SANG PENERUS.

SANG PENERUS.
BAYU AKAN PERGI KE KALIMANTAN


"Tolong bebasin mamahnya Selvie nah Bay.."


" Selvie jatuh sakit akibat memikirkan mamahnya.."


" Aku gak tega melihatnya Bay..." ucap Daniel memelas.


" Baiklah...."


" Tapi kondisinya tidak seperti dulu lagi.." ucap Bayu.


" Gak seperti dulu lagi?" ucap Daniel.


" Dia ku buat gak waras alias gila.."


" Jika dia waras,aku takut dia berulah lagi..." ucap Bayu.


" Serius Bay?" ucap Daniel tak percaya.


" Iya...Aku serius..."


"Ku buat dia menjadi gila.." ucap Bayu.


Daniel merasa lega,akhirnya Bayu mau membebaskan ibunya Selvie.


Ia tahu bahwa Bayu adalah pelaku penculikan ibunya Selvie dari curhatan Selvie mengenai ibunya,namun ia tak berani memberi tahu bahwa Bayu adalah pelakunya,sebab bisa menjadi bumerang baginya. Ia tahu watak dan sifat Bayu,karena sudah berteman sejak kecil.


" Oh iya Niel..."


" Pas aku melihat pembangunan rumahku yang dekat pantai.."


" Di sana itu ternyata dekat dengan dermaga .."


Daniel tahu apa yang di maksud Bayu,yakni membuka usaha toko pancing di dekat rumah Bayu.


" Nah... "


" Di sana itu ku lihat ada banyak orang yang mancing di pinggiran.."


" Kamu buka cabang toko pancingmu di sana.." ucap Bayu.


" Hemmm..."


" Siapa yang jaga jika ku buka toko di sana Bay?" ucap Daniel.


" Ya kamu rekrut orang lah,kalau aku yang jaga,gak setiap saat ku buka.Paling banter pagi hingga sampe siang,kalau malas ya ku tutup..."


" Gimana? ( Bayu memainkan alisnya)"


Daniel nampak berpikir.


" Gak usah buat besar dulu tokonya..."


" Nanti ku bantuin..."


" Kamu stock barang.."


" Nanti aku yang pakai ...Buat testing.." ucap Bayu.


" Diampuuut...Jadi seken dong barangku.." ucap Daniel.


" Becanda...Lagian peralatan pancingku masih bagus..."


" Oh iya...Kamu jual alat pancing ada spare partnya kan..?" ucap Bayu.


" Iya...Soalnyq reel mahal kadang ada yang rusak bagian mesinnya.."


" Mayan lah..."


" Sambil nunggu toko dekat Cafe jadi"ucap Daniel.


Diana membangun Ruko dekat Cafe. Pembangunannya pun masih berjalan.


" Nah bagus itu..."


" Sama itu..."


" Kamu buat iklan di face book,sama review alat yang kamu jual di you tube.." ucap Bayu.


" Waah...Aku gak mikir tentang review alat eee...Bay.." ucap Daniel.


" Buat aja..."


" Agar konsumen bisa memilih alat pancing yang sesuai kantong mereka. "


" Kan lumayan tuh bila kamu mendapat pengikut yang banyak.." ucap Bayu.


" Iya juga ya..."


" Hemm...Iya deh .."


" Nanti aku buat channel di Yotube.." ucap Daniel.


" Saran neh...Namanya sesuai nama tokomu aja.


" Samudra Fishing Mania F4...." ucap Bayu.


" Ya jelas dong..."


" Oh iya..."


" Minggu mancing yukk.." ucap Daniel.


" Atur aja...."


" Yang penting siapin choki - choki sama teh Kotak.." ucap Bayu.


" Siaap bos...."


" Ya sudah kalau gitu.." ucap Daniel lalu berdiri.


" Mungkin hari minggu ibunya si...Siapa nama pacarmu..?" ucap Bayu


" Selvie.." ucap Daniel.


" Nah...Selvie.."


" Insya Allah hari minggu pagi aku bebasin.." ucap Bayu.


Daniel kembali duduk lagi.


" Bay..."


