
Sore hari
Bayu bersama Hiroshi sedang berada di taman.
Nampak Hiroshi memegang sebuah gunting lalu memotong daun pohon bonsai.
" #Ini kalau di jual laku berapa paman?" ucap Bayu sambil menunjuk pohon Bonsai.
Hiroshi melihat ke arah Bayu.
" Hemm... 32 juta Yen..." ucap Hiroshi.
" Buset....Mahal banget...." ucap Bayu.
" Merawat pohon ini butuh kesabaran serta fokus...Hingga menciptakan hasil karya yang sangat luar biasa..."
" Bonsai yang itu..."
Hiroshi menunjuk salah satu tanaman Bonsai.
Bayu melihat arah yang di tunjuk oleh Hiroshi.
" Itu adalah pohon milik almarhum ibunya Hinata.." ucap Hiroshi.
Bayu menghampiri pohon Bonsai milik almarhum ibunya Hinata,lalu mengamatinya.
" # Ini berumur berapa tahun paman?" ucap Bayu.
" Itu sudah 21 tahun... Sebelum Hinata lahir.." ucap Hiroshi.
" Ooo...." ucap Bayu.
Bayu mengeluarkan hape nokianya,lalu memfoto pohon Bonsai tersebut.
Nabila dan Nadya menghampiri Bayu.
" Nang kene rupane...Tak golek i nang jero ora ono" ucap Nadya.( di sini rupanya,ku cariin di dalam enggak ada).
" Ono opo mbak..?" ucap Bayu.
" Nanti jalan - jalan gak Bay?" ucap Nadya.
" Hemm...Enggak..Besok baru jalan - jalan...Soalnya ada temannya Ayu mau datang ke sini..." ucap Bayu.
Muncul ketiga istri Bayu, Keiko dan 3 orang gadis yang belum Bayu kenal.
" Shujin..." ucap Ayu.
Bayu menoleh ke Ayu.
" Iya..." ucap Bayu.
" Besok malam ada festival...Kita kesana ya..." ucap Ayu.
" Iya sayang..." ucap Bayu.
***
Esok hari di malam hari.
Bayu bersama keluarga dan rombongannya mengunjungi festival musim semi.
Nampak Bayu dan yang lainnya mengenakanan pakaian khas Jepang. Hanya pengawal yang memakai jas hitam,kacamata hitam.
Nampak orang - orang memakai pakaian khas Jepang berlalu lalang di pinggir jalan.
" Itu lampion terbang ya ?" ucap Bayu sambil menunjuk
" Iya shujin...."
" Shujin mau menyalakan lampu lampion itu..?" ucap Ayu.
" Mau lah...." ucap Bayu.
Keiko datang bersama seorang pemuda dan 2 temannya.
" Hai Hinata..." ucap pemuda itu menyapa Ayu.
" # Hai juga..." ucap Ayu.
" Lama tidak berjumpa... Kata Keiko,kamu sudah menikah dan tinggal di indonesia.." ucap pemuda itu.
" #Iya itu benar... Ini suamiku.." ucap Ayu.
Pemuda itu melihat ke arah Bayu lalu melihat ke Ayu lagi.
" Mengapa kamu berpakaian seperti itu?" ucap pemuda itu penasaran.
" # Ini pakaian muslimah,aku memeluk agama Islam,jadi..."
"# Aku wajib menutup auratku.." ucap Ayu.
" Aurat...? Apa itu aurat?" ucap pemuda itu.
"# Aurat itu bagian tubuh yang tidak boleh di lihat oleh orang lain,kecuali pasangan yang sah setelah menikah" ucap Bayu.
" Ooo...Begitu..."
" Islam itu apa?" ucap pemuda itu.
" #Keyakinan... Kita yakin tuhan itu satu bernama Allah SWT,yang menciptakan seluruh alam dan isinya..." ucap Bayu.
" Menarik..." ucap pemuda itu.
"# Jika anda tertarik.. Beli saja buku Al Qur'an yang ada terjemahannya.." ucap Bayu.
" Al Qur'an itu apa?" ucap pemuda itu.
" Al Qur'an itu adalah kitab suci yang berisi firman Allah SWT yang di turunkan ke nabi Muhammad SAW melalui malakait Jibril" ucap Bayu.
" Muhammad?? Malaikat Jibril"
" Siapa itu muhammad? Dan siapa itu malaikat Jibril" ucap pemuda itu.
