SANG PENERUS.

SANG PENERUS.
MENYAMBUT KEDATANGAN IBUNYA SULIS


Saat bersalaman,Bayu memberikan amplop tersebut lalu memegang tangan Edo yang hendak menolak amplop tersebut.


"Assalam mua'laikum..." ucap Bayu.


"Wa'alaikum salam..." ucap mereka serempak.


Bayu dan Paijo meninggalkan rumah Edo.


Edo berjalan menghampiri ibunya.


"Bu...Neh bu...Bayu mengembalikan amplopnya tadi.." ucap Edo.


Ibunya Edo menerima amplop tersebut dengan heran,mengapa Bayu memgembalikan amplop tersebut.


"Kamu tahu rumahnya Bayu.." ucap ibunya Edo.


"Kagak bu...,Itu aja aku tahunya dari Paijo. Katanya...Dia punya kenalan yang bisa ngobatin.." ucap Edo.


"Coba kamu nanti tanya...Rumahnya Bayu di mana" ucap ibunya Eso.


"Iya bu..."ucap Edo.


----***---


Nampak Bayu dan Paijo naik sepeda motor.


"Bay... Sebenarnya aku itu iseng aja loh pada temanku... Aku bilang padanya kalau kamu bisa ngobatin,kan kamu punya pakde seorang dukun...Eeeh...Gak tahunya beneran bisa ngobati." ucap Paijo.


"JANGKREEEEK...


"WUASSSSUUUU...


"Itu baru pertama kali aku coba loh kang. Aku aja sempat grogi,antara bisa apa enggak.." ucap Bayu.


"Sumpaah... Kaget aku Bay....Pas lihat paku itu ada muncul pas kamu geser..."ucap Paijo.


Tiba - tiba ban motor bagian belakang terasa berbeda.


Paijo menepikan motornya.Bayu turun mengecek.


"Diampuuut....Bocor bannya kang..." ucap Bayu.


"Aaaiiisssh.... Bocor lagi..." ucap Paijo.


"Coba ganti ban kereta api kang...Biar gak bocor.." ucap Bayu.


"He eh...Terus aku mbok kon lewat dalane sepur..." ucap Paijo.(Terus aku kamu suruh lewat jalannya kereta api)


"He eh..." ucap Bayu.


"Diampuut..." ucap Paijo.


Mereka mendorong motor mencari tukang tambal ban.


"Ini ban tubles apa bukan kang?" ucap Bayu.


"Bukan Bay...


"Oh iya...Kenapa kamu gak buka pengobatan aja Bay...Mayan loh..." ucap Paijo.


"Enggak ah....Malas aku kang..


"Tadi aja amplopnya aku balikin lagi kok.." ucap Bayu.


Hape Paijo berdering,lalu Paijo berhenti untuk memgeceknya.


Bayu melihat ada pangkalan ojek tak jauh darinya.Bayu berlari ke pangkalan ojek tersebut.


"Ojek bang..." ucap salah sah ojek.


"Maaf pak...Saya cuman numpang tanya,tambal ban ada di mana ya..." ucap Bayu.


"Ooo....Di sana bang..." ucap ojek itu sambil menunjuk arah.


"Ooo Di sana...Suwun bang.." ucap Bayu lalu berlari menuju ke tempat semula.


"Bay...Edo pengen tahu rumahmu..." ucap Paijo.


"Gak usah di kasih tahu kang...


"Oh iya...Tambal ban ada di sana kang.." ucap Bayu sambil menunjuk.


Paijo lanjut mendorong motor tersebut ke arah tukang tambal ban berada.


Setelah sampai,Bayu duduk di atas trotoar,lalu Helmnya di lepas..


"Bay...Aku beli minuman dulu ya...Haus ee..." ucap Paijo.


"Iyo kang...Aku titip teh kotak dingin yo..." ucap Bayu.


"Aaashiaaapp...." ucap Paijo.


