SANG PENERUS.

SANG PENERUS.
PIYE KABARE


Setelah Bayu dan Sulis selesai makan sate.Mereka menunggu pesenan satenya jadi.


" Teman mas masih di Cafe?" ucap Sulis.


" Masih Lis.... " ucap Bayu.


" Apakah mas sudah datangin pak H. Ridwan.?" ucap Sulis.


" Belum Lis...Nanti aku kesana.."


Pesanan sate Bayu telah jadi.


" Pinten pak?" ucap Bayu.


" Sampun di bayar.." ucap penjual.


" Asem.."


" Oh iya...Masih ada lontong gak pak?"ucap Bayu.


" Ada.." ucap penjual.


" Beli 10 pak jadikan 2 bungkus, Lima Lima.." ucap Bayu.


Bayu mengeluarkan dompet lalu membayar


Mereka berjalan pulang.


" Mas sudah tahu apa belum." ucap Sulis.


" Tahu apa Lis? Tahu kuning apa tahu Sumedang" ucap Bayu.


" Itu...1 keluarga tewas secara misterius.." ucap Sulis.


" Enggak..." ucap Bayu.


" Edi bersama ayah dan ibunya tewas..Lalu adiknya menghilang.." ucap Sulis.


" Ooo....Begitu." ucap Bayu.


" Gilaaa...Berarti Kumala Sari yang membunuh mereka..." ucap Bayu dalam hati.


" Kapan mas melamarku?" ucap Sulis.


" Insya Allah bulan depan jika gak ada halangan..."ucap Bayu.


" Minggu depan gimana mas?"


" Acaranya gak usah ramai - ramai..Cukup ijab kabul saja...Yang penting sah.." ucap Sulis.


" Aku belum datangin keluarga besarku Lis." ucap Bayu.


Mereka pun sampai di rumah.


" Lis...Aku langsung pulang ya.."


" Sudah malam...Gak enak sama tetangga.." ucap Bayu.


" Baru jam 11 mas.." ucap Sulis.


" Aku sudah punya anak Lis...Nanti anakku nangis nyariin aku bagaimana" ucap Bayu.


" Iya deh..Tunggu dulu mas" ucap Sulis.


" Ini bawa sekalian Lis.." ucap Bayu menyerakan sebagian sate yang di beli.


" Gak usah mas..."


" Mereka sudah makan tadi. Itu buat ibu aja.." ucap Sulis. Lalu masuk kedalam.


Tak lama kemudian,muncul kedua orang tua Sulis dan juga Sulis.


" Kenapa tidak menginap di sini nak.." ucap ibunya Sulis.


" Maunya seh begitu bu..Tapi saya bukan pemuda yang masih lajang bu.." ucap Bayu.


" Maah...Sulis boleh tinggal di rumah Bayu gak?" ucap Sulis.


" Jangan Lis..."


" Kalau kita tinggal di jakarta aja gak masalah Lis..."ucap Bayu.


" Aku ingin tinggal seperti dulu mas.." ucap Sulis.


" Aku gak mau tetangga ghibahin kita."


" Pak....Ibu...Saya pulang dulu.."ucap Bayu.


" Saya antar bagaimana?" ucap ayahnya Sulis.


" Gak usah pak..."


" Assalam mu'alaikum..."ucap Bayu.


" Wa'alaikum salam " ucap Sulis dan ayahnya.


Bayu berjalan ke arah depan sambil mengeluarkan ponselnya. Ia menghubungi ibunya.


Tuuut...Tuuut...Tuuut.


" Assalam mu'alaikum...Ada apa sayang" suara Hana.


" Wa'alaikum salam..gakpapa bu.."


" Apakah ruang tamu kosong bu..?" ucap Bayu.


"Kosong nak..." suara Han.


" Ya sudah kalau gitu bu...Assalam mua'laikum. Ucap Bayu.


" Wa"alaikum salam.." suara Hana.


Bayu melihat sekitar.Setelah yakin tak ada orang dan tak ada kamera CCTV,Bayu menghilang.


***


Rumah Hana.


Bayu muncul di ruang tamu lalu berjalan ke arah kamar.


"Assalam mu'alaikum.." ucap Bayu sambil berjalan.


" Wa'alaikum salam..." ucap Hana dan kedua istri Bayu di depan tivi ruang keluarga.


Bayu melihat Ibunya bersama kedua istrinya belum tidur.


" Loh kok belum tidur.


" Kita nunggui abi pulang.." ucap Ayu.


"Ooo...Kebetulan..Ini aku bawa sate.Bentar aku ambil piring dulu.." ucap Bayu sambil meletakkan sate di depan istri dan ibunya.


