SANG PENERUS.

SANG PENERUS.
PERSIAPAN IJAB KABUL


Nampak di teras Bayu,Khalisa dan Sulis berdiri menunggu kedatangan ibunya Sulis yaitu bu Jesica.


Bayu memgenakan baju kaos celana panjang.


Sebuah mobil sedan warna hitam muncul dari pintu pagar,Sebelumnya Bayu sudah memberi tahu pada petugas keamanan yang berjaga di pintu gerbang perumahan bahwa bu Jesica ibunya Sulis akan datang.


Mobil sedan berhenti di depan mereka,lalu bu Jesica keluar dari pintu kemudi.


Sulis berlari ke arah ibunya,lalu memeluknya.


Salah satu pengawal menghampiri mereka untuk memindahkan mobil milik bu Jesica.


Bu Jesica melepaskan pelukannya,lalu memberikan kunci mobil pada pria yang mendekatinya. Kemudian bu Jesica berjalan bersama Sulis mendekati Bayu.


Bu Jesica melihat Bayu dari atas ke bawah.


"Dia siapa Lis...?" ucap bu Jesica yang baru pertama kali melihat Bayu.


"Selamat datang bu...Di gubuk sederhana kami,nama saya Bayu dan ini istri saya Khalisa " ucap Bayu sambil menangkupkan tangan.


"Saya bu Jesica ibunya Sulis.." ucap bu Jesica.


Lalu Khalisa mencium tangan bu Jesica.


"Mari masuk bu..." ucap Bayu.


Mereka kemudian masuk lalu duduk di kursi sofa ruang tamu.


Bu Jesica duduk bersama Sulis.Sedangkan Bayu duduk bersama Khalisa. Meraka duduk saling berhadapan.


"Maaf bu...Ibu saya sedang ada di Lampung" ucap Bayu.


"Kalau boleh tahu siapa nama ibumu.." ucap bu Jesica.


"Hana bu..." ucap Bayu.


"Eh...!!!?? bu Jesica terkejut.


"Kamu anaknya Hana...?" ucap bu Jesica.


"Iya bu..Saya putranya .." ucap Bayu.


Bu Jesica mendekatkan wajahnya ke teliga Sulis


"Lis...Kenapa kamu gak sama Bayu saja.." ucap bu Jesica lirih.


"Enggak bisa bu.." ucap Sulis lirih.


Dewi datang membawa minuman,lalu meletakkan di meja.


"Silahkan di minum bu..." ucap Bayu.


"Iya...


"Hem...Ayahmu ada di mana Bay..?" ucap bu Jesica.


"Ibu saya sudah lama berpisah dengan ayah saya bu..." ucap Bayu.


"Ooo...Begitu..." ucap bu Jesica.


"Saya tinggal ke dalam dulu.. Anggap saja di rumah sendiri..." ucap Bayu lalu berdiri lalu berjalan ke ruang keluarga.


Tiba - tiba


"Yen in tawang ono lintang...Cah Ayu...." suara Jalu di telinga Bayu sebelah kiri.


"Jancook...Bikin orang kaget aja.." ucap Bayu kaget saat berjalan.


"Piyee...Suaraku apik gak Bay.." suara Jalu.


"Apik pakde...Lebih bagus lagi ya diem aja..." ucap Bayu dalam hati.


"Jangkreek.... " suara Jalu.


Bayu duduk di kursi sofa.


"Tumben muncul..." ucap Bayu dalam hati.


"Gakpapa...Pengen aja..."suara Jalu.


"Oh iya... Pakde ini berada di alam ghaib kah?" ucap Bayu dalam hati.


"Yuppss... Tapi aku gak bisa muncul di dunia nyata..." suara Jalu.


"Ooo...Begitu...


"Oh iya...Katanya mbak Sekar,dia bilang pernah hidup,tapi sebelum penjajahan...Apa pakde juga pernah hidup sebelumnya ?" ucap Bayu dalam hati.


"Iya..." suara Jalu.


"Mbak Sekar itu istri pakde kah?" ucap Bayu dalam hati.


"Hem...Kasih tahu gak ya...


"Kamu penasaran ya Bay?" suara Jalu.


"Iya pakde...Penasaran banget..Terus gitu kalian bisa mengobrol denganku...Semacam telepati gitu.." ucap Bayu dalam hati.


"Tanyakan saja sama Sekar...


"Oh iya...Kamu mau gak jadi pelindung keluarga Jati?" suara Jalu.


"Maaf pakde...Bayu gak bisa...Sebab Bayu calon pemimpin keluarga Han..." ucap Bayu dalam hati.