Paijo berjalan meninggalkan Bayu


Bayu melihat ke arah jalan,nampak mobil lalu lalang di depannya.


Tiba - tiba 3 mobil berhenti di dekat Bayu.


Bayu meningkatkan kewaspadaannya,ia takut mobil itu berisikan penjahat,ia memasukkan tangan ke dalam kantong jaketnya yang terdapat Shuriken.


Mobil yang berada di tengah kaca mobilnya turun.


Nampak Jien Li Han muncul di balik kaca mobil yang terturun.


"Mbah Jien...!!!" ucap Bayu lalu mengeluarkan tangan dari kantong Jaket.


"Sedang apa kamu Bayu..?" ucap Jien Li.


"Ban motor Paijo bocor mbah..." ucap Bayu.


Jien Li Han membuka pintu mobil lalu turun untuk memdekat ke Bayu.


Para pengawal turun mengamankan wilayah sekitar.


"Kamu gak naik mobil Bay?" ucap Jien Li.


Bayu bersalaman lalu mencium tangan Jien Li.


"Enggak mbah...Pengen naik motor saja." ucap Bayu.


"Kapan datangnya?" ucap Jien Li.


"Sekitar jam 2 an mbah..." ucap Bayu.


"Ooo...Begitu..Ini mau kemana kamu Bay?" ucap Jien Li.


"Pulang mbah..." ucap Bayu.


"Pulang bareng sama kakek saja..." ucap Jien Li.


"Bayu pulang bareng sama teman mbah" ucap Bayu.


"Ya sudah kalau gitu,nanti malam kakek akan kerumahmu.." ucap Jien Li.


"Ibu masih di Lampung mbah.." ucap Bayu


"Ooo..Begitu....Kapan ibumu pulang Bay?" ucap Jien Li.


"Bayu gak tahu mbah...


"Mbah telpon aja." ucap Bayu.


"Ya sudah kalau gitu...Aku balik dulu..." ucap Jien Li.


"Iya mbah..." ucap Bayu.


Pengawal membukakan pintu,Jien Li masuk ke dalam.


Mobil yang di tumpangi Jien Li meninggalkan Bayu.


Paijo datang sambil membawa kantong plastik.Lalu duduk di kursi yang terbuat dari papan kayu.


"Ne Bay tehmu..." ucap Paijo.


Bayu mengambil teh kotak di dalam platik.


"Suwun yoo..." ucap Bayu.


Bayu memeriksa teh kotak tersebut,lalu meminumnya.


"Lebaran nanti pulang apa enggak kang?" ucap Bayu.


"Pulang aku Bay....Kangen aku sama mbokku.." ucap Paijo.


"Bisa nyetir mobil?" ucap Bayu.


"Bisa...Tapi belum lancar..." ucap Paijo.


Setelah selesai menambal ban,mereka naik motor lalu pulang.


Bayu melihat seorang wanita berpakaian seperti orang kantoran rambut sepunggung mengecek ban mobilnya.


"Mandek sek kang.. " ucap Bayu sambil menepuk pundak Paijo saat baru saja melewati mobil tersebut.


Paijo menepikan motornya.


"Ono opo Bay..." ucap Paijo.


"Bantuin mbaknya itu loh..." ucap Bayu sambil turun dari motor lalu menghampiri wanita tersebut.


Wanita itu adalah Casandra,sekertaris Cheng Fei Li Han.


Bayu melihat ban mobil tersebut kempes.Sedangkan wanita itu hendak menelpon.


"Maaf bu..." ucap Bayu.


Wanita itu menoleh ke Bayu.Ia memperhatikan Bayu dari atas ke bawah.


"Tampan bangeet cowok ini.. " ucap Casandra dalam hati


"Iya...Ada apa?" ucap Casandra


"Saya bantu untuk menganti bannya yang bocor itu bu..


