku tidak masalah..Yang penting aku sudah berjuang demi negaraku ini." ucap Bayu.


" Baiklah..Itu kesalahan kami.." ucap Mayjen Ma Dhong Luo.


"# Bagus kalau anda sadar.." ucap Bayu.


Lampu di ruangan padam,lalu muncul gambar dari alat proyektor.


Nampak di layar foto Bayu berada di Bandara saat pertama kali datang ke China.


" Foto ini di ambil beberapa tahun yang lalu.."


" Apakah itu anda?" ucap Mayjen Ma Dhong Luo.


"# Mana minumanku..Jika tak ada minuman,aku tidak akan menjawab pertanyaan dari kalian.." ucap Bayu sengaja berkata seperti itu,padahal di depannya terdapat minuman. Namun dirinya merasa curiga dengan minuman yang di depannya telah di berikan racun. Sebab ia melihat foto dirinya muncul,ia beransumsi bahwa pihak militer telah mengetahui semua tentang dirinya.


" Di depanmu itu ada minuman.." ucap pria di sebelah Mayjen Ma Dhong Luo.


Bayu berdiri sambi mengambil minuman,lalu berjalan ke pria yang barusan bicara,setelah sampai. Ia menukarkan minuman tersebut.


Bayu duduk jongkok lalu minum. Setelah selesai minum Bayu berdiri dan melihat pria yang ada di depannya.


" # Sekarang giliran anda minum..."


Pria itu diam tak menjawab.


"# Kenapa tidak mau minum? Bukankah sama dengan yang aku minum?" ucap Bayu.


" Aku tidak haus.." ucap pria itu.


" Pak Jendral..Apakah minuman itu ada racunnya?" ucap Bayu.


" Iya..." ucap Jendral Han Lie Xing lalu menutup mulutnya. Dirinya terkejut mengapa mulutnya langsung berkata jujur kepada Jiang.


Semua orang melihat ke arah Jendral.


" Sial..Ada apa dengan diriku...Mengapa mulutku langsung berkata iya setelah Jiang memberi pertanyaan kepadaku.." ucap Jendral Han Lie Xing dalam hati bingung.


" Berarti dia sudah mengetahui rumah Anming..."


Bayu tak menyangka,pihak militer mendapat informasi mengenai dirinya.


" Sial...Ini di luar rencana.."


" Aku harus membuat rencana baru.." ucap Bayu dalam hati.


" # Aku masuk di militer ini karena di ajak oleh pak Mayor Jendral Thang Shin..bukan kemauanku sendiri..."


"# Aku melakukan semua tugas yang kalian berikan padaku tanpa aku mengeluh sedikitpu ...Berlatih dalam segala cuaca,baik panas maupun dingin...Apakah ini balasan kalian?"


Semua orang diam tak bisa menjawab ucapan Bayu.


" # Aku pergi ke timur tengah membebaskan warga kita yang di sandera.."


" # Setelah itu kalian mengirimku ke sana lagi.."


"# Di saat aku mengalami musibah..Dan membutuhkan pertolongan.."


" # Kalian tidak datang mencariku.."


" # Dan sekarang.."


"# Kalian mau meracuniku.."


"# Pak Jendral...Siapa yang memberitahu soal racun itu?" ucap Bayu.


" Mayor Xi Guotin.." ucap Jendral Han Lie Xing.


" Kenapa mulutku ini selalu berkata jujur pada Jiang..Apa yqng dia lakukan padaku?" ucap Jendral Han Lie Xing.


" Maafkan kami Jiang.."


" Semuanya...Sidang ini ditutup..Dan masalah ini tidak usah di lanjutkan..." Jendral Han Lie Xing.


Bayu berjalan ke seorang tentara wanita yang mengendalikan layar monitor menggunakan laptop.


Bayu menghipnotis wanita tersebut.


Mata wanita itu menghijau sesaat.


" # Jawab yang jujur pertanyaanku.."


" # Ada berapa file yang kalian dapat mengenai aku sebelum menjadi tentara?" ucap Bayu.


" Ada banyak.." ucap wanita itu.


"# Apakah kamu bisa menghapus semua data itu hingga ke pusat?" ucap Bayu.


" Bisa..." ucap wanita itu.


"# Apakah kamu punya salinannya?" ucap Bayu.


"Punya.." ucap wanita itu.


Wanita itu menutup mulutnya,ia tak percaya mengapa mulutnya selalu menjawab ucapan Bayu,padahal dirinya tak ingin bicara. Sebab itu rahasia negara.


"#Laksanakan apa yang aku perintahkan,hapus semua data itu.." ucap Bayu.