" #Muhammad SAW adalah Seorang pria yang menerima wahyu dari Allah SWT,untuk mengajak umat manusia ke jalan yang benar..Malaikat Jibril itu seorang malaikat yang membawa pesan " ucap Bayu.
" Jalan yang benar? Maksudnya apa? Apakah manusia itu salah jalan atau tersesat?" ucap pemuda itu
" Jiangkreek...Kalau di ladenin terus bisa seharian ngobrol...Tapi...Gak masalah seh..Semoga aja dia masuk islam..Amiiin" ucap Bayu dalam hati.
" #Apakah anda bisa bahasa inggris?" ucap Bayu.
" Tentu..Saya bisa bahasa inggris.." ucap pemuda itu.
Bayu teringat jika Ayu memiliki Al Qur'an dengan terjemahan bahasa inggris,lalu Bayu menoleh ke Ayu.
" Yomesan..." ucap Bayu.
" Iya shujin.." ucap Ayu.
" Al Qur'an milikmu bagaimana jika di berikan ke pria itu... Nanti yomesan beli lagi" ucap Bayu.
" Baiklah..." ucap Ayu.
" # Oh iya..Nama saya Bayu.." ucap Bayu sambil mengulurkan tangan ke pemuda itu.
" Saya Satoru.." ucap pemuda itu.
Bayu dan Satoru melepaskan jabatan tangannya.
"# Apakah besok anda punya waktu luang?" ucap Bayu.
" Hemmm...."
" Sore saya punya waktu luang..." ucap Satoru.
"# Datanglah kerumah Hinata...Saya ada di sana.."
"# Saya akan menunjukkan anda kitab suci agama islam.." ucap Bayu.
" Baiklah...Saya akan datang..." ucap Satoru.
" Ayo kak,kita cari lampion.." ucap Melisa.
" # Maaf..Saya tinggal dulu,adik saya ingin membeli lampion." ucap Bayu.
" Oh iya...Silahkan..." ucap Satoru.
Mereka kemudian mencari penjual lampion terbang,begitu dapat. Mereka bersama - sama menyalakan lampu lampion tersebut.
Setelah mereka menyalakannya,
" Ayo kita lepas sama -sama..." ucap Bayu.
Salah satu pengawal memfoto mereka.
" satu....Dua...Tiga...." ucap rombongan Bayu.
Nampak lampu lampion terbang mengudara.
" Shujin...Aku jadi teringat ibu.." ucap Ayu.
Bayu merangkul Ayu.
" Semoga ibu tenang di alam sana..." ucap Bayu.
Ayu menganggukkan kepala.
Nampak sekelebat bayangan menembus lampu lampion terbang.
" Jiangkreek..."
" Hantunya juga ikutan maen lampu lampion.." ucap Bayu dalam hati.
Setelah puas menikmati susana festival.Mereka pergi ke sebuah restoran.
Setelah menempuh perjalanan,akhirnya mereka sampai di Restoran.
" Ini restoran milik keluargaku shujin.." ucap Ayu.
" Ooo..Begitu.." ucap Bayu.
Mereka kemudian duduk di kursi yang telah di persiapakan sebelumnya.
" Pesan apa mas..?" ucap Putri.
" Gado - gado..." ucap Bayu.
" Gak ada mas..." ucap Putri.
" Mas pengen..." ucap Bayu.
" Nanti aja kalau dah pulang le Indonesia,adek buatkan.." ucap Putri.
" Ya sudah deh...Mas ngikut aja " ucap Bayu.
" Minumnya?" ucap Putri.
" Teh hangat saja..." ucap Bayu.
Akhirnya Putri memesankan makanan untuk Bayu.
***
Sore hari.
Bayu duduk bersama Bejo,Ki Kartolo dam keluraga Hatake yang semuanya laki - laki.
Mereka mengobrol tentang kehidupan sehari - hari.
Bayu diam menyimak.
Tak lama kemudian datang seorang pengawal mendekati Bayu.
" Maaf tuan...Ada yang mencari anda.. Seorang pria bernama Satoru.." ucap pengawal.
"# Oh iya... Tadi malam saya menyuruhnya datang...Tolong suruh dia menunggu di ruang tamu,saya akan ke kamar dulu.." ucap Bayu.
" Baik tuan..." ucap pengawal lalu pergi.
