
Malam hari.
Kediaman rumah Zhang.
Setelah Bayu dari penginapan Fei Long. Bayu memberitahukan informasi itu ke kakek Zhang.
Kakek Zhang mengumpulkan ke dua anaknya,Kakashi,Hana dan Naruto di ruang tertutup.
" Apakah kamu punya rencana Bay?" ucap kakek Zhang.
" Ada mbah.." ucap Bayu.
" Apa itu...?" ucap kakek Zhang.
" Ikut dengan mereka..." ucap Bayu.
Hana menerjemahkan ke bahasa Jepang untuk kakek Naruto,karena kakek Naruto belum lancar bahasa Indonesia.
" Jangan....Itu sangat berbahaya Bayu chan.." ucap kakek Naruto.
" Jika Bayu tidak ikut...Lama - lama mereka bisa tahu keluarga kita...Bayu gak ingin keluarga ini celaka..." ucap Bayu.
" Kenapa mereka tidak kamu hipnotis saja Bayu.." ucap Jien Lie.
" Percuma saja ayah...Mereka sudah melaporkan ke pusat..Jika seandainya saja Bayu tahu sebelum mereka tahu nama Bayu...Pasti sudah Bayu hipnotis.." ucap Bayu.
" Ini semua salahmu...Kenapa mengirim Bayu ke sana.." ucap kakek Zhang marah
" Maaf pah... Jika saja aku tahu akan jadi seperti ini,aku tak akan mengirim Bayu.." ucap Jien Lie.
" Kenapa tidak minta tolong ke Ki Kartolo saja.." ucap kakek Zhang.
" Tidak bisa pah...Mereka akan menikahkan anaknya. " ucap Jien Lie.
Kakek Zhang memegang kepala lalu berdiri dan keluar untuk merokok.
" Bagaimana jika presidennya kita bunuh... Sama seperti waktu kita menyerang.." ucap Kakashi.
" Jangan.." ucap Hana.
" Kenapa?" ucap Kakashi.
" Mereka akan mencurigai negara ini..."
" Ibu punya usul sayang.." ucap Hana.
" Usul apa bu..?" ucap Bayu.
" Bagaimana sayang berjalan kaki di sekitar perumahan ini dengan berpakaian seperti biasa ,setelah sayang bertemu dengan mereka. Dan mereka bertanya kenapa ada di sini.."
" Sayang jawab saja mencari keluarga,dan bisa sampai ke sini karena di tolong oleh pasukan TNI." ucap Hana.
Bayu berpikir usulan ibunya.
" Begini saja...Kamu datangi mereka,lalu berhenti dari militer. Kemudian ke timur tengah dan kabur dari sana.." ucap kakek Zhang.
Muncul ide Bayu untuk membawa Fei Long ke alam gaib.
" Nanti Bayu akan menemui Fei Long..." ucap Bayu.
" Jangan gegabah Bayu chan..." ucap Kakashi.
" Tenang saja ayah ...Nanti dia mengira bahwa pertemuan itu hanya mimpi.." ucap Bayu.
" Bagaimana caranya ?." ucap Jien Lie.
Kakek Zhang masuk kembali.
" Rahasia paj..." ucap Bayu.
" Oh iya,bagaimana kamu tahu jika mereka tahu rumah kita Bay?" ucap kakek Zhang.
" Dari Fei Long sendiri mbah,Bayu sarankan orang - orang yang ikut serta ke China di rumah Bayu yang baru mbah,serta istri Bayu mbah.."
" Agar mereka saat ke sana tidak melihat kita.." ucap Bayu.
" Heeemm...Mereka tidak akan bisa ke sini Bayu..Presiden aja tidak bisa bebas keluar masuk tanpa seizin kakek,.." ucap kakek Zhang.
" Buat jaga - jaga saja mbah...Nanti mereka akan sangat ciriga kepada keluarga kita...Dan itu sangat berbahaya..." ucap Bayu.
Mereka terdiam. Tak ada yang bicara.
" Jika Bayu Chan pergi ke China,lantas apa yang akan Bayu Chan lakukan ketika mau kembali ke Indonesia.? " ucap kakek Naruto.
" Bayu punya rencana kakek.." ucap Bayu memakai bahasa Jepang,lalu Bayu memberi tahu rencananya memakai bahasa indonesia.
