SANG PENERUS.

SANG PENERUS.
OPERASI GHAIB 2


Bayu berjalan tiba - tiba pandangan Bayu gelap


Bruuuuuk........ Bayu ambruk di lantai.


"EH.....!!!???Semua orang yang ada di ruangan itu terkejut buat main.


Kakek buyut Zhang segera menolong Bayu,karena posisinya paling dekat dengan Bayu,lalu Ia meletakkan di kursi sofa yang panjang.


"Jien'er....Panggilkan dokter kemari." ucap Zhang .


"Baik ayah..." ucao Jien Li.


Jien Li lantas keluar dari ruang itu untuk memanggil dokter.


Tak lama kemudian.


Pintu ruangan terbuka,nampak seorang Dokter dan beberapa orang masuk sambil membawa peralatan


"Dok...Tolong periksa cicit saya dok.."ucap Zhang.


Dokter itu memeriksa Bayu.


Tak lama kemudian dokter itu selesai memeriksa Bayu.


"Apakah cicit bapak sedang puasa?" ucap Dokter.


"Saya tidak tahu dok cicit saya puasa apa tidak..."ucap Zhang.


"Sebentar yah...Aku mau menemui pengawalku yang tadi mengantar Bayu " ucap Jien Li.


Dokter itu mengeluarkan minyak angin dari dalam kantongnya,kemudian membuka penutup botol,setelah itu meletakkan di hidung Bayu.


Jien LI keluar dari ruangan tersebut.


Nampak Bayu mengerang.


Uugghhh.....


Lalu Bayu membuka matanya.


"Eh...!!!?? Bayu terkejut meluhat ada seorang Dokter di dekatnya.


"Maaf Dok...Saya tidak sakit..." ucap Bayu.


Bayu merasakan badannya lemas,energinya berkurang,sebab ia puasa mutih,dan menggunakan ajian rogoh sukmo.


Dokter itu tersenyum.


"Tadi anda pingsan...Apakah anda sedang berpuasa?" ucap dokter.


"Pingsan....?? Iya dok ,saya lagi puasa,tadi hanya berbuka air putih saja. Mau beli nasi putih tak sempat...Soalnya saya khawatir kondisi Mei Lien Dok.." ucap Bayu.


"Sial... Gara - gara aku ikut gotong royong kemudian menggunakan ajian rogoh sukmo,tenagaku menjadi habis." ucap Bayu dalam hati.


Jien Li masuk kedalam ruangan.


"Kamu mau makan apa Bayu...Nanti kakek buyut akan membelikanmu makanan apapun yang kamu inginkan.." ucak Zhang.


"Hem...Nasi putih dan air putih saja mbah buyut.." ucap Bayu.


"Nasi putih? Apakah ada lainnya?" ucap Zhang.


"Tidak mbah buyut... Itu sudah cukup.." ucap Bayu.


"Mengapa hanya nasi putih dan air putih saja Bay?" ucap Jien Li heran dan penasaran.


"Karena saya lagi puasa mutih mbah...Jadi saya hanya memakan nasi putih dan air putih saja.." ucap Bayu.


Istrinya Jien Li menghampiri Bayu,lalu memberikan botol mineral.


"Terima kasih mbah.." ucap Bayu.


"Suster...Ambilkan nasi untuk cicit pak Zhang .." ucap dokter.


"Baik dok..." ucap suster.


Kemudian Suster itu keluar dari ruangan.


"Jika aku beri tahu sekarang.. Maka aku takut,kondisi Bayu malah drop.. " ucap Zhang dalam hati.


10 menit kemudian pintu terbuka.


Suster yangbdibsuruhboleh Dokter kembali sambil membawa nasi putih. Lalu di berikan pada Bayu.


"Terima kasih sus..." ucap Bayu.


"Sama - sama mas.." ucap suster.


Bayu ingin makan,tapi ia sungkan.


"Kenapa gak di makan Bayu...?" ucap Zhang.


"Saya gak enak mbah..Masa cuman saya saja yang makan." ucap Bayu.


"Gakpapa...Makanlah...Kalau tak makan,ibumu akan marah besar padaku.." ucap Zhang.


"Baiklah...Saya makan dulu ya..." ucap Bayu.


Nampak Bayu memakan nasi putih tersebut.