" Banyak betul satenya sayang.." ucap Hana.


" Di belikan sama Sulis tadi bu.." ucap Bayu sambil berjalan.


Tak lama kemudian Bayu muncul membawa tumpukan piring,pisau,sendok dan teh kotak dalam nampan,lalu di letakkan di depan istrinya.


Kedua istrinya memotong lontong.


" Sulis gimana bi..?" ucap Diana sambil memotong lontong.


" Abi seh sudah sudah cerita.."


" Dia mau nerima abi..Untuk.masalah dia ada hubungan badan sama cowok,abi gak tanya..."


" Sebab abi sendiri juga berhubungan badan dengan wanita lain.." ucap Bayu.


" Kapan sayang mau nemuin kakek.." ucap Hana.


" Insya Allah besok bu.."


" Oh iya...Katanya Sulis,hari senin dia mau ke sini..Gak tahu jadi apa enggak.." ucap Bayu.


" Sate ini berikan ke orang - orang yang ngumpul di pos ronda sayang..Kita gak bisa menghabiskan.." ucap Diana.


" Okee..." ucap Bayu.


Bayu memgambil bungkusan plastik tak lupa pisau buat motong lontong, lalu berjalan keluar menuju pos ronda.


" Loh...Abi gak makan?" ucap Ayu.


Bayu menghentikan langkahnya,lalu membalikkan badan.


" Sudah,tadi sebelum pulang abi makan dulu bersama Sulis..." ucap Bayu. Lalu lanjut berjalan lagi.


Nampak di jalanan agak sepi,hanya suara Jangkrik dan binatang malam yang terdengar.


Bayu berjalan kaki ke arah pos ronda, ia mengetahui posisi pos ronda itu,karena pernah lihat sewaktu berlari pagi.


Nampak ada 7 pria berkumpul di pos ronda.4 pria adalah pengawal keluarga Han yang sedang menyamar. Bayu berjalan santai ke pos tersebut.


" Assalam mu'alaikum.." ucap Bayu saat tiba di pos ronda.


" Wa'alaikum salam..." ucap 7 pria.


" Saya ada rejeki buat kalian..." ucap Bayu sambil memberikan bungkusan plastik berisi sate.


" Waah...Rejeki gak kemana..Kebetulan wetengku luwe.." ucap pria 1.


" Sampeyan anak e sopo?" ucap pria 2.


" Anak e bu Viana pak.." ucap Bayu.


" Seng kerjo nang Hongkong itu kah?" ucap pria 3.


" Injih leres.." ucap Bayu.


" Layakno bojone ayu - ayu. Seng duwe guanteng tenan.."


" Sopo jenengmu?" ucap pria 1.


" Bayu pak..." ucap Bayu.


" Aku Broto.." ucap pria 1 sambil menyodorkan tangan. Bayu menyambut tangan pria 1 tersebut.


Lalu di susul pria lainnya.Ke tujuh pria itu berkenalan dengan Bayu.


Bayu duduk di lantai pos setelah berkenalan.


" Lah...Awakmu lapo gak mangan..?" ucap pak Broto sambil memegang tusuk sate.


" Sampun pak...Nyuwun kopine ngih " ucap Bayu melihat ceret lalu ada gelas berisi kopi.


" Monggo...Ambil sendiri.." ucap Wawan.


Bayu mengambil ceret lalu menuangkan kopi ke gelas yang masih kosong.


Pria bernama Dani menyodorkan rokok ke Bayu,Bayu menerima lalu membakar rokok tersebut.


Huuuufft..... Asap keluar dari mulut Bayu.


" Kowe nang Hongkong kerjo opo?" ucap Broto.


" Dolanan bedil - bedilan pak..." ucap Bayu.( mainan tembak - tembakkan ).


" Bedil opo..?" ucap Wawan.


" Bedil tikus..Akeh hama tikuse nang Hongkong.." ucap Bayu asal bicara.


1 Jam Bayu mengobrol,lalu ia memutuskan untuk pulang.


***


Pagi harinya.


Bayu membantu istrinya mencuci pakaian.


" Mayan banyak juga yang kotor" ucap Bayu dalam hati sambil membersihkan popok milik Bintang dan Imam. Setekah tak ada ada kotoran yang menempel,kemudian memasukkan dalam mesin cuci.


"Shujin tidak ke Jakarta?" ucap Ayu yang sedang membilas pakaian.


" Engko yomesan..Bar dzuhuran aku rono.." ucap Bayu.


Hana muncul sambil membawa popok kotor.