"# Maaf,saya tinggal dulu...Karena ada tamu.." ucap Bayu lalu berdiri dan berjalan menuju kamar untuk mengambil Al Qur'an dan 2 kotak minuman teh kotak,setelah mengambil,Bayu berjalan ke ruang tamu.
Nampak Satoru duduk di kursi sofa sendirian,saat Bayu muncul,Satoru berdiri.
Bayu berjalan ke arah Satoru lalu mengulurkan tangannya.
"# silahkan duduk"
Mereka kemudian duduk,Bayu meletakkan teh kotak dan Al Qur'an di meja.
" # Ini minumannya...Ini dari indonesia.Silahkan di minum." ucap Bayu.
Satoru mengambil lalu meminum.
" Enak..."ucap Satoru.
"# Ini adalah kitab suci agama Islam bernama Al Qur'an.."
"# Di dalamnya ada 2 bahasa.."
"# Bahasa arab dan terjemahan ke dalam bahasa inggris.."ucap Bayu. Lalu menyerahkan ke Satoru.
Satoru mengambil lalu membuka Al Qur'an lalu membaca dalam hati.
Bayu diam sambil melihat ke arah Satoru.
Awalnya Satoru biasa saja saat membaca dalam hati,lama kelamaan ia hanyut dalam membaca terjemahan tersebut.Lalu melihat ke arah Bayu.
" Apakah boleh buku ini saya pinjam?" ucap Satoru.
" # Itu saya berikan untukmu..." ucap Bayu.
" Benarkah?" ucap Satoru.
Bayu menganggukkan kepalanya.
Satoru kembali membaca terjemahan lagi. Lalu melihat ke Bayu.
" Ini yang arab bagaimana cara membacanya?" ucap Satoru.
" # Anda harus belajar mengenal huruf Hijaiyah,huruf yang berasal dari arab..Jika sudah belajar dan bisa ,maka anda bisa membaca kitab suci Al Qur'an itu..." ucap Bayu.
" Apakah tidak ada yang bahasa jepang,dan mengapa harus bahasa arab..?" ucap Satoru.
" # Bahasa Jepang juga ada,tapi itu artinya saja,Jika aslinya bahasa arab...Agar kitab itu terjaga dan tidak ada yang merubahnya" ucap Bayu.
" Apakah ada yang bisa merubahnya?" ucap Satoru.
" #Ada... Dan itu langsung di musnahkan karena tidak sesuai dengan yang asli.."
"# Sejak Firman itu turun sampai sekarang,tak ada yang berubah..." ucap Bayu.
Satoru menganggukkan kepala.
" Bisakah anda membacakannya kepada saya?" ucap Satoru.
" Bisa..." ucap Bayu.
Kemudian Bayu melantunkan Surah Ar Rahman dengan bacaan yang merdu.
Satoru diam menyimak ucapan Bayu.
Di dalam diri Satoru terdapat getaran jiwa yang bergejolak. Tak terasa air matanya menetes mendengarkan lantunan Al Qur'an.
Keluarga Hatake yang berada di ruang keluarga mendengar suara Bayu,datang menghampiri. Mereka melihat Bayu duduk berhadapan seorang pemuda yang diam,sambil meneteskan air mata.
Hingga Bayu memyelesaikan ayat Ar Rahman tersebut.
Sebagian keluarga Hatake juga meneteskan air matanya,hati mereka bergetar mendengarkan Bayu melantunkan suara yang begitu merdu yang belum pernah mereka dengar.
" Apa yang anda ucapkan barusan itu?" ucap Satoru.
" # Itu adalah sebagian isi dalam kitab suci Al Qur'an.." ucap Bayu.
" Apakah anda hapal kitab ini?" ucap Satoru.
"# Iya saya hapal... Setiap hari saya membacanya..." ucap Bayu.
" Sungguh indah sekali....."
" Apakah anda mau mengajarkan itu kepada saya?" ucap Satoru.
"# Maaf... Bukannya saya tidak mau mengajarkan kepada anda..Tapi saya di sini hanya sementara saja,saya harus kembali ke indonesia 3 hari lagi..."
"# Jika anda benar - benar ingin mempelajarinya...Datang saja ke mesjid..."
" Mesjid??" ucap Satoru.
"# Iya..Mesjid itu ada di Kobe terletak di Nakayamate Dori "
Bayu melihat jam tanganya.