" Aku mau nanya,ini masalah pribadi seh...Tapi jangan marah loh yaaa..." ucap Daniel.


" Tanya aja..." ucap Bayu.


" Sebenarnya ada apa seh dengan ibunya Selvie dengan keluargamu itu?" ucap Saniel.


Bayu menghela nafasnya.


" Begini Niel..."


" Kamu tahu sendiri kan bahwa pak Johan itu masih keluargaku .Yakni pamanku." ucap Bayu.


" Iya..." ucap Daniel.


" Sewaktu ibuku aku masih dalam kandungan.."


" Ibunya Sandi sama ibunya Alvin dan siapa lagi itu,aku gak tahu namanya.."


" Datang menemui ibuku.."


" Mereka meminta ibuku bercerai dengan ayahku.."


" Dan menyuruh mendata tangani surat perjanjian.."


" Tak hanya itu..."


" Mereka menghina dan mencaci maki ibuku.."


" Ibuku menahan rasa amarahnya,sebab mengandungku.."


" Jika tidak.."


" Mereka pasti di bunuh oleh ibuku.."


" Di saat aku berkunjung ke rumah Alvin.."


" Ternyata ibunya Alvin masih sama seperti dulu.."


" Dia menghinaku..."


" Aku masih bersabar..Toh aku memang miskin.."


" Dia merasa hinaannya gak mempan lalu menghina ibuku.."


" Aku sudah katakan padanya ,hina aku sepuas hatimu.."


" Tapi jangan kau hina ibuku.."


" Tapi dia keras kepala..."


" Hilang sudah kesabaranku,karena bagiku..."


" Ibu adalah seseorang yang harus ku jaga kehormatannya.."


" Aku gak mau orang lain menghina ibuku..."


" Hingga akhirnya,ku buat wajahnya melepuh.." ucap Bayu.


" Ooo...Begitu.."


" Maaf loh Bay..."


" Bukannya aku itu sok ngatur atau apalah..."


" Apa kamu gak kasihan melihat Selvie dengan kondisi ibunya yang gila.." ucap Daniel.


" Kasian????"


" Kowe pikir dewe ...Lebih kasian mana?"


" Dia atau sahabatmu...?" ucap Bayu.


" Bukan begitu maksudku Bay.."ucap Daniel.


" Lah terus.." ucap Bayu.


" Kamu kan bisa hipnotis orang.."


" Kenapa kamu gak hipnotis aja ibunya Selvie,buat dia melupakan keluargamu dan juga dendamnya ..."


Bayu nampak berpikir.


" Agamamu kan mengajarkan agar tidak ada dendam..."


" Karena dendam itu dapat mengikis iman... Bahkan mengurangi pahala" ucap Daniel.


" Tumben pinter..."


" Sopo ustadzmu..?" ucap Bayu.


" Kowe dewe ngono loh.." ucap Daniel.


" Oh iyoo...Lali aku.."


" Heeemmm....


" Kamu antar ibunya Selvie ya....."ucap Bayu.


" Lah terus...Kalau mereka takon sopo seng ngewangi piye jal..?" ucap Daniel.


" Heemm...."


" Kamu bilang aja ,bahwa kamu di bantu dukun sakti.." ucap Bayu.


" Terus kalau bapaknya khawatir bila ibunya di bunuh gimana?..." ucap Daniel.


" Iya juga seh..."


" Heeemmm..."


" Begini saja...Kasih tahu bahwa aku yang menyelamatkan ibunya...Dan aku menjamin bahwa ibunya gak di bunuh..." ucap Bayu.


Nampak Daniel berpikir dengan ucapan Bayu yang barusan.


" Apa mereka gak curiga Bay?" ucap Daniel.


" Enggak lah...."


" Oh iya..Hampir lupa.."


" Selvok punya pacar sebelumnya?" ucap Bayu.


" Selvie..." ucap Daniel.


" Nah itu.." ucap Bayu.


" Katanya punya,tapi sudah di putusin.." ucap Daniel.


" Kamu harus berhati - hati"


" Aku takutnya,nanti kamu seperti Bimo.."


