SANG PENERUS.

SANG PENERUS.
MEMPLESTER TEMBOK RUMAH BERSAMA SAHABAT


Setelah selesai shalat isya'. Bayu membantu teman - temannya memplester tembok ruang tamu sambil mendengarkan musik dari DVD player yang di sambungkan ke salon.


" Kalau capek istirahat aja Bim..Besok lanjut lagi.." ucap Bayu.


" Kita libur cuman 4 hari aja Bay,jadi ya sekalian aja aku kerjakan.." ucap Bimo.


" Eh Bay...Kamu gak lanjut kuliah lagi kah?" ucap Lukman sambil meneplok semen.


" Pengennya seh lanjut Man.."


" Tapi aku bingung..." ucap Bayu.


" Bingung lapo Bay?" ucap Daniel sambil memberi acian ke tembok yang sudah kering.


" Jika aku kuliah..Bagaimana istri dan anakku..?"


" Ini aja sudah ku tinggal lama,masa iya aku tinggal lagi pergi kuliah.." ucap Bayu.


" Ya di musyawarahkan aja..Kan kamu calon penerus keluarga besarmu.." ucap Lukman.


" Nantilah aku bilang ke istriku..Jika mereka setuju,aku akan kuliah lagi..Tapi aku kuliah gak di Jakarta.." ucap Bayu.


" Aiishhh...Kenapa gak di Jakarta aja Bay..." ucap Daniel.


" Keadaan yang memaksa..."


Bayu melihat sekitar,tak ada tetangganya yang membantu.


" Aku ini pasukan elit tentara China.."


" Jika ada tentara China atau mata - mata musuhku melihatku...Bisa bahaya.." ucap Bayu.


" Iyo juga seh..."


" Repot juga..Padahal kowe di kiro matek.." ucap Lukman.


" Dah...Jangan bahas itu..Aku takut ada yang dengar selain kita,aku di sini di sangka tetangga kerja jadi TKI di Hongkong..Bukan tentara..Okeee.." ucap Bayu.


Bayu mengambil rokok,lalu membakarnya.


Huuuift....Asap keluar dari mulut Bayu.


" Nanti ini di cat warna apa Bay...?" ucap Paijo.


" Heemmm...Rencanaku seh mau tak lukis kang..."


" Biar beda dari yang lainnya.Terus yang di luar tak cat polos aja.." ucap Bayu.


" Bagus juga kalau di lukis Bay di tambah kamu pintar gambar.." ucap Paijo.


" Kowe di golek i Sambo loh Bay.." ucap Bimo.


" Sambo..? Mau ngapain dia Bim ?" ucap Bayu.


" Katanya seh ada perlu, Di telpon gak di angkat,di datangi ke kelas selalu gak ada.." ucap Bimo.


" Paling aku mau di jadikan pemimpin geng mereka.." ucap Bayu.


" Oh iya....Aku baru ingat..."


" Ayahmu nanyain kamu terus loh Bay.."


" Di mana Bayu,kenapa gak ada kelihatan..Apakah dia sakit..Kenapa gak kuliah...Begitu" ucap Paijo.


" Ayahku..? Yang mana kang.." ucap Bayu.


" Pak Agus Bay...Mosok kowe lali.." ucap Paijo.


" Bukannya aku lupa..Kan ayahku ada banyak.." ucap Bayu.


" Itu mah ayah mertua...Woo..Weduus.." ucap Bimo.


" Semennya sisa 2 sak Bay.." ucap Daniel.


" Ya besok pesan lagi.." ucap Bayu.


Tak terasa,adukan sak semen terakhir telah habis.


Kemudian mereka membereskan ruangan,agar tidak berantakan.


" Di pasang keramik apa gak Bay?" ucap Lukman.


" Pasanglah...Tapi nanti.." ucap Bayu.


Setelah beres,tak ada semen yang menempel di lantai,mereka membersihkan peralatan. Kemudian nongkrong di teras rumah.


" Kamu pakai ilmu apa Bay? Setiap kali turun umpan,langsung di sambar.."ucap Paijo penasaran.


" Aku pakai mata kail khusus kang.." ucap Bayu asal,tak mungkin ia memberi tahu bahwa itu pemberian dari Kumala Sari,dan takut teman - teman meminta ilmu itu.


