SANG PENERUS.

SANG PENERUS.
MBAH KENAL?


Setelah shalat Ashar,Bayu mengambar sketsa wajah pria tua bernama pak Asnawi di gazebo bersama ketiga istrinya.


" Sayang menggambar wajah siapa?" ucap Diana penasaran.


" Menggambar wajah pria tua yang membuat kepalaku pusing yank..." ucap Bayu.


" Pusing kenapa mas...?" ucap Putri.


" Pusing karena ucapannya dek..Nanti malam mas akan cerita,tapi ceritanya di dalam kamar saja...Soalnya ini rahasia.."


Bayu meletakkan buku gambarnya,lalu berjalan ke arah Lukman.


" Man..." ucap Bayu.


" Opo Bay..?" ucap Lukman.


" Endi rokokmu?" ucap Bayu.


" Kowe mumet opo pengen Bay?" ucap Lukman sambil mengeluakan rokoknya lalu memberikan ke Bayu.


" Mumet aku...Endi korek e cook..." ucap Bayu.


" Laaah...Jarene rokok..Yo tak kasih rokok.." ucap Lukman.


Daniel memberikan koreknya ke Bayu.


" Diampuut...Mosok kon ngemut ngene rokok e..." ucap Bayu.


" He eh...Ben Awet.." ucap Lukman.


Bayu membakar rokok lalu memghisapnya.


Huuuuuffftt..... Asap keluar dari mulut Bayu.


" Jancook..." ucap Bayu.


" Mumet karena kerjaan opo bojomu jaluk anak Bay?" ucap Bimo.


" Mumet mikirin awakmu Bim...Nyapo kowe ra wani marani wong tuwane Clara.?" ucap Bayu.( kenapa kamu tidak berani datangin orang tuanya Clara)


" Diampuut..."


" Aku bukanne gak wani Bay..."


" Cuman isin aku..." ucap Bimo.


" Malu kenapa?" ucap Bayu.


" Aku orang desa...Gak kaya.."


" Sedangkan Clara orang kota,orang kaya.." ucap Bimo.


" Kalau kamu beneran suka...Ya harus berani lah datangin kerumah orang tuanya..." ucap Bayu.


" Nanti dulu Bay...Aku mau buktikan dulu..Bahwa aku bisa menjadi orang sukses terus melamar Clara.." ucap Bimo.


Bayu memgambil gelas berisi kopi yang sisa separo,lalu di minum sampai habis.


" Bismilah..." ucap Bayu.


Glek....Glek....Glek....Glek...


" Jiangkrek....Malah di habisin lagi.." ucap Daniel.


" Ngelak ( haus) aku..." ucap Bayu.


" Ngelak yo ngombe banyu putih too.." ucap Daniel.


" Bim...Buatin lagi kopinya Daniel.." ucap Bayu.


" Oke..." ucap Bimo lalu berdiri.


" Gak usah Bim...Sebentar lagi kita pulang..." ucap Daniel.


Bayu kembali memgingat ucapak pria tua bernama Asnawi."Akan tiba saatnya pak kyai akan mempertemukan saudara pak kyai dengan saudara kyai lain yang tak pernah bertemu...Tapi itu akan membuat pak kyai terluka."


" Saudaraku...?"


" Saudara yang mana ? Saudara Han apa Jati.."


" Terus..Kenapa aku terluka...Terluka fisik atau batin...


" Seandainya saja aku langsung menahan pak Asnawi,mungkin dia gak bisa hilang begitu saja seperti hantu." ucap Bayu dalam hati.


Lukman memperhatikan Bayu yang diam saja sedang melamun.


" Bay...." ucap Lukman.


Bayu tak menjawab. Daniel yang berada di dekat Bayu menyenggol tangan Bayu.


Bayu menoleh ke Daniel.


" Opo Niel?" ucap Bayu.


" Lukman manggil...Malah diem aja.." ucap Daniel.


Bayu melihat ke arah Lukman.


" Opo Man?" ucap Bayu.


" Tumben ngelamun..." ucap Lukman.


" Lagi banyak pikiran aku Man..." ucap Bayu.


" Mikirin opo to Bay?" ucap Bimo.


" Jika aku ajak mama ke Jepang,yang masak siapa? " ucap Bayu.


Lukman dan Daniel menunjuk Bimo.


" Kok aku..." ucap Bimo.


" Iyoo...Kowe karo Clara seng masak.." ucap Lukman.


" Diampuut..."


" Aku ora iso gawe Coto Makassar yooo.." ucap Bimo.


" Jarene iso..." ucap Daniel.


