SANG PENERUS.

SANG PENERUS.
MEMBERI TAHU HINATA PADA PUTRI


Mereka kemudian masuk kedalam rumah.


Bu Intan menutup pintu.


"Duduk dulu yank...Aku mau ganti baju dulu.." ucap Khalisa.


"Iya yank..." ucap Bayu.


Bayu duduk di kursi,lalu disusul bu Intan.


"Apakah benar...Agus Irawan Mahendra itu ayah kandungmu nak?" ucap bu Intan.


"Iya bu... Tapi Awan menganggap dia sebagai ayahku...." ucap Bayu.


"Ooo...Begitu...Ya..Ya..Ya...Ibu paham.. " ucap bu Intan.


"Pantesan saja Hana tiba - tiba memutuskan pamit,dan memintaku tak memyebut nama Bayu.." ucap bu Intan dalam hati.


"Ibu sudah lama tinggal di sini?" ucap Bayu.


"Baru 3 bulan nak ibu tinggal di rumah ini...


"Tambah ganteng kamu nak..." ucap bu Intan.


"Awan jelek bu....Makanya tadi Awan pakai masker..." ucap Bayu.


"Oh iya...Tadi Awan kesini naik apa?" ucap bu Intan.


"Naik motor bu..." ucap Bayu.


"Ooo...Naik motor...Sendirian?" ucap bu Intan.


"Berdua sama Putri bu..." ucap Bayu.


"Maksud ibu itu dari jakarta ke lampungnya sayang.." ucap bu Intan.


"Iya bu...Awan sendirian..." ucap Bayu.


"Maafkan ibu ya nak... Ibu pikir ibu tak bisa bertemu lagi denganmu,Putri sempat mau pergi kerumahmu..Tapi ibu larang,takut kenapa - kenapa di jalan.." ucap bu Intan.


Khalisa muncul. Ia tak memakai jilbabnya,hanya memakai tangtop dan celana pendek. Memakai kalung berbentuk Love dari tempurung kelapa.



Kemudian duduk di samping Bayu,Badannya menempel,tangannya memegang lengan Bayu.


"Iya...Gakpapa bu...Awalnya seh Awan patah hati bu,mendengar Khalisa sudah tunangan..." ucap Bayu.


"Maafkan aku ya sayang..Jika saja ibu tak melarangku,pasti aku akan menyusulmu,tapi aku takut sayang sudah mendapatkan penggantiku...


Bayu mengambil kotak di dalam tasnya,lalu menyerahkan pada Khalisa.


"Apa ini yank?" ucap Khalisa.


"Kado untukmu yank...Itu tadi buat kejutan untukmu,tapi malah aku yang terkejut." ucap Bayu


Khalisa melepaskan pegangan tangannya lalu menduduki Bayu,wajahnya berhadapan.


"Maafin aku ya sayang ..Aku tak bisa menjaga hatiku,tapi aku masih mencintaimu..." ucap Khalisa mengeluarkan air mata.


"Aku sudah maafin sayang kok..Untung sayang langsung lepasin cincin itu,tapi kalau sayang sudah nikah,aku ikhlas kok melepaskanmu walau hatiku hancur..." ucap Bayu.


Khalisa memeluk Bayu.


"Aku sayang kamu Wan....Sekarang aku tak ingin berpisah denganmu..." ucap Khalisa.


Khalisa mencium pipi Bayu.


Emmmuaaacchh...


Emmmuuaaacchh....


"Love you..." ucap Khalisa lalu memeluk Bayu lagi.


"Love you to....


"Sayang turun dulu ya...Kita belum muhrim" ucap Bayu.


"Gak mau....


"Aku kangen sekali tahu wan...5 tahun gak bertemu..." ucap Khalisa manja.


Bayu pasrah saja,ia pun sebenernya juga kangen banget.


Khalisa melepaskan pelukannya.


"Yank...Kamu kuliah disini aja ya..Biar aku yang bayarin...


"Tapi sayang nikahin aku dulu..." ucap Khalisa.


"Teman - temanku gimana yank..." ucap Bayu.


"Peluk aku dong yank..." ucap Khalisa manja,sebab Bayu tak ada memeluk dirinya.


"Kita belum menikah sayang...


Khalisa memegang kedua tangan Bayu,lalu di letakkan di pinggangya.


Bu Intan diam saja,ia merasa senang,Khalisa bertemu lagi dengan Bayu.


