
2 hari kemudian.
Rumah sakit.
Pukul 16.20
Bayu beserta ketiga istri dan 2 temannya masuk ke dalam kamar inap Bimo.
Bimo sudah mulai bisa bicara normal,akan tetapi belum sepenuhnya pulih. Masih ada perban yang menempel di tubuhnya.
Sementara para pengawal menjaga di luar.
" Assalam mu'alaikum..." ucap Bayu dan Lukman.
" Wa'alaikum salam..." ucap Bimo dan kedua orang tuanya.
Bayu mendekati kedua orang tua Bimo untuk salaman tak lupa memcium tangan. Setelah itu menghampiri Bimo.
" Piye kabare...?" ucap Bayu.
" Apik Bay..." ucap Bimo.
" Waah...Bisa neh..Besok kita ada pertandingan bola.."
"Kowe dadi kiper yoo...Seperti biasa..." ucap Bayu bercanda.
" Diampuuut...."
" Kenapa gak sekalian jadi striker Bay.." ucap Bimo.
" Iso kah?" ucap Bayu.
" Yo iso lah...."
" Iyo ndelosoran aku.." ucap Bimo.
" Oh iya Bim..."
" Sak durunge kowe di tabrak..Kowe ono firasat gak?" ucap Bayu.
" Ora... Seperti biasa Bay..."
" Aku numpak motor ora ngebut.."
" Dilalah ono seng nabrak songko mburi.. Braaak....Ngono" ( Tiba - tiba ada yang nabrak dari belakang)
" Aku kaget terus ndelosor nang aspal.."
" Bar ngono aku ora eling maneh...Soalle langsung peteng ( gelap)." ucap Bimo.
Bayu melihat semua yang ada.
" Aku jaluk tulung ..Aku mau ngomong sama Bimo berdua saja...Bisa apa gak...? Sebentar aja kok" ucap Bayu.
" Mau ngomong apa seh Bay?" ucap Bimo.
" Masalah pribadi...."
Akhirnya,mereka keluar dari kamar Bimo. Setelah mereka keluar,barulah Bayu bicara.
" Bim... Sebelum Clara pacaran karo kowe..."
" Dia punya pacar bernama Nando...Apa itu betul?" ucap Bayu.
" Sebelumnya seh aku gak tahu Bay,terus aku baru tahu ketika aku samperin Claraku. Ada cowok yang mengaku pacarnya.." ucap Bimo.
" Dia adalah Nando.."
" Tolong jujur padaku...Aku gak akan bilang ke siapa - siapa kecuali ibuku bila ibuku bertanya..."
" Clara kamu apain ?" ucap Bayu.
" Aku pakai ajian Semar Mesem Bay..." ucap Bimo.
" Jiangkreek......"
"Opo kang Bejo yang memberikan ajian itu?" ucap Bayu.
" Iyoo..." ucap Bimo.
" Apakah ada yang kamu sembunyikan lagi dari kami Bim?" ucap Bayu.
" Ada..." ucap Bimo.
" Apa itu..?" ucap Bayu.
" Aku ngentuin Clara Bay.." ucap Bimo.
" Wasssuu...."
"Selain itu?" ucap Bayu.
" Aku melakukan apa yang kamu saranin,dia senang banget Bay...Setelah itu kita ngentu.." ucap Bimo.
" Selain kegiatan kamu bersama Clara.." ucap Bayu.
" Opo yoo..."
Nampak Bimo berpikir.
" Oh iyo...Aku di cegat karo wong Bay.. Ono wong papat pas aku ape ngeterke makanan ke pacarku.." ucap Bimo ( Ada 4 orang pas aku mau ngantakan makanan).
" Terus..." ucap Bayu.
" Aku hajar mereka..."
" Cuman salah sijine iku wonge kuwi guedi lan kekar Bay.." ( Hanya salah satunya orangnya itu besar dan kekar Bay)
" Aku meh(hampir) kalah..."
" Untung aku kelingan duwe ajian Tapak Geni.."
" Terus aku menang..."
" Tak takoni siapa yang menyuruh,dia diam saja..."
" Aku hajar lagi terus ku tinggal pergi..." ucap Bimo.
" Kenapa kamu gak cerita ke kita Bimo..."
" Kalau kamu cerita ke kita,aku pasti membantumu... Kalau begini caranya kamu bisa lihat sendiri kan..."
" Coba kamu bilang.. Pasti ku suruh pengawal untuk menjagamu..." ucap Bayu.
" Ya maaf Bay...Aku gak mau merepoti..." ucap Bimo.
" Aku dah datangin rumah Nando..."
" Ku lihat mobilnya dia gakpapa...Gak ada yang rusak setelah kamu kecelakaan..." ucap Bayu.
" Apa Nando di tahan Bay?" ucap Bimo.
" Enggak...Kita tidak punya bukti yang cukup kuat buat menahan Nando.." ucap Bayu.
