
Pihak militer China mendapat laporan bahwa Bayu tewas saat menjalankan misi merasa sedih. Mereka memberi tahu ke Xiang.
Xiang yang mendapat kabar itu terkejut dan shock. Ia tak percaya bahwa Bayu tewas. Xiang merusak perabotan rumah di sekitarnya. Pria yang ia cintai dan sayangi pergi meninggalkan dirinya untuk selama -lamanya.
***
Istana Kumala Sari.
Nampak singgasana Kumala sari kosong. Karena Kumala Sari tak ada di sana,Hanya ada para penari dan para pemain musik gamelan yang ada.
Tiba - tiba Bayu muncul di tempat duduk yang biasa ia duduki.
Seketika para penari berhenti,lalu melihat ke arah Bayu.
" Di mana kanjeng ratu kalian?" ucap Bayu.
" Sedang keluar yang mulia.." ucap salah satu penari.
Tiba - tiba Kumala Sari muncul di depan Bayu.
" Siapa kamu?"
" Mengapa berani duduk dan masuk dalam istanaku.." ucap Kumala Sari belum menyadari bahwa pemuda yang berpakaian aneh adalah Bayu,namun wajahnya seperti Bayu.
" Moso lali karo aku...Yo wes..Aku minggat wae.." ucap Bayu.
" Eh...!! Suamiku..Apakah itu kamu?" ucap Kumala Sari.
" He eh...Tapi kita bukan suami istri.." ucap Bayu.
Kumala Sari lantas memegang wajah Bayu.
Lalu mencium pipi Bayu.
Emmuaachh...
Emmuaachh..
" Aku kangen...."
" Kenapa baru ke sini?" ucap Kumala Sari.
" Panjang ceritanya..."
" Aku lupa ingatan..."
" Dan aku berpetualang..."
Bayu berdiri lalu memeluk Kumala Sari.
" Terima kasih..."
" Ilmu yang kamu berikan kepadaku bisa menyelamatkanku dari musibah.."ucap Bayu.
Kumala Sari membalas pelukan Bayu. Ia juga merasa senang dan bahagia sekali. Setelah ouluhan purnama tidak bertemu dengan Bayu. Akhirnya bertemu lagi.
" Karena kamu adalah suamiku..."
" Aku tidak mau kamu terluka ketika menyelamatkan anakmu"
Bayu melepaskan pelukannya.
" Apakah sayang berhasil menyelamatkan anak sayang?" ucap Kumala Sari.
" Aku tidak berhasil..."
" Kemungkinan dia di bunuh..Aku hanya bisa menyelamatkan Sulis.." ucap Bayu.
" Aku lihat pak tua tak ada di rumah waktu itu bersama ke dua anaknya.."
" Apakah mereka membantumu sayang?" ucap Kumala Sari.
" Iya dia membantuku..."
Suara perut Bayu bunyi.
" Apakah ada makanan cantik..Aku lapar.."ucap Bayu.
" Sebentar..."
Kumala Sari menghilang.
Bayu duduk lembali ke kursinya.
Kumala Sari muncul membawa berbagai macam buah - buahan,lalu meletakkan di meja.
Bayu mengambil buah Apel.
" Bismillah..." ucap Bayu lalu memakannya.
" Sayang ngapain saja selama hilang ingatan" ucap Kumala Sari.
Bayu pun menceritakan saat dirinya pertama kali di temukan oleh Anming.
" Kenapa aku bisa menangkap ikan begitu banyak?" ucap Bayu.
" Itu karena ilmuku sayang...Sehingga sayang bisa menangkap ikan itu.." ucap Kumala Sari.
" Pantesan...Sekali lepar langsung dapat banyak..." ucap Bayu.
Lalu ia teringat keluarganya.
" Jika aku pulang,otomatis dia marah padaku..Dan aku juga sudah berjanji pada dia,akan menemani bila misiku selesai.." ucap Bayu dalam hati.