"Kenapa kamu gak mau Bay?" suara Jalu.


"Bayu gak mau jadi pelindung keluarga yang membenci ibuku..." ucap Bayu dalam hati.


"Ada yang tak membenci ibumu Bay..." suara Jalu.


"Dah aah...Bayu malas bahas itu..


"Oh iya... Apakah Bayu bisa ke tempat pakde lagi?" ucap Bayu dalam hati.


"Bisaa...Mau ke sini kah?" suara Jalu.


"Iya pakde...Bayu mau ke sana.." ucap Bayu dalam hati.


"Pejamkan matamu... Bayangin tempat pertama kali kita bertemu..." suara Jalu.


Bayu melakukan apa yang di suruh oleh Jalu.


Setelah membayangkan,perlahan Bayu tertidur.


***


Di alam ghaib.


Bayu muncul di gubuk sawah,sambil duduk di papan lantai gubuk sawah.Di depan Bayu ada seorang pria memakai pakaian lama seperti jaman Majapahit. Pria itu adalah Jalu.


"Buka matamu..." ucap Jalu sambil memasang muka jeleknya di depan wajah Bayu.


Bayu perlahan membuka mata.


"Jancooook...." ucap Bayu saat melihat wajah Jalu.


Ha....Ha...Ha....Ha....Ha....Jalu tertawa


Setelah itu Jalu duduk di samping Bayu.


"Selamat datang kembali..." ucap Jalu.


Bayu menoleh ke kanan dan ke kiri.


"Mbak Sekar kemana pakde...?" ucap Bayu.


"Ada...Bentar lagi datang.." ucap Jalu.


Tiba - tiba Sekar muncul di belakang Bayu,lalu menutup mata Bayu.


Bayu mencium aroma wangi bunga,lalu memegang tangan Sekar,ia merasakan kulit tangan Sekar lembut dan halus.


"Mbak Sekar ya" ucap Bayu.


Sekar melepaskan tangannya.Bayu menoleh ke belakang,ia melihat Sekar memakai baju kebaya warna biru muda.


"Ini di mana seh mbak? kok aku bisa merasakannya...Seperti alam nyata..?" ucap Bayu.


"Ini alamku Bayu..." ucap Sekar.


"Hem...Seperti alamnya Kumala Sari dong..." ucap Bayu.


"Beda dong sayang ..Ini alam khusus... Mirip seperti di alammu,berbeda dengan alamnya si wanita iblis itu..." ucap Sekar.


"Hem...Mbak pernah bertemu dengan dia?" ucap Bayu.


"Pernah... Bahkan sempat bertarung dengan dia..." ucap Sekar.


"Wuuiihh...Hebat...


"Pernah bertemu dengan mak Lampir gak mbak?" ucap Bayu.


"Tidak pernah...Dia yang pernah" ucap Sekar sambil menujuk Jalu.


"Jadi kalian ini pendekar yaa.." ucap Bayu.


"Iya...Dan dia pendekar mesum" ucap Sekar sambil menujuk Jalu.


Ha....Ha....Ha...Ha...Ha..


"Pendekar Mesum...Ha....Ha...Ha...." ucap Bayu lalu tertawa lagi.


"Jangkrek.... Kenapa kamu buka kartuku pada bocah ini..." ucap Jalu.


"Tanpa buka kartu saja Bayu sudah tahu kok..." ucap Sekar.


"Tunggu dulu...Mbak Sekar punya mata hijau... Kalau pakde Jalu mata apa?"ucap Bayu penasaran.


"Dia mata keranjang " ucap Sekar.


"Diampuuut..." ucap Jalu.


"Lah emang benar kan kamu mata keranjang...


"Nenek - nenek aja kamu godain..." ucap Sekar.


Ha....Ha...Ha...Ha.... Bayu tertawa.


"Aazzzz... Aku tuh lagi mabook...Jadi yang kulihat itu dirimu...." ucap Jalu.


Sekar mencium pipi Bayu.


***


Alam nyata.


Nampak Khalisa duduk di samping Bayu yang sedang tertidur,lalu mencium pipinya.


Mata Bayu perlahan terbuka.


"Eh....!!?? Bayu terkejut.


"Tadi mbak Sekar menciumku,begitu aku bangun. Putri yang mencium " ucap Bayu dalam hati.


"Mas kalau mau tidur di kamar saja..." ucap Khalisa.


"Maunya mas tidur bareng adek.." ucap Bayu.


"Besok aja mas....Adek belum bersih banget,masih ada muncul.." ucap Khalisa.


"Iya...Oh iya...Mana Sulis dan bu Jesica?" ucap Bayu.