" Ide yang bagus...Nanti kakek akan memberikan alamat rumah saudara kakek yang ada di sana.." ucap kakek Zhang.
" Malam ini yang ikut misi ke China segera kemasi barang - barang...Tunggu intruksi dari Bayu.."
" Bayu akan menyuruh mereka yang mengawasi rumah kita pergi jauh.."
" Setelah itu pergi dari perumahan ini.." ucap Bayu.
" Lalu yang sekolah bagaimana Bay?" ucap Jien Lie.
" Yang sekolah kan gak ikut ke china pah...Yang ikut misi ke china saja..Takutnya mereka mengenali kita..." ucap Bayu.
" Baiklah..." ucap Jien Lie.
" Setelah kembali..Kakek harap kamu gantikan kakek.." ucap kakek Zhang.
" Bayu lihat dulu keadaannya mbah....Jika tidak memungkinkan.Bayu akan membantu semampu Bayu dari belakang.." ucap Bayu.
Mereka diam tak bersuara selama 5 menit.
Bayu melihat jam tangannya. Pukul 21.25
" Apa dia sudah tidur ya...?" gumam Bayu saat melihat jam tangannya.
Gumaman Bayu di dengar oleh Tian Fei yang ada di samping Bayu.
" Dia siapa Bay?" ucap Tian Fei.
" Fei Long mbah...Rencana Bayu mau menemuinya,lalu menghipnotisnya.."
" Jika dia berhasil Bayu hipnotis,maka Bayu bisa menjalankan rencana Bayu.." ucap Bayu.
" Apa rencanamu?" ucap kakek Zhang.
" Ya Bayu akan menggiring mereka menjauh dari perumahan ini dan juga Cafe Mantan..." ucap Bayu.
" Papah sangat penasaran..Bagaimana kamu bisa tahu bahwa orang itu mengetahui keberadaan kita di sini.." ucap Jien Lie.
" Dengan ilmu yang di berikan oleh pakdeku paah.." ucap Bayu.
" Ilmu apa?" ucap Jien Lie.
" Rogoh Sukmo..Bayu bisa mengikuti seseorang tanpa di ketahui,kecuali orang yang Bayu ikuti bisa melihat makhluk halus.."
" Sebentar..Bayu mau mengecek mereka,jika mereka sudah tidur,Bayu akan membawa mereka.." ucap Bayu lalu memejamkan matanya dan menggunakan ajian. Rogoh Sukmo.
***
Di kamar penginapan Fei Long.
Bayu muncul di kamar penginapan Fei Long.
Nampak Fei Long sedang menggenjot Hua Yan Chen.
" Diamputt...Malah ngentu..."ucap Bayu.
Muncul ide Bayu,ia akan menghampiri Kumala Sari.
Sukma Bayu menghilang.
***
Istana Kumala Sari.
Bayu muncul di ruang singgasana Kumala Sari,namun ia tak melihat keberadaan Kumala Sari.
" Sayaang....Kamu dimana?"
" Kumala Sari..."ucap Bayu.
Bayu berjalan menuju halaman istana.
Baru saja berjalan 4 langkah,Kumala Sari muncul.
" Assalam mu'alaikum sayang.." ucap Kumala Sari.
" Wa'alaikum salam warahmatullah...Aku ada perlu yank.." ucap Bayu.
" Ada perlu apa?" ucap Kumala Sari.
" Tolong awasi orang yang sayang ikuti itu,mereka lagi bercinta..Jika mereka sudah selesai dan tidur,beritahu aku.." ucap Bayu.
" Oke..." ucap Kumala Sari.
" Yok ikut aku dulu..Setelah sukmaku bersatu,sayang pergi melihat mereka..." ucap Bayu.
Bayu dan Kuamala Sari menghilang.
***
Rumah kakek Zhang.
Bayu dan Kumala Sari muncul lalu Bayu kembali ke raga.
Setelah sukma Bayu menyatu,Kumala Sari pergi.
Bayu membuka matanya.
" Mereka masih belum tidur... " ucap Bayu.
" Siapa yang belum tidur?" ucap kakek Zhang.
" Fei Long mbah uyut..." ucap Bayu.
Bayu memberi tahu rencananya kepada keluarganya.
Hingga Kumala Sari muncul.
