
Nampak sebuah mobil Ferari merah berplat B 4 YUU parkir di pinggir jalan tak jauh dari rumah target.
Mobil itu di tumpangi oleh Hana dan Bayu.
"Bu...Bayu mengecek dulu apakah dia ada di dalam apa enggak" ucap Bayu.
"Iya sayang..." ucap Hana. Ia tahu bahwa Bayu akan memggunakan ajian Rogoh Sukmonya.
Bayu memejamkan mata lalu mulutnya komat kamit membaca mantra.
Tak lama kemudian sukma Bayu keluar dari raganya.
"Berhati - hatilah..." ucap Hana meluhat Sukma Bayu.
"Iya bu..." ucap Bayu.
Bayu melesat ke arah rumah Susanto.
Bayu menembus pagar rumah,ia melihat 2 penjaga berdiri di dekat pagar.
Bayu terus melesat masuk ke dalam rumah,tak ada orang di dalam ruang tamu mau mapun ruang keluarga,namun Bayu mendengar suara erangan wanita.. Tak hanya satu saja. Bayu melesat ke arah suara tersebut.
Nampak 3 wanita tak memakai pakaian melayani seorang pria.
Bayu menghampirinya.
1 wanita menduduki burung pria itu,satu wanita menduduki wajah pria itu.
"Jangkreek...Gak kelihatan lagi..." ucap Bayu tak bisa melihat jelas wajah pria itu.
Pria itu menyingkirkan wanita yang menduduki wajahnya,lalu menoleh ke arah Bayu.
"Eh..... !!!??? Bayu dan pria itu rerkejut.
Bayu mengenali wajah itu,dan pria itu mengenal wajah Bayu.
"Susanto..." ucap Bayu.
"Bayu samudra..." ucap Susanto.Ia tak menyangka melihat Bayu di dalam kamar pribadinya.Meskioun hanya Sukma saja.. Kemudian ia waspada dan bersikap biasa.
"Dia bisa lihat aku..?" ucap Bayu dalam hati.
"Kalian menyingkirlah dulu....Ada tamu yang datang di dalam kamar ini" ucap Susanto menyuruh wanita yang sedang menggoyangkan pinggulnya menikmati burung Susanto.
Wanita itu mau tak mau berhenti lalu melepaskan burungnya Susanto dari dalam lubangnya.
3 wanita itu tak dapat melihat sukma Bayu.
"Anda mengenalku..." ucap Bayu.
Susanto memakai celananya.
"Tidak....Aku hanya tahu saja...Ternyata keluarga Han memiliki kekuatan supranatural ya...Aku sungguh terkejut melihatnya..
"Ada perlu apa kamu kemari...Apa kamu mau ikut bergabung denganku...?" ucap Susanto dengan santainya.
"Di mana kamu sembunyikan bu Intan.. ?" ucap Bayu.
"Bu Intan...? Siapa dia...Aku tak mengenalnya " ucap Susanto dengan santai.
"Sial.... Tanpa bukti aku tak bisa berbuat apa - apa" ucap Bayu dalam hati.
"Oh iya...Tumben keluarga Han datang mengunjungiku... Ada apa ini?" ucap Susanto.
"Tidak apa - apa" ucap Bayu lalu keluar dari kamar tersebut.
Bayu memeriksa setiap kamar yang ada di sana. Ia yakin bahwa Susanto menyembunyikan bu Intan.
Saat memasuki ruangan khusus,Bayu melihat wajah seorang gadis yang ia kenal. Gadis itu matanya terpejam,tak ada sehelai benang yang menempel di tubuhnya. Ada bekas luka di bagian dadanya.
"Apaaa....!!!???" ucap Bayu kaget. Gadis itu adiknya Sandi.
"I...I...Itukan adiknya Sandi..." ucap Bayu.
Lalu Bayu segera menghilang dari ruangan itu untuk kembali ke raganya.
***
Di dalam mobil Ferari.
Sukma Bayu kembali ke raganya,lalu Bayu membuka matanya.
"Bu....Adiknya Sandi ada di dalam..." ucap Bayu.
"Apaaaa....!!?? ucap Hana terkejut.
"Bayu melihatnya bu...Ayoo kita bebaskan bu.." ucap Bayu.
"Hubungi Agus sayang..." ucap Hana.
"Baik bu..." ucap Bayu.
Hana melepas Jilbab lebarnya.Ia sudah memakai pakaian khusus untuk bergerak membunuh mangsanya.
Bayu memgambil hapenya lalu menekan kontak Agus lalu menelpon.
Tuuuut....Tuuuut.....Tuuut...
"Halo Bay..." suara Agus.
