SANG PENERUS.

SANG PENERUS.
MAUKAH MENGAJARI KAKEK


Rumah Bayu.


Satu persatu mobil keluarga Han masuk ke dalam halaman rumah Bayu,lalu berhenti.


Para pengawal sigap membukakan pintu untuk keluarga Han.


Bayu dan yang lainnya keluar dari mobil.


" Alhamdulilah...Sampai...."


" Gimana keadaan rumah pak?" ucap Bayu pada pengawal yang membukakan pintu untuknya.


" Siap....Aman bos..." ucap pengawal itu.


" Mantap...." ucap Bayu.


Bayu dan keluarga serta rombongan keluarga Hatake berjalan ke rumah Bayu.


" Waaaahhh....Rumahmu sungguh bagus sekali Bayu - chan..." ucap kakek Kiyoshi melihat rumah Bayu yang begitu besar daripada miliknya.


" # Jelek kakek...Masih bagus rumah kakek,ada saljunya...Di sini gak ada salju..." ucap Bayu .


" Ha...Ha...Ha...Ha....Kamu bisa saja..." ucap kakek Kiyoshi.


" Assalam mu'alaikum...." ucap Bayu saat melewati pintu.


" Wa'alaikum salam mas Bayu..." ucap Dewi berdiri di dekat pintu.


" Aman mbak...?" ucap Bayu.


" Aman mas... "


"Irasshaimase....."ucap Dewi ( Selamat datang ).kemudian membungkukkan sedikit badannya.


Muncul Zhang Yong Han,Jien Lie Han dan Tian Fei Han serta seorang penerjemah dari dalam.


" Selamat datang keluarga Hatake...


" Hatake famirī e yōkoso " ucap kakek Zhang.


" Dia adalah Zhang Yong Han ayah dari kakeknya Bayu - san." ucap Kakashi memberi tahu kepada ke keluarganya.


Bayu bersalaman ke kakek Zhang tak lupa cium tangan,lalu ke Tian fei dan Jien Lie. Ke tiga istri Bayu juga ikut bersalaman.


" Heee...!!! Mereka terkejut karena melihat fisik kakek Zhang masih seperti berusia 50 tahun.


Kakek Zhang menyodorkan tangan ke Kiyoshi. Kakek Kiyoshi menyambut. Lalu Tian Fei dan Jien Lie.


Setelah mereka bersalaman.


"#Mari silahkan duduk..." ucap penerjemah.


Mereka kemudian duduk,sementara Bayu dan yang lainnya menuju kamar menaruh barang - barang.


Setelah mereka duduk,kakek Zhang memperkenalkan dirinya. Di susul Jien Lie dan Tian Fei. Kemudian Kiyoshi memperkenalkan dirinya lalu yang lainnya di bantu penerjemah dari kakek Zhang.


" Apakah di sana aman tidak ada gangguan lagi?" ucap kakek Zhang.


" Aman..."


" Semenjak clan Uchiha runtuh.."


" Kami tidak mengalami gangguan lagi..." ucap kakek Naruto.


" Syukurlah..." ucap kakek Zhang.


" Kami penasaran...Mengapa Bayu tidak terluka ketika tertembak?" ucap kakek Kiyoshi.


" Bayu memiliki ilmu kebal...Senjata tajam tidak mampu melukainya.." ucap kakek Zhang.


" Maaf,kami tidak hadir saat pernikahan cucuku Hinata - chan..." ucap kakek Kiyoshi.


" Tidak apa...Kami paham..."


" Yang penting ayahnya datang untuk menjadi wali dan saksi nikah.." ucap kakek Zhang.


Bayu muncul bersama Ayu lalu duduk.


" Maaf...Tadi kami shalat dulu..." ucap Bayu lalu berbicara memakai bahasa Jepang.


" Bayu - chan...Mengapa kakek buyutmu masih nampak muda..Apa rahasianya?" ucap kakek Kiyoshi.


"# Rajin minum jamu kakek..." ucap Bayu.


" Jamu...? Apa itu jamu.." ucap kakek Naruto.


" # Jamu itu terbuat dari bahan rempah - rempah seperti Kunyit,Jahe lalu di parut,kemudian airnya di minum.." ucap Bayu.


" Bagaimana tadi perjalanannya..." ucap kakek Zhang lalu penerjemah menerjemahkan.


" Lancar...Badanku terasa letih karena baru kali saya naik pesawat terbang yang sangat lama waktunya.." ucap kakek Kiyoshi.


