SANG PENERUS.

SANG PENERUS.
KITA KE JOGJA


Nampak 4 orang duduk bersantai di balkon lantai 2. Mereka adalah Bayu,Lukman,Daniel dan Ida.


" Kata kak Bayu ada 4 teman kakak..Kok cuman 2 saja.." ucap Ida.


" Bimo sudah menikah Da....Kang Paijo sebentar lagi akan menikah..Setelah acara kang Bejo di Jogja baru kang Paijo.." ucap Lukman.


" Ooo..Begitu..."ucap Ida.


" Kamu ketemu Bayu di mana Da..?" ucap Daniel.


" Di pasar...Kak Bayu mengikutiku sampai turun dari taksi.." ucap Ida.


" Sek..Sek..." ( Sebentar ....Sebantar...)


" Kamu ketemu Bayu di pasar,terus di ikuti hingga turun taksi.. Masa kamu gak sadar di ikuti atau gimana? Kan satu taksi toh.." ucap Lukman.


" Enggeh kak...Ulun handak bulik,amun kada sadar di ikuti,begitu ulun turun barulah tahu bahwa ulun di ikuti.." ucap Ida.


Lukman menggaruk - garukkan rambutnya,karena gak paham ucapan Ida.


" Anak sekolah di sana,semuanya naik taksi Man.." ucap Bayu.


" Wuuuiihh...Orang kaya semua dong..." ucap Daniel.


" Mana ada ulun sugih...Ulun bukan orang kaya kak aee..." ucap Ida.


" Itu kesekolah naik taksi,kita aja naik sepeda jika mau sekolah.." ucap Daniel.


" Angkot di sana di sebut taksi..." ucap Bayu.


" Juaancoook..." ucap Lukman dan Daniel.


" Tiwas maeng mikir..Ida kok ora sadar mbok ikuti nang jero taksi..jebulle taksi kuwi angkot to...Waasssuuu..." ucap Lukman.


" Kalau taksi di sana namanya apa Da?" ucap Daniel.


" Argo.." ucap Ida.


" Kamu mau sanggar gak Man..?" ucap Bayu.


" Sanggar...??? Sanggar seni..?" ucap Lukman.


" Lain...Sanggar panas Man.." ucap Bayu.


" Waaah...Kowe bar nang Kalimantan kok dadi ngeres ngene iki.." ucap Lukman.( Kamu setelah ke Kalimantan kok jadi piktor gini ).


" Ngeres gundulmu..Kowe seng ngeres...Seng tak maksud kuwi gedang goreng.." ucap Bayu.


" Diampuut..." ucap Lukman.


" Di sana namanya sanggar.. Terus martabak manis namanya apa hayoo..Kalau bisa nebak tak kasih 200 ribu.." ucap Bayu.


" Embboooh.." ucap Lukman dan Daniel.


" Terang Bulan..."


" Ada satu lagi neh...Salome..Kowe tahu gak artinya apa?" ucap Bayu.


" Satu Lobang Rame- rame.." ucap Daniel.


" Nah...Di sana ada .." ucap Bayu.


" Biyuuuh... "


" Kowe ngentuuin sopo Bay..?" ucap Lukman.


" Jangkreeek....Pikiranmu kok parno..."


" Salome itu makanan..." ucap Bayu.


" Weesss...Embooh...."


" Boso kono gawe otakku traveling ke dunia Jav.."


" Sanggar panas,Salomeee.." ucap Lukman.


" Pikiranmu wae seng ngeres..."


" Salome kuwi Pentol..."ucap Bayu.


" Sopo seng jenengke Pentol kuwi Salome Bay?" ucap Daniel.


" Jarene seng bakul... Sudah dari dulu.." ucap Bayu.


Hana muncul.


" Sayang..."


Bayu menoleh ke ibunya.


" Ikut ibu nak.." ucap Hana lalu pergi.


" Ku tinggal dulu ya..." ucap Bayu lalu mengikuti ibunya.


Hana masuk ke dalam kamar tidurnya,lalu mengunci pintu. Setelah itu berjalan ke tempat tidur dan duduk di tepi ranjang.


