
Masih di dalam Cafe.
Bimo,Daniel dan Lukman membagikan uang yang di berikan Bayu.
"Yang pakai baju koko tambahin 2 juta broo.." ucap Bayu.
"Siap pak Kyai..." ucap mereka serempak.
" Kalian jangan iri... Tadi aku sudah mengajak kalian shalat,tapi tidak mau...
"Seperti yang tadi aku katakan.. Jika kalian mengikuti perintah Allah,Allah akan membuka pintu rejeki kalian...
Nampak preman yang ikut shalat tadi kesenangan mendapat uang lebih banyak daripada yang tidak ikut shalat .
Salah seorang preman mengangkat tangannya.
"Silahkan..." ucap Bayu.
"Bos...Saya kan non islam... Jadi gak bisa ikut shalat..." ucap preman yang mengangkat tangan.
"Oh iya...Lali aku...
"Hem...Minggu kemarin ke gereja apa enggak?" ucap Bayu.
"Ke gereja bos..." ucap preman itu berbohong.
"Aku gak suka di bohongi...
"Jika ketahuan berbohong,aku tak segan - segan memukulmu hingga patah tulang...
"Aku tanya sekali lagi,minggu kemarin ke gereja apa enggak?" ucap Bayu.
"Maaf boss.. Aku berbohong..." ucap preman itu.
"Nah gitu dong... Aku suka kalian jujur padaku.
"Jika sampeyan ke gereja,aku akan menyuruh Daniel untuk pergi mengeceknya..Apakah benar sampeyan ke gereja apa enggak...
Bimo,Daniel,dan Lukman selesai membagikan uang,lalu mengembalikan sisa uang itu pada Bayu.
Bayu menaruh lagi uang yang sisa itu ke dalam tas.
"Yang non islam bila hapal kitabnya 1 buku,maka aku berikan 1 rumah,mobil dan uang 1 milyar,dengan catatan meninggalkan kebiasan buruk,yaitu mabok - mabokan,judi,Narkoba dan hubungan badan di luar nikah...
Hape Bayu berdering lagi,Bayu mengeceknya.
Nampak panggilan nomor yang tadi menelpon,Bayu menolak panggilan itu,lalu memgirim pesan bahwa dirinya masih sibuk.Kemudian meletakkan lagi hapenya di lantai.
"Ini khusus yang islam... Apakah kalian mau belajar ngaji...?" ucap Bayu.
"Mau Bos...." ucap Sebagian preman.
"Yang mau angkat tangan...
Semua angkat tangan kecuali non islam.
"Bagus....
"Aku tak melarang kalian meminta uang keamanan pada pemilik usaha,karena kalian menjaga tempat itu dengan tenaga kalian..
"Kalian mau mengaji di sini atau di markas kalian? " ucap Bayu
Nampak mereka kasak kusuk,ada yang di bilang di markas,ada yang bilang di cafe.
"Jika di sini... Kalian akan makan dan tidur di tempat ini,
"Aku akan membelikan kalian pakaian,dan kebutuhan dapur. Tapi kalian jangan mabok - mabokan,judi,atau hubungan badan dan Narkoba di dalam cafe ini..
"Jika melanggar aku tak segan - segan menghukum kalian.." ucap Bayu.
"Bos....
"Siapa yang menjaga wilayah kita jika kita di sini semua.." ucap salah satu preman.
"Pertanyaan yang bagus...
"Sebagian berada di sana,sebagian di sini selama 1 bulan,jadi sistemnya bergantian.Bagaimana?" ucap Bayu.
Nampak mereka semua berpikir.
"Pikirkan saja dulu ucapanku ini... Saya gak maksa kalian untuk ikut... Tapi saya lebih senang kalian itu berada di jalan yang lurus..
"Jika masih tetap begitu ya monggo... Jika ingin merubah ya monggo..
Bayu melihat jam tangannya.
Pukul 14.30
"Saya tunggu rabu sore jam 4 an... Jika kalian ingin mengaji bersamaku,datanglah kemari..
"Dan untuk 20 orang tadi yang tak punya tempat tinggal,kalian di sini saja.. Bantu temanku kang Paijo merenovasi Cafe ini..
"Itu saja yang saya sampaikan...
"Saya minta maaf bila ada ucapanku menyinggung kalian semua..Saya pamit undur diri dulu,soalnya saya mau ke pondok pesantren... Assalam mu'alaikum warah matullahi wabarakatuh..." ucap Bayu.