" Apakah perlu saya panggilnya tukang pijat..." ucap Tian Fei.


" Tidak perlu....Nanti hilang sendiri..." ucap kakek Kiyoshi.


" Waktu Bayu datang hanya membutuhkan waktu 3 jam saja...Begitu saya ke sini,rupanya lebih 7 jam..." ucap kakek Naruto.


" Benarkah..." ucap kakek Zhang.


" Iya...Itu benar...Kata Bayu - chan pesawatnya memakai mesin baru..." ucap Kakek Kiyoshi.


Kakek Zhang dan yang lain melihat ke arah Bayu untuk meminta jawaban.


Bayu mendapat tatapan dari ke tiga kakeknya langsung melihat ke arah lainnya,karena tak ingin memberi tahu.


" Tunggu dulu...."


" Waktu itu juga Bayu pernah dari Palembang ke Jakarta hanya membutuhkan waktu 10 menit.."


" Bagaimana dia bisa melakukannya.." ucap kakek Zhang dalam hati penasaran.


" Jiangkreek..."


" Kalau pakde gak merokok saja ya lama terbangnya..." ucap Bayu dalam hati.


" Mungkin mereka melepas lagi mesin pesawatnya...Lalu memakai mesin yang lama..."


" Oh iya...Silahkan di nikmati hidangannya...." ucap kakek Zhang.


" Iya..." ucap kakek Kiyoshi dan yang lainnya.


Mereka kemudian mengambil gelas berisi teh,lalu meminumnya.


" Ano...Maaf...Apakah ada teh yang tidak pakai gula..?" ucap kakek Kiyoshi.


" Bentar kek...Bayu buatin..." ucap Bayu lalu berdiri. Kemudian berjalan ke arah dapur.


Saat Bayu tiba di dapur,nampak Ki Kartolo sedang membuat kopi.


" Lee...Kapan kowe iso nang gonne Mustafa.." ucap Ki Kartolo.( Kapan kami bisa ke tempatnya Mustafa)


"Hemm... Insya Allah 2 minggu pakde..Soalnya Ayu mau ujian." ucap Bayu.


" Yo wes..." ucap Ki Kartolo


Bayu menaruh air di ceret. Bu Yuli asisten rumah tangga Bayu datang menghampiri.


" Biar ibu aja nak..." ucap bu Yuli.


" Gakpapa bu...Bayu bisa sendiri..." ucap Bayu lalu menaruh ceret ke kompor dan menyalakannya.


Pak Joseph datang menghampiri Bayu.


" Bayu..." ucap pak Joseph.


Bayu menoleh.


" Iya pak " ucap Bayu.


" Nganu...Besok pagi aku ada rapat,jadi aku pamit mau pulang duluan..." ucap pak Joseph.


" Ooo...Begitu...Nanti di antar oleh teman saya pak..." ucap Bayu.


" Gak usah Bay...Aku naik bis saja..." ucap pak Joseph.


" Jangan pak...Bahaya...Biar teman Bayu yang mengantar...Sebentar..."


" Bu...Tolong buatin teh tawar ya..." ucap Bayu.


" Iya nak..." ucap bu Yuli.


Bayu meraih telpon rumah yang menempel di dinding,lalu menekan 3 angka untuk menghubungi pos depan.


" Iya di sini pos jaga kediaman pak Bayu.." suara pengawal.


" Pak ini saya Bayu...Tolong antar pak Joseph ya.." ucap Bayu.


" Siap bos..." suara pengawal.


" Terima kasih..." ucap Bayu lalu meletakkan gagang telponnya kembali.


" Jadi gak enak neh merepotkanmu nak Bayu.." ucap pak Joseph.


" Gakpapa pak..."


" Santai aja..." ucap Bayu.


" Baiklah...Aku ke atas dulu mau mengambil tas." ucap pak Joseph.


" Silahkan pak..." ucap Bayu.


Bayu melihat minuman teh tawar sudah jadi,lalu Bayu mengambilnya kemudian berjalan ke ruang tamu.


Nampak Ayu menerjemahkan ucapan keluarganya.


Bayu meletakkan teh di meja,lalu duduk.


Bayu diam menyimak obrolan. Hanya letika di tanya saja baru Bayu berbicara.


Tak lama kemudian,pak Joseph serta istrinya dan juga Daniel muncul.