"Segera datang kemari,aku melihat putri anda di rumah Susanto Prayuga Wijaya di Bengkulu.." ucap Bayu.
"Apaaaa...!!!???
"Di mana alamatnya...Aku akan segera kesana.." suara Agus.
Lantas Bayu memberi tahu alamat rumah Susanto pada Agus Irawan.
Bayu mematikan panggilannya.
"Ayo sayang....Kita bantai mereka..." ucap Hana.
"Iya bu...Dia juga bisa lihat sukma Bayu tadi bu.." ucap Bayu.
"Oke....Jangan lupa ajaran yang ibu ajarkan,dan gunakan ini untuk menutup wajahmu sayang..." ucap Hana sambil menyodorkan kain menutup sebagian wajah bayu.
"Iya bu..." ucap Bayu.
Bayu memakai kain pentup wajahnya,lalu memakai kaca mata,lemudian mengambil pedang pedang katana tak lupa memakai sarung tangan.
Bayu dan Hana keluar dari mobil,lalu mereka melesat ke arah rumah Susanto.
Bayu dan Hana melompati pagar,lalu membunuh dua pengawal yang berjaga di dekat pagar menggunakan pedang katana.
Craassh... Crraassh....
Gluduk... Gluduk.... Kepala terpisah dari badan dan jatuh menggelinding.
"Ibu lempar sebelah kiri..." ucap Hana.
Hana dan Bayu melempar Shuriken ke arah 2 penjaga yang berdiri di balkon lantai 2.
Wuuuut.....
Wuuuuttt....
Jleb... Jleeb....Shuriken menancap di leher 2 penjaga.
Kemudian mereka melesat ke pintu rumah.
Bayu membuka pintu.
Ceklek...Kriiieeet.....
Nampak Susanto bersama 10 pengawalnya berjalan ke arah Bayu.
"Eh.....!!!??? Susanto terkejut.Karena Bayu datang menghampirinya.Ia tak menyangka Bayu datangnya secepat itu,ia pikir Bayu berada di Lampung. Meskipun Bayu memakai penutup wajah,ia masih bisa mengenalinya,karena dia tahu bahwa Bayu akan mendatangi dirinya setelah Bayu menghampiri memakai kekuatan supranaturalnya.
"Mau kemana kamu Bajingan...." ucap Bayu.
"Tembak dia...." ucap Susanto pada para pengawalnya.
Para pengawal menembaki Bayu dan Hana
Door.....Dooorr...Dooor....Dooorrr...
Hana melesat ke arah musuh sambil menggenggam pedang Katana.
Gerakan Hana sangat cepat,
Door...Dooorrr...Dooorr....
Bayu menghindari setiap peluru yang mengarah ke dirinya.
Craaasssh.....Craaaassshh....Craaaasshh.... Craassh...
Kepala penjaga yang terkena sabetan pedang Hana terpisah dari badannya.
Susanto dapat melihat gerakan Hana lalu menendang tubuh Hana saat di dekatnya.
Hana berkelit menghindar. Bayu melesat menyerang para penjaga yang sedang menembak.
Dooor...Dooorr....Dooorr....
Susanto menggerakkan badannya seperti menggunakan jurus Harimau.
Grrrrrrrr........ Mata Susanto berubah menjadi mata Harimau,tangannya juga berubah seperti Harimau. Kukunya memanjang bagaikan cakar Harimau yang siap menerkam mangsanya.
"Oooh....Rupanya dia memakai kekuatan Harimau..." ucap Hana dalam hati.
Susanto menyerang Hana.
Hana tak tinggal diam,ia maju menyerang Susanto.
Bayu telah selesai membunuh semua pengawal. Lalu melihat ibunya bertarung dengan Susanto.
Bayu melepas sarung tangannya,lalu menggunakan ajian tapak Geni.
Setelah itu melesat ke arah Susanto yang menjaga jarak dengan Hana.
Bayu memegang leher Susanto dari belakang,lalu mencekiknya.
"AAAAAAAAAARRRGGGHHH......" Susanto menjerit kesakitan. Ia merasakan panas di lehernya,dan tak bisa bernapas.
5 penjaga muncul,Hana melesat membunuh mereka semua.
Craaaasssh.....Craaassshh....Craaassshh...
Craaasssshh....Craaasssh....
Duuk...Duuuk.....Duuukk...
Kepala mereka terjatuh di lantai,sebab Hana memenggal kepala mereka
Bruuuuk.....Bruuuukk... Bruuukk.... Tubuh mereka terjatuh ke lantai.
Tiba - tiba sesuatu melesat ke arah Bayu kemudian menendang Bayu saat sedang mencekik Susanto.