Tak lama kemudian,Bayu selesai makan,lalu minum.


Heeeekk...... Bayu sendawa.


"Alhamdulilah..." ucap Bayu.


Kini Bayu kembali sehat bugar,yang awalnya lemas.


"Saya tinggal dulu ya pak,jika butuh bantuan panggil saja saya..." ucap dokter.


"Iya dok...Terima kasih..." ucap Jien Li.


Dokter dan suster itu keluar dari ruangan.


Bayu kemudian berdiri.


"Maaf mbah Jien... Saya mau menemui Mei Lien.." ucap Bayu.


"Silahkan Bay..."ucap Jien Li.


Bayu berjalan ke arah Mei Lien.


Nampak Mei Lien terbaring,di tubuhnya terpasang alat pendeteksi detak jantung,selang infus.


"Semoga saja berhasil..." ucap Bayu dalam hati.


Bayu mengucapkan sesuatu,kemudian telapak tangan kanan menyentuh kepala Mei Lien.


Lalu Bayu memejamkan mata untuk mencari penyakit Mei Lien berada.


"Ketemu..." ucap Bayu dalam hati.


"Apa yang di lakukan Bayu pa..." ucap istri Jien Li penasaran.


"Papa gak tahu ma..." ucap Jien Lie juga penasaran.


"Apa yang di lakukan Bayu?" ucap Zhang dalam hati memperhatikan Bayu.


Bayu memegang kepala Mei Lien dengan tangan kiri,kemudian tangan kanan bergerak seperti sedang memotong sesuatu sambil memejamkan matanya.Setelah itu bergerak semperti mengambil sesuatu,lalu di letakkan di tissu.


Setelah itu Bayu meletakkan kedua tangannya ke arah kepala Mei Lien.lalu Bayu mengambil kertas tissu tersebut,lalu Bayu berjalan ke tempat sampah.Ia membuang kertas tissu tersebut.


Lalu Bayu berjalan ke arah Jien Li.


"Mbah Jien...Saya pamit pulang dulu,ibuku menyuruh saya pulang.." ucap Bayu.


"Tunggu dulu Bayu... Tadi apa yang kamu lakukan pada putriku?" ucap Jien Li.


"Saya hanya mengambil penyakitnya Mei Lien mbah...Maaf mbah Jien,mbah buyut Zhang...Saya tak bisa berlama - lama di sini mbah. Assalam mua'laikum..." ucap Bayu.


Bayu kemudian keluar dari ruangan tersebut.Ia mendapatkan cara untuk menyembuhkan Mei Lien dari KH. Mustafa.


KH. Mustafa memberikan amalannya pada Bayu,untuk melakukan operasi secara Ghaib. Setelah itu Bayu di telpon oleh Hana agar cepat pulang setelah mengobati Mei Lien.


"Apakah Bayu seorang paranormal Yah...?" ucap Jien Li.


"Hem.... Dia murid dari Ki Kartolo.." ucap Zhang.


"Ki Kartolo?? Siapa dia yah..?" ucap Jien Li yang belum mengenal sosok Ki Kartolo.


"Dia seorang paranormal .. Dia bisa membunuh kita tanpa di sentuh.." ucap Zhang.


"Eh....!!!?? Jien Li terkejut.


Jien Li lantas keluar untuk menemui Bayu. Ia berlari mengejar Bayu.


Tapi sayang,Bayu sudah pulang.


"Sial..." ucap Jien Li.


Jien Li kemudian berjalan ke dalam rumah sakit,ia berjalan untuk menemui dikter yang menangani penyakit putrinya.


Tok...Tok...Tok...


Jien Li mengetuk pintu.


"Masuk..." suara pria di dalam ruangan.


Jien Li masuk ke dalam.


Nampak seorang pria memakai pakaian outih duduk di kursi,ketika ia melihat siapa yang masuk ke ruangannya,ia pun berdiri.


"Ooo... Pak Jien... Ada apa pak...Apakah putri anda sudah sadar?" ucap dokter.


"Putri saya belum sadar.. Saya ke sini ingin menyampaikan sesuatu." ucap Jien Li.


Jien Li kemudian menceritakan apa yang di lakukan Bayu terhadap putrinya.