" Maaf permisi , kami mau pamit pulang duluan...Sebab besok ada rapat.." ucap pak Joseph.


" Rapat di undur saja dulu..." ucap kakek Zhang lalu berdiri.


" Maunya seh begitu pak...Tapi saya hanya anak buah,ya harus nurut sama atasan..." ucap pak Joseph.


Pak Joseph bersalaman ke kakek Zhang.


Bayu dan ayu menghampiri lalu bersalaman.


" Bay...Suruh pengawal mengantar pak Joseph..." ucap kakek Zhang.


" Sudah mbah...." ucap Bayu.


" Baguss...."ucap kakek Zhang.


"Kami permisi dulu pak....Maaf jika ada salah kami...Dan terima kasih atas jamuannya..." ucap pak Joseph.


" Iya....Semoga selamat sampai tujuan..." ucap kakek Zhang.


" Amin...Kami undur diri dulu.." ucap pak Joseph lalu berjalan ke teras rumah besama istrinya dan Daniel.


Bayu berjalan mengikuti Daniel.


" Kowe juga melu Niel?" ucap Bayu.


" Ora...Kan sesuk aku kuliah Bay..." ucap Daniel.


Begitu sampai di teras,Bayu melihat seorang pengawal mengambil sesuatu dari dalam mobil Box,lalu muncul pohon Bonsai.


" Itu kan pohon Bonsai milik almarhum ibunya Ayu..." ucap Bayu dalam hati.


Pak Joseph dan istri masuk ke dalam mobil.


Kaca mobil di turunkan.


" Bay...Kita pulang dulu.." ucap pak Joseph.


" Iya pak..." ucap Bayu.


Mobil yang di tumpangi pak Joseph perlahan berjalan.


" Taruh mana ini bos..." ucap pengawal yang membawa pohon Bonsai.


" Hemm...Taruh di situ aja dulu pak ( Bayu menunjuk arah)...Nanti biar ayah mertuaku yang mengaturnya..." ucap Bayu.


" Siap bos..." ucap pengawal.


" Terima kasih pak..." ucap Bayu.


" Eh Bay..." ucap Daniel.


" Opo Niel?" ucap Bayu.


" Habis ujian mancing yuk..." ucap Daniel.


" Hemm....Ayooo...Tapi sebelumnya kontek dulu kang Rahman Niel..." ucap Bayu.


" Kowe wae yang hubungi kang Rahman " ucap Daniel.


" Yo wess..."


" Kalau kang Rahman gak bisa,nanti aku pinjam kapalnya kang Edwin aja.."ucap Bayu.


" Kapal besar yang waktu itu kita naikin itu kah?" ucap Daniel.


" Lain Niel...Kata kang Edwin kapalnya itu panjangnya 18 meter,lebar 4 meter..." ucap Bayu.


" Bagus dah itu Bay..." ucap Daniel.


" Yuk masuk..." ucap Bayu.


Mereka kemudian masuk kedalam.


Bayu melihat keluarga mertuanya berjalan bersama Dewi.


Kakek Zhang beserta Tian Fei dan Jien lie berjalan ke arah Bayu.


" Kita pulang dulu Bay..." ucap kakek Zhang.


" Iya mbah..." ucap Bayu.


***


Sore hari menjelang Magrib.


Bayu bersama ke tiga Istrinya berada di ruang shalat,lalu muncul Lukman.


Bayu melihat jam tangannya yang sudah di rubah ,menunjukkan sudah masuk Magrib.


Bayu berdiri lalu mengumandangkan Adzan tanpa pengeras suara.


Kakek Naruto dan juga Kakek Kiyoshi mendengar suara Bayu sedang memgumandang Adzan,lalu mereka berjalan ke arah Bayu.


Bu Hana dan bu Intan muncul mengenakan mukena,di susul Bimo,Melisa dan Paijo.


Lukman berdiri lalu Iqomat.


Mereka semua berdiri menghadap kiblat kecuali Melisa yang tetap duduk sambil membaca buku pelajaran.


Kakek Kiyoshi yang baru pertama kali melihat aktifitas orang shalat pun heran.


" Kalian mau melakukan apa?" ucap kakek Kiyoshi.


" # Kami mau ibadah yang di sebut shalat kakek..." ucap Bayu.


Bayu berdiri di posisi imam,lalu mengangkat kedua tangannya sambil berkata " Allaahu akbaaar..."


" Duduk aja kakek..." ucap Melisa sambil memberi kode dengan tangannya.