" Pacar sebelumnya gak terima.."


" Di tambah si pipit itu cantik.." ucap Bayu.


" Iyo Bay... Suwun loh yo.." ucap Daniel lalu berdiri.


" Kamu bawa Shuriken apa enggak?" ucap Bayu.


" Untuk apa Bay?" ucap Daniel.


" Buat jaga - jaga.." ucap Bayu.


" Enggak..." ucap Daniel.


Bayu memasukkan tangan di balik baju,lalu mengeluarkan kembali tangannya.


Nampak 5 Shuriken di telapak tangan Bayu.


" Ini...Buat jaga - jaga.." ucap Bayu sambil menyerahkan shuriken.


" Kecubles weteng Bay kalau ku taruh di perutku.." ucap Daniel.( Ketusuk perutku).


" Beli tas pinggang atau tas kecil buat tempat Shuriken..Biar gak kecubles.." ucap Bayu.


Daniel mengambil Shuriken di tangan Bayu.


"Yo wes..." ucap Daniel lalu berjalan ke arah pintu.


" Tolong panggilkan Fitri yoo.." ucap Bayu.


" Iya.." ucap Daniel sambil membuka pintu lalu keluar.


Tak lama kemudian.


Tok....Took...Took...( suara pintu di ketuk).


" Masuuk..."


Pintu terbuka lalu muncul Fitri kemudian berjalan.


" Bapak manggil saya..?" ucap Fitri.


" He eh..."


" Duduk.."


Fitri pun duduk menghadap Bayu.


" Begini..."


" Kang Paijo kan gak masuk lama neh karena persiapan mau menikah."


" Dan aku juga gak akan kesini,karena ada perlu.."


" Kamu bisa back up semua?" ucap Bayu.


" Heeemm...Saya gak bisa pak..Maaf.." ucap Fitri.


" Minta tolong saja sama teman - teman.." ucap Bayu.


" Nah..Kalau di bantu saya bisa pak.." ucap Fitri.


" Kamu gak mau kuliah?" ucap Bayu.


" Enggak pak..." ucap Fitri.


" Adikmu masih sekolah?" ucap Bayu.


" Masih pak..." ucap Fitri.


" Kamu betah kerja di sini?" ucap Bayu.


" Betah pak..." ucap Fitri.


Bayu melihat jam tangannya.


" Tolong lanjutkan lagi masukkan nota ini.."


" Aku mau keluar.." ucap Bayu.


" Siap pak.." ucap Fitri.


Bayu berdiri lalu berjalan ke pintu,ia akan pergi menemui ayah mertuanya di kantor. Sebab ayah mertuanya menyuruhnya datang.


---0.0.0--


Kantor pusat.


Bayu mengendarai sepeda motor Supra menuju kantor tempat ayah mertuanya bekerja.


Bayu berhenti di depan pos security,lalu turun dari sepeda motor sambil mencopot helmnya dan berjalan ke pos security tanpa melepas masker.


Bayu memakai tudung jaketnya.


" Selamat siang pak..." ucap Bayu.


" Maaf pak...Saya ada janji bertemu dengan pak Jien Lie.." ucap Bayu.


" Ada KTPnya pak?" ucap security 1


Bayu mengeluarkan dompet dan menyerahkan KTPnya ke security.


" Maaf pak,kami akan periksa anda sebelum masuk ke dalam.." ucap Security 2.


Security 2 lantas mengambil alat metal detector,lalu menempelkan ke tubuh Bayu.


Di saat alat itu menyentuh pinggang Bayu yang terdapat shuriken.


Tiiiiiiiiiiiiiiiiit......( suara alat metal detector.)


" Maaf pak...Barang yang di balik pinggang di keluarkan.." ucap security 2.


Para security tidak tahu bahwa yang datang itu adalah keluarga Han,sehingga Bayu di periksa sesuai SOP keamanan.


Bayu mengeluarkan 5 shurikennya.


Para security terkejut melihat benda berbahaya di keluarkan oleh pemuda tersebut. Mereka pun waspada.