"Hem... Maaf pak.. Dalam ilmu kedokteran yang saya pelajari,tidak ada yang bisa mengambil penyakit itu tanpa operasi,jika pun ada,maka hasil 1 banding 100 pak..." ucap Dokter.


"Saya ingin anda memeriksa putri saya sekarang dok.. Karena saya merasa penasaran.." ucap Jien Li.


"Baiklah... Saya akan memeriksa putri anda." ucap Dokter.


Akhirnya Mei Lien di periksa oleh Dokter.


Mei Lien di masukkan ke dalam sebuah alat modern dan canggih,lalu para tim memeriksa Mei Lien menggunakan komputer.


Nampak Zhang yong,Jien Li beserta iatrinya dan beberapa keluarganya berkumpul di ruang tunggu VIP.


Tiba - tiba hape Zhang berdering ,lalu Zhang Yong mengambil hapenya,nampak di layar hapenya panggilan dari Dewi ART rumah Bayu menelpon.


"Halo..." ucap Zhang.


"Halo juga tuan besar... Maaf jika saya mengganggu anda tuan besar.." suara Dewi


"Iya...Ada apa? " ucap Zhang.


"Nganu tuan besar.. Nyonya Hana beserta Bayu dan Hinata keluar rumah membawa tas tuan besar..." suara Dewi.


"Apaaa...!!!?? ' ucap Zhang terkejut.


"Tadi saya tanya mau kemana,katanya ingin pulang ke rumahnya tuan besar." suara Dewi.


"Apakah mereka tidak betah tinggal di sana?" ucap Zhang.


"Maaf tuan besar.. Katanya ada keperluan yang mendesak.." suara Dewi.


Zhang mematikan hapenya.


"Sial... Padahal aku besok mau ke sana untuk memberi tahu pada Hana.." ucap Zhang dalam hati.


Setelah selesai,Mei Lien di bawa kembali ke ruangannya.


Para tim yang memeriksa Mei Lien langsung mengerjakan hasilnya,sebab Jien Li meminta hasilnya harus cepat di selesaikan.


Setelah beberapa jam kemudian,hasilnya keluar.


Dokter yang memeriksa Mei Lien nampak tercengang saat melihat hasinya. Ia membandingkan dengan hasil Sebelumnya.


"Ba...Ba..Bagaimana mungkin tumor itu bisa lenyap...


Dokter berulang kali melihat hasil setelah dan sebelumnya Mei Lien di periksa.


Kemudian Dokter itu segera menemui keluarga Mei Lien.


Setelah sampai di ruang tunggu VIP.


"Bagaimana Dok hasilnya..." ucap Jien Li tak sabar menunggu hasil.


Dokter itu mengeluarkan 2 hasil scan kepala Mei Lien.


"Ini hasil sebelumnya,dan ini hasil setelahnya pak,..


Jien Li mengambil hasil scan tersebut.


"Hasilnya adalah tumor dikepala putri bapak telah hilang...." ucap dokter.


"APAAAAAAAAA.....!!!!??? ucap semua orang terkejut.


"Serius dok...?" ucap Jien Li tak percaya.


"Awalnya saya tidak percaya seperti anda pak... Akan tetapi... Begitu saya melihat hasilnya berulang kali...Penyakit putri bapak telah hilang. Dunia kedokteran bila tahu akan kejadian ini maka bisa menghebohkan seluruh dunia pak..


"Di mana cucu bapak itu... Saya ingin sekali menemuinya...." ucap Dokter.


"Anda jangan beritahu siapapun,jika anda beri tahu,maka anda dan juga keluarga anda akan kami habisi,karena dapat memgancam nyawa cicit saya..." ucap Zhang.


"Eh....!!!?? Dokter itu terkejut.


"Ba..Baik pak,saya berjanji tidak akan memberi tahu kepada orang lain,termasuk istri saya.." ucap dokter.


¤¤¤¤ Bersambung. ¤¤¤


Dulu waktu saya masih Sd ... saya pernah mengalami yang namanya operasi ghaib,kata orang jawa,dipunggungku ada uci - ucinya,sejenis daging tumbuh kaya tumor,lalu oleh teman ayahku diambil penyakitku,tanpa peralatan medis. Setelah itu badanku rasanya sakit sekali, Mau tidur telentang saja tidak bisa,karena tidak dibolehkan tidur telentang dulu oleh teman ayahku.


Sekian pengalamanku.