" Ini belum ibu buang kotorannya...Sayang siram di closet ya.." ucap Hana.


" Pakaian ibu yang kotor mana? Sekalian Bayu cuci.." ucap Bayu.


" Ndak usah ,ibu masih bisa nyuci sendiri.." ucap Hana.


Bayu berjalan ke WC,kemudian menyiram e'ek yang melekat . Setekah bersih,Bayu berjalan lagi ke mesin cuci.


1 Jam kemudian.


Bayu duduk di teras rumah setelaj mencuci pakaian.Ia bingung harus melakukan apa,lalu melihat jam tangannya.


" Masih jam 9..."


" Enaknya kemana ya.."


" Heeemmmm...."


" Mancing...Alat pancingku gak ada.." ucap Bayu dalam hati.


Kemudian Bayu mengambil ponsel Nokianya,ia iseng menelpon Ling Ling.


Setelah memasukkan kode dan nomor telpon,Bayu meletakkan di telinga.


Tuuut....


" Nyambung.." gumam Bayu.


Tuuut...Tuuut...Tuut. ..Tuut...Tuuut...


" Asem...Gak dia angkat..."


Bayu menghubungi lagi.


Tuuuut...Tuuut...Tuut...


" Haloo..." ucap Bayu ketika panggilannya masuk.


" Ini siapa?" suara Fei Long.


" * Paman Jancok..." ucap Bayu.


" Jiaang....Kamu kah itu.." suara Fei Long.


" Jancook..."


" Ada. Tunggu,apakah kamu benar - benar Jiang?" suara Fei Long.


" * Iya paman..Ne aku Jiang.."


" * Bagaimana kabar paman dan bibi?" ucap Bayu.


" Baik...Kamu ada di mana Jiang..?" suara Fei Long.


" * Di hati paman.." ucap Bayu.


" Jancook..." suara Fei Long.


" * Mana bibi paman?" ucap Bayu.


"Jiang...Kamu kah itu" suara Ling Ling.


"* Iya... " ucap Bayu.


" Kapan kamu kesini lagi..?" suara Ling Ling.


" * Aku sudah berada di tempat terindah yang selama ini aku impikan bi.Jadi aku tak bisa kesana." ucap Bayu.


" Maksudmu apa Jiang?"suara Ling Ling.


" Aku berada di surga bi...Bersama wanita cantik. Sudah dulu ya bibi cantik..Nanti di lanjut lagi.." ucap Bayu lalu mematikan panggilannya.


Bayu menghela nafasnya. Ia sengaja menelpon orang yang telah membantu dirinya.


Tiba - tiba ponselnya bergetar.


Bayu melihat ke layar.


Nampak panggilan nomor asing.


Bayu membiarkan panggilan itu hingga mati sendiri,lalu mencabut batreinya.


" Lebih baik aku datangin mbah buyutku saja,meminta daftar orang telah kekuar dari penjara.." ucap Bayu dalam hati.


Bayu berdiri lalu berjalan masuk ke dalam rumah.


Nampak Diana duduk di kursi tamu sambil mainan ponselnya,di pangkuan ada Bintang yang terlelap tidur.


" Abi mau ke rumah mbah Zhang.." ucap Bayu.


Diana melihat ke arah Bayu.


" Iya bi..." ucap Diana.


Bayu berjalan lagi untuk menemui Ayu,kemudian ibunya. Setelah berpamitan,Bayu menghilang.


***


Jakarta.


Rumah Bayu.


Bayu muncul di dalam kamarnya.Lalu ia memandang sekeliling kamar.


Nampak kamar itu bersih dan rapi meskipun tidak di tempati.


Lalu Bayu berjalan ke brankas miliknya.


Ketika sampai,ia menekan kode sandi.


Tit...Tit...Tit...Tiit...tit....Tit...Tit..Tit...


Lampu indikator menyala.


" Belum di ganti sama Putri.." gumam Bayu,lalu membuka brankas.


Nampak tumpukan uang,emas batangan dan beberapa surat berharga. Ada sebuah kertas yang menurutnya asing,Bayu mengambil kertas itu,lalu membukanya.


Rupanya itu kertas surat yang ia tulis ketika akan pergi ke China.


" Ya Allah...Kenapa engkau mengambil nyawa Putri..." ucap Bayu dalam hati. Air matanya keluar,karena teringat akan kenangan bersama kekasih pujaan hatinya.


10 menit kemudian.


Bayu menutup kembali brankasnya,tak lupa mengambil uang untuk jaga - jaga.


Ketika akan membuka pintu.


Ceklek...Ceklek...Ceklek..


Pintu kamar terkunci.