Hana melepas cadar dan jilbabnya.


" Duduk sini..."


Bayu duduk di samping ibunya.


" Ibu mau nanya..Apa keputusannya Ida sayang.?" ucap Hana.


" Ibunya gak bolehin bu...Jadi Ida mengikuti ucapan ibunya.." ucap Bayu.


" Lalu..Apakah sayang sudah melakukan yang ibu sarankan..?" ucap Hana.


" Maaf bu..."


" Allah gak melarang memiliki lebih empat istri,syaratnya harus adil.."


" Jadi.."


" Bayu tidak akan menceraikan istri Bayu.." ucap Bayu.


" Sayang..."


"Saat jaman kanjeng nabi,ada seseorang yang memiliki 10 orang istri.Lalu orang itu mendatangi kanjeng nabi...Orang itu berbicara bahwa dirinya memiliki 10 orang istri.."


" Kanjeng nabi menyuruh orang itu memilih 4 orang sebagai istrinya,sisanya di suruh menceraikannya.." ucap Hana.


" Iya bu..Bayu tahu itu..."


" Jika kanjeng nabi ada di sini.."


" Maka Bayu akan mengobrol dengannya.."


" Allah saja gak melarang kok bu..Cuman bilang empat saja dan adil.." ucap Bayu.


Hana menghela nafasnya.


" Jika ibu yang menyuruh..Apakah sayang menentang perintah ibu?" ucap Hana.


" Bunuh Bayu saja bu..."ucap Bayu.


" Sial...Untung aku hanya bilang jika...Seandainya aku langsung menyuruhnya.." ucap Hana dalam hati


" Bayu lebih baik mati,daripada menceraikan istri Bayu.."


Hana terdiam,tak bisa menjawab ucapan Bayu.


Bayu berdiri lalu melepas cincin yang ia pakai selama ini.


" Apakah ibu benar - benar ingin menyuruh Bayu menceraikan istri Bayu..?" ucap Bayu lalu meletakkan cincin miliknya di telapak tangan Hana.


Hana berdiri lalu memeluk Bayu.


" Tidak sayang...Ibu tidak akan menyuruhmu.."


Air mata Hana keluar. Ia tak ingin kehilangan Bayu,apa lagi membunuhnya. Mendengar kabar bahwa Bayu meninggal saja membuat dirinya terasa terpukul,tak ada rasa untuk hidup di dunia lagi dan ingin menyusul Bayu.


" Maafkan ibu ya sayang..." ucap Hana.


Bayu membalas pelukan ibunya.


" Iya bu...Bayu juga minta maaf..." ucap Bayu.


" Alhamdulillah..Ibu gak menyuruhku untuk menceraikan Melisa.." ucap Bayu dalam hati lega.


Hana melepas pelukannya,begitu juga Bayu.


Bayu mengusap air mata ibunya.


" Jangan nangis nah bu...." ucap Bayu lalu ikut menangis. Dirinya merasa sedih membuat ibunya menangis.


" Enggak sayang...Ibu gak nangis...Ini hanya kelilipan saja..." ucap Hana.


" Mana..Coba Bayu lihat..." ucap Bayu lalu memeriksa mata Hana.


" Ada gak sayang..." ucap Hana.


" Sudah keluar bu..." ucap Bayu lalu menyudahi memeriksa mata ibunya.


Hana memeluk Bayu kembali.Bayu membalas pelukan ibunya.


" Tadi itu sayang ngerjain Lukman dan Daniel ya..?" ucap Hana.


" Iya bu...."


" Besok ibu jadi ke rumahnya pakde?"ucap Bayu.


" Insya Allah jadi sayang..." ucap Hana.


" Kenapa gak barengan sama kita aja bu..?" ucap Bayu.


" Ibu mau bantu - bantu mereka sayang..." ucap Hana.


Mereka pun terdiam sambil berpelukan.


" Bu...." ucap Bayu.


" Iya sayang..." ucap Hana.


" Ibu gak punya keinginan untuk menikah lagi?" ucap Bayu.


" Ibu ingin menyendiri dulu sayang..." ucap Hana.