Mereka memperhatikan Bayu dan yang lainnya yang sedang melakukan shalat. Sebab mereka hanya mendemgar saja jika Bayu akan izin untuk beribadah,namun tak melihat aktifitas ibadah itu.


" Kenapa mereka menyembah tembok?"


" Apakah agama dia mengajarkan untuk menyembah tembok? Tapi.."


" Kenapa aku memdengar Bayu mengucapkan kitab suci hatiku bergetar,dan ada rasa ketenangan " ucap kakek Kiyoshi dalam hati.


Setelah selesai shalat,mereka berdzikir bersama - sama kemudian di tutup dengan do'a.


Kedua nenek Ayu muncul,lalu mereka duduk.


Bayu bersalaman ke ibunya tak lupa cium tangan,namun ketika ke bu Intan,Bayu menangkupkan tangannya karena Bayu mau shalat sunnah dan mengajari ngaji.


Bayu berdiri lalu shalat sunnah.


Kedua kakeknya Ayu tetap diam memperhatikan.


Ketiga istri Bayu mengambil Al Qur'an dan meja kecil.


Selesai Bayu shalat sunnah,Bayu mengajari memgaji ke tiga istrinya,di mulai dari kanan yaitu Ayu.


Ayu mulai membaca Al Qur'an. Kedua kakeknya Ayu mendekati Ayu karena penasaran.


Bayu menoleh sebentar ke arah kakeknya Ayu,lalu memperhatikan Ayu membaca.


" Itu ada tanda wakof yomesan..." ucap Bayu.


Ayu mengulangi kembali bacaannya.


Selesai Ayu mengaji,kini giliran Putri.


" Apakah Bayu - chan tiap hari selalu memgajarimu Hinata - chan..." ucap kakek Kiyoshi.


" Hem.." ucap Ayu sambil menganggukkan kepalanya.


" Boleh kakek pinjam" ucap kakek Naruto.


Ayu memyerahkan Al Qur' an ke kakek Naruto.


Kakek Naruto menerima lalu membuka Al Qur'an teraebut. Halaman demi halaman ia membukanya untuk melihat karena penasaran. Kakek Kiyoshi juga ikut melihat,di susul ke dua nenek Ayu.


Setelah Bayu mengajari ke tiga istrinya,Bayu memghampiri kakek Kiyoshi.


" # Ada yang bisa Bayu bantu kakek?" ucap Bayu.


" Anoo..."


" Mengapa Bayu - chan menyembah tembok?" ucap kakek Kiyoshi.


Bayu tersenyum.


"# Kita bukan menyembah tembok kakek..."


"# Kita menyembah arah kiblat yang ada di Mekkah.."


" #Jadi...."


" Kita berdiri menghadap lurus ke Mekkah.." ucap Bayu.


" Ooo...Begitu..."


" Lalu mengapa kalian beribadahnya tidak di kuil?" ucap kakek Kiyoshi.


"# Kami umat Islam ibadahnya di mesjid,tapi bisa juga di lakukan di rumah... Bila ada Mesjid yang dekat,kami akan pergi kesana.."


"# Berhubung jauh,kami ibadahnya di rumah saja " ucap Bayu.


" Siapa nama Dewanya?" ucap kakek Naruto.


" # Islam tidak mengenal dewa.."


"# Islam mengenal Allah...Tuhan sang pencipta seluruh alam semesta ini.." ucap Bayu.


" Mengapa tidak ada patung Allah Bayu - chan.." ucap kakek Naruto.


"# Islam tidak mengajarkan memyembah patung kakek..."


" # Islam memgajarkan menyembah Allah tanpa media apapun,entah itu gunung,meja,patung..."


" # Allah hanya ada 1,dia maha melihat."


" # Jikak kakek menyembunyikan seauatu,dan tak ada yang tahu..."


" #Allah tahu jika kakek menyembunyikan seusatu meskipun besarnya seperti biji jagung."


"# Perbuatan baik dan perbuatan buruk akan mendapat balasannya kakek.." ucap Bayu.


" Ada di mana tuhanmu Bayu - chan.." ucap kakek Kiyoshi.


" # Allah berada di Arsy kakek...Tempat di mana Allah berada.." ucap Bayu.


" Heemm....Apakah Islam itu ada reinkarnasi.." ucap kakek Naruto.


Bayu menggelengkan kepala.


"# Tidak ada kakek..."