Wanita itu lantas menghapus semua data mengenai Bayu di saat belum menjadi tentara.


" Jiang...Apa yang kamu lakukan pada nona Jiao." ucap Mayjen Ma Dhong Luo.


" # Ini adalah bentuk keadilan..Kalian telah menyidangku,dan memberiku racun..."


"# Aku bisa saja membunuh kalian jika aku mau.."


Bayu berjalan ke arah Mayjen Ma Dhong Luo.


"# Apakah kamu protes dengan apa yang aku lakukan?"


Bayu menatap tajam.


"# Jika iya..Aku dengan senang hati menghabisi nyawamu di sini meskipun ada pak Jendral..Aku tidak takut kepadamu.." ucap Bayu.


Mayjen Ma Dhong Luo berdiri lalu mundur sambil memegang senjata yang berada di pinggangnya.


" CUKUP......." teriak Jendral Han Lie Xing.


" # Tanpa senjata,aku bisa membunuhmu.."


"# Di timur tengah..10 orang bersenjata lengkap bisa aku bunuh tanpa senjata,apalagi kamu yang membawa sepucuk pistol.."


"# Aku tidak takut akan pangkatmu,aku hanya takut kepada sang penciptaku.."ucap Bayu lalu berjalan ke arah kursinya dan duduk.


" Semuanya..Keluar dari ruangan ini..Kecuali Jiang dan Jiao.." ucap Jendral Han Lie Xing.


Mereka yang mendengar ucapan sang Jendral segera berdiri,lalu meninggalkan ruangan.


" # Nona Jiao..Apakah sudah selesai kamu hapus semua file itu?" ucap Bayu.


" Sudah.." ucap Jiao.


"# Terima kasih..."ucap Bayu lalu menarik ilmu hipnotisnya pada Jiao.


Jendral Han Lie Xing berjalan menghampiri Bayu.


" Jiang...Apa yang kamu lakukan padaku?" ucap Jendral Han Lie Xing penasaran.


"# Aku tidak melakukan apa - apa pak..Aku hanya meminta anda menjawab pertanyaanku dengan jujur.. Dan bapak menjawab dengan jujurkan? " ucap Bayu.


" Iya.."


" Aku ada pertanyaan untukmu,jawab dengan jujur...Siapakah dirimu yang sebenarnya? Sebab kami menemukanmu di berbagai tempat sebelum kamu menjadi tentara,dan di saat kami melacak alamat yang ada di paspor dan identitasmu,semuanya palsu.." ucap Jendral Han Lie Xing.


Bayu menghela nafasnya.


"#Baiklah...Aku akan berkata jujur"


"# Aku sedang mencari keluargaku pak..Sampai saat ini belum di temukan keberadaannya" ucap Bayu. Yang Bayu maksud itu adalah Ayub.Sampai saat ini,Bayu belum mendapatkan informasi yang pasti,di mana Ayub berada. Apakah masih hidup atau sudah tewas.


" Keluarga?"


" Tapi mengapa kamu selalu mengganti identitas?" ucap Jendral Han Lie Xing.


" # Agar yang menculik keluargaku tidak mengetahui keberadaanku" ucap Bayu.


" Di culik? Siapa yang menculiknya? Lalu apakah asli warga China atau Indonesia?" ucap Jendral Han Lie Xing.


" #Mereka penjahat internasional..Aku tidak tahu namanya siapa dan untuk statusku.."


" # Aku asli warga China,asalku dari Xinjiang..Namaku Jiang.." ucap Bayu.


" Mengapa kamu bisa datang dari Indonesia? Lalu kembali ke Indonesia? " ucap Jendral Han Lie Xing.


" # Aku di ajak oleh warga Indonesia pergi ke Indonesia..."


" # Aku pergi keluar dari perbatasan melewati hutan,karena aku tak memiliki dokumen. "


" # Temanku menunggu di perbatasan,setelah itu aku pergi bersama temanku itu.."


"# Temanku kenal dengan seseorang ,orang itu mengenal orang tuaku.."


" # Namun..Bertahun - tahun mencari,aku tak menemukannya. Kuputuskan kembali kembali ke China dengan Identitas palsu yang di buatkan oleh temanku.."


" # Setelah aku di China,aku di kejar oleh penjahat,dan aku menceburkan diri ke sungai hingga kepalaku terbentur pak.."


"# Setelah sadar..Aku berada di sebuah gubuk,.."


" # Gubuk itu di huni oleh sepasang orang tua.."


" # Mereka merawatku,hingga mereka tewas karena racun. Setelah itu aku pergi dari desa itu dan bertemu dengan paman Fei Long.." ucap Bayu.