" Sebentar..Aku tinggal dulu nanti aku kembali.." ucap Bayu lalu berdiri.
" Kemana Bay?" ucap Tian Fei.
" Menemui Fei Long " ucap Bayu sambil berjalan.
Setelah menutup pintu,Bayu melihat sekitar.
Keadaan sepi tak ada orang,lalu Bayu menghilang bersama Kumala Sari.
****
Kamar penginapan Fei Long.
Bayu dan Kumala Sari muncul di kamar tersebut.
Bayu melihat Fei Long tidur sambil merangkul Hua Yan Chen.
" Tunggu..." ucap Bayu pelan karena Kumala Sari mau memindahkan Fei Long.
Muncul Ide Bayu untuk memfoto mereka,lalu Bayu memfoto.
" Mayan... Dengan begini aku punya kartu buat jaga - jaga.." ucap Bayu dalam hati.
Kumala Sari memakai kekuatannya untuk memindahkan Fei Long di alam ghaib.
Fei Long menghilang,kini tersisa Hua Yan Chen.
Kumala Sari membuat wanita tetap tertidur meakipun ada suara nyaring di dekatnya.
Setelah itu Bayu dan Kumala Sari menghilang dari kamar penginapan Fei Long.
***
Alam Ghaib.
Bayu dan Kumala Sari muncul di hutan.
" Cantik...Buat dia patuh padaku.." ucap Bayu.
" Iya sayang..."
Kumala Sari menggerakkan kedua tangan dan jarinya lalu menunjuk ke Fei Long.
Sebuah sinar melesat ke Fei Long.
" Bangun..."
Fei Long terbangun.
" Sekarang dia ada di bawah kendaliku sayang.." ucap Kumala Sari.
" Terima kasih cantik.."
Sengaja Bayu membawa Fei Long ke alam ghaib agar tak memakan waktu yang lama.
" Sekarang katakan padaku...Informasi apa saja yang kamu dapat.." ucap Bayu memakai bahasa china.
Fei Long lantas memberikan informasi ke Bayu.
Bayu menyimak dengan seksama.
" Berarti dia belum tahu kalau aku dah beristri..Dan mengira aku masuk militer di sini.."
" Pantesan ada panggilan nomor asing di ponselku"
" Untung aja gak ku respon...Gak tahunya mereka yang menelpon.."
" Heemmm...."
Fei Long melanjutkan ucapannya.
" Aku harus menghipnotis salah satu anak buahnya.." ucap Bayu dalam hati.
" Apakah kalian memakai kata sandi...?" ucap Bayu.
" Iya...Agar kami tidak bernasib yang sama seperti sebelumnya.." ucap Fei Long.
" Cerdik juga...." ucap Bayu dalam hati.
" Apa kata sandinya..?"
Fei Long memberi tahu.
" Siapa yang mengawasi perumahan Golden?" ucap Bayu.
Fei Long memberi tahu.
" Baiklah...Aku akan menghipnotis anak buahnya..." ucap Bayu dalam hati.
" Ayoo cantik...Kita kembalikan dia.." ucap Bayu.
***
Kamar penginapan.
Bayu muncul bersama.Kumala Sari dan Fei Long.
Kemudian Bayu meminta nomor telpon Fei Long dan semua anak buahnya serta nomor pribadi Ling Ling.setelah menyimpan nomor ponsel anak buah Fei Long Bayu menyuruh Fei Long menghubungi salah satu anak buahnya untuk berada di suatu tempat. Setelah itu.
" Siapa nama wanita itu?" ucap Bayu.
" Hua Yan Chen..." ucap Fei Long.
" Oke...Sekarang kamu kembali tidur..." ucap Bayu.
Fei Long naik ke tempat tidur,lalu tertidur.
***
Rumah kakek Zhang.
" Selamet...Untung mbah buyut gak lihat aku.." ucap Bayu dalam hati.
Bayu membuka pintu.
Kakek Zhang membalikkan badannya dan melihat Bayu.
" Looh...Katanya mau menemui Fei Long..Kok masih di sini Bay?" ucap kakek Zhang.
" Sudah mbah uyut..." ucap Bayu.
Bayu masuk ke dalam ruangan. Kakek Zhang membuang rokoknya di lantai lalu menginjaknya,agar api rokok padam.