"# Setelah meninggal,kira berada di dunia lain.."


" # Yaitu alam kubur..."


" # Hanya kita sendiri di sana tak ada seorang pun menemani,kecuali Malaikat.."


Datang ke tiga teman Bayu.


" # Malaikat itu datang untuk memberikan pertanyaan..."


"# Pertanyaan itu menyangkut ibadah kita selama kita hidup.."


" # Bila dapat menjawab,maka kita bisa tenang...Tapi..."


" # Bila tidak dapat menjawab,maka ada malaikat lain yang datang untuk menyiksa kita hingga semua manusia yang hidup mati semua karena Bumi telah hancur..."


"# Setelah itu kita di kumpulkan,dari manusia yang pertama kali di ciptakan hingga yang terakhir.."


" # Kita mendapatkan buku catatan perbuatan kita selama hidup di dunia ini..."


"#Mulut kita tak bisa bicara,yang bicara adalah anggota tubuh kita,seperti tangan,kaki,mata..."


"# Seluruh umat manusia di adili seadil adilnya..."


" # Jika di dalam hidupnya menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangannya..."


"# Maka dia tinggal di surga..."


"# Tapi...Bila kebalikannya...Maka neraka tempatnya.."


"# Maaf kakek...In sudah waktunya shalat Isya...Kami akan shalat dulu.." ucap Bayu.


Lukman mengumandangkan adzan.


Setelah itu mereka shalat Isya. Setelah selesai .


"# Ayo kita kebawah kakek...Kita makan malam.." ucap Bayu.


Mereka kemudian menuju ruang makan keluarga.


Bayu memimpin do'a,lalu mereka makan bersama.


" # Selamat makan..." ucap Bayu


Nampak di meja menunya ayam bakar, ikan bakar,tempe goreng,sambal,lalapan, dan sayur sup.


"# Maaf kakek...Kami tidak membuat sushi.." ucap Bayu.


" Tidak apa - apa.." ucap kakek Naruto dan kakek Kiyoshi.


Bayu makan tidak menggunakan sendok,hanya menggukan jari tangannya. Begitu juga Ayu.


" Mengapa tidak memakai sumpit atau sendok Hinata - chan?" ucap kakek Naruto melihat Ayu makan hanya menggunakan jari tangannya.


"# Lebih enak makan memakai tangan kakek...Dari pada pakai sumpit.." ucap Ayu.


Kiyoshi yang biasa makan menggunakan sumpit,lantas ingin mencobanya. Bagitu juga dengan Kakashi dan kakek Naruto.


" Enak...Bumbunya pas sekali..."


" Ini siapa yang memasak ?" ucap Kakashi.


" # Kami yang memasak..." ucap bu Hana.


"# Gak usah malu ...Jika ingin nambah lagi silahkan..." ucap Bayu.


Nampak Kakashi nambah porsi lagi,wajahnya berkeringat karena kepedasan.


" Oh iya... "


" Waktu itu Hinata ada pernah berkata.."


" Jika Bayu - chan membangun temoat ibadah.."


" Apakah sudah selesai?" ucap Kakashi.


" # Masih dalam proses ayah..." ucap Bayu.


" Ayah ingin melihat..." ucap Kakashi.


" Siang aja ayah...Sepulang Bayu kuliah.." ucap Bayu.


Selesai makan Bayu pergi ke kamarnya untuk mengambil buku pelajaran,kertas HVS dan peralatan tulis,lalu ke ruang keluarga.


Nampak Melisa dan Daniel sedang duduk. Daniel memberi tahu cara mengerjakan soal. Bayu duduk 1 meter dari Melisa,lalu membuka buku pelajarannya.


" Kak Bayu..." ucap Melisa.


" Hemmmm..." ucap Bayu tetap membaca buku di dalam hati.


" Nanti cucikan fotonya ya..." ucap Melisa.


Bayu menoleh ke Melisa.


" Iya Mel..." ucap Bayu lalu lanjut membaca lagi.


Tak lama kemudian datang ke tiga istri Bayu ikut belajar bersama.


Putri duduk lalu menyender ke Bayu.


" Mas..." ucap Putri.


" Iya dek.." ucap Bayu.


" Hemm...Gak jadi mas..." ucap Putri.


" Kok gak jadi dek...Ngomong aja.." ucap Bayu.


" Nanti aja di kamar mas..." ucap Putri.


" Bimo sama Lukman mana Niel?" ucap Bayu.