" Yo wes...Biar aku aja yang datangin.. Terus tak hajar lagi sampai masuk rumah sakit.." ucap Bimo.
" Jangan....Nanti kamu malah nambah masalah lagi Bim..."
" Kamu ngambil pacarnya orang dah buat masalah...Apa lagi membuat orang masuk rumah sakit..."ucap Bayu.
" Yo ben..."( Biarin)
" Aku mau membalas perbuatannya Bay..." ucap Bimo.
" Jangan sendirian..." ucap Bayu.
" Kowe juga pengen balas dendam Bay...?" ucap Bimo.
" Iya... Tapi sebelum itu tunggu kamu sehat baru kita susun rencana...Bagaimana?" ucap Bayu.
" Hemm....Oke..." ucap Bimo.
" Ya sudah...Aku panggil yang lainnya..." ucap Bayu.
Bayu berjalan keluar untuk memanggil.
Setekah semua masuk,mereka mengobrol seperti biasa.
20 menit kemudian.
" Besok aku ke sini lagi Bim bawa buku gambar...Nanti kamu cerita ciri - ciri 4 orang itu.." ucap Bayu.
" Iya Bay..." ucap Bimo.
" Yo wes kalau gitu...Kita pamit dulu...." ucap Bayu.
****
Rumah Bayu.
Pukul 20.00
Bayu berada di ruang keluarga sedang menggambar wajah Nando. Di samping Bayu ada Melisa yang sedang menulis. Lalu ada Ayu dan Putri yang sedang membaca buku. Bu Hana,Diana dan bu Intan menonton tivi.
" Wan.." ucap Intan.
" Iya ma..." ucap Bayu.
" Cafe kita semakin hari semakin ramai Wan...Terus yang order juga banyak"
" Biasa sehari hanya menghabiskan 500 Kg daging ini lebih. Stok sisa sedikit dan juga stok jeroan untuk coto makasar tadi habis"
" Jika mengandalkan pasar yang biasa kita beli,tidak cukup.." ucap bu Intan.
" Hemmm.... Cari di pasar lain saja ma.." ucap Bayu.
" Sudah...Tadi Paijo menghubungi orang - orang yang di pasar " ucap bu Intan.
" Apakah ada kendala yang tidak bisa di selesaikan ma?" ucap Bayu.
" Hemm....Gak ada...Cuman tempat saja Wan..."
" Kalau di perluas...Harus beli lahan di sebelahnya..."
" Di di tingkat...Libur dulu dong ma..Selama di tingkat" ucap Bayu.
" Nah itu dia.. Soalnya mama perhatikan ada pengunjung yang tidak kebagian tempat,akhirnya di bungkus saja.." ucap bu Intan.
" Kak...Yang ini bagaimana?" ucap Melisa.
" Yang mana Mel..?" ucap Bayu.
" Yang ini kak..." ucap Melisa sambil menunjuk.
Bayu mengambil buku Melisa lalu membacanya.
" Sebentar Mel..."ucappl Bayu.
Bayu membalik halaman sebelumnya. Mencari jawaban atas pertanyaan soal tersebut. Setelah dapat cara mengerjakan soal itu,Bayu memberi tahu ke Melisa cara mengerjakannya.
" Oh iya Wan... Tadi Paijo sudah memberi tahu apa belum?" ucap bu Intan.
" Beri tahu apa ma?" ucap Bayu.
" Tadi pagi sekitar jam 10 ada sidak di Cafe.." ucap bu Intan.
" Sidak? Belum ada ma...Siapa yang sidak..?" ucap Bayu.
" Dinas kesehatan mengecek dapur,tempat penyajian,lalu kebersihan Cafe.." ucap bu Intan.
" Lalu hasilnya gimana ma?" ucap Bayu.
" Alhamdulilah mereka tidak komplain,malah di beri 2 jempol oleh mereka ."
" Mereka bilang Cafe kita bersih dan rapi.."
" Ada suara kicauan burung yang saling bersahutan"
"Serta nilai plusnya yaitu dari segi keamanan.."
" Di cafe atau restoran mewah sekalipun tak ada yang menyamai cafe kita Wan.."
" Terus Cafe kita mendapat sertifikat Tempat makan paling bersih dan nyaman.."ucap bu Intan.
" Ya iyalah... Mana ada restoran mewah di jaga oleh pasukan bersenjata lengkap..." ucap Bayu dalam hati.
" Hanya saja" ucap bu Intan.
" Hanya saja apa ma?" ucap Bayu.
" Mereka mau makan harus nunggu lama,baru dapat tempat.." ucap bu Intan.
" Di perluas lagi gimana sayang?" ucap Diana.
" Kalau yang punya tanah mau jual gak masalah seh di perluas... Tapi,jika mereka gak mau jual ya gak bisa di perluas yank.." ucap Bayu.
" Serahkan itu padaku sayang.." ucap Diana.
" Emang sayang bisa?" ucap Bayu.