"Ada di kamarnya Sulis mas.." ucap Khalisa.


Bayu melihat jam tangan.


"Mas shalat dulu ya..." ucap Bayu.


"Iya mas..." ucap Khalisa.


Bayu berdiri,di ikuti Khalisa.


Lalu mereka berjalan ke kamar.


"Mas...." ucap Khalisa.


"Iya.." ucap Bayu.


"Mas pengen punya anak apa di tunda dulu..?" ucap Khalisa.


"Tunda dulu dek...Kita kan masih kuliah,dan juga mas belum bekerja...Ne aja duit pemberian dari mbah buyut..." ucap Bayu.


"Hem...Gimana adek pasang KB mas...


"Soalnya.. Adek pengen merasakan mas nyiramin rahim adek." ucap Khalisa.


"iya dek...." ucap Bayu.


"Kalau di dalam rumah..Adek lepas jilbab ya mas..Gerah pakai jilbab terus.." ucap Khalisa.


"Iya.. Tapi kalau keluar rumah,di pakai ya .." ucap Bayu.


Setelah sampai di dalam kamar,Bayu melepas celana panjangnya,lalu memakai sarung,kemudian wudhu. Selesai wudhu,Bayu memakai baju koko dan songkok,kemudian berjalan ke arah kamar Sulis.


---***---


Di dalam kamar Sulis.


Nampak bu Jesica duduk di pinggir kasur bersama Sulis.


"Mama gak menyangka,bahwa ibunya Bayu orang kaya...


"Dan kaget melihat anaknya...


"Kenapa kamu gak pcaran dengan Bayu saja Lis.." ucap bu Jesica.


"Bayu tak mencintaiku bu...Sudah ku coba untuk mendekatinya dan perhatianku pada dia,tapi dia gak merespon.." ucap Sulis.


"Apakah Bayu ada menyentuhmu... Maksud mama itu ngentuin kamu?" ucap bu Jesica. Ia berkata seperti itu karena Sulis tinggal bersama Bayu.


"Gak ada ma...Aku berpakaian seksi saja,dia gak tertarik " ucap Sulis sengaja berbohong. Sebab ia pernah bercinta dengan Bayu.


"Mama lebih senang kamu menikah dengan Bayu Lis... Orangnya tampan,kaya lagi.." ucap bu Jesica.


"Ayah gimana bu..." ucap Sulis.


"Ayahmu sehat..." ucap bu Jesica.


Tok...Tok...Tok...


"Lis... Shalat yuk..." suara Bayu .


"Iya mas...Tunggu sebentar..


"Ma...Aku shalat dulu.." ucap Sulis.


Sulis berdiri lalu jalan menuju kamar mandi untuk wudhu.


Selesai wudhu,Sulis memakai mukena kemudian keluar kamar.


Bu Jesica berdiri lalu mengikuti Sulis berjalan.


Sesampai di tempat ruang Shalat,ia melihat Bayu berdiri bersama Sulis yang berdiri di belakang.


Saat Bayu menolehkan kepala ke sebelah kanan.


"Assalam mua'laikum...." suara teman - teman Bayu.


Bu Jesica mendengar pintu tertutup,ia meluhat ke sumber suara tersebut.


Nampak Khalisa tak memakai jilbab,hanya kaos lengan panjang dan celana panjang saja.


Khalisa menghampiri bu Jesica.


Terdengar suara obrolan teman - teman Bayu,bu Jesica melihat ke sumber suara tersebut.


Nampak Bimo,Daniel,Lukman dan Diana berjalan menuju kamarnya masing - masing.


"Mereka siapa ya... Tapi salah satunya aku pernah melihatnya...Tapi di mana? ucap bu Jesica dalam hati.


"Lis...Ajak ibumu makan..." ucap Bayu.


"Iya mas.." ucap Sulis.


Sulis melepas mukenanya,ia memakai penutup rambut,agar rambutnya tidak ada keluar saat shalat.


"Bu...Makan yuk..." ucap Sulis.


Diana mendekati mereka.


"Sayang dah shalat...?" ucap Diana.


"Sudah...Nanti sayang shalat bareng Lukman dan Bimo ya..." ucap Bayu.


"Sayang....??? Kok mereka panggil sayang sayangan di depan Khalisa..


Bu Jesica melihat ke arah Khalisa.


"Khalisa juga bersikap biasa saja" ucap bu Jesica dalam hati keheranan melihat situasi tersebut.


"Ya udah deh..." ucap Diana.


Bimo,Paijo dan Lukman muncul memakai pakaian shalat.


"Dah shalat kah Bay..." ucap Paijo.


"Sudah kang..." ucap Bayu.