Mereka terdiam kembali.


Tok...Tok...Tok...( suara pintu di ketuk.)


" Buuu....Apakah sudah selesai...?" suara Melisa.


Hana melepas pelukannya,begitu juga Bayu.


" Sudah Mel..." ucap Hana nyaring lalu memakaikan cincin milik Bayu ke jari Bayu.


Kemudian Hana mengambil jilbabnya,lalu memakainya.


" Mel ingin minta di pijat buu.." suara Melisa.


Bayu berjalan ke pintu di susul Hana.


" Buka pintunya sayang.." ucap Hana.


Bayu membuka pintu kamar tersebut.


Ceklek...Ceklek....Kriiiiiiieeeet...


Bayu melihat Melisa berdiri.


" Kak...Pijatin Mel...Sakit pundak Mel.." ucap Melisa.


" Ayoooo..."


Bayu dan Melisa berjalan meninggalkan kamar Hana.


Hana menutup kembali pintu kamar,lalu menguncinya.


" Pijatin di mana sayang..." ucap Bayu.


" Di ruang keluaga aja kak..." ucap Melisa.


Sesampai di ruang keluarga.


Bayu melihat Sulis duduk di sofa mengobrol dengan Ida


Melisa duduk di karpet kain lalu Bayu duduk di belakang Melisa dan mulai memijat pundaknya Melisa.


" Tadi buat berapa toples kuenya yank..?" ucap Bayu.


" Tadi jadi 10 toples kak..." ucap Melisa.


" Banyak banget..." ucap Bayu.


" Iya...Kita pakai oven mamahnya Mel dan mamahnya kak Ana..." ucap Melisa.


" Ooo..Begitu..." ucap Bayu.


" Mas...."


Bayu menoleh ke Sulis.


" Ida gak percaya jika mas di tinggal Putri saat SMP hingga lulus SMA gak punya pacar lagi.." ucap Sulis.


" Kalau gak percaya..Tanyakan Lukman atau Daniel..."


Bayu melihat kedepan lagi,ia melihat tivi sambil memijati Melisa.


" Dia tahu keseharianku,juga saat sekolah.."


" Sampai - sampai aku di juluki cowok sombong.."


" Cowok gak peka...,cowok dingin..Cowok Jutek...Oleh para wanita.." ucap Bayu.


" Tuh dengarin...Aku godain dia aja.."


" Bayu gak tergoda Da.."


" Padahal aku pakai pakaian seksi,celana pendek,lalu pakai kaos dalam..."


" Kadang ku tidur di pangkuannya saat Bayu mengobrol bersama teman - temannya.."


" Selesai mengobrol..Mas Bayu mengangkatku di kamar,lalu pergi saat kita nyewa kamar kossan,belum menikah loh ya..." ucap Sulis.


" Iya...Tapi waktu itu ku ngentuinn kamu Lis..Tapi itu kulakukan karena gak sadar.." ucap Bayu dalam hati.


" Saat itu mas Bayu masih memikirkan Putri karena belum menemukan keberadaannya Putri.." ucap Sulis.


" Besok jadi ke Dufan apa enggak kak?" ucap Melisa.


" Insya Allah jadi jika gak hujan ya sayang.." ucap Bayu.


" Kalau hujan gimana kak?" ucap Melisa.


" Kalau hujan ya kita ke Mall aja...Tapi habis jum'atan ya.." ucap Bayu.


Hooooaaam.....Sulis menguap.


" Kalau ngantuk..Tidur aja dulu sayang..." ucap Bayu.


" Aku juga pengen di pijat mas..." ucap Sulis.


" Masih sakit gak Mel sayang?" ucap Bayu.


" Masih kaak..." ucap Melisa .


" Dufan itu jauh gak kak..?" ucap Ida.


" Gak jauh jika naik mobil...." ucap Bayu.


" Dufan itu tempat apa kak?" ucap Ida.


" Dunia Fantasi...Tempat bermain...Banyak wahana bermainnya di aana..."


" Pernah lihat lingkaran besar,terus ada orang naik di situ,kemudian lingkarannya bergerak.." ucap Bayu.