Bayu memutuskan untuk menemani Kumala Sari.Sebab..Tanpa dia,dirinya juga sudah tewas. Ia pun menceritakan kisahnya saat berada di China.
2 jam kemudian.
Bayu memiliki ide untuk keluar dari alam ghaib.
" Cantik...Kita jalan - jalan keluar yuk.." Bayu.
" Kemana sayang.." ucap Kumala Sari.
" Kerumah pak tua...."ucap Bayu.
" Sayang mau ke sana?" ucap Kumala Sari.
" Iya...Aku menemanimu sekaligus kita jalan keluar...Supaya tidak bosan di sini terus.." ucap Bayu.
" Baiklah..Tapi sebelum itu,aku mau mengganti pakaian sayang."ucap Kumala Sari.
Kumala Sari menggerakkan tangannya,laku muncul sinar ke tubuh Bayu.
Pakaian Bayu berubah,seperti Raja kerajaan jawa,memakai mahkota terbuat dari emas.Borgol yang di tangan Bayu dan kaki Bayu hilang.
Kemudian Bayu dan Kumala Sari menghilang dari singgasana.
---***---
Rumah Ki Kartolo.
Nampak teras rumah Ki Kartolo sepi,tak ada orang di depan rumah.Hanya ada 2 mobil dan 2 sepeda motor di teras.Tak ada yang berubah saat terakhir Bayu berkunjung.
Bayu dan Kumala Sari muncul di teras rumah.
" Akhirnya bisa kembali ke indonesia..."
" Semoga mereka tak mengetahui aku ada di sini" ucap Bayu dalam hati.
Bayi dan Kumala sari berjalan ke pintu rumah.
" Assalam mua'laikum.... Pakdeeeee...Oooo.... pakde....Yen gak metu Bayu walik mobille Pakde..." ucap Bayu nyaring.
Tiba - tiba muncul Bejo,lalu di susul Ki Kartolo dan bu Kasmiati( istri Ki Kartolo) kemudian Nadya bersama suaminya.
" Bayuuuuu...."
" Apa itu kowe lee..?" ucap Ki Kartolo.
" Injih pakde.." ucap Bayu,lalu menghampiri Ki Kartolo. Ia mencium tangan Ki kartolo,lalu budenya sertanya yang lainnya.
" Kapan kowe mulih lee.." ucap Ki kartolo.
" Lagek ae pakde..." ucap Bayu.
" Opo di jemput karo Kumala Sari?" ucap Ki Kartolo.
" Injih pakde...Maeng di jemput numpak delman.." ucap Bayu.
" Jancook...Pakde serius lee.." ucap Ki Kartolo.
" Yen mboten enten kopi lan udud,Bayu emmoh cerito pakde..Moso ono tamu gak di kon melebu terus di cepakne wedang kopi." ucap Bayu.
" Ayoo Bay..Ojo di rungokno pakdemu kuwi.." ucap bu Kasmiati.
Bayu masuk ke dalam. Kumala Sari juga ikut masuk ke dalam.
Ki Kartolo yang hendak duduk di samping Bahu di tahan oleh Kumala Sari.
" Kamu duduk di sana..Jangan duduk di samping suamiku.." ucap Kumala Sari.
" Iyooo.." ucap Ki Kartolo.
Sementara suami Nadya tak bisa melihat sosok Kumala Sari. Ia lalu mau duduk di samping Bayu yang kosong tersebut. Amun Kumala Sari mendorongnya,hingga suami Nadya menabrak meja.
Bruukk..
" Jangan duduk di samping Bayu.." ucap Ki Kartolo.
Sementara istri Ki Kartolo masuk ke dalam dapur untuk membuatkan kopi.
" Kok kowe iso nang kene...Terus bojomu nangdi Bay?" ucap Bejo.
" Kang...Aku minta tolong..Sampeyan keluar dan jangan dengar pembicaraan ini..Ini Rahasia..." ucap Bayu.