Kenapa tadi aku gak dengar suara kaki melangkahnya Bayu ya.." ucap kakek Zhang dalam hati,lalu masuk ke dalam ruangan.
Bayu kembali memberi tahu rencananya.
Setelah selesai memberi tahu.
" Apakah ada yang punya ponsel yang gak terpakai..?Jika ada Bayu minta..." ucap Bayu.
Sebab tak mungkin Bayu memakai ponsel Nokianya jika bertemu,di dalam ponsel banyak sekali foto kenangan saat masih bersama Khalisa/ Putri.
" Ada..." ucap Kakek Zhang.
" Boleh Bayu minta mbah uyut...Jika pakai ponsel bayu yang ini( Bayu mengeluarkan ponselnya). Mereka akan tahu tentang keluarga Bayu.
" Boleh..." ucap kakek Zhang.
" Minta satu mbah...Yang biasa..Gak usah kamera.
Pagi harinya.
Bayu berpamitan kepada semua istrinya dan sahabatnya,karena dirinya akan berpisah sementara.
" Abiiii...Kenapa tidak di bunuh saja mereka ?" ucap Diana.
" Jangan umii... "
" Fei Long telah membantuku...Masa iya aku bunuh,terus mereka akan curiga jika aku bunuh lagi..." ucap Bayu.
" Terus...Kalau kamu ikut sama mereka,apakah kamu tinggal di sana Bay?" ucap Lukman.
" Enggak man...Nanti aku usahakan cepat kembali ke sini.." ucap Bayu.
" Nanti mereka datang ke sini lagi Bay.." ucap Lukman.
" Enggak...Aku sudah punya rencana,pasti mereka akan mengira kalau aku tewas.." ucap Bayu.
Bayu memeluk dan mencium istri dan anaknya,saat ke Sulis,Bayu mencium perut Sulis yang mulai membesar.
"Abi pergi dulu ya sayang.." ucap Bayu,lalu berdiri tegak.
" Kapan kak Bayu pulang?" ucap Melisa. Di matanya keluar air mata,karena akan berpisah dengan Bayu.
" Do'akan saja cepat selesai ya sayang.."
Bayu menoleh ke Daniel dan Lukman.
" Man...Niel..."
" Selama aku gak ada...Tolong urus Cafenya yaa..." ucap Bayu.
" Iya Bay..." ucap Lukman dan Daniel serempak.
" Tanpa kamu minta juga kita urus.." ucap Lukman.
" Betul itu Cempee...Wedus gak ada aja dah kita urus.." ucap Daniel.
" Terima kasih.... Aku berangkat dulu...Assalam mu'alaikum..." ucap Bayu,lalu berjalan ke arah teras.
Keluar air mata Bayu .Berat rasanya Bayu meninggalkan keluarga yang ia sayangi. Tapi karena keselamatan keluarga besarnya,mau gak mau Bayu berpisah sementara waktu.
" Kak...Cepat pulang ya..Hikks...Hiks" ucap Melisa.
" Iya sayang.." ucap Bayu tanpa menoleh.
Para istrinya berjalan mengikuti Bayu dari belakang.
Hingga Bayu menaiki motor legendanya. Ia saat ini tak membawa kartu identitas asli,yang ia bawa identitas Jiang,agar tim Fei Long tak curiga.
Bayu menatap semua istrinya sebelum pergi.
Diana berjalan ke arah Bayu.
" Yank...Kalau bisa bunuh saja Xiang itu...Dia satu - satunya yang selamat dari peristiwa penyerangan itu.." ucap Diana.
" Insya Allah sayang...Aku berangkat dulu.." ucap Bayu lalu menyalakan sepeda motor dan pergi.
Setelah Bayu sampai di tempat posisi anak buah Fei Long yang menyamar.
" Jika aku hipnotis anak buah Fei Long,nanti mereka curiga lagi..."
" Heemmmm...."
" Lebih baik aku hubungi Fei Long saja." ucap Bayu dalam hati.
Bayu melanjutkan lagi perjalananya menuju Lampung.
Di saat Bayu sedang duduk di kursi penumpang,kondisi kapalyang ia tumpangi belum berangkat,tiba - tiba Ponselnya bergetar. Bayu mengambil ponselnya.
Nampak panggilan dari Ida.
" Hallo assalam mu'alaikum..." ucap Bayu.