" Kada pernah melihat kak aee..." ucap Ida.


" Coba kesininya pas liburan sekolah..Aku akan mengajakmu keliling Jakarta..."


Hooooaam....Ida menguap.


" Jika ngantuk..Tidur aja dek " ucap Bayu.


" Enggeh kak..." ucap Ida lalu berdiri dan berjalan ke kamar tidur.


Sulis mendekati Bayu.


" Mas...Malam ini tidur sama siapa?" ucap Sulis.


" Sama Ayu..." ucap Bayu.


" Ku pikir sama Melisa..Kan malam ini malam jum'at mas.." ucap Sulis.


" Emangnya kenapa sayang?" ucap Bayu.


" Ku minta di pijatin,tapi di kamarnya Mel.." ucap Sulis.


" Besok malam aja tak pijatin.." ucap Bayu.


" Yo weslah...Aku tidur dulu ya mas..." ucap Sulis.


" Iya sayang..."


Sulis berjalan menuju kamarnya.


" Mel..."


Bayu melihat Melisa kepalanya menunduk.


" Mel..." ucap Bayu.


Tak ada jawaban dari Melisa.


" Asemm...Malah tidur..." ucap Bayu dalam hati.


Bayu menyudahi aksinya memijati Melisa. Lalu menggotong Melisa ke kamar tidur.


Sesampai di dalam kamar Melisa.


Bayu meletakkan Melisa di ranjang,lalu menarik selimut dan menatap wajah Melisa.


" Aku tak akan menceraikanmu Mel..Hingga nyawaku terlepas dari raga.." ucap Bayu dalam hati kemudian mencium kening Melisa. Setelah itu keluar kamar Melisa menuju kamar Ayu.


Sesampai di dalam kamar Ayu,Bayu gosok gigi dan wudhu.Kemudian berbaring di samping Ayu.


Ayu terbangun lalu melihat ke arah Bayu.


" Shujin.." ucap Ayu.


" Iya sayang..." ucap Bayu lalu merangkul Ayu.


" Maen yuuk..."


" Tapi..Kita maennya di istana Kumala Sari.." ucap Ayu.


" Ayooo..." ucap Bayu.


***


Balkon lantai 2.


Setelah Bayu dan Ida pergi.


" Aku lihat Rahman jalan sama Zahra.." ucap Daniel.


" Paling Zahra minta di temenin buat beli sesuatu Niel.." ucap Lukman.


" Dia masih pakai seragam sekolahnya Man...Terus gitu mereka masuk ke penginapan." ucap Daniel.


" Serius Niel.." ucap Lukman.


" Iyoo..Aku serius..."


" Aku curiga Rahman ngentuin Zahra di penginapan.." ucap Daniel.


" Bisa jadi..Tapi mungkin mereka menemui seseorang..." ucap Lukman.


" Kasih tau Annisa gak ya Man.." ucap Daniel.


" Gak usah Niel...Nanti takutnya malah berpikiran negatif dia... Mending kita diam saja.." ucap Lukman.


***


Pagi harinya.


Bayu bersama para istri dan anaknya,serta Ida bersiap - siap pergi ke Dufan.


Setelah siap,mereka pun masuk ke dalam mobil yang sudah siap di teras rumah.


Selama perjalanan,Ida melihat pemandangan kota Jakarta di kaca jendela mobil. Hingga akhirnya mereka pun sampai.


" Ayo foto dulu.." ucap Bayu.


Mereka pun berfoto di dekat pintu masuk.Setelah itu mereka masuk ke dalam Dufan.


Ida menoleh kekanan dan ke kiri.


" Permainan yang membahayakan jangan di maenkan ya.."


" Dek Lis...Jangan maen ke wahana yang ekstrem.."ucap Bayu,sebab Sulis tengah hamil.


" Iya mas..." ucap Sulis.


Bayu menggendong Imam.


1 jam setengah sebelum shalat Jum'at,Bayu memutuskan untuk pergi ke mesjid terdekat.


" Kalian maenlah..Aku mau shalat Jum'at dulu..." ucap Bayu sambil menyerahkan Bintang ke Diana.