"Lagi musim kemarau ya sayang di sini?" ucap Bayu,karena ia ingin Khalisa turun dari pangkuannya.


"Enggak yank...2 hari yang lalu hujan deras.." ucap Khalisa.


"Ooo...Begitu.." ucap Bayu.


"Awan minta minum itu Put..." ucap bu Intan.


"Eh...!!! Maaf yank...


"Sayang mau minum apa,teh apa kopi,atau susuku ini?" ucap Khalisa.


"Susumu saja yank...Cepat buka..." ucap Bayu dalam hati tapi tak berani mengucapkannya.


"Teh saja yank..." ucap Bayu.


Khalisa turun dari pangkuan Bayu.Lalu berjalan ke dapur.


"Selamet...Lama - lama bisa bangun burungku" ucap Bayu dalam hati.


"Apakah nak Awan tahu siapa pelaku pembunuhan itu?" ucap bu Intan.


"Awan tidak melihatnya bu,jadi Awan tidak tahu...


"Oh iya... Apakah ibu masih menjahit?" ucap Bayu.


"Masih nak...Ibu buka usaha menjahit...


"Ibumu buka usaha apa nak?" ucap bu Intan.


"Ibu kerja kantoran bu..." ucap Bayu.


"Ooo...Kantoran..Bagian apa Nak?"ucap bu Intan.


"Awan gak tahu bu...Yang Awan tahu ya kerja di kantor....Oh iya bu,kenapa pak Arif bisa kenal dengan pak Hendra" ucap Bayu penasaran.


"Kata almarhum ayah Putri,tak sengaja bertemu di warung kopi,lalu pak Arif bercerita mencoba usaha ternak ikan Arwana.


"Kebetulan di rumah ada sepasang pemberian teman ayah putri,karena mau pindahan..Maka di kasihlah ikan itu ke pak Arif...


Khalisa datang sambil membawa segelas teh laku di letakkan di meja.Khalisa duduk di samping Bayu.


"3 tahun kemudian pak Arif memberika uang pada bapaknya putri,katanya itu hasil penjualan ikan arwana yang waktu itu di kasih.Setahun sekali mereka datang ke rumah dimanapun ayah Putri bertugas,kadang kita juga ke sana.." ucap bu Intan.


"Ooo...Begitu...


"Eh yank...Buka donk kotaknya" ucap Bayu.


Khalisa membuka kotak yang tadi di berikan Bayu.


Nampak kotak merah di balik kertas coklat,lalu kotak itu di buka.Sebuah kalung emas berliontinkan emas berbentuk hati.


"Eh...!!?? Khalisa terkejut lalu menoleh ke Bayu. kemudian memeluk Bayu.


"Terima kasih sayang..." ucap Khalisa lalu melepaskan pelukannya.


Bayu memgambil kalung itu,lalu memakaikan di leher Khalisa.


"Maaf ya sayang...Hanya itu yang bisa aku berikan.." ucap Bayu.


"Sayang datang aja aku senang banget kok,..


"Apakah sayang beli ini dari uang tabungan sayang?" ucap Khalisa.


"Iya sayang..."ucap Bayu.


Tok....Tok....Tok...


"Assalam mu'alaikum..." suara Hana.


"Wa'alaikum salam..." ucap Bayu,bu Intan dan Khalisa.


Bu Intan berdiri lalu berjalan ke arah pintu untuk membuka pintu.


Nampak Hana berdiri di depan pintu.


"Masuk mbak..." ucap bu Intan.


Hana masuk ke dalam rumah,bu Intan menutup pintunya kembali.


"Tadi sampeyan pergi kemana mbak?" ucap bu Intan.


"Cari penginapan mbak...Terus Bayu nelpon aku,katanya sudah di rumah mbak...


"Oh iya...Kenapa ada darah dan garis polisi di teras rumah mbak?" ucap Hana pura - pura tidak tahu,padahal itu ulahnya sendiri.


"Ada pembunuhan tadi mbak,tapi kita gak tahu siapa yang bunuh.." ucap bu Intan lalu menutup pintu kembali tak lupa menguncinya.


Khalisa berdiri lalu berjalan ke arah Hana.


Hana memeluk Khalisa.membalas pelukan Hana. Lalu mereka melepaskan pelukannya.


"Tambah cantik saja kamu Put..." ucap Hana.


"Ibu bisa saja...." ucap Khalisa.


Mereka kemudian duduk. Khalisa duduk di samping Hana lalu memeluknya.