"Ada bumbu rahasia yang gak di beri tahu oleh mama...Hanya mama dan Putri yang tahu" ucap Bimo.


" Iyo seh..." ucap Daniel.


Bayu meletakkan puntung rokoknya di kaleng bekas biskuit. Lalu berdiri dan berjalan ke arah Gazebo.


" Siapa sebenarnya dirimu kakek...?"


" Apakah kakek termasuk salah satu kyai yang ada di indonesia seperti pak kyai Sukron..."


" Ngomong - ngomong soal pak kyai sukron..."


" Apakah pak kyai Sukron kenal dengan pak Asnawi ya..?"


" Heeeeem......."


" Nanti lah aku tanya jika pencarian di google gak ketemu.." ucap Bayu dalam hati.


Hape Bayu bergetar sebentar. Lalu Bayu mengecek hapenya. Nampak sebuah sms masuk.


From. Mbah Buyut.


" Nanti malam setelah isya',kakek akan pergi kerumahmu...Jangan kemana - mana.


Bayu membalas pesan kakek buyutnya.


To mbah buyut.


Oke mbah.


Bayu mengirim pesan tersebut lalu mengantongi hapenya.


***


Rumah Bayu.


Pukul 20.05.


Bayu duduk di ruang tamu sendirian menunggu kakek buyutnya.


Ke tiga istri Bayu datang menghampiri bersama bu Hana.


" Sayang..." ucap bu Hana.


Bayu menoleh ke ibunya.


" Iya bu..." ucap Bayu.


Bu Hana duduk di samping Bayu.


" Apa yang sayang pikirkan?" ucap bu Hana.


" Tunggu mbah Zhang dulu bu...Nanti Bayu akan cerita..." ucap Bayu.


Terdengar suara sepeda motor RX King,yang awalnya terdengar pelan,lama - lama nyaring ,kemudian mati. Suaranya itu ada di teras rumah.


Muncul Zhang Yong Han dari pintu.


" Assalam mu'alaikum..." ucap kakek Zhang.


" Wa'alaikum salam warah matullah.." ucap Bayu dan yang lainnya.


" Mbah naik motor?" ucap Bayu.


" Iya....Bosen naik mobil terus.." ucap kakek Zhang.


" Kita bicara di atas mbah.." ucap Bayu.


" Oke...." ucap kakek Zhang.


Bayu dan yang lainnya naik ke lantai 2,yaitu ruang studio musik.


Begitu mereka sampai di sana,mereka duduk di sofa. Di meja sudah tersedia teh Kotak.


" Coba kamu ceritakan Bay...Tadi siang itu gimana ceritanya " ucap kakek Zhang lalu memgambil teh Kotak.


" Begini mbah..."


Bayu menceritakan dari Daniel bercerita tentang orang - orang yang mau ke Mesjid untuk shalat Jum'at. Hingga ia menanyakan mandor proyek.


" Begitu mbah...."


" Apakah mbah punya saudara lain?" ucap Bayu.


" Hemmm....."


" Menurut dari cerita ibuku..."


" Semuanya melawan pasukan musuh Bay..."


" Baik wanita maupun pria,terus ibu kakek di suruh kabur menyelamatkan diri sambil membawa peta harta karun.."


" 2 setelah penyerangan..."


" Ibu kakek kembali ke sana untuk melihat apakah ada yang masih hidup.."


" Begitu tiba di sana..."


" Alangkah terkejutnya ibu kakek.."


" Keluarga kakek terbunuh semua..."


" Ibu kakek langsung segera pergi dari sana,takut ada mata - mata musuh..." ucap kakek Zhang.


" Jadi keluarga kakek,gak ada yang selamat semuanya Bay.."


" Ibu kakek juga mencari informasi,hingga generasi ke lima saat ini..Tapi nihil.." ucap kakek Zhang.


" Generasi ke lima?"


" Tunggu dulu kakek buyut...Jadi kakek ini usianya lebih seratus tahun dong jika ibunya kakek buyut saat ini generasi ke lima?" ucap Putri.


" Mereka nikah muda..Usia 14 tahun sudah menikah...Dan kakek buyut belum berumur seratus tahun.." ucap kakek Zhang berbohong.


" Ooo... Begitu..." ucap Putri.


" Apa kamu sudah menggambar wajahnya Bay?" ucap kakek Zhang.


" Sudah mbaah..."


" Ini gambar wajahnya.." ucap Bayu sambil memyerahkan selembar kertas.


Zhang Yong Han memperhatikan gambaran Bayu.


" Iniiii....." ucap kakek Zhang.


" Mbah kenal?" ucap Bayu.