SANG PENERUS.

SANG PENERUS.
KAPAN DIA MENELPON


CHINA.


Sebuah mobil sedan bewarna hitam berhenti di pinggir jalan,mobil itu di kendarai seorang pria berusia 32 tahun. Mata agak sipit,memakai kemeja warna putih lengan panjang,celana panjang warna hitam,dan sepatu hitam.


Pria itu keluar dari mobilnya,lalu berjalan le sebuah bangunan bertingkat/ruko


Nampak ruko itu sepi,karena di depan ruko tergantung tulisan tutup.


Saat berada di dalam ruko,pria itu duduk di kursi kosong,lalu melepas kaca mata yang di pakai.


Seorang pria karyawan ruko menghampiri pria tersebut.


" Maaf kami belum buka?"ucap karyawan.


" Katakan pada tuanmu...Kepala kakap merah sedang pusing..." ucap pria itu.


" Baik tuan..." ucap karyawan.


Lantas karyawan itu berjalan ke arah bosnya yang duduk santai sambil merokok.


" Tuan...Ada seorang pria mengatakan kepala kakap merah sedang pusing.." ucap karyawan.


" Di mana dia?" ucap bos karyawan.


" Di meja sana tuan.." ucap karyawan.


Bos karyawan lantas mematikan rokoknya,lalu berjalan.


Ia melihat seorang pria memakai kemeja putih duduk. Lalu ia pun duduk di depannya.


Bos karyawan itu adalah Fei Long,sedangkan pria di depan Fei Long adalah temannya yang merupakan Detektif bernama Thou Ling Feng.


" Apa yang kamu pusingkan..." ucap Fei Long.


" Nanti aku cerita jika kamu gak sibuk..." ucap Thou Qing Feng.


" Baiklah...Nanti datang lagi jam sepuluh malam.." ucap Fei Long.


" Oke...." ucap Thou Ling Feng lalu berdiri dan meninggalkan Fei Long.


***


INDONESIA.


Bayu telah sampai di rumah Ki Kartolo. Saat ini Ida memakai jilbab pemberian istri Bayu.


Keadaan rumah Ki Kartolo saat ini sedang ramai,karena banyak tetangga yang datang,tak seperti hari - hari biasa.


Ida mencoba melepaskan sabuk pengaman, namun kesusahan.


Bayu melepas sabuk pengaman lalu membantu Ida melepaskan sabuk pengamannya.


Setelah lepas,Ida membuka pintu lalu keluar. Ia bisa membuka pintu tersebut,karena melihat Bayu menekan tombol.


Orang - orang yang ada di teras rumah Bayu melihat ke arah mobil Bayu.


Bayu keluar dari dalam mobil sambil membawa tas milik Ida,lalu berjalan ke rumah ki Kartolo. Ida berjalan di samping kanan Bayu.


" Assalam mu'alaikum.." ucap Bayu.


" Wa'alaikum salam..." ucap orang - orang yang berkumpul di teras rumah.


Bejo muncul dari pintu,lalu melihat ke arah Ida.


" Haaaah...!!!"


Bejo mengucek - ngucek matanya,karena ia merasa melihat hantu yang wajahnya mirip Putri.


" Bay..Kowe di ikuti demit uaayuu.." ucap Bejo.


Bayu bersalaman dengan Bejo.


" He eh...Mirip gak?" ucap Bayu.


" Muiriip banget.."


" Eh...Engko sek.."


Bejo melihat ke arah bawah kaki Ida.Lalu melihat ke arah Bayu.


" Iki demit opo menungso Bay..?" ucap Bejo.


" Menungso lah kang.." ucap Bayu.


" Mosook to..."


Bejo menyentuh pundak Ida.


" He eh..."


" Iki sopo Bay? Kok wajahhe mirip Putri..?" ucap Bejo.


Bayu masuk ke dalam rumah,di ikuti Ida dan Bayu.


Ki Kartolo yang duduk di kursi bersama pak Warso dan 3 orang pria melihat ke arah Bayu . Lalu melihat ke Ida,ia kaget dan terkejut.


" Sopo kuwi lee..." ucap Ki Kartolo.


Bayu mencium punggung tangan ki Kartolo.


" Ayo tebak pakde..." ucap Bayu.


" Diampuut..." ucap ki Kartolo.


Bayu bersalaman ke pria yang duduk di kursi setelah itu berdiri di samping Ida.


" Asmane Ida pakde...Mboten saget boso jawi.." ucap Bayu.


Ki Kartolo berdiri lalu berjalan ke Ida.