"Tungguin aku..." ucap Diana lalu pergi ke kamarnya.


"Ayoo ma..." ucap Sulis.


Sulis dan bu Jesica berjalan ke arah ruang makan keluarga.


"Kok cewek itu manggil Bayu sayang di depan istrinya Lis?" ucap bu Jesica saat selesai menuruni tangga..


"Dia calon istri mas Bayu ma.." ucap Sulis.


"Apaaa....!!!??? ucap bu Jesica terkejut sambil menghentikan langkahnya.


"Hari sabtu nanti mereka akan menikah...." ucap Sulis.


Bu Jesica lanjut berjalan lagi.


"Istrinya ada 2 dong..." ucap bu Jesica.


"3 ma..." ucap Sulis.


"Apaaa....!!?? Tigaa...


Bu Jesica terkejut.


"Serius tiga istrinya Bayu Lis?" ucap bu Jesica tak percaya.


"Iya ma..Aku serius.." ucap Sulis.


Mereka sampai di meja makan keluarga.


"Lalu..Istri satunya ada di mana?" ucao bu Jesica.


"Sekolah bu...Sebentar lagi pulang.." ucap Sulis.


"Sekolah...Kok masih bisa sekolah...Kan sudah menikah?


"Apakah Bayu menghamilinya?" ucap bu Jesica.


"Bayu gak memghamilinya bu.. Istri Bayu yang satunya sekolah di sekolahan swasta.." ucap Sulis.


"Ooo..Begitu.." ucap bu Jesica.


Mereka kemudian makan siang.


Setelah selesai makan,Bayu bersama Khalisa dan Diana datang.


"Di kenyangi bu..." ucap Bayu.


"Iya...Ini sudah gak muat.." ucap bu Jesica.


Khalisa mengambilkan nasi untuk Bayu,Diana menuangkan air minum. Setelah itu mereka mengambilkan sayur dan lauk.


Bu Jesica memperhatikan mereka melayani Bayu.


"Mereka akur..." ucap bu Jesica dalam hati.


Bu Jesica dan Sulis lantas meninggalkan meja makan,mereka berjalan ke arah ruang Tamu.


Setelah sampai,mereka duduk.


"Apakah mereka semua tinggal di sini Lis?" ucap bu Jesica.


"Iya ma... Oh iya.. Gimana pekerjaannya papa ma?" ucap Sulis.


"Lancar... Bulan kemarin panen raya..." ucap bu Jesica.


"Syukurlah... Mama ke sini bilang apa ke papa?" ucap Sulis.


"Biasa...Mama bilang mau arisan...


"Kalau gak bilang arisan,nanti papamu curiga.." ucap Bu Jesica.


Tak lama kemudian.


"Assalam mua'alaikum..." ucap Hinata muncul di pintu bersama Melisa.


"Wa'alaikum salam..." ucap Sulis.


Bu Jesica melihat ke arah Hinata dan Melisa berjalan masuk ke dalam.


"Yang mana istri Bayu Lis?" ucap Bu Jesica.


"Yang pakai Jilbab ma..." ucap Sulis.


"Ooo....Terus yang satunya itu siapa?" ucap bu Jesica penasaran.


"Adiknya mas Bayu ma..." ucap Sulis.


"Ooo...Adiknya Bayu..


"Oh iya...Salah satu temannya Bayu itu sepertinya mama pernah melihatnya...Tapi mama lupa.." ucap Bu Jesica.


"Lukman ma...Dia pernah satu ruangan saat di rawat di rumah sakit.." ucap Sulis.


"Aaaaaa....Iya...Lukman...Mama ingat sekarang.


"Kok dia ada di sini? apakah dia keluarga Bayu?" ucap bu Jesica.


"Mereka tetangga ma...Kebetulan tempat kuliah mereka sama.." ucap Sulis.


"Ooo...Begitu....


"Oh iya...Mama pulang dulu ya sayang.." ucap bu Jesica.


"Bentar ma...Aku panggil mas Bayu dulu.." ucap Sulis.


Sulis berdiri kemudian berjalan masuk ke dalam.


Setelah Sulis sampai di tempat Bayu berada.


"Mas...Mamaku mau pulang.." ucap Sulis.


"Gak besok aja Lis pulangnya?


"Jauh loh..." ucap Bayu.


"Nanti papaku nyariin mama mas..." ucap Sulis.


"Ooo...Begitu..." ucap Bayu.


Bayu kemudian berdiri di ikuti Khalisa,Diana,Hinata dana Melisa.


Mereka berjalan ke arah ruang tamu.


"Kenapa buru - buru bu pulangnya...