Setelah Bayu selesai shalat Jum'at dan mendatangi keluarganya,ia melihat mereka sedang istirahat. Di sekitar mereka ada puluhan pengawal yang berjaga.


Bayu duduk di antara Aisyah dan Ida.


" Masih lanjut apa sudahan..?" ucap Bayuu.


" Kalau aku seh sudahan bi..." ucap Diana.


" Sama mas...Aku juga sudahan..." ucap Sulis.


" sudah makan ?" ucap Bayu.


" Belum kak.." ucap Melisa.


" Ya sudah..Gimana kalau kita ke Cafe aja..." ucap Bayu.


" Yang dekat sini aja kak..Di situ ada KFC sama Pizza.." ucap Melisa.


" Oke....Ayoo kita kesana.." ucap Bayu.


Mereka pun pergi menuju tempat makan yang di maksud oleh Melisa.


Sesampai di sana,mereka memesan makanan dan minuman.


Bayu juga memesan makanan untuk para pengawalnya,namun dalam bentuk kotakan.


Setelah selesai makan,mereka pun memutuskan untuk pulang.


"Mi... Gimana kalau kita mampir sebentar ke Mall.." ucap Bayu.


" Abi mau beli apa?" ucap Diana.


" Belikan baju buat Ida...Masa kalian gak lihat baju yang di pakainya...Habis itu kita pulang..."


" Kalau mau seh..Jika gak mau juga gakpapa,soalnya besok kan kita ke Jogja,belum tentu kita sempat ke Mall ngajakin Ida." ucap Bayu.


" Iya seh...Tapi beli baju saja ya bi.." ucap Diana.


" Iya mi..." ucap Bayu.


" Pak...Kita ke Mall dulu.." ucap Diana ke supir.


" Baik Non.." ucap supir.


Supir memgambil radio,lalu memberitahu ke supir lainnya memakai radio.


Sesampai di Mall.


"Kak..Kok kita ke Mall...?" ucap Melisa.


Bayu mendekatkan wajahnya ke telinga Melisa.


" Belikan baju buat Ida..." ucap Bayu pelan.


Bayu menjauhkan wajahnya dari telinga Melisa.


" Ayoo kita masuk.." ucap Bayu.


Di saat mereka berada di dalam Mall.


" Mallnya besar sekali kak..." ucap Ida.


" Iya...Di sana Mallnya ada berapa Da?" ucap Sulis.


" Ada dua..Matahari sama Ramayana..." ucap Ida.


Mereka berhenti di toko pakaian.


" Daa....Sini..." ucap Diana.


Ida menghampiri Diana.


" Apa kak..?" ucap Ida.


Diana memgambil pakaian di gantung lalu menempelkan di tubuh Ida.


" Hemm...Gak cocok.."


" Lis...Coba carikan baju yang cocok buat Ida.."ucap Diana.


" Oke..." ucap Sulis.


" Ulun kadada duit kak aee..." ucap Ida.


" Kamu gak usah bayar...Kita yang membayar.."


" Hemm...Kamu lebih cantik jika pakai jilbab Da.." ucap Diana.


" Masa seh kak..?" ucap Ida.


" Iya..."


" Putri itu pakai jilbab...Kamu coba ya..Kalau gak suka juga gakpapa..." ucap Diana.


" Heeemmmm...."


" Iya deh kak..." ucap Ida.


Sementara Bayu menunggu sambil menjaga Imam dan Bintang yang di letakkan dalam kereta.


20 menit kemudian.


Ida memakai pakaian muslim dan bejilbab,lalu berjalan bersama para istri Bayu ke tempat Bayu berada.


" Mass...." ucap Sulis.


Bayu menoleh ke arah Sulis,lalu melihat ke arah Ida.


Penampilan Ida sekarang sama persis saat Putri masih hidup. Pakaiannya juga sama warnanya.


" Puuutri...." ucap Bayu pelan.


Bayu berdiri lalu berjalan ke arah Ida tanpa ia sadari,setelah sampai. Bayu memeluk Ida.