Lalu security 2 melanjutkan pemeriksaan lagi. Namu setelah itu tak ada benda logam yang mencurigakan,setelah itu security 2 memeriksa tubuh Bayu dengan telapak tangannya.


" Anda ini siapa?"


" Mengapa membawa benda seperti ini?" ucap security 3.


" Nganu pak...Itu buat bunuh cicak pak.." ucap Bayu.


" Cicak..???."


" Jangan mengada - ada..."


" Kamu pasti merencanakan sesuatu..."


" Telpon polisi..." ucap security 1.


Security 2 lantas mengangkat gagang telpon untuk menelpon polisi.


" Pak...Saya ini gak akan berbuat macam - macam pak..." ucap Bayu.


Security 3 lantas memborgol tangan Bayu.


Bayu sengaja tak menyebut identitas aslinya.Ia ingin mengetes tingkat keamanan kantor keluarganya.


" Aku gak percaya.."ucap security 1


Seorang pria yang merupakan pengawal keluarga Han tak jauh dari pos securitu melihat keributan di pos,lalu pengawal itu datang menghampiri.


" Ada apa ini..?" ucap pengawal.


" Pemuda ini membawa senjata tajam hendak menemui pak Jien pak..." ucap security 1 sambil memperlihatkan shuriken.


Pengawal memperhatikan shuriken lalu melihat ke pemuda memakai jaket dan masker serta tudung jaket.


" Buka maskernya..."


Security 1 membuka masker Bayu.


Pengawal terkejut melihat pemuda di balik masker.


" Lepaskan dia...." ucap pengawal.


" Kenapa di lepas pak...Dia berbahaya.Dan kami sudah menelpon polisi." ucap security 1.


" Jika kamu mau kehilangan pekerjaanmu..Turuti ucapanku.." ucap pengawal.


" Maaf pak...Kami menjalankan sesuai dengan SOP keamanan.." ucap security 1.


" Iya saya tahu..."


" Yang kalian tahan itu keluarga Han..." ucap pengawal.


"APAAAAAA......!!!???" ucap para securty terkejut bukan main.


" Kenapa di kasih tahu kang..."


" Aku kan pengen tahu,bagaimana tingkat keamanan di sini.." ucap Bayu.


" Maaafkan kami pak...."


" Maafkan kami..."ucap securty 1 ketakutan.


" Jangan pecat saya pak...Saya punya istri dan 3 orang anak pak.." ucap security 2.


" Iya....Aku maafkan.."


" Lepasin dong borgolnya..." ucap Bayu.


Security 1 lantas melepas borgol.


Bayu mengambil masker di balik kantong jaket lalu memakainya.


Mobil polisi muncul lalu turun 2 orang polisi dan menghampiri.


" Di mana orang itu?" ucap polisi.


" Maaf pak...Tadi hanya kesalahpahaman saja.." ucap pengawal.


" Benar pak....Hanya kesalahpahaman saja.." ucap security 1.


" Aku boleh masuk?" ucap Bayu.


" Boleh...Boleh... Boleh pak.." ucap security 1.


Securty 2 lantas menyerahkan KTP dan shuriken ke Bayu.


Polisi 2 melihat benda tajam di serahkan ke pemuda memakai jaket.


" Apakah dia orangnya?" ucap polisi 2.


" Iya pak...Tapi pemuda ini masih keluarga Han...Bukan seseorang yang akan berbuat onar di kantor.." ucap Pengawal.


Bayu menerima lalu berjalan ke sepeda motornya.


Pintu portal di buka,Bayu menjalankan motornya.


Sesampai di parkiran Bayu turun lalu berjalan ke arah pintu masuk.


Bayu celingukan saat di dalam kantor lantai dasar,karena ia tak tahu berada di lantai mana ayah mertuanya berada.


Karena tidak tahu lantas Bayu mengambil ponsel untuk menghubungi Jien Lie.


Tuuuut....Tuuuut.....Tuuuut.....


Tuuuut.....Tuuuut.....Tuuuuut...


" Asem....Gak di angkat lagi..." gumam Bayu.


Bayu melihat beberapa orang berjalan. Bayu mendatangi ke orang tersebut.