" Siall...Di kunci.."


Bayu teringat di dalam kamarnya ada telpon rumah yang terhubung di pos yang berada di depan rumahnya. Bayu berjalan ke telpon rumah,kemudian menekan nomor pos tersebut.


Tuuut...Tuuut.. Tuut...


" Di sini pos depan rumah bu Hana" suara pria.


" Toloooooong..." ucap Bayu mengubah suaranya seperti hantu .


" Ya...Siapa ini.." suara pria.


" Toolooong akuuuuuuu..." ucap Bayu.


" An...Anda...di mana...Kami akan segera kesana.." suara pria.


" Di kamarku..Aku terkunci...Toloong bukaiiiiiiin.." ucap Bayu.


" Kamar mana pak.." suara pria.


" Jancook...Mosok ora ngerti kamarku to sampeyan...Kamar sendiri lah kang.." ucap Bayu memakai suara aslinya.


" Maaf...Saya tidak paham...Dan jangan main - main.." suara pria.


" Aku Bayu kang...Aku di kamarku sendiri.."


" Terkunci neh...Apa perlu aku dobrak pintunya.." ucap Bayu.


" Boos....Bos... Bayu...Beneran anda ini bos Bayu.." suara pria.


" Bukan...Aku arwah penasaran...Jika kalian gak bukain,aku datangin kalian..." ucap Bayu lalu meletakkan gagang telpon.


Tiba - tiba Bayu kebelet buang air besar.Bayu segera masuk Toilet.


Tak lama kemudian,Pintu kamar terbuka.


2 orang pengawal masuk ke dalam,mereka tak melihat ada orang di dalam kamar Bayu.


" Bos..." ucap pengawal 1.


" Jangan...Jangan...Itu beneran hantu.." ucap pengawal 2.


" Mana ada hantu di siang bolong begini.." ucap pria 1.


Karena tak melihat Bayu,akhirnya mereka menutup pintu dan mengunci kembali.


Bayu keluar dari Toilet.


" Legaaa..."


Bayu berjalan ke pintu kamar.


Ceklek...Ceklek...Cekleek...


" Diampuut...Masih di kunci.."


Bayu menghubungi pos depan rumahnya.


Tuut...Tuut...


" Di sini pos depan rumah bu Hana.." suara pria.


" Kenapa tidak di bukaaaaaa..."


"Aku akan menghantuimuuu.." ucap Bayu mengubah suaranya seperti hantu di film.


Panggilan di tutup.


" Waassssuu.....Malah di tutup." ucap Bayu dalam hati.


Munvul niat iseng Bayu untuk menakut nakuti pengawal. Lalu ia melihat meja rias. Nampak ada beberapa make up di meja.


Bayu mengambil make up tersebut,lalu memoleskan di mukanya. Ia membentuk lingkaran hitam di dekat matanya.lalu memnagambil kain putih,setelah itu berjalan ke jendela. Untuk mengintip halaman,apakah ada penjaga atau tidak.


Nampak seorang pengawal berjalan patroli. Setelah pengawal itu pergi,Bayu memakai ilmu menghilang menuju halaman samping rumahnya.


Halamaan samping rumah.


Bayu muncul di bawah pohon mangga yang besar,lalu Bayu memperhatikan para pengawal yang berjaga. Namun,di saat Bayu mengecek halaman,ia melihat keluarga Hatake ada di Gazebo.


" Kok dia ada di sini ya..." ucap Bayu dalam hati.


Bayu membiarkan saja mereka,ia fokus ke pos jaga.


15 meter ada pengawal yang sedang berjalan,sambil memegang senjata laras panjang.Begitu pengawal itu menoleh ke arah lain,Bayu segera melesat kemudian berlindung.


Perlahan tapi pasti,Bayu mendekati pos jaga tanpa ketahuan,akan tetapi Bayu kelihatan di kamera CCTV. Lantas pengawal segera menuju lokasi persembunyian Bayu.


" Juangkrekk..Aku lali kalau ada kamera pengintai.." ucap Bayu dalam hati melihat ada 7 pengawal bergerak kearahnya sambil mengarahkan senjata.sedsngkan di teras tak ada pengawal,sebab pengawalnya berjalan ke arah Bayu.


" Keluar dan angkat tanganmu.." ucao salah satu pengawal.


Muncul ide Bayu,ia segera menghilang,lalu muncul di teras rumah.


Bayu melihat 7 pengawal itu berjalan perlahan sambil waspada,mereka mencurigai,sosok putih itu adalah penyusup. Saat mereka di tempat Bagu bersembunyi tadi,mereka tak menemukan siapa - siapa,lalu melaporkan ke pos yang memantau CCTV.