"Putri kangen sama ibu..." ucap Khalisa.


Hana mengusap rambut Khalisa.


"Ibu juga kangen sama kamu sayang..." ucap Hana.


"Ibu ke sini sama siapa?" ucap Khalisa.


"Sendirian sayang..." ucap Hana.


"Bu...Awan numpang ke kamar mandi..." ucap Bayu.


"Ayo ikut ibu.." ucap bu Intan.


Bayu berdiri sambil membawa tasnya yang ia letakkan di lantai.


Bayu dan bu Intan berjalan ke dalam.


"Setelah Putri pergi...Apakah Awan mempunyai pacar bu.." ucap Khalisa.


"Sejak sayang pergi,Awan tak punya pacar sayang...Setiap ada wanita yang mendekati Awan,Awan tak menanggapi...


"Awan bilang ke ibu,ketika umurnya 25 tahun,ia akan membuka hatinya..." ucap Hana.


Khalisa melihat wajah Hana.


"Serius bu..?" ucap Khalisa tak percaya.


"Ibu serius sayang...Apa kamu tak percaya lagi sama ibu?" ucap Hana.


Khalisa kembali memeluk Hana.


"Putri percaya bu..." ucap Khalisa.


"Ibu punya satu cerita...


"Ada seorang anak gadis... Ibunya telah tiada..


Khalisa diam menyimak.


"Ayahnya punya musuh yang berada di luar wilayah kekuasaannya.


"Suatu ketika,gadis itu punya keinginan pergi ke luar negeri untuk liburan. Sang ayah melarangnya. Takut putrinya itu terbunuh oleh musuhnya,sebab Ibu dan kakaknya tewas terbunuh oleh musuhnya itu.Tapi gadis itu tetap pergi dengan sembunyi - sembunyi.


"Gadis itu tiba di negara tujuannya. Anak buah dari ayah gadis itu melapor,bila putrinya pergi.


"Ayah dari gadis itu pergi menyusul. Pihak musih mengetahui kepergian Putri dan ayahnya itu. Hingga mereka ikut menyusul untuk menangkap gadis tersebut untuk di jadikan sandera..Dan akan membunuh ayah gadis itu.


Bu Intan datang sambil membawa minuman untuk Hana,minuman itu di letakkan di meja lalu duduk.


"Gadis itu tak tahu jika ayah dan musuhnya menyusul.


"Suatu hari,gadis itu bertemu dengan sekelompok remaja. Mereka orang baik - baik.


"Remaja itu ingin menonton sebuah konser di tempat wisata. Kebetulan gadis itu akan pergi kesitu,sehingga gadis itu minta ijin untuk bergabung. Mereka mengiyakan saja.dan Mereka janjian untuk berangkat sama - sama.


"Mereka berangkat menggunakan mobil carteran..


"Saat mereka menghadiri konser itu,gadis itu kecopetan.Mereka membantu gadis itu..


"Tapi sayang...Saat mereka naik mobil mau melaporkan itu kepada polisi,sang supir berniat jahat pada gadis itu. dengan cara memberikan minuman yang di campur obat tidur..


"Mereka meminum minuman itu,salah satu dari mereka tidak minum,hingga rencana itu gagal,lalu remaja menggagalkan rencana jahat sang supir membawanya ke kantor polisi terdekat.


"Polisi memproses kasus itu. Ada seorang wartawan tahu kasus tersebut,lalu memuatnya di koran..." ucap Hana.


Bayu datang dengan rambut basah habis mandi,serta mengganti pakaiannya.


Bayu duduk di sofa.


Hana menceritakan kisah Bayu tapi di kiaskan,dan Hana tak menyinggung soal keluarga Han.Hingga Hana bercerita saat Hinata menyatakan rasa sukanya,tapi di tolak oleh Bayu.


"Gadis itu mencintai remaja yang menyelamatkannya dan memeluk kepercayaan remaja itu. Tapi,remaja itu tidak mau menerima cinta gadis itu,sang gadis menangis...Ia ingin pulang saja ke negaranya,lalu ibu dari remaja itu menasehatinya,agar mau menerima cinta gadis itu,karena sudah di bela - belain jauh dari ayahnya,remaja itu akhirnya mau,dengan syarat saat usianya 25 tahun remaja itu belum juga menemukan kekasihnya,maka ia akan menikahi gadis itu..." ucap Hana.


"Seperti Awan....Apa jangan - jangan ini ada hubungannya dengan Awan?" ucap Khalisa dalam hati.