" Sayang meremehkan aku?" ucap Diana.
" Enggak... Ya sudah..Jika sayang mampu,ya silahkan...Tapi..."
" Jangan di sertai ancaman ya..." ucap Bayu.
" Sayang tenang saja... Nanti sayang tunggu kabar dariku..."
" Tapi sebelum itu aku minta izin ke sayang.."ucap Diana.
" Izin apa?" ucap Bayu.
" Ya izin keluar rumah untuk urus itu yank.." ucap Diana.
" Oke...Aku izinkan sayang..." .
" Kapan sayang mau keluar.?" ucap Bayu.
" Besok yank.." ucap Diana.
" Mel ke kamar dulu ya...Ngantuk.." ucap Melisa.
" Iya Mel..." ucap semua orang.
" Selamat malam semuanya..." ucap Melisa lalu berjalan ke arah kamar tidurnya.
***
Rumah sakit.
Pukul 14.32
Bayu mengunjungi Bimo kembali,ia membawa peralatan untuk menggambar sketsa wajah pelaku yang menyerang Bimo.
" Coba kamu ceritakan ciri - cirinya Bim" ucap Bayu.
Bimo menceritakan ciri - ciri orang yang menyerang dirinya waktu itu.
Bayu dengan seksama mendengar dan mencoret - coret di kertas HVS.
Setelah jadi 1 sketsa wajah,Bayu memperlihatkan ke Bimo.
" Apakah seperti ini orangnya Bim?" ucap Bayu.
" Iyo Bay..." ucap Bimo.
Bimo lanjut memberi tahu ciri - ciri orang ke dua. Setekah selesai,Bayu menunjukkan ke Bimo. Lalu Bayu lanjut lagi orang ke 3.
Tok...Tok...Tok...( suara pintu di ketuk)
Pintu terbuka,muncul Clara membawa buah - buahan.
" Assalam mua'alaikum..." ucap Clara.
" Wa'alaikum salam...." ucap Bayu,Bimo dan kedua orang tua Bimo.
Bayu melihat jam tangannya.
" Jangkrek... Wes Ashar...Aku shalat dulu ya Bim...Nanti kita lanjut lagi.. " ucap Bayu sambil membereskan peralatan.
" Pak Bayu...." ucap Clara.
" Iya bu..." ucap Bayu sambil memberekan peralatan.
Clara mendekati Bayu.
" Tadi pas saya ke sini..."
" Si Nando mengikuti saya pak..."
" Saya takut pak..." ucap Clara.
Bayu melihat ke arah Clara.
" Di mana dia bu...?" ucap Bayu.
" Terakhir saya lihat di parkiran,lalu saya cepat - cepat ke sini pak..." ucap Clara.
" Bay...Aku jaluk tulung... Jagain Claraku selagi aku ndelosor nang kene yoo..Iso gak Bay?" ucap Bimo.
" Asem....Jadi aku harus minta tolong lagi sama pengawalku...Tapi..."
" Gakpapalah.... Dari pada Bimo kepikiran dan juga Clara kenapa - kenapa.." ucap Bayu.
" Insya Allah Bim...Aku akan minta bantuan ke pengawal...Aku shalat dulu ya.." ucap Bayu lalu berjalan ke arah kamar mandi.
Clara memperhatikan Bayu ketika shalat.
" Yank..." ucap Clara.
" Iya..." ucap Bimo.
" Bayu itu asli orang mana?" ucap Clara.
" Orang Jogja...Kenapa yank?" ucap Bimo.
" Masa seh...?" ucap Clara.
" Yo wes kalau gak percaya..." ucap Bimo.
" Gitu aja ngambek...."
" Aku tuh penasaran aja... Soalnya Bayu berbeda dengan orang indonesia pada umumnya..."
" Terus dia seperti artis korea..." ucap Clara.
" Dia itu keturunan orang jawa dan cina sayang..." ucap Bimo.
" Ooo...Gitu...Pantes..." ucap Clara.
" Pantes kenapa yank?" ucap Bimo.
" Kulitnya putih bersih,terus seperti bersinar.. Matanya rada sipit tapi gak sipit banget..." ucap Clara.
Setelah shalat,Bayu menggunakan ajian Rogoh Sukmo. Setelah sukma Bayu pisah dari raganya.Bayu melesat keluar mencari keberadaan Nando.
" Jika kamu mengganggu keluargaku...Apalagi membuatnya masuk rumah sakit..."
" Aku akan membuatmu lebih menderita.." ucap Bayu sambil mencari keberadaan Nando.
Bayu mengecek setiap lorong. Namun tak menemukan Nando. Lalu Bayu langsung melesat ke parkiran.
Begitu sampai di parkiran,Bayu mencari keberadaan mobil Nando.
Bayu menembus setiap benda di depannya.
Tiba - tiba tangannya ada yang menyentuh.
" Eh.....!!!??? Bayu terkejut.