" Puuut....Jangan tinggalin aku ya Puut..." ucap Bayu,tak terasa airmatanya keluar.


" Kak...Nama ulun Ida...Bukan Putri..." ucap Ida.


Eh.....!!!?? Bayu kaget dan tersadar,lalu melepaskan pelukannya.


" Maaf Da..."


Bayu menghapus air matanya.


" Penampilanmu sama persis seperti almarhum Putri.." ucap Bayu.


" Iya mas Awan.." ucap Ida.


" Heeeeeh....!!!?? Bayu kaget. Sebab hanya Putri yang memanggil dirinya Awan.


Bayu melihat ke arah istri - istrinya.


Namun istri - istrinya sontak memalingkan wajah lalu berpura - pura memilih pakaian.


" Aseem....." ucap Bayu dalam hati.


" Mas Awan kangen sama adek..?" ucap Ida.


" Diampuut...Kenapa kenangan ini muncul kembali.. Tapi.."


" Dia Ida...Bukan Putri..."


" Yaa Allah...Kuatkan hati hambamu ini..." ucap Bayu dalam hati. Air matanya kembali keluar,lalu Bayu berjalan ke arah semula.


Ida memegang tangan Bayu. Bayu menghentikan langkahnya.


" Kak.. Adek minta maaf...Ini semua idenya istri kak Bayu.." ucap Ida.


Bayu membalikkan badannya.


" Iya..."


" Aku teringat almarhum Putri Da...."


" Hanya dia yang memanggilku Awan.."


" Maafkan aku..." ucap Bayu.


Setelah selesai membeli pakaian,mereka pun pulang.


Malam hari pukul 20.10.


Bayu duduk di depan tivi bersama ke dua anaknya.


Ke dua anak Bayu,saat ini sudah bisa berjalan.


Imam dan Bintang memegang mainan yang terbuat dari karet.


" Kurasa 1 anak aja cukup..Jika setiap istriku memiliki 2 anak,jadi 10..Kalau 1 aja kan hanya 5.."


" Jadi aku gak pusing mengurusnya.." ucap Bayu dalam hati memperhatikan Imam dan Bintang bermain.


Diana dan Ayu datang menghampiri Bayu,lalu duduk.


" Bi..." ucap Diana.


" Iya mi..." ucap Bayu.


Diana menyerahkan amplop warna coklat ke Bayu.


" Ini dari Daniel bii.."


Bayu menerima amplop tersebut,lalu membuka isi amplop.


Nampak uang dalam jumlah yang banyak di dalam amplop tersebut.


" Itu satu Milyar bi.." ucap Diana.


" Berikan ke Ida 100 juta..Sisanya umi yang bagi ya.." ucap Bayu sambil menyerahkan amplop ke Diana.


" Abi aja yang bagi..." ucap Diana.


" Yo wees..."


Muncul Sulis,Melisa,Aisyah dan Ida. Lalu mereka duduk.


" Aku ke kamar dulu..." ucap Bayu.


Bayu berdiri lalu berjalan ke kamar Ayu untuk memisahkan uang pemberian Daniel.


Setelah memisahkan,Bayu kembali lagi ke ruang keluarga sambil membawa beberapa amplop.


Ketika sampai di ruang keluarga.


" Ini ada rejeki dari Daniel.." ucap Bayu sambil membagikan amplop coklat.


" Apa ini kak?" ucap Ida.


" Uang..." ucap Bayu.


Bayu duduk di samping belakang Sulis,lalu memijati pundaknya Sulis.


Ida membuka amplop coklat pemberian Bayu dan mengeluarkan isi di dalam amplop,Ida merasakan tangannya gemetaran. Sebab baru kali ini ia memegang uang dalam jumlah yang banyak.


" Gunakan uang itu untuk melanjutkan kuliahmu ya Da...Sisanya terserah dirimu.." ucap Bayu.


" Enggeh kak..."


Ida berdiri lalu memeluk Bayu dari belakang.


" Terima kasih kak...." ucap Ida,seketika ia menangis terharu.


" Iya...Simpan baik - baik uangnya ya .." ucap Bayu.