Ida mengulurkan tangan,ki Kartolo menyambut. Ida mencium punggung tangan ki Kartolo lalu melepaskan salamannya.


" Kowe nemu nangdi lee..?" ucap ki Kartolo.


" Nang pasar pakde...Kalimantan.." ucap Bayu.


" Oalah..Kalimantan..."


" Aku ini pakdenya Bayu...Kamu panggil aku pakde .." ucap Ki Kartolo.


" Enggeh pakde..." ucap Ida.


" Iso boso jowo ngono loh.." ucap ki Kartolo.


" Dek...Coba ngomong pakai bahasa daerah.." ucap Bayu.


Ida menuruti ucapan Bayu,lalu berbicara memakai bahasa banjar.


" Ora mudeng pakde nduuk..." ucap ki Kartolo mendengar ucapan Ida.


" Bahasanya ada yang mirip dengan bahasa jawa pakde..Tapi gak semuanya..." ucap Bayu.


" Oalah...Ngono too..." ucap Ki Kartolo.


Muncul Sulis bersama Ayu.


" Ida...."


Ida menoleh ke arah Sulis yang memanggil dirinya.


" Siniii..." ucap Sulis.


Bayu menyerahkan tas milik Ida ke Ida.Lalu Ida menghampiri Sulis.


" Tak kiro maeng demitte Putri.." ucap Bejo.( ku pikir tadi hantunya Putri).


" Lain kang..." ucap Bayu.


" Ayoo lungguh kene..Ceritakno..Kok iso kowe nemu arek seng mirip Putri.." ucap Ki Kartolo.


2 pria berdiri lalu keluar,Bayu dan Bejo duduk yang tadi di duduki 2 orang pria yang barusan pergi.


" Begini pakde..."


Bayu melepas maskernya.


" Bayu kan di minta tolong mengurus masalah di kalimantan..."


" Pas sudah selesai,Bayu pergi kepasar untuk beli buah Cempedak dan buah Elai..."


" Pas Bayu selesai berbelanja,Bayu melihat seorang gadis,wajahnya muiriiiip banget dengan Putri.."


" Bayu pikir dia itu Putri.."


" Bayu ikutin dia...Dia naik angkot.."


" Pas turun,Bqyu juga ikut turun..Bayu bayarin ongkosnya,tapi supirnya gak punya uang kembalian..Dia yang bayarin..."


" Nah..Bayu mencoba berkenalan...Rupanya nama dia itu Ida.." ucap Bayu.


" Oalaah..Ngono to.."


" Terus...Kok iso melu kowe lee..?" ucap ki Kartolo.


" Bayu tawarin pakde...Mau ikut kah ke Jakarta.."


" Dia mau..Tapi..."


" Besok sore dia harus kembali ke Kalimantan pakde.."


" Bayu akan mengantar Ida pulang.." ucap Bayu.


" Wong tuane ora melu?" ucap ki Kartolo.( orang tuanya tidak ikut?).


" Mboten pakde...Sibuk..." ucap Bayu.


" Sepertinya dia masih SMA yo Bay?" ucap Bejo.


" Iyo kang...Dia masih SMA.." ucap Bayu.


" Layakno..." ucap Bejo.


" Lapo kang..?" ucap Bayu.


" Yen wes lulus,mesti awakmu ngelamar Ida.." ucap Bejo.


" Diampuut..."


" Oh iyo kang..."


" Sesok mangkatte gawe mobilku yoo.." ucap Bayu.( besok berangkatnya pakai mobilku ya).


" Mobil warna Silver kuwi..?" ucap Bejo.


" He eh...." ucap Bayu.


" Sembarang kowe Bay...Asal ojo melaku sikil wae.." ucap Bejo.( asal jangan berjalan kaki aja).


" Mauku seh begitu kang..Gak usah pakai mobil..Jalan kaki aja.." ucap Bayu.


" Weduuus....Lempoh sikilku...Yen cedak wae ora masalah...."


" Sepuluh kilo kon melaku yo gak bakalan teko - teko.." ucap Bejo.( 10 Km di suruh jalan kaki ya gak akan sampai - sampai).


" He...He...He...He....He....He..." Bayu cengengesan.


" Daniel sama Lukman di mana kang?" ucap Bayu.


" Di sampjng...Ngaduk jenang.." ucap Bejo.


" Aku tak ke samping dulu yoo.." ucap Bayu lalu berdiri kemudian berjalan ke arah samping rumah.