Semua yang di katakan oleh Bayu,sesuai informasi yang di dapat oleh pihak penyelidikan.Hingga Jendral Han Lie Xing mempercayai ucapan Bayu.


" Dari mana kamu belajar menembak?" ucap Jendral Han Lie Xing.


" # Dari teman di Indonesia,aku memakai senapan angin untuk berburu di hutan pak.." ucap Bayu.


" Apakah benar kamu kebal racun?" ucap jendral Han Lie Xing.


"# Tidak semua racun yang dapat aku terima pak,aku sempat hampir tewas di gigit ular kobra saat berburu ,untung saja kami membawa obat - obatan,sehingga nyawaku dapat di selamatkan.." ucap Bayu.


" Pantas saja di sangat mahir berada di hutan,ternyata dia sudah terbiasa hidup di hutan dan dia sangat mahir menembak." ucap jendral Han Lie Xing dalam hati.


" Baiklah...Itu saja yang hendak aku tanyakan kepadamu.."


" Jiang..." ucap Jendral Han Lie Xing.


Bayu berdiri tegap.


" #Siap pak..." ucap Bayu.


" Dengan ini aku putuskan,kamu terbebas dari segala bentuk dakwaan dan mulai saat ini,kamu kembali aktif lagi dalam militer.." ucap Jendral Han Lie Xing.


"# Siap pak..."


"# Pak...Izin bertanya.." ucap Bayu.


"Silahkan.." ucap Jendral Han Lie Xing.


"# Aku ingin berhenti dari sini.." ucap Bayu.


" Mengapa kamu ingin berhenti?" ucap Jendral Han Lie Xing.


" # Siap...Aku ingin mencari keluargaku pak.." ucap Bayu.


" Selama kamu menjadi bagian militer ini,kamu bisa mencarinya..Dengan memerintahkan anak buahmu.."


" Jadi...Kamu tidak perlu repot mencarinya Jiang.."


" Permintaanmu aku tolak.." ucap Han Lie Xing.


" Diampuut..." ucap Bayu.


Jendral Han Lie Xing berjalan ke mejanya,lalu mengambil sebuah map besar kemudian berjalan ke arah Bayu.


" Ini milikmu...Besok pagi datanglah kemari untuk menghadiri upacara.." ucap Jendral Han Lie Xing sambil menyerahkan amplop tersebut.


Bayu menerima amplop itu.


"# Siap pak..." ucap Bayu.


" Kamu boleh pergi.." ucap Jendral Han Lie Xing.


Bayu memberi hormat,lalu mengambil tasnya dan pergi meninggalkan ruangan tersebut.


" Jiancook...Aku gak bisa berhenti lagi...Asem - asem.." ucap Bayu dalam hati sambil berjalan. Ia meraba isi amplop tersebut dan merasakan benda yang keras. Lalu Bayu membuka isi amplop tersebut. Ada beberapa lembar surat - surat,uang,kartu ATM,Ponsel,Kunci rumah dan kunci mobil.


Bayu mengambil kunci mobil,di gantungan itu tertera plat kendaraan. Kemudian Bayu keluar dari gedung menuju parkiran mobil.


" Apa Xiang sudah tahu ya...?"


" Aiiissh...Kenapa juga tadi aku gak nanya sama dia...Asem...Asem..." ucap Bayu dalam hati.


Setelah di parkiran,Bayu mencari mobil Dinasnya.


15 menit kemudian Bayu menemukan mobil Dinas tersebut,lalu masuk ke dalam mobil.


Ia mengeluarkan semua isi di dalam amplop.


Ada ponsel, kartu identitas,Kartu SIM,surat tugas dan lain - lain.


Bayu menyalakan mobil itu,tak lama kemudian ia menjalankan mobil tersebut.


Di dalam mobil itu terdapat kamera tersembunyi dan mikrofon kecil. Bayu yang merasa curiga,lantas bersikap biasa saja. Ia tak berani menghubungi keluarganya di indonesia.


Bayu berhenti di pinggir jalan,karena bingung mau kemana,lalu ia pun mengambil salah satu lembar surat,yang isinya mengenai penempatan rumah dinasnya.


" Ini di mana ya..?" ucap Bayu bingung. Sebab alamatnya berbeda dengan rumah dinasnya.


Bayu melihat ada sebuah layar,lalu ia menyalakan layar tersebut.


Ketika layar muncul menu" Oalah..Ini GPS toh...Aseek...Jadi aku gak akan nyasar.." ucap Bayu dalam hati,lalu menekan menu tersebut.


Setelah mendapat titik di mana yang akan di tuju,Bayu segera menjalankan mobilnya.