Buuggghhh....... Bayu terkena tendangan lalu terhempas ke lantai.
Hana yang melihat itu tak tinggal diam,ia menyerang orang yang menendang Bayu.
Orang itu memakai ikat kepala bewarna hitam,pakaiannya serba hitam,memiliki kumis,ia akan membawa pergi Susanto,akan tetapi Hana menyerang dirinya.
Pria itu berkelit menghindar,ia tak menyangka orang yang menyerang dirinya juga memiliki kecepatan yang sama,bahkan kecepatannya melebihi kekuatannya.
Bayu mengambil pendang Katananya lalu memenggal kepala Susanto.
Craaaasssh.... Kepala terpisah dari tubuh.
Pria itu terkejut,ia tak sempat menyelamatkan Susanto.
Jleeeb..... Pedang katana menembus tubuh pria tua tersebut.
Lalu Hana menarik pedangnya yang menancap di tubuh pria tua tersebut.
"Kamu....Akan di bu..." ucap pria tua itu belum sempat menyelesaikan ucapannya sudah di penggal oleh Hana.
Hana melesat ke dalam,ia membunuh setiap orang yang di temui,termasuk para wanita.Hanya satu penjaga saja yang tak di bunuh,Hana hanya melumpuhkan saja untuk di mintai keterangan. Setelah dapat informasi,Hana membunuhnya.
Bayu menyusul ibunya ke dalam.
"Ternyata ibuku sadis juga..." ucap Bayu dalam hati melihat musuh yang mati di bunuh oleh ibunya.
Saat Bayu berjalan menuju kamar tempat adik Sandi berada. Hana menghampiri Bayu.
"Jangan di buka,biarkan saja mereka yang membukanya sayang." ucap Hana.
"Baiklah...Apakah ibu sudah tahu di mana bu Intan berada?" ucap Bayu.
"Sudah...Tapi hanya markasnya saja...Ayo kita ke sana Sayang...Sebelum magrib.." ucap Hana.
"Oke ibuku sayang..." ucap Bayu.
Bayu dan Hana melesat keluar rumah.
Sesampai di mobil,mereka masuk dalam mobil,Bayu menyalakan mesin mobil lalu menjalankan mobilnya.
20 menit kemudian 3 unit mobil polisi datang,mereka keluar dari mobil membawa senjata lengkap.
"Buka pintunya..." ucap salah salah satu polisi.
Tak ada jawaban dari dalam.
1 polisi memanjat pagar karena pagar rumah di kunci dari dalam.
Lalu para polisi melihatnya ikut terkejut,kemudian mereka masuk ke dalam rumah.
"Siapa yang melakukannya ini...
"Entahlah...
"Mungkin keluarga Han,sebab aku dapat info keluarga mereka juga di bunuh dan di culik..
"Bisa jadi...
Mereka menelusuri setiap ruangan yang ada dan memeriksa.
Seorang polisi mendobrak pintu yang terkunci.
Braak.... Braaaaak.... Pintu terbuka.
Nampak seorang gadis remaja tergeletak,tak memakai pakaian sehelai benang.
Polisi melihat kondisi gadis remaja itu.
"Sudah tewas......" ucap polisi itu pada temannya.
Semua jenasah di masukkan dalam kantong khusus.Lalu di bawa ke rumah sakit.
Polisi memeriksa setiap ruangan untuk mencari ruang control CCTV,sebab rumah itu terpasang CCTV.
***
RS Polri.
Malam Hari.
Agus Irawan bersama Sandi datang kerumah sakit untuk melihat Bening. Agus Irawan mendapat informasi dari polres Bengkulu. Mereka di dampingi kapolres.
Saat mereka berjalan menuju ruang penyimpanan jenasah. Sandi melihat Bayu duduk bersama wanita bercadar di kursi.
Hana dan Bayu mengantar bu Intan ke rumah sakit.
Sandi berjalan cepat menghampiri Bayu. Agus melihat Sandi,lalu melihat Bayu.
Saat sudah dekat,Sandi melayangkan pukulan ke arah Bayu.
Tap...... Bayu menangkap pukulan Sandi,lalu menatap tajam ke arah Sandi.
"Kamu telah membunuh adikku..Maka kamu harus mati..." ucap Sandi lalu menendang Bayu.
Bayu menarik tangan Sandi yang ia pegang,lalu memukul dada Sandi.
Buugghh.....Buugghh....
Bayu berdiri hendak memukul Sandi
Agus dan Kapolres segera menghampiri mereka.Lalu Agus memisahkan
"Semprulll...Aku gak ada bunuh adikmu..." ucap Bayu.