Nampak Casandra berpikir tawaran dari pemuda tersebut.


"Kalau ibu gak mau ya gakpapa,saya lanjut pulang.." ucap Bayu.


"Iya saya mau kang." ucap Casandra.


"Apakah ada dongkrak sama kuncinya ban mobilnya bu.." ucap Bayu.


"Ada... di belakang..." ucap Casandra lalu membuka pintu belakang mobil.


Bayu mengikuti wanita itu.


Setelah terbuka,Bayu memgambil peralatan untuk mengganti ban mobil.


Bayu meletakkan segitiga merah,lalu memasang dongkrak di bawah mobil lalu memompanya.


Casandra memperhatikan Bayu melakukan pekerjaannya mengganti ban mobilnya yang bocor.


Kemudian Paijo datang menghampiri Bayu yang sedang melepas baut


"Bay...Sepertinya mau hujan..Aku gak bawa jas hujan loh.." ucap Paijo.


"Gampang kang....Kita mandi hujan aja..Beres dah.." ucap Bayu.Lalu melepas helmnya karena gerah kemudian melepas Ban serep.


"Maaf.. Kalau boleh tahu kalian tinggal di mana?" ucap wanita itu.


"Tinggal di rumah bu.." ucap Bayu sambil memutar tuas.


"Jangan panggil aku ibu,aku belum menikah ...


"Maksudku itu.. Alamat rumah mas itu ada di mana?" ucap wanita itu.


"Dekat sini aja saja mbak... Sekitar20 menit dah sampe.." ucap Bayu melepas pengait ban serep.


"Ooo... Begitu...


"Kalian kerja atau masih kuliah.." ucap Casandra.


"Kuliah mbak... " ucap Bayu sambil memasang ban serep.


Paijo membantu memasang baut.


"Dulu kamu kerja di bengkel kah Bay?" ucap Paijo melihat Bayu cekatan mengganti ban mobil.


"He eh kang...Dulu aku ikut orang angkutin beras,ngantar beras,terus ikut bantu baikin mobil truk..


"Yaa... Hitung - hitung belajar...


Bayu selesai memasang ban serep.


"Kalau mbak ketemu tambal ban,nanti langsung di tambal mbak... Buat jaga - jaga jika bocor lagi..." ucap Bayu.


"Iya mas..Itu taruh di sini aja.." ucap Casandra sambil menunjuk.


Bayu meletakkan ban mobil.Kemudian memutar tempat ban serep


Casandra mengeluarkan dompet untuk memberi uang pada Bayu


Bayu merapikan peralatan lalu meletakkan di tempat semula.


Perlahan rintik - rintik hujan mulai turun.


"Hujan Bay...." ucap Paijo.


"Ada kantong plastik gak mbak?" ucap Bayu.


"Sebentar...Aku lihat dulu kang" ucap Casandra lalu mengecek di dalam mobil.


Tiba - tiba hujan deras,Bayu mengambil helmnya,lalu hapenya.


Bayu memegang hape di balik helm agar tak kena air hujan.


"Kang...Masuk aja di dalam mobil.." ucap wanita itu


Bayu membuka pintu mobil,lalu masuk dalam mobil di ikuti Paijo.


"Kenapa jas hujannya gak sampeyan bawa kang" ucap Bayu.


"Tak kiro ra bakal udan kok.." ucap Paijo.


Tiba - tiba hape Bayu berdering.


Bayu melihat siapa yang menelpon.


Nampak di layar nama Putri.Bayu menekan hapenya.


"Assalam mu'alaikum..." ucap Bayu.


"Wa'alaikum salam... Mas di mana?" suara Khalisa.


"Lagi berteduh dek..Udan deres.." ucap Bayu.


"Berteduh...? Mas gak bawa mobil kah?." suara Khalisa.


"Enggak dek...Malas bawa mobil.." ucap Bayu.