"Wa'alaikum salam warah matullahi wabarakatuh.." ucap semua orang.
Bayu meraih tasnya lalu berdiri,kemudian berjalan ke arah luar di ikuti para pengawal.
Setelah sampai di parkiran Bayu menaiki mobil Pick up.
Seorang pengawal menghampiri Bayu.
"Biar saya saja bos yang naik mobil ini.." ucap Pengawal.
"Hem... Yo wes..." ucap Bayu.
Bayu kemudian turun dari mobil Pick Up,kemudian naik mobil Pajero.
Bayu mengambil hapenya lalu memghubungi nomor yang tadi menelpon dirinya.
Tuuuut....Tuuuut....Tuuuut....
"Haloo Bayu...." suara wanita.
"Halo juga... Maaf ini siapa?" ucap Bayu.
"Ini gue Cintya.." suara wanita ternyata dia adalah Cintya.
"Ooo...Cintya... Ada apa Cin...Sory tadi aku sibuk. Makanya aku rejek..." ucap Bayu.
"Siapa yang ngasih nomorku ke cewek itu ya?" ucap Bayu dalam hati heran dan penasaran.
"Gakpapa, gue cuman mau ngobrol saja...Soalnya gue mau ngajakin lu ngobrol susah banget.." suara Cintya.
"Ooo...Begitu.." ucap Bayu.
"Lu lagi di mana Bay...?" suara Cintya.
"Di mobil.." ucap Bayu.
"Apakah Cewek lu ada di samping lu?" suara Cintya.
"Mboten wonten.." ucap Bayu.
"Gue gak ngerti bahasa jawa.." suara Cintya.
"Gak ada..." ucap Bayu.
" Malam ini lu ada acara kagak?" suara Cintya.
"Ada..." ucap Bayu.
"Iiiissshh..... Kenapa lu ngomongnya sedikit banget seeh..." suara Cintya seperti kesal.
"Gakpapa... " ucap Bayu.
"Kapan lu ada waktu...
"Gue pengen ngobrol sama lu.." suara Cintya.
"Ini kan sudah mengobrol mbak..." ucap Bayu.
"Iya tahu... Tapi gue pengennya ngobrol secara langsung,gak lewat hape...
"Dan jangan panggil gue mbak,usia kita sama...
Bayu diam tak menjawab.
"Sial... Sulis sudah gak ngejar - ngejar aku,malah ada cewek lain lagi yang ngejar - ngejar aku,bisa berabe nanti urusannya.." ucap Bayu dalam hati.
Bayu dapat info tentang Cintya dari Mei Lien.Bahwa banyak cowok naksir pada Cintya,berbagai cara di lakukan untuk menarik perhatiannya. Bahkan anak orang kaya yang kuliah di luar juga ikutan naksir,beberapa pengusaha muda juga ikut naksir ke Cintya. Mei Lien mendapat info itu dari teman - temannya setelah bertanya tentang Cintya.
"Bay..." suara Cintya.
"Iya..." ucap Bayu.
"Bayu...." suara Cintya.
"Hemm..." ucap Bayu
"Gue kita mati..." suara Cintya.
"Jiangkreek....,jek urip ngene kok di dungakke mateek.." ucap Bayu.(masih hidup begini kok di do'ain mati)
"Sueerr deh Bay... Gue gak paham bahasa Jawa.." suara Cintya
Bayu melihat sebentar lagi akan sampai di pondok pesantren.
"Maaf mbak... Bentar lagi aku dah sampai... " ucap Bayu.
"Tunggu dulu Bayuuu.. Jangan di matikan dulu.." suara Cintya.
"Kalau dah sampai aku matikan loh mbak" ucap Bayu.
"Kapan lu ada waktu untuk kita ngobrol..?" suara Cintya.
Mobil Bayu memasuki gerbang ponpes Darul Rahman.
"Maaf mbak... Kalau tidak terlalu penting aku gak bisa mbak... Ini aku dah sampai.Maaf mbak aku matikan dulu..." ucap Bayu.
Kemudian Bayu mematikan panggilan tersebut.Lalu mengobah mode offline.
"Fiuuuh.... Ribet hidup di kota... Di kejar - kejar cewek muluu...
"Eh... Di desa juga deng..."ucap Bayu dalam hati.