" Wa'alaikum salam...Kak Bayu sibuk apa enggak?" suara Ida.
" Enggak..Ada apa dek..?" ucap Bayu.
" Gakpapa aaee...Kirain sibuk..Kada ada sms.." suara Ida.
" Maaf...Kakak lagi sibuk banget..Jadi gak bisa.."
" Oh iya...Setelah menelpon ini jangan menelponku ya dek?" ucap Bayu.
" Kenapa kak...emangnya kakak sudah gak mau lagi ya?" suara Ida.
" Bukaan..." ucap Bayu.
" Terus kenapa kada boleh menelpon.." suara Ida.
" Orang yang menemui adek waktu itu bisa membuat adek celaka,gak hanya adek saja..Keluarga adek juga celaka,ini kakak sedang menggiring mereka ke tempat yang jauh..Jadi kakak mohon jangan menghubungi dulu untuk sementara waktu ya,setelah urusan selesai kakak hubungi dek Ida...Oke." ucap Bayu.
" Emangnya ada masalah apa seh kak? Atau jangan -jangan cewek yang datang itu mantan kak Bayu..?" suara Ida.
" Bukan...Dengarin...Jangan nelpon atau sms ya..Jika masih ngotot,kakak akan melupakanmu selamanya,dan menganggap kita gak bertemu lagi.."
Tak ada suara Ida.
" Maaf...Kakak lakukan ini agar kamu selamat...Assalam mu'alaikum.."ucap Bayu.
" Padahal ulun mau ke sana kak... Minggu depan libur sekolah.." suara Ida.
Kapal mulai bergerak meninggalkan pelabuhan.
" Nanti ku kirim nomornya ibuku...Maaf ya...Untuk kali ini sajaa...Setelah semua normal..Aku akan membawamu jalan - jalan ke Jepang...Gimana." ucap Bayu.
" Jepang...Serius kak..?" suara Ida.
" Iya...Aku serius..Jadi.."
"Jangan hubungi dulu ya cantik.." ucap Bayu.
" Enggeh kak..Assalam mu'alaikum.."suara Ida.
" Wa'alaikum salam..." ucap Bayu.
Bayu mengirim nomor ponsel ibunya ke Ida.
Setelah sampai di pelabuhan Bakauheni,Bayu melanjutkan perjalanan.
Bayu mampir ke konter untuk beli kartu perdana.Setelah itu mencari mesjid untuk shalat.
Bayu melihat sebuah mesjid,ia pun membelokkan stir motornya dan berhenti di halaman mesjid.
Bayu mengeluarkan ponselnya,kemudian menghubungi kakek buyutnya.
Tuuut....Tuuuut....Tuuuut...
" Assalam mu'alaikum...Ada apa Bayu? Apakah ada kendala?" suara kakek Zhang.
" Tidak mbah uyut..Ini Bayu di Lampung.." ucap Bayu.
" Ngapain kamu di Lampung Bay?" suara kakek Zhang.
" Bayu menggiring mereka mbah..Tolong mbah ambil sepeda motor Bayu ya mbah,jika Bayu ikut mereka.." ucap Bayu.
" Iya..Kirim alamatnya..." suara kakek Zhang.
" Siap mbah...." ucap Bayu.
Bayu mematikan panggilan lalu mengirim pesan.Setelah itu ia memasang kartu sim ke ponsel pemberian kakek Zhang dan menghubungi Fei Long.
Tuuut....Tuuuut....Tuuuut...
Tuuut....Tuuuut....Tuuuut...
" Sial...Gak di angkat..." gumam Bayu.
Bayu mencoba lagi.
Tuuut....Tuuuut....Tuuuut...
Tuuut....Tuuuut....Tuuuut...
Namun tak di angkat,Bayu menghubungi Hua Yan Chen.
Tuuut....Tuuuut....Tuuuut...
Tuuut....Tuuuut....Tuuuut...
" Diaampuut..Kompak bener mereka.." ucap Bayu dalam hati.
Bayu memutuskan mengirim pesan ke Hua Yan Chen.
To Selingkuhan Jancok.
Ini aku Jiang,apakah paman jancok ada bersamamu.
Bayu mengirim pesan tersebut.
" Berees...Nanti dia pasti menelpon.."
Ponsel Bayu berdering nada panggil dari Fei Long.