"Hem....Tadi adek pengen minta di belikan martabak manis,tapi gak jadi deh.." suara Khalisa.


"Kalau hujannya dah reda.. Mas belikan.." ucap Bayu.


"Gak usah mas...Mas langsung pulang aja ya...Jangan mampir kemana - mana..." suara Khalisa.


"Siap boskuu...." ucap Bayu.


"Assalam mu'alaikum " suara Khalisa.


Panggilan terputus.


"Hujannya awet ini Bay...Masih deras..." ucap Paijo melihat ke arah kaca.


"Semoga aja sebentar kang...


Bayu melihat jam tangannya.


"Aku tak shalat dulu kang..." ucap Bayu.


Casandra menoleh ke belakang.


"Di luar masih hujan deras mas..." ucap Casandra.


"Saya shalat di sini saja mbak..." ucap Bayu.


"Ooo...Begitu.." ucap Casandra.


Bayu kemudian shalat dalam posisi duduk.


Casandra memperhatikan Bayu shalat dalam keadaan duduk.


"Seandainya dia pacarku... " ucap Casandra dalam hati.


Tak lama kemudian Bayu selesai shalatnya.


"Oh iya kang...Duit untuk keperluan Cafe masih sisa berapa kang?" ucap Bayu.


"Jek piro yoo.. (Masih berapa ya)


Paijo nampak mengingat - ingat sisa uang keperluan Cafe.


"Hemmmm......


"Lali aku Bay.... Nanti sampai rumah aku cek.." ucap Paijo.


Casandra menyodorkan uang pada Bayu.


"Ne mas...Ongkosnya... Tadi dah membantu memasangkan ban serep aku.." ucap Casandra.


"Gak usah mbak...Saya ikhlas kok bantu mbak.." ucap Bayu tanpa melihat wajah Casandra.


Casandra menyodorkan uangnya ke Paijo


"Neh mas..Ambil ..Buat beli bensin....' ucap Casandra.


"Maaf mbak...Saya juga ikhlas bantu mbak..." ucap Paijo menolak.


"Hem... Kapan kalian magang?" ucap Casandra.


"Saya masih lama mbak...Gak tahu teman saya ini" ucap Bayu.


"Saya juga masih lama mbak.." ucap Paijo sambil melihat wajah Casandra.


"Kang...Nanti kita mampir beli martabak ya.." ucap Bayu.


"Siap..." ucap Paijo.


"Oh iya... Namaku Casandra..." ucap Casandra sambil menyodorkan tangan ke Bayu.


"Saya Bayu mbak..." ucap Bayu sambil menangkupkan tangannya.


Paijo menyambut tangan Casandra.


"Saya Paijo mbak..." ucap Paijo.


"Nomor hapemu berapa mas Bayu...?" ucap Casandra.


"0813******* " ucap Bayu memberikan nomor hapenya Paijo.


"Eh...!!!?? Paijo terkejut saat Bayu mengucapkan nomor hapenya.


Paijo mendekatkan wajahnya ke telinga Bayu.


"Kenapa kamu kasih nomorku Bay?" ucap Paijo lirih.


"Sengaja...." ucap Bayu lirih.


Casandra memiscol nomor pemberian Bayu.


Hapenya Paijo tiba - tiba berdering.


"Loh...!!! Itu bukan nomormu Bay.."ucap Casandra terkejut.


"Bukan mbak...Itu nomornya kang Paijo...


Bayu melihat ke kaca,nampak hujan di luar sudah reda.


"Sepertinya... Dia tak ingin memberikan nomor hapenya...Padahal aku ingin mengenalnya lebih dekat.." ucap Casandra dalam hati.


"Mbak saya pamit pulang dulu,terima kasih sudah memberikan tempat berteduh.." ucap Bayu.


"Iya...Aku juga terima kasih sudah menolongku..." ucap Casandra.


Bayu dan Paijo keluar dari mobil Casandra,lalu berjalan ke arah motor.