Bayu mengambil kitab Al Hikam dan pulpen di dalam tas. Lalu Bayu keluar dari mobil.
Terdengar suara adzan Ashar.
Bayu berjalan ke arah mesjid pesantren bersama para pengawalnya.
Awalnya para santri kaget dan takut melihat pengawal Bayu,kini sudah terbiasa jika melihat Bayu bersama para pengawalnya.
Lagi - lagi Bayu di jadikan imam shalat oleh salah satu pengasuh pondok pesantren tersebut. Mau gak mau Bayu menjadi imam shalat.
Selesai shalat,Bayu mengikuti pengajian kitab Al Hikam.
Bayu memerintahkan 4 orang pengawalnya untuk mengantar Sulis ke mesjid dan kerumah pak H. Ridwan untuk menjaganya. Agar Alvin tak mendekati Sulis.
Sulis merasa senang,kini dirinya tak lagi murung. Sepulang dari mesjid,ia singgah ke rumah pak H. Ridwan untuk vertemu dengan Annisa dan juga Zahra. Ahmad yang melihat Sulis datang lagi merasa senang. Kadang ia mengobrol dengan Sulis sambil menunggu Annisa datang.
---***---
Di Cafe Mantan.
Nampak beberapa mobil pick up berjejer,mobil itu memuat barang eletronik,perlatan cat,perlengkapan dapur,Air galon,bahan makanan dan juga minuman.
Ada pula truk furniture.
Para preman menurukan satu persatu barang yang ada di mobil Pick up kemudian membawanya masuk ke dalam Cafe.
Para preman yang nganggur,oleh Paijo di mintain tolong untuk membantu.
Ada yang memasang lampu,Ada juga yang mengecat ulang,agar terlihat rapi dan enak di lihat. Sementara Daniel memasang CCTV di bantu oleh Bimo, Lukman dan beberapa preman lainnya.Ada yang memasang tivi LED,sound sistem.Ada yang meletakkan peralatan dapur,ada pula yang membawa frezer,kulkas dan peralatan elektroknik lainnya.Setelah Kulkas dan frezer di letakkan di tempatnya. 30 menit mereka mencolokan kabel kulkas dan freser kemudian mereka memasukkan bahan makanan itu ke dalam kulkas dan frezer.
Sedangkan untuk Furniture,ada teknisi sendiri untuk merakit.
"Ojo di tarik coook...."ucap Daniel ketika akan mencolokkan kabel ke kamera CCTV.
"Bukan aku Niel....Kae loh si Bimo yang narik.." ucap Lukman.
Sementara Paijo mengarahkan ke para Preman untuk mendekor Cafe.Bayu telah memberikan uang pada Paijo untuk keperluan Cafe. Paijo tak lupa mencatat apa saja yang ia beli.
"Lampu ini tolong taruh di sini...Lalu yang itu di sana..."ucap Paijo pada preman.
Ada yang tidak paham masalah listrik, kemudian di ajarkan oleh Daniel cara menyambungnya.
Perlahan mereka paham akan instalasi listrik.
Tak terasa waktu akan magrib. Paijo memutuskan untuk istirahat,ia sudah memesan makanan siapa saji dan beberapa minuman.
Lampu - lampu yang sudah terpasang di nyalakan.
Nampak suasana di Cafe itu nampak terang benderang.
Bimo datang menghampiri.
"Kang... Nanti saja nyalakan musiknya, sebentar lagi mau magrib..." ucap Bimo.
"Gak seru..." ucap preman itu.
"Habis magrib saja kang,baru sampeyan nyalakan lagi..." ucap Bimo.
Preman itu mematikan musiknya.
"Suwun kang..." ucap Bimo.
Malik memghampiri anak buahnya untuk menyuruh shalat magrib.
Nampak mereka mengikuti ucapan Malik,sebab Malik memgancam bila tak shalat akan di pukul beramai - ramai.
Kursi dan meja di bagunan utama di pinggirkan untuk di gunakan shalat berjamaah.
Terdengar suara adzan magrib.
Bimo mengumandangkan adzan magrib memakai mic yang telah terpasang.
Setelah itu,mereka shalat berjamaah. Lukman bertindak sebagai imam. Malik mengumandangkan iqomat.
Setelah mereka selesai shalat, mereka makan bersama,sebab makanan datang di saat mereka sedang shalat.
Mereka pun makan bersama.