Bayu menerima panggilan tersebut.
" Hallooo..Paman Jancook..." ucap Bayu memakai bahasa China.
" Jancook...Apa kamu Jiang?" suara Fei Long.
" Iya paman...Kata selingkuhan paman yang bernama Hua Yan Chen,paman mencariku.." ucap Bayu.
" Ehh..!!Dari mana kamu tahu? " suara Fei Long.
" Paman tidak perlu mencari kamera tersembunyi,karena aku tidak memasang kamera tersembunyi di kamar paman.. Jika mau menemuiku..Nanti aku kirim alamatnya..." ucap Bayu lalu mematikan panggilan dan mematikan semua ponselnya.
Setelah shalat,Bayu menghidupkan ponsel kemudian mengirim pesan ke Fei Long alamat yang saat ini ia kunjungi.
***
Di sisi Fei Long.
Fei Long saat ini berada dalam kamar,ia baru saja dari luar untuk mengisi perut sekaligus memonitor di Cafe Mantan.
Hua Yan Chen sempat menanyakan ke karyawan Cafe tentang Bayu,namun karyawan menjawab tidak tahu.
Ponselnya Fei Long berdering nada panggil,lalu ia melihat ke layar.
Nampak nomor baru yang menelpon,Fei Long membiarkan saja,sebab ia tak kenal.
Setelah berhenti,giliran ponsel Hua Yan Chen yang berdering.
Hua Yan Chen pun tak menerima panggilan nomor asing. Setelah panggilan berakhir,muncul sebuah pesan.
From 0813*******
Ini aku Jiang,apakah paman jancok ada bersamamu.
" Ehh.....!!!!??? Hua Yan Chen terkejut saat membaca pesan itu.
" Ada apa?" ucap Fei Long melihat ekspresi Hua Yan Chen.
" Jiang memgirim pesan.." ucap Hua Yan Chen.
" Serius..?" ucap Fei Long.
" Iya...Ini lihatlah" ucap Hua Yan Chen lalu memperlihatkan pesan ke Fei Long.
Fei Long melihat nomor yang mengirim pesan sama dengan nomor yang barusan masuk.
" Aku gak bisa bahasa Indonesia.." ucap Fei Long.
" Ini aku Jiang..Apakah paman jancok bersamaku.." ucap Hua Yan Chen menerjemahkan ke bahasa China.
" Jancook...."
Fei Long lantas menghubungi nomor yang tadi menelpon.
Tuuut....Tuuuut....Tuut...
"Hallooo..Paman Jancook..." suara Bayu memakai bahasa China.
" Jancook...Apa kamu Jiang?" ucap Fei Long.
" Iya paman...Kata selingkuhan paman yang bernama Hua Yan Chen,paman mencariku.." suara Bayu.
" Siaaal...Berarti benar..Bahwa dia itu Jiang,tapi bagaimana dia bisa selamat" ucap Fei Long dalam hati.
" Loudspeker..." ucap Hua Yan Chen.
Fei Long meloudspeker
" Ehh..!!Dari mana kamu tahu? " Fei Long terkejut.
Hua Yan Chen juga terkejut,bagaimana mungkin Jiang tahu.
Lantas Hua Yan Chen memeriksa ruangan,apakah ada kamera tersembunyi.
"Paman tidak perlu mencari kamera tersembunyi,karena aku tidak memasang kamera tersembunyi di kamar paman.. Jika mau menemuiku..Nanti aku kirim alamatnya..." suara Bayu.
Panggilan berakhir.
" Sial...." ucap Fei Long.
" Aku tak menemukan kamera tersembunyi.
Fei Long mencoba menelpon lagi.
" Nomor yang ada tuju sedang tidak aktif atau berada di luar jangkauan.."suara operator.
Fei Long mematikan panggilan,lalu menelpon nomor Bayu yang lama.
"Nomor yang ada tuju sedang tidak aktif atau berada di luar jangkauan.."suara operator.
Fei Long mematikan panggilan.
"Bagaimana dia bisa tahu..." ucap Fei Long penasaran.
Sebab yang tahu nomornya adalah para anak buahnya. Kemudian Fei Long menghubungi anak buahnya untuk menanyakan perihal mengapa Jiang bisa tahu nomornya dia dan juga Hua Yan Chen.