Bu Jesica berdiri lalu menghampiri Bayu.


"Sulis belum selesai kangennya sama ibu loh." ucap Bayu.


"Nanti suamiku mencari ibu...Kalau di sini ada keluarga,maka ibu bisa menginap...Kapan - kapan ibu ke sini lagi" ucap bu Jesica.


Bu Jesica menangkupkan tangan ke Bayu,Bayu juga menangkupkan tangannya.


Lalu Bu Jesica bersalaman pada Khalisa.


Khalisa mencium tangan bu Jesica,di ikuti Hinata,Diana dan Melisa.


Bayu dan Sulis mengantar bu Jesica sampai di teras rumah.


Pengawal menjalankan mobil milik bu Jesica,lalu berhenti di depan mereka.


Sulis memeluk ibunya.


"Mama balik dulu ya sayang...Jaga dirimu baik - baik..." ucap bu Jesica.


"Iya ma...Mama hati - hati di jalan.." ucap Sulis.


Bu Jesica melepaskan pelukannya lalu berjalan ke arah mobilnya lalu masuk ke dalam.


Perlahan mobil bu Jesica berjalan meninggalkan rumah Bayu.


Nampak air mata Sulis mengalir melihat ibunya pulang.


Bayu menepuk pundak Sulis.


"Berdo'a saja...Semoga ayahmu tak membencimu Lis...Seperti ibumu itu.." ucap Bayu.


"Iya mas..." ucap Sulis.


"Dah yuk...Masuk ke dalam.." ucap Bayu.


Mereka kemudian masuk ke dalam rumah.


****


Hari Jum'at pukul 14.40


Nampak Bayu bersama teman - temannya mengangkat meja dan kursi di bantu beberapa pengawal.


Mereka menyiapkan tempat acara untuk besok.


Setelah di ruang tamu tak ada meja dan kursi, mereka menaruh karpet kain lalu meja untuk ijab kabul.


Sebuah mobil Ferari warna merah berhenti di depan rumah. Mobil itu di kemudikan oleh Hana.


Hana turun dari mobil,di sambut seorang pengawal.Han memberikan kunci mobil itu pada pengawal,lalu berjalan masuk ke pintu rumah.


"Assalam mu'alaikum.. " ucap Hana.


"Wa'alaikum salam...." ucap Bayu dan yang lainnya di ruang Tamu.


"Sudah di susun ta..." ucap Hana.


Bayu dan teman - temannya menghampiri Hana.


Bayu mencium tangan ibunya,di ikuti yang lainnya.


"Ibunya Putri mana bu.." ucap Bayu tak melihat bu Intan.


"Hari minggu baru dia ke sini sayang..." ucap Hana.


"Oooh... Begitu...


"Oh iya...Kemarin ibunya Sulis kesini bu.." ucap Bayu.


"Dia sama siapa ke sininya sayang?" ucap Hana.


"Sendirian aja bu..." ucap Bayu.


"Ooo...Sendiri...Ibu masuk ke kamar dulu ya sayang..." ucap Hana.


"Iya bu..." ucap Bayu.


Sore harinya saat menjelang mau magrib di dalam kamar.


"Mas..." ucap Khalisa.


"Iya dek.." ucap Bayu.


"Adek baru ingat,besok kan sabtu Kliwon.. Apa gak di mundurin acaranya?" ucap Khalisa.


Khalisa tahu akan penyakitnya Bayu saat dirinya pacaran.


Bayu tersenyum lalu berkata" Itu dulu sayang...Sekarang mas gak lagi sakit saat hari lahirnya mas.."


"Ooo...Begitu...Syukurlah.." ucap Khalisa lega.


***


Hari Sabtu pagi.


Suasana di rumah Bayu menjadi ramai.


Satu persatu keluarga Han berdatangan


Bayu berada di dalam kamar bersama Khalisa dan Hinata.


"Mas..." ucap Khalisa saat memakaikan baju kemeja putih ke tubuh Bayu.


"Iya dek.." ucap Bayu.


"Setelah ini....Jangan nikah lagi ya..


"Cukup kita bertiga saja..." ucap Khalisa.


"Iya sayang...." ucap Bayu.


"Kalau shujin nambah istri lagi,maka aku bunuh calon istrinya itu." ucap Hinata.


"Ya betul itu dik Ayu..Kamu bunuh saja calon istrinya...Terus kita kurung suami kita.." ucap Khalisa.


"Sadis tenan rek bojoku iki" ucap Bayu dalam hati.


"Sukurinn....Ha....Ha...Ha...Ha....Ha..." suara Jalu di telinga kiri Bayu.


"Diampuuut....Waasssuuu...