"Kalau tiap hari begini terus,badan gue cepat melar neh...
"Kenapa bisa begitu...
"Gimana gak melar badan dia,banyak makanan di sini.... Dari tadi vue lihat.. Kerjaan dia makan mulu...
Ha...Ha...Ha...Ha...Ha...Ha.. Mereka tertawa.
"Tapi sayang... Tak ada minumanya....
Bimo memyahuti ucapan preman itu.
"Jika kalian mau mabok... Aku saranin di luar Cafe ini saja. Jangan di dalam cafe. Jika di dalam Cafe..Bayu akan marah besar..." ucap Bimo.
"Jancook...nyapo sampeyan nyaranin dia maboook." ucap Lukman.
"Kan Bayu bilang gak boleh mabok di dalam cafe..."ucao Bimo.
"Waaah... Cerdas sekali kau bung...Oke.. Nanti kita akan mabok di luar cafe ini..
Tiba - tiba Bayu muncul di belakang para preman menggunakan amalannya.Bayu memakai songkok,baju koko putih dan sarung.
"Kita beli berapa botol neh...
"200 botol saja...Kita akan berpesta malam ini..
Para preman yang melihat kedatangan Bayu terdiam.
"Anggur merahnya sama ganja kalau ada...
Teman- temannya memberi kode jika Bayu ada di belakang mereka.
"Yo'i.... Malam ini kita akan pesta...
Namun mereka tak paham akan kode tersebut.
"Jika 200 botol masih kurang tuh,tambahin lagi lah...
"Jika aku tambahin pukulanku bagaimana?" ucap Bayu.
"EH....!!!?? para preman yang tak menyadari kedatangan Bayu itu terkejut.
Mereka menoleh ke belakang.
"Ma...Ma..Maaf bos...Kami hanya bercanda..." ucap preman yang di dekat Bayu ketakutan.
"Jika aku lihat kalian Mabok di dalam Cafe atau di luar Cafe ini,aku akan membuang kalian ke laut.." ucap Bayu.
"Bay... Kapan kamu datangnya...? kok aku gak lihat.." ucap Daniel. Sebab Daniel tak melihat para pengawal.
"Baru saja Niel... Aku ke sini hanya ingin mengecek,apakah kalian sudah dapat makanan apa belum...
"Oh iya... Jangan kerja sampai malam hari.. Gak selesai hari ini di lanjut besok...
"Itu saja yang mau aku sampaikan....Ya sudah... Aku tinggal dulu,soalnya mau ngajarin ngaji..Assalam mu'alaimum..." ucap Bayu.
"Wa'alaikum salam..." ucap mereka semua.
Kemudian Bayu menghilang.
Nampak mereka yang melihat Bayu menghilang secara tiba - tiba terkejut,ada pula yang mencubit tangannya sendiri,ada pula yang mengucek - ngucek matanya.
Ada pula yang berdiri lalu mencari keberadaan Bayu.
"Tadi itu yang kita lihat beneran bos kan..
"Iya ..gue juga lihat..
"Jangan - jangan tadi itu penunggu di sini..
Bimo yang melihat Bayu menghilang secara tiba - tiba juga terkejut,lantas ia mengambil hapenya,lalu menghubungi Bayu.
Tuuut...Tuuut...
Bimo menloadspeker hapenya agar yang ada di cafe bisa mendengar suara Bayu.
"Ono opo Bim?" suara Bayu.
"Wedhus...Barusan kamu ada datang kesini kah ?.." ucap Bimo.
"Iya Bo... Aku cuman sebentar saja..Ne mau ngajarin ngaji Ayu...Dah dulu ya Bo.." suara Bayu.
Panggilan terputus.
"JUANCOOOOK........." ucap Bimo nyaring.
"WAASSSSUUU..." ucap Daniel.
"JUANCOOOOK...." ucap Lukman.
Para preman yang mendengar suara Bayu di hape Bimo terkejut shock. Begitu pula dengan Malik.
Jam 20.20.
Bimo,Lukman Paijo.,malik dan Daniel memutuskan pulang.
"Ini sudah malam... Yang 20 orang tinggal di sini... Sisanya kembali ke markas..Nanti jika butuh bantuan lagi,gue akan hubungi kalian..
"Lu ..dan lu.
Malik menunjuk anak buahnya.