" Iya kak.." ucap Ida lalu melepas pelukannya.


" Pas sampai di Jogja...Titipkan uang itu kepadaku..Agar tidak hilang..Sebab nanti di sana itu akan ada banyak orang..." ucap Bayu.


" Kak Bayu aja yang bawa...Ulun takut hilang kak.." ucap Ida.


" Okee...." ucap Bayu.


Diana menyerahkan amplop miliknya ke Ida.


" Ini Da...Buat ibumu.."


Ida menoleh ke Diana.


" Ambillah..." ucap Diana.


Ida menerima amplop tersebut.


" Terima kasih kak Ana..." ucap Ida.


" Iya sama - sama..." ucap Diana.


" Heemm... Besok pagi - pagi kita Bank Da.." ucap Bayu.


" Mau ngapain kak..?" ucap Ida.


" Agar uangmu aman..." ucap Bayu.


" Ini...."


Ayu memberikan amplop miliknya ke Ida.


" Untuk ayahmu...Ambillah.." ucap Ayu.


" Maaf kak..Ini sudah lebih dari cukup ulun terima duit.." ucap Ida.


" Rejeki jangan di tolak.." ucap Bayu.


Ida menerima amplop pemberian Ayu.


" Terima kasih kak..." ucap Ida lalu kembali menangis.


Melisa berjalan ke arah Ida,lalu meletakkan amplop miliknya di tangan Ida.


" Ini untukmu.." ucap Melisa.


Tangisan Ida semakin menjadi. Dirinya tak menyangka mendapatkan uang dalam jumlah yang besar dari istrinya Bayu.


" Loooh...Malah nangis..Kene tak tambahi maneh..Ben kuenceng " ucap Sulis lalu memberikan amplop miliknya ke Ida.


Dan benar saja,tangisannya semakin menjadi.


Aisyah yang ingin memberikan uang kepada Ida berpikir,sebab ia ingin mengirim uang pemberian Bayu ke orang tuanya yang ada di Malaysa.


Sulis duduk di samping Aisyah yang memegang amplop coklat.


" Apakah kamu ingin mengirim uang ke orang tuamu?" ucap Sulis.


" Iye...Saye nak ingin kirim duit ini ke orang tua saye.." ucap Aisyah.


" Berikan saja ke orang tuamu...Ida sudah cukup kita beri.." ucap Sulis.


" Iyee...Makasih.." ucap Aisyah.


***


Pagi harinya.


Bayu dan Ida keluar dari pintu rumah,Bayu hendak membawa Ida ke Bank.


Bayu berjalan ke garasinya,setelah itu mengambil kunci mobil Lamborghini dan menyalakan mobil tersebut. Setelah itu Bayu menjalankan mobil itu ke teras.


Bayu keluar dari mobilnya,lalu membukakan pintu untuk Ida.


" Ayo masuk.." ucap Bayu.


" Ini mobil kak Bayu..?" ucap Ida.


" Bukan...Ini mobil titipan..." ucap Bayu.


Ida masuk ke dalam mobil.Bayu menutup pintu kemudian berjalan ke pintu sebelahnya lalu masuk,tak lupa menutup pintu.


" Pasang sabuknya dek.." ucap Bayu.


" Bagaimana pasangnya kak? adek gak bisa kak aee..." ucap Ida.


Bayu memasangkan sabuk pengaman ke Ida.


Di saat Bayu memasangkan sabuk pengaman.


Cuuuuphh... Ida mencium pipi Bayu.


" Main sosor aja...." ucap Bayu dalam hati. Kemudian memasang sabuk pengaman untuk dirinya sendiri. Setelah itu Bayu menjalankan mobilnya.


Sengaja Bayu memilih mobil tersebut,karena untuk mengantar Bejo ke rumah calon istrinya.


Setelah Ida selesai menabung di bank. Bayu segera meluncur ke Jogja ke rumah Ki Kartolo.


" Kita kemana kak ?" ucap Ida.


" Kita ke Jogja..." ucap Bayu sambil menyetir.


Sementara para istri Bayu berangkat bersama keluarga yang lainnya ke Jogja.