" #Maaf... Saya tinggal dulu.. Karena saya mau ibadah.." ucap Bayu.
"Oh iya...Saya juga ada keperluan.."
" Hemm...Apakah boleh saya minta nomor telponnya.. ucap Satoru.
" # Boleh..."
Satoru memgambil ponselnya,lalu Bayu nomor hapenya.
" # Itu nomor yang biasa saya pakai di indonesia,jika di telpon di sini tidak bisa.Sebab saya pakai hp khusus." ucap Bayu.
" Ooo..Begitu.."
Satoru sedikit membungkuk ke Bayu.
" Terima kasih " ucap Satoru lalu menegapkan badannya.
" # Iya...Sama - sama.."
Bayu mengantar Satoru hingga ke teras.
"#.Sampai berjumpa lagi..." ucap Bayu.
" Iya..." ucap Satoru.
Bayu berjalan ke dalam.
Kiyoshi datang memghampiri.
" Bayu -chan...Tadi itu kamu membaca apa?"
" Memgapa kakek menangis mendengarnya?" ucap kakek Kiyoshi.
" # Itu adalah bacaan kitab suci Al Qur'an kakek..."
"# Maaf...Bayu tinggal dulu mau beribadah.." ucap Bayu.
pukul 20.10.
Setelah makan malam bersama,Bayu kbali berkumpul.
" Bayu - chan...Kakek penasaran sekali..Apa yang tadi sore yang kamu baca itu?" ucap Kakek Naruto.
"# Bayu membaca salah satu surah dalam Al Qur'an kakek...Al Qur'an adalah kitan suci agama islam...." ucap Bayu.
" Ooo..Begitu...Mengapa hati kakek bergetar mendengarkannya,hingga tak terasa kakek meneteskan air mata.." ucap kakek Naruto.
" # Al Qur'an adalah kalimat dari Allah SWT tuhan semesta alam,yang di turunkan kepada nabi Muhammad SAW dari abad ke 6 kakek.." ucap Bayu.
" Bisakah Bayu - chan menunjukkan ke kakek buku kitab suci itu..? Kakek ingin melihatnya.." ucap kakek Naruto.
"# Tadi Bayu berikan kepada Satoru kek..."
Nampak kakek Naruto sedikit kecewa.
"#.Hem....Apa kakek punya kertas dan kuas kecil...?" ucap Bayu.
" Ada di rumah,tidak kakek bawa.." ucap kakek Naruto.
" Sebentar...Saya punya ayah.." ucap Kakashi lalu berdiri dan berjalan untuk memgambilnya.
Tak lama kemudian Kakashi kembali membawa peralatan lalu di berikan ke Bayu.
Bayu menerima,lalu membuka gulungan kertas dan meletakkannya di meja. Setelah itu Bayu mengambil kuas kecil yang biasa di buat menulis kaligrafi tulisan Jepang.
Bayu menggerakkan kuas kecil itu dengan lincah membentuk tulisan huruf arab di kertas tersebut. Bayu menulis surah Al Fatihah di kertas itu.
Setelah selesai,Bayu menunjukkan ke kakek Naruto.
" # Ini adalah salah satu kalimat yang ada di dalam kitab suci kami kek.." ucap Bayu.
" Tulisanmu sungguh indah sekali.." ucap kakek Kiyoshi.
" Ini apa bacaanya Bayu - chan?" ucap kakek Naruto.
Bayu kemudian membacanya.
" Itu tulisan apa Bayu - chan?" ucap Akihiro.
" # Ini tulisan arab paman..." ucap Bayu.
" Hinata...Apakah kamu bisa membacanya?" ucap Satoshi.
" # Bisa paman...." ucap Ayu.
" Jika aku buat terjemahan ke bahasa Jepang,mungkin akan banyak pemeluk agama islam..."
"Heeemmm"
" Nanti lah...Setelah liburan ini..Aku akan membuat terjemahannya..."ucap Bayu dalam hati.
"# Nanti akan Bayu buatkan terjemahannya kek...Lalu akan Bayu kirim ke kakek.."
Bayu teringat mempunyai muratal Al Qur'an dalam bentuk MP3. Lalu Bayu memgeluarkan hape yang satu.
" #Ini Bayu mempunyai rekaman orang yang membaca kitab suci Al Qur'an."ucap Bayu lalu memplay suara tersebut.