"Bukan mereka pelakunya..." ucap Kapolres.
"Tuh dengarin tuh... Dengar gak kamu Sandi...?" ucap Bayu.
"Siapa pelakunya pak...Cepat katakan padaku.." ucap Sandi emosi.
"Pelakunya Susanto Prayuga Wijaya... Dia sudah tewas terbunuh oleh 2 orang misterius. " ucap Kapolres.
"Dengar kan.... Kalau gak dengar juga..Aku ambil Toa di mesjid lalu menempelkan di kupingmu biar kamu dengar...Apa perlu aku tampar pakai sandal jepitku biar kami sadar dan mendengar" ucap Bayu.
"Maaf... Aku salah sangka padamu..." ucap Sandi.
"Iya...Maaf aku gak sempat menyelematkan adikmu,karena saat aku melihatnya sudah begitu keadaanya.." ucap Bayu.
"Bagaimana anda tahu keadaan adik Korban,sedangkan pintu terkunci.." ucap Kapolres.
"Jika anda memiliki ilmu kebatinan,maka anda bisa melihatnya..." ucap Bayu.
"Ilmu kebatinan?" ucap Kapolres.
"Iya...Aku bisa melihatnya,tapi tak bisa berbuat apa - apa ketika itu terjadi.. Kalau anda tak percaya,silahkan anda tulis di kertas lalu taruh dalam ruangan tertutup,tulisan itu jangan di tutup.. Aku bisa menebaknya.." ucap Bayu.
Kapolres mengeluarkan kertas.
"Baik...Aku akan mencobanya..." ucap Kapolres lalu berjalan ke ruangan yang ada di dekatnya.
Bayu duduk lalu memejamkan mata,ia membaca mantra lalu sukmanya memasuki ruangan yang di masuki kapolres tersebut.
Bayu melihat tulisan di kertas itu,lalu Kapolres keluar ruangan menghampiri Bayu.
Sukma Bayu kembali ke raganya.
"Bapak menulis
Bayu berdiri lalu mengampiri bapak Kapolres,lalu mendekatkan wajahnya.
"Katakan sesuatu dengan cara membisikkan sesuatu di telingaku.." ucap Bayu.
"Eh...!!!?? bapak Kapolres terkejut,sebab ucapan Bayu sama dengan yang ia tulis.
"Benar....Aku percaya padamu.. Tapi,bagaimana anda tahu bila tersangkanya itu adalah Susanto?" ucap bapak Kapolres.
"Sederhana... Saya minta petunjuk kepada Allah saat aku selesai shalat sunnah tengah malam..Alhamdulilah aku di beri petunjuk melalui mimpi..
"Ku gambar wajah dan bentuk rumah itu..Lalu ku minta tolong pada mbah buyutku..
"alhamdulilah mbah buyutku mengenalnya,dan juga mengetahui alamatnya...Saat itu juga aku meluncur ke sana untuk melihatnya...
"Pertama kesana memakai ilmuku..Tapi aku tak melihat dia.
"Sorenya kesana lagi...
"Aku lihat Susanto dan juga adiknya Sandi,lalu keberi tahu mereka bahwa adik Sandi ada di rumah Susanto dan aku juga memberi tahu alamatnya..." ucap Bayu.
Bapak Kapolres dan Agus menganggukkan kepalanya.
Agus menghampiri Hana.
"Hana...." ucap Agus.
"Mau apa kamu...?" ucap Hana.
"Maafkan aku..." ucap Agus.
"Tidak...Aku tidak akan memaafkanmu... " ucap Hana.
Agus menyentuh pundak Hana.
Buuughhh.... Hana memukul Agus.
Agus termundur,ia merasakan nyeri di dadanya akibat pukulan Hana.
"Jangan sentuh aku...Aku bukan istrimu..Jika kamu menyentuhku...Aku akan membunuhmu." ucap Hana.
Bayu menoleh ke Sandi lalu menoleh ke ibunya.
"Kumohon...Maafkan aku..
"Aku masih mencintaimu....." ucap Agus Irawan.
"Makan tuh cinta...Aku sudah tak cinta lagi padamu...Cintaku hanya untuk Bayu seorang..." ucap Hana,
Nampak air mata keluar dari mata Hana.
"Sial...Kenapa seh aku bertemu dengan dia lagi..." ucap Hana dalam hati.Ia tak menginginkan hal itu terjadi.
Agus Irawan bersimpuh di depan Hana.
"Hana...Maafkan aku...
"Aku ingin kita mulai dari awal lagi...Tak ada wanita lain di hatiku selain kamu Hana...Aku masih sangat mencintaimu" ucap Agus.