Setelah sampai di samping rumah,Bayu melihat Bimo dan Lukman mengaduk jenang di wajan besar,sementara Daniel duduk sambil menikmati rokok.


" Kuwi weduus.." ucap Lukman yang melihat Bayu datang.


Bimo dan Daniel melihat ke arah Bayu.


" Naah...Bantuan datang..." ucap Daniel.


Bayu berjalan mendekati Lukman,lalu merebut kayu untuk mengaduk jenang di tangan Lukman.


" Jarre Jaran(kuda),kowe gowo cewek seng mirip Putri.."ucap Bimo.


" Iya..." ucap Bayu sambil mengaduk.


"Endi wonge Bay.." ucap Bimo.


" Di dalam Bim..." ucap Bayu.


" Arek kalimantan yo..?" ucap Bimo.


" He eh...."


" Kuda Niel karo Cempe wae sampe melayu ndelok Ida..Di sangkane ndelok demit.." ucap Bayu.


" Lah piye...Wajahhe muirip banget karo Putri kok Duus...Yo aku wedi to.." ucap Lukman.


Bayu mencolek jenang yang ada di wajan dengan jarinya.Lalu memasukkan ke dalam mulut sambil membaca bismilah.


" Enak..." ucap Bayu.


" Yo enak lah...Suket wae mbok pangan kok..." ucap Bimo.


" Asem..." ucap Bayu.


Tak lama kemudian Bayu melihat Ida berjalan bersama Melisa.


Bimo tak melihat mereka datang karena posisinya membelakangi Ida.


" Kak...Ke air terjun yuk..." ucap Melisa saat sampai,Ida berdiri di samping Bimo.


Bimo menoleh ke samping.


" Eh.....!!! Bimo terkejut melihat wajah Ida,lalu memperhatikan agak dekat. Namun Ida merasa risih dan mendekati Bayu.


" Ayooo...." ucap Bayu mengiyakan. Sebab Bayu merasa belum tentu besok sempat ke air terjun.


" Dia Ida Bay...?" ucap Bimo.


" He eh...Mirip kan..." ucap Bayu.


" He eh...Muiriip banget..." ucap Bimo.


" Dia Bimo sahabatku Da..."


" Ku tinggal dulu yoo.." ucap Bayu lalu berjalan bersama Ida dan Melisa.


Saat di teras rumah,Bayu tidak melihat istri - istrinya.


" Loh...Yang lain mana sayang..?" ucap Bayu.


" Kak Sulis gak bisa ikut kak,terus Imam sama Bintang tidur.,kak Aisyah juga gak bisa ikut.." ucap Melisa.


" Ooo...Begitu.." ucap Bayu lalu berjalan lagi sambil memakai masker dan kaca mata.


" Jauh gak tempatnya kak?" ucap Ida.


" Dekat...15 menit sampe..." ucap Bayu.


" Di sana ada air terjun apa tidak Da..?" ucap Melisa.


" Kada tahu kak aae...Aku jarang jalan - jalan jauh. " ucap Ida.


" Biasanya pergi kemana kalau liburan?" ucap Melisa.


" Di rumah,kadang kerumah teman..." ucap Ida.


Hingga akhirnya mereka sampai di pintu masuk.


Bayu membayar tiket masuk,jika dirinya membuka masker dan kaca mata,maka ia akan masuk begitu saja tanpa harus membayar. Sebab penjaga loket mengenal Bayu.


Setelah membayar,mereka lanjut kembali hingga sampai di air terjun.


" Waaaah....Bagus banget tempatnya kak ae..." ucap Ida melihat keindahan air terjun.


" Mana hapemu Da..."


Ida memberikan ponselnya ke Bayu.


" Berdiri di situ...Kakak foto.." ucap Bayu sambil menunjuk.


Ida berdiri di tempat yang di tunjuk oleh Bayu.


Bayu memfoto Ida.


" Dek Mel..Berdiri di samping Ida." ucap Bayu.


" Iya kak..." ucap Melisa lalu berdiri di samping Ida.


Berbagai pose yang mereka lakukan.


Lalu Bayu meminta tolong ke pengawal untuk memfoto,sambil memberikan ponsel milik Ida dan miliknya.


Setelah puas berfoto.


" Yuk ke sana.." ucap Melisa sambil menunjuk.


Sejam kemudian mereka memutuskan untuk pulang.


---0.0.0---


CHINA.


Pria bernama Thou Ling Feng kembali ke ruko milik Fei Long 10 menit sebelum jam 10.


Fei Long melihat temannya datang menghampiri.