"Gue kasih tugas ke kalian menjadi penanggung jawab untuk mengatur dan awasi anak buah..Jika aku dengar ada melanggar apa yang di ucapkan Bayu,gue angkat tangan...Ucapan Bayu bukan hanya bualan,dia benar - benar akan melakukannya... " ucap Malik.
---***---
Esok harinya di kampus.
Jam istirahat.
Cintya mendatangi Bayu di dalam kelasnya.
Nampak para mahasiswa nampak terkejut,sebab Cintya adalah salah satu wanita tercantik di kampus.
Penampakan Cintya.
"Bayu..." ucap Cintya.
"Iya mbak.." ucap Bayu.
"Mas...Aku duluan ya.." ucap Sulis sambil berdiri.
"Jangan dulu Lis..Tunggu aku.."
Sulis duduk kembali.
Cintya mengambil kursi lalu duduk di depan Bayu.
"Ada apa mbak... " ucap Bayu.
Cintya menyerahkan kertas ke Bayu.
Bayu menerimanya lalu membacanya.
"Hem....Ini acara apa mbak...?" ucap Bayu.
"Itu acara ulang tahun pernikahan ortu gue... Lu datang ya..." ucap Cintya.
"Waduuuh...
Bayu menggaruk - garukkan kepala meskipun tak gatal.
"Gimana ya mbak....
"Datang ya Bay...Pliss...
"Soalnya ortu gue ingin melihat lu.." ucap Cintya sambil menangkupkan tangannya.
"Hem....
"Maaf mbak..Bukannya aku gak mau datang.. Tapi aku malu... Sebab aku belum mengenal mbak.." ucap Bayu.
"Oh iya..Kita kan belum berjabat tangan...
Cintya menyodorkan tangan.
Bayu menangkupkan kedua telapak tangannya.
"Kenapa kamu gak mau bersalaman denganku Bay?" ucap Cintya heran.
"Gakpapa...Namaku Bayu Samudra..." ucap Bayu.
"Gue Cintya Ayudya Mahesa...
"Nanti gue akan menjemput lu.." ucap Cintya.
"Mei Lien ada di rumahku loh mbak..." ucap Bayu.
"Heeeh....!!?? Cintya terkejut.
"Serius Bay..Mei Lien ada di rumah lu.." ucap Cintya tak percaya.
"Iya...Kalau gak percaya tanyakan saja ke orangnya langsung,atau gak teman - temanku..." ucap Bayu.
"Kalian sudah berapa lama tinggal bersama?" ucap Cintya.
"Hem...Sebulan lebih kalau gak salah...Gak hanya Mei Lien,ada teman - temanku juga yang tinggal di rumahku..." ucap Bayu.
"Siaall... Ternyata mereka tinggal serumah.." ucap Cintya dalam hati.
"Apa kalian melakukan itu?" ucap Cintya.
"Melakukan apa mbak?" ucap Bayu tak paham.
"Masa lu gak paham seh Bay... Jika cewek dan cowok di dalam kamar..Pasti melakukan itu.." ucap Cintya.
"Kalau hanya mengobrol pernah,tapi untuk melakukan hal yang lebih intim...Aku gak pernah...Kalau gak percaya,tanyakan saja ke Sulis...." ucap Bayu.
Cintya menoleh ke arah Sulis.
"Yang di katakan mas Bayu adalah kebenaran..." ucap Sulis.
"Kalian gak bohong?" ucap Cintya.
"Gak ada gunanya aku berbohong padamu mbak...Kalau gak percaya ya sudah...
"Terima kasih telah mengundangku,tapi aku gak bisa mastikan untuk menghadirinya mbak...
Bayu berdiri lalu menoleh ke Sulis.
"Lis...Ayo kita ke kantin..." ucap Bayu.
"Tunggu dulu Bay..." ucap Cintya sambil berdiri.
Bayu menoleh ke Cintya.
"Iya mbak.." ucap Bayu.
"Gue percaya lu gak melakukan itu,tapi nanti datang ya...?" ucap Cintya.
"Insya Allah aku datang...Aku ke kantin dulu ya mbak." ucap Bayu lalu berjalan.Sulis mengikuti Bayu.
"Gue gak salah dengar kah...? Tadi Bayu ngucapin Insya Allah??
"Apakah Bayu beragama islam?" ucap Cintya dalam hati penasaran sambil menatap punggung Bayu yang berjalan ke arah pintu.