" Kail apa Bay?" ucap Daniel.


" Sebentar..."


Bayu berdiri,lalu berjalan ke arah dapur untuk mengambil kail pancing. Setelah memgambil,Bayu kembali ke teras.


" Aku pakai kail ini" ucap Bayu.


" Coba ndelok.."


Bayu memberikan 1 kotak berisi kail pancing ke Paijo.


" Aku loh juga punya kail seperti ini." ucap Paijo kemudian memberikan ke Bayu.


Bayu membuka tutup kail,lalu berdo'a dalam hati,agar teman - temannya memancing dapat ikan,kemudian meniup 3 kali.


" Sudah tak do'akan..Tapi jangan di langkahi Kotak kail ini,dan baca bismilah saat memasang dan melempar umpan...,jika di langkahi maka mantraku hilang,dan bila tak baca bismilah maka gak dapat ikan" ucap Bayu asal bicara sambil menyerahkan kotak kail itu ke Paijo.


Paijo menerima kotak kail tersebut.


" Masa seh Bay?" ucap Paijo belum yakin.


" Kalau gak percaya,coba aja besok.."


" Di sana ada sungai,nah.."


" Sampeyan mancing aja pakai kail itu,umpan cacing..Insya Allah dapat..Kalau gak dapat berarti belum rejeki" ucap Bayu.


30 menit kemudian,Bayu memutuskan tidur.


Teman - teman Bayu tidur di rumah Hana bersama pengawal yang ikut membantu mengerjakan rumah itu.


Bayu tidur bersama Diana.


" Sudah tidur.." ucap Bayu melihat Diana terlelap.


Bayu perlahan naik ke tempat tidur.


" Bii..." ucap Diana.


" Iya mi..." ucap Bayu.


" Kenapa sampai malam ngerjainnya..?" ucap Diana.


" Katanya Bimo mumpung libur 3 hari mi..Mereka akan membantu.."


" Umi mau main?" ucap Bayu.


" Gak usah bi...Besok abi puasa,terus ngerjain rumah.." ucap Diana.


" Nanti umi marah bila gak aku sentuh.." ucap Bayu.


" Aku gak marah bi...Bila abi capek,istirahat,jangan di paksa..Kan abi lagi puasa.." ucap Diana.


" Aku gak capek mi.." ucap Bayu.


" Nanti aja bi..Kalau rumahnya sudah di plester dan di pasang plafon" ucap Diana.


" Ya sudah..." ucap Bayu.


Mereka kemudian tidur.


Pukul 3.10.


Bayu terbangun.Seperti biasa,Bayu meminum air putih,lalu pergi ke kamar mandi untuk wudhu. Lalu shalat sunnah.


Pagi harinya.


Bayu pergi bersama pengawal untuk membeli semen dan bahan lainnya,seperti cat,kuas,lampu,kabel dan lain lain. Setelah selesai belanja,Bayu pergi ke toko untuk membeli cemilan dan minuman setelakembali kerumah.


Para pengawal menurunkan barang yang di beli Bayu,seperti semen,AM buat acian,lampu ,kabel,saklar,minuman dan makanan. Sedangkan bahan untuk plafon ruang tamu dan yang lainnya.


Para pengawal mengaduk semen,setelah itu memberikan adukan semen ke Bayu dan teman - temannya.


Sementara,Mario bersama rekannya memasang plafon dan lampu yang telah di beli oleh Bayu.


Perlahan,tembok rumah Hana tertutup plesteran tembok. Tawa canda menghiasi rumah Hana.


Tak terasa sudah sore hari. Bagian dalam rumah sudah di plester semua.Hanya dapur yang belum.


" Mau kamu lukis apa Bay?" ucap Lukman.


" Hem...Pemandangan,grafiti, sama kaligrafi aja Man.." ucap Bayu.


" Seperti mesjid dong.." ucap Bimo.


" He eh..."


" Kalau rumah rata - rata polos aja catnya.."


" Kuning...Ya warna kuning aja.."


" Jika seni grafiti,hanya sedikit aja yang memakai.." ucap Bayu.


" Seperti rumah orang barat Bay?" ucap Paijo.


" Iyoo..."