Terdengar suara orang mengaji di hape Bayu,keluarga Hatake diam mendengarkan.
30 menit kemudian.
" Bayu - chan...Maukah Bayu- chan mengajarkan kitab suci itu?" ucap kakek Kiyoshi.
Bayu tersenyum.
"# Bayu mau..Tapi..."
" # Kakek harus datang ke Indonesia." ucap Bayu.
Nampak Kiyoshi berpikir.
" Baiklah....Kakek akan ikut kalian nanti.." ucap kakek Kiyoshi.
***
6 hari Bayu berada di Jepang.
Pukul 8.35.
Rombongan Bayu berjalan - jalan di sebuah Mall. Mall tersebut belum pernah di datangi oleh Bayu.
Nampak orang - orang berlalu lalang jalan kaki.
" Kak Bayu..." ucap Melisa.
" Ya Mel..." ucap Bayu.
" Kita ke Timezone yuk..." ucap Melisa.
" Ayook..." ucap Bayu.
"Pasti mau menghabisi semua hadiahnya lagi ini" ucap Bayu dalam hati.
" Kenapa di sini banyak yang jalan kaki Bay?" ucap Nadya.
" Biar sehat dan di sini pajak kendaraan sangat mahal daripada di tempat kita mbak.." ucap Bayu.
" Ooo...Begitu..." ucap Nadya.
" Bersih ya kota ini..." ucap Nabila.
" Mereka rajin menjaga kebersihan... " ucap Daniel.
" Coba aja di Indonesia juga seperti Jepang.."
" Pasti negara kita bersih gak ada sampah..." ucap Melisa.
" Lee... Pak Kyai Mustafa ngarep kowe.Kapan awakmu iso ngendangi pak kyai Mustafa.." ucap Ki Kartolo.( memgharapkanmu,kapan dirimu bisa menjenguk pak kyai mustafa)
" Kulo mboten nate daleme pak kyai Mustafa pakde.." ucap Bayu.( saya tidak tahu rumahnya pak kyai Mustafa).
" Hemm...Engko bar muleh,kita merono?"( Nanti setelah pulang,kita kesana)
" Mesisan( sekalian) ibumu di jak.." ucap Ki Kartolo.
" Ogah...Aku gak bakalan melu pak tua.." ucap bu Hana.
" Yo wes..Nak ngono Bayu wae...Yo lee.." ucap ki Kartolo.
" Injih pakde.." ucap Bayu.
Setelah sampai di arena bermain,mereka pun membeli koin lalu bermain.
Melisa menarik tangan Bayu," Ayo kak kita ke situ..." ucap Melisa.
Bayu mengikuti kemauan adik sepupunya tersebut.
Nampak puluhan jam tangan di pajang dalam kotak permainan.
" Main yang ini kak..Bantuin ya kak." ucap Melisa.
" Iya Mel..." ucap Bayu.
Melisa memainkan permaianan,sebuah jam tangan berhasil Melisa ambil di bantu Bayu yang memggunakan ajian Rogoh Sukmo.
Bejo yang melihat tak mau kalah.
" Nadya...Ayo kita kuras hadiah di sini.." ucap Bejo.
" Ayo mas..." ucap Nadya.
Bejo bersama Nadya memisahkan diri. Lalu Nadya yang memainkan permainan,sementara Bejo menggunakan ajian Rogoh Sukmonya.
Ki Kartolo yang melihat Bejo dan Bayu menggunakan ajian Rogoh Sukmo untuk menguras hadiah juga gak mau kalah.
" Ayo buk e...Melu aku..." ucap Ki Kartolo.
" Ikut kemana pak e.." ucap istri Ki Kartolo.
Ki Kartolo menarik tangan istrinya,lalu berjalan menghampiri salah satu kotak permaianan.
" Ibuk seng maenke yo.." ucap Ki Kartolo.
" Oalah pak...Pak...Koyok bocah wae...Emmoh aku.." ucap istri ki Kartolo.
" Ayo lah buk... Aku ra tau maen ngene iki.." ucap Ki Kartolo.( aku
" Yo bapak maen dewe wae...Aku ogah.." ucap Ki Kartolo.
" Yo wes..." .
Ki Kartolo memghampiri Nabila.
" Ayo nduk..Melu pakde.." ucap Ki Kartolo.
Nabila mengikuti ki Kartolo.