" Permisi pak..."


Orang yang di hampiri Bayu berhenti lalu melihat ke arah Bayu.


" Maaf pak...Ruang pak Jien di mana ya.." ucap Bayu.


" Anda siapa? Apakah sudah membuat janji sebelumnya..?" ucap orang tersebut.


" Sudah pak...Makanya saya datang ke sini.."


" Tak telpon juga gak di angkat.." ucap Bayu.


" Di lantai 20...Kalau bisa pakailah sepatu,jangan pakai sandal jepit" ucap orang itu.


" Maaf,saya gak bawa pak...Terima kasih pak..." ucap Bayu lalu berjalan ke arah pintu lift.


Saat sampai di depan pintu lift,nampak 5 orang 4 pria 1 wanita berdiri menunggu pintu lift terbuka,mereka memakai setelan jas. Lalu melihat ke arah Bayu yang hanya memakai jaket,celana hitam,sandal jepit.


Dalam hati mereka pun bertanya - tanya,mengapa ada orang memakai sandal jepit di kantor.


Pintu Lift pun terbuka,orang yang berada dalam lift keluar,lalu Bayu masuk bersama 5 orang yang tadi ikut menunggu.


Bayu melihat seorang bapak - bapak menekan angka 20.


" Wee...Sama neh yang aku tuju.." ucap Bayu dalam hati.


" Maaf...Anda ini siapa dan mau kemana?" ucap pria 1.


" Saya mau ke lantai 20 pak...Mau menemui seseorang..." ucap Bayu.


Mereka pun diam tak bertanya lagi.


Saat lantai 10,pintu Lift terbuka.


Seorang wanita masuk,lalu pintu lift tertutup. Wanita itu menekan nomor 22.


Lift kembali naik .


Di saat lantai 17,pintu lift terbuka.


Seorang wanita memakai pakaian tertutup masuk lalu menekan angka terakhir.


Bayu mencium aroma parfum yang ia kenal. Mirip dengan parfum ibunya.


" Masa dia ibuku..?.."


Bayu tahu nomor terakhir adalah lantai milik kakek buyutnya.


" Ahh...Iya...Dia ibuku..." ucap Bayu dalam hati.


Bayu diam saja melihat ibunya satu lift dengan dirinya.


Begitu lantai 20 terbuka.Bayu keluar bersama 5 orang yang bersama tadi.


Di saat Bayu hendak melewati pintu Lift.


" Bu...." ucap Bayu.


" Bayuu...!!!" ucap Hana kaget,Hana segera keluar pintu Lift.


" Kok kamu di sini sayang...?" ucap Hana.


Seorang pria dari salah satu 5 orang tadi berhenti lalu melihat ke arah Bayu dan Hana yang sedang mengobrol.


" Di panggil sama ayah..." ucap Bayu.


" Ooo...Tadi habis dari mana?" ucap Hana.


" Biasa bu..."


Hana melihat pria yang mengawasi dirinya. Lalu pria itu berjalan.


" Oh iya...Ruangan ayah di mana ya bu..?" ucap Bayu.


" Ayo ikut ibu.."


Mereka pun berjalan bersama menuju ruangan Jien Lie Han berada.


" Tadi naik apa ke sini?" ucap Hana.


" Naik motor bu..." ucap Bayu.


" Ooo...Naik motor....." ucap Hana.


" Ibu kok di sini?" ucap Bayu.


" Iya...Kakek minta bantuan ke ibu... "


" Kata kakek,kerjaan ibu paling bagus..." ucap Hana.


Bayu melihat beberapa orang bekerja.


Tak lama kemudian mereka sampai di meja sekertaris Jien Lie.


" Apakah pak Jien Lie ada..?" ucap Hana.


" Ada bu...Tapi sedang ada tamu.." ucap sekertaris.


" Beri tahu saja,Bayu sudah datang..."


" Sayang...Ibu tinggal dulu ya..." ucap Hana.


" Iya bu...." ucap Bayu.


Hana pergi meninggalkan Bayu,sedangkan sekertaris menghubungi Jien Lie lewat telpon.