" Tunggu sebentar lagi.." ucap Fei Long.


" Iya... " ucap Thou Ling Feng.


Fei Long kembali ke dapur,lalu membuatkan makanan untuk temannya.


Thou Ling Feng melihat ada 8 orang sedang menikmati hidangan yang di jual oleh temannya.


Tak lama kemudian Fei Long datang sambil membawa makanan dan minuman.


" Ini...Makannlah.." ucap Fei Long.


Thou Ling Feng memperhatikan makanan yang di berikan Fei Long.


" Apa ini..?" ucap Thou Ling Feng.


" Phe Chel A Yam..." ucap Fei Long lalu berjalan ke depan untuk membalik papan menjadi tutup.


Thou Ling Feng lantas menyentuh ayam goreng,lalu mengibas - ngibas tangannya karena kepanasan.


" Masih panas ayamnya.." ucap Fei Long sambil berjalan ke arah dapur.


" Kenapa kamu baru memberitahuku..." ucap Thou Fei Long.


20 menit kemudian.


Warung makan Fei Long tak ada yang berkunjung,lalu karyawan Fei Long membereskan peralatan dan membersihkan meja.


Fei Long menghampiri Thou Ling Feng sambil membawa 2 botol bir dan 2 gelas lalu meletakkan di meja.


" Kamu ada masalah apa?" ucap Fei Long.


Thou Ling Feng melihat ke karyawan Fei Long,lalu melihat ke Fei Long.


" Rahasia..." ucap Thou Ling Feng.


" Jancok..."


" Kalau rahasia,kenapa kamu ke sini.." ucap Fei Long sambil menuangkan bir ke gelas.


" Berapa lama karyawanmu selesai mengerjakan tugasnya?" ucap Thou Ling Feng.


" 20 menit lagi selesai..." ucap Fei Long.


" Baiklah..Aku menunggu mereka selesai dulu.." ucap Thou Ling Feng.


20 menit kemudian


Karyawan Fei Long telah pulang,Fei Long menutup pintu roling doornya,lalu duduk kembali menghadap Thou Ling Feng.


" Apakah kamu mendengar kabar ada 8 orang dari China tewas di Indonesia?" ucap Thou Ling Feng.


" Tidak...Aku baru dengar darimu.." ucap Fei Long.


" Aku mendapat tugas untuk menyelidiki kasus itu.."


" 8 orang itu merupakan agen rahasia yang menyamar.."


Fei Long meminum bir sambil mendengarkan Thou Ling Feng.


" Mereka di tugaskan untuk mencari alamat rumah Jiang.." ucap Thou Ling Feng.


" Jiang...?" ucap Fei Long. Setelah menyebut nama Jiang,Fei Long lantas teringat pemuda yang bernama Jiang yang ia tolong.


" Iya Jiang..."


" Salah satu tentara yang ikut latihan gabungan di Indonesia melihat seseorang yang mirip Jiang."


" Lalu,2 orang dari tim itu ke tempat tersebut.."


" Kemudian 2 orang itu mendapat informasi bahwa pemuda yang mirip dengan Jiang ke papua..Lantas 2 orang itu memanggil rekannya untuk datang.."


" Setelah itu,besoknya mereka berangkat ke Papua.."


" Setelah sampai di bandara Papua.."


" Mereka tewas karena menenggak racun.." ucap Thou Ling Feng.


" Menenggak racun? Kok bisa..." ucap Fei Long.


"Iya..Aku saja bingung dan pusing..Bagaimana bisa mereka menenggak racun,di tambah mereka melakukannya di pintu keluar penumpang.." ucap Thou Ling Feng.


Fei Long meletakkaan tangan kanannya di dagu sambil berfikir.


" Minum racun secara bersama..Hemmm...."


" Apakah mereka ada yang mengikuti?" ucap Fei Long.


" Tidak ada...."


" Namun anehnya.."


" Dari rekaman CCTV bandara... Mereka itu seperti tak ada kehidupan...Tatapan mata mereka kosong.." ucap Thou Ling Feng.


" Tatapan mereka kosong...??" ucap Fei Long.


" Iya..."


" Sepertinya mereka itu ilmu hitam.."


" Saat tiba di hotel,mereka baik - baik saja,lalu mereka keluar,tak lama kemudian mereka masuk ke dalam hotel.."


" Saat kembali dari luar,tatapan mata mereka kosong.."


" Aku di suruh mencari penyebabnya..."


" Pusing kepalaku memikirkan kasus ini.. " ucap Thou Ling Feng.