Setelah sampai di kotak permainan,Nabila memasukkan koin lalu memainkan permainan. Ki Kartolo menggunakan ilmu ajian Rogoh Sukmonya.
Satu persatu hadiah di ambil oleh Ki Kartolo.
10 menit kemudian,seluruh hadiah ludes di ambil oleh rombongan Bayu.
Nampak seorang Manajer tak bisa berbuat banyak,dan memarahi anak buahnya,karena permainan itu dengan mudah di mainkan oleh rombongan Bayu.
Bejo melihat permainan lempar bola ke sebuah lubang.
" Bay...Dolanan itu yuk..." ucap Bejo.
" Ayo..."
" Pakde...." ucap Bayu memanggil ki Kartolo yang tak jauh darinya.
Ki Kartolo datang memghampiri.
" Opo lee.." ucap Ki Kartolo.
" Kita lomba yuk...Yang menang dapat hadiah 100 ribu Yen..." ucap Bayu.
" Ayoo..." ucap Ki Kartolo.
Mereka bertiga memasukkan koin,lalu permainan pun di mulai.
Nampak Ki Kartolo,Bayu dan Bejo memasukkan bola ke poin yang tinggi. Tak ada yang meleset.
Pengunjung yang melihatnya pun terkesima,sebab mereka memasukkan bola itu selalu ke poin tertinggi.
Hingga permainan berakhir. Skor sama.
" Yaaa...Podo kabeh rek.." ucap Bejo.
" He eh...Kirain ada yang kalah..." ucap Bayu.
" Dolanan opo neh lee?" ucap Ki Kartolo menikmati permaianan tersebut,sebab ia baru pertama kali menginjakkan kaki di timezone.
" Sembarang wae lah pakde..." ucap Bayu.
Bayu bermain memasukkan bola lagi,tapi bukan dirinya bermain,melainkan keluarganya. Ia memggerakkan bola ke arah poin tertinggi,sehingga mendapatkan kupon sangat banyak. Ketika kopon di dalam meain habis,Bayu memanggil teknisi untuk mengisi,setelah terisi,Bayu kembali menahan bola lalu melelatkkan ke poin tertinggi lagi,sehingga mendapat bonus.
Akhirnya mereka bermain lagi hingga 3 jam lamanya.
Setelah puas bermain,pengawal membawa kupon untuk di tukar.
" Biyuuh....Kuwi kabeh kupon hadiah Bay?" ucap pak Joseph melihat 10 kantong kresek besar berisi kupon.
" Enggeh pak..." ucap Bayu.
Setelah selesai di hitung,mereka menukarkan kupon itu dengan hadiah yang besar. Lalu mereka meninggalkan wahana itu.
" Sak jane iki curang loh Bay.." ucap Bejo sambil berjalan.( Sebenarnya ini curang loh Bay)
" iya kang...Tapi kenapa sampeyan ikut - ikutan?" ucap Bayu.
" Lah piye...Aku tuh gak pernah main begituan kok..."ucap Bejo.
" Habis ini kemana mas...?" ucap Nabila.
" Ga tahu...Aku cuman ngikut aja.." ucap Bayu.
" Kita makan yok....Laper..." ucap Bimo.
" Makan di mana Bim?" ucap Lukman.
" Sembarang...Yang penting ada nasinya..' ucap Bimo.
Mereka akhirnya pergi ke stand makanan KFC,lalu memesan makanan.
" Pras... Nang Jakarta kowe selalu ngene iki kah?" ucap ibunya Bimo.
" Enggak mbok... Paling banter mangan sop daging nang Cafe"ucap Bimo.
***
Pagi hari.
Nampak Bayu dan ketiga istrinya memeriksa barang bawaan,karena hari ini mereka akan pulang ke indonesia.
" Gak ada yang ketinggalan kan?" ucap Bayu.
" Gak ada sayang..." ucap Diana.
" Yok kita keluar.." ucap Bayu.
Mereka kemudian keluar kamar menuju ruang tamu.
Nampak Kakashi,kakek Naruto,kakek Kiyoshi dan Hiroshi berada di ruang keluarga.
" # Apakah ayah sudah siap?" ucap Bayu.
"Sudah dari tadi..." ucap Kakashi.
Kemudian mereka menunggu yang lain untuk pulang ke Indonesia.
30 menit kemudian.
Mereka sudah siap lalu berangkat menggunakan mobil menuju Bandara.