" Silahkan masuk pak..." ucap sekertaris selesai menghubungi Jien Lie.


" Terima kasih bu..." ucap Bayu.


Bayu berjalan ke sebuah pintu.


Tok...Tok...Tok...


Bayu mendorong pintu,lalu masuk.


Bayu melihat ayah mertuanya bersama 2 orang pria 1 wanita yang tadi bersamanya di dalam lift.


" Sini Bay..."


Bayu berjalan ke arah Jien Lie, sesamapai di tempat Jien Lie berada,Bayu bersalaman tak lupa cium tangan.


" Oh iya...Kenalkan.."


" Pemuda ini adalah Bayu.."


"Putraku.."


" Bayu...Mereka ini rekan bisnis papah..."ucap Jien Lie.


Ke 3 orang itu terkejut.Mereka tak menyangka orang yang 1 Lift ternyata putranya Jien Lie bos besarnya.


Bayu membuka tudung kepalanya,lalu maskernya. Kemudian menghampiri pria setengah baya di dekatnya.


Pria itu berdiri lalu menyodorkan tangan. Bayu bersalaman dan mencium tangan pria tersebut.


" Bayu.." ucap Bayu.


"Saya Rafael " ucap pria paruh baya.


Bayu menghampiri pria umurnya sekitar 25 an. Lalu menyodorkan tangan.Pria itu berdiri dan menyambut tangan Bayu.


" Bayu..." ucap Bayu.


" Saya Archie pak.." ucap pria tersebut.


Kemudian Bayu menangkupkan tangan ke seorang wanita . Setelah itu menghampiri Jien Lie.


" Bayu di luar aja ya pah..." ucap Bayu.


" Duduk di sini saja...Temanin papah.." ucap Jien Lie.


Mau gak mau Bayu menuruti ucapan ayah mertua sekaligus kakeknya itu.


Bayu diam menyimak obrolan mereka.


Rupanya mereka membicarakan masalah pekerjaan.


" Asem....Yang di bicarakan bisnis .."


" coba mancing gitu..."


" Gimana caranya dapat ikan Marlin 50 kilo gitu,kan jadi semangat.." ucap Bayu dalam hati.


Hingga akhirnya para tamu itu pergi meninggalkan ruangan.


" Pah..."


" Kenapa tadi Bayu telpon gak di angkat?" ucap Bayu.


" Kapan nelpon..?" ucap Jien Lie.


" Pas tadi mau datang ke sini.." ucap Bayu.


Jien Lie lantas memeriksa ponselnya.


" Belakangnya 693?" ucap Jien Lie.


" Iya pah.." ucap Bayu.


" Ya maaf,kamu pakai nomor baru.." ucap Jien Lie.


" Ada apa papah memanggil Bayu?" ucap Bayu penasaran.


" Sebenarnya papah ingin memberi tahumu di rumah,tapi kalau dah di rumah gak boleh bicarakan pekerjaan..."


" Papah ingin kamu pergi ke Kalimantan Timur untuk menyelesaikan masalah di sana.." ucap Jien Lie.


" Masalah apa pah..?" ucap Bayu.


" Masalah lahan..."


" Kita sudah membayar ganti rugi ke pemilik lahan..."


" Nah...Ini muncul orang mengaku orang yang secara sah memiliki lahan tersebut dan menunjukkan sertifikat tanah.." ucap Jien Lie.


" Hem...."


" Kenapa gak papah bayar aja.." ucap Bayu.


" Mereka gak mau menjual tanah tersebut..." ucap Jien Lie.


" Terya orang yang pertama itu suratnya apa pah..?" ucap Bayu.


" Mereka mempunyai surat segel.."


" Kamu datangi mereka,lalu hipnotis..Agar mereka mau menjualnya.." ucap Jien Lie.


" Heeemmm...."


Bayu nampak berpikir,acara pernikahan Bejo 2 minggu lagi. Jika dirinya membantu menyelesaikan masalah itu,tak sampai seminggu sudah selesai.


" Baik pah...Bayu akan pergi ke Kalimantan." ucap Bayu.