" Jadi...Jika melihat tembok rumahku nampak melihat lukisan tiga dimensi.." ucap Bayu.


***


Rumah Hana sudah di plester dan sudah di aci semua.Hanya bagian tertentu saja yang tidak di aci,karena akan di pasang keramik.


Nampak Bayu bersama teman - teman dan pengawal merapikan ruangan.


" Tinggal di cat ini Bay.." ucap Bimo.


" He eh..." ucap Bayu.


" Habis Jum'atan mancing yok.." ucap Daniel.


" Mancing di mana?" ucap Bimo.


" Katanya Wedus di sini ada sungai..Aku mau coba aja kail pancing itu.." ucap Daniel.


" Ayoo..." ucap Bimo.


Bayu tak menyangka bila rumah ibunya cepat selesai di plester.Ia pikir butuh waktu semingguan lebih baru selesai.


Bayu pergi mandi,lalu memakai pakaian muslimnya. Sambil menunggu teman - temannya selesai mandi,Bayu bermain mobil remote control.


Diana menggeleng - gelengkan kepala saat melihat Bayu bermain mobil remote Control.


" Jadi abi beli mainan itu buat maen sendirian ya" ucap Diana.


" Kalau Imam belum bisa maen ya aku mainkan lah mi..." ucap Bayu sambil mengendalikan mobil remot control.


" Sudah selesai plesternya bi..?" ucap Diana.


" Sudah dong...Tinggal kasih warna aja temboknya.." ucap Bayu.


" Cepat banget..."


" Terus nanti mau di cat warna apa?" ucap Diana.


" Yang di dalam itu mau ku buat seni kaligrafi dan pemandangan." ucap Bayu.


" Jadinya seperti mesjid dong bi.." ucap Diana.


" Hanya ruang tamu saja yang ku pasang kaligrafi mi..Ruang lainnya enggak." ucap Bayu.


" Weduuus....Ayooo ke mesjid..." suara Lukman.


" Aku berangkat dulu...Asaalam mua'alaikum..." ucap Bayu sambil menyerahkan remot mobil mainan ke Diana.


"Wa' alaikum salam" ucap Diana sambil menerima.


Bayu berjalan cepat keluar.


Setelah sampai di luar,Bayu naik mobil Rubicon bersama teman - temannya.


" Kalian pulangnya kapan?" ucap Bayu sambil menyetir.


" Besok kita kembali Bay.."


" Kang Paijo mau pulang kampung.." ucap Daniel.


" Kenapa buru - buru..Nanti kebo di cariin.." ucap Bayu.


" Siapa yang nyariin aku Bay?" ucap Bimo.


" Ya panitia Qurbanlah..Mana ini yang mau di sembelih...Begitu.." ucap Bayu.


" Juancoook....Waaasssuuuu.." ucap Bimo.


Ha....Ha....Ha....Ha...Ha....Ha...Ha...Ha...Ha.. Bayu dan yang lainnya tertawa.


Bayu menghentikan mobilnya saat sudah sampai di mesjid.lalu mereka turun dari mobil.


Setelah selesai shalat jum'at.


Teman - teman Bayu makan siang bersama,setelah itu membuat pancing yang jorannya dari bambu hanya ingin mengetes mata kail pemberian Bayu.


Bayu melihat teman - temannya membuat pancingan jadi deg - deg kan,takut kalau gak berhasil,lalu berencana memanggil Kumala Sari.


" Panggil gak ya.."


" Kalau ku panggil minta bantuan.."


" Nanti musrik.."


"Biarin aja lah...Semoga Allah mengabulkan permohonanku..Amin..." ucap Bayu dalam hati.


1 jam kemudian,Bayu bersama teman - temannya berangkat ke sungai yang di maksud oleh Bayu dengan berjalan kaki saja,sambil melihat suasana desa tempat Bayu tinggal.


Saat mereka berjalan ke sungai,ada beberapa gadis melihat ke arah mereka,mereka heran dan penasaran,dengan siapa Bayu berjalan,sebab mereka baru melihatnya.


Sesampai di sungai,mereka memasang umpan memggunakan cacing,sambil mengucapkan bismilah,Daniel oun ikut membaca bismilah,lalu melempar umpan juga membaca bismilah.