" Iki mantuku,jenenge Joko...Bojone mbakmu.." ucap Ki Kartolo.
" Sepurane pakde...Kang Joko bukan keluargaku...."
" Aku hanya mau cerita pada keluargaku.."
" Jadi..."
" Kang Joko...Tolong jenengan keluar dulu ya..Sepurane...Iki rahasia..."
Pria yang bernama Joko segera berjalan menjauh.
" Ojo nguping loh kang...Kalau sampeyan nguping,sampeyan bisa aku bunuh meskipun sampeyan suaminya mbak Nadya ,aku tidak peduli..." ucap Bayu.
" Jangan gitu dong Bay...Dia itu suamiku.." ucap Nadya.
" Tergantung suami mbak..Jika dia menurut ya dia aman..Kalau enggak,mungkin si cantik akan menghabisi suami mbak karena ucapanku ini menyangkut kalian dan juga keluargaku.." ucap Bayu.
" Sebentar ya Bay...Mbak mau ngomong dulu sama bojoku.." ucap Nadya.
" Injih mbak.."
" Cantik mau minum apa?" ucap Bayu.
" Aku tidak ingin minum sayang.." ucap Kumala Sari.
" Awakmu wes weruh yen bojomu Putri meninggal?" ucap Ki Kartolo.
" Sampun pakde...Nyesek nang dodoku pakde ..Yen ngerti Putri wes meninggal.." ucap Bayu.
" Jarene mbah kakungmu,Putri tewas karena ada yang nabrak..Seng nabrak tekan sak iki durung ketemu.." ucap Ki Kartolo.
Istri Ki Kartolo datang membawa nampan berisi gelas kopi,lalu meletakkan di meja.
" Ududmu endi kang..." ucap Bayu.
Bejo mengeluarkan rokoknya,lalu memberikan ke Bayu.
Bayu mengambil rokok lalu menyelipkan di bibirnya,kemudian menempelkan jari telunjuknya.
Bayu menggunakan ajian tapak geni untuk menyalakan rokok tersebut,tak sampai satu menit,jari telunjuk Bayu berwana merah membara seperti api. Muncul asap dan api.
Bayu menghentikan ajian tapak geninya.
" Kesaktian Bayu bertambah,aku saja tak bisa melakukannya..." ucap Bejo dalam hati yang tadi memperhatikan Bayu membakar rokok.
Huufft.... Asap rokok keluar dari mulut Bayu. Setelah sekian lama Bayu tidak merokok.
Bayu merasakan nikotin masuk kedalam tubuhnya. Karena dirinya ingin sekali merokok.
Lalu Bayu mengambil gelas berisi kopi,airnya masih panas,namun yang Bayu rasakan tidak panas.
Glek...Glek..
Ahhhh.....
" Aku baru sampai di indonesia..."
" Sak durunge aku ono misi menyelamatkan para sandera nang daerah Arab..."
" Pas budal mangkat. Nang dalan dilalah di serang pasukan pemberontak..."
" Aku balas nyerang...Tak tembak i pasukan pemberontak.."
" Pesawat Helikopter seng tak tumpak i kenek rudal "
" Booom...."
" Pesawate ciblok ,terus terguling - guling.."
" Soale posisine kuwi lereng gunung."
" Sirahku bolak balik kepentus (terbentur) besi.."
" Terus dilalah ingatanku muncul.."(terus tiba - tiba ingatanku muncul)
" Pas muncul kuwi sirahku loro tenan..."( Ketika muncul itu,kepalaku sakit sekali)
" Bar ngono aku ora eling blas.."( Sstelah itu aku tidak ingat sama sekali)
Bayu menghisap lagi rokok di jarinya.
Huuuuft... Asap keluar dari mulut Bayu.
" Aku sadar,lalu tak delok ono bapak - bapak jenggotte kandel.. Ngomong bahasa Arab.."