"Sandi....Bawa pergi bapakmu...Aku gak ingin dia di sini.." ucap Hana.
Sandi menghampiri ayahnya.Lalu bersujud di depan Hana.
"Maafkan kesalahan ayah Sandi bu...." ucap Sandi.
"Bangkeeeek....Malah ikut memohon lagi...Apa aku harus menendang mereka...Tapi entar aku kwalat lagi.." ucap Bayu dalam hati.
Hana bingung,sebenarnya ia juga masih sedikit mencintai Agus Irawan.
"Baiklah...Aku memafkanmu...Tapi aku gak bisa kembali lagi padamu..." ucap Hana.
"Terima kasih bu..." ucap Sandi lalu berdiri.
Hana berdiri dari kursi.
"Sekarang pergilah...Aku tak ingin melihatmu.." ucap Hana.
Agus Irawan bangkit,lalu memeluk Hana.
"Eh.....!!!??? Hana terkejut.
"Aku mencintaimu...Dan aku ingin kita bersama lagi.." ucap Agus.
Hana berusaha melepaskan pelukan Agus Irawan,tapi pelukannya semakin erat.
"Lepaskan...Aku gak mau lagi denganmu" ucap Hana sambil berusaha melepaskan pelukan Agus Irawan.
"Aku akan terus memelukmu hingga kamu mau menerimaku lagi..." ucap Agus Irawan.
Bayu mengampiri mereka,lalu melepaskan tangan Agus Irawan dari tubuh ibunya.
"Jangan peluk ibuku...Anda ini bukan suaminya lagi?" ucap Bayu.
Pelukan Agus Irawan terlepas.
"Bayu sudah punya calon ayah.... Jadi jangan ganggu aku.." ucap Hana.
Deg.... Agus Irawan terkejut.
"Benar kah yang kamu ucapkan itu Hana?" ucap Agus Irawan tak percaya.
"Iya kan sayang...Kamu punya calon ayah..." ucap Hana.
"Iya..." ucap Bayu.
Bayu tahu yang di maksud ibunya itu adalah ayah Diana.Sebentar lagi akan menjadi ayah mertua,bukan kakeknya lagi.
Agus Irawan menjadi lesu,tak semangat lagi.
"Kenapa tak menolong Agus Irawan agar kembali lagi Bay..." suara wanita di telinga kanan Bayu.
Bayu menoleh sebelah kanan,ia tak meluhat seorang wanita.
"Jangkreeek....Tadi siapa yang bicara padaku?
"Dari suaranya....Seperti aku mendengarnya.." ucap Bayu dalam hati.
"Tahu neh...
"Anak kurang ajar... Padahal jika bersatu lagi kan lebih bagus..." suara pria di telinga Bayu sebelah kiri.
"Eh...!!!??? Bayu terkejut lalu menoleh sebelah kiri.
"Keluarlah kalian....
"Jangan bisik - bisik di telingaku..Risih tahu." ucap Bayu.
Semua orang melihat ke arah Bayu.
"Siapa sayang....?" ucap Hana heran.
"Bayu gak tahu bu...Tiba - tiba ada bisikan di telinga kanan suara cewek,sebelah kiri setan suaranya kakek - kakek"ucap Bayu.
"Diampuut....Aku masih muda...Bukan kakek - kakek" suara pria di telinga kiri Bayu.
Bayu lantas membaca ayat kursi lalu memggenggam tangan kiri,setelah itu meniupnya lalu menempelkan di telinga kirinya.
"Aku gak bakalan kobong ... Ben awakmu moco sampe blepotan... Aku ra bakalan kobong.." suara pria di telinga kiri.(Aku gak akan terbakar,biar dirimu baca sampai blepotan,aku gak bakal terbakar)
"Keluar dari telingaku....
"Jancoook..." ucap Bayu.
Hana ikut membantu,lalu membuka cadarnya kemudian meniup telinga Bayu sebelah kiri.
"Apakah masih ada bisikan lagi sayang?" ucap Hana.
"Hem.....
"Sudah gak ada bu..." ucap Bayu.
Agus Irawan lantas meninggalkan Hana,di ikuti Sandi dan bapak Kapolres.
"Yaaaaah....Dia pergi deh..." suara pria.
"Diampuuut...Masih ada bu...." ucap Bayu.
"Dia bilang apa sayang?" ucap Hana.
"Mereka ingin ibu balikan lagi sama Agus..." ucap Bayu.
"Apakah suara itu mirip di mimpi sayang?" ucap Hana penasaran.
"Iya bu...Mirip sekali...Bahkan sama....