Daniel kaget,umpannya langsung di sambar ikan.


" Straiik..." ucap Daniel sambil mengangkat gagang pancingnya yang terbuat dari bambu.


" Wuuiihh....Straik perdana.." ucap Paijo. Lalu ikut memasang umpan. Ia mengikuti saran Bayu.


" Jangan lupa berdo'a...Minta agar Allah memberikan rejekinya pada kalian,jangan terlalu percaya jika kail itu yang mendapatkan ikan.." ucap Bayu sambil duduk memperhatikan.


" Straaaik..." ucap Lukman.


" Straik juga..." ucap Paijo.


" Omahe Sulis nangdi Bay?" ucap Paijo.


" Nang Pacitan kang.." ucap Bayu.


1 jam kemudian.


Mereka memutuskan kembali.


" Balik yok...Wes akeh iwak e.." ucap Lukman.


" Alhamdulilah...Ada yang di goreng.." ucap Daniel.


" Kowe melebu islam kah Niel?" ucap Bayu.


" Ora..Aku wes kulino." ucap Daniel.( Aku sudah terbiasa).


" Ooo...Ngono..." ucap Bayu.


Setelah sampai,teman - teman Bayu segera memeriksa barang,agar tidak ketinggalan.


Bayu menghampiri mereka sambil membawa amplop berisi uang. Lalu memegang tangan Lukman kemudian meletakkan amplop itu di telapak tangan.


" Buat sangu lebaran.." ucap Bayu.


" Gak usah Bay..." ucap Lukman.


" Gakpapa...Ambil aja...Rejeki ojo di tolak." ucap Bayu.


" Yo wes...Iki tak tompo..Terus amplop iki wenehno ponakanku Bintang lan Imam yoo.." ucap Lukman.( Ya sudah..Ini aku terima,terus amplop ini berikan ke ponakanku Bintang dan Imam ya..)


" Asemm..." ucap Bayu. Mau gak mau menerima lagi amplop itu.


Di saat memberikan ke yang lain pun begitu,mereka menerima laku di berikan lagi ke Bayu untuk Bintang dan Imam.


Setelah itu mereka berpamitan ke Hana dan juga ke dua istri Bayu.


" Assalam mu'alaikum..." ucap teman - teman Bayu.


" Wa'alaikum salam.." ucap Bayu dan keluarganya.


Lalu mereka masuk ke mobil dan meninggalkan rumah Hana.


Bayu berjalan kerumah ibunya untuk melihat kerjaan Mario cs.


Nampak mario cs sedang memasang plafon lampu kamar terakhir.


"Pak...Setelah lebaran tolong pasang plafin di ruang tamu ya...Apakah bapak bisa?" ucap Bayu.


" Bisa bos...Tenang aja.." ucap Mario.


" Mantap..."


" Kalau bisa pas lebaran kesini,tapi agak siangan.."


" Soalnya aku beli sapi untuk di sembelih.." ucap Bayu.


" Siap bos..." ucap Mario.


Setelah pekerjaan Mario selesai,Mario mendatangi Bayu.


Nampak Bayu sedang menggendong anak di pinggir jalan sambil memainkan mobil remot control.


" Pak...Kami sudah selesai memasang plafon kamar.


" Iya pak.." ucap Bayu.


Bayu mengarahkan mobil remot control ke rumah ibunya,lalu masuk ke dalam rumah. Ia mengecek semua pekerjaan Mario Cs.


Nampak perkerjaannya rapi dan bagus,sesuai permintaan dirinya,yaitu 4 lampu kecil dan 1 lampu besar.


" Tolong panggil teman - teman sampeyan.."


Mario lantas memanggil teman - temannya. Setelah datang,Bayu mengeluarkan amplop yang sudah di tulis nama.


" Ini bayaran kalian.." ucap Bayu sambil memberikan amplop itu.


Mereka menerima lalu membukanya


" Terima kasih bos..." ucap Mario merasa senang,karena di beri uang banyak,padahal biaya jasanya tak seberapa.


" Sama - sama..."


" Apakah kurang?" ucap Bayu.


" Tidak bos...Ini lebih.." ucap Mario.


" Aku puas dengan pekerjaan kalian.."


" Makanya aku lebihkan.." ucap Bayu.