" Cepat tanggap juga mereka" ucap Bayu.


Bayu berdiri lalu berlindung di tiang bangunan ketika melihat 2 pengawal berjalan ke arahnya.


3 gadis cantik melihat seorang pria berdiri di tiang memakai kain putih, 1 gadis perlahan mendekati pria itu yang tak lain adalah Bayu.


Bayu mengejutkan 2 pengawal,sedangkan gadis cantik itu melompat ke punggung Bayu.


2 pengawal terkejut melihat sosok seperti hantu tiba - tiba muncul,sedangkan Bayu kaget ada orang yang naik ke punggung.


Bayu berusaha melepaskan tangan gadis itu di lehernya. Gadis itu adalah Melisa.


Ke dua pengawal itu menodongkan senjata ke arah Bayu.Mereka hendak menembak Bayu,namun terhalang oleh Melisa. Salah satu pengawal memberitahukan ke rekannya.


Melisa mencium aroma wangi di tubuh pria itu,ia sangat mengenali aroma wangi tersebut.


Para pengawal berdatangan .


" Kak Bayu..." ucap Melisa.


" Mel..." ucap Bayu.


Melisa turun dari punggung Bayu.


" Menjauh non..." ucap salah satu pengawal,agar Melisa tak kenapa - kenapa sambil menodongkan senjatanya.


" Ini aku Bayu.." ucap Bayu.


Melisa memeluk Bayu.


" Boos....!!! " ucap para pengawal saat Bayu selesai berkata.


" Iya....Kalian gak usah takut...Aku bukan hantu..."


" Oh iya...Kenapa tadi aku minta tolong bukain pintu kamar gak di buka - buka..?" ucap Bayu.


" Maaf...Untuk memastikannya,tunjukkan kartu identitas anda.." ucap pengawal 1.


" Ini buktinya,Melisa memelukku,gak mau melepaskan pelukannya..." ucap Bayu.


" Dia ini kak Bayu..Aku tahu dari aroma tubuhnya dan juga suaranya.Turunkan senjata kalian." ucap Melisa masih memeluk Bayu.


Para pengawal menurunkan senjatanya.


" Mel...Lepasin.." ucap Bayu.


Melisa melepas pelukannya.


" Kapan kak Bayu datang..?" ucap Melisa.


" Belum ada sejam. Aku cuci muka dulu.." ucap Bayu.


Bayu berjalan masuk ke dalam rumah,di ikuti Melisa dan 2 gadis yang tak lain keluarga Hatake.


Ketika Bayu berjalan menuju dapur untuk mencuvi muka dengan sabun cuci piring untuk menghilangkan make up di wajahnya. Ada kakek Naruto yang sedang duduk mengobrol bersama keluarganya.


Mereka heran dengan sosok pemuda yang wajahnya putih dan ada warna hitam berjalan bersama Melisa dan 2 cucunya.


Setekah sampai di daour,Bayu mencuci mukanya memakai sabun cuci piring.


" Kok pakai sabun cuci piring kak?" ucap Melisa.


" Biar cepat hilang Mel..." ucap Bayu sambil membasuh mukanya.


Setelah selesai mencuci muka,Bayu berjalan lagi ke arah di mana kakek Naruto berada.


" Kak Bayu sama siapa?" ucap Melisa.


" Sendirian Mel..."


Kakek Naruto terkejut melihat pemuda yang bersama cucunya tadi itu wajahnya mirip Bayu. Begitu juga keluarga Naruto.


" Assalam mu'alaikum kakek..." ucap Bayu.


" Wa...Wa'alaikum salam..."


Kakek Naruto berdiri,di ikuti yang lainnya.


" Bayu - chan... Apakah itu dirimu?" ucap kakek Naruto.


" # Benar kakek..." ucap Bayu ingin bersalaman.


Kakek Naruto memeluk Bayu lalu melepaskannya.


".Eee...Kapan kamu datang..?" ucap kakek Naruto.


" #.Baru saja..." ucap Bayu lalu bersalaman ke yang lain.


Dari luar rumah Bayu,kakek Zhang dan semua keluarga Han berbondong - bondong datang setelah mendapat laporan dari pengawal jika Bayu ada di rumahnya. Lalu mereka masuk masuk ke dalam. Tak hanya keluarga Han. Keluarga Kakashi juga datang.


" Bayuuu..." seru kakek Zhang melihat Bayu bersama kakek Naruto.


"Halo mbah...Piye kabare..." ucap Bayu sambil melambaikan tangan ke arah kakek Zhang.