Paijo menjalankan motornya.


"Sampeyan naksir mbak Casandra kah kang?" ucap Bayu.


"Enggak Bay..." ucap Paijo.


"Kenapa enggak...Cantik loh orangnya..." ucap Bayu.


"Gak kuat biayain dia ke salon..." ucap Paijo.


Saat Paijo melihat penjual martabak,ia membelokkan motornya.


Bayu turun,kemudian berjalan ke arah penjual Martabak.


Bayu memesan martabak manis dan martabak telur ke penjual.


Paijo menghampiri Bayu.


Saat Bayu melihat keadaan sekitar,ia melihat mobil yang mirip dengan mobil Casandra.


"Itu mobilnya Casandra apa bukan ya.." ucap Bayu dalam hati melihat mobil yang sama milik Casandra,akan tetapi,plat kendaraan terhalang.


Setelah pesanannya jadi,Bayu membayar,lalu berjalan ke sepeda motor bersama Paijo.


Saat berjalan,Bayu melihat ke arah belakang.


Nampak 5 mobil yang sama seperti miliknya Casandra.


"Asem...Kalau malam begini agak susah lihat platnya.."ucap Bayu dalam hati tak dapat melihat dengan jelas plat kendaraan.


Bayu membalikkan badan lagi.


Saat hendak mau masuk gerbang masuk,Bayu melihat lagi kebelakang.


"Syukurlah dia gak mengikutiku..." ucap Bayu dalam hati.


Setelah jarak Bayu dengan gerbang 20 meter,mobil Casandra berhenti di dekat gerbang.


"Ini kan perumahan keluarga Han....


"Hem...Sudahlah...Mending gue pulang aja... " ucap Casandra lalu memutar mobilnya menuju rumah.


Casandra mengira Bayu dan Paijo adalah pembantu di salah satu keluarga Han.


---***---


Bayu memberikan 1 kantong kresek berisikan Martabak telur dan Martabak manis pada salah satu pengawal.


"Ini pak...Buat goyang lidah.." ucap Bayu.


"Terima kasih Bos...." ucap para pengawal.


"Yoooo.... " ucap Bayu lalu naik lagi ke sepeda motor.


Paijo berhenti di teras depan pintu,


Bayu turun berjalan ke arah rumahnya sambil membawa kantong plastik berisikan Martabak telur dan martabak manis. Sedangkan Paijo memutar kembali motornya ke dekat keran air yang ada selangnya.


Setelah itu mencuci sepeda motor tersebut.


****


"Assalam mu'alaikum..." ucap Bayu saat membuka pintu.


"Wa'alaikum salam...." suara dari dalam.


"Dek.....Yomesan...." ucap Bayu agak nyaring.


"Di ruang keluarga mas...." suara Khalisa.


Bayu berjalan ke ruang keluarga


Nampak Khalisa bersama Hinata,Diana,Sulis dan Melisa duduk di sofa.


Bayu memberikan Martabak itu ke Khalisa.


"Ini martabaknya dek.


"Yang ini buat mbak Dewi dan yang lainnya.. Penjaga depan sudah mas kasih."ucap Bayu.


Khalisa menerima kantong plastik tersebut.Lalu mencium tangan Bayu,di ikuti Hinata.


"Makasih mas..." ucap Khalisa.


"Iya....Aku Shalat dulu....." ucap Bayu lalu berjalan menuju kamarnya.


Saat Bayu di lantai dua,ia mendengar suara Bimo di Balkon. Kemudian menghampirinya.


Nampak Lukman,Bimo dan Daniel duduk di lantai.


"Di bawah ada martabak..." ucap Bayu.


"Aseeeek...." ucap Bimo.


"Martabak telor apa manis Bay?" ucap Daniel.


"Dua - duanya...Aku beli banyak tadi..." ucap Bayu.