" Kebetulan aku iso bahasa arab.."
" Dia takon...Aku dari mana.."
" Yo tak jawab aku dari indonesia.."
" Terus aku kerungu adzan..."
" Aku takon...Itu adzan apa"
" Dia jawab adzan shalat dzuhur."
" Berhubung tangan dan sikilku di borgol,aku tayamum wae, terus shalat.."
" Bar shalat aku eling - eling maneh..Nyapo aku iso tekan arab.."
" Begitu aku eling..Terus aku jajal ilmune si cantik ,ben iso pindah tempat nang istana wanita cantik di sampingku ini..."
" Alhamdulilah bisa..."
" Setelah itu aku cerito ono telung jam..."
" Aku usul,aku pengen ke rumah pakde ke sayangku ini..Alhamdulilah dia mau..."
" Mangkanya Bayu muncul di rumah pade bersama wanita paling cantik se tanah jawa..." ucap Bayu.
" Sayang bisa saja..." ucap Kumala Sari mendengar pujian dari Bayu.
Bayu sengaja berkata seperti itu agar Kumala Sari senang dan mau berlama - lama di rumah Ki Kartolo.
" Oalah...Ngono ceritane.." ucap Ki Kartolo.
" Jika itu aku...Pasti aku wes matek" ucap Bejo dalam hati.
" Terus tentara Chino piye lee..?" ucap Ki Kartolo.
" Militer China mengira Bayu sudah meninggal pakde...Sebab tak ada yang selamat bila pesawat Helikopter meledak." ucap Bayu.
" Jadi ibumu belum tahu kalau kamu ada di sini Bay?" ucap Bejo.
" Durung kang..." ucap Bayu.
Bayu menghisap rokok yang ia pegang,lalu membuang asap yang ia hisap.
" Nyopo awakmu gak mulih sek lee?" ucap Ki Kartolo.( Kenapa dirimu tidak pulang dulu nak).
" Bayu sampun janji,yen urusan Bayu selesai,Bayu akan menemani wanita cantik yang ada di sampingku ini pakde..."
" Setelah itu Bayu akan menemui Ibu.."
Bayu mematikan rokoknya,lalu mengambil bungkus rokok untuk merokok kembali.
" Kang...Rokokmu habis kang" ucap Bayu.
" He eh...Sek tak tuku.." ucap Bejo lalu berdiri hendak keluar beli rokok.
Kumala Sari menghilang.
Tak sampai 5 detik muncul lagi. Kemudian di meja muncul 6 Slop rokok surya 12.
" Gak usah tuku kang....Pacarku dah memberiku rokok..." ucap Bayu lalu mengambil rokok di meja.
Bejo melihat meja ada tumpukan rokok.
" Diampuut....Waasssuuuu..." ucap Bejo lalu kembali duduk.
" Aku jaluk yo Bay.." ucap Bejo. Ia sengaja berkata seperti itu sebab ia melihat Kumala Sari di samping Bayu.Dan takut memgambil rokok pemberianya jika tak izin.
" Monggo..." ucap Bayu.
" Jo...Telponke ibune Bayu..." ucap bu Kasmiati.
" Hapeku maeng tak deleh endi yo.." ucap Bejo lalu mencari hapenya.( Ponselku tadi aku letakkan di mana ya..)
Setelah dapat,Bejo kembali ke kursinya tadi.
Kemudian menelpon Hana.
Tuuut....Tuuut...Tuuut...
" Haloo Jo...Ada apa" suara Hana.
" Bayu ono nang omahku bulek.." ucap Bejo( Bayu ada di rumahku bibi..)
" Serius Jo..." suara Hana.
" Sebentar bulek..."
" Nah Bay...Ibu pengen ngomong.." ucap Bejo sambil memberikan ponselnya.
Bayu menerima ponsel Bejo.
" Assalam mua'laikum Bu..." ucap Bayu.