"Hingga suatu hari remaja itu menemukan kekasih hatinya...Akan tetapi kekasihnya sudah bertunangan dan akan menikah. Lalu kekasih remaja itu memutuskan pertunagannya...Ia kembali ke remaja itu..dan remaja itu mau menerima kekasihnya.


"Bila kekasihnya itu adalah Putri...Apakah Putri mau berbagi cinta dengan gadis itu?" ucap Hana.


Nampak Khalisa berpikir.


"Kalau ibu jadi Putri maka ibu akan membaginya sayang.....Sebab jarang sekali ada pria yang setia dengan pasangannya,dan lagi telah lama berpisah..." ucap bu Intan.


"Putri mau bu...Sebagai penebus kesalahan Putri...Tapi maaf bu..Apakah yang ibu ceritakan itu kisahnya Awan bu?" ucap Khalisa.


"Iya benar sayang...Awan sangat mencintaimu...Banyak gadis naksir pada Bayu..


"Tapi Bayu tak tergoda,sebab setiap malam Awan selalu berdo'a agar di pertemukan kekasihnya,baik sudah menikah,maupun belum menikah..Bagaimana sayang? Apakah Putri mau berbagi dengan gadis itu?" ucap Hana.


"Kalau Putri gak mau,maka ibu saja yang menikah dengan Awan." ucap bu Intan bercanda.


Khalisa melihat ke ibunya


"Enak aja....Gak boleh bu...Awan kan pacar Putri..


Khalisa melihat ke Hana.


"Iya bu...Putri mau..." ucap Khalisa.


Hana memeluk Khalisa.


"Terima kasih ya sayang..." ucap Hana.lalu melepaskan pelukannya.


"Kalau boleh tahu,siapa gadis itu bu?" ucap Khalisa penasaran.


"Namanya Nur Ayu Hinata Hatake...Dia berasal dari jepang..." ucap Hana.


"Haaaah... Jepang...Serius bu...Dari Jepang?" ucap Khalisa.


"Iya...Ibu serius" ucap Hana.


"Selain Nur Ayu...Siapa lagi bu?" ucap Khalisa.


"Tidak ada sayang..."ucap Hana.


"Sekarang dia ada dimana bu...?" ucap Khalisa.


"Ada di jakarta sayang...Tinggal bersama ibu.." ucap Hana.


"Rumah yang di Jogja ibu jual kah?" ucap Khalisa.


"Enggak sayang.. Masih ada. Gak akan ibu jual walau sejengkal pun,kecuali mendesak..." ucap Hana.


"Jadi Nur tinggal serumah..


"Apakah Awan sudah menikahi Nur bu?" ucap Khalisa.


"Belum sayang...Meskipun tinggal serumah,Ayu dan Awan tidak melakukan hal - hal negatif,malahan tiap malam Awan selalu memgajari Ayu mengaji dan ilmu agama. Karena Awan sudah berjanji bila umurnya masuk 25 tahun,maka akan menikahi Ayu.." ucap Hana.


Bayu melihat jam tangan pukul 00.40.


Bayu mengambil tehnya,lalu meminum tehnya.


"Sayang..."ucap Khalisa memanggil Bayu.


"Iya..."ucap Bayu ,lalu menaruh kembali gelas tehnya.


Khalisa berdiri lalu duduk di pangkuan Bayu,sebab kursi sofa yang di duduki Bayu hanya muat satu orang saja.


"Kapan sayang nikahin aku..." ucap Khalisa.


"Sayang maunya kapan..?" ucap Bayu.


"Aku maunya besok...Gimana sayang?" ucap Khalisa.


"Nikah itu butuh perencanaan dan persiapan Sayang, gak bisa mendadak... " ucap Bayu.


"Ya sudah Seminggu lagi gimana? Gak perlu besar - besaran yang penting sah sayang,dan di hadiri teman - teman sayang..." ucap Khalisa.


"Iya sayang..." ucap Bayu.


"Beneran ya sayang....Aku mau nikahnya barengan sama Ayu..." ucap Khalisa.


"Saranku seh habis lebaran saja sayang,kan bentar lagi puasa.Di tambah Ayu masih sekolah,belum lulus SMA" ucap Bayu.


"Haaah..!!! Ayu masih SMA...!!!" ucap Khalisa terkejut,ia pikir Ayu kuliah.


"Iya...Dia masih sekolah di jakarta..." ucap Bayu.