Bayu berjalan ke arah kamarnya di ikuti ke tiga temannya yang hendak turun ke bawah.


Selesai Bayu Shalat,Bayu turun ke bawah menemui istri dan teman - temannya.


Nampak istri dan teman - teman Bayu duduk di lantai beralaskan karpet menikmati Martabak.


"Kang Paijo mana Bay...?" ucap Daniel.


"Di luar... Mungkin lagi nyuci motor." ucap Bayu lalu duduk di samping Melisa.


"Tadi habis dari mana kak?" ucap Melisa.


"Dari rumah teman Mel..." ucap Bayu lalu mencomot Martabak telur kemudian memakannya.


"Sakit apa dia mas?" ucap Khalisa.


"Kena santet...." ucap Bayu.


"APAAAAA....!!!??? ucap mereka terkejut,sebagian makanan yang ada di mulut muncrat keluar.


"Sekarang dah sembuh kok..." ucap Bayu.


"Kamu bisa ngobatin Bay?" ucap Bimo.


"Alhamdulilah bisa..." ucap Bayu.


"Apa yang keluar dari tubuhnya Bay?" ucap Lukman.


"Paku...Pakunya ada yang berkarat terus gitu bengkok - bengkok lagi.." ucap Bayu.


"Wuiihh...Jadi paranormal dong kamu Bay?" ucap Daniel.


Paijo kemudian muncul,lalu dusuk di samping Lukman.


"Aku bukan paranormal Niel..." ucap Bayu.


"Bagian mana yang kena mas?" ucap Khalisa.


"Bagian kaki dek...Jadi bapak Edo itu gak bisa jalan,ku pikir di pegangin makhluk halus..Setelah ku periksa...Ternyata santet" ucap Bayu.


"Ngeri kamu....Masa ada 9 paku yang keluar dari kakinya pas Bayu meletakkan telapak tangannya..." ucap Paijo.


"Siapa yang ngajarin mas?" ucap Khalisa.


"Pak KH. Mustafa dek..." ucap Bayu.


Sejam kemudian,


Bayu berada di kamar bersama Khalisa.


"Dek... Mas tidur di kamar Ayu ya..." ucap Bayu.


"Hem...Adek pengen tidur bareng sama mas.." ucap Khalisa.


"Begini dek... Nanti kan mas punya istri 3 Nah... 2 Hari mas tidur sama adek,2 hari tidur sama Ayu,2 harinya sama Diana.. Sedangkan 1 Hari mas tidur sendirian... Bisa juga kita tidur bersama - sama.. Gimana?" ucap Bayu.


Nampak Khalisa berpikir..


"Iya deh..." ucap Khalisa.


Bayu memeluk Khalisa lalu mencium pipinya.


Emmmuaacch...Eemmmuaachh...


"Met bobo sayang..." ucap Bayu.


"Met bobo juga mas..." ucap Khalisa.


Bayu keluar dari kamarnya menuju kamar Hinata.


Tok....Tok....Tok...


"Yomesan.." ucap Bayu.


Pintu kamar terbuka,Bayu masuk ke dalam


Nampak Hinata memakai Piyama tak memakai jilbab.


Kemudian Bayu mengunci pintu kamar.


Hinata membuka baju piyamanya.


Bayu melihat Hinata memakai pakaian Bikini.


"Woow....Yomesan...


"Kamu terlihat cantik dan seksi..." ucap Bayu.


Nampak pipi Hinata bersemu merah.


Mereka kemudian berciuman,lalu Bayu menggendong Hinata ke kasur.


----***----


Pagi Hari


Pukul 11.15.


Sulis mendatangi Bayu yang duduk di Gazebo bersama Khalisa. Sedangkan Hinata dan Diana pergi menuntut ilmu.


"Mas...Ibuku sudah masuk dalam gerbang perumahan...." ucap Sulis.


"Iya Lis...Yuk kita sambut..." ucap Bayu lalu berdiri.