Seorang wanita bersama anak kecil menghampiri mereka. Wanita itu adalah Ling Ling.


" Kamu rupanya..." ucap Ling - Ling mengenal pria yang mengobrol dengan Fei Long.


" Iya...Bagaimana kabarmu...?" ucap Thou Ling Feng.


" Baik.." ucap Ling - Ling.


" Aku yang mendengar kasus yang kamu selidiki saja pusing..." ucap Fei Long.


Thou Ling Feng menghabiskan bir di dalam gelasnya.


" Kasus apa?" ucap Ling - Ling.


" Kasus kematian 8 orang warga kita di Indonesia..Mereka adalah agen rahasia.." ucap Fei Long.


" Mengapa mereka ada di Indonesia?" ucap Ling Ling.


" Mereka mencari alamat Jiang..." ucap Thou Ling Feng.


" Jiang..??." ucap Ling Ling.


" Jiang salah satu tentara yang memiliki banyak prestasi..Hingga karirnya meningkat sangat cepat.." ucap Thou Ling Feng


" Apa nama lengkapnya Jiang ?" ucap Ling Ling.


" Jiang saja..." ucap Thou Ling Feng.


" Apakah kamu punya fotonya?" ucap Ling Ling untuk memastikan,apakah Jiang yang pernah tinggal bersama dirinya atau bukan.


" Sebentar..."


" Fotonya ada di mobil.." ucap Thou Ling Feng.


Thou Ling Feng berdiri lalu berjalan.


Fei Long ikut berdiri,ia membuka pintu sa.ping pintu roling dor


Setelah Thou Ling Feng mengambil foto,dan masuk ke dalam ruko,Fei Long menutup pintu dan mengunci pintu tersebut.


Thou Ling Feng meletakkan foto Jiang/Bayu di meja.


Saat Ling Ling melihat foto itu,dirinya terkejut.


Fei Long datang menghampiri lalu melihat foto di meja.


" Siaal...Rupanya Jiang yang pernah tinggal bersamaku.." ucap Fei Long dalam hati.


" Ini adalah Jiang.." ucap Thou Ling Feng.


Fei Ling duduk di kursi,lalu mengambil foto tersebut.


" Kenapa mereka mencari alamat Jiang?" ucap Fei Long.


" Aku tidak tahu..." ucap Thou Ling Feng.


" Dia pernah tinggal bersamaku.." ucap Fei Ling.


" Eh....!!!! Thou Ling Feng terkejut.


" Serius....?" ucap Thou Ling Feng.


" Iya..Aku serius..."


" Makanan yang kamu makan itu adalah resep darinya...Juga nama kedai ini..." ucap Fei Long.


" Tunggu sebentar..Apakah Jiang kamu latih menembak?" ucap Thou Ling Feng.


" Tidak...Aku tidak pernah melatihnya.." ucap Fei Long.


" Apakah dia tahu bahwa kalian agen rahasia..?" ucap Thou Ling Feng.


" Dia tidak tahu...Bahkan ,ketika kami pergi untuk menjalankan misi..Dia tetap di rumah ini.."


" Namun..Karena misi yang kujalankan sedikit terhambat..Maka jadwal pulang menjadi mundur.."


" Jiang pergi meninggalkan rumah ini untuk mencari keluarganya.." ucap Fei Long.


" Ooo...Begitu..."


" Aku pikir,kalian yang melatih Jiang menembak.."


" Keahlian menembaknya sama seperti kamu.."


" Dia tahan terhadap cuaca dingin ..Bahkan mampu menahan nafas selama 40 menit.." ucap Thou Ling Feng.


" Benarkah yang kamu katakan itu kakap merah?" ucap Fei Long.


" Iya...Itu benar..Aku baca di filenya..."


" Sungguh sayang...Dia tewas saat menjalankan misi yang kedua untuk menyelamatkan warga kita yang terjebak di timur tengah.."


" Misi pertama,dia sukses memipin misi itu tanpa terluka,baik timnya maupun orang yang di selamatkan.."


" Misi ke dua,dia tewas bersama timnya..."


" Pesawat Helikopter yang di tumpangi Jiang, di serang pasukan pemberontak.."ucap Thou Ling Feng.


" Kalau gak salah ingat dia pernah menelponku.." ucap Fei Long.


" Menelponmu?" ucap Thou Ling Feng.


" Iya...Dia pernah menelponku.." ucap Fei Ling.


" Kapan dia menelpon..?" ucap Thou Ling Feng.


.


.


.


.


.


.


.


BERSAMBUNG