"Ya sudah,sayang nikahin Ayu setelah dia lulus... Dan sayang kuliah di sini,aku akan bayarin sayang kuliah.." ucap Khalisa.


"Saranku,sayang kuliah di jakarta saja,takutnya mereka akan balas dendam,terutama ibunya Sandi..." ucap Bayu.


"Ngulang dari awal lagi dong aku yank.." ucap Khalisa.


"Enggak...Sayang gak ngulang,karena aku punya kenalan orang dalam. Jadi sayang bisa kuliah di sana..." ucap Bayu.


"Aku gak mau di jakarta yank...Mending kita berdua gak usah kuliah,kita tinggal di Jogja..." ucap Khalisa.


"Asem...Gimana ya...Apakah aku harus jujur bahwa aku ini keluarga Han orang terkaya di indonesia..." ucap Bayu dalam hati.


"Di lanjut besok saja ya nak...Sudah tengah malam..." ucap Hana.


"Yank...Tidur di kamarku ya..." ucap Khalisa.


"Kalau sudah menikah ya sayang...Sayang tidur sama ibuku saja..." ucap Bayu.


Khalisa mencium pipi Bayu.


Emmmuuaachhh...


Emmmuaaacchh...


Khalisa berdiri dari pangkuan Bayu.


"Bu...Ayoo Bu tidur sama Putri...Biar Awan tidur di luar..." ucap Khalisa.


Bayu berjalan ke pintu untuk menggembok motornya.


"Sayang mau kemana?" ucap Khalisa.


"Mau gembok motorku yank...,nanti hilang di curi orang.


"Oh iya...Ada ember gak yank" ucap Bayu.


"Buat apa yank?" ucap Khalisa.


"Buat nyiramin darah di teras.." ucap Bayu.


"Besok saja sayang....Ini sudah malam..." ucap Hana.


"Ya udah.." ucap Bayu.


Bayu keluar rumah menuju motor.


Selesai memasang rantai dan menggemboknya,Bayu masuk ke dalam tak lupa mengunci pintu lalu berjalan ke sofa panjang,kemudian tidur.


Bu Intan kembali sambil membawa bantal dan selimut.


Rumah bu Intan mempunyai 3 kamar tidur terisi semua. Sebab adiknya Khalisa tidur sendirian.


"Terima kasih bu..." ucap Bayu.


"Iya sayang..." ucap bu Intan.


Bu Intan masuk ke dalam lagi.


"Jika aku kuliah di sini..Aku akan bertemu lagi sama pria brengsek itu,..


"Putri gak mau kuliah di jakarta...Gimana ya ini...


"Jika aku gak kuliah..Bisa repot aku mengurus perusahaan...


Bayu menghela nafasnya.


"Coba mbah buyut gak mencalonkanku jadi pemimpin keluarga Han...


"Aku pasti tenang hidup di desa,...


"Pagi kesawah..Malamnya kelonan...Hehehehe


Bayu teringat ibunya Sandi yang nampak membenci dirinya.


"Apakah dia ngirim seseorang untuk mencelakaiku ya...


Bayu tak bisa tidur memikirkannya.


***


Di kamar Khalisa.


Hana menaruh buntelan kain warna hitam berisi pakaian dan senjatanya berupa pedang Katana dan Shuriken.


"Itu apa bu.." ucap Khalisa melihat buntelan kain hitam.


"Baju ganti sama tongkat listrik nak....Buat jaga - jaga jika ada penjahat.." ucap Hana.


"Ooo ..


Hana melepas jilbabnya.Khalisa dulu juga sering lihat wajah ibunya saat berada di rumah Bayu.


Khalisa terkejut melihat wajah Hana masih nampak seperti dulu,tak ada perubahan di wajahnya. Hanya rambut saja yang memutih.


"Ibu masih seperti dulu,tetap cantik.." ucap Khalisa.


"Sayang malah lebih cantik daripada ibu..."ucap Hana.


Khalisa membuk lemari baju,lalu mengambil baju piyama. Kemudian memberikan pada Hana.


"Pakai ini saja bu..." ucap Khalisa.


Hana menerima kemudian masuk ke kamar mandi untuk mengganti pakaiannya.


Setelah mengganti pakaian,Hana berjalan ke tempat tidur.


Khalisa sudah duluan berada di tempat tidur,lalu Hana naik ke atas.


Hana memeluk Khalisa seperti dulu saat Khalisa sering tidur di rumahnya.