" Mereka ada di atas Bay..." ucap Daniel sambil melihat ke arah laptopnya selesai memberi tahu Melisa cara mengerjakan soal.


***


Pukul 3.05.


Seperti biasa Bayu sudah bangun dari tidurnya,lalu meminum air mineral di dalam gelas,aetelah itu pergi ke kamar mandi untuk mandi hadas besar karena sebelum tidur,dirinya bercinta dulu dengan Putri.


Setelah selesai mandi dan wudhu,Bayu keluar kamar menuju ruang tempat shalat.


30 menit kemudian.


Bayu membaca Al Qur'an sembari menunggu waktu subuh tiba.


Terdengar suara langkah kaki mendekat.


Bayu menoleh sambil melantunkan ayat - ayat suci Al Qur'an.


Rupanya Kakek Kiyoshi yang mendekati Bayu lalu duduk di samping Bayu yang sedang mengaji,Bayu mengakhiri bacaannya lalu menutup Al Qur'an.


"# Ada apa kakek?" ucap Bayu.


" Teruskanlah...Kakek ingin mendengar..." ucap kakek Kiyoshi.


Bayu meneruskan kembali bacaannya.


Kakek Kiyoshi diam mendengarkan Bayu mengaji. Ia merasakan kedamaian di dalam hatinya,yang belum pernah ia rasakan.


Lalu kakek Naruto bersama istrinya juga mendatangi Bayu,lalu duduk. Mereka mendengar suara Bayu hingga di dalam kamar tidurnya, mereka heran saat sudah sampai di tempat Bayu. Suara Bayu biasa saja,namun sampai terdengar ke dalam kamarnya hingga membuat mereka terbangun lalu menghampiri Bayu.


Bayu melihat ke arah jam tangannya.


Sebentar lagi akan masuk subuh.


Muncul Ayu bersama Diana.


Lalu di susul Bu Hana kemudian teman - teman Bayu.


Bayu menghentikan bacaannya,lalu meletakkan kembali Al Qur'an ke tempat semula,setelah itu Bayu mengumandangkan adzan Subuh.


Seisi rumah mendengar suara Bayu sedang Adzan,bahkan suaranya sampai ke pos jaga depan rumah Bayu.


Selesai shalat Subuh.


" Bayu - chan...Maukah mengajari kakek " ucap kakek Kiyoshi.


" # Mengajari apa kakek?" ucap Bayu.


" Membaca kitab sucimu dan juga ibadahmu.." ucap kakek Kiyoshi.


"# Kakek harus masuk islam dulu..." ucap Ayu.


" Baiklah...Apa syaratnya agar bisa masuk agama islam." ucap kakek Kiyoshi.


" Alhamdulillah...Mereka mau masuk islam " ucap Bayu dalam hati.


" # Syaratnya cukup mudah kakek.."


" # Hanya memgucapkan 2 kalimat syahadat...Maka kakek menjadi seorang muslim.." ucap Bayu.


" Iya..Kakek mau.." ucap kakek Kiyoshi.


" # Ikuti apa yang Bayu ucapkan..." ucap Bayu.


Kakek Kiyoshi serta istrinya dan dan kakek Naruto serta istrinya mengucapkan 2 kalimat syahadat.


" Alhamdulillah...." ucap semua orang.


" # Sekarang kakek dan nenek sudah menjadi pemeluk agama islam.."


"# Nanti Bayu dan yang lainnya akan mengajarkan kakek dan nenek cara beribadah..." ucap Bayu.


" Apa yang harus dilakukan jika sudah masuk agama islam Bayu - chan.." ucao kakek Kiyoshi.


" # Kakek dan Nenek cukup ikuti gerakan kami saat kami beribadah..."


" # Dan nanti akan kami ajarkan bacaan apa saja yang harus di baca saat ibadah tersebut.." ucap Bayu.


" Iya..." ucap mereka.


" # Sebelum melakukan ibadah,kita di wajibkan untuk berwudhu.."


" # Berwudhu itu mensucikan badan dari hadas kecil menggunakan air yang mengalir.."ucap Bayu.


Teman - teman Bayu pergi meninggalkan tempat shalat. Lalu di susul bu Hana,bu Intan. Kemudian Diana.


Bayu mengajarkan ke dua kakek dan nenek cara bersuci lebih dulu. Baik itu hadas kevil maupun hadas besar.


Mereka menyimak ucapan Bayu.